Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 541

Pemprov NTB Dorong Kemitraan yang Kuat antara Pengusaha dan Petani Rumput Laut

0
H. Fathul Gani (ekbisntb.com/dok)

PEMPROV NTB mendorong dibangunnya kemitraan yang kuat antara pengusaha rumput laut lokal, dengan para petani rumput laut, untuk membangun hubungan emosional yang kuat antara keduanya.

Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kuat antara pengusaha dan petani rumput laut. Menurutnya, para pengusaha harus lebih proaktif dalam memberdayakan petani sejak tahap awal budidaya, dimulai sejak pembibitan.

“Jangan sampai kita baru kebakaran jenggot ketika pembeli dari luar negeri langsung datang ke petani,” tegas Fathul Gani.

Menurutnya, pengusaha rumput laut lokal dengan petani rumput laut harus membangun kemitraan yang saling menguntungkan dari awal. Pengusaha lokal harus terlibat sejak proses sejak pembibitan hingga panen. Dengan begitu, petani akan lebih bergantung pada pengusaha lokal dan hubungan kerjasama dengan petani rumput laut bisa lebih terjaga.

Fathul Gani juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam membangun kemitraan ini.

“Kita harus membangun komunikasi yang baik dengan petani. Jangan hanya datang ketika petani panen. Kita harus memberikan perhatian sejak awal, sehingga petani merasa diperhatikan dan termotivasi untuk meningkatkan produksi. Dan produksinya pasti dijualnya kepada pengusaha kita,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah dicanangkan, diharapkan sektor rumput laut di NTB dapat berkembang lebih pesat. Kemitraan yang kuat antara pengusaha dan petani serta adanya industri pengolahan akan memberikan nilai tambah bagi produk rumput laut NTB dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pada bagian lain, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini menyoroti pentingnya pengolahan rumput laut di NTB. Jangan hanya rumput laut dijual dalam kondisi mentah / gelondongan ke luar daerah.

“Dengan adanya industri pengolahan, nilai tambah produk akan meningkat dan petani pun akan mendapatkan harga yang lebih baik. Selain itu, industri hilir ini juga akan menjadi benteng bagi petani untuk tetap menjadi mitra utama pengusaha lokal,” tambahnya.

Asisten II Setda NTB ini mengingatkan kepada OPD terkait atau Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB untuk melakukan pembinaan intensif kepada petani rumput laut.

“Dislutkan harus melakukan perhitungan yang cermat terkait harga jual rumput laut, sehingga petani tidak dirugikan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim, S.T, M.Si., belum bisa berkomentar banyak terkait dengan anjloknya harga rumput laut di kalangan pengusaha.

Dalam hal ini, perlu melihat kondisi lapangan, khususnya pengusaha asal China yang langsung membeli ke petani, sehingga tahu kebijakan yang akan diambil. (bul)

Perbaiki Tata Niaga Rumput Laut

0
Made Slamet (ekbisntb.com/ist)

PERSAINGAN perdagangan komoditas rumput laut di NTB semakin ketat. Pengusaha lokal harus bersaing dengan pengusaha luar negeri. Belakangan, pengusaha dari China turun langsung ke petani rumput laut di NTB untuk membeli langsung komoditas tersebut. Sehingga pelaku usaha dalam daerah merasa dirugikan.

Anggota Komisi V DPRD NTB Made Slamet mengatakan, lantaran pengusaha luar negeri memotong rantai tata niaga rumput laut, sehingga keuntungan akan diambil oleh mereka. Artinya perputaran uang di dalam daerah menjadi terbatas lantaran rantai dagang dipotong begitu saja.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meninjau ulang tata niaga penjualan rumput laut agar memberikan keuntungan bagi petani dan pengusaha rumput laut lokal.

“Ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Jalan satu-satunya pemerintah harus meninjau ulang tata niaga rumput laut ini yang seolah-oleha monopoli, padahal rumput laut ini barang langka karena tak semua negara di dunia memiliki potensi ini,” kata Made Slamet kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Politisi PDIP ini mengatakan, pemda melalui OPD teknis harus melakukan upaya serius untuk memperbaiki tata niaga rumput laut agar pembelinya tidak kemudian didominasi oleh pengusaha dari luar negeri yang membuat pengusaha lokal kalah bersaing.

“Dinas harus peka, melaporkan terkait hal ini. Bukan hanya ke gubernur, namun ke pusat karena sering kali kita mendapat dana dari pusat. Dana untuk pengelolaan rumput laut kan banyak dari pusat. Tak hanya laporan terkait dengan penggunaan dana yang sesuai, namun juga bagaimana manfaatnya untuk masyarakat,” katanya.

