Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 590

Pemkot Mataram Dapat Dua Stan Gratis UMKM di MotoGP Mandalika

0
Ilustrasi Stand UMKM Pemkot Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, mendapatkan dua stan gratis untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bazar saat pelaksanaan MotoGP, di Sirkuit Mandalika, 27-29 September 2024.

Kepala Bidang (Kabid) UMKM Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram Mamluatul Chair, di Mataram, Minggu, mengatakan, dua stan tersebut akan diprioritaskan hanya untuk UMKM kuliner.

“UMKM kuliner kami prioritaskan karena dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kuliner paling banyak diminati pengunjung dan para tamu,” katanya.

Sementara untuk kriya, para tamu terutama dari luar daerah atau luar negeri bisa langsung datang ke sentra-sentra kerajinan kriya dan garmen di Kota Mataram dan sekitarnya.

Menurutnya, jumlah stan yang diberikan tahun ini memang berkurang dari tahun 2023 sebanyak 3 stan. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan anggaran dan stan di areal sirkuit kini menjadi ranah pemerintah pusat.

“Tapi kami bersyukur, stan bazar MotoGP yang disiapkan pemerintah kali ini jauh lebih baik dan semua menjadi satu. Tidak ada yang stan VIP dan umum,” katanya pula.

Di sisi lain, Mamluatul mengatakan, meskipun jatah Kota Mataram hanya dua UMKM, namun organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di tingkat provinsi yang juga mendapatkan kuota stan UMKM, juga ada yang mengambil UMKM dari Kota Mataram.

Misalnya, Dinas UMKM Provinsi NTB, Dinas Pariwisata, dan OPD lainnya dapat 1-2 stan, mereka rata-rata mengambil UMKM dari Kota Mataram yang sudah dikurasi.

Dengan demikian, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan berapa total UMKM Kota Mataram. “Yang jelas, untuk di kami hanya dijatah dua stan,” katanya lagi.

Terkait dengan itu, saat ini pihaknya juga sedang mengkurasi UMKM kuliner yang akan dilibatkan dalam bazar di Sirkuit Mandalika.

UMKM yang dilibatkan merupakan UMKM pangan olahan lokal dan kuliner unggulan di daerah ini, seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, serta makanan ringan dan minuman produk lokal.

“Selain itu, UMKM yang akan kami libatkan harus sudah memenuhi standar seperti memiliki izin berusaha, label halal, dan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT),” katanya.

Diharapkan, kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Kota Mataram, sekaligus menjadi peluang promosi untuk menjaring pangsa pasar yang lebih luas. (ant)

Upaya NTB meredam gejolak harga beras

0
Sekretaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariadi selaku Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah NTB, mengangkat bendera dalam pelepasan kendaraan pengangkut komoditas pangan untuk program stabilisasi harga beras(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Fenomena kenaikan harga beras mulai terlihat di NTB. Kenaikan harga itu bisa berdampak terhadap ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.

Beras yang bulan-bulan sebelumnya tidak masuk ke dalam komoditas lima penyumbang inflasi daerah kini mulai bertengger di posisi kelima dengan andil 0,03 persen terhadap inflasi pada Agustus 2024.

Badan Pusat Statistik menyebutkan indeks harga konsumen atau IHK   dari tiga daerah  di NTB, beras masuk ke dalam penyumbang inflasi di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa yang masing-masing 0,03 persen. Sedangkan, di Kota Bima beras belum masuk lima komoditas penyumbang inflasi.

Musim kemarau yang kini melanda NTB  membuat petani memundurkan masa tanam karena lahan persawahan kekurangan air, bahkan mengering. Situasi itu berdampak terhadap pasokan beras di pasaran.

Ketika suplai beras ke pasar menurun, namun tidak diikuti dengan penurunan permintaan konsumen menyebabkan harga beras cenderung naik.

Selain kemarau, komoditas beras juga berpotensi mendongkrak inflasi pada September dan Oktober 2024 karena perayaan Maulid Nabi yang berlangsung selama sebulan penuh di Pulau Lombok.

