Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 569

Cerita Reza Permadi yang Sukses Kembangkan Potensi di Desa Wisata di Indonesia

0
Sosialisasi Desa Wisata di Indonesia(ekbisntb.com/*)

Jakarta (ekbisntb.com) – Desa wisata kini menjadi salah satu jenis pariwisata alternatif yang banyak digandrungi wisatawan karena memberikan pengalaman liburan yang lebih unik dan baru.

Pengelolaan desa wisata di Indonesia sendiri merupakan bagian dari program pengembangan pariwisata berkelanjutan, namun tidak hanya dari pemerintah, beberapa komunitas, influencer dan stakehokders lainnya melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan potensi desa wisata.

Salah satunya adalah yang dilakukan Pemenang SATU Indonesia Awards 2023 di bidang Teknologi dari Astra, Reza Permadi.

Ia mendampingi dan bekerja bersama komunitas tingkat lokal untuk membangun desa wisata dengan membangun Pokdarwis atau kelompok sadar wisata.

Reza menjelaskan dilakukan bersama tim ialah mendorong produk-produk di desa wisata untuk paham digitalisasi.

“Saat ini ada 6030 desa wisata di seluruh Indonesia, dari 80 ribuan desa. Dan itulah inspirasi awalnya, karena di desa ternyata punya potensi, punya daya tarik wisata, yang bisa kita kunjungi oleh wisatawan,” ucap Reza saat menghadiri acara Local Media Summit 2024 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 2 Oktober 2024.

Ia menjelaskan program yang dilakukan digitalisasi dengan melakukan pelatihan, pendampingan, dan jika sudah memiliki produk, lalu dipasarkan melalui aplikasi belanja dalam jaringan (marketplace) bernama Aturin.

“Aturin inilah yang akhirnya diapresiasi oleh Astra melalui 1 Indonesia Awards di tahun lalu. Jadi yang kami lakukan adalah pendampingan, latihan dan pendampingan, supaya pelan-pelan mereka mau menerima, oh ternyata mereka butuh teknologi,” jelasnya.

“Pada dasarnya kan mereka sudah pakai smartphone, mungkin internet sekarang mereka gunakan hanya untuk main game, tapi di level berikutnya adalah mereka bisa jualan produk atau memperkenalkan desanya mereka masing-masing,” tambahnya.

Ia menuturkan ada salah satu desa wisata yang makin berkembang setelah program darinya masuk, yaitu Desa Sejahtera Astra (DSA) di Bugisang, di Kabupaten Kelaten di Jawa Tengah.

“Dalam setahun mereka bisa menambah sekitar 50-60 juta rupiah. Yang tadinya dia sudah punya pasar sendiri, misalkan anak sekolah, tapi dengan hadirnya kami, kita perluas pasar mereka. Ada turis macam negara, ada korporasi yang bisa datang untuk beli paketnya,” terangnya.

Ia mengaku bahwa program miliknya akan terus berlanjut ditambah dengan adanya kolaborasi antara media lokal dengan program Astra di Desa Wisata dan DSA ini akan membawa dampak positif.

“Peran media sangat sentral. Maka dari itu kami juga sering berkolaborasi, baik itu di Aturin ataupun dengan Astra sendiri. Kami selalu mengajak rekan-rekan media untuk selalu memberikan informasi mengenai produk-produk yang ada di desa wisata, supaya bisa makin terkenal, dan teman-teman wisatawan, baik itu domestik ataupun macam negara, dia bisa berkunjung ke desa-desa wisata,” papar Reza.

Sementara itu, tidak hanya program SATU Indonesia Awards yang sukses menelurkan Reza Permadi, Astra juga kini menghadirkan
Lomba Foto dan Anugerah Pewarta Astra 2024.

Lomba dengan tema “Bersama, Berkarya, Berkelanjutan” tersebur saat ini sedang berlangsung dimana periode pendaftaran telah dimulai sejak 10 Juli dan akan berakhir pada bulan November mendatang.

Ajang ini mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam mengabadikan momen-momen inspiratif yang berkontribusi pada keberlanjutan Indonesia.