Yang tak kalah pentingnya yaitu pemerintah harus membantu petani untuk negosiasi terkait dengan harga jual. Jangan sampai harga jual di tingkat petani malah sangat rendah yang mengakibatkan minat untuk berproduksi menjadi rendah. Terlebih saat ini harga rumput laut dinilai sedang anjlok yaitu sekitar Rp15 per Kg dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kg sehingga pemerintah mengatur agar bisa lebih tinggi dalam rangka mensejahterakan petani.

Hal lainnya yaitu bagaimana agar kualitas rumput laut semakin ditingkatkan guna mendongkrak harga jual. Juga sarana atau alat pembersih rumput laut agar menjadi atensi pemerintah, sehingga daya saing komoditas ini semakin tinggi.(ris)

Merosot, Permintaan Pasar Rumput Laut

0
Rumput laut di Lombok Timur yang sedang dalam proses pengeringan. (ekbisntb.com/rus)

PEMPROV NTB mengaku tak bisa mengatasi rendahnya harga rumput laut saat ini. Pasalnya, alasan merosotnya harga rumput laut dikarenakan permintaan pasar China yang sedikit, sehingga berpengaruh pada harga.

“Kita enggak bisa apa-apa, kita tidak bisa .penyanggah harga. Dari mana kita bisa lakukan itu, kita kan enggak bisa mengontrol kebutuhan mereka,” ujar Fungsional Analisis Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan NTB,  Rachmat Wira Putra, ST., saat dihubungi Ekbis NTB, Sabtu, 19 Oktober 2024.

Ia menyatakan, saat ini proses ekspor rumput laut di China cukup ketat. Jika ingin mengekspor barang ke negara tersebut, petani atau pengepul rumput laut perlu memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh negeri tirai bambu tersebut.

“Diperketat sehingga para eksportir atau pengepul besar enggak bisa ekspor ke China. Jadinya di gudang numpuk rumput lautnya. Itu penyebab permintaan agak sedikit kurang,” ungkapnya.

Selain karena permintaan, jenis rumput laut juga menentukan harga komoditas ini. Wira menegaskan, turunnya harga rumput laut menjadi Rp15 ribu per kilo ini merupakan harga normal bagi rumput laut jenis Kotoni.

“Harga Rp40 ribu itu sudah lama, sudah dua tahun lalu. Memang rumput laut Kotoni di kisaran harga Rp15-16 ribu,” tegasnya.

Menurutnya, merosotnya harga rumput laut juga disebabkan komoditas ini bukan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga ketika harga komoditas ini naik ataupun turun, tidak begitu berpengaruh terhadap perekonomian. Sehingga tidak adanya pengendalian harga terhadap salah satu jenis komoditas perikanan ini.

Saat ditanya apakah penyebab turunnya harga ini diakibatkan kemudahan akses pengusaha China mengambil rumput laut ke petani. Wira mengatakan tidak demikian, karena ketika pengusaha China turun langsung ke petani, maka permintaan terhadap komoditas ini akan naik.

“Saya belum ada info kalau China turun langsung ke lapangan. Seharusnya kalau China turun kan permintaan tinggi,” katanya. (era)

Pengusaha Mengeluh, Harga Rumput Laut Anjlok

0
Rumput laut jenis Koloni yang banyak dipesan pengusaha asal China. Bahkan banyak pengusaha China dengan tujuan berwisata ke NTB memesan langsung rumput laut ke petani. (ekbisntb.com/ist)

Rumput laut merupakan salah satu komoditi andalan NTB sejak lama. Pantai bagian utara hingga selatan NTB sangat cocok untuk budidaya rumput laut. Selain itu, kualitas rumput laut NTB juga sangat bagus. Bahkan, ada beberapa pengusaha di luar negeri yang langsung membeli ke petani. Hal ini berpengaruh terhadap pesanan pengusaha rumput laut yang ada di daerah ini.

“ANJLOK,” itulah keluhan dari beberapa pengusaha rumput laut lokal dengan kondisi harga di lapangan saat ini.

Husnul Khatimah, salah satu pengusaha rumput laut di NTB mengakui jika harga pembelian rumput laut belakangan anjlok. Hal ini disebabkan pengusaha–pengusaha asal China yang mendapatkan akses terlalu bebas langsung turun belanja ke petani.

Pengusaha-pengusaha rumput laut asal China memutus langsung mata rantai perdagangan yang selama ini berjalan. Menurutnya, pembeli dari China turun langsung beli ke petani dan membeli dengan harga petani. “Kalau dulu, buyer nerima di China. Orang-orang sini yang suplai,” ungkapnya pada Ekbis NTB pekan kemarin.

Menurutnya, izin tinggal sementara yang diberikan oleh negara, kerap dimanfaatkan untuk turun langsung ke sentra-sentra produksi rumput laut. Sehingga, mata rantai bisnisnya yang tadinya melalui perusahaan-perusahaan lokal, atau mitra lokal menjadi terpangkas.