Pengamat ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Muhammad Firmansyah mengungkap keunikan Pulau Lombok yang tidak sama dengan daerah lain di Indonesia, karena salah satu momentum penentu inflasi selain bulan puasa Ramadhan adalah Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kebutuhan pangan terbesar dalam perayaan Maulid Nabi adalah beras. Di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat Desa Bayan menjadikan beras sebagai komponen utama dalam prosesi ritual adat skala besar.

Setiap rumah yang ada di kampung-kampung mengadakan jamuan makan untuk kerabat dekat mereka sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan sedekah. Jamuan makan dan tasyakuran yang digelar masyarakat Pulau Lombok selama sebulan penuh itulah yang membuat permintaan beras meningkat dan diikuti komponen pangan lainnya untuk lauk-pauk, seperti telur dan daging ayam.

Dinas Perdagangan NTB mencatat perkembangan harga rata-rata barang kebutuhan pokok pada 20 September 2024 terlihat beras premium salah satu merek mengalami peningkatan harga sebesar 2 persen dari sehari sebelumnya yang hanya Rp14.000 per kilogram menjadi Rp14.250 per kilogram karena permintaan meningkat.

Berkaca dari data Badan Pusat Statistik tahun lalu, pada Agustus 2023, sebulan sebelum Maulid Nabi, beras hanya berkontribusi terhadap inflasi bulan ke bulan sebesar 0,07 persen. Namun, pada September 2023, ketika bulan Maulid Nabi, beras menduduki posisi pertama dari lima komoditas penyumbang inflasi di Nusa Tenggara Barat dengan angka 0,67 persen.

Lonjakan inflasi beras terjadi sangat signifikan dari 0,07 menjadi 0,67 persen hanya dalam waktu satu bulan. Pada Oktober 2023, setelah bulan Maulid Nabi, beras masih menduduki posisi pertama dalam lima komoditas penyumbang utama inflasi Nusa Tenggara Barat dengan angka 0,18 persen.

Pemerintah harus cepat mengambil langkah dalam mengendalikan harga beras di pasaran karena beras adalah makan pokok utama masyarakat. Kenaikan harga beras dapat memicu kenaikan harga bahan pangan lainnya.

Contoh, penjual telur akan menaikkan harga dagangannya bila harga beras naik karena beras juga dibutuhkan oleh penjual telur untuk makan keluarganya sehari-hari. Bila penjual telur tidak menaikkan harga dagangan, maka pengeluaran bisa membengkak akibat efek dari kenaikan harga beras tersebut.

Pengendalian Stok Beras

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat dengan harga terjangkau melalui pengendalian stok beras. Jumlah cadangan pangan pemerintah daerah ada sebanyak 107 ton, sedangkan stok yang dimiliki oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB sebanyak 45.409 ton.

Beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah daerah dan Bulog dapat disalurkan untuk mengendalikan harga beras di pasaran.

Wakil Pimpinan Bulog Kantor Wilayah NTB Musazdin Said mengatakan pihaknya siap meningkatkan kuota penyaluran melalui gerakan pangan murah.

Bulog menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko-toko ataupun program Rumah Pangan Kita (RPK) seharga Rp11.000 per kilogram. Harga itu tentu jauh lebih murah ketimbang harga beras di pasaran yang bertengger pada angka Rp12.500 per kilogram.

Bahkan, kegiatan gerakan pangan murah Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah sudah terjadwal di banyak lokasi dari September hingga Oktober 2024 mendatang.

Setiap bulan rata-rata beras SPHP yang dikucurkan mencapai 600 ton. Itu salah satu upaya penugasan pemerintah kepada Bulog untuk mengendalikan harga pangan. Ketika penghujung tahun saat lahan pertanian masih belum bisa sepenuhnya ditanami padi akibat imbas kemarau dan kekeringan, kuota penyaluran beras ke pasar dapat meningkat hingga 1.000 ton setiap bulan.

Bulog memastikan para pedagang beras tidak akan pernah bisa mengutak-atik harga karena stok beras yang dimiliki sangat banyak dan bisa menjadi alat peredam gejolak harga pangan di Nusa Tenggara Barat.

Intervensi melalui pasar murah merupakan upaya jangka pendek untuk mengendalikan harga beras agar tidak melambung terlalu tinggi dan berdampak terhadap harga bahan pangan lain.

