Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 528

Pengendara Royal Enfield dan “Influencer” Asing Jajal Sirkuit Mandalika

0
Sebanyak 23 motor Royal Enfield Indonesia menjajal lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dalam rangkaian Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS), Sabtu 2 November 2024.(ekbisntb.com/ist)

SEBANYAK 23 motor Royal Enfield Indonesia, dikoordinasikan oleh  tim Wonderful Indonesia, mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit dalam rangkaian Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS), Sabtu 2 November 2024. Acara ini menjadi momen spesial bagi para penggemar sepeda motor, di mana mereka berkesempatan untuk menjelajahi trek balap yang terkenal di dunia otomotif.

Rombongan motor Royal Enfield ini hadir dengan 10 influencer dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Thailand dan Australia yang dikoordinasikan oleh Kementrian Pariwisata dalam memperkenalkan pesona wisata alam Indonesia. Mereka dengan penuh semangat, menyusuri jalur menuju sirkuit Mandalika sambil menikmati pemandangan indah di sepanjang jalan.

Setibanya di Pertamina Mandalika International Circuit, para pengendara diberikan kesempatan untuk mengelilingi lintasan sirkuit untuk merasakan sensasi berkendaraan di lintasan sirkuit yang menjadi tuan rumah berbagai ajang balap internasional. Mereka juga menyakjikan ajang Mandiri MFoS dari atas Paddock Royal Box.

 “Pengalaman ini sangat luar biasa, bisa berkendaraan di sirkuit yang ikonik ini adalah impian bagi setiap penggemar motor. Kami sangat berterima kasih kepada Wonderful Indonesia dan MGPA selaku pengelola sirkuit dan juga selaku penyelenggara Mandiri MFoS yang telah memberikan kesempatan ini.” ungkap salah satu anggota rombongan.

Selain mengelilingi trek, para peserta juga menikmati berbagai aktivitas yang ada di Mandiri Mandalika Festival of Speed, termasuk menyaksikan kegiatan stunt bike dan open pit-walk yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika nternational sirkuit.

Suasana festival yang meriah menambah keceriaan hari itu, dengan banyaknya pengunjung yang hadir untuk merayakan semangat otomotif.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menyatakan dengan suksesnya kunjungan ini, diharapkan para influencer ini akan memberitakan mengenai Mandalika  Lombok kepada masyarakat luas dan dapat lebih banyak lagi komunitas otomotif yang mengunjungi Mandalika. Mandiri Mandalika Festival of Speed semakin mengukuhkan posisinya sebagai ajang yang tidak hanya menyuguhkan balapan, tetapi juga menciptakan destinasi bagi para penggemar otomotif Indonesia dan juga luar negeri.

Priandhi Satria menyatakan, MGPA selaku pengelola sirkuit, tidak hanya menjalankan event balap mobil prestisius, pada penyelenggaraan event Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS) ini, tapi pihaknya  juga memberi kesempatan untuk penonton di Grandstand A melihat lebih dekat suasana dalam garasi pada sesi pitwalk.

“Dengan track invasion, penonton dapat merasakan sensasi masuk ke area track dan pit lane. Sesi pit walk juga akan semakin meriah dengan berbagai hadiah menarik dan makanan yang beragam,” ujarnya.(ris)

Laka Kerja, Berobat Gratis di Semua Puskesmas di Lotim

0
Puskesmas Lombok Timur(ekbisntb.com/lombok.tribunnews.com)

SEBANYAK 35 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah ditetapkan menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK). Semua peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang mengalami kecelakaan kerja langsung bisa berobat gratis di seluruh puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lotim, Dr  H. Pathurrahman melalui kepala Seksi Pembiayaan Dikes Lotim H. Syahid Ramadhan menjelaskan semua puskesmas sudah tidak boleh memungut biaya apapun kepada peserta BPJamsostek yang berobat, karena kecelakaan kerja.

Seluruh puskesmas se Lotim ini telah meneken nota kerja sama dengan Kepala BPJamsostek Cabang Lombok Timur (Loltim) beberapa waktu lalu. Dikes juga sudah menindaklanjuti kerjasama tersebut dengan membentuk Pusat Informasi Center di masing-masing puskesmas. Sudah diberikan penjelasan soal bagaimana proses klaim biaya pengobatan pasien peserta BPJamsostek yang berobat karena kecelakaan.

Seluruh puskesmas di Kabupaten Lotim sudah tidak ada alasan untuk tidak memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami kecelakaan kerja. “Selama pekerja itu terdaftar dan selama jam bekerja harus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Ketika ada peserta BPJamsostek yang mengalami laka kerja tapi bayar secara mandiri, maka siap akan dilakukan penggantian. Semua teman puskesmas sebenarnya sudah memahami bagaimana teknis klaimnya.

