Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 45

Tekan Kemiskinan Ekstrem hingga Nol Persen

0
Hj. Istiningsih(ekbis NTB/dok)

DPRD Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai nol persen pada 2029. Berdasarkan data yang ada, tingkat kemiskinan ekstrem di Kota Mataram saat ini masih berada pada angka 1,09 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., menyampaikan bahwa DPRD memiliki prinsip yang sejalan dengan Pemkot Mataram dalam meminimalkan bahkan menghapus kemiskinan ekstrem. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama agar target tersebut dapat tercapai sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kesiapan kami jelas, bagaimana DPRD membahas dan kemudian menetapkan anggaran yang pro terhadap masyarakat, apalagi masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya menjawab Suara NTB melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/2/2026).

Namun demikian, Isti menekankan bahwa peran DPRD tidak berhenti pada tahap penetapan anggaran semata. Lembaga legislatif juga memiliki tugas dan fungsi pengawasan terhadap seluruh program yang telah direncanakan agar pelaksanaannya sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan saja tanpa ada evaluasi dan pengawasan yang lebih jelas. Program harus dipastikan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ketua DPD PKS Kota Mataram ini menyoroti pentingnya perhatian khusus bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas. Bentuk keberpihakan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan publik maupun skema bantuan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mereka.

Menurut Istiningsih, keistimewaan layanan bagi kelompok rentan diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, dewan memanfaatkan momentum reses serta berbagai agenda kunjungan kerja ke tengah masyarakat. Pada momen tersebut, masyarakat biasanya menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk terkait bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi.

Melalui penyerapan aspirasi secara langsung itu, DPRD dapat menilai efektivitas kebijakan serta memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Isti menekankan bahwa strategi penghapusan kemiskinan ekstrem harus direncanakan secara matang dan dilaksanakan sebagai kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pemerintah mampu menghadirkan alternatif solusi yang tepat bagi masyarakat rentan secara sosial maupun ekonomi.

“Jangan hanya sekadar menyusun program, tetapi pada tahap eksekusinya tidak berjalan benar dan tidak transparan. Tujuan yang baik harus diawali dengan niat tulus untuk membantu dan menyejahterakan masyarakat Kota Mataram,” pungkasnya. (fit)

Gubernur Pastikan Kesiapan NTB Gelar MotoGP 2026

0
Gubernur Pastikan Kesiapan NTB Gelar MotoGP 2026
Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, Direktur InJourney, Maya Watono, dan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri memberikan keterangan usai rapat, Rabu (4/2/2026) petang. (suarantb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan evaluasi-evaluasi untuk kesempurnaan pelaksanaan MotoGP 2026 yang akan berlangsung Oktober mendatang. Bersama dengan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pemda Lombok Tengah, Gubernur NTB memastikan kesiapan menjadi tuan rumah agenda motor dunia tersebut.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal mengaku melakukan pemetaan terhadap sejumlah persoalan pelaksanaan MotoGP tahun sebelumnya. Yang menjadi sorotan yaitu skema pembayaran hosting fee kepada Dorna, sebagai pihak pemilik hak komersil event MotoGP.

“Kita mulai dengan evaluasi dulu, apa sih tahun kemarin persoalan-persoalannya. Termasuk hosting fee juga tadi kita bahas,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa persoalan yang ditemukan pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sudah ditemukan solusinya. Namun terkait skema pembayaran hosting fee, sudah ada kesepakatan akan sama-sama diskusi dengan pemerintah pusat.

“Beberapa masalah sudah ada hilal untuk penyelesaiannya satu per satu. Termasuk hosting fee juga tadi kita bahas dan itu akan menjadi kesepakatan kita untuk sama-sama diskusi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Menyinggung soal skema pembayaran yang akan diterapkan, Iqbal mengaku belum dapat membeberkan secara detail. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan dibahas terlebih dahulu bersama pemerintah pusat.

