Beranda blog Halaman 46

Harga Cabai Rawit Melonjak

0
Harga Cabai Rawit Melonjak
(EKBIS NTB/cem) MELONJAK – Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Mandalika menunggu pembeli pada, Senin (28/9). Harga salah satu bumbu dapur ini melonnjak dari harga sebelumnya Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp65 ribu per kilogram.

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah perlu melakukan intervensi terhadap harga cabai rawit di pasar tradisional. Pasalnya, harga salah satu bumbu dapur tersebut melonjak drastis. Pantauan Suara NTB di Pasar Mandalika pada, Senin (28/9) bahwa harga cabai rawit mencapai Rp65 ribu per kilogram. Padahal, harga sebelum sekitar Rp40 ribu – Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu pasokan yang minim.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida membenarkan harga cabai rawit mulai naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga cabai terlihat di Pasar Mandalika mencapai Rp65 ribu per kilogram. Padahal, harga acuan pembelian mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Lonjakan harga ini disinyalir dipicu oleh stok yang terbatas. “Kita sudah cek di pasar stoknya terbatas, tetapi pengakuan dari pengepul nanti sore (kemarin,red) akan datang cabai lokal dari Lombok Timur,” kata Nida.


Keterbatasan stok cabai rawit ini juga dipicu faktor cuaca. Tanaman cabai milik petani banyak yang mengering akibat panas ekstrem di beberapa wilayah di Pulau Lombok. Nida bersyukur petani di Lombok Timur sudah mulai memanen tanaman cabai mereka, sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Mataram. “Jadi jangan salah kondisi panas ekstrem ini juga mempengaruhi tanaman cabai. Tanaman cabai banyak yang mengering dan mati,” ujarnya.


Pengendalian terhadap harga cabai kata Nida, tetap akan dilakukan guna mengantisipasi kepanikan masyarakat. Pihaknya akan menggelar operasi pasar murah guna memenuhi kebutuhan masyarakat,meskipun harga acuan pembelian masih di batas normal.


Nida mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak panik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dinas Perdagangan dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB, akan mengintervensi melalui pasar rakyat. “Nanti kita gas lagi untuk menggelar OPD,” ujarnya.


Salah seorang pengunjung di Pasar Mandalika, Aulia membenarkan harga cabai rawit mulai naik sejak sepekan lalu. Kenaikan harga bumbu dapur ini membuatnya kesulitan mengatur uang belanja. Ia mengkhawatirkan kenaikan harga cabai berpengaruh terhadap kebutuhan barang pokok lainnya. “Dari dulu begini saja kondisi harga. Harga ayam sudah mahal. Lagi harga cabai melonjak,” katanya mengeluh.


Pemerintah diharapkan mengendalikan harga melalui program pasar murah di sejumlah kelurahan. Menurut Aulia, pengendalian harga tidak saja difokuskan pada cabai rawit, melainkan kebutuhan pokok lainnya seperti daging ayam boiler, minyak goreng, dan lain sebagainya. (cem)

Melesat di Aragon, Ramadhipa Jaga Peluang Tembus Tiga Besar Moto3 Junior

0

Mataram (Ekbis NTB) — Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, tampil impresif pada seri Moto3 Junior World Championship di MotorLand Aragón, Spanyol, Minggu (27/9). Ramadhipa sukses merebut podium kedua pada race 1 dan finis di posisi keempat pada race 2, sekaligus menjaga asa menembus tiga besar klasemen akhir musim.

Memulai race 1 dari posisi kelima hasil kualifikasi Sabtu (26/9), Ramadhipa langsung tampil kompetitif sejak lampu start padam. Ia merangsek ke posisi keempat pada lap pertama dan memimpin balapan dua lap berselang.

Dalam persaingan ketat kelompok depan yang melibatkan 12 pebalap, Ramadhipa konsisten berada di barisan terdepan menggunakan Honda NSF250RW. Puncaknya pada lap terakhir, ia tampil agresif sebelum akhirnya finis di posisi kedua, hanya terpaut tipis 0,037 detik dari sang juara.

Pada race 2, pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini kembali bertarung di grup terdepan. Ramadhipa sempat memimpin balapan pada lap kelima. Namun, ketatnya persaingan hingga garis finis membuat posisinya tergeser setelah pebalap lain memanfaatkan slipstream di lintasan lurus menjelang akhir balapan. Ia pun harus puas menyelesaikan race 2 di posisi keempat.

