Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 438

Selain Punya Nilai Ekonomi, Kemiri Bisa Jadi Agen Reboisasi dan Penghijauan di NTB

0
Ilustrasi buah kemiri(ekbisntb.com/inaexport.id)

Lombok (ekbisntb.com) – Buah kemiri tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Sebab kini kemiri tak hanya untuk bumbu dapur semata, melainkan sudah bisa diekspor ke mancanegara. Karena ada potensi ekonomi yang besar pada budidaya buah kemiri ini, Pemprov NTB mengajak masyarakat dan semua pihak untuk sama-sama memberi perhatian pada penanaman pohon kemiri.

Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., saat melepas ekspor kemiri dalam rangka mendukung pengembangan UMKM Provinsi NTB yang berlangsung di gedung Bank Indonesia Perwakilan NTB, Senin 13 Januari 2025 mengatakan, pohon kemiri bisa menjadi agen reboisasi dan penghijauan di Provinsi NTB lantaran memiliki manfaat yang besar bagi lingkungan dan ekonomi.

“Ini bisa menjadi agen reboisasi dan penghijauan. Kemiri memiliki pasar yang luas, tak hanya dalam negeri, namun luar negeri. Kemiri bukan sesuatu yang sia-sia,” ujarnya.

Ia mengatakan, kemiri memiliki permintaan yang tinggi di luar negeri, karena selain ke Jeddah, kemiri asal NTB dibidik oleh pasar Jepang. Eksportir asal NTB pun sudah siap-siap mengirim kemiri ke negeri Sakura tersebut dengan jumlah 8 ton per bulan.

“Permintaan tinggi, sehingga masyarakat harus terobsesi menanam kemiri. Ini juga bagian dari ikhtiar mencegah deforestasi,”ujarnya.

Untuk diketahui, perusahaan yang mengekspor kemiri di NTB saat ini yaitu PT. Mujnah Kemiri Lombok, UMKM kemiri binaan Bank Indonesia. Ekspor kali ini dengan nilai Rp790 juta. Mujnah, pemilik PT Mujnah Kemiri Lombok mengatakan, selain memenuhi permintaan buyer di Jeddah, ia juga sudah menjalin kerjasama pemasaran dengan buyer di Jepang. Selain itu, ada juga permintaan dari Inggris, New Zealand dan Hongkong. Termasuk permintaan buyer lainnya dari Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan makan saat haji.

Mujnah mengatakan, kemiri yang dikupas dan dikemas ini dipasok oleh petani dan pengepul kemiri yang ada di Lombok, dan Pulau Sumbawa. Untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak dari luar negeri, rencananya ia akan ekspansi mencari pasokan bahan baku kemiri dari NTT.

Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Berry Arifsyah Harahap, menegaskan bahwa pengembangan ekspor kemiri bertujuan untuk mendukung stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BI juga bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Karantina NTB, untuk memastikan kelancaran ekspor. Dukungan ini meliputi pelatihan, penyediaan mesin, serta pendampingan dalam pemenuhan regulasi ekspor.

“Dengan sentuhan teknologi modern, biji kemiri yang dihasilkan lebih utuh dan memenuhi standar internasional. Proses produksi kini lebih efisien berkat teknologi pemecah kemiri dan sistem pengemasan yang sesuai standar ekspor,” ungkapnya.

Keberhasilan kemiri NTB dalam menembus pasar internasional membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan produksi yang terus ditingkatkan dari sisi hulu, serta keberlanjutan rantai pasok yang terjaga, kemiri dapat menjadi ikon ekspor NTB.(ris)

Harga Cabai di Lombok Timur Mulai Turun Jadi Rp70 Ribu Per Kilogram

0
Pemkab Lombok Timur menggelar operasi pasar untuk menekan harga cabai di Lombok Timur, Senin 13 Januari 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, menyatakan dampak dari operasi pasar yang telah dilaksanakan, harga cabai saat ini telah turun menjadi Rp70 ribu per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Selama sepekan menggelar operasi pasar murah cabai, sebagai mana hasil uji petik yang dilakukan TPID bersama dinas Perdagangan di pasaran terjadi penurunan harga khususnya komoditi cabai,” kata Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur Mahsin di sela kegiatan operasi pasar murah di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan sebelumnya harga cabai di pasaran Rp100 ribu per kilogram, namun sejak operasi pasar digelar alami penurunan di angka Rp 70 ribu per kilogram.