Selain teken nota kerjasama pelayanan, seluruh puskesmas juga harus memasukkan tenaga kesehatan menjadi peserta. Sampai saat ini, dari 35 puskesmas, dua puskesmas yakni Sembalun dan Lenek yang belum mendaftarkan nakesnya sebagai peserta BPJamsostek.

Terpisah Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Halik As’sam mengatakan semua puskesmas sudah teken kerja sama dengan pihaknya beberapa hari lalu. Selain dengan puskesmas, kerjasama juga sudah dilakukan dengan rumah sakit. “Sudah ada enam rumah sakit yang teken kerjasama dengan BPJamsostek,” terangnya.

“Rumah sakit yang sudah jadi PLKK di Lotim itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedjono Selong, Rumah Sakit Islam Namira, Rumah Sakit Islam Anggoro, Rumah Sakit Lombok Medical Center, Rumah Sakit Patuh Karya dan Rumah Sakit Lombok Timur,” sebutnya.

Urusan kerjasama dengan rumah sakit ini ditangani kantor BPJamsostek Provinsi, sedangkan cabang di Lotim mengurus kerjasama dengan puskesmas.

Semua puskesmas se Lotim memang sudah meneken perjanjian kerjasama. Hanya saja 2 puskesmas, yakni Sembalun dan Lenek kelewat kepesertaan pegawai honorer tidak masuk. Para honorer nakes di dua puskesmas tersebut sudah dimintai datanya untuk dimasukkan dalam daftar kepesertaan.

Pelayanan kesehatan di puskesmas diakui terbatas, yakni pada layanan Laka kerja dengan luka ringan, seperti luka lecet dan lainnya. Ketika laka kerja mengalami luka parah, seperti patah tulang misalnya akibat jatuh dari sepeda motor, maka harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Puskesmas tak mampu rujuk ke RSUD di Kabupaten, dan kalau tak bisa rujuk lagi ke RSUD Provinsi di Mataram begitu seterusnya.

Peserta BPJamsostek itu semuanya masuk kelas I dalam layanan kesehatan. “Kita kelas I semua, kalau ada peserta yang dilayani dikelas II maka laporkan ke kami biar kita tegur faskesnya,” ungkapnya.

Seluruh faskes katanya juga perlu meningkatkan pemahaman soal pelayanan. Dimana, ketika kecelakaan kerja maka beda yang menangani. Halik menjelaskan, beda antara BPJamsostek dengan BPJS Kesehatan. “Harus diingat di Rumah Sakit itu tak hanya BPJS Kesehatan tapi ada juga BPJamsostek,” terangnya lagi.

Peserta BPJamsostek yang mengalami Laka kerja ini akan dilakukan pengobatan masuk kelas I dengan biaya yang tak terbatas. Ketika mengalami kecelakaan kerja, pilihannya sembuh, cacat atau paling parah meninggal dunia. Peserta Laka kerja yang meninggal dan cacat tetap menjadi perhatian BPJamsostek. ‘’Meninggal dibayar santunan 48 kali gaji sedangkan yang cacat dibayar sesuai dengan persentase kecacatan yang telah ditetapkan oleh petugas medis,’’ tegasnya. (rus)

Tim Satgas Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di KLU

0
Barang bukti dari hasil razia rokok ilegal yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Bayan. (ekbisntb.com/ist)

SATGAS Berantas rokok ilegal telah menyelesaikan operasi gabungan beberapa waktu lalu. Hasilnya, sebanyak 45.572 batang rokok ilagal berbagai merk telah disita dari masyarakat baik toko, pedagang, maupun pelaku usaha di pasar-pasar tradisional.

Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Utara (KLU), Totok Surya Saputra, M.H., mengatakan, razia gabungan telah dilakukan pada Rabu (30/10). Bersama pejabat Kantor Bea dan Cukai Mataram dan instansi terkait lain, Satgas telah melaksanakan razia dimulai pada16, 17, 21, 23, 28 dan 30 Oktober 2024. Sebelum razia digelar, Satgas lebih dulu melakukan sosialisasi terkait larangan penjualan rokok ilegal baik melalui media sosial, spanduk, maupun metode lainnya.

“Rokok ilegal tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menciptakan persaingan bisnis yang tidak sehat. Lebih parah lagi, Rokok llegal dijual dengan harga murah, sehingga membuat anak-anak bahkan pelajar SMP menjadi korban (belajar merokok),” ucap Totok, Jumat 1 November 2024.

Sementara, Kepala Bidang Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Kabid Tibum dan Linmas), I Nengah Suandra Mahardika, SE., menambahkan operasi gabungan ini berfokus pada penjual di sekitar pertokoan di beberapa pertokoan yang ada di 5 kecamatan. Para pedagang atau pembeli diwajibkan mengetahui ciri-ciri rokok ilegal yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya, tidak memiliki pita cukai resmi dari pemerintah atau menggunakan pita cukai palsu, harga jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi.

“Rokok resmi selalu mencantumkan kode produksi, tanggal pembuatan, dan nama produsen,” ujarnya.