Beberapa syarat dan ketentuan untuk mengikuti Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2024 adalah Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), karya yang diikutsertakan adalah milik sendiri, dan hasil karya harus sesuai dengan norma-norma sosial serta tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, penghinaan, ataupun pelecehan terhadap SARA.

Dapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah utama berupa sepeda motor serta berbagai hadiah menarik lainnya. Pendaftaran dan informasi selengkapnya dapat dilihat di bit.ly/KompetisiJurnalistikAstra. (*)

Foto:

BBPOM Mataram Gandeng Apoteker, Kendalikan Penyerahan Antibiotik Tanpa Resep Dokter

0
Kegiatan rapat koordinasi yang dilaksanakan di aula BBPOM di Mataram, Selasa 1 Oktober 2024.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Guna menekan pembelian dan penyerahan antibiotik tanpa resep dokter, Balai Besar POM di Mataram mengundang para Apoteker Penanggung Jawab PBF (Pedagang Besar Farmasi) dalam kegiatan rapat koordinasi yang dilaksanakan di aula BBPOM di Mataram, Selasa 1 Oktober 2024.

 

Dalam sambutannya Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan menyampaikan berdasarkan hasil pengawasan Nasional tahun 2023, NTB menduduki peringkat ke-6 Provinsi dengan angka penyerahan antibiotik tanpa resep dokter tertinggi. Hal ini tentunya akan meningkatkan resiko angka kejadian Anti Microbila Resistance (AMR), atau Resistensi Anti Mikroba.

 

Pada tahun 2019, AMR menyebabkan kematian pada 4,95 juta jiwa, kematian akibat AMR bahkan lebih tinggi dari kematian akibat HIV/AIDS dan Malaria. WHO memprediksi jumlah kematian tersebut naik hingga menjadi 10 juta jiwa per tahun pada tahun 2050 mendatang. Boleh dikatakan AMR merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan dan risiko keamanan kesehatan global saat in silent pandemic yang dapat membunuh dalam keheningan.

 

“Dampak AMR sangat luar biasa mulai infeksi menjadi sulit sembuh, biaya rumah sakit meningkat karena semakin lama dirawat, bahkan bisa mengakibatkan kematian jika semua jenis antibiotik tidak lagi mempan membunuh mikroba penyebab infeksi karena sudah resisten” sambung Yosef.

 

“Berdasarkan hasil pengawasan kami lebih dari 90 % apotek menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter, sehingga perlu upaya kolaboaratif dari hulu ke hilir untuk mencegah kejadian AMR, salah satunya melalui pengendalian pendistribusian antibiotik di tingkat Pedagang Besar Farmasi” ujar Yosef.

 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh BBPOM di Mataram antara lain , penggalangan komitmen yang melibatkan stakeholder Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, GP Farmasi, dokter, apoteker, bidan dan perawat, dan lainnya.
Selain itu BBPOM di Mataram juga telah menerbitkan surat edaran kepada sarana pelayanan kefarmasian (Apotek, Rumah Sakit, Klinik) agar memastikan penyerahan antibiotik harus berdasarkan resep dokter.


Sebagai upaya lanjutan di sektor hulu, membagikan poster Stop Pembelian Antibiotik Tanpa Resep Dokter serta Bijak Dalam Menggunakan Antibiotik. BBPOM di Mataram juga telah bersurat kepada GP Farmasi Prov NTB untuk melakukan kajian kewajaran frekuensi dan jumlah terhadap sarana pelayanan kefarmasian yang melakukan pemesananantibiotik.

 

“Jika berdasarkan kajian sejawat Apoteker Penanggung Jawab (APJ) PBF apotek pemesan obat menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter maka jangan dilayani, pendistribusian antibiotik hanya untuk kebutuhan pelayanan kefarmasian atas resep dokter. Jika ditemukan pelanggaran berulang kami bisa memberikan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku” tegas Kepala BBPOM di Mataram.


