Friday, April 17, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 504

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke NTB Lebih dari 2 Juta, Tamu Menginap  1,7 Juta Orang

0
Wahyudin (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat jumlah wisatawan yang menginap di hotel berbintang dan nnon bintang di NTB sejak Januari – Oktober 2024 sebanyak lebih dari 1,7 juta orang atau angka tepatnya 1.770.594 orang. Namun demikian, jumlah tamu berbeda dengan jumlah wisatawan secara keseluruhan yang datang ke NTB.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, selama periode Januari – Oktober 2024 tamu luar negeri yang menginap di hotel sebanyak 612.228 orang, sementara tamu dalam negeri sebanyak 1.158.366 orang.

“Jumlah tamu yang menginap tak sama dengan jumlah wisatawan. Ini hanya menginap di hotel, tak dihitung orang-orang yang datang ke NTB melalui kapal pesiar, misalnya singgah di Gili Mas masuk ke Lombok, kemudian orang yang naik ke gunung tidur di tenda, itu semua wisatawan namun tak tercatat sebagai tamu hotel,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita resmi statistik yang berlangsung di Kantor BPS, Senin 2 Desember 2024.

Ia mengatakan, rata-rata lama menginap wisatawan di NTB masih pendek. Sebagai gambaran rata-rata lama menginap (RLM) tamu di hotel bintang pada Bulan Oktober 2024 sebesar 1,85 hari, kemudian rata-rata lama menginap tamu di hotel non bintang pada Bulan Oktober 2024 selama1,49 hari.

“Untuk memperpanjang rata-rata lama menganip caranya bagaimana, tentu dengan meningkatkan pelayanan kita. Termasuk menyiapkan atraksi-atraksi lokal, venue-venue untuk mereka bisa berwisata, tingkatkan kualitasnya, sehingga mereka bisa lebih lama, disamping kita harus meningkatkan masalah keamanan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin mengatakan, data yang tersaji di BPS hanya jumlah orang menginap di hotel. Sehingga pihaknya yakin bahwa banyak wisatawan yang tak menginap, misalnya mereka yang memilih berwisata dengan cara camping. Di dalam catatannya, jumlah wisatawan ke NTB hingga November kemarin sekitar 2,2 juta orang, baik domestik maupun mencanegara.

“Mudahan ini persepsi kita bisa bertemu. Target kita 2,5 juta wisatawan. Data kami, dari beberapa pintu masuk di Lombok kemudian dari Labuan Bajo banyak yang datang menggunakan kapal phinisi ke Teluk Saleh untuk melihat hiu paus,” kata Jamaluddin.

Ia memprediksi angka target kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak 2,5 juta tahun 2024 tak bisa tercapai. Hal tersebut lantaran terganjal oleh sejumlah tantangan atau hambatan, sehingga arus wisatawan yang datang ke Lombok – Sumbawa tak bisa sesuai dengan prediksi.

Jamaluddin mengaku salah satu tantangannya yaitu kebijakan nasional berupa pembatasan perjalanan dinas Kementerian/Lembaga. Sehingga kegiatan MICE atau rapat-rapat dan konvensi urung dilaksanakan di daerah ini yang selama ini menjadi jualan NTB.

“Kami memang target 2,5 juta wisatawan. Kalau tahun kemarin kita targetkan 2 juta wisatawan, namun bisa terpenuhi 2,2 juta. Sekarang ini sudah tercapai 2,2 juta lebih. Mudahan dengan beberapa event bisa menambah jumlah wisatawan yang datang,” ujarnya.(ris)

Di Bawah Target Pemerintah, November 2024, NTB Alami Inflasi 1,46 Persen

0
Kepala BPS NTB. Wahyudin (tengah) saat memberikan keterangan, Senin kemarin. (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Pada November 2024 terjadi inflasi tahun ke tahun (y-on-y) Provinsi NTB sebesar 1,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,55. Angka tersebut di bawah target pemerintah yang menetapkan target inflasi Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen atau dengan rentang 1,5 – 3,5 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yang paling besar yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,87 persen.

Kemudian inflasi dipengaruhi oleh kelompok pendidikan sebesar 3,82 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,99 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,87 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,15 persen.

Selanjutnya inflasi didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,94 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,63 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,60 persen.