“Belum (tahu skemanya) itu akan kita bahas dengan pemerintah pusat. Tapi kita sudah memahami persoalannya dan itu menjadi salah satu isu utama yang akan kita perjuangkan sama-sama ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur InJourney, Maya Watono, menilai event MotoGP memiliki peran strategis sebagai pendorong pengembangan destinasi pariwisata. Menurutnya, kehadiran event internasional mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus membuka peluang masuknya investor. “Jadi event ini sebenarnya pemantik, kenapa ini pentingnya,” ujar Maya.

Maya juga menyoroti jadwal MotoGP Mandalika 2026 yang berpotensi berbenturan dengan ajang Formula 1 di Singapura. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut dukungan penuh dari seluruh pihak agar pelaksanaan event internasional tahunan tersebut tetap berjalan optimal.

“Jadi kita tahu bahwa memang ini adalah suatu kompetisi. Jadi bagaimana kita juga harus bertahan bahwa ini suatu event yang baik untuk NTB. Pastinya, Pemprov dan stakeholder sangat mendukung, dan kami sebagai penyelenggara juga berkomitmen untuk mendukung lebih terhadap pelaksanaan event ini,” jelasnya.

Ke depan, Mandalika juga akan diramaikan dengan berbagai agenda berskala nasional dan internasional. Selain MotoGP, pada Juni mendatang dijadwalkan berlangsung Pocari Run serta sejumlah event lari maraton yang memanfaatkan lintasan sirkuit.

Dalam pengembangan sport tourism, ia memastikan perhelatan MotoGP 2026 pasti terlaksana. Untuk mendukung pariwisata kelas dunia, pihaknya terlebih dahulu mendorong pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport).

Pembenahan bandara guna meningkatkan kenyamanan wisatawan, khususnya penumpang transit, sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Melalui pembaruan Masterplan Mandalika 2026, kawasan seluas sekitar 1.175 hektare ini dikembangkan dengan konsep berkelanjutan, dimana 66 persen merupakan area developable dan 34 persen non-developable, termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen dari total kawasan.

“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Gubernur.

Selain itu, Iqbal juga membuka peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta untuk melayani tamu-tamu penting, termasuk investor dan delegasi internasional. (era)

50 Agen Terbaik Pegadaian di Indonesia Terima Penghargaan

0

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pegadaian memberikan penghargaan kepada 50 agen terbaik tahun 2025 di Prime Park Hotel Mataram, Rabu, 4 Februari 2026 malam. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan kinerja para agen dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian, Eka Pebriansyah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari evaluasi sekaligus pembinaan berkelanjutan terhadap agen Pegadaian. Agen dinilai memiliki peran penting sebagai mitra strategis perusahaan dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

Sebanyak 50 agen terbaik dipilih dari berbagai wilayah di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator kinerja. Kategori penilaian meliputi agen dengan omzet tertinggi, jumlah nasabah terbanyak, serta outstanding loan terbesar. Selain itu, Pegadaian juga memberikan penghargaan kepada outlet terbaik di tingkat wilayah, area, dan kantor cabang, termasuk kepada petugas pendamping agen yang berprestasi sepanjang 2025.

Menurut Eka, keberadaan agen Pegadaian menjadi ujung tombak perusahaan dalam melayani kebutuhan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada jauh dari kantor Pegadaian.

“Kita ingin agen-agen yang produktif, yang selalu aktif melakukan transaksi produk-produk Pegadaian. Agen ini menjadi channel Pegadaian untuk melayani kebutuhan masyarakat luas,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan penghargaan tidak hanya diisi dengan seremoni apresiasi, tetapi juga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian menggelar kegiatan pelepasan tukik sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

Pemilihan Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi acara didasarkan pada kinerja bisnis yang dinilai sangat positif. NTB disebut sebagai salah satu area dengan pertumbuhan bisnis Pegadaian tertinggi secara nasional, sekaligus meraih predikat pemenang pada kategori kantor area terbaik.

Eka menambahkan, penghargaan kepada 50 agen terbaik akan dijadikan agenda rutin tahunan. Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap dapat memacu semangat agen lain untuk terus meningkatkan kinerja dan produktivitas.