Selain itu, rokok ilegal juga tidak memiliki informasi kesehatan dan kandungan zat beracun (Tar dan Nikotin), kemasan tidak sesuai standar, tidak memiliki Kode Produksi dan Nama Pabrik.

Nengah Suandara menyambung, distribusi rokok ilegal cenderung dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari jangkauan pemeriksaan rutin dan dilakukan secara sembunyi.

Dalam operasi gabungan ini, Satgas telah menyita puluhan ribu batang rokok berbagai merk, antara lain, HD, Connext, Jose, Aslah, IB, 09, Moccacino, Sanmarino, Novem, Velar, Selendang Biru, Bangkit Mild, dan merk lainnya.

Sementara menurut sebaran hasil sitaan, Satgas masing-masing mengamankan 11.132 batang rokok SIM setara 564 bungkus, ditambah 4 bungkus rokok polos, dan 118 bungkus rokok TIS di Kecamatan Tanjung. Di Kecamatan Gangga, berhasil disita sebanyak 9.680 batang atau setara 484 bungkus rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), ditambah 93 bungkus Tembakau Iris (TIS).

Di Kecamatan Kayangan, disita 3.020 batang atau setara 151 bungkus, 20 bungkus rokok SKTF tanpa merk, dan 264 bungkus rokok TIS. Di Kecamatan Pemenang, disita 4.000 batang atau 200 bungkus SKM, 88 bungkus rokok TIS.

“Di Kecamatan Bayan, kami berhasil menyita paling banyak, yaitu 17.740 batang atau setara 887 bungkus SKM, 75 bungkus rokok TIS. Hasil dari penyitaan ini kami jadikan sebagai barang bukti, dan para pelaku usaha yang terlibat diberikan peringatan supaya tidak lagi menjual rokok Ilegal,” tandasnya. (ari)

Marak Pembangunan Vila di Bukit, Blok Pujut Minta Pemda Tegas

0
Vila di bukit kawasan The Mandalika. Pemerintah mesti memperhatikan maraknya pembangunan di atas bukit dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan tidak berdampak pada kemungkinan terjadi bencana alam. (ekbisntb.com/kir)

Maraknya aktivitas pembangunan vila di bukit-bukti sekitar kawasan The Mandalika mengundang keprihatinan elemen masyarakat di Kecamatan Pujut. Ketua Blok Pujut Rata Wijaya pun mengaku miris dan sedih melihat fakta lapangan tersebut. Karena hal itu sama saja artinya dengan mengundang bencana bagi masyarakat di wilayah Kuta dan sekitarnya.

“Terus terang sangat sedih dan miris melihat semua bukit dipangkas tanpa kendali. Kita seolah pasrah alam kita bebas ‘disetubuhi’ investor demi uang,” ungkap Rata Wijaya, kepada Ekbis NTB, Jumat 1 November 2024.

Terlebih, ada kesan tidak ada kontrol dari masyarakat ataupun pemerintah. Investor dengan semaunya membangun dengan cara merusak alam, yakni memangkas bukit-bukit yang ada dengan dalih investasi. Tanpa mempertimbangkan dampak buruk yang bakal dirasakan masyarakat ke depannya, berupa ancaman bencana alam.

“Banjir dan rusaknya ekosistem pantai sudah barang pasti bakal terjadi. Nanti ujung-ujungnya masyarakat yang terdampak hanya dapat dapat kompensasi mie instan satu dus,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap pemerintah daerah tegas dalam hal ini. Aturan tentang green zone atau zona hijau harus ditegakkan. Atau jangan-jangan aturan terkait hal itu tidak ada. “RTRW daerah yang  mengatur tatakelola wilayah green zone dan lain-lain (mungkin) tidak ada,” tambah Rata.

Hal senada juga disampaikan Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri. Menurutnya yang paling penting sekarang bagaimana kemudian pemerintah daerah bisa mengawal dan mengawasi secara ketat pembangunan vila di area bukit di sekitar kawasan The Mandalika supaya benar-benar sesuai aturan, karena rata-rata para investor sudah mulai membangun.

“Misalnya, soal aturan penggunaan lahan. Kalau tidak salah ada aturan yang mengatakan pemanfaatan lahan untuk bangunan maksimal 40 persen. Sisanya sebanyak 60 persen harus dihijaukan. Aturan ini yang penting untuk dikawal oleh pemerintah. Agar dipatuhi dan dijalankan oleh pihak investor,” terangnya.

Supaya kekhawatiran terjadi bencana dampak dari pembangunan di area bukit tersebut bisa diminimalisir. Artinya, kepentingan investasi terjaga. Ancaman bencana yang timbul juga bisa dicegah dengan pengawasan yang ketata dari pemerintah daerah. Jangan dibiarkan tanpa ada pengawasan.