Ia mengatakan, seluruh wilayah kabupaten/kota IHK di Provinsi NTB mengalami inflasi (m-to-m) pada bulan November 2024 seperti Kota Mataram dengan angka inflasi m-to-m sebesar 0,58 persen dan inflasi y-on-y sebesar 1,82 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan inflasi m-to-m sebesar 0,58 persen dan inflasi y-on-y sebesar 0,64 persen. Terakhir inflasi Kota Bima dengan inflasi m-to-m sebesar 0,43 dan inflasi y-o-y sebesar 2,5 persen.

Menurut Wahyudin, target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen tak hanya berlaku di tahun 2024 ini saja, namun akan terus berlanjut di tahun 2025 sesuai dengan pemaparan Kepala Bank Indonesia Perry Warjio dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang berlangsung secara hibrid Jumat 29 November 2024 lalu.

“Di Jumat malam kemarin, kita hadir di Bank Indonesia untuk ikuti high level meeting BI, target inflasi 2025 masih sama dengan 2024. Target pertumbuhan ekonominya 5-6 persen. Kita berharap TPID mampu menjaga inflasi hingga akhir tahun dalam target yang telah ditetapkan,” tutup Wahyudin. (ris)

AP Indonesia Turunkan Biaya Pelayanan Penumpang 50 Persen

0
Ilustrasi Aktivitas Bandara(ekbisntb.com/bul)

Tangerang (ekbisntb.com) – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola 37 Bandara penerbangan di tanah air secara resmi menetapkan penurunan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50 persen bagi penumpang pesawat dan maskapai selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Penurunan tarif kebandaraudaraan ini dilakukan sebagai langkah besar untuk memberikan dampak langsung dalam penurunan harga tiket pesawat selama masa angkutan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mendatang.

“Ini sejalan dengan Surat Menteri Perhubungan Nomor PR.303/1/20/MHB/2024 perihal Pengenaan Potongan Harga Tarif Jasa Kebandarudaraan,” kata Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi di Tangerang, Senin.

Menurut dia, penurunan tarif bagi penumpang pesawat berupa potongan harga tarif sebesar 50 persen ini diberikan atas Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau juga dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC).

Masa berlaku terhadap tarif promo ini di seluruh Bandara InJourney Airports yang berjumlah 37 Bandara dan di seluruh rute penerbangan domestik kelas ekonomi untuk periode pemesanan tiket pada 1 Desember 2024 – 3 Januari 2025 dengan keberangkatan penerbangan pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru yakni 19 Desember 2024 – 3 Januari 2025.

“Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan InJourney sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata mendukung adanya penurunan harga tiket pesawat untuk membantu mobilitas masyarakat dan membangun ekonomi. Sejalan dengan ini, InJourney Airports sebagai operator 37 bandara menetapkan potongan harga tarif sebesar 50 persen atas PJP2U yang kemudian akan mempengaruhi nominal harga tiket pesawat,” terangnya.

Ia menambahkan, PJP2U merupakan tarif atas pelayanan di bandara dan dititipkan dalam tiket pesawat. Dengan kata lain, ketika calon penumpang pesawat membeli tiket penerbangan, maka nominal tiket penerbangan itu sudah termasuk tarif PJP2U.

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat yang sudah dinanti masyarakat serta sebagai upaya InJourney Airports untuk semakin menggairahkan penerbangan di dalam negeri yang kemudian berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Fahmi, bahwa kehadiran InJourney Airports salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kontribusi bandara terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.

“Kami berharap adanya potongan harga tarif atas PJP2U pada momentum libur panjang akhir tahun ini dapat semakin menggairahkan perekonomian masyarakat dan mendorong destinasi wisata di dalam negeri untuk menjadi tujuan utama masyarakat saat berlibur,” katanya.

Ia mengungkapkan, bagi calon penumpang pesawat juga bisa menanyakan atau menghubungi langsung maskapai perihal adanya penurunan tarif PJP2U ini, yang mana pembayarannya dititipkan di harga tiket pesawat.

Penurunan tarif PJP4U

Di samping memberikan penurunan tarif PJP2U, InJourney Airports menetapkan potongan harga tarif sebesar 50 persen atas Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) bagi maskapai penerbangan yang juga berlaku di seluruh bandara InJourney Airports pada masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yakni 19 Desember 2024 – 3 Januari 2025.