“Dampak penurunan harga ini berdampak terhadap menurunnya inflasi Lombok Timur,” katanya.

Saat harga cabai meroket angka Inflasi Lombok Timur meningkat dari angka 2,75 meningkat menjadi 7,51 atau secara kewilayahan berada di peringkat dua setelah Kota Mataram dan peringkat ke tujuh tingkat nasional.

“Tetapi sekarang berada di peringkat ke sembilan dan peringkat 14 tingkat nasional,” katanya.

Ia mengatakan untuk NTB, Kabupaten Lombok Timur sebelumnya di peringkat dua, sekarang berada peringkat sembilan penurunan inflasi, begitu juga tingkat nasional dari urutan ke tujuh sekarang berada di urutan ke 14.

Mahsin juga menyebutkan, langkah menekan meningkatnya inflasi ini, Dinas Perdagangan bersama TPID dan Champion Cabai nasional, terus menggelar operasi pasar sampai harga normal.

“Operasi pasar berjala khusus cabai dan tomat akan terus digelar tiap hari, hingga harga di pasaran normal,” katanya. (ant)

Pemprov NTB Antisipasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja

0
Pembekalan Peserta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., menjadi narasumber pada Pembekalan Peserta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Provinsi NTB dan Disnakertrans KSB di Batu Hijau, Senin, 13 Januari 2025 dalam rangakaian Bulan K3 2025.

Aryadi mengungkapkan bahwa kekerasan seksual merupakan isu sensitif yang sedang menjadi perhatian nasional maupun lokal. Karena itu, seluruh mitra bisnis perlu lebih awal melakukan program preventif atau mitigasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan seksual.

“Di NTB sendiri, kita tidak bisa menutup mata terhadap laporan yang masuk, meskipun sifatnya masih lokal dan belum menjadi isu nasional. Namun, kita harus waspada. Kekerasan seksual bukan hanya tentang tindakan fisik, tetapi juga berkaitan dengan pelecehan verbal dan psikologis,” ujarnya.

Oleh karena itu, pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ini sangat penting. Satgas tidak boleh hanya ada secara formal, tetapi harus aktif bekerja, memiliki strategi, dan memahami kompleksitas persoalan di lapangan.

Khusus di sektor tambang seperti di Batu Hijau misalnya, terdapat keanekaragaman budaya yang sangat tinggi. Ada pekerja dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Bangladesh, India, Inggris, dan tentunya pekerja lokal. Interaksi lintas budaya ini sering kali menjadi pemicu gesekan yang berujung pada konflik, termasuk kekerasan seksual.

“Tugas Satgas adalah menjaga harmoni di tengah perbedaan tersebut. Satgas harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya perusahaan yang menghormati keberagaman, kesetaraan, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia,” tegas Aryadi.

Aryadi memaparkan, ada 3 fungsi peran satgas yaitu: pencegahan, sosialisasi/edukasi dan penanganan kasus. Untuk memastikan efektivitas Satgas, langkah awal yang harus dilakukan adalah identifikasi yang diawali dengan memetakan masalah, memahami kecenderungan kasus, dan menetapkan program-program yang sesuai. Tidak cukup hanya bicara teori, butuh pendekatan berbasis data dan fakta di lapangan.

Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi menjadi kunci. Semua pihak harus dilibatkan, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH), untuk membuat rumusan tentang batasan-batasan pelecehan seksual. Rumusan ini harus disesuaikan dengan nilai-nilai lokal dan budaya tempat kerja.

Salah satu kebijakan terbaru yang menjadi acuan dalam kegiatan ini adalah Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) No. 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja. Kepmenaker ini memberikan panduan yang jelas dan komprehensif bagi perusahaan serta pekerja dalam menangani dan mencegah kekerasan seksual di lingkungan kerja. Di dalamnya juga dijelaskan prosedur pelaporan, penanganan, serta langkah-langkah preventif yang dapat diambil untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan bermartabat.