Husnul mengatakan, sebelumnya, harga jual rumput laut mencapai Rp40 ribu per kg dan diterima langsung di negaranya. Belakangan, pembeli ini menawarkan harga beli sangat rendah, yakni Rp15.000 per kg. Sesuai harga petani.

“Kalau ndak sanggup, ya mereka beli langsung ke petani. Makanya kita ngambil untungnya sekarang hanya Rp1.000 per Kg, dari harga petani. Terima di Surabaya. Rantai ekonominya menjadi terpangkas sekarang. Karena mereka leluasa turun langsung belanja ke petani,” keluhnya.

Harapannya, pola ini diproteksi oleh negara. Pembeli dari luar harusnya diatur mengikuti tata niaga yang berlaku, sehingga, nilai rantai ekonominya tetap dapat dipertahankan.

“Samalah, bagaimana China juga memproteksi orang luar negaranya masuk. Tidak bisa leluasa,” tambahnya.

Di sisi lain, Husnul mengatakan, permintaan pembeli dari China untuk rumput laut sangat tinggi. Bahkan unlimited. Untuk rumput laut jenis kotoni.

Rumput laut kotoni adalah salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyta) yang sangat populer di Indonesia. Jenis ini sering dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan potensi yang besar dalam berbagai industri.

Ciri-ciri rumput laut kotoni ini bagian tubuh berbentuk silindris atau pipih, dengan percabangan yang tidak teratur dan kasar.

Umumnya berwarna merah, namun dapat bervariasi tergantung kondisi lingkungan. Potensi dan manfaat rumput laut Kotoni di antaranya sebagai sumber utama karagenan, yaitu sejenis polisakarida yang banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik sebagai pengental, penstabil, dan pembentuk gel.

Kaya akan serat, vitamin, dan mineral, sehingga memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional. Dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti agar-agar, nata de sea, tepung rumput laut, dan suplemen makanan. Wilayah budidaya di Indonesia tersebar di Provinsi NTB, NTT, Bali, dan Sulawesi.

Husnul menambahkan, satu pembeli asal China permintaannya sampai seratus ton per bulan. Namun kendala yang dihadapi, masyarakat belum memiliki alat pembersih, sehingga prosesnya dilakukan di Surabaya, sebelum diekspor ke China.

“Barangnya ada, tapi kecenderungannya rumput laut kita masih kotor. Dan pola pembersihannya di sini masih manual. Melibatkan tenaga langsung manusia. Sehingga proses menjadi lama untuk memenuhi permintaan yang tinggi,” demikian Husnul.(bul)

Pembudidaya Masih Terjebak Permainan Makelar

0
Pembudidaya Rumput laut di Teluk Ekas Desa Ekas Buana. (ekbisntb.com/rus)

HARGA rumput laut di Lombok Timur (Lotim) sekarang anjlok. Selama tiga bulan terakhir, harga rumput laut ini berkisar Rp 6-7 ribu per kilogram kering. Pembeli dari China termasuk sudah lama mengambil rumput laut dari Lotim, khususnya hasil produksi rumput laut dari Teluk Ekas Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru. Hanya saja, sampai saat ini pembudidaya masih terjebak permainan dari para makelar.

Abdul Tilah, pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas, mengaku menjual langsung rumput laut ke China, tapi lewat makelar. Makelarnya ini orang Indonesia.  Tilah mengaku belum pernah bicara langsung dengan pembeli asal China tersebut. Ia tahunya pembeli asal China itu memiliki gudang besar di Surabaya, Jawa Timur. “Orang China asli itu yang beli,” ungkapnya pada Ekbis NTB, Sabtu 19 Oktober 2024.

Pembudidaya yang juga pengepul rumput laut ini mengungkap kembali kedatangan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan beberapa waktu lalu ke Ekas. Janji pemerintah untuk memperbaiki kualitas harga rumput laut ditagih oleh pembudidaya ini.

“Kalau yang basah kita tidak pernah jual, tapi paling sekarang laku dengan harga Rp 100 ribu per 100 kg,” ungkapnya.

Selain harganya yang merosot, pembeli juga saat ini sangat minim. “Pembeli sekarang tidak ada,” sebutnya.

Harga ini pun setiap bulan terus menurun. Melihat tren harga yang tidak berpihak pada pembudidaya ini jelas menimbulkan kerugian besar. “Para buyer (pembeli-red) sampai sekarang belum memberikan informasi,” paparnya.

Untuk kualitas produksi saat ini katanya sangat bagus. Seperti rumput laut varietas SP halus yang dibudidayakan Abdul Tilah ini terlihat cukup baik. Perairan Teluk Ekas katanya sejauh ini memang selalu menghasilkan rumput laut kualitas terbaik. Akan tetapi, harganya sekarang ini yang tidak berkualitas.