Potongan harga tarif PJP4U ini merupakan salah satu bentuk dukungan InJourney Airports terhadap berbagai pihak dalam ekosistem aviasi.

“Potongan harga tarif sebesar 50% atas PJP4U diterapkan untuk pendaratan (landing fee) dan penempatan pesawat (parking fee) saat berada di bandara sebagai bentuk dukungan InJourney Airports kepada maskapai. Kami mengedepankan pengelolaan bandara berbasis ekosistem, di mana seluruh pihak saling bersinergi demi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap dia. (ant)

NTP Seluruh Subsektor Pertanian NTB Diatas Seratus, Ini Artinya

0
Petani di Lotim sedang mengolah lahannya. Pada musim tanam akhir tahun 2024 ini, Pemkab Lotim memastikan pupuk bersubsidi aman. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan November 2024 sebesar 122,27 atau naik 1,46 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 2,05 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,59 persen.

Dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Senin, 2 Desember 2024, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin menyampaikan, NTP di NTB bernilai di atas 100 untuk semua subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 122,74. Subsektor Hortikultura sebesar 159,25. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 110,20. Subsektor Peternakan sebesar 109,29. Dan Subsektor Perikanan sebesar 104,12.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP juga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Kenaikan NTP ini mengindikasikan peningkatan daya beli petani di NTB.

Kenaikan NTP ini didorong oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,05%, yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,59%. Artinya, harga produk pertanian yang dijual petani mengalami kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa yang mereka beli.

Kenaikan NTP juga dipengaruhi oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi NTB sebesar 0,84%. Kenaikan IKRT ini disebabkan oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, seperti makanan, minuman, pakaian, perumahan, dan transportasi.

Wahyudin menambahkan, kenaikan NTP dan IKRT ini memiliki implikasi positif bagi perekonomian NTB, terutama sektor pertanian. Peningkatan daya beli petani akan mendorong peningkatan konsumsi dan investasi di sektor pertanian. Selain itu, kenaikan harga produk pertanian juga akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Pemerintah daerah perlu memanfaatkan momentum kenaikan NTP ini untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan penyuluhan pertanian. Peningkatan infrastruktur pertanian seperti irigasi, jalan usaha tani, dan pasar. Pengembangan pasar melalui diversifikasi produk dan peningkatan akses ke pasar. Penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan daya tawar petani.(bul)

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Nusra Sudah Mencapai Rp6,68 Triliun

0
Samingun(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Penerimaan pajak di wilayah Kanwil DJP Nusa Tenggara (NTB, NTT) sampai 29 November 2024 sudah mencapai Rp6,68 triliun. Atau sebesar 85,42 persen dari total target penerimaan pajak tahun 2024 sebesar Rp7,82 triliun.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Kanwil DJP Nusra kepada media ini, Kepala Kanwil DJP Nusra, Samingun menjelaskan, penerimaan pajak tahun ini tetap on the track.

“Insyaallah sih tercapai (target). Bisa terkejar bahkan 100 persen lebih,” katanya.

Optimisnya penerimaan pajak di NTB dan NTT ini, menurut Samingun, didukung oleh konsumsi masyarakat bagus. sebagaimana dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, dipaparkan, ditengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kinerja perekonomian NTB tetap terjaga baik dan tumbuh 6,22% pada triwulan III 2024.

Perkembangan positif tersebut ditopang oleh terjaganya kinerja konsumsi rumah tangga dan ekspor luar negeri yang tumbuh tinggi seiring relaksasi ekspor konsentrat tembaga hingga akhir tahun. Sementara secara sektoral, akselerasi sektor pendukung pariwisata dan berlanjutnya kinerja positif sektor pertanian dan pertambangan menopang kinerja positif ekonomi NTB.

Lebih tangguhnya ekonomi NTB di tahun 2024, juga didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang tetap solid, kondisi ini terlihat dari pertumbuhan kredit yang tetap tinggi pada kisaran target 10-12% dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Sejalan dengan itu, tekanan inflasi selama tahun 2024 juga tercatat terkendali, tingginya tekanan harga komoditas pangan pada triwulan I 2024 telah berangsur turun dan kembali normal, hingga Oktober 2024 inflasi tahunan Provinsi NTB tercatat sebesar 1,44%.