“Kita siarkan juga melalui YouTube agar agen-agen lain termotivasi untuk bisa berhasil seperti 50 agen hebat yang menjadi pemenang malam ini,” pungkasnya. (era)

Bappeda NTB Libatkan NGO untuk Keroyok Program Unggulan Desa Berdaya

0
Bappeda NTB Libatkan NGO untuk Keroyok Program Unggulan Desa Berdaya
 Baiq. Nelly Yuniarti.

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB melibatkan ratusan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk memperkuat pelaksanaan Program Unggulan Desa Berdaya. Langkah ini dilakukan guna memastikan intervensi pembangunan desa berjalan terarah, terukur, dan terorkestrasi dengan baik.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, di ruang kerjanya, Kamis, 5 Februari 2026 menjelaskan, saat ini Pemprov NTB menetapkan 40 desa sebagai fokus utama intervensi Desa Berdaya yang menjadi program perioritas pemerintahan Gubernur Lalu. Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Putri Damayanti. Namun, bagi NGO yang telah lebih dulu memiliki program di desa lain, pemerintah tetap membuka ruang kolaborasi pada 106 desa binaan lainnya.

“Program ini 40 desa fokus kami. Tapi kalau tidak masuk di 40 desa itu, minimal di 106 desa lainnya. Silakan NGO memilih desa mana untuk berkegiatan,” ujar Nelly.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama agar berbagai program pemberdayaan desa tidak berjalan sendiri-sendiri. Selama ini, Bappeda mencatat terdapat sekitar 200 NGO yang aktif di NTB, namun belum seluruhnya terdata secara rinci terkait lokasi dan bidang kerja masing-masing.
“Kita coba memetakan, karena selama ini kita tidak sepenuhnya paham mereka kerja di mana dan ngapain. Data sebenarnya ada, tapi memang beberapa masih bermasalah,” ungkapnya.

Untuk itu, Bappeda NTB menginisiasi pertemuan bersama NGO yang sudah digelar. Dalam forum dimaksud, pemerintah secara terbuka memaparkan konsep dan menu Program Desa Berdaya, sekaligus mengajak NGO untuk masuk dalam skema kerja bersama.

“Kita sudah undang sekitar 200 NGO, alhamdulillah banyak yang hadir dalam peurtemuan kemarin. Kita lempar ini loh programnya, ayo kita kerja sama,” kata Nelly.

Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk “keroyokan” program agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat desa. NGO dipersilakan menyesuaikan program mereka, baik di 40 desa prioritas maupun di 106 desa pendukung, selama tetap berada dalam satu kerangka besar Desa Berdaya.

“Menunya sudah jelas, ada 40 desa yang kami intervensi. Kalau mereka sudah bekerja di desa lain, silakan masuk di 106 desa. Biar terkontrol dan terorkestrasi dengan baik,” tegasnya.

Ke depan, Bappeda NTB terus mengawal langsung pelaksanaan kolaborasi dengan NGO ini, termasuk melakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan Program Desa Berdaya secara berkala, agar tujuan pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi desa di NTB dapat tercapai secara berkelanjutan.

Diketahui, Terdapat 20 tema Desa Berdaya Tematik yang dapat dipilih, antara lain: Desa Tanpa Kemiskinan, Desa BUMDes Maju, Desa Sadar Zakat dan Pajak, Desa Koperasi Merah Putih, Desa Tangguh Bencana, Desa Tanpa Banjir, Desa Mandiri Pangan, Desa Tanpa Rumah Tidak Layak Huni, Desa Hijau, Desa Bebas Sampah, Desa Bebas Narkoba dan Judi Online, Desa Sehat dan Bebas Stunting, Desa Belajar dan Literasi, Desa DIACantik, Desa Wisata Maju, Desa Tanpa Kawasan Kumuh, Desa Industri dan Produk Ekspor, Desa Tanpa Krisis Air Bersih, Desa Inklusi/GEDSI, serta Desa Agro-Maritim dan Agro-Forestry.