“Peran teman-teman APJ sekalian sangat penting dan strategis dalam pengendalian AMR di NTB, saya harap seluruh PBF dalam mendukung kebijakan ini sebagai upaya mencegah penyerahan antibiotik tanpa resep dokter dan paling penting menjaga kesehatan masyarakat” pungkas Yosef.(bul)

Kemenperin Dukung Penuh IKM NTB Go Digital melalui Gerakan BBI dan BBWI

0
Gerakan BBI dan BBWI(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Kemenperin berupaya memperluas pasar produk IKM NTB, baik secara konvensional maupun digital.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Riefky Yuswandi, mengungkapkan bahwa kegiatan BBI dan BBWI di NTB tahun 2024 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

“Melalui gerakan ini, kami ingin mendorong pelaku IKM untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital yang sangat besar di Indonesia,” ujar Riefky di Mataram, didampingi Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE.,ME, Jumat, 4 Oktober 2024.

Salah satu fokus utama dari program ini adalah mendorong digitalisasi IKM. Kemenperin memfasilitasi IKM NTB untuk masuk ke berbagai platform digital, seperti marketplace dan e-katalog pemerintah. Selain itu, Kemenperin juga memberikan pendampingan intensif kepada 30 IKM di NTB yang terpilih untuk meningkatkan kualitas produk dan kemasannya.

“Kami berharap 30 IKM terpilih ini dapat menjadi role model bagi IKM lainnya di NTB. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif, termasuk dalam hal sertifikasi halal dan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP),” tambah Riefky.

NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif, khususnya produk makanan dan minuman. Beberapa IKM di NTB telah berhasil mendapatkan sertifikasi HACCP, yang membuktikan bahwa produk mereka telah memenuhi standar keamanan pangan internasional.

“Produk-produk lokal NTB sangat berkualitas dan memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Riefky.

Puncak acara BBI dan BBWI NTB rencananya akan digelar pada tanggal 6-8 Desember 2024. Kegiatan ini akan menampilkan berbagai produk unggulan IKM NTB dan menjadi ajang promosi bagi para pelaku usaha.

Gerakan BBI dan BBWI telah memberikan dampak positif bagi perkembangan IKM di NTB. Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak, diharapkan IKM NTB dapat semakin berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.(bul)

Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Kadisnakertrans NTB : Tidak Ada PMI NTB

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) memastikan, tidak memiliki catatan resmi pekerja-pekerja asal NTB yang berada di negara-negara yang tengah memanas di Timur Tengah.

“Tidak ada PMI (Pekerja Migrant Indonesia) kita yang bekerja di negara-negara itu, yang resmi ya, tidak ada,” kata Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H di Mataram, Jumat, 4 Oktober 2024.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB ini mengatakan, tetap memonitor situasi di Timur Tengah.

Berdasarkan data BPS, Provinsi NTB dengan jumlah angkatan kerja mencapai 3,1 juta jiwa, merupakan pengirim PMI terbesar keempat di Indonesia. Provinsi NTB saat ini memiliki 538 ribu PMI yang tersebar di 108 negara, dengan penempatan terbesar di 18 negara negara di dunia.

Situasi Arab makin memanas. Konflik tereskalasi karena kekerasan yang terus meningkat antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Setahun terakhir, Israel juga telah melakukan serangan besar-besaran ke Palestina. Ditengah belum berakhirnya perang antara Rusia dan Ukraina.

Terhadap situasi ini, Direktur Perlindungan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Judha Nugraha menyampaikan, Indonesia sangat mengkhawatirkan perkembangan terbaru yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah, dan mendesak seluruh pihak untuk dapat menahan diri.

Sebagaimana disampaikan oleh Sekjen PBB, Indonesia sangat khawatir bahwa potensi perang dengan skala yang lebih besar dapat terjadi.

Indonesia kembali tekankan pentingnya Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan pertemuan khusus guna membahas perkembangan terkini di Timur Tengah dan mengambil keputusan yang dapat segera menurunkan ketegangan di kawasan.

