Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 443

DJP Nusra Imbau Wajib Pajak Waspada Modus Penipuan Berkedok Pajak

0
Samingun(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara, Samingun, mengimbau masyarakat, khususnya Wajib Pajak (WP), untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan DJP.

Menurut Samingun, berbagai modus penipuan kini semakin canggih, termasuk melalui teknik phishing, scamming, dan spoofing. Modus tersebut dilakukan dengan cara menghubungi WP secara langsung atau mengirimkan pesan spam dengan tujuan mengambil data pribadi mereka.

“Penipu seringkali memanfaatkan nama DJP untuk menciptakan kesan resmi dan mendesak. Masyarakat harus berhati-hati dan tidak mudah percaya jika ada pihak yang meminta data pribadi atau pembayaran tertentu melalui media komunikasi tidak resmi,” ujar Samingun.

Ia juga menegaskan bahwa DJP tidak pernah meminta data pribadi melalui pesan singkat, email, atau media lain tanpa melalui prosedur resmi. Oleh karena itu, WP yang merasa dihubungi oleh pihak yang mencurigakan diminta segera melapor ke kantor pajak terdekat.

“Laporkan segera jika menerima informasi yang mencurigakan. Jangan berikan data pribadi Anda, apalagi sampai mentransfer sejumlah uang tanpa klarifikasi lebih lanjut,” tambahnya.

DJP Nusra terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait ancaman penipuan ini. Wajib Pajak diimbau untuk selalu memastikan validitas informasi dan memanfaatkan layanan resmi DJP untuk kebutuhan perpajakan mereka.

Dengan kerja sama masyarakat dan pihak pajak, diharapkan aksi penipuan ini dapat diminimalkan. Tetap waspada dan selalu periksa kebenaran informasi sebelum bertindak.(bul)

NTB Penghasil Udang Terbesar di Indonesia

0
Ilustrasi Udang(ekbisntb.com/fajarasia.id)

Lombok (ekbisntb.com) – NTB tidak hanya dikenal sebagai penghasil mutiara atau rumput laut di Indonesia, bahkan di dunia. Namun, NTB merupakan provinsi penghasil udang terbesar secara nasional tahun 2023 lalu sebesar 197.040.11 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Provinsi NTB Muslim, ST, M.Si., menyebut keberhasilan NTB sebagai penghasil udang terbesar di Indonesia ini tidak terlepas dari potensi laut yang dimiliki. “NTB berada pada posisi pertama diikuti Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Timur, sebagai provinsi penghasil udang secara nasional,” ungkapnya pada Suara NTB usai mengikuti Rapat Koordinasi Pertambakan Wilayah Provinsi NTB yang difasilitasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis 9 Januari 2025.

Menurutnya, dari Satu Data KKP, produksi udang NTB tahun 2024 terdata hingga bulan Juni 2024 sebesar 95.139.97 ton. Sementara tahun 2022, produksi udang NTB sebesar 189.110.05 ton, dan tahun 2021 produksi udang NTB sebesar 180.545.65 ton.

Diakuinya persoalan kewenangan perizinan tambak udang sebelumnya dipertanyakan. Alasannya, masalah perizinan ini ada yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat. Hal ini yang juga menjadi pertanyaan pemerintah kabupaten yang wilayahnya memiliki tambak udang. Apalagi pemerintah kabupaten mengaku tidak mendapatkan apa-apa dari keberadaan tambak udang di wilayah mereka.

Tidak hanya itu, data jumlah perusahaan tambak udang yang beroperasi di masing-masing daerah berbeda, baik di kabupaten, Diskanlut Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KPK hingga kementerian.