Dan 40 Desa Berdaya dan Kelurahan yang sudah ditetapkan Pemprov NTB antara lain, Desa Taman Ayu, Desa Buwun Mas, Desa Batu Putih, Desa Mekar Sari, Desa Batu Mekar, Desa Barabali, Desa Bangket Parak, Desa Banyu Urip, Desa Mangkung, Desa Pemepek, Desa Kelebuh, Desa Ungga.

Desa Pijot, Desa Sakra, Desa Tetebatu, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Pringgabaya Utara, Desa Pesanggrahan, Desa Sembalun Bumbung. Desa Pada Suka, Desa Motong, Desa Lape, Desa Labuhan Aji.

Desa Saneo, Desa Sori Tatanga, Desa Mbawa, Desa Nipa, Desa Seteluk Tengah, Kelurahan Telaga Bertong, Desa Sigar Penjalin, Desa Gumantar, Desa Bayan, Desa Senaru, Desa Malaka, Kelurahan Bintaro, Kelurahan Pagutan Timur, Kelurahan Jempong Baru, Kelurahan Mandalika, Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Ntobo.(bul)

Ekspor dan Industri Pengolahan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi NTB di Akhir 2025

0
Foto : Wahyudin (Ekbis NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kinerja perekonomian NTB menunjukkan tren positif pada Triwulan IV-2025. Pertumbuhan ekonomi daerah ini didorong kuat oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, serta lonjakan ekspor barang dan jasa.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, Kamis, 5 Februari 2026 mengungkapkan, berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian NTB pada Triwulan IV-2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 52,04 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp 30,07 triliun.

“Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi NTB tetap bergerak dan bertumbuh di tengah dinamika ekonomi nasional dan global,” ujar Wahyudin.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi NTB pada Triwulan IV-2025 tumbuh 3,97 persen dibandingkan Triwulan III-2025. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 25,32 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 64,09 persen, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri dan permintaan komoditas unggulan NTB.

BPS NTB juga mencatat pertumbuhan ekonomi NTB secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan IV-2025 mencapai 12,49 persen dibandingkan Triwulan IV-2024. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang mengalami lonjakan signifikan hingga 137,78 persen.

“Industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan tahunan NTB, sejalan dengan meningkatnya nilai tambah komoditas dan aktivitas hilirisasi,” jelas Wahyudin.
Dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa kembali menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 103,11 persen.

Secara kumulatif (cumulative-to-cumulative/c-to-c), pertumbuhan ekonomi NTB selama Triwulan I hingga Triwulan IV-2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024 tercatat sebesar 3,22 persen.

Dari sisi produksi, Industri Pengolahan masih menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 76,37 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menunjukkan pertumbuhan paling tinggi sebesar 4,49 persen, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan konsumsi rumah tangga menunjukkan peran masyarakat masih menjadi penopang utama perekonomian daerah,” pungkas Wahyudin.

Dengan capaian tersebut, BPS NTB menilai struktur ekonomi daerah semakin menguat, terutama melalui pengembangan industri pengolahan dan peningkatan kinerja ekspor, yang diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.(bul)

Serapan Tenaga Kerja NTB Meningkat, Pengangguran Turun di November 2025

0
Wahyudin (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) — Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi NTB menunjukkan perkembangan positif pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat peningkatan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja, disertai penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja NTB pada November 2025 mencapai 3,24 juta orang, meningkat 30,36 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
“Seiring bertambahnya angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen poin, menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif di pasar tenaga kerja,” jelas Wahyudin.

BPS mencatat, jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 3,14 juta orang, atau naik 29,57 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari sisi lapangan usaha, sektor konstruksi menjadi penyumbang peningkatan tenaga kerja terbesar, dengan tambahan sebanyak 28,69 ribu orang.

“Peningkatan di sektor konstruksi mengindikasikan masih bergulirnya berbagai proyek pembangunan, baik infrastruktur pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Selain itu, struktur ketenagakerjaan NTB juga menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih formal. Pada November 2025, sebanyak 1,05 juta orang atau 33,45 persen penduduk bekerja berada di kegiatan formal. Angka ini meningkat 1,87 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Menurut Wahyudin, peningkatan pekerja formal mencerminkan perbaikan kualitas kesempatan kerja serta meningkatnya perlindungan dan kepastian kerja bagi tenaga kerja.
Meski demikian, BPS juga mencatat adanya peningkatan pada kelompok setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu. Pada November 2025, persentase setengah pengangguran naik 0,31 persen poin, sementara pekerja paruh waktu meningkat 3,64 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, karena menunjukkan sebagian tenaga kerja belum bekerja secara optimal dari sisi jam kerja,” tambahnya.