Mitigasi Lahan Kering

NTB memiliki 1,4 juta hektare lahan pertanian dengan luas lahan baku sawah mencapai 234 ribu hektare per tahun 2023 yang tersebar di dua pulau besar, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyebut ada sekitar 10 ribu hektare lahan pertanian yang saat ini mengalami kekeringan akibat terdampak musim kemarau di tahun 2024. Kekeringan itu terjadi di lima daerah, yaitu Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Dompu.

Tanda awal musim kemarau sudah terjadi sejak Mei 2024, saat petani memasuki periode musim tanam kedua. Beberapa lahan persawahan yang berada di tepi jalan lintas provinsi di Pulau Lombok tampak dibiarkan kosong oleh para petani akibat tak ada air.

Pemerintah menyadari kemarau bakal berkepanjangan dan segera menyalurkan program bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk membantu proses pengairan lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan ada 4.000-an unit pompa yang diberikan Kementerian Pertanian RI untuk para petani di NTB. Ribuan unit pompa itu untuk memitigasi dampak kekeringan yang meluas.

Program pompanisasi dan irigasi perpompaan adalah upaya untuk melindungi lahan pertanian agar bisa terus memproduksi gabah ketika musim kemarau. Program itu untuk mendukung perluasan areal tanam atau PAT dan luas tambah tanam (LTT) pada musim tanam kedua dan ketiga.

Pemerintah mengklaim kekeringan lahan pertanian yang kini dialami tidak terlalu berdampak signifikan terhadap produksi pangan di NTB  karena ada program perluasan areal tanam dengan target 51 ribu hektare yang mana sekarang sudah terealisasi seluas 65 persen atau setara 33 ribu hektare.

Mitigasi lahan kering melalui pompanisasi maupun pembangunan bendungan merupakan cara sederhana untuk meringankan dampak kekeringan.

Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi sektor pertanian yang hanya bisa dihadapi dengan penguasaan ilmu pengetahuan berbasis riset dan inovasi untuk meminimalkan dampak kerugian akibat gagal panen serta menurunkan biaya produksi.

Pemerintah melalui lembaga riset perlu mengupayakan cara jangka panjang untuk meredam gejolak harga pangan melalui penerapan inovasi tanaman padi tahan kering hingga pemakaian teknologi untuk kegiatan produksi maupun prakiraan cuaca yang mumpuni.

Petani juga harus perlahan beralih dari pertanian berbasis kimiawi menjadi pertanian organik yang ramah lingkungan agar tanah tidak semakin rusak dan sumber air tidak lagi tercemar. Sistem pertanian organik yang berkelanjutan dapat membantu petani meningkatkan ketahanan tanaman terhadap dampak perubahan iklim yang tujuan akhirnya adalah peningkatan produksi padi. (ant)

SK Turun, Ini Nama Pjs Bupati Wali Kota di NTB yang Dilantik Pj Gubernur

0
H. Lalu Hamdi (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, Selasa, 24 September 2024, pukul 14.00 WITA dijadwalkan melantik lima pejabat Pemprov NTB sebagai Pejabat Sementara ((PJs) Bupati/Wali Kota.

Lima Pejabat yang akan dilantik ini adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB Drs. Tri Budiprayitno, M.Si., sebagai Pjs Wali Kota Mataram, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB H. Abdul Aziz, S.H, M.H., sebagai Pjs Bupati Lombok Tengah.

Akan dilantik juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Julmansyah, S.Hut., MAP., sebagai Pjs Bupati Sumbawa Barat, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Dr. Najamuddin, S.Sos., M.M., sebagai Pjs Bupati Sumbawa dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, S.STP., sebagai Pjs Bupati Dompu.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda NTB Ir. H. Lalu Hamdi, M.Sc., membenarkan jika pihaknya sudah menerima SK dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait lima nama Pjs Bupati/Wali Kota di NTB.

Sementara sesuai dengan surat undangan yang dikeluarkan Pemprov NTB dengan Nomor 005/456/Pem dan Otda/2024, pelantikan para Pjs akan berlangsung di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Selasa, 24 September 2024 pukul 14.00 WITA.