“Keselamatan WNI juga terus menjadi perhatian utama Pemerintah RI. Terkait hal ini, proses evakuasi WNI dari Lebanon juga sedang berlangsung,” katanya.
Seluruh Kedutaan Besar RI di kawasan juga terus melakukan koordinasi dan terus melakukan komunikasi dengan seluruh WNI di wilayahnya masing-masing.(bul)

Celcius Buka Store di Lombok Epicentrum Mall, Intip Promo Menariknya

0
Kegiatan Grand Opening Celcius Kamis, 3 Oktober 2024 yang ditandai dengan pemberian bunga dan sertifikat mitra tenant dari LEM (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Celcius memperluas pasarnya di Lombok dengan membuka store di Lombok Epicentrum Mall (LEM) mulai Kamis 3 Oktober 2024. Store di LEM ini merupakan yang ketiga di Mataram. Sebab store penjualan yang lain ada di jalan Panca Usaha Mataram serta di depan Hotel Aston Mataram.

Store Coordinator Area Celcius Fadli Yanur mengatakan, store di LEM menggunakan konsep yang terbaru yaitu dengan mengedepankan tema ‘summer’. Adapun produk fesyen Celcius di tiga lokasi relatif sama, namun yang membedakan adalah promo menarik di momentum grand opening di LEM.

“Kalau store di LEM, kita buat promo diskon all item 20 persen selama empat hari,” kata Fadli.

Selain promo 20 persen tersebut, ada program member untuk para konsumen. Sehingga dengan hanya berbelanja satu pcs saja, sudah cukup untuk syarat pembuatan member. Beda halnya dengan brand lain yang membuat syarat minimal seperti perbelanjaan Rp500 ribu, Rp1 juta atau nominal tertentu baru bisa buat member, namun di Celcius, syaratnya sangat gampang.

“Keuntungannya pengumpulan poin. 50 ribu jadi 1 poin, per 15 poin itu sudah bisa ditukarkan voucher sebesar 50 ribu,” katanya.

Pasar Celcius di Lombok kata Fadli sangat luas, karena produk fesyen Celcius digunakan oleh semua kalangan, terutama milenial dan Gen Z. Begitu juga soal harga relatif murah dengan harga yang berkualitas tinggi.

“Harga mulai dari 99 ribu, 95 ribu, 145 ribu sampai dengan 345 ribu. Jadi bukan hanya kalangan pekerja saja yang bisa membeli produk Celcius, namun kalangan yang masih SMA pun masih terjangkau,” ujarnya.

Ia mengaku peminat Celcius tak hanya dari Kota Mataram dan sekitarnya saja, namun dari Pulau Sumbawa juga banyak. Hal ini tak terlepas dari fesyen yang dikeluarkan sangat kekinian dan berdasarkan kebutuhan konsumen.

“Kita punya tema setiap periode, kebetulan kita punya tema summer sejak September. Ini konsep Pantai, namun tak hanya bisa digunakan di pantai saja, namun sehari-hari pun tetap bisa digunakan.

Sementara itu, TC Manager LEM, Dadit Ujayana memberi apresiasi atas dibukanya Celcius di pusat perbelanjaan terbersar di NTB ini. Beberapa grup Celcius sebelumnya sudah membuka store di LEM karena investasi dinilai cukup bagus dan nyaman.

“Jadi karena kepercayaan tenant terhadap Lombok Epicentrum Mall ya akhirnya buka lagi. Karena hasilnya bagus di sini akhirnya buka lagi karena dia nyaman berinvestasi di sini. Kedepannya di bulan ini ya akan buka di depan Celcius ada New Balance, Miniso Pink dan menyusul tenant-tenant F&B,” katanya.(ris) 

Telkom Indonesia Garap Kawasan 3T Penyangga KEK Mandalika

0
Andri Herawan Sasoko (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil peranan besar dalam mendukung dari awal pembangunan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah hingga perhelatan MotoGP yang digelar tiga tahun terakhir. Pada MotoGP kali inipun Telkom memberikan dukungan penuh terhadap jaringan telekomunikasi untuk event balap motor tingkat dunia tersebut.

Selain itu, Telkom juga menggarap serius daerah 3T, termasuk yang di kawasan Penyangga KEK Mandalika sebagai lokasi gelaran MotoGP tersebut. Seperti kawasan 3T Penyangga KEK Mandalika yang ada di wilayah-wilayah perbatasan Mandalika, seperti Lombok Barat.

VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko ditemui di Lobar, Selasa 2 Oktober 2024 menerangkan, khusus Mandalika pihaknya ada penggelaran infrastruktur mulai dari sejak awal sirkuit dibangun. “Sejak awal sirkuit dibangun khusus kita infrastrukturnya, Telkom invest di situ,” kata Andri, Rabu 2 Oktober 2024.

Untuk layanan internet dilayani prima oleh Telkom, karena itu menyangkut nama baik bangsa dan negara. Jika terjadi internet tersendat, maka dampaknya bagi nama baik negara. Karena bagaimanapun pelayanan event semacam itu butuh layanan prima dari sisi telekomunikasi.

Lebih lanjut soal pelayanan internet di daerah wisata yang berada di wilayah 3T, pihaknya juga akan terus memenuhi itu seiring waktu. Itu untuk mendukung investasi, pihak Telkom melalui Telkomsel memenuhi layanan di 3T. Kalau pun itu belum bisa 100 persen, menurutnya perlu waktu.

Kaitan dengan layanan, tentu pihaknya juga mempertimbangkan dari sisi bisnis ketika mau berinvestasi di suatu daerah. Namun karena BUMN, maka lebih mengedepankan bagaimana menyukseskan program pemerintah. Berbeda dengan badan usaha milik swasta.

Untuk diketahui, Telkom merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi. Saat ini Telkom telah bertransformasi menjadi digital telco atau perusahaan telekomunikasi digital. Dengan perkembangan digital beberapa tahun ini, layanan Telkom pun terus bertransformasi. Sebab industri telkom cepat bergerak.

Sebelumnya, Telkom mengalami perubahan produk layanan agak lamban, hingga bertahun-tahun bahkan belasan tahun. Namun di era digital ini, Telkom pun mengimbangi dengan transformasi melalui lima program utama.

Di antaranya, memindahkan IndiHome yang sebelumnya pengelolaannya dikelola Telkom ke Telkomsel. “Karena satu grup, tujuannya apa? Supaya masing-masing fokus,” ujar Andri. Karena melihat branchmark industri telko seluruh dunia bukan hanya di Indonesia melakukan layanan Itu. Mereka menggabungkan layanan. Telkom yang menggunakan model bisnis B to B dan B to C.

Telkom pun fokusnya ke Business to Business (B to B). Sedangkan Telkomsel, Business to Consumer (B to C).  Itu sejalan dengan program menteri BUMN Erick Thohir. Apa yang dikerjakan Telkom pada Bisnis B to B? Pihaknya mengakselerasi digitalisasi bisnis B to B. Di mana pilarnya ada tiga, yakni government, enterprise, dan UMKM. Di bidang UMKM dilakukan pelatihan-pelatihan oleh pihak Telkom untuk menyentuh dari sisi digitalisasi.

Kemudian, pihak Telkom membuka  seluas-luasnya pemanfaatan atau pengelolaan jaringan untuk bisnisnya. Sebab dalam menjalankan layanan ini, Telkom telah didukung oleh infrastruktur yang memadai mulai dari Sabang sampai Merauke bahkan mancanegara.

“Selama ini kita bangun sendiri, kabel optik kita baik di laut dan darat mencapai sekitar 176 ribu kilometer, sudah sebanyak itu,”sebutnya. Karena itulah, kalau ada layanan provider, khusus Telkom di hampir seluruh daerah di Indonesia tersedia.

Namun, infrastruktur itu dibangun dan dipakai sendiri padahal potensinya besar untuk menghasilkan pendapatan bagi BUMN dan negara. “Nah makanya kita buka, sharing untuk bisnis,” ujarnya.

Menurutnya, secara infrastruktur Telkom nomor satu, karena sebagai perusahaan plat merah. Selain bisnis, juga sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, Telkom banyak sifatnya investasi ke daerah 3T. “Secara binis bagaimana?, tapi itu juga arahan dari pemerintah juga supaya Telkom ikut investasi di wilayah 3T,” sambungnya.