Aryadi mengungkapkan banyak korban kekerasan seksual enggan melapor karena kurangnya pemahaman atau rasa takut. Karena itu perusahaan perlu menyediakan mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia, serta berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam penyelesaian kasus tertentu, dengan tetap mengedepankan pendekatan mediasi untuk resolusi internal.

Terakhir, Aryadi menekankan pentingnya pencegahan dengan mengajak perusahaan untuk membangun lingkungan kerja yang aman dan nyaman, serta memperkuat regulasi dan pelaksanaan undang-undang terkait kekerasan seksual di tempat kerja.

“Dengan adanya Satgas ini, kami berharap tidak hanya meningkatkan kesadaran mengenai kekerasan seksual di tempat kerja, tetapi juga memberikan langkah konkret dalam penanganannya. Pekerja berhak mendapatkan lingkungan kerja yang aman, bebas dari kekerasan, dan diskriminasi,” tutupnya.(bul)

Bank Indonesia Bangkitkan Kembali Ekspor Kemiri NTB

0
Pelepasan ekspor kemiri ke Jeddah oleh Bank Indonesia NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kemiri, salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat kini mencatatkan prestasi di pasar internasional. Dengan dukungan Bank Indonesia (BI) dan sinergi berbagai pihak, ekspor kemiri kembali digeliatkan.

PT. Mujnah Kemiri Lombok, UMKM kemiri binaan Bank Indonesia berhasil menembus pasar internasional. Ekspor perdana kemiri kemasan dilakukan Senin, 13 Januari 2025 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB di Jalan Langko, Mataram.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap, bersama Sekda NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M. Si, bersama Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugiyanto, Kepala OPD terkait lainnya.

Mujnah, pemilik PT Mujnah Kemiri Lombok, memaparkan perkembangan signifikan usaha kemiri yang telah dirintisnya selama 18 tahun.

“Sekarang, kami berhasil mengirimkan 15 ton kemiri perdana ke Jeddah,” katanya.

Selain memenuhi permintaan buyer di Jeddah, ia juga sudah menjalin kerjasama pemasaran dengan buyer di Jepang, permintaannya 8 ton per minggu. Selain itu, ada juga permintaan dari Inggir, New Zeland dan Hongkong. Termasuk permintaan buyer lainnya dari Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan makan saat haji.

Kemajuan ini menurutnya tak lepas dari peran Bank Indonesia yang memfasilitasi teknologi pengupasan modern. Selama ini, pengupasan dilakukan secara konvensional dengan tingkat kerusakan tinggi. Kini, dengan bantuan teknologi, kadar kerusakan menurun, dan produksi dapat ditingkatkan hingga skala yang lebih besar guna memenuhi permintaan luar negeri.

Mujnah mengatakan, kemiri yang dikupas dan dikemas ini dipasok oleh petani dan pengepul kemiri yang ada di Lombok, dan Pulau Sumbawa. Untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak dari luar negeri, rencananya ia akan ekspansi mencari pasokan bahan baku kemiri dari NTT.

“Selama ini kemiri kami jual di domestic, ke Bali. Sekarang sudah orientasi ekspor. Selama kami tetap dibimbing, kami bisa siap memenuhi permintaan dari luar negeri. Karena ekspor lebih menjanjikan harganya,” demikian Mujnah.
Kabid Planologi dan Pemanfaatan Hutan Dinas LHK NTB, Burhan, Sp., MM., mengungkapkan bahwa NTB memiliki 100 ribu hektar potensi kawasan hutan yang cocok untuk pengembangan kemiri.

“Saat ini, lahan eksisting seluas 3.000 hektar telah menghasilkan produksi sekitar 200 ton per panen untuk satu kelompok tani,” katanya.

Pengembangan kemiri sebagai komoditas andalan juga didukung oleh Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi. Ia menyarankan agar penanaman kemiri dimasifkan, terutama di area bendungan dan kawasan hutan, sebagai alternatif selain jagung.