Pembudidaya rumput laut ini melakukan budidaya 20-27 hari. Waktu ini diakuinya lebih cepat dari standar normal. Tilah melakukan panen lebih awal, karena khawatir rumput laut yang dibudidayakan itu rontok. Tingkat pertumbuhan rumput laut ini cukup baik dan hasilnya juga dianggap luar biasa. Lebih besar dibanding varietas lainnya. Karenanya, batas waktu panen dipercepat.

“Idealnya memang sampai usia 40 hari, tapi pertumbuhan rumput laut ini kan cukup bagus, cukup cepat besar sehingga bisa dipanen lebih awal,” tuturnya.

Persoalan harga acap kali menjadi tantangan terbesar petani rumput laut. Padahal, para pembudidaya ini selalu mengikuti apa yang disarankan oleh para buyer. Termasuk melakukan penjemuran tak lagi menggunakan terpal, tapi digantung. Proses penjemuran dengan cara gantung ini katanya akan mendapatkan hasil yang lebih bersih dan harga yang lebih baik. Hasil keringnya memang cukup baik, tapi harganya tak kunjung membaik.

Perlakuan jamur sesuai permintaan buyer ini jelas cukup merepotkan bagi pembudidaya. Namun karena tidak dibarengi dengan kesesuaian harga, maka pembudidaya katanya bisa kolaps. Sejauh ini juga, tidak sedikit pembudidaya susah gulung tali tak lagi mau melakukan budidaya rumput laut. “Banyak yang sudah mundur sekarang,” imbuhnya.

Saat kedatangan Menteri Luhut beberapa waktu lalu, sebuah perusahaan internasional siap membeli rumput laut hasil panen petani Ekas. Kata Tilah, perusahaan atas nama PT Sea Six itu sampai sekarang belum melakukan pembelian. Kabarnya, karena mesin belum datang. “Rencana Oktober atau akhir ini katanya mau beli, tapi yang dibeli kan yang basah. Sedangkan yang kering tidak dibeli,” urainya.

Harapannya, harga jual rumput laut ke depan ini bisa lebih baik. Saat kondisi sudah kering, memang bisa disimpan lama. Asalkan jangan terlalu sering kena sinar matahari. “Kita masih berharap harganya membaik nantinya,” asanya.

Bagi pembudidaya ini, tidak penting sebenarnya harga terlalu mahal. Terpenting itu harga tetap stabil. Kisaran harga Rp 10-11 ribu saja per kilogram kering ini sudah dianggap cukup baik. Pembudidaya ini juga tidak ingin harga terlalu tinggi, tapi hanya sekilas dan setelah itu hancur lagi. “Maunya kita stabil, tidak usah terlalu tinggi,” demikian imbuhnya.

Pangkas Mata Rantai Perdagangan Rumput Laut

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim, Muhammad Zainuddin yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut. Seperti menghadirkan PT Sea Six di Teluk Ekas dengan salah satu tujuan memangkas mata rantai perdagangan rumput laut.

Pemerintah pusat juga sudah ada pejabat setingkat eselon II yang  khusus menangani rumput laut. Hal ini jelas akan berdampak positif bagi pengembangan rumput laut di Lotim. “Pemerintah pusat sekarang sudah fokus untuk mengembangkan rumput laut di Indonesia, dan termasuk Lotim.telah dinobatkan sebagai salah satu sentra produksi,” urainya.

Program nasional pengembangan rumput laut termasuk di dalamnya pengembangan rumput laut yang ada di sentra produksi dimiliki Kabupaten Lotim. “Program nasional rumput laut itu salah satunya ada di Lotim,” cakapnya.

Rumput laut sekarang tahap produksi. Kehadiran pasar China langsung dinilai sebenarnya cukup bagus. Apalagi China menjadi salah satu tujuan ekspor rumput laut yang cukup besar. (rus)

Dipicu Harga Karagenan Turun

0
PT Sea6 Energy (ekbisntb.com/ist)

MENURUNNYA harga rumput laut tidak hanya dirasakan petani, tapi oleh kalangan pengusaha. Direktur PT Sea6 Energy, Agus S Wiguna menilai anjloknya harga rumput laut saat ini sebenarnya bukan hanya karena masuknya pembeli dari China langsung. Akan tetapi, saat ini terjadi penurunan harga Carrageenan (karagenan) dunia.

Karagenan adalah bahan tambahan makanan yang berasal dari rumput laut merah yang digunakan untuk mengentalkan, mengemulsi, dan mengawetkan makanan dan minuman. Karagenan juga digunakan dalam berbagai industri, seperti kosmetik, obat, dan tekstil.

Menjawab Ekbis NTB, Sabtu 19 Oktober 2024,  Agus Wiguna melihat harga rumput laut sekarang ini, maka mesti melihat historical data harga. Pada umumnya harga rumput laut bisa disetarakan dengan harga 1 kg beras.

