Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 577

NTB Urutan ke Tujuh Daerah Tertinggi Pembatalan Haji

0
Sosialisasi pengelolaan keuangan haji BPKH RI (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi NTB menempati urutan ke tujuh jumlah calon jemaah haji yang membatalkan haji, karena berbagai alasan.

Sebagaimana disampaikan Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi dan Keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Haji BPKH RI di Ballroom Bank NTB Syariah, Selasa, 1 Oktober 2024.

Pertama, provinsi Jawa Timur dengan calon jemaah haji yang membatalkan berangkat haji adalah Jawa Timur sebanyak 10.304 orang, Jawa Barat 9.000 orang, Jawa Tengah 6.222 orang.

Banten 2. 226 orang. Jakarta 2.244 orang, Sumatera Utara 1.916 orang, NTB 1.734 orang. Sulawesi Selatan 1. 504 orang. Kalimantan Selatan 1.322 orang. Dan Lampung 1.306 orang.

Amri juga menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi calon jemaah haji membatalkan . Diantaranya, karena kebutuhan ekonomi.

“Terbanyak pembatalan haji terutama saat COVID-19,” katanya.

Selain itu, calon jemaah memilih untuk melaksanakan umrah. Masa tunggu yang cukup lama terutama bagi lansia.

Dengan jumlah calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu saat ini mencapai 5.422.053 orang.

Jika dirata ratakan, masa tunggu berhaji yaitu 26 tahun. Di daerah daerah tertentu, ada masa tunggunya mencapai 40an tahun.

Amri menambahkan faktor pembatalan haji, calon jemaah memilih pindah ke haji khusus / furoda.

Calon jemaah sakit permanen, meninggal, dan kenaikan biaya haji.

Amri menegaskan, sangat menyayangkan calon jemaah yang membatalkan haji dan memilih umrah.

“Padahal, berhaji itu adalah ibadah wajib (bagi yang mampu), lantas kenapa kita memilih yang sunnat (umrah),” tandasnya.

Sementara itu, Ali Sahban dari Kanwil Kemenag NTB menyampaikan, berdasarkan temuan di lapangan dan fakta yang didapatkan, kebanyakan calon jemaah membatalkan haji dan memilih menarik dananya karena lamanya masa tunggu berangkat haji, sampai 37 tahun.

Dengan lamanya masa tunggu ini, banyak calon jemaah yang dipengaruhi untuk menarik dana dan berangkat umrah.

“Calon jemaah haji dibujuk, toh juga sama sama ibadah di Tanah Suci, lebih baik umrah. Nunggu haji belum tentu umurnya sampai. Ini yang bikin calon jemaah memilih menarik dana haji dan berumrah,” kata Ali Sahban.

Hal ini juga sangat disayangkan. Mengapa harus memilih berumah, padalah haji adalah ibadah besar.

Karena itu, diminta kepada penghulu dan KBIH di kabupaten/kota untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembatalan haji.

Dalam sosialisasi ini, juga dikemukakan, lama menunggu berangkat haji di Indonesia jauh lebih cepat dibandingkan masa tunggu di Malaysia yang sampai 125 tahun. Namun jumlah pembatalan hajinya sangat kecil.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo menyampaikan apresiasi kepada BPKH untuk kerjasama selama ini dan terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang menghadirkan seluruh stakeholder.(bul)

Kembangkan Ekowisata Pesisir Berkelanjutan, Unram Berkolaborasi dengan Berbagai Kampus

0
Foto bersama peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi nasional antara Unram, UHO, UBT, dan Undova pada Jumat 27 September 2024 dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-62 Unram.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam suasana yang penuh semangat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi nasional antara Unram, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Borneo Tarakan (UBT), dan Universitas Cordova Indonesia (Undova). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 September 2024 dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-62 Unram dengan tema “Pengembangan Kawasan Pesisir Menuju Ekowisata Berkelanjutan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Muluk, Dusun Ebangah, Desa Sengkol Lombok Tengah, dan dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. selaku Kepala LPPM Unram didampingi oleh Sekretaris LPPM, Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, M.P.; Kepala Pusat Pengabdian, Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, S.P., M.P.; dan Dr. Nunik Cokrowati, S.Pi., M.Si selaku Ketua Panitia.