Kabar positif lainnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB pada November 2025 tercatat sebesar 3,05 persen, turun 0,01 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“Penurunan TPT ini mengindikasikan pasar kerja NTB relatif mampu menyerap tambahan angkatan kerja,” pungkas Wahyudin.

BPS NTB menilai, dinamika ketenagakerjaan pada November 2025 menunjukkan arah perbaikan, meskipun upaya peningkatan kualitas dan keberlanjutan lapangan kerja tetap perlu terus diperkuat.(bul)

Angka Kemiskinan NTB Turun jadi 11,38 Persen

0
Angka Kemiskinan NTB Turun jadi 11,38 Persen

Mataram (ekbisntb.com) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat tren penurunan angka kemiskinan yang berkelanjutan hingga September 2025. Persentase penduduk miskin NTB tercatat sebesar 11,38 persen, turun dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, Kamis, 5 Februari 2026 menyampaikan angka tersebut menurun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025, dan turun lebih dalam sebesar 0,53 persen poin dibandingkan September 2024.
“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat NTB secara bertahap,” ujar Wahyudin.

Sejalan dengan penurunan persentase, jumlah penduduk miskin NTB pada September 2025 juga mengalami pengurangan. BPS mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 637,18 ribu orang, menurun 17,39 ribu orang dibandingkan Maret 2025, dan menurun 21,42 ribu orang dibandingkan September 2024.

Menurut Wahyudin, penurunan ini mencerminkan dampak positif dari berbagai program pengentasan kemiskinan dan perbaikan aktivitas ekonomi masyarakat.

BPS NTB juga mencatat penurunan kemiskinan baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin perkotaan tercatat sebesar 11,70 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 12,02 persen.

Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan tercatat sebesar 11,02 persen, juga mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 11,51 persen.

Dari sisi jumlah penduduk, kemiskinan perkotaan turun sebanyak 3,74 ribu orang, dari 353,68 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 349,94 ribu orang pada September 2025. Adapun di wilayah perdesaan, jumlah penduduk miskin menurun lebih besar, yakni 13,65 ribu orang, dari 300,89 ribu orang menjadi 287,24 ribu orang pada periode yang sama.

Sementara itu, Garis Kemiskinan pada September 2025 sebesar Rp575.856 per kapita per bulan. Garis kemiskinan tersebut didominasi oleh Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp436.593 atau 75,82 persen, sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp139.263 atau 24,18 persen.

“Besarnya porsi kebutuhan makanan menunjukkan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok masih menjadi faktor utama dalam pengukuran kemiskinan,” jelas Wahyudin.

Pada September 2025, BPS mencatat rata-rata rumah tangga miskin di NTB memiliki 4,37 anggota rumah tangga. Dengan kondisi tersebut, maka Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata mencapai Rp2.516.491 per bulan.(bul)

Saingan dengan F1 di Singapura, ITDC Siapkan Strategi agar MotoGP Mandalika 2026 Tetap Diminati

0

Mataram (ekbisntb.com) — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dipastikan akan berlangsung bersamaan dengan ajang Formula 1 (F1) Singapura, yang selama ini dikenal sebagai magnet besar wisatawan internasional. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk tetap menjaga daya tarik MotoGP Mandalika, khususnya bagi penonton dan wisatawan mancanegara.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi khusus agar MotoGP Mandalika 2026 tetap kompetitif dan diminati, meski harus berbagi perhatian dengan balapan F1 di kawasan Asia Tenggara.

“Persiapan MotoGP sesungguhnya sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Karena ini event berulang, tapi dikemas dengan cara yang berbeda,” ujar Troy.