Pada tahun lalu ketika harga rumput laut Rp40 ribu er kilogram sebenarnya itu pada saat masa-masa anomali, karena adanya beberapa faktor eksternal yang terkait dengan pandemi.

Ketika ada pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, terjadi kepanikan di China sehingga mereka menimbun rumput laut dengan memenuhi semua gudang mereka. Karena itu harga terangkat karena demand yang tinggi serta diikuti oleh kenaikan harga produk gum (produk yang sama dengan karagenan) seperti gelatin, xantan, dan lainnya karena adanya panic buying dan berkurangnya supply.

Kini setelah pandemi selesai, demand juga menurun, maka harga kembali normal tidak hanya di rumput laut, namun di semua produk gum.

Sebelumnya di tahun 2008 anomali harga juga sempat terjadi. Di mana harga sempat menyentuh Rp 30 ribu/kg, namun setahun berikutnya turun Kembali ke harga Rp 10rb/kg.

Harga saat ini sangat tergantung dari demand and supply  karagenan dan produk gum lain di dunia. Karena adanya perang dan krisis global, permintaan akan karagenan juga menurun, hal ini berdampak pada menurunnya harga bahan baku.

“Jadi sebenarnya harga saat ini Rp 15ribu/kg bukan karena pengusaha China langsung turun ke lapangan, juga sebenarnya dikarenakan menurunnya harga karagenan di dunia,” tegasnya kembali.

Menurut Agus S Wiguna, harga rumput laut dalam beberapa bulan ke depan akan tetap stabil di harga Rp15 ribu per kilogram.

Soal kehadiran pasar China ini secara lebih lanjut dikatakan Agus memang akan berpengaruh pada pasar. Akan tetapi, kehadiran China ini sebenarnya sudah terjadi dari dulu. Ada efek negatif yang sangat dirasa adalah, pengusaha lokal/pengumpul biasanya sudah memiliki jaringan petani dan mengeluarkan modal kepada petani. Namun pada saat panen sering datang pengusaha China langsung ke petani dengan memberi harga lebih mahal.

“Sebaiknya ada regulasi atau jalan keluar dari pemerintah untuk bisa memproteksi petani dan pengumpul lokal dari pengusaha-pengusaha yang nakal,” sarannya.

Ditambahkan, komoditi rumput laut ini masih prospek dan bisa memberikan kesejahteraan bagi pembudidaya. Karena biaya produksi petani masih bisa tercover dengan harga berikut.

Pihak PT Sea6 Energy sendiri memiliki tata niaga yang sedikit berbeda dengan tata niaga rumput laut pada umumnya, karena kami membeli rumput laut segar. “Tata niaga kami lebih singkat karena tahapannya adalah : petani – supplier – Sea6 Energy,” terangnya.

Agus menyarankan, produktivitas petani lebih ditingkatkan, kualitas rumput laut lebih ditingkatkan dan dijaga. “Kualitas rumput laut lebih ditingkatkan. Regulasi dipermudah untuk pengumpul sehingga bisa mudah menjangkau perbankan,” ujarnya. (rus)

Warga Desa Aik Dewa Jaga Sumber Air dengan Gelar Ritual ’’Ngalun Aiq Kokoq”

0
Prosesi Ritual adat Ngalun Aiq Kokoq dalam rangkaian Gawe Desa Aik Dewa Pringgasela, Minggu 20 Oktober 2024. (ekbisntb.com/rus)

Masyarakat Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menyelenggarakan acara Gawe Desa, MInggu 20 Oktober 2024. Acara tahunan yang telah dilaksanakan untuk keempat kalinya ini menampilkan berbagai kegiatan adat, salah satunya adalah ritual Ngalun Aiq Kokoq. Ritual ini bertujuan untuk menjaga dan merawat sumber air di desa tersebut, terutama pada saat musim kemarau.

Ketua Panitia Gawe Desa Aik Dewa, Marzuki, menjelaskan Ngalun Aiq Kokoq telah menjadi bagian integral dari identitas Gawe Desa Aik Dewa. Dalam bahasa Sasak, “Ngalun Aiq Kokoq” berarti ‘merayu air’, sebuah upaya adat untuk meminta agar air dari mata air kembali melimpah ketika debit air menurun.

Prosesi Ritual adat Ngalun Aiq Kokoq dalam rangkaian Gawe Desa Aik Dewa Pringgasela, Minggu 20 Oktober 2024. (ekbisntb.com/rus)

“Ngalun Aiq merupakan warisan budaya leluhur yang mengajarkan kita untuk menghargai alam, sekaligus bentuk doa dan harapan kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Marzuki.

