Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 49

Wamen PKP RI Dijadwalkan Resmikan Perumahan di Soro

0
Wamen PKP RI Dijadwalkan Resmikan Perumahan di Soro
Kawasan pemukiman warga yang ditangani melalui program PPKT tahun 2025 berhasil diselesaikan pengerjaannya. (Suara NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Wakil Mentri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, H Fahri Hamzah dijadwalkan akan hadir di Kabupaten Dompu meresmikan perumahan yang dibangun di Desa Soro, Kecamatan Kempo, pada tahun 2025. Sebanyak 86 unit rumah ini dibangun sebagai upaya pengentasan permukiman kumuh terpadu (PPKT).

Tidak hanya pemukiman yang dibangun dengan sistem swakelola, tetapi juga menyiapkan sarana air bersih, saluran drainase dan akses jalan. Program PPKT Desa Soro ini, menjadi pencontohan secara nasional dan merupakan kolaborasi lintas intansi pemerintah pusat dan daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Dompu, Agus Salim, S.Sos., Senin (2/2/2026) mengungkapkan, pembangunan 86 unit rumah untuk program PPKT Desa Soro telah rampung dikerjakan. Termasuk sarana prasarana penunjang dalam program pembangunan ini. “Alhamdulillah, semua pembangunan sudah rampung dikerjakan,” ungkapnya.

Enam unit rumah yang sempat terlambat dikerjakan, karena lahannya menjadi akses mobilitas barang dalam pembangunan rumah di bagian belakang, juga sudah tuntas dikerjakan.

Hasil koordinasi timnya bersama dari Kementriann PKP, Wakil Mentri dijadwalkan akan hadir meresmikan program ini. “Kita masih menunggu jadwal pak Wamen untuk kita agendakan peresmiannya,” jelasnya.

Agus Salim mengaku, masih banyak pemukiman kumuh di Kabupaten Dompu yang menjadi pekerjaan rumah untuk dituntaskan. Hal ini juga telah diajukan ke Kementerian PKP untuk diintervensi, termasuk lanjutan program PPKT di Desa Soro. (ula)

100 Unit RTLH di Kawasan Jempol Bakal Ditangani

0
100 Unit RTLH di Kawasan Jempol Bakal Ditangani
Rizqi Helfiansyah (suarantb.com/ils)

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa, memastikan penanganan terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan Jempol. Tujuannya guna mengentaskan kawasan kumuh.

“Kita sudah lakukan penataan kawasannya di tahun 2025, makanya kita akan lanjutkan untuk penanganan RTLH nya di tahun 2026 sehingga kawasan tersebut akan lebih tertata,” kata Kadis PRKP melalui Kabid Kawasan Permukiman, Rizqi Helfiansyah, kepada Suara NTB, Senin (2/2/2026).

Pemerintah sebelumnya sudah mengusulkan 124 kepala keluarga sebagai penerima bantuan penanganan RTLH. Data itupun dipastikan sudah eligible berdasarkan Data Terpadu Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sudah tidak ada masalah lagi.

“Dari 124 yang kita usulkan hanya 100 unit saja yang disetujui untuk proses lebih lanjut. Kami pun akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Dikatakannya, penanganan terhadap rumah tidak layak huni ini tetap menjadi atensi pemerintah untuk ditangani sejak beberapa tahun terakhir. Sebab masih banyak RTLH yang belum ditangani dari total keseluruhan sebanyak 47.000 unit di Sumbawa.

“Setiap tahun pasti ada yang kita tangani, tahun kemarin ada sekitar 120 unit baik yang ditangani melalui anggaran pemerintah pusat, provinsi dan daerah,” ucapnya.

Penerima bantuan untuk RTLH BSPS ini kata dia, rata-rata masyarakat dalam kategori berpenghasilan rendah (MBR). Namun, tetap perlu dilakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan besaran bantuan yang akan diterima nantinya.