Dalam surat ini diinstruksikan seluruh undangan diharapkan hadir 30 menit sebelum acara dimulai, dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) sesuai aturan yang berlaku.

Untuk diketahui, pada pilkada serentak November mendatang, lima kepala daerah dan wakil kepala daerah akan maju pada pilkada. Ada yang maju sebagai bupati/wakil bupati, walikota dan wakil walikota serta wakil gubernur. Seperti Bupati Loteng H. L. Pathul Bahri dan Wabup H. M. Nursiah maju di Pilkada Loteng, Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan Wakil Walikota TGH. Mujiburahman maju di Pilkada Kota Mataram, Bupati dan Wabup Sumbawa maju di Pilkada Sumbawa, Bupati KSB maju sebagai calon Wakil Gubernur NTB, Fud Saefudin maju sebagai Bupati KSB. Selain itu, Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah dan Wabup Dewi Noviany maju di Pilkada Sumbawa, Bupati Kader Jaelani dan Wabup Dompu Syahrul Parsan maju di Pilkada Dompu. (ham)

Pertamina Tambah Stok BBM Pulau Lombok Saat Gelaran MotoGP

0
Armada Pertamina melakukan pengisian BBM di Integrated Terminal Ampenan, Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga menambah stok bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat gelaran Motorcycle Grand Prix (MotoGP), di Pertamina Mandalika International Circuit pada 27-29 September 2024.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu, mengatakan pihaknya menambah stok BBM untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada momentum gelaran balap motor kelas dunia tersebut berlangsung.

“Penambahan stok BBM ini untuk menjamin pasokan energi selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 tetap berlangsung aman,” kata Heppy.

Dia menyatakan semua sarana fasilitas di pusat pasokan (supply point) kini dalam kondisi prima. Untuk kebutuhan BBM di Lombok akan disuplai dari Integrated Terminal Ampenan dengan total kapasitas terminalnya sebesar 40.034 kiloliter (kl).

“Kami jaga ketahanan stoknya hingga 5 kali lipat konsumsi normal untuk semua produk BBM,” ujarnya.

Selain Integrated Terminal Ampenan, kata dia  lagi, BBM di wilayah NTB juga disuplai dari Terminal BBM Bima dan Badas di Sumbawa.

“Kami juga menyiapkan Modular Pertashop di dalam sirkuit dengan Produk Pertamax Turbo yang dapat digunakan untuk operasional penyelenggara maupun operasional team MotoGP,” kata Heppy.

Tidak hanya BBM, Pertamina Patra Niaga juga menjamin stok Avtur dalam kondisi aman. Avtur disuplai dari 2 Terminal BBM Aviasi yaitu di Bandara International Lombok (BIL) dan Salahudin.

Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti menambahkan, pihaknya akan memastikan suplai avtur pesawat terbang tercukupi dengan mempersiapkan penambahan stok untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi avtur selama perhelatan lomba balap motor tersebut berlangsung.

Hal itu dikarenakan ada penambahan penerbangan baik kargo maupun penumpang dari dan menuju Lombok.

“Selama 10 hari dari 22 September hingga 1 Oktober 2024, permintaan avtur diproyeksi akan mengalami kenaikan lebih dari 76 persen atau sebesar 176 kl dari normal harian 100 kl, sehingga kami lakukan antisipasi dengan menambah stok BBM sebesar 150 persen,” ujarnya.

Sementara untuk BBM transportasi darat, Pertamina akan melakukan build up stok BBM sebanyak 60 persen lebih di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Hal itu dikarenakan terdapat proyeksi peningkatan konsumsi sebesar 26 persen persen atau sebesar 2.561 kl dari rata-rata normal harian sebesar 2.033 kl.

Aji menyebutkan jumlah kendaraan roda 2 maupun roda 4 atau lebih pada saat perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia nanti diprediksi akan meningkat.

“Terminal BBM Ampenan akan melakukan penambahan mobil tangki spot charter dan jam layanan operasional ditambah 2 jam lebih awal pada pukul 04.00 WITA,” ujarnya.