Untuk layanan daerah 3T itu ada beberapa cara, kalau investasi masih cukup mahal maka melalui satelit. Tahun ini untuk layanan 3T telah memunculkan satelit Merah Putih 2 dari Amerika. Itu selain untuk mengcover daerah 3T juga sebagai backbone. ‘’Jadi komitmen Telkom ke daerah 3T itu tidak perlu diragukan, kita terus menggelar itu,” tutup Andri. (her)

Ajang Putri Pariwisata Indonesia 2024, Mahasiswi Fatepa Unram Raih Gelar “Miss Coffee Tourism”

0
Josephine Artia Gracia(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (Fatepa Unram), Josephine Artia Gracia berhasil mencetak prestasi dengan meraih gelar Miss Coffee Tourism 2024 dalam ajang bergengsi Putri Pariwisata Indonesia 2024 pada malam final yang berlangsung di The Highland Park Resort and Hotel Bogor, Jawa Barat, Senin 30 September 2024.

Dalam ajang ini, Josephine bersaing dengan 29 finalis yang berasal dari 25 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk lima perwakilan dari Jakarta dan dua dari Jawa Timur. Josephine mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih.

“Saya sangat bangga mendapatkan gelar ini, terutama karena Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang membawa nama NTB ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dalam ajang ini Josephine mengusung visi kuat yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pariwisata yang aman dan inklusif, terutama bagi perempuan. “Saya ingin mempromosikan pariwisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga aman dan nyaman bagi semua orang terutama perempuan. Hal ini sangat relevan dengan tema Hari Pariwisata Sedunia 2024 yaitu Tourism and Peace,” ungkapnya.

Josephine percaya bahwa NTB memiliki potensi pariwisata yang luar biasa yang didukung oleh keindahan alam, keragaman budaya serta didorong dengan terciptanya lingkungan yang aman bagi perempuan.

“Dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan, kita tidak hanya meningkatkan daya tarik daerah kita sebagai tujuan wisata, tetapi juga menciptakan nilai-nilai inklusif yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan,” tambahnya.

Selama masa karantina yang berlangsung sejak tanggal 24 September 2024 tersebut, Josephine menghadapi berbagai tantangan. Termasuk rasa kurang percaya diri saat melihat kelebihan finalis lainnya.

“Ada saat-saat di mana saya merasa tidak percaya diri, tetapi saya segera menyadari bahwa ini adalah kesempatan emas untuk belajar. Saya melihat ajang ini bukan hanya sebagai tempat unjuk diri, tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah keterampilan dan berbagi pengalaman dengan teman-teman finalis lainnya,” ungkapnya.

Josephine melalui kesempatan tersebut turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para mentor dan pemateri yang memberikan bimbingan selama masa karantina.

“Saya belajar banyak dari sesi-sesi yang diadakan, yang tidak hanya berkaitan dengan kecantikan dan penampilan tetapi juga tentang kepemimpinan, komunikasi dan cara mempromosikan pariwisata berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan gelar yang diraihnya, Josephine berharap dapat berkontribusi lebih dalam memajukan pariwisata NTB. Ia ingin menggunakan platform ini untuk menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan untuk lebih aktif dalam industri pariwisata dan memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

“Saya ingin mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kita semua memiliki peran dalam menciptakan destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ungkap Josephine.

Josephine Artia Gracia kini tengah melakukan persiapan untuk menjalani berbagai kegiatan promosi dan kampanye pariwisata sebagai Miss Coffee Tourism 2024. Ia percaya dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, NTB dapat menjadi destinasi wisata terkemuka yang mendunia. (ron)

Senggigi Sunset Jazz 2024, Panggung Promosi Kuliner Daerah

0
Pelibatan UMKM pada event SSJ sebelumnya. Tahun ini panitia melibatkan pelaku UMKM dari daerah lain di Indonesia. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com)  – Gelaran Event BCA Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2024 tinggal menghitung hari. Pada perhelatan tahun ini, pengunjung tidak hanya menikmati festival musik, melainkan juga festival kuliner yang menggandeng UMKM lokal dan berbagai daerah lain di Indonesia.