“Rata-rata masyarakat yang kita bantu untuk RTLH yakni berpenghasilan rendah, dengan tetap melihat kondisi di lapangan,” tukasnya. (ils)

PDAM Batulanteh Tetap Sesuaikan Tarif

0
PDAM Batulanteh Tetap Sesuaikan Tarif
Abdul Hakim (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh, tengah mengiktiarkan penyesuaian tarif dasar air minum sebesar Rp3. 500 per meter kubik dari harga yang berlaku saat ini sebesar Rp2. 900 per meter kubik.

“Kita sudah siapkan ancang-ancang di angka Rp3. 500 meski harga itu masih belum sesuai dengan biaya produksi yang mencapai angka Rp3. 900 per meter kubik,” kata Direktur Perumdam Batulanteh,H.Abdul Hakim kepada Suara NTB, Senin (2/2/2026).

Abi Hakim sapaan akrabnya melanjutkan, sebelum besaran tarif baru diberlakukan, pihaknya tetap akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu dilakukan supaya dalam penerapan nantinya bisa diterima masyarakat dan meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Kita tetap akan melakukan sosialisasi kepada para pelanggan dan masyarakat secara umum. Karena pada prinsipnya penyesuaian tarif dilakukan pemerintah agar Perumdam bisa sehat,” ucapnya.

Selain sosialisasi, pihaknya juga akan melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan di tahun ini, pihaknya akan melakukan rehabilitasi bak pengolahan dan pergantian pipa distribusi sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kita tahun ini mendapatkan anggaran dari pusat senilai Rp22 miliar yang diperuntukkan untuk perbaikan sarana produksi air minum yang sudah berumur,” ujarnya.

Abi Hakim meyakinkan, penyesuaian tarif juga tengah dikaji secara intensif oleh pemerintah seiring dengan adanya surat Gubernur NTB nomor 497 tahun 2025. Di surat tersebut, sudah ditetapkan tarif batas bawah dan batas atas untuk seluruh PDAM di NTB.

“Kalau boleh jujur kita (Sumbawa) yang paling murah tarif dasar air seluruh Indonesia. Bahkan kita belum pernah menyesuaikan tarif tersebut sejak terakhir dilakukan pada tahun 2014,” ucapnya.

Di masing-masing kabupaten/kota besaran tarif dasar air berbeda-beda sesuai dengan biaya produksi. Biaya produksi air saat ini berada di angka Rp3.900. Sementara, tarif dasar air di angka Rp2.900 per meter kubik, sehingga perlu disesuaikan lebih lanjut.

“Biaya produksi ini mencakup banyak aspek, gaji karyawan, biaya pengolahan, dan pemeliharaan itu menjadi satu semua menjadi tarif yang harus dibayar oleh pelanggan PDAM,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika mengacu ke surat keputusan (SK) Gubernur maka tarif batas bawah yang bisa diterapkan di Sumbawa sebesar Rp3.500 per meter kubik. Besaran tersebut sebenarnya sudah harus diterapkan hanya saja pemerintah saat ini masih melakukan kajian lebih lanjut.

“Memang sudah harus diterapkan untuk tarif batas bawah itu, tetapi kami masih mengkaji dulu dengan melihat semua sisi jangan sampai menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Ia pun meyakinkan, pemerintah tetap akan melihat semua sisi terkait rencana penyesuaian tarif dasar tersebut. Hal itu perlu dilakukan jangan sampai menimbulkan persoalan di kemudian hari dan gejolak di masyarakat.

“Penyesuaian tarif memang harus kita lakukan, kalau tidak maka pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan subsidi selisih tarif tersebut,” tukasnya. (ils)

144 CJH Dompu Lunasi BPIH

0
144 CJH Dompu Lunasi BPIH
Sudirman M. Amin.

Dompu (suarantb.com) – Sejumlah 144 orang calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Dompu, telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp54,951 juta. Pemerintah membuka waktu pelunasan bagi calon jamaah haji hingga tiga gelombang.