“Saya merasa percaya diri di kedua balapan. Race 1 berjalan cukup baik dan saya berhasil meraih podium. Pada race 2, kondisi lintasan lebih panas sehingga balapan terasa lebih sulit,” ujar Ramadhipa.

Ia menambahkan, poin penting yang diraih di Aragón membuka peluang besar untuk mengejar target tiga besar klasemen pebalap. “Masih terdapat satu kesempatan di Misano. Saya akan berusaha keras, terima kasih untuk seluruh tim dan semua yang mendukung.”

Sementara itu, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi perjuangan konsisten Ramadhipa di Aragón. Menurutnya, hasil positif ini menjadi modal penting menghadapi seri pemungkas.

“Keberhasilannya meraih podium kedua di race 1 dan finis keempat di race 2 semoga menjadi modal positif bagi Ramadhipa untuk menghadapi seri terakhir di Misano. Semoga ia bisa memaksimalkan potensinya dan menutup musim dengan performa terbaik,” tutur Andy.

Tambahan poin di Aragón menempatkan Ramadhipa di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 113 poin, tertinggal 23 angka dari posisi ketiga. Peluang untuk mengamankan posisi tiga besar kini bergantung pada seri pemungkas FIM MotoJunior World Championship yang akan digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 16–18 Oktober 2026. (r/fan)

Masyarakat Kesulitan Dapat Rumah Subsidi

0
foto : Menteri Perumahan dan Pemukiman, Maruar Sirait, didampingi Ketua REI NTB, Hery Athmaja, saat meninjau salah satu kawasan perumahan di Lombok


Mataram (Suara NTB) – Masyarakat di Kota Mataram menghadapi persoalan lain di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat. Bukan semata soal kemampuan membeli rumah, tetapi sulitnya menemukan unit rumah subsidi yang tersedia untuk dibeli.


Kondisi itu salah satunya dialami Erlangga, salah seorang karyawan lembaga negara di Kota Mataram. Ia tengah mencari rumah untuk tempat tinggal, sekaligus mempersiapkan diri membangun keluarga.
Erlangga mengaku telah mencari informasi mengenai rumah subsidi di berbagai tempat. Namun, hingga kini belum menemukan pilihan rumah yang sesuai. Sejumlah informasi yang diperolehnya justru menyebutkan stok rumah subsidi terbatas, bahkan belum ada pembangunan unit baru di sejumlah kawasan.


Kondisi ini menjadi gambaran persoalan yang dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah maupun calon pembeli rumah pertama. Kebutuhan terhadap rumah ada, tetapi pilihan unit yang bisa diakses semakin terbatas.


Ketua Real Estate Indonesia (REI) NTB, Hery Athmaja, membenarkan kondisi ini. Menurutnya, saat ini masyarakat memang mulai kesulitan mendapatkan unit rumah subsidi karena pembangunan baru belum berjalan optimal.


“Sekarang masyarakat sudah tidak mendapatkan (rumah), karena pembangunan tertunda,” kata Hery.
Hery mengatakan, kondisi ini tercermin dari penjualan rumah anggota REI NTB. Hingga saat ini, penjualan rumah baru berada di kisaran 2.000 unit, jauh di bawah capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang telah mencapai sekitar 5.000 unit.


Penjualan yang masih bertumpu pada unit-unit lama membuat pasokan rumah baru semakin terbatas.
Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat yang membutuhkan rumah, tetapi juga pengembang. Sejumlah anggota REI mulai berada dalam posisi bertahan karena tetap harus menanggung berbagai biaya operasional dan kewajiban kepada pihak ketiga, di tengah belum adanya kepastian terkait kawasan-kawasan yang boleh dibangun untuk perumahan. Ia menyebut proses penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masih bergulir.


“Kita tanya daerah, daerah bilang pusat. Kita tanya pusat, pusat bilang daerah,” katanya.
Menurut Hery, penetapan RTRW menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat segera diselesaikan. Kepastian tata ruang akan memberikan kejelasan bagi pengembang dalam menentukan kawasan yang dapat dikembangkan menjadi perumahan.