“Jagung dan kemiri bisa ditanam bersamaan. Selain meningkatkan pendapatan petani, ini juga membantu mencegah banjir akibat kerusakan hutan,” ujarnya.

Kepala Bank Indonesia NTB, Berry A. Harahap, menegaskan bahwa pengembangan ekspor kemiri bertujuan untuk mendukung stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BI juga bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Karantina NTB, untuk memastikan kelancaran ekspor. Dukungan ini meliputi pelatihan, penyediaan mesin, serta pendampingan dalam pemenuhan regulasi ekspor.

“Dengan sentuhan teknologi modern, biji kemiri yang dihasilkan lebih utuh dan memenuhi standar internasional. Proses produksi kini lebih efisien berkat teknologi pemecah kemiri dan sistem pengemasan yang sesuai standar ekspor,” ungkapnya.

Keberhasilan kemiri NTB dalam menembus pasar internasional membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan produksi yang terus ditingkatkan dari sisi hulu, serta keberlanjutan rantai pasok yang terjaga, kemiri dapat menjadi ikon ekspor NTB.

“Dengan dukungan pemerintah dan sinergi semua pihak, kemiri NTB siap menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mendunia,” tutup Mujnah.

Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat ekonomi NTB, tetapi juga memperlihatkan bagaimana komoditas lokal dapat bersaing di pasar global melalui inovasi dan kolaborasi.(bul)

Harga Emas Antam Senin Stabil di Angka Rp1,568 juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin ,tetap berada di angka Rp1.568.000 per gram atau stabil selama dua hari beruntun sejak Sabtu 11 Januari 2025.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut stabil, yakni Rp1.414.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin 13 Januari 2025:

– Harga emas 0,5 gram: Rp834.000.
– Harga emas 1 gram: Rp1.568.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.076.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.589.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.615.000.
– Harga emas 10 gram: Rp15.175.000.
– Harga emas 25 gram: Rp37.812.000.
– Harga emas 50 gram: Rp75.545.000.
– Harga emas 100 gram: Rp151.012.000.
– Harga emas 250 gram: Rp377.265.000.
– Harga emas 500 gram: Rp754.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.508.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Kemendag Beri Sanksi Administratif 41 Distributor MinyaKita

0
MinyaKita(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (eksbisntb.com) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) telah memberikan sanksi administratif kepada 41 pelaku usaha di tingkat distributor maupun pengecer yang menjual minyak goreng kemasan rakyat atau MinyaKita di atas harga eceran tertinggi (HET).

Staf Ahli Bidang Manajemen dan Tata Kelola Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan hal ini dilakukan karena masih banyak pengecer di daerah-daerah yang menjual MinyaKita di atas Rp15.700 atau lebih tinggi dari HET.

“Dirjen (Direktur Jenderal) PKTN telah memberikan sanksi kepada 41 pelaku usaha baik itu di tingkat pengecer maupun distributor yang telah terbukti melakukan pelanggaran,” ujar Iqbal dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Terkait dengan praktik bundling, kata Iqbal, Ditjen PKTN telah mengirimkan surat kepada asosiasi pelaku usaha industri kelapa sawit di antaranya Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Selain itu, pihaknya juga mengirimkan surat kepada 40 produsen minyak goreng terkait evaluasi rantai distribusi dan imbauan tidak melakukan bundling MinyaKita.

“Kami di Kemendag juga melakukan klarifikasi terhadap pelaku usaha yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini pelaku usaha yang diduga menjual di atas HET baik di pengecer maupun distributor yang telah kami tetapkan,” katanya.

Lebih lanjut, Kemendag telah melakukan rapat koordinasi dan evaluasi pendistribusian MinyaKita dengan lima produsen minyak goreng terbesar yang mendistribusikan MinyaKita.

Iqbal mengatakan bahwa Kemendag meminta kepada para produsen untuk menjaga kepastian produksi dan penyaluran MinyaKita yang berkelanjutan, termasuk pada Hari Besar Keagamaan Nasional.

“Pertama kami meminta untuk terus menjamin kepastian stok MinyaKita, dan kedua untuk terus melakukan dan memantau distribusi dari distributor kepada pengecer,” ucap Iqbal.