 Hal senada disampaikan Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Dian Patria, menegaskan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi Pertambakan ini untuk menyatukan persepsi terkait pengelolaan pertambakan di NTB. Pihaknya memahami regulasi terkait masalah perizinan masih tumpang tindih antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Begitu juga masalah data perusahaan tambak yang beroperasi di kabupaten berbeda antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

Untuk itu, pihaknya memberikan waktu selama sebulan dalam melakukan sinkronisasi data antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menyamakan data dan masalah perizinan hingga 9 Februari 2025. Setelah itu akan ada pertemuan lanjutan yang difasilitasi pihak KPK.

Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., menjelaskan sektor pertambakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor ini, ujarnya, tidak hanya menjadi tumpuan mata pencaharian banyak masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian wilayah NTB secara berkelanjutan.

Saat ini, ungkapnya, Provinsi NTB memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan tambak. Untuk budidaya air payau, terdapat areal potensial seluas 27.927 hektar, sedangkan budidaya air tawar memiliki potensi mencapai 31.758 hektar. Berdasarkan data terbaru, luas tambak yang telah dimanfaatkan di NTB mencapai 5.360,98 hektar.

NTB juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil udang terbesar di indonesia, dengan mayoritas kegiatan budidayanya berada di Kabupaten Sumbawa. Produksi udang dari NTB menyumbang sekitar 20% dari total produksi udang budidaya nasional, dengan jumlah produksi pada tahun 2023 mencapai 967.650,362 ton per tahun.

Selain itu, ungkapnya, investasi pertambakan memiliki prospek cerah, sehingga kemungkinan untuk melakukan moratorium perlu dipertimbangkan. Apalagi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming, adanya investasi pertambakan ini sangat mendukung.

‘’Banyak investor yang menghubungi kita di sini untuk ingin segera mendapatkan layanan berinvestasi. Sudah banyak juga bertanya juga tentang masalah udang dan tambak ini di NTB. Mereka ingin segera datang ke NTB awal 2025 ini untuk berinvestasi. Tadi ada kebutuhan untuk makan gratis pangan dan lain sebagainya harus tersedia. Ini mereka anggap sebagai sebuah peluang yang mereka harus bergerak cepat mendukung program pemerintah,’’ ujarnya.

Untuk itu, ketika nanti dalam pertemuan berikutnya disepakati dilakukan moratorium, diharapkan tidak terlalu lama dan harus bekerja lebih cepat menuntaskan permasalahan ini. ‘’Ini momentum bagi kita walaupun kita akui ada masalah,’’ tambahnya. (ham)

Lebih dari Seribu Hektar Hutan Lindung Sekaroh Menjadi Lahan Jagung

0
Jagung dalam kawasan hutan lindung Sekaroh(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Lebih dari 1000 hektar kawasan hutan lindung di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, kini berubah fungsi menjadi ladang jagung. Memasuki musim hujan, lebih dari separuh dari 2.800 hektar kawasan hutan tersebut telah ditanami jagung oleh warga setempat.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur, Mustara Hadi, saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Kamis 9 Januari 2025 kemarin mengungkapkan pihaknya menghadapi tantangan besar dalam mengatasi peralihan fungsi hutan ini. “Kalau kita setop jangan tanam jagung, tidak bisa juga,” ungkapnya.

Khawatirnya kalau dipaksa untuk dilarang tanam jagung, khawatirnya jadi masalah baru. Dikatakan, pihak KPH Rinjani Timur saat ini sedang proses pengurangan sih dengan memberikan warga tanam kayu putih, kelengkeng dan tanaman lainnya.

Menurutnya, dengan masuknya tanaman kelengkeng, kayu putih dan jenis tanaman yang bisa bernilai ekonomi bagi warga diharapkan jumlah kawasan yang ditanami jagung bisa berkurang.

Warga sudah diberikan tempat bercocok tanam dalam bentuk Hutan Kemasyarakatan (HKm). Yakni ditempatkan di dua titik dalam kawasan hutan Sekaroh. Masing-masing Sekaroh Jaya dan Sekaroh Maju dengan jumlah keseluruhan 380 ha.