Di samping itu, turut hadir Dr. La Aba, S.Si, M.Si. Ketua LPPM UHO; Dr. Etty Wahyuni Ms., S.Hut., M.P., Ketua LPPM UBT; dan Silmi Kaffah, S.E., M.H. mewakili Kepala DPPM Undova.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.; Eka Sunarwidhi Prasedya, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si .; Apt. Anggit Listyacahyani Sunarwidhi, S.Farm., M.Sc., Ph.D.; Dr. Kurniawan Yunianto; Silmi Kaffah, S.E., M.H.; dan Dr. Nunik Cokrowati, S.Pi.,M.Si.

Acara ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Prof. Sukartono dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unram ini menegaskan, melalui kolaborasi ini, pihaknya berharap dapat menghasilkan pengabdian masyarakat yang relevan dan aplikatif, serta menciptakan model pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani rumput laut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengangkat kualitas hidup masyarakat pesisir secara keseluruhan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif ini demi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekowisata,” ujarnya.

Kegiatan ini meliputi serangkaian diskusi dan pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah budidaya rumput laut, di mana tim dari UHO, Prof. Maruf Kasim memberikan pelatihan tentang teknik budidaya yang ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan hasil budidaya rumput laut dengan baik.

“Melalui teknologi yang ramah lingkungan, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat pesisir dengan menyediakan alat dan metode yang mudah diakses. Dengan pendekatan yang berbasis pada prinsip ekologi, kami berharap dapat memberikan solusi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan petani rumput laut,” papar Prof. Maruf Kasim.

Selain itu, diskusi tentang pengelolaan kawasan pesisir juga menjadi sorotan. Para akademisi dari UBT dan Undova mengedukasi peserta mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Mereka berbagi strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan daya tarik wisata kawasan pesisir sambil tetap menjaga kelestarian alam.

Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si. menyoroti bahwa, upaya untuk melestarikan ekosistem laut harus menjadi prioritas semua pihak. “Dengan menjaga kualitas lingkungan, kita tidak hanya memastikan keberlangsungan hidup berbagai spesies laut, tetapi juga meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut dan keberlanjutan sektor ini secara keseluruhan,” ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi pilar penting dalam kegiatan ini. Melalui berbagai sesi interaktif, peserta diajak untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi wisata di daerah mereka. Tim dari Unram memberikan panduan tentang bagaimana para pembudidaya rumput laut mendukung ekonomi masyarakat.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan bantuan alat untuk proses budidaya rumput laut oleh Unram kepada masyarakat pembudidaya rumput laut sebagai aksi nyata Unram dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir. (ron)

Wisuda Digelar Hari Ini, STP Mataram Hasilkan SDM Berkualitas untuk Industri Pariwisata

0
Ketua STP Mataram, Halus Mandala (paling kiri) didampingi Ketua Panitia Wisuda Ke-XXV STP Mataram dan jajarannya saat memberikan keterangan tentang wisuda di ruang kerja Ketua STP Mataram, Senin 30 September 2024.(ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menggelar Wisuda ke-XXV dan Pelepasan Program Satu Tahun Pusdiklat Tyatama Mataram, di Hotel Lombok Vaganza pada Selasa (1/10) hari ini. Setiap tahun, STP Mataram berkontribusi dalam penyediaan SDM untuk Industri Pariwisata, termasuk penyediaan SDM sebagai guru Pariwisata di berbagai SMK. Serta, berperan aktif dalam mewujudkan perkembangan Pariwisata NTB.

Lulusan STP Mataram banyak yang sudah langsung bekerja sebelum diwisuda, bahkan tak sedikit yang menjadi pemilik atau owner berbagai usaha. STP Mataram tidak hanya menyediakan lulusan yang andal dalam bekerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/9) mengatakan, wisuda kali ini merupakan wisuda ke-25 sejak berdirinya Akpar Mataram, sekaligus wisuda keenam setelah perubahan bentuk menjadi STP Mataram dan wisuda keempat bagi Prodi S1 Pariwisata.