Selain Ngalun Aiq Kokoq, rangkaian acara ini juga mencakup Poposan, yaitu sunatan massal yang diadakan di atas gazebo setinggi 5 meter. Tradisi ini diyakini dapat memperkuat mental dan keberanian anak-anak hingga dewasa. Gazebo sebagai tempat pelaksanaan Poposan merupakan simbol dari tradisi yang telah lama dijalankan oleh masyarakat Aik Dewa.

Kegiatan budaya ini menjadi salah satu daya tarik utama Desa Aik Dewa dan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Marzuki berharap, kegiatan pelestarian budaya seperti ini dapat terus berjalan dan menjadi sarana untuk memperkenalkan Desa Aik Dewa dengan segala potensinya kepada masyarakat luas, serta para pemangku kebijakan. “Harapan kami, kegiatan ini bisa dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Lombok Timur, Muhir, menyampaikan bahwa Desa Aik Dewa telah menjalankan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia mendorong agar kepala desa menyurati Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengupayakan pengakuan nasional terhadap tradisi Ngalun Aiq Kokoq. Pemerintah daerah siap mendukung dengan pendanaan, terutama jika kegiatan ini terus dipertahankan sebagai satu-satunya di Lombok Timur yang melaksanakan UU 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Camat Pringgasela juga diharapkan dapat membantu Desa Aik Dewa dalam menyusun dokumentasi dan akurasi kegiatan Ngalun Aiq Kokoq, sehingga ke depan, proses birokrasi berjalan lancar dan tradisi ini tetap lestari hingga generasi mendatang. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah, diharapkan dapat menjadikan Pringgasela sebagai pusat kebudayaan pertama di Indonesia.

Desa Aik Dewa, melalui acara Gawe Desa ini, diharapkan dapat menjadi destinasi budaya yang menarik perhatian wisatawan dan penggiat budaya dari berbagai kalangan. Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur berkomitmen untuk menggelar acara yang mampu menarik perhatian tokoh-tokoh penting untuk melihat potensi budaya di desa ini, sehingga dapat meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat identitas budaya lokal. (rus)

Pergantian Kepemimpinan Pusat, Diharapkan Tak Kurangi Perhatian Kepada The Mandalika

0
Kawasan EKonomi Khusus Mandalika yang membutuhkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Pucuk pimpinan di tingkat pusat resmi berganti dengan dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia yang baru menggantikan Joko Widodo, Minggu 20 Oktober 2024.Pergantian tersebut pun diharapkan tidak sampai mengurangi perhatian terhadap pengembangan kawasan The Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) nasional. Mengingat, pengembangan kawasan The Mandalika masih sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.

“Sebagai masyarakat Lombok Tengah kami berharap pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan bapak Presiden Prabowo Subianto bisa tetap melanjutkan dukungan terhadap kawasan The Mandalika yang sudah dilakukan dulu. Karena pengembangan kawasan The Mandalika masih belum selesai,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Lalu Ramdan, S.Ag.

Dikatakannya, kawasan The Mandalika dan kawasan penyangga di sekitarnya masih dihadapkan pada banyak persoalan. Selain persoalan lahan juga persoalan pengembangan kawasan di sekitarnya yang tentunya butuh dukungan dari pemerintah pusat. Supaya pengembangan kawasan The Mandalika dengan kawasan sekitarnya bisa selaras.

“Desa-desa di sekitar kawasan The Mandalika masih perlu diperkuat dan diperindah. Agar bisa mengimbangi pengembangan kawasan The Mandalika itu sendiri. Begitu pula kawasan The Mandalika, dukungan dari pemerintah pusat akan bisa menjadi nilai lebih yang bisa meyakinkan calon investor untuk berinvestasi di kawasan The Mandalika,” terang politisi Partai Gerindra ini.

Agar dukungan pengembangan kawasan The Mandalika bisa berlanjut, maka dibutuhkan pemimpin daerah yang punya konektivitas yang baik dengan pemerintah pusat, baik itu di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga lebih mudah dalam melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Karena pemimpin daerahnya memang pemimpin yang memiliki konektivitas yang baik dengan pemerintah pusat.

Terlebih ketika bicara arah pembangunan, tentu harus selaras antara arah pembangunan yang dicanangkan pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten. Jadi pemimpin daerahnya juga harus selaras dan bisa nyambung dengan pemimpin di tingkat pusat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Jamaluddin saat ditemui di Sirkuit Internasional Mandalika Minggu. Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling menjanjikan untuk mendukung pergerakan ekonomi pasca pandemic Covid-19, sehingga pihaknya optimis, sector pariwisata tetap akan menjadi perhatian pemerintah yang baru.
“Terutama keberadaan kawasan The Mandalika, tentu kita juga berharap bisa tetap mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan daerah yang sejauh ini cukup besar kontribusinya dalam hal mendukung pergerakan ekonomi di NTB dan nasional secara lebih luas,” pungkasnya. (kir)