Jika penetapan tersebut segera dilakukan, pengembang dapat kembali bergerak dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan rumah yang bisa dipilih.


“Harapannya penetapannya disegerakan. Jadi masyarakat juga enak, bisa memilih rumah yang mereka mau,” ujarnya.


Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi harga rumah yang dibangun. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian kawasan yang memang dapat dikembangkan untuk perumahan, tanpa mengganggu lahan produktif yang harus dilindungi.


Jika RTRW ini tidak cepat difinalkan. Jumlah kekurangan rumah untuk masyarakat akan semakin sanggat besar.

4
“NTB juga dikasi kuota besar untuk membangun rumah, 11 ribu unit dari pemerintah pusat. Tapai kalau tidak ada kejelasan RTRWnya sampai sekarang, bagaimana pengembang bisa membangun dan memenuhi target tersebut,” demikian Hery.(bul)

Hiu Paus di Teluk Saleh Bertambah jadi 180 Ekor

0
Hiu Paus di Teluk Saleh Bertambah jadi 180 Ekor
wisatwan menikmati wisata hiu paus di Teluk Saleh, Sumbawa (Istimewa)


Mataram (Suara NTB) – Populasi hiu paus di kawasan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa bertambah menjadi 180 ekor.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Muslim, ST., M.Si menyampaikan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Indonesia (YKI) juga menemukan dua ekor hiu paus berukuran bayi. Temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa hiu paus tidak hanya datang untuk mencari makan, tetapi berpotensi berkembang biak di Teluk Saleh.


Di Teluk Saleh, penelitian dilakukan antara lain melalui tagging (penandaan, labeling) untuk mengetahui pergerakan hiu paus, termasuk ke mana satwa tersebut bergerak ketika meninggalkan kawasan, sudah dapat termonitor langsung secara riltime.


Keberadaan hiu paus dalam jumlah besar, menurut Muslim, tidak terlepas dari kondisi lingkungan Teluk Saleh. Suhu perairan dinilai sesuai, sumber makanan seperti plankton tersedia, serta ekosistem bawah laut masih relatif baik.
“Artinya, hiu-hiu ini di situ karena kondisi ekologinya sangat cocok buat dia. Itu yang perlu kita jaga,” ujarnya.


Meningkatnya populasi hiu paus juga mendorong Pemprov NTB memperkuat pengelolaan wisata berbasis konservasi di kawasan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal yang menjadi operator wisata.


DKP NTB telah memfasilitasi masyarakat setempat untuk mendapatkan sertifikat kelayakan sebagai pemandu atau guide, termasuk sertifikasi yang berkaitan dengan perkembangan dan keselamatan wisatawan.


Selain itu, Pemprov NTB sedang memfasilitasi perizinan bagi pelaku wisata secara personal serta legalitas kapal yang digunakan untuk kegiatan wisata. Kapal yang digunakan untuk aktivitas tersebut harus terdaftar sebagai kapal wisata.


Muslim menilai meningkatnya kunjungan wisatawan untuk menikmati hiu paus perlu diikuti kontribusi terhadap kelestarian lingkungan sebagai kompensasi ekologi.


Menurutnya, wisatawan datang menikmati sumber daya alam yang tergolong langka ini harus diatur untuk mempertahankan habitat hiu paus ini dalam jangka panjang.Salah satunya tetap menjaga agar sumber makanannya dari aktivitas yang merusak habitatnya.


Selain itu, ia menegaskan pengawasan harus dilakukan secara rutin dan terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI AL, Polair, Polda NTB, pengawas perikanan, pemerintah desa, masyarakat dengan kearifan lokal, polisi khusus, hingga unsur pengamanan lainnya.


Patroli tersebut diperlukan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi mengancam ekosistem, sekaligus memastikan kondisi perairan tetap nyaman bagi hiu paus.


Muslim juga mengatakan tarif yang berlaku saat ini untuk menikmati wisata hiu paus masih sangat kecil. Jika dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk menjaga dan memulihkan lingkungan.
“Di beberapa tempat di Malaysia dan Australia, kalau mau berwisata hiu paus, harus nunggu antrean jadwal sampai satu tahun. Dan bayarnya bisa sampai Rp5 juta per wisatawan. Kalau di kita, hanya Rp25 ribu. Jadi terlalu murah dan mudah orang ingin berwisata hiu paus,” ujarnya.