Didukung Penuh Pemprov dan Pemkab
Troy menjelaskan, kesiapan MotoGP Mandalika 2026 mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota. Bahkan, Gubernur NTB, Lalu. Iqbal menginisiasi pertemuan khusus bersama para kepala daerah untuk membahas persiapan MotoGP sebagai agenda strategis pariwisata di Mataram, Rabu, 4 Februari 2026.
“Salah satu concern utama dalam pertemuan hari ini memang persiapan MotoGP. Kami berterima kasih karena ini didukung langsung oleh Pemprov dan Pemkab,” jelasnya.

Menurut Troy, ITDC tidak memandang F1 Singapura sebagai pesaing mutlak, melainkan sebagai event global yang berlangsung bersamaan dan sama-sama memiliki pasar sendiri.
“Kami tidak bilang lawan, tapi bersama dengan F1. Secara race tidak akan berubah, tapi yang kami siapkan adalah penguatan side event, tontonan pendukung, dan kreativitas baru yang bisa memberi pengalaman berbeda bagi penonton,” katanya.

Salah satu strategi utama ITDC adalah menghadirkan paket terintegrasi antara menonton MotoGP dan berwisata di Lombok serta destinasi sekitar. ITDC akan mengembangkan skema tiket yang tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga pengalaman wisata secara menyeluruh.

“Bulan Maret nanti kami rencanakan meluncurkan tiket dalam bentuk bundling. Jadi tidak hanya nonton MotoGP, tapi juga bisa berwisata ke Gili, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan destinasi lain di NTB,” terang Troy.

Ia menilai pendekatan ini akan memperluas segmentasi pasar, sekaligus memperkuat posisi MotoGP Mandalika sebagai ajang sport tourism kelas dunia.
“Artinya, kita kembangkan tiket ini lebih luas spektrumnya, tidak hanya sekadar MotoGP,” tambahnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pelaku industri pariwisata, ITDC optimistis MotoGP Mandalika 2026 tetap mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Insyaallah, bismillah, pemerintah sangat mendukung. Gubernur dan Bupati juga optimistis, dan kami sebagai pelaksana tentu harus optimistis,” tegas Troy.

Ia menambahkan, kehadiran berbagai pemangku kepentingan pariwisata yang datang langsung ke Mataram untuk membahas MotoGP menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ajang balap dunia tersebut di Lombok.

“Kalau melihat semangat dan kolaborasi yang terbangun hari ini, ini hal yang sangat positif untuk MotoGP Mandalika ke depan,” pungkasnya.(bul)

LOTTE MART Mataram Hadir dengan Konsep Baru, Belanja Makin Lengkap untuk Kebutuhan dan Gaya Hidup

0

Mataram (ekbisntb.com)- PT. LOTTE Shopping Indonesia kembali menghadirkan LOTTE Mart Wholesale Mataram dengan semangat dan konsep baru yang lebih modern, lengkap, serta selaras dengan tren gaya hidup masa kini. Berlokasi di Abian Tubuh Baru, Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, gerai ini hadir sebagai destinasi belanja terlengkap di Mataram yang menawarkan harga terbaik, pilihan produk yang komprehensif, ragam kuliner, serta area bersantai yang nyaman.

Melalui pembaruan konsep ini, LOTTE Mart Wholesale Mataram hadir sebagai gerai hybrid yang terbuka untuk umum, melayani kebutuhan pelanggan pribadi dan keluarga, sekaligus pelanggan profesional atau pemilik usaha, baik untuk pembelian eceran maupun grosir. Dengan pendekatan tersebut, LOTTE Mart Wholesale Mataram tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang gaya hidup yang memadukan kenyamanan, kelengkapan, dan pengalaman kuliner dalam satu destinasi terpadu.