MRS 2024 Rampung, Pembalap NTB Sabet Gelar Juara Nasional

0
Pembalap NTB Aldiaz sukses menyabet gelar juara nasional diajang MRS 2024 di Sirkuit Mandalika, Minggu 20 Oktober 2024. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Prestasi membanggakan diraih pembalap asal NTB Aldiaz Aqsal Ismaya di ajang Mandalika Racing Series (MRC) 2024. Dengan sukses menyabet gelar juara nasional pada kejuaraan nasional di kelas Nasional Series (NS) 150cc. Pembalap tim Yamaha Yamalube ZIEAR LFN ini total mengumpulkan 179 poin dari total lima putaran yang digelar selama tahun 2024 ini.

Di bawahnya ada pembalap asal Jakarta, Mohammad Murobbil Vitoni dari tim Yamaha LFN yang total mengumpulkan 153 poin. Tidak ikutnya pembalap Yamaha BAF Yamalube Akai Jaya asal Yogyakarta Galang Hendra Pratama pada putaran kelima kali ini cukup membantu mengurangi beban persaingan bagi Aldiaz dalam merebut gelar juara nasional. Pasalnya, hingga putaran keempat MRS 2024, Galang Hendra Pratama memang jadi persaing terberat Aldiaz dalam perebutan gelar juara nasional.

Pada balapan putaran ke lima MRS 2024, penampilan Aldiaz cukup menjanjikan dengan sukses naik podium kedua pada balapan pertama hari Sabtu 19 Oktober 2024. Sementara pada balapan kedua hari Minggu, Aldiaz finis ke delapan. Tetapi raihan tersebut sudah cukup bagi Aldiaz untuk mengunci gelar juara nasional kelas 150 cc.

“Capaian ini jelas membanggakan bagi NTB. Ini menandakan kalau NTB tidak kekurangan pembalap berbakat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Jamaludin Malady, kepada wartawan.

Menurutnya, raihan tersebut diharapkan bisa memacu semangat talenta-talenta berbakat NTB lainnya di dunia balap, sehingga ke depan NTB bisa memiliki pembalap kelas dunia.

Pembalap asal NTB lainnya Arai Agaska Dibani Laksana juga meraih hasil positif di ajang MRS 2024 ini. dengan menempati posisi kedua di klasemen akhir pembalap di kelas Nasional Series (NS) 250 cc serta posisi ketiga di kelas NS 150 cc. Pada putaran kelima kemarin, pembalap Yamaha KYB MFZ Dynavolt Privater HDS Racing ini suskses podium pertama pada balapan pertama dan keempat di balapan kedua.

Sehingga Arai total mengumpulkan 125 poin selama ajang MRS tahun 2024. Total nilainya kalah jauh dari Andi Farid Izdihar asal Jakarta yang membela Astra Motor Racing Team – Yogyakarta yang mengumpulkan 237 poin. Sedangkan di kelas utama Nasional Series 600 cc, pembalap M. Adenanta Putra dari Jawa Timur yang membela tim Astra Honda Racing Team, sukses menyabet juara nasional.

Selain kelas kejuaraan nasional, MRS juga menggelar kelas pendukung yakni Junior Sport 150 cc, Underbond (UB) 150 cc serta Supersport 600cc dan Superbike 1000cc. “Untuk musim balapan MRS 2025, kelas Junior Sport kita rencanakan masuk jadi kelas kejuaraan nasional Under 16. Tapi teknisnya masih akan dibahas bersama dengan IMI,” terang Head of Organizing Committee Pride Arif Syahbani.

Keberadaan kelas junior tersebut diharapkan bisa menjadi wahana pembinaan pembalap nasional. Karena kedepan pihaknya berharap dari ajang MRS bisa lahir pembalap dunia yang memang sudah siap bersaing. Sehingga diperlukan proses pembinaan secara berjenjang sejak usia dini.

“Dengan proses pembinaan yang intens dan berkelanjutan didukung dengan keberadaan sirkuit internasional Mandalika, kami optimis kedepan akan ada pembalap dari Indonesia yang mentas di ajang MotoGP,” ujarnya. (kir)

Tingkatkan Loyalitas Pelanggan, 20 Distributor Pupuk Kaltim Terima Reward Program Merdeka NPK Pelangi

0
20 Distributor Pupuk Kaltim Terima Reward Program Merdeka NPK Pelangi(ekbisntb.com/r)

Lombok (ekbisntb.com) – Tingkatkan loyalitas pelanggan terhadap penggunaan produk unggulan perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) beri penghargaan sejumlah distributor unggulan melalui program bertajuk “Merdeka NPK Pelangi”, untuk pembelian selama bulan Agustus 2024. Program ini upaya Pupuk Kaltim mendorong distributor meningkatkan produktivitas usaha dalam memenuhi kebutuhan agroinput petani, khususnya di sektor pupuk nonsubsidi.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan reward yang diberikan berupa logam mulia bagi distributor yang melakukan penjualan NPK Pelangi, dengan minimal pembelian 5 ton dan berlaku kelipatan. Selama periode program, terdapat 20 distributor dari seluruh wilayah distribusi Pupuk Kaltim yang meraih penghargaan. Mulai dari seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat.