Diakuinya, area perbukitan banyak diburu investor di kawasan The Mandalika karena view yang ditawarkan sangat indah, sehingga banyak investor yang berani berinvestasi untuk bisa membangun di area bukit. Kendati investasi yang dikeluarkan hingga tiga kali lipat dibandingkan jika berinvestasi di tempat yang lain.(kir)

Buah Impor dan Potensi Ancaman Kesehatan

0
Lapak buah Juan yang ada di arena buah Bertais, Minggu, 3 November 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Buah impor kian banyak mengisi ruang ruang lapak pedagang buah di NTB. Buah-buahan yang didatangkan dari luar negeri ini memang unggul dari kualitas rasa dibandingkan buah lokal. Namun, saat ini heboh di tanah air soal buah impor yang mengandung pestisida dengan kadar di atas ambang batas berdasarkan hasil laboratorium otoritas Thailand. Paparan pestisida dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan.

WASPADA dan berhati-hati menjadi penekanan Icha, warga Mataram ketika membeli buah impor seperti buah apel, anggur hingga pir. Kewaspadaan ini penting dilakukannya ketika menonton media sosial atau televisi, jika banyak buah impor, khususnya yang didatangkan dari China banyak yang membahayakan kesehatan.

Secara pribadi dirinya sangat suka buah-buahan impor. Selain ukurannya jumbo, dari sisi rasa juga lebih enak. Tapi, jika tidak memikirkan kesehatan jangka panjang anak dan keluarganya, buah impor bisa jadi  konsumsi wajib tiap hari. Namun, matanya semakin terbuka ketika membuka media sosial, seperti Facebook, TikTok hingga YouTube saat ada ulasan atau tampilan terkait buah-buahan impor.

Dicontohkan ketika menonton apel merah atau apel hijau yang ada bergaris-garis merah. Ia sangat suka dengan apel merah dan sejenisnya, termasuk anggur merah yang rasanya cukup manis. Namun, ketika menonton salah satu konten terkait anggur hijau yang sengaja dicat menggunakan warna merah persis seperti buah apel yang dibeli selama ini, ia langsung semakin waspada membeli buah impor.

“Apa iya anggur yang kita konsumsi selama ini betul -betul tidak ada bahan kimianya atau tidak dicat?” ujarnya penuh tanda tanya.

Karena itu, ketika membeli buah -buahan dan dijadikan konsumsi pribadi atau tamu langsung direndam menggunakan air garam atau dicampur bahan pencuci piring. Namun, ia tetap khawatir bahan kandungan zat kimia masih tersimpan pada buah tersebut. “Jadi kalau buah apel atau pir, jika mau dikonsumsi, kita kupas saja kulitnya. Ini untuk berjaga-jaga saja,” tambahnya.

Menurutnya, yang paling segar adalah buah lokal yang dipetik langsung di pohonnya. Sementara kalau membeli di pasar dikhawatirkan sudah diberikan zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Meski demikian, dirinya ketika membeli buah-buahan lokal tetap membersihkan dengan menggunakan air garam atau campuran pencuci piring agar yakin dengan kehigienisan buah yang dikonsumsi tersebut.

Kondisi serupa dialami pedagang buah di Mataram. Sejak dihebohkan mengandung residu kimia berbahaya, pembelian anggur shine muscat, menurun cukup drastis.

Yoyon, salah satu pedagang buah yang telah berjualan selama 10 tahun menggunakan mobil pick up,  menuturkan penjualan anggur shine muscat menurun drastis. Biasanya, setiap hari anggur shine muscat yang ada di lapaknya ludes terjual dalam sehari. Kini sejak heboh berita anggur tersebut mengandung bahan kimia berbahaya, anggur shine muscat yang dijualnya belum habis bahkan setelah lima hari.

“Agak sepi, biasanya setiap hari sehari habis, sekarang enggak,” katanya saat ditemui Ekbis NTB, Minggu, 3 Oktober 2024.

Yoyon mengatakan pembeli agak takut membeli anggur shine muscat karena adanya berita terkait adanya kandungan zat kimia. Namun, ketersediaan anggur shine muscat di pasar induk tempat ia biasa membeli masih tersedia hingga kini.

“Ngambil di Pasar Induk Sweta. Kalau untuk impor darimana saya kurang tahu, intinya impor,” katanya.

Ia mengaku, dengan menurunnya pembelian anggur shine muscat ini, dirinya sedikit dirugikan. Pasalnya, biasanya setiap hari penjualan anggur seharga Rp45.000-Rp50.000 per kotak ini akan ludes terjual, namun kini, pembelian anjlok karena berita tersebut.

Hal senada disampaikan Juan, pedagang buah di arena buah Cakranegara. Ia mengaku, sejak adanya berita anggur shine muscat berbahaya, rata-rata wisatawan enggan membeli anggur shine muscat asal China.

“Orang bule kalau dia tahu dari China pasti enggak mau beli, kalau dari Amerika, Australia, New Zealand, dia mau beli,” katanya.