STP Mataram akan mewisuda 201 orang yang terdiri atas Program 1 Tahun sebanyak 21 orang, program D-III Perhotelan sebanyak 33 orang, program D-III UPW sebanyak 21 orang, dan Prodi S1 Pariwisata sebanyak 126 orang.

“Dengan demikian, sejak berdiri tahun 1996 hingga pelaksanaan wisuda ke-25, STP Mataram telah meluluskan 3.939 orang. Mereka telah bekerja di berbagai bidang, sebagai ASN, karyawan hotel, sebagai Chef, Barista, dll. di antaranya telah menduduki posisi penting sebagai GM & Manager Hotel,” ujar Halus Mandala didampingi Ketua Panitia Wisuda ke-XXV, Dr. Sri Susanty, M.Par., yang juga Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat STP Mataram.

Saat ini, STP Mataram mewisuda 37 calon guru Pariwisata dari 40 mahasiswa yang diusulkan oleh SMK-SMK se-NTB atas biaya penuh dari Yayasan STP Mataram. Jumlah dana yang dikeluarkan selama 4 tahun terakhir sebesar Rp2 miliar lebih untuk beasiswa dimaksud. Di samping kontribusi itu, STP Mataram berperan aktif dalam mewujudkan perkembangan Pariwisata NTB. STP Mataram sebelum Covid 19, telah aktif menjadi sekretaris dan anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB selama tiga periode berturut-turut.

Sri Susanty menambahkan, tahun ini STP Mataram juga berpatisipasi aktif mempromosikan Pariwisata NTB di kalangan generasi muda melalui Lomba Video Pendek Nasional dengan Piala Bergilir Ketua STP Mataram.

“Insyaallah hari ini pialanya akan diserahkan kepada para pemenang dengan hadiah Juara I beasiswa penuh kuliah di STP Mataram, Juara II beasiswa 4 semester, Juara III beasiswa 2 semester, dan 10 pemenang harapan dengan hadiah voucer menginap di Hotel Lombok Vaganza,” ujar Sri didamping Ketua Tracer Study STP Mataram, Lalu Mahsar, M.Pd.; Sekretaris Program Vocational STP Mataram, Danu Satria Prayuda, M.Par., dan Wakil Bidang Akademik STP Mataram, Dr. I Wayan Suteja, M.Par.

Selanjutnya, STP Mataram masih eksis menjadi penyelenggara MICE dengan venue 2 meeting room, 2 ballroom, dan 20 room Hotel Lombok Vaganza, dan bahkan secara rutin sebagai venue acara-acara wedding, serta beberapa mahasiswa berperan aktif dalam penyelenggaraan MotoGP 27-29 September 2024 yang baru lalu.

Halus menjelaskan, di bidang kerja sama, pihaknya menjalin kemitraan Luar Negeri, seperti Universitas Utara Malaysia, Universitas Sains Malaysia untuk pertukaran dosen tamu & pertukaran mahasiswa dengan menampilkan seni dan budaya masing-masing, PT JACCES, PT Sanjaya Thanry Bahtera, dan PT Granada Internasional untuk pengiriman mahasiswa ke Luar Negeri dengan tujuan mengikuti internship di beberapa hotel di Jepang. Serta berbagai kemitraan dalam negeri. Berbagai kerja sama itu berdampak positif bagi Indikator Kinerja Utama (IKU) 6.

“Dari hasil kerja sama itu, STP Mataram menduduki peringkat 5 untuk IKU 6 terbaik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bali dan NTB,” ujar Halus Mandala.

Halus juga menyampaikan, sebagai Ketua STP Mataram, Pusdiklat Tyatama Mataram, dan Badan Penyelenggara STP Mataram mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan baik, membantu dengan tulus seluruh proses penyelenggaraan pendidikan di STP Mataram sampai terlaksananya upacara wisuda. (ron)

Skema Pembayaran Hosting Fee Dimatangkan, Menpora Pastikan MotoGP Mandalika Digelar Kembali

0
Menpora Dita Ariotedjo turut mendampingi Presiden Joko Widodo saat ajang MotoGP Mandalika, Mingggu 29 September 2024. Menpora memastikan ajang MotoGP akan tetap digelar di Sirkuit Mandalika tahun depan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memastikan gelaran ajang MotoGP bakal kembali hadir di Pertamina Mandalika International Circuit tahun depan. Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan gelaran ajang dunia tersebut. Persoalan ada kendala dalam hal pembayaran hosting fee, Menpora menegaskan skema pembayarannya segera akan dimatangkan.