Kemendag mengimbau pemerintah daerah dan Satuan Tugas Pangan Daerah untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan barang kebutuhan pokok. (ant)

Program Industrialisasi NTB Berorientasi “Makmur Mendunia”

0
Kadisperin NTB, Hj. Nuryanti(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pada tahun 2025 menjadi momen penting dalam pembangunan industri di Nusa Tenggara Barat. Pembangunan industrialisasi NTB akan memasuki fase kedua, yang menitikberatkan pada produksi massal produk lokal dengan standar berkualitas.

“Jika pada tahap pertama (lima tahun sebelumnya) kita telah membangun ekosistem industri sebagai pondasi, sekarang saatnya berfokus pada produksi massal. Produksi industry lokal dalam jumlah besar, berstandar kualitas, dan kontinyu. Sehingga industry kita bisa semakin go global, sesuai dengan visi misi kepala daerah baru, Makmur Mendunia,” ujar Hj. Nuryanti.,SE.,ME, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB di ruang kerjanya, Senin, 13 Januari 2025.

RPJMD industrialisasi yang tengah disusun saat ini menurutnya, tetap disesuikan dengan visi misi Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB terpilih, Lalu. Iqbal dan Hj. Indah Putri Damayanti.

“Karena apa yang menjadi visi misi dalam kampanye politik gebernur dan wakil gubernur yang baru, itulah yang dilaksanakan sama OPD,” jelasnya.

Untuk program industrialisasi, lanjut Nuryanti, pada fase pertama, sudah dilahirkan berbagai regulasi seperti perda dan pergub telah disiapkan, sekaligus membangun ekosistem industri untuk sektor-sektor prioritas. Yang paling potensial adalah sektor fashion dan pengolahan kelapa menjadi ikon utama, karena telah memiliki ekosistem yang matang.

Kelapa, sebagai salah satu komoditas unggulan NTB, memiliki potensi luar biasa. Seluruh bagian kelapa bisa diolah menjadi berbagai produk turunan, mulai dari minuman segar, minyak kelapa, produk farmasi, hingga kombinasi produk fashion. Kelapa NTB bisa menjadi produk unggulan yang masuk ke pasar global.

Budidaya kelapa telah berkembang di Lombok Utara dan Lombok Timur, wilayah dengan produksi kelapa yang besar. Selain itu, teknologi pengolahan kelapa relatif mudah dan bisa dikerjakan di rumah-rumah, sehingga industri ini cocok dengan karakter masyarakat NTB yang berbasis kerakyatan.

Dinas Perindustrian NTB sedang fokus pada pengembangan ekosistem produksi minyak kelapa VCO sebagai salah satu produk turunan industry kelapa. Dengan target produksi 1 ton minyak kelapa, Pemprov NTB bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk pelatihan dan pendampingan telah diberikan kepada kelompok masyarakat di Lombok, termasuk pengadaan peralatan dan pelatihan oleh pembeli langsung.

Selain itu, inovasi terus dilakukan, seperti pengolahan air kelapa menjadi minuman nata de coco, batok kelapa dijadikan aneka kerajinan, santan kelapa menjadi tepung, dan “tai lala” atau sisa produksi minyak kelapa bisa dikemas tahan lama.

“Dengan ekosistem yang sudah terbentuk, mulai dari bahan baku hingga pemasaran, kami optimis produk kelapa NTB dapat menembus pasar ekspor yang lebih besar. Produk industry NTB akan menjadi simbol NTB yang mendunia,” tambah Hj. Nuryanti.

Selain kelapa, sektor fashion juga menjadi perhatian utama. Ekosistem industry fashion juga sudah terbentuk. Dengan adanya sentra produksi kapas di Lombok Tengah sebagai penyedia bahan baku benang, tersedia penenun, tersedia konveksi yang sudah dapat menghasilkan berbagai jenis produk turunan dari fashion seperti kain, tas, dan Sepatu, ekosistemnya sudah terbentuk kuat.