Pengelola Haji dan Umrah Kabupaten Dompu, Sudirman M Amin yang ditemui di kantornya, Senin (2/2/2026) mengungkapkan, kuota calon jamaah haji regular asal Kabupaten Dompu sebanyak 131 orang, tetapi yang melunasi hanya 122 orang. Jumlah ini terdiri dari jamaah lansia 31 orang, tetapi yang melunasi hanya 4 orang. Sedangkan, jamaah cadangan ada 48 orang, tetapi yang melunasi 24 orang.

“Yang melunasi ada 150 orang, tapi ada yang tunda, tunggu mahram, mutasi ke daerah lain. Jadi sisanya ada 140 orang. Tapi kita juga mendapat mutasi calon jamaah haji dari NTT 4 orang, sehingga total calon jamaah haji kita tahun ini ada 144 orang,” ungkap Sudirman.

Sejauh ini, dari 24 orang calon jamaah haji cadangan yang dipastikan berangkat tahun 2026 ini ada 17 orang. Mereka mengisi kekosongan akibat calon jamaah regular tidak bisa melunasi biaya haji. Sisa cadangan yang sudah melunasi biaya haji 7 orang. “Cadangan ini tetap terbuka akan berangkat selama calon jamaah haji belum diberangkatkan. Banyak – banyak berdoa dan jaga Kesehatan,” harapnya.

Para CJH ini nantinya akan dilakukan bimbingan haji untuk mempersiapkan diri dalam menunaikan ibadah haji di Mekkah dan Madina. Bimbingan haji akan digelar setelah persiapan calon jamaah haji selesai dilakukan. (ula)

Masuk 10 Kota Se-Indonesia, Program Kota Pintar Dievaluasi Komdigi

0
Masuk 10 Kota Se-Indonesia, Program Kota Pintar Dievaluasi Komdigi
Kabid Pelayanan Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Abdul Manan memantau memasukan data pendukung program smart city. (suarantb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Kota Mataram terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Awal tahun 2026, ibukota Provinsi NTB masuk 10 kota se-Indonesia sebagai kota pintar yang dievaluasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Abdul Manan membenarkan, Mataram masuk 10 kota se-Indonesia yang dievaluasi program sebagai smart city atau kota pintar dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Sembilan kota lainnya diantaranya, Kota Batam, Bandung, Jambi, Balikpapan, Makassar, Banjarmasin dan Denpasar. “Bayangkan dari 251 kota se-Indonesia. Kota Mataram masuk 10 besar yang dipilih untuk evaluasi program smart city,” terangnya ditemui pada, Senin (2/2/2026).

Komponen program kota pintar yang disusun berdasarkan alur evaluasi. Diantaranya, baseline atau dasar dasar merupakan kondisi awal atau titik awal sebelum program smart city diimplementasikan. Baseline ini berkaitan dengan kesiapan daerah dari aspek regulasi, infrastruktur dasar serta data kependudukan awal.

Aspek output merupakan produk konkret atau layanan langsung yang dihasilkan dari inisiatif sebagai kota cerdas. “Kota Mataram sudah banyak mengeluarkan masterplan smart city dan pengaduan secara online,” terangnya.

Berkaitan dengan outcome berupa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat atau pemerintah akibat dari output yang dihasilkan. Kota Mataram lanjut Manan, telah membangun sistem informasi pelayanan di rumah sakit berupa e-reservasi. RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan tidak hanya untuk pesan kamar, tetapi melihat ketersediaan kamar. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan 119.

Proses evaluasi program smart city lanjut Manan, langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Tim asesor berasal akademis Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Keuangan. “Jadi banyak ahli yang akan mengevaluasi program ini,” jelasnya.

Sebagai kota pintar kata Manan, memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Program ini telah berjalan lima tahun dan dirasakan oleh masyarakat seperti pelayanan perizinan terpadu,pelayanan kesehatan, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, program ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, karena tidak seluruhnya warga Kota Mataram melek teknologi. “Tugas kita adalah terus mensosialisasikan program ini supaya masyarakat sadar dengan perkembangan teknologi informasi,” demikian kata dia. (cem)