“Pasti ini (MotoGP) akan berlangsung terus. Tidak akan putus, InsyaAllah,” tegas Menpora Dito Ariotedjo saat dikonfirmasi Ekbis NTB di Sirkuit Mandalika, Minggu 29 September 2024.

Diakuinya, memang ada sedikit persoalan terkait gelaran MotoGP yakni pembayaran hosting fee yang belum tuntas. Tetapi hal itu sebenarnya bukan jadi persoalan utama, karena pemerintah saat ini sedang membahas skema penyelesaiannya. Agar bagaimana kemudian ajang MotoGP bisa terus berlanjut tanpa terkendala pembayaran hosting fee.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah untuk menjawab persoalan hosting fee MotoGP ialah melalui program Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF). Program yang memang khusus dipersiapkan sebagai program pendanaan yang bertujuan untuk mendukung sejumlah kegiatan  pariwisata yang memiliki berpotensi serta daya tarik tinggi. Sekaligus berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan wisata.

Dan, ajang MotoGP masuk dalam kategori untuk mendapat pendanaan dari program IQTF tersebut. Pembahasan awal terkait pemberian dukungan program IQTF ke ajang MotoGP sudah dilaksanakan. Untuk selanjutnya dimatangkan. “Kita akan lanjut pertemuan dengan Bapak Presiden terkait Indonesia Quality Tourism Fund. Dan, tahun depan pendanaan Indonesia Quality Tourism Fund sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Disinggung skema pembayaran hosting fee dari program IQTF, Menpora mengatakan sudah ada. Tinggal eksekusi saja di tahun depan. “Skema (pembayaran) sudah ada,” tegas Dito.

Program IQTF merupakan program dana abadi kepariwisataan. Dengan anggaran bersumber dari APBN dan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang. Untuk tahap awal, pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kepariwisataan. Program IQTF sendiri telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. (kir)

4.100 KK di Dua Desa Krisis Air Bersih-525 Hektar Tak Bisa Ditanami, Petani Rugi Satu Miliar

0
Lahan pertanian yang terdampak kekeringan di wilayah Giri Sasak. Pemerintah desa mengharapkan pemerintah turun tangan mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi setiap tahun. (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) – Akibat kemarau berkepanjangan, belasan desa di Lombok Barat (Lobar) mengalami krisis air. Tak hanya itu, warga sudah mulai merasakan kerugian akibat panen padi yang sudah tak tertolong lagi. Petani diperkirakan merugi hingga ratusan juta akibat tak bisa menanami lahannya pertaniannya yang tandus.

Kepala Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan Hamdani menjelaskan, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan sekitar 225 hektar. Dengan kemungkinan perkiraan hasil panen satu hektar sawah bisa mencapai 5 ton padi dengan harga Gabah Kering Giling (GKG) Rp8 juta per ton. “Sekitar setengah miliar sampai satu miliaran lah kalau dihitung kasar kerugiannya,” terangnya, kemarin.

Pada musim kering, biasanya petani menanam tumbuhan lain pengganti padi, seperti palawija, kacang panjang, kedelai, dan lain-lain. Namun kondisi saat ini, dari 75 persen warga petani yang terdampak sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan penanaman. “Ini sangat kritis sekali,” sebutnya.

Kondisi ini membuat ketersediaan pangan masyarakat juga berkurang. Pihak desa berupaya melakukan permohonan kepada dinas terkait untuk bantuan tambahan beras dan suplai air. Dirinya berharap kepada pemerintah untuk terus melakukan distribusi bantuan air. Yang setidaknya dilakukan secara bergilir di setiap dusun. “Kalau tidak cepat diatasi ini kasihan masyarakat. Sumur saja sudah tidak ada harapan. Bahkan untuk minum kita beli air galon,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membutuhkan bantuan tandon untuk penampungan air. Tandon ini untuk menampung air kebutuhan 7 dusun dengan 1.600 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Apalagi memang desa ini berada pada dataran tinggi pada wilayah tadah hujan, sehingga membutuhkan solusi jangka panjang, yang tidak dilakukan hanya pada musim kemarau saja. Seperti pembuatan sumur bor untuk tiap dusun ini. Dirinya mengaku sudah dijanjikan sumur bor sejak lima tahun lalu.