“Ke depan atau fase keduanya adalah, produksi turunan fashion akan dimassifkan dengan fokus pada standar kualitas global. Dengan produk fashion yang berstandar, tinggal bekerjasama dengan stakeholder untuk memassifkan pemasaran,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan pemasaran, Dinas Perindustrian NTB akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Bank Indonesia dan stakeholders lainnya.

“Kolaborasi ini penting agar produk-produk NTB semakin mendunia,” jelasnya.
Dengan langkah strategis dan kerja sama yang solid, NTB siap menjadi pemain utama dalam industri nasional dan internasional. Tahun 2025 akan menjadi tonggak sejarah bagi produk industri NTB untuk semakin mendunia.(bul)

Kementerian BPN/BAPPENAS Gandeng Bank Dinar , Pertajam Rancangan RPJMN 2025-2045

0
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Kementerian BPN/Bappenas saat menggelar FGD dalam rangka penyusunan RPJMN(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Perekonomian Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar bahkan Provinsi Nusa Tenggara Barat boleh berbangga. Bank yang lahir, tumbuh dan berkembang di kota kecil, Kota Mataram ini menjadi salah satu stakeholder di Indonesia yang diajak berdiskusi oleh Kementerian BPN/Bappenas dalam konteks penajaman penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RRPJN 2025-2045, yang salah satunya memuat arah kebijakan jangka panjang untuk penguatan keuangan syariah sebagai sumber pembiayaan dalam rangka mendukung perekonomian nasional, Kementerian PPN/Bappenas tengah menyusun RPJMN 2025-2045, termasuk didalamnya arah kebijakan jasa keuangan syariah.

Dalam rangka mempertajam substansi arah kebijakan keuangan syariah dalam RPJMN 2025-2029 ini, Bappenas menggelar FGD (Forum Group Diskusi) dengan berbagai stakeholders terkait di Indonesia, salah satu pilihan Bappenas adalah Bank Dinar di Nusa Tenggara Barat.

FGD Bappenas dengan Bank Dinar berlangsung pada Senin, 9 Desember 2024 di Kantor Pusat PT BPRS Dinar Ashri di Jl. Sriwijaya No. 394 Blok X- XI. Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian BPN/ Bappenas, Rosy Wediawaty dan tim berdiskusi langsung dengan Mustaen, Direktur Utama Bank Dinar, komisaris, beserta jajaran. Topik diskusinya Penajaman Arah Kebijakan Keuangan Syariah dalam RPJMN 2025-2029.

FGD ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan Bank Dinar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menggali skema-skema pembiayaan syariah yang telah diimplementasikan oleh Bank Dinar. Mendapatkan informasi mengenai upaya pengembangan BPRS, kendala-kendala utama yang dihadapi BPRS serta rencana BPRS ke depan pasca implementasi UU P2SK. Serta menggali usulan dan rekomendasi kebijakan terkait penguatan BPRS di Indonesia kedepan.

Diketahui, pertumbuhan Bank Dinar pada rentang waktu 2017-2024 selama 8 tahun sangat positif.

Pada tahun 2016, nilai asset Bank Dinar Rp176,7 miliar, tumbuh menjadi Rp1,468 triliun pada tahun 2024, atau tumbuh 730,78 persen. Pada periode yang sama, pembiayaan juga tumbuh dari Rp129,5 miliar menjadi Rp1,212 triliun , tumbuh 835,58 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa tabungan, deposito dan giro dari Rp123,3 miliar menjadi Rp1,080 triliun atau tumbuh 776,50 persen.Non Performing Financing (NPF) atau kredit macet, dari 2,47 persen turun menjadi 0,59 persen. Laba, dari Rp5 miliar, tumbuh menjadi Rp32,5 miliar. Sementara modal inti, dari Rp23,9 miliar juga tumbuh menjadi Rp146,9 miliar.

Jika dilihat dari kinerja tahun 2023 ke tahun 2024, asset Rp1,2 triliun tumbuh menjadi Rp1,4 triliun. Pembiayaan dari Rp946 miliar tumbuh menjadi Rp1,2 triliun. Pendanaan, dari Rp912,4 miliiar tumbuh menjadi Rp1,080 triliun. Laba dari Rp30 miliar tumbuh menjadi Rp37,6 miliar. Sementara kredit rasio pembiayaan bermasalah turun dari 1,07 persen turun menjadi 0,59 persen.