Dikatakan sudah lama warga menanam jagung. Penanaman pohon yang menghasilkan seperti kelengkeng, kemiri, kayu putih dan lainnya itu diharapkan bisa mengembalikan fungsi hutan.

KPH tidak menampik setiap memasuki musim tanam banyak yang melakukan pembakaran. Hal ini belum bisa dicegah maksimal namun pelan-pelan memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa mempertahankan fungsi hutan.

Karenanya, sebagai langkah kompromi, KPH Rinjani Timur mencoba mengurangi jumlah lahan yang ditanami jagung dengan program hutan sosial. Program ini memungkinkan warga memanfaatkan hutan secara legal untuk bercocok tanam, tanpa menghilangkan fungsi ekosistem hutan.

Hutan lindung Sekaroh ini dimaksudkan spesifik sebagai penahan angin. Saat musim angin, sangat kencang hembusan. Kalau tidak ada hutang maka sangat kencang anginnya bahkan bisa tanjung luar.

Ditambahkan, KPH bukan berarti menolak tanaman jagung. Akan tetapi dengan diarahkan ke program penanaman pohon semusim dan bernilai ekonomis lebih tinggi, maka ketergantungan terhadap jagung berkurang. Setidaknya bisa 60 persen tanaman semusim, sisanya bisa jagung secara tumpang sari.

Masyakarat petani diakui butuh pendapatan. Pertimbangan KPH tidak bisa seperti membalikan telapak tangan untuk mencegah aktivitas ekonomi warga yang sudah cukup lama di dalam kawasan hutan lindung Sekaroh tersebut.

Kepala Desa Sekaroh, Mansyur, menegaskan bahwa bagi warga, menanam jagung adalah pilihan utama untuk bertahan hidup selama musim hujan. “Selain jagung, hanya tembakau yang bisa menjadi alternatif. Namun, selama musim hujan, warga memilih menanam jagung di tegalan kosong,” jelasnya.

Produksi jagung di wilayah Sekaroh diharapkan dapat menjadi lumbung pangan. Dengan total area sekitar 4.000 hektar, produksi per hektar diprediksi mencapai 8 hingga 11 ton jika curah hujan mencukupi. “Meski tahun lalu gagal total dan merugi besar, kita harapkan tahun ini tidak merugi lagi,” ucapnya.

Ketersediaan air sebagai kendala utama dalam aktivitas cocok tanam saat ini sudah tak masalah. Embung warga sudah terisi semua. Embung yang tersedia di Sekaroh ini tercatat sekitar 200 unit, saat hujan embung menjadi media panen air untuk digunakan warga bercocok tanam.

Namun, persoalan status lahan hutan lindung menimbulkan pro kontra. Ratusan kepala keluarga yang menggarap lahan hutan berharap melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), status lahan dapat diubah menjadi hutan sosial atau hutan produksi yang memungkinkan warga mendapatkan hak milik sesuai Undang-Undang Agraria.

“Sudah puluhan tahun warga mengelola lahan ini, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun. Kami berharap pengelolaan ini bisa dilegalkan,” kata seorang petani.

Sementara itu, upaya menjaga keberlanjutan ekosistem hutan lindung terus dilakukan. Namun, dengan meningkatnya tekanan ekonomi dan kebutuhan warga, tantangan ini menjadi semakin kompleks dan memerlukan solusi yang seimbang antara keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (rus)

Jalan Menuju Pantai Pink Rusak Parah

0
Jalan Rusak Parah(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Jalan sepanjang 4 kilometer (km) menuju pantai Pink di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) rusak parah. Kondisi ini membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati terlebih selama musim hujan. Terlihat kubangan seperti danau di tengah jalan.

Kepala Desa Sekaroh, Mansyur kepada Ekbis NTB, Kamis 9 Januari 2025 kemarin menyebut jalan yang rusak saat ini karena termakan usia. Yakni dibangun di era Presiden Soeharto.