Karena itu, Pemprov NTB sedang mendorong penyesuaian kebijakan tersebut. Karena sebagian dari biaya itu akan dikembalikan untuk pemulihan lingkungan, masyarakat, patroli terpadu, serta mendukung operasional unit pelaksana teknis (UPT) pengelola kawasan agar habibat hiu paus ini tetap terjaga dengan baik.


Selain persoalan tarif, pengaturan jumlah wisatawan yang ingin menikmati wisata hiu paus harus dibatasi., termasuk jumlah kapal yang diperbolehkan masuk ke kawasan wisata Teluk Saleh.
“Kita perlu memastikan tidak secara simultan orang masuk pada waktu yang sama, membuat hiu paus stress. Dan itu bisa mengancam habibatnya,” katanya.


Hiu paus merupakan satwa yang sensitif terhadap aktivitas manusia. Wisatawan tidak diperbolehkan memegang atau berinteraksi secara langsung, termasuk terlalu dekat saat pemberian makan.


Larangan tersebut bukan hanya untuk menjaga kenyamanan dan perilaku alami hiu paus. Tetapi juga untuk memastikan keselamatan wisatawan bila hiu paus merasa terganggu dan stres.


“Bagaimana cara pemberian makan juga jangan terlalu dekat. Tidak boleh langsung berpegangan. Karena ini hewan, walaupun jinak, ada saja hal yang tidak kita pahami dan bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.


Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem Teluk Saleh.(bul)

Cetak Generasi Sadar Lalu Lintas Sejak Dini, Astra Motor NTB Hadirkan Fasilitas Safety Riding for Kids di Desa Bengkaung

0

Lombok Barat (Ekbis NTB) — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Astra Motor menjadi momentum penting bagi penguatan komitmen sosial perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Lewat langkah strategis yang menyentuh sektor pendidikan dan keselamatan berkendara, Desa Bengkaung yang terletak di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, secara resmi diresmikan sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) binaan Astra Motor pertama di Indonesia pada Jumat, 25 September 2026.

Peresmian yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Chief Executive Astra Motor, Robien Tony, bersama Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Suryanto Wirawan, jajaran manajemen, serta Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani, M.Pd. Di balik megahnya program pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di desa berpenduduk lebih dari 4.103 jiwa ini, sektor pendidikan usia dini turut mendapat perhatian khusus melalui pembangunan infrastruktur sekolah serta penyediaan fasilitas edukasi Safety Riding for Kids di TK dan PAUD Rinjani.

Komitmen Astra Motor dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyasar pengendara dewasa melalui kampanye nasional Astra Honda Safety Riding Indonesia, tetapi juga merambah anak-anak usia dini.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa fasilitas corner activity dan area edukasi safety riding yang dibangun di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian jangka panjang perusahaan. Fasilitas ini dilengkapi dengan tenda atau kanopi, peraga rambu-rambu lalu lintas, hingga marka jalan khusus anak.

“Konsep safety riding ini memang harus diajarkan dari sejak dini. Karena kalau kita baru belajar saat dewasa, cenderung belajarnya lebih sulit. Makanya, dari kecil sudah diajarkan untuk memahami rambu serta cara berkendara yang benar sebagai bekal di kemudian hari,” ungkap Yehezkiel Felix.

Sebagai bagian dari target tahunan Astra Motor NTB yang membidik sekitar 10.000 orang teredukasi keselamatan berkendara, kehadiran program di tingkat PAUD dan TK ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang patuh hukum dan berkesadaran tinggi (safety awareness).

Mengedukasi anak-anak usia dini tentu memiliki tantangan tersendiri dibandingkan memberikan materi kepada orang dewasa. Rentang fokus (attention span) anak-anak TK dan PAUD yang relatif singkat menuntut para instruktur untuk memutar otak menyajikan materi secara interaktif.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Faizatun Nabila, memaparkan bahwa metode pembelajaran dirancang sekreatif dan semenyenangkan mungkin. Para instruktur memanfaatkan alat peraga berupa sepeda khusus anak, media bergambar penuh warna, hingga diselingi dengan lagu-lagu ceria.