Saat FGD dengan Bappenas, Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen memaparkan strategi, kebijakan yang telah dilaksanakan di Bank Dinar hingga bank ini tumbuh menjadi salah satu BPRS terbaik di Indonesia. Sekaligus diusulkan 15 poin yang bisa dijadikan pertimbangan oleh Bappenas dalam penyusunan RPJMN.

Usulan tersebut diantaranya :

1. Agar pemerintah memperlakukan bank swasta dan pemerinta secara adil, baik dalam program pendanaan maupun pembiayaan. Janagan hanya, saat urusan beban terkait negara, pemerintah melibatkan semua bank. Namun, saat bantuan dana, penyaluran dana, penyimpanan dana, pemerintah hanya bank pemerintah (Bank BUMN) saja.

2. Agar BPR/BPRS dengan persyaratan tertentu dapat melakukan pembayaran gaji/tunjangan ASN.

3. Adanya produk hukum yang memayungi industri perbankan dan perpajakan, sehingga agenda pembangunan ekonomi nasional dapat berjalan sesuai rencana, dan tidak disalahgunakan oleh oknum pajak.

4. Agar OJK mencabut POJK terkait Asuransi dan Penjaminan yang mengharuskan Perbankan menanggung risiko minimal 25%.

5. Agar BPRS dengan ukuran asset tertentu dan Tingkat Kesehatan tertentu, mislanya asset > Rp1 triliun, di ikutkan dalam penyaluran program pembiayaan perumahan FLPP.

6. Agar perizinan lalulintas pembayaran cukup sampai di OJK, tidak melibatkan BI lagi sehingga memudahkan perizinan dan tidak perlu lintas instansi.

7. Agar pemerintah lebih serius mengurus kepastian hukum sehingga jalannya bisnis tidak berbiaya tinggi dan tidak di manfaatkan oleh oknum tertentu.

8. Untuk daerah penghasil tambang agar di berikan minimal 20% hasil tambang untuk membangun daerah tersebut contohnya, di Nusa Tenggara Barat.

9. Dibentuknya Badan Penyangga Harga (BPH) yang dibiayai APBN untuk produk unggulan masing-masing daerah.

10. Pemerintah agar mendorong OJK untuk menghapus batasan-batasan Gadai Emas Syariah yang ada di Bank Syariah (terutama Batasan Portofolio dan batasan modal inti), dan menyerahkan ke mekanisme pasar, serta mengizinkan Kantor Kas BPRS menjual dan memproses pembiayaan berisiko rendah.

11. Agar BPR/BPRS dengan ukuran dan tingkat kesehatan tertentu dapat menyimpan dana di Bank Indonesia.

12. Agar BPR/BPRS dengan ukuran dan persyaratan tertentu dapat menerbitkan Giro dan Cek.

13. Tarip PPH untuk UMKM ditetapkan maksimal 0,5% dari omzet.

14. BPRS dengan asset diatas Rp1 triliun agar diperbolehkan membuka kantor cabang di luar teritori sebagaimana ditetapkan OJK.

15. Dana bergulir pemerintah (jika ada) yang disalurkan ke UMKM, diusulkan melalui BPRS dengan skema Back to Back.

Mustaen juga menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasih, atas kepercayaan Kementeran BPN/Bappenas yang melibatkan Bank Dinar dalam penyusunan RPJMN.(bul)

Lahan Potensial Budidaya Udang di Sumbawa Mencapai 6.640 Hektare

0
Rahmat Hidayat(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan)  Sumbawa, menyebutkan lahan budidaya udang yang sudah digarap baik perusahaan maupun perseorangan baru mencapai 3. 735 hektare dari total luas lahan potensial sekitar 6. 640 hektar.

“Masih cukup besar lahan potensial yang kita miliki, yang sudah termanfaatkan paling di angka 40 sampai 50 persen saja sisanya masih menjadi lahan tidur,” kata Kadis Lutkan Sumbawa, Rahmat Hidayat, kepada Ekbis NTB, Minggu 12 Januari 2025.

