Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 442

Penyebaran PMK, Hewan Ternak akan Divaksin

0
Pengunjung di Pasar Ternak Selagalas menurunkan sapi yang akan dijual dari atas kendaraan pada, Kamis 9 Januari 2025. Dinas Pertanian akan menyalurkan vaksin bagi peternak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi mulai menyebar di beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat. Hewan ternak di Kota Mataram akan diberikan vaksin untuk mengantisipasi penularan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah dikonfirmasi pada, Jumat 10 Januari 2025 menjelaskan, rapat koordinasi bersama Dinas Peternak dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat membahas tentang penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak terutama pada sapi. Penyakit PMK diatensi serius karena NTB menjadi salah satu daerah penyumbang daging sapi nomor empat secara nasional.Pemerintah pusat mengatensi penyebaran penyakit PMK, sehingga akan diberikan vaksin kepada peternak sapi. “Iya, peternak termasuk di Kota Mataram juga akan diberikan vaksin untuk mengantispasi penyebaran PMK,” terangnya.

Lima daerah di NTB diduga ditemukan PMK pada hewan ternak. Diantaranya, hewan ternak dari Pulau Sumbawa. Irwan mengklaim di Kota Mataram belum ditemukan penyakit PMK, sehingga harus dilakukan antisipasi penularan. Salah satunya memperketat masuknya hewan ternak dari lima daerah tersebut. “Petugas di kecamatan selalu mendata dan melaporkan kondisi hewan ternak setiap hari. Alhamdulillah, di Kota Mataram belum ditemukan kasus PMK,” klaimnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram menegaskan, lalu lintas distribusi sapi khusus Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih menunggu analisis resiko terhadap kondisi hewan ternak. Hasil analisis resiko dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, akan mengirim kembali ke pemerintah pusat untuk menunggu rekomendasi pengiriman sapi dari Pulau Sumbawa.

Ditambahkan, pasar ternak di Selagalas tidak ditutup karena Kota Mataram masih terbebas dari PMK. “Tidak ada penutupan karena Mataram masih aman dari PMK,” tegasnya.

Namun demikian, Irwan mengingatkan peternak tetap mengantisipasi penularan penyakit PMK dan disarankan untuk melapor ke petugas kesehatan hewan apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka. (cem)

Tekan Lonjakan Harga, Wawali akan Lobi Daerah Surplus Pangan

0
Seorang pedagang ayam di Pasar Mandalika menunggu pembeli belum lama ini. Harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan di awal tahun 2025. Wawali berharap daerah yang mengalami surplus pangan memprioritaskan Kota Mataram untuk distribusi barang. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman akan melakukan lobi ke daerah yang surplus bahan pangannya. Tujuannya agar memenuhi ketersediaan barang pokok di Kota Mataram. “Kita akan optimalkan kerjasama antara daerah untuk melobi daerah yang surplus pangan,” terangnya dikonfirmasi kemarin.

Tim Pengendali Inflasi Daerah terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik serta aparat kepolisian akan turun memantau ketersediaan harga serta stok barang pokok di pasar tradisional.

Hasil pemantauan ini kata Wawali, akan diambil langkah implementatif untuk memasok harga guna menekan harga. “Kita lakukan high level meeting untu semua anggota untuk mengambil langkah implementatif,” terangnya.

Orang nomor dua di Kota Mataram mengakui, harga cabai rawit,tomat, cabai merah, dan cabai keriting, dan bawang merah mahal dipicu faktor cuaca. Demikian juga, harga telur ayam juga tidak mengalami masih mahal sejak beberapa bulan terakhir.