“Reward ini diharap semakin memotivasi distributor agar lebih aktif memenuhi kebutuhan petani dengan produk berkualitas dari Pupuk Kaltim, sehingga sektor pertanian mampu dipacu lebih optimal,” ucap Soesilo, Senin, 14 Oktober 2024.

Menurut dia, program ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas performa unggul dalam penjualan, tapi juga meningkatkan daya saing dan produktivitas distributor dalam memasok produk unggulan Pupuk Kaltim ke seluruh wilayah distribusi perusahaan. Dimana jaringan pemasaran ritel Pupuk Kaltim tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan sebutan Distributor Prioritas. Seluruhnya merupakan mitra Pupuk Kaltim dalam memasarkan produk nonsubsidi, sehingga petani tidak perlu khawatir akan ketersediaan produk Pupuk Kaltim di daerah.

Antusiasme distributor pun sangat tinggi selama program berlangsung, ditunjukkan dengan peningkatan pembelian secara signifikan di beberapa wilayah. Hal ini menunjukkan jika kebutuhan akan pupuk berkualitas seperti NPK Pelangi sangat besar, dan para distributor berhasil memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

“Melalui program ini, Pupuk Kaltim ingin memastikan petani dapat mengakses produk pupuk berkualitas, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk terus berinovasi mendorong sektor pertanian nasional,” ujar Soesilo.

Pupuk Kaltim pun memastikan untuk memperluas cakupan program, agar semakin memacu distributor berpartisipasi dan meraih manfaat. Selain itu, Pupuk Kaltim juga akan meningkatkan kualitas layanan dan dukungan, agar distributor semakin optimal dalam menjalankan peran sebagai mitra strategis perusahaan.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah distributor yang meraih penghargaan, tetapi juga peningkatan penjualan NPK Pelangi di seluruh wilayah distribusi, yang menunjukkan bahwa petani makin mudah mengakses produk Pupuk Kaltim.

“Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan program serupa di masa datang, untuk meningkatkan manfaat dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis distributor melalui pemenuhan kebutuhan petani di seluruh wilayah,” tambah Soesilo.

Suriadi, salah satu penerima reward dari PT Raja Putra Perkasa Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan Pupuk Kaltim bagi kinerja distributor di daerah. Menurutnya, program Merdeka NPK Pelangi menjadi motivasi pihaknya untuk lebih giat dalam memenuhi kebutuhan petani, sekaligus menunjukkan komitmen Perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan mitra usaha di daerah.

Terlebih produk NPK Pelangi sangat diminati pelanggan, melihat produktivitas hasil pertanian yang mampu dipacu secara optimal dengan pemakaian yang lebih efisien. Keunggulan produk pun telah dibuktikan para petani pada berbagai komoditas dengan hasil yang jauh lebih signifikan. Salah satunya melalui demplot yang rutin digelar Pupuk Kaltim, sehingga petani makin banyak menggunakan NPK Pelangi dibanding produk subsidi dikarenakan hasil panen yang jauh lebih tinggi.

“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang terus menunjukkan komitmen meningkatkan sinergi bersama distributor. Kami pun makin termotivasi meningkatkan penjualan NPK Pelangi untuk memenuhi kebutuhan petani di daerah,” tutur Suriadi.

Sejauh ini, produktivitas berbagai komoditas mampu dipacu menggunakan NPK Pelangi. Seperti halnya komoditas jagung di Banjarbaru Kalimantan Selatan, dengan hasil mencapai 9,8 ton/Ha, dari sebelumnya 6 ton/Ha. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan hasil sebesar 63,3 persen atau sebesar 3,8 ton/Ha.

Begitu pula untuk komoditas cabai di Bombana Sulawesi Tenggara yang mencapai 6,3 ton/ha, dengan persentase kenaikan 57,5 persen dari sebelumnya maksimal 4 ton/ha. Lalu tanaman tebu di Bantul DIY, mengalami peningkatan produktivitas 28 ton/ha, dengan total panen 70 ton/ha, dari perlakuan sebelumnya maksimal 42 ton/ha.

“Bukti ini menjadi salah satu pertimbangan petani menggunakan NPK Pelangi untuk komoditas yang ditanam. Sebab kualitas yang teruji menjadi faktor utama petani memilih produk dari Pupuk Kaltim, dan kami sangat mendukung agar pertanian kita semakin berkembang,” pungkas Suriadi.(r)