Sementara itu, untuk masyarakat lokal dikatakan masih ada beberapa yang membeli anggur shine muscat. Apalagi, tidak semua masyarakat mengetahui informasi terkait anggur impor yang disebut memiliki kandungan zat berbahaya.

“Ada yang tahu, ada yang engga tahu. Jadi yang beli anggur ini masih lumayan banyak,” lanjutnya.

Ia membeberkan, dirinya biasa membeli anggur shine muscat dari dua tempat, yaitu Pasar Induk Bertais dan PT Laris Manis Utama (LMU). Anggur shine muscat yang ia jual berasal dari berbagai negara seperti China, Australia, Amerika, dan New Zealand.

“Dari produknya ada tertulis di kardusnya. Ada yang dari New Zealand, dilihat dari kardus atau keranjangnya. Kalau tulisan Mandarin itu pasti dari China,” ungkapnya.

Meski beberapa pelanggan bule enggan membeli produk China, Juan mengaku rata-rata buah yang ia jual berasal dari negara Tirai Bambu tersebut. “Kebanyakan produk dari China yang menguasai, selebihnya dari negara lain seperti Australia,” ucapnya.

Diakuinya, adanya  berita anggur shine muscat yang mengandung bahan kimia berbahaya tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan buahnya. Meski rata-rata anggur yang ia jual berasal dari China, namun masih banyak warga lokal yang tetap membeli buah impor tersebut.

Demikian pula dikatakan oleh pedagang lainnya yang ada di Arena Buah Cakranegara, Diah, ia mengaku penjualan anggur shine muscat akhir-akhir ini agak sedikit menurun. Namun tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan buah lainnya. “Agak sedikit menurun, tetapi masih banyak juga yang beli walaupun tidak sebanyak sebelumnya,” katanya.

Anggur yang ia jual berasal dari berbagai negara, termasuk China. Ia biasa mengambil buah dari Pasar Induk Bertais dan PT LMU sama seperti Juan. (ham/era)

Meski Buah Impor Dinyatakan Aman, Masyarakat Diharapkan Prioritaskan Konsumsi Buah Lokal

0
Ilustrasi anggur muscat. (ekbisntb.com/ist)

DINAS Ketahanan Pangan Provinsi NTB melalui Bidang Diversifikasi dan Keamanan Pangan pekan kemarin melakukan uji cepat (rapid test) terhadap residu pestisida anggur Shine Muscat. Rapid test dilakukan pada stok yang berada di dua tempat yang menjadi  sentra buah di Kota Mataram yaitu Toko Buah “Fresh Market Jalan Sriwijaya” dan “Central Buah Jalan Panjitilar. Hasil uji rapid test tersebut menunjukkan negatif dari residu. Ini artinya anggur muscat yang beredar saat ini aman dikonsumsi.

Plh. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Muhammad Suadi mengatakan, rapid test ini sebagai langkah investigasi lebih lanjut terkait pemberitaan mengenai anggur Shine Muscat di Thailand.

“DKP Provinsi NTB berkomitmen untuk mengetatkan pengawasan keamanan pangan segar melalui sampling dan uji rapid tes secara berkala guna memastikan keamanan produk yang beredar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kasus bermula di Thailand di mana dilaporkan ditemukan adanya residu pestisida di atas batas aman pada Anggur Shine Muscat yang diimpor dari China. Berkaitan dengan itu, Otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan/Food And Drugs Administration (FDA) Thailand telah mengeluarkan rilis resmi yang menyatakan bahwa produk Anggur Shine Muscat aman untuk dikonsumsi.

Meski hasil pengujian cepat menunjukkan anggur tersebut aman dikonsumsi, Pemprov NTB  melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan good practices sebelum konsumsi buah anggur antara lain, pilih anggur yang memiliki izin edar; cuci dengan air mengalir yang bersih sebelum dikonsumsi.

Di sisi lain, DKP Provinsi NTB juga tengah menggencarkan konsumsi buah lokal yang memiliki keunggulan antara lain dalam hal kesegaran dan kandungan gizi yang tidak kalah dengan buah impor.

Rekomendasi ini selaras dengan Perpres 81 tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Mengonsumsi buah lokal merupakan bagian dari mencintai produk-produk dalam negeri khususnya di sektor pangan. Perpres 81 tahun 2024 ini harus diimplementasikan bersama, sehingga kemandirian pangan kita lebih kuat.

Sebelumnya,  Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama dinas yang menangani urusan Pangan Provinsi selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) melakukan uji cepat (rapid test) terhadap residu pestisida anggur Shine Muscat.

Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangak Yusra Egayanti dalam keterangan resmi, Kamis, 31 Oktober 2024 mengungkapkan, uji rapid test dilakukan di hampir 100 titik kabupaten/kota dan hasilnya sebagian besar 90% negatif, 10 % ada kandungan residu dalam jumlah aman, sehingga aman dikonsumsi.