“Dilihat dari pemaparan BI, konsumsi rumah tangga bagus. otomatis PPN juga bagus,” tambahnya.

Pada bagian lain, Samingun juga menjelaskan soal rencana pemerintah menaikan tarif PPN sebesar 1 persen atau menjadi 12 persen pada awal tahun 2025. Sampai dengan saat ini, Kanwil DJP Nusa Tenggara sedang melakukan simulasi dampak kenaikan PPN 1% terhadap penerimaan, karena banyaknya variabel dan faktor yang mempengaruhi penghitungan peningkatan potensi, sehingga angka pasti atas perhitungan tersebut belum muncul.

Sesuai Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) telah ditetapkan penyesuaian tarif PPN yang semula 10% menjadi 11% yang berlaku pada tanggal 1 April 2022 dan 12% yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025. Kenaikan tarif PPN tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari DPR, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dimaksud.

Sesuai pasal 4 UU PPN, PPN dikenakan atas, penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha. Impor Barang Kena Pajak. Penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha. Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.

Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak. Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak. Ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

Namun demikian, pemerintah menetapkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung iklim investasi. Yaitu dengan, penyerahan (jual beli) atas barang kebutuhan pokok berupa beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan dan sayur-sayuran tidak dikenakan/bebas PPN. Demikian pula penyerahan jasa pelayanan kesehatan, jasa pelayanan sosial, jasa keuangan, jasa asuransi, jasa pendidikan, jasa transportasi umum, dan jasa ketenagakerjaan juga dibebaskan dari pengenaan PPN, tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi atau daya beli masyarakat.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung iklim investasi di Indonesia, pembebasan PPN juga diberikan atas impor dan penyerahan barang/jasa strategis tertentu pada sektor industri manufaktur, pertanian, perikanan, peternakan, kesehatan dan Pendidikan.(bul)

NTB Siap Selenggarakan “Ite Begawe Fest 2024”

0
Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME., bersama tim dari Kementerian Perindustrian melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si., di Kantor Gubernur NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen penuh untuk menyukseskan Ite Begawe Fest 2024, sebuah event nasional yang bertujuan mempromosikan industri lokal sekaligus mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Acara ini direncanakan menjadi momentum strategis untuk memperkuat citra NTB sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis industri kreatif.
Dalam upaya persiapan, Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME., bersama tim dari Kementerian Perindustrian melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si., di Kantor Gubernur NTB, Rabu , 29 November 2024. Pertemuan tersebut membahas finalisasi konsep dan teknis pelaksanaan acara.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan Ite Begawe Fest.

“Ini adalah acara bersama, bukan hanya milik Dinas Perindustrian, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat NTB. Tidak hanya di Mataram, kabupaten/kota lainnya juga harus berkontribusi aktif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang menjadikan NTB sebagai lokasi utama dalam gerakan BBI tahun 2024.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, menjelaskan bahwa Ite Begawe Fest dirancang sebagai agenda tahunan, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB.

“Event ini bukan hanya mendukung BBI, tetapi juga memberikan daya tarik pariwisata bagi NTB,” ungkapnya.

Dengan tagline Kilau Sejuta Karya, acara ini akan menampilkan berbagai produk unggulan lokal NTB dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Sebanyak 350 IKM akan mengikuti pra-pendampingan, yang nantinya akan diseleksi menjadi 100 IKM untuk mendapatkan pendampingan intensif, dan akhirnya dipilih 30 IKM terbaik sebagai perwakilan utama dalam acara tersebut.

“Ite Begawe Fest menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Kami ingin produk NTB tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai masyarakat,” ujar Nuryanti.

Event ini merupakan bagian dari gerakan nasional BBI, BBWI (Bangga Berwisata di Indonesia), dan pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN). Fokus utamanya tidak hanya pada pameran dan promosi, tetapi juga apresiasi atas kreativitas para pelaku IKM lokal.

Melalui Ite Begawe Fest, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal, serta menjadikan NTB sebagai contoh daerah yang berhasil memadukan potensi lokal dengan inovasi modern.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar acara ini,” tutup Nuryanti.