Dana Transfer Kurang, Ribuan Guru di Mataram Belum Terima TPG Gaji Ke-13 dan 14

0
Yusuf (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Ribuan guru di Kota Mataram hingga kini belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) gaji ke-13 dan ke-14 serta tambahan Tunjangan Hari Raya (THR) TPG 100 persen Tahun 2025. Keterlambatan pembayaran tersebut disebabkan keterbatasan dana transfer dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menjelaskan bahwa dana yang diterima daerah dari pemerintah pusat belum mencukupi untuk membayar seluruh hak guru. “Bukan tidak dibayarkan, tetapi masih ada persoalan teknis dan keterbatasan dana transfer. Dana yang kami terima belum mencukupi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan data Disdik Kota Mataram, total kebutuhan anggaran untuk membayar hak guru yang meliputi TPG gaji ke-13 dan ke-14, tambahan penghasilan (Tamsil), serta tunjangan guru agama mencapai lebih dari Rp167 miliar. Namun, dana yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru sebesar Rp59,9 miliar. Kondisi ini menyebabkan defisit anggaran yang cukup signifikan.

Yusuf menegaskan, keterbatasan dana tersebut membuat pemerintah daerah tidak bisa melakukan pembayaran secara bertahap. “Tidak bisa dibayar sebagian dulu. Pembayaran harus dilakukan sekaligus agar tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.

Ia menjelaskan, tunjangan yang belum dicairkan mencakup TPG gaji ke-13 dan ke-14, Tamsil, serta tunjangan guru agama untuk periode 2024 dan 2025. Di Kota Mataram, tercatat sekitar 1.287 guru yang haknya masih menunggu pencairan.

“Kami tidak ingin gegabah, belum bisa kita pastikan. Lebih baik kami pastikan dulu koordinasi dengan BKD tuntas, daripada nanti muncul masalah baru di kemudian hari,” ucap Yusuf.

Disdik Kota Mataram, lanjutnya, terus mengawal proses pencairan dan telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun hingga awal Februari 2025, kepastian waktu pencairan dana tambahan tersebut masih belum diperoleh.

Menurut Yusuf, pihak Kemenkeu memberikan sinyal agar kekurangan dana dapat ditanggulangi oleh pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing. Saat ini, opsi tersebut sedang dikaji secara mendalam bersama Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram.

Ia menambahkan, Kota Mataram sebenarnya termasuk daerah yang cepat mengajukan pencairan tunjangan. Namun, realisasi pembayaran tetap bergantung pada kesiapan dan kemampuan keuangan daerah.

Meski pembayaran telah melewati tahun anggaran, Yusuf memastikan hak para guru tidak akan hangus. Pembayaran tetap dapat dilakukan melalui mekanisme penyesuaian anggaran pada tahun berjalan.

“Kami memahami banyak guru yang sudah bertanya-tanya. Kami mohon kesabaran para guru. Hasil review dari inspektorat sudah ada, sekarang tinggal menunggu ketersediaan anggaran,” pungkasnya. (pan)

Tanggapi Bansos Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Mataram akan Periksa Data Kelurahan

0
Lalu Samsul Adnan (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menanggapi keluhan warga kurang mampu yang belum menerima bantuan sosial (bansos) di sejumlah wilayah, salah satunya di Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Ketidaktepatan sasaran penyaluran bansos tersebut masih terjadi di Kota Mataram. Sejumlah program bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bantuan sosial lainnya dinilai belum sepenuhnya menjangkau warga yang berhak.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Samsul Adnan, mengatakan bahwa data warga penerima bansos yang telah didata di tingkat lingkungan dan kelurahan seharusnya sinkron dengan data di Dinsos. Namun demikian, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan.

“Kalau sudah ada daftar nama dari lingkungan dan kelurahan, datanya pasti sama dengan kami. Namun, nanti akan saya cek kembali ke pihak kelurahan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, seluruh warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 memiliki hak untuk diusulkan sebagai penerima berbagai jenis bantuan sosial. Akan tetapi, kewenangan Dinsos dan kelurahan sebatas mengusulkan data. Selanjutnya, data tersebut masuk ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai dasar penetapan penerima bantuan.