Mujib berharap daerah yang surplus pangan seperti Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat dan daerah lainnya memprioritaskan Kota Mataram untuk distribusi barang pokok tersebut.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida menjelaskan, dari hasil survey di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram bahwa produk hortikultura seperti cabai rawit, tomat, cabai merah, bawang merah dan lain sebagainya mengalami kenaikan signifikan. Misalnya, kenaikan harga cabai rawit sangat fluktuatif mulai dari Rp80 ribu-Rp90 ribu perkilogram. Sedangkan, tomat harga Rp20 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp8 ribu perkilogram. Cabai keriting dari Rp50 ribu-Rp75 ribu perkilogram. “Memang ada kenaikan signifikan tetapi fluktuatif,” terangnya.

Faktor utama kenaikan harga komoditi dipengaruhi oleh cuaca serta pasokan sangat minim dari Kabupaten Lombok Timur, sehingga tomat yang beredar di pasar tradisional didatangkan dari Pulau Bali dan Pulau Jawa. Bencana alam yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sangat berpengaruh signifikan terhadap distribusi barang serta gagal panen.

Nida membantah bahwa kenaikan barang pokok ini, bukan disebabkan adanya rencana kenaikan pajak penghasilan nilai oleh pemerintah pusat. “Kalau ini tidak ada kaitannya, karena bapok tidak masuk dalam pajak,” tegasnya.

Strategi dilakukan untuk menekan gejolak harga adalah melakukan survey di pasar pantauan selanjutnya data dikoordinasikan ke Dinas Perdagangan Provinsi NTB, untuk mengantisipasi gejolak harga. Khusus cabai rawit kata Nida, banyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur, sehingga saat harga melonjak seperti saat ini, distributor diharapkan tidak mengirim ke luar daerah dibatasi karena harga cabai di Pulau Jawa di atas Rp100 ribu perkilogram. “Kita berharap kebutuhan cabai di daerah terisi dulu,” harapnya. (cem)

Cabai Berpotensi Kerek Inflasi

0
Wahyudin (ekbisntb.com/dok)

KOMODITAS cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah sedang menjadi bahan kebutuhan masyarakat yang harganya sangat tinggi. Laporan Dinas Perdagangan Provinsi NTB per tanggal 10 Januari 2025, harga cabai rawit di angka lebih dari Rp80 ribu per kg. Begitu juga cabai merah berada di angka Rp68 ribu per kg.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, cabai rawit sebenarnya belum masuk menjadi komoditas penyumbang inflasi di bulan Desember 2024 kemarin. Namun kini harga cabai semakin tinggi di pasaran, sehingga diperkirakan akan memberi andil yang besar terhadap inflasi.

 “Sekarang ini sudah naik lagi, bahkan kemarin saya dengar 100 ribu ( per kg). Ini sudah pasti akan mempengaruhi inflasi, karena memang cabai kebutuhan kita yang cukup banyak di NTB. Disamping kebutuhan rumah tangga, juga untuk industri makanan dalam hal ini rumah makan,” kata Wahyudin kepada Ekbis NTB, Jumat 10 Januari 2025.

Wahyudin mengatakan, komoditas yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat kemudian harganya naik berkali lipat, hal itu akan mempengaruhi angka inflasi di daerah. Terlebih untuk komoditas cabai merah pada bulan Desember kemarin, BPS mencatat komoditas ini menjadi salah satu komoditas yang cukup dominan memberi andil inflasi bulan ke bulan (m-to-m) yaitu sebesar 0,06 persen.

“Cabai merah, indikasinya sudah naik, 0,06 persen pengaruhnya. Ini juga akan naik lagi kemungkinan. Namun mudah-mudahan tidak sampai satu koma sekian persen inflasi bulan ke bulan ini,” katanya.

Sebagai solusi agar harga cabai kembali normal kembali, ia menyarankan agar pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan swasta misalnya Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) NTB untuk berkolaborasi dalam hal menjalin kemitraan dengan pemda serta pelaku usaha di luar daerah.

Jika harga cabai di luar daerah lebih rendah daripada di NTB, maka Kadin bersama dengan Pemda bisa mendatangkan stok cabai ke dalam daerah. Harga cabai yang dijual harus lebih rendah daripada harga pasar, sehingga harga cabai yang tinggi sedang naik tajam bisa menurun.