Berbeda dengan ruas jalan baru yang dibangun tahu 2019 lalu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang saat ini masih utuh.

Karena jalan tersebut menjadi akses satu-satunya warga Sekaroh, Kades mengaku sedah berusaha untuk melakukan penimbunan menggunakan material tanah.

Jalan rusak itu pun sudah berusaha untuk diusulkan perbaikannya segera. Harapannya kepala daerah baru di Provinsi NTB maupun Lotim ini memiliki kepedulian terhadap akses jalan wisata ke pantai Pink, Tanjung Ringgit dan objek wisata terkenal lainnya di wilayah Sekaroh. “Jalan yang parah itu rencana mau diaspal tahun ini, mudahan Bupati baru peduli,” harapnya.

Penimbunan sementara dilakukan karena mengingat kubangan yang terjadi cukup parah. Bahkan ada bagian jalan yang berlubang cukup dalam sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau tak cepat ambil inisiatif, khawatir ada yang korban. Karena itu kita mnta kepada pemerintah yang akan menjabat supaya jalan tersebut diperbaiki segera,” asanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Achmad Dewanto Hadi mengatakan banyaknya jalan rusak akibat musim hujan.

Terkait jalan ke Pantai Pink tersebut katanya merupakan kewenangan dari pemerintah provinsi NTB. “Itu jalan provinsi,” sebutnya. Komitmen Pemkab Lotim sendiri siap memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak.

Jauh sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lotim, Lalu Kurnia Darmawan menyebut selain faktor hujan, khusus jalan di Sekaroh ini terjadi cukup cepat kerusakan akibat kendaraan yang melewatinya melebihi tonase. Banyak truk muatan besar melintas mengambil jagung. Hal ini jelas membuat jalan cepat rusak karena tonase tidak sesuai. (rus)

Anggota DPR RI Pantau Langsung Program Makan Bergizi Gratis di NTB

0
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, H. Muazzim Akbar, turun langsung memantau pelaksanaan program makan bergizi gratis di sejumlah sekolah di Lombok Timur(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Muazzim Akbar, turun langsung memantau implementasi program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat di sejumlah sekolah di Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 2, Pulau Lombok.

Muazzim menjelaskan bahwa sebagai bagian dari partai koalisi pengusung Presiden Prabowo Subianto, PAN memiliki kewajiban untuk mengawal dan memastikan agar program makan bergizi gratis tersebut berjalan dengan baik di lapangan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan program makan siang gratis pada pekan pertama ini di beberapa sekolah di Lombok sudah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi para siswa-siswi,” ujar Muazzim pada Kamis 9 Januari 2025.

Muazzim memantau langsung di tiga titik pelaksanaan program tersebut, yaitu di SDN 1 dan 2 Jenggik Utara, serta MI NW Lingkok Telu Jenggik Utara, Kabupaten Lombok Timur.

Ketua DPW PAN NTB ini menambahkan bahwa pada tahap awal, program makan bergizi gratis tersebut masih dalam proses evaluasi. Jika ditemukan kekurangan-kekurangan, maka perbaikan akan dilakukan ke depannya.

“Kami berkomitmen untuk terus memastikan keberlanjutan program ini di seluruh wilayah Provinsi NTB dan akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan cakupannya di program makan bergizi gratis berikutnya,” ujar Muazzim.

Dari sisi menu, Muazzim mengakui bahwa satu porsi dengan anggaran Rp10.000 memang kurang memadai. Bahkan, dengan anggaran Rp20.000 pun, menu makan bergizi gratis tersebut masih dirasa kurang. Hal-hal ini akan menjadi bahan evaluasi, khususnya di DPR RI.