Meski demikian, Samsul menegaskan pihaknya akan memastikan kembali apakah data warga yang bersangkutan telah masuk ke DTSEN dan apakah usulan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. “Karena acuannya ke sana, dan surat keputusannya langsung dari Kemensos,” jelasnya.

Samsul yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram menambahkan, mekanisme pendataan bansos dilakukan melalui DTSEN berdasarkan hasil musyawarah lingkungan (musling) dan musyawarah kelurahan. Data tersebut diusulkan oleh lurah bersama petugas lapangan Dinsos.

“Jika dalam musyawarah lingkungan dan kelurahan tidak ada perubahan data, maka wajar jika yang bersangkutan tidak menerima bantuan. Namun, kami tetap akan mengecek ulang sampai sejauh mana usulan tersebut diproses oleh operator kota, apakah sudah masuk atau belum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, turut menanggapi keluhan warganya yang belum menerima bantuan sosial. Ia mengatakan pihak kelurahan melalui kepala lingkungan telah mengusulkan hampir seluruh warga yang dinilai kurang mampu. Namun, penetapan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kami hanya mengusulkan. Penentuan penerima bantuan berdasarkan DTSEN dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, penerima bansos ditetapkan berdasarkan kategori desil. Warga yang berada di atas desil lima dianggap sebagai keluarga mampu dan tidak termasuk dalam penerima bantuan sosial.

“Itu kewenangan pusat. Kami di kelurahan hanya mengikuti data yang telah ditetapkan,” katanya. (pan)

Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Penumpang Datang di BIZAM Diperketat

0
Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Penumpang Datang di BIZAM Diperketat
Sejumlah penumpang baru tiba di BIZAM. Otoritas bandara melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang baru datang. Hal ini untuk mencegah masuknya virus Nipah yang dibawa penumpang. (Suara NTB/dok)

Praya (ekbisntb.com) – Pengawasan terhadap penumpang pesawat udara yang datang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai diperketat. Langkah itu dilakukan PT Angkasa Pura (AP) Indonesia kantor Cabang Bandara Lombok selaku pengelola BIZAM, guna antisipasi masuknya virus Nipah di NTB. Menyusul laporan merebaknya virus Nipah di sejumlah negara.

Dua alat thermal scanner pun kini telah dipasang di terminal kedatangan domestik maupun kedatangan internasional, untuk mengetahui suhu tubuh masing-masing penumpang yang baru mendarat di BIZAM.

Bahkan khusus bagi penumpang internasional, setibanya di BIZAM sekarang diharuskan untuk mengisi aplikasi All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass. Salah satu tujuannya untuk mengetahui riwayat perjalanan penumpang internasional bersangkutan.

“Kami juga senantiasa berkoordinasi degam Badan Kekarantinaan Kesehatan di BIZAM dan instansi terkait lainya untuk mengantisipasi virus Nipah ini,” sebut Humas PT. AP Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Angga Maruli Anugrah P., kepada Suara NTB, Senin (2/2/2026).

Sejak pandemi Covid-19 melanda, jelasnya, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di BIZAM sudah cukup ketat. Kini dengan adanya laporan kasus penyebaran virus Nipah pengawasan penumpang semakin diperketat. Itu semua sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan dini yang dilakukan pihaknya. Agar virus Nipah bisa dicegah masuk ke NTB.

Mengingat, BIZAM merupakan pintu gerbang utama masuknya orang luar ke NTB melalui jalur udara. Terlebih BIZAM juga memiliki rute penerbangan internasional yang berpotensi menjadi jalur masuknya virus Nipah.

“Bersama Badan Kekarantinaan Kesehatan kita terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang dari luar negeri,” jelasnya.

Disinggung apakah sudah temuan kasus virus Nipah di BIZAM, Angga menegaskan yang paling berhak menjawab yakni Badan Kekarantinaan Kesehatan. Karena kewenangan untuk memberikan penjelasan ada di situ. Namun sampai sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi atau laporan soal kasus virus Nipah.