Kita berharap kerja sama antara pemerintah dan swasta. Seperti Kadin bisa kerja sama dengan Jatim atau di luar NTB. Dibading dengan harga kita plus transport dan trade margin berapa sehingga bisa menjual di NTB dengan harga pasar sekarang,” ujarnya.

Ia menilai, lalu lintas komoditas antara Jawa dengan NTB sudah semakin dekat. Terlebih dengan adanya tol laut berupa penyeberangan Lombok – Surabaya akan menghemat waktu dan biaya pengiriman barang. Jika satu komoditas di NTB sedang mahal, maka opsi mendatangkan barang dari luar daerah menjadi hal yang perlu dilakukan untuk menormalkan pasar.

Untuk diketahui, ingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Desember 2024 sebesar 0,46 persen. Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi seperti ikan layang/ikan benggol 0,09 persen, bawang merah 0,06 persen, cumi-cumi 0,06 persen, cabai merah 0,06 persen dan daging ayam ras 0,04 persen(ris)

PLN UIW NTB Catat Pertumbuhan Penjualan Listrik 11% pada 2024

0
PLN berhasil mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah NTB(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan pencapaian gemilang pada tahun 2024, dengan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari sektor industri, yang mengalami kenaikan penjualan hingga 18%. Hal ini mencerminkan keberhasilan PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah NTB.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pelanggan PLN di NTB atas kepercayaan yang diberikan. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa PLN terus menjadi mitra strategis bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam mendorong pembangunan ekonomi. Pertumbuhan di sektor industri menjadi indikator positif bahwa NTB semakin kompetitif sebagai daerah tujuan investasi,” ujar Sudjarwo.

Salah satu pelanggan yang merasakan dukungan kelistrikan optimal dari PLN adalah PT Mentari Utama Indonesia (MUI) Cabang Lombok. Perusahaan yang bergerak di bidang tambak udang ini, dengan kapasitas 64 kolam yang berlokasi di Desa Sambik Elen, Bayan, Lombok Utara, berhasil meningkatkan pasokan listriknya melalui layanan perubahan daya dari 415 kVA menjadi 1.730 kVA. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi PLN dalam mendukung pengembangan industri agrikultur di NTB.

Hendra, Pimpinan PT MUI, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan PLN. “Terima kasih PLN, layanan yang diberikan sangat cepat, biaya transparan, dan informasi yang disampaikan juga akurat. Priority account executive yang mendampingi kami sangat membantu dalam menjelaskan produk PLN,” ungkap Hendra.

Pertumbuhan sektor industri secara keseluruhan didorong oleh keandalan pasokan listrik PLN yang terus ditingkatkan. Investasi dalam infrastruktur kelistrikan, termasuk penguatan jaringan distribusi dan penyediaan daya yang andal, telah mendorong sektor ini untuk berkembang pesat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kebutuhan listrik pelanggan industri terpenuhi dengan layanan terbaik,” tambah Sudjarwo.

Selain sektor industri, PLN UIW NTB juga mencatatkan pertumbuhan di sektor rumah tangga dan UMKM. Peningkatan kebutuhan listrik di kedua sektor ini sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan berkembangnya aktivitas ekonomi di NTB.

Sudjarwo menutup pernyataan dengan optimisme untuk tahun 2025. “Kami siap menghadapi tantangan di tahun 2025 dengan terus berinovasi dan berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan,” tandasnya. (bul)

Trafik Broadband Telkomsel Tumbuh 17,95% Selama Nataru 2024/2025

0
Telkomsel berkomitmen menghadirkan konektivitas yang andal dan inovatif(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Telkomsel memastikan kelancaran dan kenyamanan konektivitas serta pengalaman digital pelanggan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dengan mengoptimalkan jaringan broadband canggih dan menyediakan produk serta layanan bernilai tambah.