Untuk LPG sendiri, kata dia, diperkirakan terdapat kenaikan konsumsi sebesar 54,6 persen dari rata-rata konsumsi normal harian 443,1 MT.

“Untuk LPG juga kami lakukan penambahan stok sebesar 54,6 persen dari normal harian untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi di sektor kuliner,” kata Aji.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembayaran secara nontunai untuk mempercepat antrean pengisian BBM. Di Lombok, terdapat jalur khusus pembayaran nontunai MyPertamina line untuk mempercepat pelayanan dan memangkas antrean.

Untuk mendukung kemeriahan gelaran MotoGP di Mandalika, Pertamina juga memberikan promo menarik dengan pembelian tiket di aplikasi MyPertamina dengan Promo Hot Seat Ticket dengan potongan harga sampai 70 persen. Periode promosi ini berlaku dari 19 sampai dengan 26 September 2024. (ant)

Siapkan SDM, PT STM Kembali Buka Beasiswa Prestasi bagi Mahasiswa asal Kabupaten Dompu

0
Ulya Defretes, manajer Comrel STM saat menyerahkan beasiswa prestasi tahun 2023 lalu.(ekbisntb.com/ula)

Sumbawa (ekbisntb.com) – PT Sumbawa Timur Mining (STM), proyek eksplorasi tembaga yang beroperasi di bawah Kontrak Karya (KK) Generasi ke-7 di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyelenggarakan program beasiswa prestasi bagi mahasiswa Kabupaten Dompu. Tahun ini, STM membuka kesempatan bagi 27 mahasiswa untuk bergabung bersama 23 mahasiswa lainnya yang telah lebih dulu mengikuti program beasiswa prestasi STM. Proses pendaftaran akan dibuka pada 2-11 Oktober 2024 mendatang.

Program beasiswa prestasi STM diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan diutamakan bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera. Program ini bertujuan untuk meringankan biaya perkuliahan dan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa demi mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Dompu yang kian berkualitas. Pada program tahun lalu, penerima beasiswa prestasi STM berasal dari 18 perguruan tinggi negeri dan swasta, baik yang berlokasi di Provinsi NTB maupun daerah lainnya.

Beberapa persyaratan untuk menerima beasiswa prestasi STM antara lain tercatat sebagai warga Kabupaten Dompu; tidak sedang atau akan mendapat beasiswa dari institusi lain; terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang diakui Kemendikbud; serta diutamakan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera dibuktikan dengan surat keterangan dari pemerintah desa. Calon penerima beasiswa prestasi juga wajib mengikuti ketentuan lainnya yang diatur pihak penyelenggara.

Terdapat beberapa tahap seleksi pada program beasiswa prestasi ini yang mencakup seleksi administrasi, uji kompetensi dasar, uji studi kasus, dan wawancara. Para peserta terpilih akan mendapat bantuan biaya pendidikan, bantuan biaya hidup, dan satu kali bantuan biaya penelitian. Selain itu, mahasiswa terpilih juga akan mendapat manfaat lainnya berupa pelatihan pengenalan tenaga kerja, pelatihan bahasa Inggris, serta pengembangan jaringan penerima beasiswa dan alumni.

Manajer Community Relations STM, Ulya Defretes, mengatakan bahwa program beasiswa prestasi adalah salah satu wujud komitmen STM dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dompu. “Kami mendukung para mahasiswa Dompu di berbagai perguruan tinggi agar mereka sukses dalam menjalani masa studinya. Kami berharap mereka dapat turut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Dompu kelak dengan berbagai macam keahlian yang mereka miliki,” ujarnya.

Salah satu penerima beasiswa prestasi STM tahun 2022, Desi Ariyanti, sangat mengapresiasi program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan ini. “Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial yang penting, tetapi juga memberikan saya kesempatan luar biasa untuk mengembangkan diri secara akademik. Melalui beasiswa ini, saya dapat mengikuti kegiatan yang memperluas wawasan dan keterampilan saya,” ungkap mahasiswi asal Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, yang berkuliah di Universitas Mataram.