“Hasil uji rapid test yang dilakukan oleh OKKP ini menunjukkan bahwa anggur muscat yang beredar saat ini aman dikonsumsi, karena dari semua uji rapid tersebut dalam jumlah aman. Sebagian sampel tersebut tetap kami kirim ke laboratorium untuk memastikan kandungannya,” ujar Yusra.

Meskipun hasil pengujian cepat menunjukkan anggur tersebut aman dikonsumsi, NFA juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan good practices sebelum konsumsi buah anggur antara lain: pilih anggur yang memiliki izin edar; cuci dengan air mengalir yang bersih sebelum dikonsumsi.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional juga tengah menggencarkan konsumsi buah lokal. Menurut Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA Rinna Syawal, buah lokal memiliki keunggulan antara lain dalam hal kesegaran dan kualitas karena kita mengonsumsi buah sesuai musimnya,

“Buah-buahan lokal tidak perlu menempuh perjalanan jauh sebelum sampai ke tangan konsumen, sehingga lebih segar dan memiliki cita rasa yang lebih khas,” ujar Rinna.

Ia juga mengungkapkan ajakan konsumsi buah lokal selaras dengan Perpres 81 tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis  Potensi Sumber Daya Lokal.

“Mengonsumsi buah lokal merupakan bagian dari mencintai produk-produk dalam negeri khususnya di sektor pangan. Perpres 81 tahun 2024 ini harus kita implementasikan bersama sehingga kemandirian pangan kita lebih kuat.” ujarnya. (bul)

Utamakan Konsumsi Buah Lokal

0
Ni Nyoman Darmilaswati (ekbisntb.com/ris)

MUNCULNYA informasi produk buah anggur shine muscat asal China yang diduga memiliki kandungan residu pestisida yang melebihi batas aman telah membuat masyarakat khawatir. Sebab buah anggur berwarna hijau kekuningan itu cukup mudah ditemukan di toko-toko buah.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Ni Nyoman Darmilaswati mengatakan, di era pasar bebas seperti sekarang ini, sebenarnya pemerintah daerah tak bisa serta merta melarang datangnya komoditas dari luar negeri, termasuk buah-buahan. Karena itulah konsumen harus bijak memilih produk yang dikonsumsinya agar tak memberi dampak buruk bagi kesehatan.

“Ini era pasar bebas, tapi semua itu tergantung konsumen. Selera konsumen, mau yang luar mau yang lokal. Namun lebih aman memang yang lokal, karena mutunya paling tidak kita tahu pestisidanya mungkin berkurang,” kata Ni Nyoman Darmilaswati kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, Pemprov NTB sudah memiliki peraturan gubernur (Pergub) bela beli produk lokal. Sehingga masyarakat diharapkan lebih mengedepankan produk atau buah lokal yang kandungan bahan kimianya relatif lebih aman. Disamping lebih aman, buah lokal biasanya lebih segar dan lebih murah.

“Kalau dengan lokal itu kita sudah tahu, apa sih yang kita perlakukan dengan tanaman itu. Dari segi luar, buah luar itu menarik, namun belum tentu (bagus) dari segi komposisinya,” katanya.

Khusus untuk produk anggur, petani anggur di NTB jumlahnya masih sedikit. Selama ini, lahan tanaman anggur masih terpusat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur (Lotim). Sebab Bantuan Kementerian Pertanian lebih banyak untuk produk unggulan seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan manggis.

Salah satu areal pertanian anggur di Lombok yaitu di kawasan Wisata Anggur Tajir Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kawasan ini menawarkan pengalaman edukasi tentang budidaya dan petik anggur kepada setiap pengunjung.

Seorang petani anggur bernama Ratnadi memiliki 15 varietas anggur yang ditanam pada lahan seluas 30 are. Di antara varietas tersebut yaitu anggur julian berwarna merah muda, anggur transfigurasi berwarna kuning kemerahan, anggur dixon berwarna jingga kemerahan.

Kemudian ada pula varian anggur everest berwarna merah, anggur lorano berwarna hitam, anggur arcas yang berbentuk lonjong dan hitam, anggur baikonur berwarna merah kehitaman. Selanjutnya ada varian baru anggur basanti berwarna merah kehijauan, anggur jupiter berwarna merah, anggur memory buynenko berwarna merah, maupun anggur pione yang berwarna hitam.

Para pengunjung dapat mencicipi setiap varietas buah anggur yang tumbuh di kawasan Wisata Anggur Tajir, termasuk mempelajari proses pembibitan hingga perawatan. Harga buah anggur yang dijual Ratnadi kisaran Rp80-100 ribu per kilogram. Meski harga anggur lebih tinggi, namun pengunjung tetap membeli karena anggur yang matang di pohon dan dipetik langsung punya citra rasa yang lebih nikmat.(ris)

Pilihlah Buah Organik yang Tak Gunakan Pestisida

0
Ilustrasi buah(ekbisntb.com/ist)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memberikan atensi khusus terkait anggur shine muscat di Thailand yang mengandung senyawa kimia melebihi ambang batas aman yang diizinkan. Mengonsumsi makanan dengan residu pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam merespons isu kontaminasi pestisida berbahaya di buah anggur shine muscat.