Mengusung tagline “Destinasi Belanja No. 1 di Mataram untuk Harga Terbaik, Paling Lengkap, Satu Tempat untuk Belanja, Kuliner dan Bersantai,” LOTTE Mart Wholesale Mataram menghadirkan standar baru pengalaman berbelanja di Kota Mataram melalui berbagai keunggulan berikut:
• Pilihan Produk Terlengkap – menawarkan lebih dari 15.000 jenis produk pilihan, mencakup kebutuhan harian, bahan segar berkualitas tinggi, produk impor, hingga ragam produk unggulan khas Korea
• Area Kuliner Dunia – menghadirkan perjalanan cita rasa dari mancanegara, mulai dari Korea, Asia, Eropa, hingga hidangan Nusantara, melalui tenant pilihan seperti Yorihada Kitchen, Koffea, dan Le Meilleur.
• Zona Spesial – kehadiran Tourist Zone, International Zone, dan Fresh Zone memberikan pengalaman belanja yang lebih terkurasi, menjadikan LOTTE Mart Wholesale Mataram sebagai destinasi ideal bagi keluarga untuk berbelanja sekaligus menikmati waktu berkualitas bersama.
• Akses yang Mudah – berlokasi strategis di Abian Tubuh Baru, Sandubaya, LOTTE Mart Wholesale Mataram mudah diakses dari berbagai wilayah Kota Mataram, serta dilengkapi area parkir yang luas dan gratis guna memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap pengunjung.

“Melalui konsep baru ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belanja yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai destinasi untuk menikmati kuliner, berkumpul, dan bersantai. Kami berharap LOTTE Mart Wholesale Mataram dapat menjadi mitra jangka panjang bagi masyarakat lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah termasuk sektor usaha, perhotelan, kuliner, maupun UMKM,” kata President Director LOTTE Shopping Indonesia, Mr. Song YangHyun.

Dalam rangka Grand Relaunch, LOTTE Mart Wholesale Mataram menghadirkan berbagai program promosi menarik, mulai dari pemberian Exclusive Cooler Bag bagi pelanggan dengan minimum pembelanjaan tertentu, potongan harga spesial, program tebus murah, hingga penambahan point bagi member pengguna pribadi dan profesional. Selain itu, pelanggan juga dapat menikmati penawaran cashback serta fasilitas gratis pengiriman sesuai dengan ketentuan jarak dan nilai transaksi.

Untuk memberikan kemudahan berbelanja, pelanggan juga dapat menikmati layanan belanja online LOTTE Mart Wholesale Mataram melalui GrabFood untuk pemesanan makanan siap santap, GrabMart untuk kebutuhan groceries, serta melalui platform resmi order.lottemart.co.id.(r)

Antisipasi Virus Nipah, Bizam Terapkan Protokol Khusus Bagi Penumpang Pesawat dari Luar Negeri

0
Antisipasi Virus Nipah, Bizam Terapkan Protokol Khusus Bagi Penumpang Pesawat dari Luar Negeri

Mataram (Suara NTB) – InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) meningkatkan pengawasan terhadap penumpang datang sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuknya Virus Nipah melalui transportasi udara, baik dari penerbangan internasional maupun domestik. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan kasus penularan Virus Nipah di sejumlah negara.

Peningkatan pengawasan dilaksanakan secara intensif melalui koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BIZAM telah mengoperasikan dua unit thermal scanner yang dipasang masing-masing di area kedatangan domestik dan kedatangan internasional, guna memantau suhu tubuh seluruh penumpang yang baru tiba di bandara.

Khusus bagi penumpang internasional, setibanya di BIZAM juga diwajibkan untuk mengisi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass. Aplikasi ini digunakan untuk memperoleh informasi kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi risiko penularan penyakit.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi masuknya Virus Nipah,” ujar Aidhil Philip Julian, General Manager BIZAM, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menambahkan, sejak pandemi Covid-19, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di BIZAM telah diterapkan secara ketat dan berlapis. Dengan adanya laporan penyebaran Virus Nipah, langkah pengawasan tersebut semakin diperkuat sebagai bentuk kewaspadaan dini.

“Penguatan pengawasan ini merupakan langkah preventif agar potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak dini, mengingat BIZAM merupakan pintu gerbang utama masuknya pelaku perjalanan ke Nusa Tenggara Barat melalui jalur udara,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan rute penerbangan internasional di BIZAM menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan penumpang. “Bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari luar negeri,” demikian Aidhil.(bul)