“Anak-anak usia dini memiliki jangka waktu fokus yang tidak selama orang dewasa. Oleh karena itu, edukasi kami kemas dengan ceria, penuh warna, dan elemen gambar yang menarik agar mereka betah dan mudah mencerna materi,” jelas Nabila.

Dalam praktiknya, tim instruktur juga menggandeng para guru kelas yang lebih memahami karakteristik personal setiap anak guna mengarahkan jalannya pembelajaran secara optimal apabila ada siswa yang mulai kehilangan fokus.

Langkah masif Astra Motor dalam menggalakkan edukasi keselamatan berkendara ini berjalan secara paralel dengan tren positif industri otomotif. Peningkatan volume penjualan sepeda motor diiringi pula dengan potensi risiko di jalan raya. Melalui edukasi yang masif dari berbagai lapisan usia—mulai dari korporasi, komunitas, hingga anak-anak—pihak manajemen berharap budaya berkendara yang aman dapat bermuara pada terciptanya zero accident di masa depan.

Melalui kolaborasi berkesinambungan di Desa Bengkaung, kehadiran fasilitas edukasi Safety Riding for Kids ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Lombok Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. (fan)

PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur Pendukung PLTP Atadei 2X5 MW di Lembata

0

Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 2X5 MW di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui penandatanganan kontrak Pekerjaan Penyiapan Infrastruktur yang meliputi Access Road, Wellpad, dan Water Supply System, Selasa, 8 September 2026.

Kontrak pekerjaan tersebut ditandatangani oleh Hendra Fitria selaku Leader Konsorsium PT PLN Nusantara Power Construction dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi sebagai kontraktor pelaksana.

Penyiapan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan akses menuju lokasi proyek, penyiapan area wellpad sebagai bagian dari fasilitas pengembangan panas bumi, serta pembangunan sistem penyediaan air untuk mendukung kebutuhan kegiatan di area proyek.

Pembangunan infrastruktur pendukung menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan PLTP Atadei. Ketersediaan akses yang memadai akan mendukung mobilisasi personel, peralatan, dan material menuju lokasi proyek, sementara kesiapan area wellpad diperlukan untuk menunjang tahapan pengembangan sumur panas bumi. Di sisi lain, Water Supply System disiapkan untuk mendukung kebutuhan air dalam pelaksanaan kegiatan di area proyek.

Ketiga pekerjaan tersebut menjadi bagian yang saling mendukung dalam menyiapkan infrastruktur dasar sebelum memasuki tahapan pengembangan berikutnya.

Pengembangan PLTP Atadei juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di NTT. Pemanfaatan potensi panas bumi di Lembata diharapkan dapat mendukung diversifikasi sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan penyiapan infrastruktur pendukung merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan setiap tahapan pengembangan PLTP Atadei berjalan secara terencana dan terintegrasi.

“Penyiapan akses, wellpad, dan sistem penyediaan air merupakan bagian penting dalam mendukung kelanjutan pengembangan PLTP Atadei. Infrastruktur dasar ini perlu disiapkan dengan baik agar tahapan pekerjaan berikutnya dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi aspek keselamatan maupun standar teknis yang ditetapkan,” ujar Manurung.

Ia menambahkan, pengembangan panas bumi membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

“PLN terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam setiap tahapan pembangunan. Kami berharap dukungan dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dijaga sehingga pengembangan potensi panas bumi Atadei dapat memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan sekaligus masyarakat di Kabupaten Lembata,” tutupnya.(bul)

Kriyanusa 2026 Hadirkan Karya Kriya Nusantara, NTB Tampilkan Pesona Uma Lengge dari Bima

0
Kriyanusa 2026 Hadirkan Karya Kriya Nusantara, NTB Tampilkan Pesona Uma Lengge dari Bima
Ketua Dekranas Selvi Gibran Rakabuming pose bersama dengan Ketua Dekranasda Provinsi se Indonesia, termasuk dengan Ketua Dekranasda Provinsi NTB Sinta Agathia M. Iqbal pada pembukaan  Pameran Kriyanusa 2026 yang digelar pada 26–30 September 2026 di JICC, Senayan, Jakarta Pusat. (Suara NTB/ist)

Jakarta (ekbis NTB) – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, resmi membuka Pameran Kriyanusa 2026 yang digelar pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Selvi menegaskan bahwa Kriyanusa bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, inovasi, teknologi, dan peluang pasar bagi para perajin Indonesia.

Istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming ini menyampaikan, penyelenggaraan Kriyanusa 2026 menjadi momentum penting setelah kegiatan tersebut sempat tertunda selama satu tahun. Ia meyakini semangat para perajin dan seluruh pihak yang terlibat semakin besar untuk menghadirkan karya-karya kriya terbaik Indonesia.

“Saya yakin semangat para perajin dan seluruh pihak yang terlibat semakin besar. Begitu juga dengan persiapannya untuk menghadirkan karya-karya kriya terbaik Indonesia,” ujar Selvi.

Menurutnya, Kriyanusa 2026 menghadirkan keberagaman budaya Indonesia melalui berbagai karya kriya dari seluruh penjuru Nusantara. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal, tradisi, serta kreativitas para perajin.

“Kriyanusa diharapkan menjadi wadah untuk melestarikan warisan budaya, mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap produk kerajinan Indonesia,” katanya.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa pameran tahun ini menghadirkan beragam karya kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika, budaya, tradisi, serta fungsi tertentu yang mencerminkan kekayaan dan kearifan lokal Nusantara.

Ia menjelaskan, berbagai produk yang ditampilkan menggunakan beragam material, mulai dari kayu, batik dan tekstil, logam, kulit, anyaman, material daur ulang, keramik, hingga berbagai bahan kreatif lainnya.

“Kami berharap keberagaman karya yang ditampilkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat mendekatkan masyarakat untuk mengenal, menghargai, membeli, dan menggunakan produk kriya Indonesia,” ujar Ayu Heni Rosan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kriyanusa 2026 yang menjadi ruang bagi para perajin daerah untuk memperkenalkan karya terbaiknya kepada masyarakat luas.

Menurut Bunda Sinta – sapaan akrabnya, keikutsertaan NTB dalam Kriyanusa tahun ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui produk kriya yang memiliki nilai ekonomi. NTB menghadirkan Paviliun NTB dengan mengusung konsep Uma Lengge dari Bima sebagai ikon utama.

“Ini merupakan pertama kalinya kami menghadirkan paviliun dengan konsep khusus pada ajang Kriyanusa. Tahun ini kami mengusung Uma Lengge dari Bima sebagai ikon pada bagian depan paviliun,” ujar Bunda Sinta.

Bunda Sinta juga memberikan apresiasi kepada para perajin dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mempersiapkan keikutsertaan NTB pada Kriyanusa 2026, termasuk dukungan dalam menghadirkan karya gerabah dan cukli sebagai bagian dari produk unggulan Paviliun NTB.

“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong semua pihak. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menghasilkan karya-karya berkualitas. Ini membuktikan bahwa kolaborasi mampu melahirkan produk kreatif yang membanggakan,” ungkapnya.

Pameran Kriyanusa 2026 berlangsung hingga 30 September 2026 di JICC Jakarta dan menghadirkan berbagai karya unggulan perajin Indonesia dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, Dekranas berharap karya kriya Nusantara semakin dikenal luas, membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para perajin, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (r/ham)

70 Desa Sudah Terima Alokasi Desa Berdaya, 187 Desa/Kelurahan Menyusul

0
70 Desa Sudah Terima Alokasi Desa Berdaya, 187 Desa/Kelurahan Menyusul
Lalu Hamdi (Suara NTB/era)

Mataram (ekbis NTB) – Realisasi program prioritas Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri, Desa Berdaya tahap satu saat ini sudah ditransfer ke sekitar 70 desa dan kelurahan yang ada di NTB. Masih ada 187 desa yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni Tahun 2026 NTB, serta APBD Perubahan tahun yang sama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil), Lalu Hamdi, mengatakan di APBD Murni, dialokasikan kepada sekitar 148 desa/kelurahan, dan di APBD Perubahan menyasar sekitar 109 desa/kelurahan.

“Sampai September, dari 148 desa/kelurahan, telah realisasi transfer ke desa/kelurahan sebanyak 70 desa/kelurahan. Sedangkan desa lainnya kami masih menunggu desa/kelurahan menyampaikan kelengkapan berkas pencairan,” ujarnya, Minggu, 27 September 2026.