“Sampai saat ini (laporan kasus virus Nipah di BIZAM) masih nihil dan semoga saja seterusnya tetap nihil,” harapnya. (kir)

Tata Pelabuhan, Pemprov NTB akan Naikkan Tarif Parkir Boat

0
Tata Pelabuhan, Pemprov NTB akan Naikkan Tarif Parkir Boat
H. Lalu Herman Mahaputra (Suara NTB/ist)

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menaikkan tarif parkir boat di sejumlah pelabuhan. Rencana ini dilakukan guna memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB di tengah kondisi fiskal yang belum optimal akibat adanya pengurangan transfer hingga Rp1 triliun lebih.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Lalu Herman Mahaputra, mengaku akan berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan penataan Pelabuhan Pemenang, Lombok Utara. Dengan dilakukan penataan, Pemprov NTB dinilai bisa menarik retribusi lebih dari tarif parkir perahu atau boat yang sebelumnya hanya Rp1 ribu, akan dinaikkan menjadi Rp5 ribu.

“Saya minta untuk sewa tambat, artinya nyandar boat-boat itu jangan Rp1 ribu lah. Bali saja Rp5 ribu, kenapa kita Rp1 ribu,” ujarnya.

Tidak hanya Pelabuhan Pemenang, Pemprov NTB juga berencana untuk melakukan penataan Pelabuhan Carik, Lombok Utara. Menurutnya, selama ini dua pelabuhan itu belum ditata dengan baik, sehingga potensi PAD yang diterima daerah kurang maksimal.

Dalam penataannya, Lalu Herman Mahaputra yang akrab disapa Dokter Jack itu mengaku akan menggandeng pihak ketiga. Pihaknya akan memberikan kewenangan penuh terhadap Investor untuk melakukan tata kelola. Sementara, Pemprov tinggal menunggu keuntungan dari pengelolaan yang dilakukan oleh swasta.

“Pelabuhan Pemenang itu sangat-sangat tidak menarik. Itu sudah ada, tapi tidak dimaksimalkan secara maksimal. Kalau saya dipihakketigakan saja di situ. Harus pasang penjaga untuk parkir, sejenis plang untuk parkir. Di sana kan Rp4 ribu. Jadi kan lolos-lolos aja di sana, jadi kita pasang biar double,” jelasnya.

Di Pelabuhan Carik, lanjutnya terdapat gudang aspal curah milik mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Namun, selama ini pelabuhan yang berlokasi di Bayan tersebut belum mendapatkan penanganan maksimal. Jika pelabuhan dan gudang aspal curah itu dapat dimaksimalkan, mantan Direktur RSUD NTB itu yakin dapat mendatangkan keuntungan penuh bagi NTB.

Aspal curah tersebut dapat dijadikan sebagai gudang untuk pembangunan Bypass Sengkol-Pringgabaya yang rencananya mulai dibangun pada tahun 2027 nanti. “Kalau ini jalan, kapalnya bisa nyandar. Nanti kan enggak usah jauh-jauh beli aspalnya, kan sudah ada. Di situ juga nyandar semen, perintis,” terangnya.

Bapenda NTB bidik pendapatan mencapai Rp7 triliun pada tahun 2026. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari target APBD, yang hanya mencapai Rp6,1 triliun. Optimisme Bapenda NTB mendapatkan Rp7 triliun di tahun ini diikuti dengan upaya optimalisasi seluruh potensi pajak dan retribusi di daerah.

Dokter Jack menegaskan, angka Rp7 triliun bisa didapatkan apabila seluruh potensi retribusi dan pajak dapat tergarap maksimal. Di awal tahun ini, pihaknya akan mencoba memaksimalkan potensi Gelanggang Olah Raga (GOR) 17 Desember yang berlokasi di Turida, Mataram. Menurutnya, selama ini bangunan tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal, untuk itu, pihaknya akan mencoba inovasi baru dengan membuka ruang investasi bagi pihak ketiga.

“Kalau kita berikan ke pihak ketiga, di GOR itu nanti bisa dijadikan tempat olah raga, Padel, Soccer, bisa juga nanti ada restoran, gymnastik,” katanya.