“Untuk pertanian kita tidak pikirkan itu dulu. Untuk hidup dulu,” tukasnya. Dari wilayah yang terdampak, ada satu dusun yang memiliki sumur bor. Yakni di Dusun Tanah Poteq. Dengan adanya sumur bor tersebut, kebutuhan air warga akan tercukupi.Warga Dusun Tanah Poteq tidak lagi membutuhkan distribusi air.

Ia mengatakan, jika aliran air tetap lancar, kebutuhan air bersih dipastikan akan terpenuhi. Pengeboran itu merupakan bantuan dari  Kementerian Sosial (Kemensos) dan Polda NTB pada 2023 lalu.“Kalau dusun itu, sudah sedikit bisa tertangani airnya,” tambahnya.

Hal serupa yang terjadi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung. Kepala Desa Banyu Urip, M Selamat Riadi mengatakan ada 4 dusun dengan 2500 KK yang terdampak desa tersebut. “Setiap hari disuplai air,” kata Riadi.

Kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan sekitar 300 an hektar lahan sawah yang sudah tidak dapat tertolong. Sehingga ada beberapa yanv mrmilih untuk menanam tumbuhan lain, dan sisanya mangkrak.

“Kita utamakan untuk sehari-hari dulu. Karena pertanian sudah sia sia,” ucapnya.

Ia mengaku, sudah mengusulkan untuk pembuatan sumur bor yang ada di empat dusun terdampak. Usulan dilakukan sejak tahun lalu, bahkan tahun ini akan dilakukan kembali, karena hingga saat ini, belum ada sumur bor di wilayah tersebut. (her)

Listrik Andal Selama MotoGP Mandalika 2024

0
Listrik andal selama pelaksanaan MotoGP(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam menyediakan listrik tanpa gangguan pada perhelatan MotoGP Mandalika yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, pada 27-29 September 2024. Sepanjang ajang balap motor internasional ini, beban puncak listrik mencapai 2.786 kVA, dengan pemakaian tertinggi berada di area mainpit building yang mencapai 706 kVA.

PLN memastikan kesiapan seluruh infrastruktur kelistrikan sejak jauh hari sebelum acara dimulai. Langkah ini dilakukan guna mendukung kelancaran acara yang dihadiri ribuan penonton dari seluruh dunia. Keberhasilan PLN dalam menjaga pasokan listrik ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandi Satria, menyampaikan terima kasih atas kontribusi PLN dalam menyukseskan ajang MotoGP tahun ini.

“PLN telah menjawab tantangan kelistrikan dalam ajang MotoGP 2024. Terima kasih PLN, listrik yang stabil tanpa gangguan, demi nama baik Indonesia dan juga dunia,” ujar Priandi.

Dari sisi teknis, pasokan listrik untuk ajang balap ini disuplai oleh sistem kelistrikan Lombok yang memiliki kapasitas daya sebesar 395 MW. Dengan beban puncak harian yang mencapai 2.786 kVA di hari terakhir acara, PLN memastikan adanya cadangan daya yang memadai untuk mengantisipasi kebutuhan listrik tambahan di venue-venue utama, termasuk di lokasi VVIP.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menegaskan bahwa seluruh pengamanan kelistrikan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk selalu siap dan mendukung setiap event besar, baik nasional maupun internasional.

“Kami telah menyiapkan segala hal dengan matang, mulai dari pasokan daya, kesiapan infrastruktur, hingga personel. Ini adalah wujud komitmen PLN dalam mendukung setiap acara besar yang digelar di Indonesia,” ujar Adi.

Tidak hanya dari MGPA, apresiasi terhadap PLN juga datang dari pihak ITDC. Troy Warroka, Direktur Komersial ITDC, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan PLN selama perhelatan MotoGP 2024.

“PLN luar biasa, menyala terus memberikan sinar terang untuk Indonesia. Terima kasih PLN,” ujar Troy, menekankan pentingnya pasokan listrik yang andal untuk kelancaran acara ini.