“Sekitar 43 tenant kita siapkan untuk Festival Kuliner ini tahun ini,” ucap Yuan Novi selaku Koordinator Festival Kuliner SSJ saat rapat persiapan di Aula Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) Rabu 2 Agustus 2024.

Tidak hanya menghadirkan makanan khas Lombok saja, tahun ini SSJ juga menghadirkan  sejumlah kuliner legendaris dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Batagor Siomay Kingsley Bandung, Kerupuk Kemplang Ny. Ase Lampung, Pempek Pak Raden Palembang, dan lainnya. “Agar ada mutualisme, masyarakat luar yang datang bisa mencoba kuliner khas kita di Lombok, pengunjung lokal juga bisa berkesempatan mencicipi kuliner dari daerah lain,” lanjutnya.

Disebutkan Yuan, selain kuliner dari luar daerah, sekitar 25 persen dari total peserta Festival Kuliner SSJ ini merupakan UMKM dari Lobar, sisanya merupakan UMKM prioritas dari sponsor serta sejumlah UMKM dari berbagai daerah di Lombok dan hotel-hotel yang ada di Lobar.

Sam, perwakilan dari RM Sukma Rasa Labuapi yang ikut hadir dalam rapat mengaku pihaknya sangat antusias untuk ikut bergabung dalam Festival Kuliner SSJ 2024 ini. “Harapannya tentu bisa menjual sesuai target ya, kalau bisa lebih dan ini juga kesempatan bagus untuk mempromosikan kuliner produk atau masakan kami ke ranah yang lebih luas lagi,” ucapnya.

Senada dengan Sam, Gofur dari Kube Waroh Sesaot Narmada juga mengungkapkan semangatnya untuk berpartisipasi dalam Festival Kuliner SSJ tahun ini. “Ini pertama kali kita ikut, ini peluang bagus untuk ngenalin keripik dan dodol olahan asli dari Desa Sesaot,” ucapnya singkat.

Selain RM Sukma Rasa dan Kube Waroh, beberapa UMKM Lobar yang ikut meramaikan Festival Kuliner antara lain Sasak Maiq dengan hidangan Soto Sasak dan Minuman Rumput Laut, kemudian King Aren dengan produk Gula Semut dan Tuak Aren, Rumah Durian Lombok, Sate Bulayak Narmada, dan lainnya.(her)

TPST Sandubaya Mataram dilirik investor jadi tempat buat biji plastik

0
Aktivitas petugas di TPS Lawata, Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, mengatakan areal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya di kawasan Sweta dilirik investor untuk dijadikan pusat pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya di Mataram, Kamis, mengatakan investor tersebut berasal dari Jakarta dan tertarik memanfaatkan TPST Sandubaya sebagai pusat pembuatan biji plastik.

“Investor ini tertarik karena melihat lokasi TPST Sandubaya sangat strategis dan fasilitas hanggar sudah ada. Jadi mereka tinggal bawa mesin saja,” katanya.

Investor tersebut melirik TPST Sandubaya ketika datang ke TPST modern Sandubaya yang merupakan pengalihan pengiriman sampah dari TPST Sandubaya lama.

Dengan beroperasi TPST modern Sandubaya secara otomatis TPST Sandubaya di Sweta tidak lagi dimanfaatkan, sehingga investor tersebut ingin memanfaatkan sebagai tempat pembuatan biji plastik.

“Apa yang diinginkan investor tersebut, sudah kami sampaikan ke pimpinan dan akan dilakukan kajian terhadap dampak positif serta manfaat yang didapat Kota Mataram,” katanya.

Setelah aktivitas pengolahan sampah di TPST Sandubaya dialihkan ke TPST modern Sandubaya, katanya, TPST Sandubaya resmi ditutup namun tetap berstatus TPST cadangan, TPST alternatif atau lokasi transit sampah.

Artinya, katanya, ketika terjadi peningkatan volume sampah saat ada kegiatan-kegiatan besar tertentu, sampah bisa disimpan di TPST Sandubaya lama sebelum di bawa ke TPST modern Sandubaya atau tempat pembuangan akhir (TPA).

“Selain itu, TPST Sandubaya dimanfaatkan sebagai penampungan sementara ketika ada kebijakan penutupan TPA Kebon Kongok akibat sesuatu dan lain hal,” katanya.