Menurutnya, dengan beralihnya kewenangan pengelolaan GOR Turida ke pihak ketiga, Pemprov NTB tidak perlu melakukan pemeliharaan. Seluruhnya ditanggung oleh pihak ketiga selaku investor. Selebihnya, Pemprov hanya menunggu retribusi dari hasil sewa bangunan olah raga tersebut.

Selain GOR Turida, Pemprov juga berencana memaksimalkan rumah sakit hewan yang berlokasi di Banyumulek. Selama ini, RS tersebut belum dioptimalkan secara maksimal. Sehingga pendapatan daerah dari BLUD itu hanya mencapai Rp1 miliar per tahunnya. Dengan adanya pengelolaan yang lebih baik dan masif, Kepala Bapenda yang akrab disapa dr. Jack itu optimis rumah sakit itu bisa menghasilkan hingga Rp16 miliar per tahun. (era)

Harus Ada Langkah Konkret Setelah Penandatanganan Kerja Sama Bali-NTB-NTT

0
Harus Ada Langkah Konkret Setelah Penandatanganan Kerja Sama Bali-NTB-NTT
Gubernur NTB H. Muhamad Iqbal dan jajaran saat menghadiri momentum penandatanganan PKS antara Pemprov Bali, NTB dan NTT di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/1/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Pembangunan, Sosial dan Kemasyarakatan Setda NTB Dr. H. Yusron Hadi, ST., MUM., menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kerja Sama Regional Bali–NTB-NTT (KR BNN) harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan. Tanpa implementasi konkret, kesepakatan yang telah dibangun hanya akan menjadi dokumen seremonial.

Menurut Yusron Hadi, momentum penandatanganan PKS di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/1/2026), merupakan langkah paling serius yang pernah dilakukan pemerintah provinsi dalam membangun kolaborasi regional Bali–NTB–NTT.

“Ini adalah bukti nyata komitmen dan keseriusan para top level pimpinan daerah untuk saling bahu-membahu menjadikan kawasan BNN semakin maju. Kerja sama ini diharapkan mampu mendongkrak pamor sekaligus posisi tawar kawasan di level nasional,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.

Namun ia mengingatkan, hajat besar tersebut tidak akan membuahkan hasil apabila tidak dibarengi dengan tindak lanjut yang terukur. Para kepala OPD di tiga provinsi telah menorehkan catatan penting dan itikad kuat untuk bersinergi, tetapi keberhasilan sejati terletak pada implementasinya.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti di tingkat pemerintah saja. Dampak nyata akan terasa bila melibatkan pelaku usaha, pebisnis, dan seluruh pemain ekonomi. Pemerintah bertugas membuka jalan dan menciptakan iklim yang memayungi jalannya kolaborasi regional ini sesuai frame yang telah disepakati,” tegasnya.

Untuk memperkuat implementasi, Yusron menawarkan enam langkah strategis. Pertama, masing-masing OPD segera menyusun action plan yang melibatkan multipihak. Kedua, melakukan sosialisasi terhadap item kerja sama berikut langkah konkret mewujudkannya.

Ketiga, mengevaluasi regulasi yang berpotensi menghambat dan membentuk regulasi bersama yang bersifat insentif guna mendorong iklim kerja sama yang sehat. Keempat, membidik kalangan pebisnis melalui forum dan temu bisnis agar terlibat langsung dalam realisasi program.

“Kelima, perlu dibentuk tim kesekretariatan KR-BNN di masing-masing wilayah dengan skema ex officio Kepala Biro Pemerintahan. Keenam, melakukan evaluasi dan monitoring berkala atas seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani,” paparnya.

Ia optimistis bila enam langkah tersebut dijalankan secara konsisten, kerja sama Bali–NTB–NTT tidak hanya memperkuat konektivitas ekonomi, tetapi juga mempercepat pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat di tiga provinsi.

“Semangatnya adalah maju bersama. Tidak ada yang merasa lebih tinggi, semua sejajar untuk membangun kawasan BNN sebagai episentrum pertumbuhan baru di Indonesia Timur,” tutup Yusron Hadi. (ham)