Menurut Aji, tiap jenis pestisida memang memiliki risiko kesehatan yang berbeda terhadap manusia. Hal itu tergantung pada senyawa kimia dalam pestisida, jumlah asupan, residu yang ada dalam bahan makanan, dan lama paparan. Dalam jangka panjang, paparan residu pestisida dapat berdampak kepada kesehatan, seperti gangguan kesehatan, gangguan kinerja endokrin, dan gangguan fungsi hati serta ginjal, yang disebabkan oleh pestisida dengan efek sistemik.

“Pestisida dengan efek sistemik diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya dapat bertahan di dalam buah atau bagian tanaman lainnya, bahkan setelah dicuci,” kata dia, dikutip dari Antara.

Adapun pestisida nonsistemik, adalah pestisida yang bekerja di permukaan tanaman, sehingga residunya cenderung menempel di luar dan lebih mudah dihilangkan melalui pencucian. Paparan pestisida nonsistemik dalam jangka panjang dengan dosis tertentu dapat menimbulkan gangguan neurologis dan hormon.

Oleh karena itu, Aji mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan sejumlah hal saat mengolah sayur dan buah-buahan, seperti mencuci buah secara seksama dengan air mengalir atau merendam dengan larutan tertentu, seperti larutan garam atau cuka, untuk mengurangi residu pestisida.

Ia juga menyarankan untuk memilih produk buah organik yang tidak menggunakan pestisida dan memilih buah yang bisa dikupas untuk dikonsumsi. Selain itu, jangan lupa memeriksa label untuk melihat negara asal dan informasi terkait sertifikasi keamanan pangan yang dapat memberikan penjelasan tentang kualitas pengelolaan pestisida yang dilakukan oleh perusahaan penghasil buah tersebut.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri menyatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait kandungan residu pestisida yang melebihi ambang batas pada produk anggur Shine Muscat. Bapanas adalah lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan izin edar dan pengawasan terhadap peredaran pangan segar.(ris)

Karantina NTB Sebut Buah Impor yang Beredar di Pasaran Aman

0
Agus Mugianto (ekbisntb.com/ist)

BALAI Karantina Provinsi NTB memastikan buah-buah impor yang masuk dan beredar di pasaran aman dikonsumsi. Pasca kabar anggur muscat luar negeri yang mengandung residu pestisida tinggi yang berisiko terhadap kesehatan konsumen.

Badan Karantina Indonesia telah menyatakan, seluruh komoditas hewan, ikan dan tumbuhan termasuk produknya, seperti buah yang masuk ke Indonesia telah melalui proses pengawasan dan pemeriksaan karantina. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan proses pemeriksaan komoditas pangan impor yaitu di pre-border dan at-border.

Pemeriksaan pre-border dilakukan saat komoditas tersebut belum masuk ke Indonesia, yaitu dilakukan analisis risiko di negara asal. Sedangkan pemeriksaan karantina at-border dilakukan secara fisik, dokumen maupun pemeriksaan laboratorium setiap kali komoditas tersebut masuk melalui tempat pemasukan seperti pelabuhan dan bandara, yang bertujuan untuk memastikan bahwa komoditas tersebut telah memenuhi persyaratan karantina termasuk persyaratan keamanan pangan sesuai yang dipersyaratkan.

Barantin melakukan analisis risiko terhadap komoditas buah impor baik terhadap kemungkinan terbawanya hama dan penyakit melalui media pembawa tersebut, juga risiko keamanan pangannya. Hal tersebut sesuai mandat Undang-Undang No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang mengamanatkan tentang pengawasan dan/atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan.

Selain itu, fungsi pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan terhadap seluruh media pembawa telah dilakukan melalui sistem karantina digital pre-border yang sudah terintegrasi yaitu melalui Prior Notice. Melalui Prior Notice, seluruh pelaku usaha di negara asal wajib mengirimkan dokumen pendukung sebagai langkah antisipasi sebelum komoditas tersebut sampai di Indonesia.

Dengan demikian, prosedur pemasukan komoditas ke Indonesia tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih aman dan memenuhi aspek biosecurity protection. Data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Barantin, bahwa total sertifikasi pemasukan impor anggur ke Indonesia dari Januari hingga September 2024 adalah sebanyak 78.538 ton dari berbagai negara seperti dari China, Australia, Peru, Chile, dan India. Sedangkan khusus untuk Anggur Muscat dari China, jumlah pemasukan sesuai sertifikasi karantina yaitu sebanyak 681 ton selama periode Januari hingga September 2024.

Setiap importasi buah anggur telah dilakukan pengujian residu pestisida termasuk Klopirifos (Chlorpyirifos) di negara asal oleh laboratorium terakreditasi yang telah diregistrasi oleh Barantin dan dibuktikan dengan sertifikat hasil uji atau Certificate of Analysis (COA).