Berbagai upaya untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggan selama momen Nataru telah dilakukan Telkomsel, antara lain dengan memperluas cakupan jaringan 5G secara masif, termasuk penambahan ratusan titik 5G baru di Jakarta dan sekitarnya, penyediaan 46 BTS COMBAT, 271 BTS 4G baru, serta peningkatan kapasitas 178 BTS 4G/LTE. Saat ini, lebih dari 269 ribu BTS 4G/LTE telah mencakup 97% wilayah populasi Indonesia, sementara lebih dari 1.400 BTS 5G tersebar di lebih dari 56 kota/kabupaten.

Telkomsel juga memetakan 409 titik keramaian di seluruh Indonesia menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (AI) dalam jaringan otonomnya (Autonomous Network), untuk menganalisis kebutuhan jaringan dengan akurat dan mengantisipasi gangguan secara cepat dan proaktif. Sebagai hasilnya, 93% gangguan jaringan yang terjadi selama Nataru 2024/2025 berhasil ditangani secara otomatis melalui AN pada parameter eksekusi. Rata-rata waktu pemulihan gangguan (Mean Time to Repair/MTTR) tercatat hanya 19,64 menit. Kecepatan respon ini membuktikan komitmen Telkomsel dalam menjaga pengalaman pelanggan tetap optimal dan nyaman di momen-momen penting.

Selain itu, Telkomsel juga melakukan drive test dengan total jarak 17.266 km untuk memastikan kesiapan jaringan, menyediakan 19 posko utama dan 118 posko reguler, serta menawarkan beragam promo menarik guna memastikan ketersediaan produk dan layanan pelanggan.

Tercatat, trafik akses broadband Telkomsel mengalami peningkatan signifikan sebesar 17,95% dibandingkan rata-rata hari biasa sepanjang 2024, atau naik 19,50% dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Total trafik layanan data (payload) mencapai puncaknya pada bulan Desember dengan angka 1.895 petabyte, meningkat 19,41% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan aktivitas digital pelanggan juga tercatat pada berbagai layanan, antara lain online gaming yang naik 68,74%, layanan komunikasi (instant messaging dan video conference) yang meningkat 37,97%, media sosial yang naik 34,55%, video streaming yang tumbuh 30,42%, serta e-commerce yang melonjak hingga 40,01%. Selain itu, lima aplikasi dengan pertumbuhan payload tertinggi selama periode Nataru 2024/2025 adalah Instagram (47,09%), WhatsApp (44,01%), TikTok (31,13%), Facebook (29,60%), dan YouTube (26,49%).

Pertumbuhan trafik layanan SMS Telkomsel tercatat sebesar 37,09% dibandingkan rerata hari biasa, sementara layanan suara (voice) mengalami penurunan sebesar 1,28%. Beberapa wilayah juga mencatatkan pertumbuhan trafik data yang signifikan dibandingkan rerata hari biasa, seperti Sumatra yang meningkat lebih dari 20%, Jabotabek-Jawa Barat yang naik lebih dari 14%, Jawa-Bali yang tumbuh lebih dari 18%, serta Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia yang meningkat lebih dari 16%.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan bahwa pencapaian trafik broadband ini mencerminkan komitmen Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas yang andal dan inovatif, sesuai visi perusahaan untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik. Telkomsel terus mendukung masyarakat Indonesia untuk maju melalui optimalisasi jaringan berteknologi terdepan dan layanan bernilai tambah yang berpusat pada kebutuhan pelanggan, terutama pada momen penting seperti Nataru. (bul)

Mendag Sebut Harga Minyakita Berangsur Turun

0
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan harga minyak goreng rakyat atau MinyaKita berangsur-angsur turun lantaran pendistribusian sudah berjalan normal.

Budi mengatakan setelah melakukan pertemuan dengan para distributor MinyaKita, diketahui bahwa naiknya harga minyak goreng rakyat lantaran adanya libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, sehingga rantai distribusi mengalami perlambatan.