Pemerintah Provinsi NTB, menganggarkan sekitar Rp300 juta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada 257 desa/kelurahan di 10 kabupaten/kota di NTB pada tahun 2026. Khusus untuk desa miskin ekstrem atau Desa Berdaya Transformatif, akan mendapatkan pendampingan dan bantuan keuangan Rp7 juta per kepala keluarga.

Di lain sisi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan intervensi pendanaan ini merupakan bagian strategis dari upaya pemerintah dalam melakukan pemberdayaan berbasis desa. Melalui dukungan dana, pendampingan, serta pembinaan yang terintegrasi, Pemprov NTB berkomitmen mendorong setiap desa agar mampu mengembangkan potensi lokalnya secara maksimal.

Saat ini, desa-desa penerima bantuan telah mulai bergerak mengembangkan sektor unggulan masing-masing. Berbagai komoditas produktif yang dikelola meliputi usaha peternakan, pengolahan hasil pertanian, tata kelola sampah secara mandiri, hingga pembangunan fasilitas pariwisata lokal.

“Kami berharap program Desa Berdaya ini tidak berhenti pada seremonial pencairan anggaran saja. Dana ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat desa,” tambahnya.

Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemprov NTB telah menetapkan target sebanyak 257 desa sebagai penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya Tematik. Pemerintah daerah mengimbau dan terus mendorong desa-desa lain yang masuk dalam daftar kuota agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar proses pencairan berikutnya berjalan lancar.

Guna memastikan dana stimulus ini tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan, Pemprov NTB menerapkan sistem pengawasan berlapis. Gubernur NTB telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas (Satgas) Pendamping Desa Berdaya.

Satgas khusus ini terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bertugas melakukan pengawalan ketat secara end to end mulai dari tahap pengajuan proposal, proses verifikasi, pelaksanaan di lapangan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan bantuan.

“Melalui sinergi pendanaan yang kuat dan pengawasan yang ketat, program Desa Berdaya Iqbal-Dinda diharapkan mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru langsung dari akar rumput demi mewujudkan NTB yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (era)

H-7 MotoGP Indonesia, Pemprov NTB Pastikan PJU Bypass Mandalika Terpasang

0
H-7 MotoGP Indonesia, Pemprov NTB Pastikan PJU Bypass Mandalika Terpasang
GELAP - PJU di Bypass Mandalika yang gelap gulita. Pemprov NTB memastikan H-7 MotoGP, semua PJU di jalur ini menyala. (Suara NTB/era)

Mataram (ekbis NTB) – Pemprov NTB memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) Bypass Mandalika terpasang sepekan sebelum perhelatan MotoGP Mandalika yang akan diselenggarakan pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Hal ini disampaikan menyusul masih banyaknya lampu PJU yang mati di kawasan tersebut padahal perhelatan MotoGP kurang tinggal dua pekan lagi.

Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan dalam sisa waktu dua pekan ini, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Dinas Perhubungan NTB untuk segera menuntaskan persoalan PJU tersebut.

“Dan untuk kelengkapan-kelengkapan yang lain, saya kira kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman ITDC untuk memastikan bahwa seluruh perangkat-perangkat terkait dengan pelaksanaan MotoGP kita persiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya pekan kemarin.

Saat ini, ada sekitar ratusan lebih PJU di sepanjang jalan Bypass mulai dari bundaran Bandara Internasional Lombok sampai dengan bundaran Sengkol yang tidak berfungsi. Hal ini akibat banyaknya kabel yang diduga dicuri oleh oknum. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan akan segera membenahi masalah PJU yang hampir tiap tahun berulang.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengatakan saat ini BPTD telah menurunkan tim ke lapangan guna mengantisipasi banyaknya PJU yang mati. “Karena banyak kabel-kabel yang hilang, yang dipotong. Jadi BPTD maunya mendekati MotoGP diperbaiki. InsyaAllah selesai sebelum MotoGP,” katanya.

Guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada musim MotoGP, sejumlah titik jalur transportasi utama menuju kawasan strategis dipastikan telah terfasilitasi dengan ketersediaan Alat Penerangan Jalan (APJ).