Acara ini diyakini akan menjadi kebanggaan baru NTB dan menjadi katalisator bagi kemajuan industri kreatif di daerah.(bul)

Dietisien: Tempe Produk Nabati yang Baik untuk Jantung

0
Ilustrasi Tempe(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Dietisien dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Fitri Hudayani mengatakan tempe merupakan salah satu produk nabati yang dapat memberikan manfaat dalam kesehatan salah satunya baik untuk jantung.

“Mengandung lemak tidak jenuh, baik untuk kesehatan jantung, serta nilai ekonomi yang relatif mudah didapatkan oleh seluruh kalangan masyarakat,” kata Fitri kepada ANTARA, Senin.

Fitri mengatakan konsumsi produk nabati seperti tempe memberikan manfaat dalam diet sehari-hari dan sebagai bagian dari pencegahan serta penanganan beberapa penyakit tertentu.

Tempe juga memiliki sumber energi dan protein yang baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi harian, serta mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

“Tempe juga menyediakan sumber serat yang baik sehingga dapat membantu dalam menyehatkan saluran cerna,” tambah Fitri.

Untuk mendapatkan manfaat tempe sebagai sumber produk nabati yang memiliki lemak baik, maka ia mengatakan pengolahan tempe harus tepat agar tidak menghilangkan manfaatnya.

Tempe bisa diolah dengan cara di tumis, rebus atau kukus agar nilai lemaknya tetap terjaga dan tetap sehat dikonsumsi sehingga bisa mendapatkan manfaat lemak baik dari tempe.

Sebaliknya jika tempe dikonsumsi dengan cara digoreng, akan meningkatkan kandungan lemaknya dan membuat berbagai masalah penyakit.

“Pengolahan tempe memang sebaiknya tidak dijadikan olahan yang tinggi lemak, misalnya digoreng kering sehingga akan meningkatkan kandungan lemaknya,” katanya.

Fitri mengatakan tempe juga mudah didapat sehingga memungkinkan masyarakat bisa dengan mudah mengonsumsi tempe sebagai sumber protein nabati yang sehat.

Popularitas tempe tidak hanya ada di Indonesia namun juga beberapa kali disebut dalam acara internasional atau belakangan ini muncul dalam anime Jepang “Shokugeki No Souma” atau Food War.

Dalam anime itu, karakter Isshiki Senpai menyebutkan tempe adalah makanan fermentasi kedelai dari Indonesia yang merupakan makanan tradisional yang sudah ada sejak 400 tahun yang lalu. (ant)

Emas Antam 2 Desember Turun Rp5.000 ke Angka Rp1,509 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin 2 Desember 2024 mengalami penurunan Rp5.000 dari sebelumnya Rp1.514.000 per gram menjadi Rp1.509.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun menjadi Rp1.356.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp804.500

– Harga emas 1 gram: Rp1.509.000

– Harga emas 2 gram: Rp2.958.000

– Harga emas 3 gram: Rp4.412.000

– Harga emas 5 gram: Rp7.320.000

– Harga emas 10 gram: Rp14.585.000

– Harga emas 25 gram: Rp36.337.000

– Harga emas 50 gram: Rp72.595.000

– Harga emas 100 gram: Rp145.112.000

– Harga emas 250 gram: Rp362.515.000

– Harga emas 500 gram: Rp724.820.000

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.449.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Dinkes Mataram Raih Penghargaan TPKJM Terbaik Tingkat NTB

0
H. Emirald Isfihan (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, berhasil meraih penghargaan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) terbaik tingkat Provinsi NTB.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Sabtu (30/11) mengatakan, keberhasilan Kota Mataram meraih penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas semangat dan kerja tim dalam menangani masalah orang dengan gangguan jiwa (OGDJ)dan kesehatan mental masyarakat lainnya.

“Penghargaan itu kami terima dari Pemerintah Provinsi NTB, pada Kamis (28/11-2024),” katanya.

Dikatakan, TPKJM sudah terbentuk pada 10 kabupaten/kota se-NTB, namun dalam pengelolaan dan pelaksanaan, TPKJM Kota Mataram menjadi yang terbaik karena dinilai memiliki komitmen dan mampu  meningkatkan pemahaman dan membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan.