“Memang, satu porsi dengan anggaran Rp10.000 sepertinya tidak cukup. Bahkan, dengan anggaran Rp20.000 pun, saya melihat lauknya hanya tahu tempe dan sedikit ayam. Ini akan kami evaluasi, dan kami turun langsung untuk memastikan program ini berjalan optimal. Evaluasi ini akan kami bawa ke DPR untuk disampaikan kepada pemerintah,” pungkasnya.

KPK Minta Masyarakat Ikut Awasi

Di tempat terpisah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat untuk turut mengawal program makan bergizi gratis di NTB, mengingat besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk program ini.

“Saya kira program ini perlu pengawalan yang transparan dan terbuka. Jangan sampai program besar ini diselewengkan. Ini saya sampaikan secara umum,” ungkap Kasatgas Korsup V KPK, Dian Patria, di Mataram, pada Kamis 9 Januari 2025.

Dian menambahkan bahwa program makan bergizi gratis di NTB harus diawasi secara bersama-sama, mengingat dana yang dikeluarkan cukup besar dan membebani anggaran pendapatan belanja negara (APBN). “Program ini harus diawasi bersama-sama,” katanya.

Dian juga menyarankan agar bahan pokok yang digunakan dalam program tersebut dapat memanfaatkan makanan lokal NTB. “Saya kira akan lebih baik jika menggunakan bahan makanan kearifan lokal NTB, seperti daun kelor, yang sangat sehat,” pungkasnya. (ndi)

Konsultasi Raperda Jasa Konstruksi: DPR RI Dukung Penuh DPRD NTB Prioritaskan Pengusaha Lokal

0
Pimpinan dan anggota Pansus IV Raperda Jasa Konstruksi saat konsultasi dengan anggota DPR RI dari Dapil NTB 2, Abdul Hadi.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, yang berasal dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan NTB 2 (Pulau Lombok), menerima kunjungan konsultasi dari Pansus IV DPRD Provinsi NTB. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jasa Konstruksi. Delegasi tersebut dipimpin oleh Ketua Pansus IV, Hamdan Kasim.

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Hadi mengapresiasi upaya Pansus IV dalam mendalami materi Raperda. Ia berharap penyusunan Perda Jasa Konstruksi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan regulasi yang efektif untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di NTB.

“Saya berharap Perda Jasa Konstruksi yang sedang disusun dapat memberikan kemudahan dalam pembangunan infrastruktur di NTB. Selain itu, regulasi ini diharapkan mampu mengatur agar pelaksanaan proyek konstruksi dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” ungkap Abdul Hadi pada Kamis 9 Januari 2025.

Politisi PKS ini juga menekankan pentingnya Perda untuk mengakomodasi peran jasa konstruksi daerah, termasuk perusahaan jasa konstruksi lokal, serta mengantisipasi dominasi pekerjaan infrastruktur oleh BUMN dan anak perusahaannya. Hal ini dinilai dapat memberikan peluang lebih besar bagi pengusaha lokal untuk berkontribusi dalam pembangunan di daerah mereka.

Abdul Hadi juga menyoroti pentingnya aturan yang jelas terkait sanksi. “Sanksi harus diterapkan tidak hanya kepada perusahaan jasa konstruksi yang melanggar, tetapi juga kepada pemerintah jika terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pembayaran,” tegasnya.

Selain itu, Abdul Hadi menginformasikan bahwa saat ini RUU revisi UU No. 2 Tahun 2017 telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Long List 2025-2029. Dalam revisi tersebut, terdapat wacana untuk memberikan peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan jasa konstruksi, serta kemungkinan berdirinya Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) secara independen.

Sebagai Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi menyatakan kesiapan untuk mendukung proses penyusunan Perda tersebut, termasuk memberikan informasi dan konsultasi yang diperlukan. “Saya siap berkolaborasi dengan DPRD dan Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung program-program infrastruktur yang dapat membawa kemajuan bagi NTB,” ujar politisi PKS asal Lombok ini.

Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara DPR RI, DPRD Provinsi NTB, dan Pemerintah Daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur di NTB berjalan sesuai harapan. Abdul Hadi berharap hasil dari Perda ini nantinya dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat NTB, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka melalui sektor jasa konstruksi. (ndi)

Masyarakat Diminta Waspadai Penyebaran Virus MBPV

0
H. Emirald Isfihan(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Virus Human Metapneumorvirus (HMPV) telah ditemukan di Indonesia. Masyarakat diminta mewaspadai penyakit tersebut, meskipun tidak memiliki resiko tinggi seperti coronavirus disease.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menjelaskan, virus Human Metapneumorvirus (HMPV) seperti fenomena yang muncul kemudian banyak kasus ditemukan sehingga menyebabkan masyarakat heboh dan panik. Akan tetapi, HMPV tidak semasif coronavirus disease yang memiliki resiko dan angka kematian sangat rendah. “Iya, kita sikapi biasa saja, tetapi patut diwaspadai,” kata Emirald.

Pencegahan penyebaran virus ini dengan menjaga kesehatan, mengatur pola hidup bersih dan sehat. Dikatakan, penyakit ini memiliki gejala seperti flu, peradangan, dan demam. Demam ini tidak terlalu tinggi. Emirald menegaskan, imunitas sangat penting untuk mencegah penularan melalui pola hidup bersih dan sehat. “Kalaupun kena tidak terlalu menyebabkan penyakit berat kalau imunitas bagus,” jelasnya.

Sejauh ini, penyakit HMPV tidak seperti Covid-19 yang memiliki resiko terhadap penyakit penyerta lainnya. Namun demikian, ia menyarankan masyarakat yang memiliki gejala flu dan peradangan agar memeriksakan diri ke dokter serta mencuci tangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi penularan penyakit.

Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana menambahkan, penyebaran penyakit HMPV juga patut diwaspadai penularannya, sehingga skenario yang telah dilakukan adalah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi adanya kebijakan pemerintah pusat seperti penyebaran virus Covid-19 di tahun 2020. “Kita sudah siapkan anggaran karena ada virus baru juga sedang ramai,” ujarnya.

Masyarakat diminta mewaspadai penularan virus tersebut, terutama menjaga pola hidup bersih dan sehat serta mengkonsumsi makanan bergizi. (cem)

Pertumbuhan Positif Berlanjut di Tahun Ini

0
Berry Arifsyah (ekbisntb.com/ris)

EKONOMI Provinsi NTB pada triwulan III 2024 tetap terjaga paska hari besar keagamanan nasional dan periode libur sekolah pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB tumbuh cukup baik sebesar 6,22% (yoy) pada triwulan III 2024.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Berry Arifsyah Harahap mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB tahun 2024 ditopang oleh tetap terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, serta kinerja ekspor yang tetap terjaga seiring perolehan relaksasi ekspor konsentrat hingga akhir tahun 2024.

Menurutnya, Pertumbuhan ekonomi NTB keseluruhan tahun 2024 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 dengan prakiraan berada pada range 5,8 hingga 6,6% (yoy). Hingga triwulan III-2024, perekonomian NTB tercatat tumbuh 7,23% (cumulative-to-cumulative/ctc), jauh lebih tinggi dari pada pertumbuhan tahun sebelumnya yang sebesar 1,80% (yoy). Relaksasi ekspor konsentrat tembaga dan tetap terjaganya kinerja konsumsi RT menjadi penopang pertumbuhan di tahun 2024.

“Adapun untuk keseluruhan tahun 2024 pertumbuhan positif akan berlanjut dan akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sejalan dengan kinerja ekspor yang lebih baik dan tetap terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” kata Berry Arifsyah Harahap saat memberikan pemaparan kepada media, Kamis 9 Januari 2025.