Sebagai penutup, Adi Priyanto juga mengucapkan terima kasih atas nama direksi kepada seluruh personel PLN yang telah bekerja keras untuk menjaga keandalan listrik selama ajang MotoGP Mandalika 2024.

 “Terima kasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja tanpa henti demi memastikan acara ini berjalan dengan aman dan lancar. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras kita semua,” tutup Adi.

Puncak dari MotoGP Mandalika 2024 ditandai dengan kemenangan rider Pramac Ducati, Jorge Martin. Martin tampil dominan sepanjang 27 lap dan berhasil menyelesaikan balapan dengan waktu 41 menit 4,389 detik. Gelaran ini semakin menunjukkan peran penting PLN dalam memastikan setiap detik balapan berjalan lancar tanpa hambatan, memastikan penonton dapat menikmati momen bersejarah ini dengan kenyamanan maksimal. (bul)

Sejumlah Wilayah di Mataram Rawan Kekeringan

0
Sejumlah buruh tani sedang panen tanaman padi pekan kemarin. Sejumlah kawasan di Kota Mataram rawan terjadi kekurangan. BPBD Kota Mataram akan menyuplai air ke pemukiman dan lingkungan yang defisit pasokan air. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah wilayah di Kota Mataram rawan terjadi kekeringan. Suplai air bersih akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun lahan pertanian.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (bpbd) Kota Mataram, Irwan Rahadi dikonfirmasi pada Senin 30 September 2024 menerangkan, hasil rapat koordinasi telah dipetakan kawasan yang rawan terjadi kekeringan atau mengalami debit air dari sambungan air bersih seperti di Pagutan, Jempong, Rembiga, dan lain sebagainya. Di samping itu, lahan pertanian di beberapa kawasan juga kesulitan mendapatkan pasokan air dari hulu. “Pertama, kita melihat daerah yang dampak kekeringan, karena beberapa pengaduan sudah kita terima dari warga,” terangnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membangun skenario untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Mataram. Salah satunya sebut Irwan, suplai air bersih ke pemukiman yang mengalami debit air kurang, industri kecil menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta lahan pertanian.

Penyaluran air bersih sifatnya pencegahan atau menanggulangi permasalahan selama sebulan, sehingga BNPB menyediakan bantuan dana siap pakai (DSP) senilai Rp200 juta lebih serta dukungan peralatan. “Paling tidak bisa menangani selama bulan Oktober ini saja dulu,” terangnya.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim hujan pada bulan November. Artinya, pihaknya bisa fokus menanggulangani ancaman kekeringan selama sebulan. BPBD menurut Irwan, juga fokus pada ancaman hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan lain sebagainya.

Irwan mengimbau masyarakat terutama petani untuk menginformasikan apabila terjadi debit air kurang di pemukiman atau di lahan pertanian, sehingga bisa dilakukan intervensi seperti pendistribusian air bersih dan lain sebagainya. Upaya pencegahan juga dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. (cem)

Kolaborasikan “Sport Tourism” dengan MICE

0
H. Lalu Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

Provinsi NTB kian ramai dengan event bertaraf nasional dan internasional. Semua ini akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian daerah. NTB yang sudah dulu dikenal sebagai destinasi wisata Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions (MICE) akan terus dikolaborasikan dengan sport tourism atau olahraga wisata agar saling mendukung.

Hal tersebut disampaikan Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si saat mewakili Pj. Gubernur menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif II Tahun 2024, di Mataram, Senin 30 September 2024.

Dalam Rakornas yang bertajuk “Strategi Pemasaran Pariwisata yang Inovatif dan Kolaboratif untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia” ini Sekda NTB mengajak semua stakeholder pariwisata terkait lainnya termasuk Kementerian/lembaga untuk menggabungkan sport tourism dengan MICE, sehingga konsep ini bisa saling mendukung untuk kemajuan pariwisata.

Seperti misalnya kegiatan Rakornas Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang pesertanya dari seluruh Indonesia ini bisa melakukan pertemuan di Lombok sambil menonton MotoGP Mandalika yang berakhir Minggu 29 September 2024 kemarin.