Namun demikian, ujarnya, apabila TPST Kebon Talo Ampenan selesai terbangun pada 2025, kemungkinan masalah-masalah sampah tersebut bisa terakomodasi di TPST Kebon Talo.

“TPST Kebon Talo didesain untuk dapat menampung 120 ton sampah. Jadi tawaran investor itu mungkin bisa diakomodasi,” katanya.

Dengan demikian dari aktivitas investor di TPST Sandubaya, Pemerintah Kota Mataram bisa mendapatkan retribusi sewa lahan dan pembagian keuntungan lainnya.

“Selama proses perizinan dari pemerintah pusat dan daerah sudah klop, kami rasa pembukaan pabrik biji plastik di kawasan tersebut bisa terealisasi dan tidak akan mengganggu aktivitas sekitar,” katanya.

Selain itu, ujarnya, sampah plastik di Kota Mataram bisa langsung diserap oleh investor untuk diolah menjadi biji plastik.

Data DLH Kota Mataram mencatat volume sampah di enam kecamatan di Kota Mataram mencapai 240 ton per hari, dengan komposisi 60 persen sampah organik, 30 persen sampah plastik, dan sisanya berupa limbah kayu, diaper, kaca, dan lainnya.

Tapi, khusus di Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya volume sampah plastik lebih besar dari sampah organik yakni dari 46 ton volume per hari, 18 ton sampah tersebut merupakan sampah organik dan sisanya 28 ton sampah plastik atau sekitar 61 persen.

“Kondisi itu, terjadi karena dua kecamatan tersebut merupakan pusat jasa dan perdagangan sehingga produksi sampah plastik lebih tinggi,” katanya. (ant)

Tarif Listrik Triwulan IV 2024 Tidak Naik

0
Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan IV Tahun 2024 untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi, tetap.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan tarif tenaga listrik triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2024 untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap atau tidak mengalami perubahan.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), bahwa penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan nonsubsidi dilakukan setiap 3 bulan mengacu pada perubahan terhadap realisasi parameter ekonomi makro, yakni: kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta harga batu bara acuan (HBA).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengatakan, parameter ekonomi makro Triwulan IV Tahun 2024 menggunakan realisasi pada bulan Mei s.d. Juli tahun 2024 di mana secara akumulasi pengaruh perubahan ekonomi makro tersebut seharusnya menyebabkan kenaikan tarif listrik.

“Berdasarkan empat parameter tersebut, seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan nonsubsidi mengalami kenaikan dibandingkan dengan tarif pada kuartal III 2024. Akan tetapi, demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri saat ini, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik tidak mengalami perubahan atau tetap,” ungkap Jisman pada Senin, 30 September 2024.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap mendukung keputusan Pemerintah dalam mempertahankan tarif listrik untuk menjaga keekonomian masyarakat. PLN pun berkomitmen tetap menjaga mutu pelayanan dengan menghadirkan energi listrik yang andal.

“PLN siap mendukung pemenuhan pasokan listrik untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Listrik kini tidak hanya sebagai alat penerangan namun memegang peran vital dalam kehidupan masyarakat,” kata Darmawan.

Darmawan menjelaskan, selain memenuhi pasokan listrik, PLN di saat bersamaan terus berupaya menjaga efisiensi operasional dan biaya untuk mendukung kelancaran proses bisnis. Di sisi lain PLN juga secara aktif terus meningkatkan penjualan tenaga listrik dan menghadirkan beragam promo dan insentif yang menarik bagi masyarakat.

“PLN berkomitmen mendukung penyediaan energi listrik yang andal dan terjangkau untuk menjaga tingkat inflasi dan daya saing industri. Di sisi lain PLN juga akan terus meningkatkan upaya efisiensi dan mengerek penjualan listrik,” pungkas Darmawan.

Adapun, untuk rincian tarif tenaga listrik di Triwulan IV 2024 (Oktober-Desember) dapat diakses melalui https://web.pln.co.id/pelanggan/tarif-tenaga-listrik/tariff-adjustment. (bul)