“Melalui TPKJM kami bekerja sama dan berkoordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa dan psikososial,” katanya.

Dalam penanganan dan edukasi kesehatan jiwa, katanya, PKJM Kota Mataram selama ini bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) NTB, puskesmas, Dinas Sosial, Satpol PP, pihak kecamatan, kelurahan, lingkungan, dan semua pihak terkait.

“Alhamdulillah, selama ini tim kami selalu kompak melakukan penanganan OGDJ dan pencegahan kesehatan jiwa masyarakat,” katanya.

Seperti penanganan kasus OGDJ di Kelurahan Bintaro Ampenan, dan Kekalik, yang mengamuk sambil membawa pisau. “Atas kerja sama tim, OGDJ tersebut berhasil kami tangani dan masuk untuk perawatan di RSJ,” katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan jiwa, TPKJM Kota Mataram melaksanakan program pemeriksaan gangguan mental di 11 unit kerja tingkat Kota Mataram.

Skrining kesehatan jiwa tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi membahas bersama mengatasi permasalahan kesehatan jiwa di masing-masing unit kerja.

“Kami juga memanfaatkan Balai Harum sebagai tempat untuk pelaksanaan sosialisasi tentang kesehatan jiwa secara berkala,” katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram juga menyasar dunia pendidikan dengan membentuk sekolah model sehat jiwa di SMPN 5 dan SMPN 7 Mataram.

“Di sekolah itu kami bentuk kader kesehatan jiwa dari siswa, yang bertugas menjadi agen melakukan sosialisasi kesehatan jiwa pada teman sebaya mereka,” katanya.

Melalui TPKJM Kota Mataram itu, tambah Emirald, petugas kesehatan di Kota Mataram tidak lagi pasif menunggu pasien di fasilitas kesehatan sebaliknya aktif berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam upaya penanganan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa. (ant)

APBD 2025, Pemkot Mataram Alami Defisit Rp66,9 Miliar

0
Lalu Alwan Basri. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025 mencapai Rp1,8 triliuan lebih. Dari anggaran tersebut, terjadi defisif mencapai Rp66,9 miliar. Kekurangan anggaran dipastikan tidak mengganggu program organisasi perangkat daerah teknis.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang juga Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan, kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025 mengalami defisit mencapai Rp66,9 miliar. Defisit disebabkan karena pengalokasian gaji aparatur sipil negara dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, belanja wajib dan lain sebagainya. Namun, pihaknya telah melakukan penyeimbangan terhadap postur anggaran. Salah satunya mengurangi alokasi gaji yang seharusnya 14 bulan menjadi 10 bulan. Kekurangan alokasi anggaran untuk gaji akan ditutupi pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. “Kalau kita normalkan semuanya maka terjadi defisit Rp66,9 miliar, maka salah satu yang dilakukan ada mengurangi gaji dari sebelumnya 13-14 bulan menjadi 10 bulan,” jelas ditemui pekan kemarin.

Postur APBD Kota Mataram tahun 2025 dengan rincian, total pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp1.814.712.394.539, dengan rincian pendapatan asli daerah Rp567.839.758.149 dan pendapatan transfer Rp1.246.872.636.390. Belanja daerah dianggarakan Rp1.881.812.394.539,00.  Terdiri dari belanja operasional Rp1.564.626.101.165, belanja modal Rp306.444.943.374, dan belanja tak terduga Rp7.000.000.000,00.

Sekda memastikan kekurangan anggaran dapat ditutupi sehingga tidak akan mengganggu program dari masing-masing organisasi perangkat daerah. Untuk menutupi kekurangan anggaran dioptimalkan dengan pendapatan asli daerah mencapai Rp595 miliar di tahun 2025. Pihaknya tidak hanya menggenjot PAD dari pajak dan retribusi daerah, melainkan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah lainnya.

Oleh karena itu, pimpinan organisasi perangkat daerah diminta untuk mencari sumber pendapatan daerah yang baru sehingga dapat membantu menutupi pembiayaan lainnya. “Sumber PAD terbesar adalah pajak. Kalau yang dilakukan normal saja oleh BKD. Kita inginkan lagi tidak menggenjot tetapi mencari sumber baru sehingga perangkat daerah diharapkan berinovasi,” demikian kata Sekda. (cem)