“Seperti kemarin juga kampus di Malang mengadakan Rakor di NTB, sehingga usai Rakor bisa langsung menonton MotoGP karenaya MICE dengan sport tourism kita dekatkan. Dengan hadirnya MotoGP sebagai sport tourism, kemudian MICE yang banyak, serta alam budaya yang hebat, maka pariwisata memiliki kontribusi yang luar biasa dan an besar,” ujarnya.

Sekda juga dalam kesempatan tersebut berbicara terkait kebijakan pemerintah pusat yang membuat beberapa libur panjang akhir pekan (long week end) dalam setahun yang akan berdampak sangat positif bagi pariwisata daerah. Dimana masyarakat memiliki waktu yang banyak untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. NTB sebagai destinasi wisata juga akan banyak menerima permintaan paket wisata dari turis domestik.

“Tren pasti positif ketika ada libur-libur panjang, arus kunjungan ke NTB berjalan dengan baik,” katanya.

Adapun jumlah kunjungan wisatawan ke NTB pascapandemi Covid-19 terus meningkat. Misalnya di 2022 angka kunjungan sebanyak 1,3 juta kunjungan, sementara di 2023 bertambah menjadi 2,1 juta kunjungan wisatawan. Dengan kontribusi sektor pariwisata sebesar Rp2,57 triliun di 2022 dan Rp2,15 triliun di 2023.

Ia pun mengajak seluruh peserta Rakornas untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di NTB seperti Rinjani, Mandalika, Tiga Gili, dan beberapa destinasi lainnya baik di Lombok dan Sumbawa untuk memberikan impresi positif selama berkegiatan di NTB.

“Mari manfaatkan Rakornas ini dengan menikmati keindahan alam, budaya NTB, baik air terjun, Gunung Rinjani Sembalun dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melalui video menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah provinsi NTB telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakornas tahun ini.

“Semoga kolaborasi ini menunjukkan kekuatan untuk kemajuan pariwisata Indonesia kedepannya yang lebih adaptif dan inovatif,” ungkapnya.(ris)

Kemenparekraf akan Turunkan Tim untuk Kaji Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2024

0
Sandiaga Uno (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menurunkan tim untuk melakukan kajian terkait dengan dampak ekonomi atau perputaran uang selama MotoGP Mandalika 2024. Event internasional yang disaksikan langsung oleh 120 ribu lebih penonton ini diharapkan memiliki dampak ekonomi yang besar, terutama bagi masyarakat lokal.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, penyelenggaraan MotoGP tahun 2024 ini telah menyerap tenaga kerja sekitar 3000 orang. Sehingga diharapkan dampak ekonomi secara keseluruhan akan lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Dampak keseluruhan, nanti kita akan menurunkan tim untuk mengkaji. Tahun pertama dampaknya sekitar 8 triliun lebih, tahun lalu total peningkatan pertumbuhan ekonominya mencapai hampir 1 persen, sehingga ini event yang layak untuk kita teruskan dari segi skala ekonomi,” kata Sandiaga Uno di Sirkuit Mandalika akhir pekan kemarin disela melihat balapan MotoGP.

Untuk diketahui, event MotoGP 2023 berdampak positif terhadap kenaikan PDB Nasional sebesar Rp3,59 Triliun hingga Rp4,30 Triliun sesuai dengan laporan yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf. Event MotoGP 2023 lalu juga berdampak positif terhadap kenaikan aktivitas ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah, sebagai lokus event yaitu Mandalika, yang berhubungan dengan pariwisata sebesar 13,45 persen dan berkontribusi terhadap PDRB sebesar 7,97 persen.

Event ini berdampak positif terhadap kinerja output terkait bidang pariwisata di level nasional sebesar 0,019 persen-0,023 persen, serta penyerapan tenaga kerja di bidang pariwisata di level nasional sebesar 20.233 orang. Hasil survei pelaku usaha menunjukkan 79 persen menyatakan bahwa terdapat perubahan pendapatan (mayoritas meningkat) dengan adanya penyelenggaraan event MotoGP ini, yang mana rata-rata perubahan pendapatan yang didapatkan oleh para pelaku usaha sebesar 32,55 persen.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Maya Watono mengatakan, InJourney fokus pada peningkatam sumber daya manusia (SDM), terutama mempekerjakan masyarakat lokal di Pertamina Mandalika International Circuit. Karena itu, dalam ajang MotoGP tahun 2024 ini jumlah orang yang bekerja di kawasan tersebut naik signifikan.