STM akan melakukan sosialisasi secara daring untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai program beasiswa prestasi, yang akan berlangsung pada Selasa, 1 Oktober 2024 pukul 09.00 WITA. Pendaftaran sosialisasi beserta informasi lainnya dapat diakses melalui tautan s.id/beasiswaprestasiPTSTM2024. Para mahasiswa yang tertarik mengikuti program beasiswa prestasi ini juga dapat bertanya lebih lanjut melalui saluran komunikasi perusahaan pada nomor WhatsApp: (+62) 813-3908-2360​, dan e-mail: ptstm_comdev@vale.com​. (ula)

Cuaca Terasa Sangat Menyengat di Wilayah NTB, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

0
BMKG Provinsi Nusa Tenggara Barat(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Suhu udara yang terasa panas terutama pada siang hari di wilayah Provinsi NTB dikarenakan oleh beberapa faktor. Untuk saat ini, berdasarkan gerak semu matahari tepatnya 23 September 2024, posisi matahari berada di wilayah ekuator atau khatulistiwa, sehingga penyinaran matahari yang diterima oleh permukaan bumi yang berada di sekitaran ekuator menjadi terasa lebih terik.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteoroloagi ZAM Nur Siti Zulaichah, S.Tr mengatakan, selain karena faktor posisi matahari berada di wilayah ekuator, ada faktor lain yang mempengaruhi cuaca terik seperti tutupan awan di langit yang sedikit dan kecepatan angin yang cenderung rendah, sehingga suhu udara di sekitar kita terasa lebih panas.

“Berdasarkan data model untuk suhu udara diprakirakan dalam sepekan ke depan masih cukup tinggi. Selain itu terdapat potensi peningkatan curah hujan dalam tiga hari ke depan,” kata Nur Siti Zulaichah saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin 23 September 2024.

Dikutip dari berbagai sumber, matahari tepat di atas ekuator atau garis khatulistiwa disebut fenomena ekuinox. Fenomena ini terjadi secara periodik dua kali setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September. Pada tahun 2024, fenomena ekuinox terjadi pada 23 September. Ekuator matahari adalah garis lintang di Bumi yang menunjukkan posisi matahari tepat di atas kepala pada tengah hari. Dalam kondisi posisi matahari tepat berada di ekuator, maka udara akan semakin meningkat atau semakin panas.

Selain panas menyengat, BMKG Stasiun Meteoroloagi ZAM juga memberikan data terkait dengan peta sebaran titik panas di wilayah NTB. Dimana berdasarkan data satelit, terdapat sebanyak 63 titik panas di wilayah NTB dengan kategori rendah dan sedang.

BMKG juga membagikan data terkait dengan sistem peringatan kebakaran hutan dan lahan (Spartan) di wilayah NTB. Di mana berdasarkan peta tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah tanggal 24 September 2024 menunjukkan sebagian wilayah NTB, terutama di wilayah Kabupaten Bima, Dompu dan sebagian Kabupaten Sumbawa dan KSB memiliki zona merah atau sangat kering dan sangat mudah terbakar.

Sementara zona kuning yang memiliki arti kondisi kering dan mudah terbakar tersebar di seluruh kabupaten/kota kecuali Kota Mataran dengan titik-titik tertentu. Adapun zona biru yang memiliki arti basah dan sulit terbakar terdapat di sebagian besar wilayah NTB, kecuali di bagian timur Pulau Sumbawa.(ris)

Menkeu Menilai Pemda Masih Bergantung pada Keuangan Pemerintah Pusat

0
Sri Mulyani Indrawati (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menilai, pemerintah daerah (pemda) saat ini masih terlalu bergantung pada keuangan pemerintah pusat.

Menurutnya, pendapatan asli daerah (PAD) saat ini masih terbatas dan perlu untuk ditingkatkan lagi.

“Salah satu tantangan dari pemerintah daerah adalah ketergantungan yang sangat besar kepada keuangan pusat. Sehingga Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) itu merupakan bagian yang sangat dominan,” kata Sri Mulyani saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2024 di Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, ia menyampaikan pentingnya untuk terus melakukan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dengan membangun Bagan Akun Standar (BAS) melalui pemanfaatan platform digital.