“Kemarin benar, karena mungkin liburan itu ya jadi belum terdistribusi dengan baik. Karena sebagian libur sampai tanggal 6, sekarang kan harga udah mulai normal,” ujar Budi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat.

Berdasarkan pertemuan tersebut, kata Budi, para pemasok telah melakukan pendistribusian sesuai dengan aturan, yakni dari produsen ke distributor 1 dan diteruskan kepada distributor 2, lalu konsumen.

Menurut Budi, harga MinyaKita saat ini rata-rata secara nasional berada di angka Rp17.000 per liter, setelah sebelumnya sempat menginjak di angka Rp19.000 di wilayah Papua Pegunungan.

“Sekarang kan udah mulai turun kan, jadi kemarin udah ada konfirmasi dari para pemasok bahwa memang pasokannya itu sesuai dengan aturan ya,” katanya.

Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter.

Pada Rabu 8 Januari 2025, Mendag bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan melakukan peninjauan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Wisata Pabean Sedati di Sidoarjo, Jawa Timur.

Harga MinyaKita sendiri berada di angka Rp15.500 per liter, atau lebih rendah dibandingkan dengan HET.

Ia mengatakan akan terus memantau harga MinyaKita dan juga barang kebutuhan pokok lainnya melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar minyak goreng kemasan rakyat atau MinyaKita dapat didistribusikan oleh BUMN pangan, terutama Perum Bulog.

Arief menjelaskan keterlibatan Bulog ini bertujuan untuk mengontrol harga MinyaKita agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Tingginya harga MinyaKita, terutama di wilayah Indonesia bagian timur karen rantai distribusi. Dengan keterlibatan Bulog di bagian distribusi, diharapkan HET MinyaKita bisa seragam. (ant)

Harga Emas Antam Melonjak ke Rp1,555 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Jumat, naik sebesar Rp9.000 per gram, dari Rp1.546.000 per gram menjadi Rp1.555.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.402.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

– Harga emas 0,5 gram: Rp827.500.
– Harga emas 1 gram: Rp1.555.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.050.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.550.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.550.000.
– Harga emas 10 gram: Rp15.045.000.
– Harga emas 25 gram: Rp37.487.000.
– Harga emas 50 gram: Rp74.895.000.
– Harga emas 100 gram: Rp149.712.000.
– Harga emas 250 gram: Rp374.015.000.
– Harga emas 500 gram: Rp747.820.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.495.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Bank NTB Syariah Siapkan Kredit Tanpa Bunga Sebesar Rp1 Miliar di Lombok Utara

0
Kantor Bank NTB Syariah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kembali melanjutkan program pinjaman tanpa bunga, dengan Bank NTB Syariah Tanjung sebagai bank penyalur. Pada 2025, program ini akan diperkuat dengan alokasi dana sebesar Rp1 miliar, melampaui realisasi dana Rp600 juta pada 2024 yang mencapai 100 persen.

Branch Manager Bank NTB Syariah Tanjung, Umarta, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di wilayah Lombok Utara.

“Walaupun ada perubahan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemda, kami optimis dapat merealisasikan target Rp1 miliar. Pembahasan PKS dengan Dinas Pertanian sudah dimulai sejak Januari,” ungkapnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang fokus pada sektor peternakan, cakupan program kini diperluas untuk mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Skema pinjaman tanpa bunga ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.

Program ini menawarkan pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp25 juta, dengan tenor satu tahun. Selain itu, penerima pinjaman dapat berkelompok atau perorangan, memberikan fleksibilitas bagi masyarakat.

“Kami yakin program ini bisa terus berkembang. Saat ini, ada sekitar 40 orang dalam daftar tunggu penerima pinjaman. Insya Allah, jumlah penerima akan bertambah,” tambah Umarta.

Meski terdapat beberapa kendala terkait keterlambatan pembayaran pada tahun lalu, Umarta menyebut tingkat keberhasilan program ini tetap memuaskan.