“Mungkin satu hal lagi yang saya note mengenai improvement mengenai SDM ya, mengenai lapangan kerja, kita lihat peningkatan lapangan kerja yang dihasilkan dari MotoGP ini sangat besar,” ujar Maya akhir pekan kemarin.

Menariknya, kata Maya, berbagai fasilitas untuk penyelenggaraan balap motor kelas global di Mandalika 2024 tak lagi didatangkan dari luar. Artinya, sumber daya yang dimanfaatkan InJourney dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) saat ini berasal dari dalam negeri.

Kondisi ini berbeda dengan gelaran serupa yang dilaksanakan pada 2022 dan 2023, di mana Indonesia masih harus menginpor sejumlah fasilitas dari Spanyol, Malaysia, hingga Jepang.(ris)

Pergerakan Ekonomi MotoGP Mandalika 2024 Senilai Rp4,8 Triliun

0
Juara MotoGP Mandalika Jorge Martin menyapa ribuan penonton yang memenuhi tribun sirkuit Mandalka pada balapan final MotoGP Mandalika, Minggu kemarin(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Ajang balap MotoGP Mandalika yang digelar 27-29 September 2024 mampu memberikan dampak berupa pergerakan ekonomi senilai hingga Rp 4,8 triliun dari berbagai aktfitas yang terkait dari ajang tersebut.

Tidak hanya itu, MotoGP Mandalika juga sukses menyedot perhatian masyarakat dengan 120 ribu orang lebih hadir langsung menyaksikan ajang tersebut di Pertamina Mandalika International selama tiga hari gelaran balapan.

Balapan ini juga ditonton lebih dari 300 juta pasang mata di seluruh dunia. Disiarkan oleh lebih dari 119 stasiun televisi di 200 negara di dunia, sebut Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono, dalam keteranganya, Senin, 30 September 2024.

Artinya, ajang MotoGP Mandalika sejauh ini bisa dikatakan cukup sukses menjadi katalis bagi pengembangan destinasi pariwisata dalam hal ini kawasan The Mandalika. Yang mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah hingga pusat. Sekaligus menjadi nation branding yang sangat baik untuk Indonesia di mata dunia.

Hal itulah yang menjadi alasan kenapa pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar ajang MotoGP di sirkuit Mandalika dan kawasan The Mandalika secara lebih luas. Sebagai salah satu wujud investasi penting yang dilakukan Injourney melalui Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA). Harapannya, bisa memberikan dampak positif untuk jangkap panjang bagi perkembanga pariwisata secara nasional.

Pengembangan kawasan The Mandalika menjadi investasi penting yang kita lakukan agar bisa berdampak panjang bagi daerah, sebutnya.

Dimana sektor pariwisata bisa menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi ke depan. Sehingga digelarnya MotoGP Mandalika secara konsisten dan terus menerus, diharapkan 5 sampai 10 tahun ke depan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan untuk pariwisata NTB dan Indonesia secara lebih luas lagi.

Untuk skala lokal, ada sekitar 800 pelaku UMKM serta 3.000 tenaga kerja yang terlibat dalam gelaran MotoGP Mandalika 2024. Ini bentuk komitmen InJourney dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal, imbuh Maya.

Pun demikian tegas Maya, sukses tersebut bukan semata hasil kerja pihaknya. Kesuksesan ajang dunia tersebut juga tidak lepas dari kerjasama, kolaborasi dan kerjasama yang luar biasa antar semua pihaknya. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pihak swasta serta partisipasi aktif masyarakat di daerah.

Kami tentu tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak ada dukungan berbagai pihak. Bahwa sukses MotoGP Mandalika tahun ini adalah sukses kita bersama. Dan, InJourney berkomitmen untuk terus menghadirkan beragam event dan attraction berkelas internasional, untuk mengembangkan destinasi pariwisata dan menciptakan sustainable tourism di Indonesia, pungkasnya. (kir)