Pemerintah juga mengupayakan peningkatan perpajakan daerah lewat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

“Undang-undang HKPD juga memperkuat pemerintah daerah agar memiliki local taxing power yang bisa ditingkatkan dan ini selaras dengan keinginan kita untuk seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sri Mulyani lebih lanjut menjelaskan, peningkatan perpajakan daerah dapat dilakukan dengan terus mengidentifikasi potensi pendapatan daerah melalui pajak daerah dan retribusi daerah, namun di saat yang sama Pemda juga tetap menjaga iklim investasi.

“Rasio dari local tax ini telah meningkat ke level 3 persen, namun kita berharap untuk mencapai 300 persen dari saat ini local taxing power yang baru pada level 1,3 persen. Jadi membayangkan bahwa pemerintah daerah itu sangat sangat tergantung dari APBN melalui transfer,” ucapnya.

Menkeu berharap, kenaikan rasio perpajakan lokal tidak akan mengurangi gairah investasi di masing-masing daerah, melainkan justru menciptakan tata kelola Pemda yang lebih kuat.

Intervensi administrasi perpajakan dari pemerintah pusat juga penting untuk diperkuat. Maka dari itu, pemerintah saat ini tengah melaksanakan modernisasi administrasi perpajakan melalui digitalisasi maupun perbaikan infrastruktur. (ant)

Harga Emas Antam Senin Stagnan Rp1,455 juta per gram

0
Ilustrasi Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, tetap berada pada angka Rp1.455.000 per gram.

Angka ini tidak berubah sejak Sabtu 21 September 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, turut stabil yakni Rp1.295.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp777.500
  • Harga emas 1 gram: Rp1.455.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.850.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.250.000
  • Harga emas 5 gram: Rp7.050.000
  • Harga emas 10 gram: Rp14.045.000
  • Harga emas 25 gram: Rp34.987.000
  • Harga emas 50 gram: Rp69.895.000
  • Harga emas 100 gram: Rp139.712.000
  • Harga emas 250 gram: Rp349.015.000
  • Harga emas 500 gram: Rp697.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.395.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Mendag Ungkap Impor Karpet Ilegal dari Turki Senilai Rp10 miliar

0
Zulkifli Hasan(ekbisntb.com/wikipedia)

Tangerang (ekbisntb.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkap temuan barang impor karpet diduga ilegal dari Turki senilai Rp10 miliar yang ditemukan Satgas Impor Ilegal di daerah Tangerang, Banten.

Zulkifli saat konferensi pers temuan barang impor ilegal tersebut di Tangerang, Senin, mengatakan bahwa karpet hasil impor ilegal tersebut ditemukan sebanyak 2.939 pieces.

“Jadi ada dua macam, ada sejadah masjid dan ada yang karpet panjang yang tidak sesuai dengan prosedur, yang nilainya lebih kurang Rp10 miliar. Jumlahnya sebanyak 2.939 pieces,” kata Mendag.

Dia mengungkapkan bahwa pada 10 September 2024, pengawasan dilakukan di gudang perusahaan beralamat di Kawasan Industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Tangerang, Banten.

Perusahaan bergerak di bidang industri pembuatan karpet/permadani dan sejenisnya.

Di gudang tersebut ditemukan barang tekstil dan produk tekstil berupa karpet/permadani asal impor yang diduga diimpor tanpa dilengkapi dokumen persetujuan impor (PI), laporan surveyor (LS) dan registrasi pendaftaran barang terkait keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L).

“Tidak melalui prosedur, kalau industrinya kita tidak persoal, bagus, silahkan, tetapi ada sampingannya ini, impor tanpa melakukan prosedur sesuai ketentuan, tentu negara dirugikan, dan pajaknya berkurang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan bahwa industri tersebut mengimpor ribuan karpet tersebut tidak sesuai dokumen. Industri tersebut diduga menggunakan modus alasan bahan baku.

Meski begitu, Kemendag dan Satgas Impor ilegal tidak mempermasalahkan terhadap produksi lokal dari industri tersebut. Kemendag hanya mengenakan sanksi administrasi terhadap barang impor ilegal.

Mendag juga menuturkan bahwa karpet diduga ilegal tersebut akan dilakukan pemusnahan oleh pihak pengimpor dalam hal ini industri tersebut yang akan diawasi langsung oleh Satgas Impor Ilegal.