Ia mengatakan, lebih baiknya pertumbuhan ekonomi juga turut ditopang tingkat inflasi yang terjaga. Sebab hingga Desember 2024, inflasi tahunan NTB tercatat terkendali sebesar 1,28 persen (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan positif diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2025 meski di bawah Nasional. Pertumbuhan positif terutama ditopang oleh akselerasi kinerja investasi dan tetap baiknya konsumsi rumah tangga. Meski demikian, kegiatan penambangan yang lebih rendah (siklus batuan) relatif menahan kenaikan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Adapun strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi NTB ke depan di bidang pertanian yaitu dengan mendorong penggunaan dan perluasan bibit unggul, mendorong penerapan teknologi pertanian guna meningkatkan efisiensi serta penguatan kelembagaan dan SDM.

Strategi utama lainnya di bidang industri makanan dan minuman dengan mendorong kerjasama antara investor, industri, dan petani melalui skema investasi kolektif, business-matching pelaku usaha dan investor, serta pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani dalam membuat produk olahan pertanian.

“Strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi NTB ke depan juga dengan melakukan investasi sektor potensial di bidang pariwisata dan pengembangan UMKM untuk mendorong sektor riil,” ujar Berry.(ris)

Petani Mengeluh, DPRD NTB akan Laporkan Dugaan Mafia Pupuk Subsidi

0
Lalu Wirajaya(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota DPRD NTB angkat bicara terkait masalah tingginya harga tebus pupuk bersubsidi di beberapa wilayah di NTB. Keluhan ini datang dari para petani yang mengeluh tentang harga pupuk bersubsidi yang melonjak menjelang musim tanam padi tahun ini.

Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait tingginya harga pupuk bersubsidi yang harus ditebus oleh petani. Bahkan, disebutkan bahwa petani harus membeli pupuk bersubsidi hingga Rp300 ribu per kwintal di pengecer.

“Kami rasa jika kelangkaan pupuk masih terjadi dan petani mengeluh tentang harga yang tinggi, berarti ada indikasi adanya ‘mafia’ dalam proses distribusi pupuk,” ujar Wirajaya pada Rabu 8 Januari 2025.

Politisi dari Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa dalam kunjungan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, ke NTB beberapa waktu lalu, dijelaskan bahwa harga pupuk bersubsidi seharusnya sesuai ketentuan pemerintah, yaitu Rp115 ribu per kwintal. Namun, harga tersebut bisa meningkat menjadi sekitar Rp150 ribu per kwintal untuk menutupi biaya ongkos buruh.

“Jika harga mencapai Rp150 ribu, itu masih wajar karena ada pemangkasan jalur distribusi dari PT Pupuk Indonesia langsung ke pengecer. Tapi, jika di lapangan harganya mencapai dua kali lipat dari harga yang ditentukan, ini sudah termasuk permainan,” tegasnya.

Wirajaya menambahkan, langkah Presiden Prabowo dalam menata pola distribusi pupuk ke petani di daerah-daerah merupakan semangat pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan memberantas praktik mafia pupuk yang dapat merugikan petani.

Sebagai Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB, Wirajaya berjanji akan mendalami keluhan petani terkait tingginya harga pupuk di kalangan mereka. Dia juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan distribusi pupuk di lapangan.

“Kami akan melaporkan hal ini ke DPN HKTI, dan DPN HKTI akan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Kami tidak ingin melihat petani terus menjerit,” tegasnya.

Diketahui bahwa alokasi pupuk bersubsidi di NTB sudah didasarkan pada usulan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan seharusnya tidak ada lagi kelangkaan pupuk di kalangan petani. Namun demikian, pengawasan terhadap praktik distribusi pupuk dan potensi adanya mafia pupuk tetap perlu dilakukan.