“Alhamdulillah, pencapaiannya cukup bagus. Tidak banyak yang macet, hanya beberapa saja. Hal ini memotivasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Bank NTB Syariah, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor-sektor prioritas.

“Insya Allah, dengan semangat dan kerja sama yang baik, pada 2025 program ini akan terealisasi dengan sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Lombok Utara,” pungkas Umarta.(bul)

Penerimaan Pajak dari NTB NTT Naik jadi Rp8,033 Triliun

0
Ilustrasi layanan pajak(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara, Samingun memaparkan kinerja penerimaan pajak Kanwil DJP Nusa Tenggara pada tahun 2024 mencapai Rp 8,033 triliun, tumbuh tercapai 100,63% dari target sebesar Rp7,983 triliun.

Seluruh wilayah kerja di Provinsi NTB dan NTT juga telah melampaui capaian 100%. Di antara lima unit kerja wilayah Provinsi NTB, KPP Pratama Praya mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu 28,63% dengan capaian 101,02%. Selain itu, KPP Pratama Mataram Barat juga mengalami pertumbuhan sebesar 19,95% dengan capaian 100,81%.

Samingun juga menjelaskan capaian kinerja DJP Nusa Tenggara atas Mayoritas Jenis dan Sektor Pajak Utama yang Tumbuh Positif, serta Kepatuhan SPT Tahunan PPh Wilayah Provinsi NTB.

PBB Minerba mencatat pertumbuhan negatif sebesar -28,50% seiring dengan selesainya pembangunan smelter di Sumbawa yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Pada periode Januari hingga Desember 2024, tiga sektor usaha dengan kontribusi terbesar di Wilayah Nusa Tenggara yaitu Sektor Administrasi Pemerintah dengan peranan 39,16%, disusul dengan sektor Pertambangan sebesar 21,34%, dan Perdagangan sebesar 14,21%.Pertumbuhan tertinggi dialami sektor pengadaan listrik yang didorong oleh peningkatan jumlah pegawai sehingga memicu kenaikan setoran PPh 21 dari THR dan bonus.

Samingun juga menyampaikan, Wajib Pajak yang melaporkan SPT selama tahun 2024 sebanyak 204.474 dan mencapai realisasi 120%. Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan juga mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya sebesar 1,72% dengan total WP yang melaporkan SPT WP Badan Tahun 2024 sebanyak 14.119.

Sementara itu, Pelaporan SPT Tahunan WP Orang Pribadi mengalami pertumbuhan sebesar 3,25% dengan total WP yang melaporkan SPT WP Orang Pribadi Tahun 2024 sebanyak 190.355.(bul)

Alfamart Salurkan Bantuan Paket Sembako Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung Lombok Tengah

0
Karyawan Alfamart Salurkan Bantuan Paket Sembako Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung Lombok Tengah(ekbisntb.com/bul)

Lombok(ekbisntb.com) – Alfamart menyalurkan bantuan kepada para warga terdampak bencana alam puting beliung yang terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan berupa kebutuhan harian untuk warga Alfamart melalui Kepala Dusun dan Kepala Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, 8 Januari 2025.

“Alfamart senantiasa berupaya berkontribusi dan peduli terhadap sesama. Atas musibah yang melanda banyak warga di wilayah Kab. Lombok Tengah, Alfamart menyalurkan bantuan kebutuhan harian untuk membantu meringankan warga terdampak,” ujar Daduk, Perwakilan Alfamart Lombok.

Diketahui, puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Tengah. Beberapa rumah hancur, dan banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk Alfamart, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan.

“Sebagai bagian dari komunitas, Alfamart berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat dan sampai saat ini kami masih memantau perkembangan titik titik lokasi yang memang masih membutuhkan bantuan dari kami,” tambah Daduk.

Melalui aksi ini, Alfamart ingin menunjukkan komitmennya sebagai toko komunitas yang dekat dengan masyarakat. Memberikan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat dan berkelanjutan.(r/bul)