Ratusan unit fasilitas penerangan tersebut tersebar di berbagai ruas jalan vital, mulai dari perbatasan wilayah hingga jalur pendukung transportasi udara dan kawasan wisata. Pada jalur Ruas Bundaran Metro – Bundaran Gerung, tercatat sebanyak 143 unit APJ siap beroperasi yang merupakan kombinasi aset milik Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, untuk ruas Bundaran Gerung menuju Bundaran Sulin (wilayah perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah), disiagakan 88 unit APJ milik Pemkab Lombok Barat. 

Konektivitas menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan kawasan Mandalika mendapat porsi penerangan yang cukup signifikan.

Bundaran Sulin – Bundaran BIZAM terpasang sebanyak 290 unit APJ di bawah pengawasan BPTD.  Ruas Bypass Mandalika menjadi jalur dengan fasilitas terbanyak, dilengkapi 324 unit APJ aset BPTD serta 196 unit APJ aset BPJN. 

Bundaran BIZAM – Bundaran Mong terdapat sekitar 268 unit APJ milik Pemkab Lombok Tengah. Selain jalur-jalur utama tersebut, penerangan di ruas Bundaran Songgong – Tri Putri juga dipastikan optimal dengan dukungan 72 unit APJ dari Pemprov NTB serta 70 unit APJ dari BPTD. (era)

Jadwal Sementara MotoGP 2027 Dirilis, GP Indonesia Digelar Akhir Oktober

0
Jadwal Sementara MotoGP 2027 Dirilis, GP Indonesia Digelar Akhir Oktober
Kalender pelaksanaan MotoGP tahun 2027. (Suara NTB/ist)

Praya (ekbis NTB) – Dorna Sport, selaku penyelenggara ajang balap MotoGP telah merilis jadwal sementara ajang MotoGP musim 2027, akhir pekan kemarin. Sirkuit Internasional Mandalika kembali masuk menjadi satu dari 22 sirkuit penyelenggaraan ajang balap roda dua paling bergengsi di dunia tersebut.

Berbeda pada musim balap 2026 ini, Sirkuit Internasional Mandalika kebagian menggelar seri balapan ke 20 yang akan berlangsung pada 29-31 Oktober 2027 mendatang. 

Dikutip dari situs resmi MotoGP, GP Indonesia yang tahun ini menggelar seri ke 18 akan digelar setelah GP Malaysia. Baru setelah GP Indonesia, balapan MotoGP berpindah ke Australia sebagai rangkaian penutup tur Asia. Sebelum kemudian musim balapan akan berpindah ke Valencia Spanyol sebagai seri penutup.

Balapan musim 2027 menjadi penanda dimulainya penggunaan mesin 850cc pada motor balap kelas utama. Dari 1.000cc yang digunakan saat ini. Dengan seri pembuka tetap akan digelar di Thailand pada 5-7 Maret 2027. Baru kemudian pindah ke Qatar sepekan berselang.

Dari sisi venue, Argentina akan kembali masuk menjadi penyelenggara menggantikan GP Hungaria yang tahun depan tidak lagi masuk dalam kalender MotoGP. Dengan begitu benua Amerika Latin mendapat tambahan satu seri MotoGP lagi, selain GP Brazil.

Kemudian untuk GP Australia, Philip Island tidak lagi jadi tuan rumah. Sirkuit ikonik tepi pantai tersebut digantikan oleh Sirkuit Adelaide di Australia Selatan yang merupakan sirkuit jalan raya pertama di Australia yang menggelar balap MotoGP.

Bagi Indonesia, jadwal balapan musim 2027 cukup melegakan. Pasalnya, balapan MotoGP Mandalika tidak digelar bersamaan dengan balap Formula 1 (F1) Singapura seperti pada musim balap tahun ini yang digelar waktu bersamaan pada 9-11 Oktober 2026.

Di mana sebelumnya Direktur Operasi InJourney Toursim Development Corporation (ITDC) Troy R. Warokka, mengungkapkan kalau pihaknya sudah menyampaikan permintaan ke Dorna Sport agar seri balapan MotoGP Mandalika tidak digelar bersamaan dengan ajang F1 di Singapura seperti pada tahun ini. Harapanya, para penggemar otomotif bisa menonton balap MotoGP di Indonesia dan F1 di Singapura di waktu yang berbeda. (kir)