“Akan mengenakan sanksi administrasi kepada importir barang tersebut. Tetapi, kalau ada unsur lain, ada Bareskrim, kejaksaan. Kalau Kemendag, Satgas kita sifatnya administratif,” terangnya.

Oleh karena itu, ia meminta para pelaku usaha di berbagai bidang untuk patuh kepada aturan yang berlaku di Indonesia.

“Kalau tidak, Satgas terus akan melakukan tugas-tugasnya, Bareskrim, Kejaksaan Agung, Bea Cukai, BIN, Kadin, juga keamanan laut akan terlibat,” tegas Mendag. (ant)

KKP Menggagalkan Pemasukan Ikan ilegal dari Malaysia ke Indonesia

0
Ilustrasi Tuna Ekspor (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) berhasil menggagalkan pemasukan ikan secara ilegal dari Malaysia ke Indonesia di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Tim kita yang di Tarakan,Kalimantan Utara juga melakukan penangkapan kapal yang melakukan pemasukan ikan dari Malaysia ke Pulau Sebatik, Kalimantan Utara tanpa izin, bahkan menggunakan bendera dua flag yakni bendera Indonesia dan Malaysia. Ketika masuk Indonesia, mereka menggunakan bendera Indonesia dan ketika masuk ke Malaysia, menggunakan bendera Malaysia ini jelas pelanggaran, tidak ada dokumen sama sekali juga dalam hal ini,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan ikan hasil penyitaan tersebut akan diberikan ke yayasan yatim piatu di sekitar lokasi penangkapan seperti yang KKP sudah lakukan sebelumnya.

“Ikan-ikan sitaan yang dari hasil penyelundupan dari luar tersebut, kita berikan kepada yayasan yatim piatu di seputaran lokasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP Teuku Elvitrasyah menyampaikan bahwa terkait dengan pengawasan pemasukan ikan ilegal ini terdapat dua indikasi pelanggaran.

“Ada dua yang nanti akan dikenakan, teman-teman di UPT sedang melengkapi berkasnya, tapi indikasinya yang jelas pertama mereka tidak menggunakan izin, itu nanti dikenakan Pasal 26 Undang-Undang Cipta Kerja, bisa juga nanti terkait dengan pemasukan barang produk perikanan itu juga bisa kita gunakan Pasal 88 Undang-Undang Perikanan. jadi ada dua indikasi pelanggaran tapi nanti akan kita dalami lagi teman-teman dari UPT, teman-teman penyidik apakah unsur pidana yang ditemukan telah memenuhi syarat atau tidak,” kata Teuku Elvitrasyah.

Pengawas perikanan menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas pemasukan ikan secara ilegal dari Malaysia dan kemudian dilakukan persiapan ke Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Di sana pihak PSDKP melakukan pemantauan, dan ketika kapal tersebut dari Malaysia masuk ke perairan Indonesia, PSDKP langsung melakukan pengejaran dan penghentian. Ikan-ikan yang dibawa pelaku dari Malaysia masuk ke perairan Indonesia, semuanya tidak memiliki dokumen sertifikat kesehatan.

Penindakan terhadap pemasukan ikan secara ilegal dari Malaysia ke Indonesia ini menjawab keresahan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia terkait dengan adanya kapal-kapal yang membawa masuk ikan secara ilegal dari Malaysia.

Berdasarkan penelitian di lapangan ikan-ikan tersebut merupakan jenis ikan pelagis yang juga ditangkap di perairan Indonesia, kemudian dibawa masuk ke Malaysia oleh pelaku, sebagian dijual di perbatasan.

PSDKP KKP benar-benar mengawal perairan Indonesia terkait dengan pengolahan sumber daya kelautan dan perikanannya.PSDKP hadir untuk memastikan tidak terjadinya pencurian-pencurian ikan di wilayah perbatasan seperti di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Kami tidak tinggal diam, kami tidak berhenti disini, kita terus akan berkarya menjaga kedaulatan bangsa ini terkait dengan pelanggaran sumber daya kelautan dan perikanan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) PSDKP Pung Nugroho Saksono. (ant)