Barantin juga melakukan monitoring terhadap komoditas yang dimasukkan ke dalam wilayah NKRI dengan pengambilan sampel dan pengujian keamanan pangan (termasuk residu pestisida, logam berat, mikotoksin dan cemaran mikrobiologi). Monitoring ini bertujuan untuk menjaga dan memastikan kepatuhan negara pengekspor dalam pemenuhan persyaratan karantina untuk keamanan pangan.

Sebagai informasi, ada 3.561 jenis Pangan Segar Asal Tumbuhan/ PSAT, seperti apel, anggur, beras, kiwi, kedelai, bawang, jamur, seledri, brokoli, strawberi, kacang almond, jeruk, dan cabai kering juga telah dilakukan monitoring pengujian terhadap keamanan pangan, termasuk di dalamnya ada 772 pengujian terhadap anggur dengan parameter pestisida.Hasil monitoring terhadap produk impor buah anggur oleh Barantin hingga saat ini menunjukkan hasil dibawah ambang batas residu.

Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugianto melalui Syarron Hudiwaku, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Balai Karantina NTB, Kamis, 31 Oktober 2024 menegaskan, NTB tidak termasuk pintu masuk impor buah segar.

Pada Permentan nomor 42 tahun 2012, pemasukan buah segar di wilayah RI hanya ada di empat pintu masuk. Diantaranya, Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Laut Belawan  Medan, Badan Udara Soekarno Hatta, dan Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makasar (Sulawesi).

“Setiap ada buah impor segar yang masuk dari pintu-pintu masuk ini. biasanya dilakukan pengujian langsung. Karena NTB bukan merupakan pintu masuk, sehingga kita tidak melakukan pengujian langsung di NTB,” ujarnya.

Mengacu pada hasil pengujian yang dilakukan pada setiap pintu masuk, setiap buah segar yang beredar berarti sudah aman dari residu dibawah ambang batas. “Per September (2024) ini, masih menunjukkan residu dibawah ambang batas. Masih aman,” tandasnya.(bul)

Hasil Rapid Test Anggur Muscat Negatif, Bapanas Terus Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan

0
Proses pemeriksaan anggur muscat dan tidak menemukan kandungan zat berbahaya seperti pestisida.(ekbisntb.com/ist)

HASIL rapid test yang dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) bersama dinas yang menangani pangan di daerah selaku OKKPD menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat di peredaran aman dikonsumsi.

Namun demikian, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi meminta OKKP dan OKKPD agar terus memperkuat pengawasan keamanan pangan segar di peredaran.

“Alhamdulillah hasil pengujian rapid test yang dilakukan oleh OKKP di daerah terhadap anggur Shine Muscat di peredaran menunjukkan hasil yang negatif. Namun demikian, Saya sudah minta kepada seluruh tim di keamanan pangan segar agar terus memperkuat pengawasan, dari rapid test lanjut dengan pengujian secara berkala, sehingga masyarakat atau konsumen secara umum aman dan nyaman,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Jumat 1 November 2024 di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Yusra Egayanti mengatakan, meskipun hasil sampling rapid test menunjukkan hasil negatif, pihaknya bersama OKKPD terus memperluas cakupan sampling rapid test di daerah untuk memperkuat kepastian keamanan pangan anggur Shine Muscat tersebut.

“Sejak dua hari terakhir kami bersama teman-teman daerah terus melakukan sampling rapid test anggur Shine Muscat ini di berbagai lokasi, baik di pasar tradisional, retail modern, hingga ke pelaku usaha/importir. Rapid test ini terus kita gencarkan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Yusra ketika dihubungi Kamis 31 Oktober 2024.

Adapun sejak 29 hingga 30 Oktober 2024 rapid test dilakukan di hampir 100 sampel di provinsi dan kabupaten/kota. “Per tanggal 31 Oktober 2024, pengambilan sampel kita perluas sehingga totalnya mencapai 187 sampel yang berasal dari 18 Provinsi dan 42 Kab/Kota di seluruh Indonesia. Sampel ini tersebar di berbagai titik yaitu di importir, pasar tradisional, retail modern dan toko/kios buah,” jelas Yusra.

Lebih lanjut Yusra menjelaskan bahwa, untuk memperkuat jaminan keamanan pangan tersebut, selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium terhadap sampling rapid test sehingga hasil yang didapatkan dari rapid test dapat lebih akurat, lebih valid, dan memberikan kepastian terhadap jaminan keamanan pangan segara di peredaran.

“Uji laboratorium ini kita lakukan sebagai bentuk penguatan pengawasan keamanan pangan sebagaimana arahan Kepala Badan Pangan Nasional, di mana hasilnya nanti tentu akan memberikan keyakinan yang lebih kuat lagi terhadap keamanan pangan segar, khususnya anggur Muscat ini,” pungkas Yusra. (r)