“Praktiknya kadang-kadang ada mafia pupuk, dan ini perlu diawasi dengan ketat. Pemerintah, HKTI, dan aparat harus memastikan jalur distribusi berjalan dengan benar,” pungkasnya. (ndi)

Kios dan Distributor Pupuk Klarifikasi Keluhan Petani Soal Harga Pupuk Subsidi Tinggi di Lombok Tengah

0
AE Pupuk Indonesia NTB dan Staff lapangan CV Fortuna Gercep turun lapangan selesaikan masalah pupuk Ditingkat Kios(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kios hingga distributor pupuk subsidi di Kabupaten Lombok Tengah mengklarifikasi perihal harga tebus pupuk diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disampaikan salah seorang petani kepada Wamentan, Sudaryono saat Tanam Raya Varietas Padi Unggul Gamagora 7 di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 6 Januari 2025.

Natasya, penanggung jawab UD Elvin, selaku pengecer pupuk bersubsidi di Desa Pengembur, mengklarifikasi bahwa harga jual pupuk Urea subsidi Rp300 ribu per kuintal adalah keluhan petani dari kelompok “Remaja Tani”.

Menurutnya, harga tersebut sudah berdasarkan kesepakatan bersama dan disebabkan oleh sistem pembayaran pupuk yang dilakukan secara kredit (hutang), bukan tunai.

“Penebusan pupuk dengan harga Rp300 ribu per kuintal ini disepakati bersama karena pembayaran dilakukan secara dihutang, bukan tunai,” ungkapnya.

Karena penebusan pupuk subsidi dilakukan dengan berhutang kepada kios ini menimbulkan adanya selisih dari HET, namun selisih ini adalah kesepakatan bersama yang sudah disetujui oleh petani, kelompok, dan kios pengecer.

Ferdinan, Wakil Direktur CV Fortuna, distributor pupuk bersubsidi di Lombok Tengah juga memberikan tanggapan tegas terkait hal ini. Ditegaskannya, Pengecer Pupuk Bersubsidi wajib menjual pupuk bersubsidi kepeda petani sesuai dengan HET. Apabila dikemudian hari ditemukan pengecer yang menjual diatas HET, maka akan dikenakkan sanksi (diberhentikkan).

“Kami telah memberikan surat peringatan pertama kepada UD Elvin atas dugaan menjual pupuk Urea bersubsidi di atas HET. Jika kejadian serupa terulang, kami tidak segan memutus kerja sama kios,” tegas Ferdinan.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga telah memanggil seluruh kios binaan untuk memberikan arahan agar menjual pupuk sesuai regulasi yang berlaku. Pihaknya siap memberikan teguran keras (surat peringatan) terhadap kios yang dilaporkan menjual pupuk dengan harga tidak sesuai HET, dan siap memberhentikan kios yang tidak dapat melakukan fungsi pengecer dalam melayani petani/kelompok tani.

Diketahui, keluhan harga pupuk tinggi ini mencuat ketika salah seorang petani menyampaikan bahwa pupuk bersubsidi dijual dengan harga Rp300 ribu per kuintal. Mendengar laporan tersebut, Wamentan Sudaryono langsung meminta jajaran Pupuk Indonesia untuk menelusuri sumber permasalahan.

Wamentan menegaskan bahwa layanan distribusi pupuk subsidi tahun 2025 berjalan baik, per tanggal 01 Januari 2025 petani sudah bisa melakukan penebusan pupuk subsidi.

“Harga pupuk di pengecer itu harga Rp 115.000 per sak isi 50 kg, jadi kenapa ada praktik harga lebih mahal? Biasanya dibebankan ongkos kirim, makanya ada yang harganya Rp 150.000. Jadi kios sudah benar menjual Rp 115.000, hanya ada variasi ongkos kirim dan juga kontribusi kepada iuran kelompok,” tutur Wamentan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024, pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton untuk tahun 2025, dengan rincian Urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, dan pupuk lainnya. Penyaluran pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani terdaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan syarat luas lahan maksimal 2 hektare.

Kementerian Pertanian berkomitmen mengawal langsung distribusi pupuk bersubsidi agar petani mendapatkannya sesuai jumlah dan harga yang telah ditentukan.(bul)