Dikatakannya, banyak lahan potensial belum dimanfaatkan karena untuk budidaya udang membutuhkan biaya yang cukup besar. Kendati demikian, pihaknya tengah berupaya untuk mencari investor dalam pengembangan potensi udang yang cukup sangat luas di Sumbawa.

“Karena keterbatasan modal, sehingga masih banyak lahan potensial yang belum bisa kita garap secara maksimal. Kami juga masih terus berupaya untuk mencari investor baru untuk melakukan penanaman modal di Sumbawa,” ucapnya.

Dia pun menyebutkan, salah satu lokasi yang menjadi unggulan budidaya udang yang cukup besar hanya berada di Kecamatan Labangka dan Plampang. Bahkan pernah di tahun 2022 produksi udang di Kecamatan Labangka mencapai 44, 579, 02 ton dan kecamatan Plampang 26, 471. 73 ton.

“Baru dua lokasi yang sudah tergarap maksimal untuk Budidaya, kalau untuk daerah lainnya masih minim dan kami akan terus mendorong agar terus dikembangkan,” ujarnya.

Dia pun meyakinkan, meski lahan potensial yang belum tergarap masih banyak, tetapi untuk produksi udang selalu meningkat setiap tahunnya. Bahkan di tahun 2017, 89. 918. 11 ton, tahun 2018 menjadi 112. 256. 83 ton di tahun 2019 126, 105. 93 ton di tahun 2020 130, 000. 00 ton.

“Tahun 2021 127, 000. 00 ton tahun 2022 135, 038. 00 ton dan tahun 2023 139, 201. 35 ton,” tambahnya.(ils)

Pertambangan dan Konstruksi Diharapkan Jadi Sektor Penyerap Tenaga Kerja di Dompu

0
Calon Bupati Terpilih Kabupaten Dompu, Bambang Firdaus didampingi Ketua Harian Tim suksesnya, Asrullah(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Sekter pertambangan dan konstruksi menjadi sektor yang akan banyak menyerap lapangan kerja di Kabupaten Dompu kedepan. Penyiapan tenaga kerja yang terampil melalui Balai Latihan Kerja (BLK) akan menjadi focus perhatian pemerintahan Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH kedepan.

Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan disiplin kerja yang memadai menjadi keharusan. Apalagi sektor pertambangan membutuhkan tenaga kerja, tidak hanya memiliki kompetensi, tapi juga disiplin kerja yang baik.

“Tenaga kerja harus sadar, perusahaan atau investor itu bukan lembaga social yang akan menampung orang tanpa memiliki kompetensi dan keahlian. Maka kita siapkan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja. Kita akan koordinasikan dengan Perusahaan tambang, tenaga dan keahlian apa yang dibutuhkan mereka dan kita siapkan SDM-nya,” demikian disampaikan Calon Bupati Terpilih Kabupaten Dompu, Bambang Firdaus, SE dalam keterangan pers usai ditetapkan KPU Kabupaten Dompu pada Kamis, 9 Januari 2025 sore.

Dikatakan Bambang, aksi demo dan protes di Perusahaan tambang tidak jauh dari tuntutan lapangan kerja dan kesempatan usaha. Pemerintah harus hadir memfasilitasi agar tidak membias dan menimbulkan ketidak nyamanan investor dalam berusaha. “Pemerintah tidak bisa biarkan dunia usaha jalan sendiri, harus ada intervensi pemerintah,” jelas Bambang didampingi Ketua Harian Tim Suksesnya, Asrullah, ST.

Asrullah, ST., ketua harian tim sukses Bambang – Syirajuddin secara terpisah menegaskan, komitmen pasangan yang diusung Partai Gerindra, PPP, PSI, dan Partai Gelora ini untuk menghadirkan investasi yang bisa sama – sama membangun daerah Kabupaten Dompu. Tentu investasi yang ada akan dijaga dengan membersamainya dalam mengelola dan membangun daerah.

“Terhadap PT STM yang sedang menghentikan aktivitas sementaranya di wilayah Hu’u, pak Bambang berkomitmen untuk menghadirkan perusahaan agar kembali beraktivitas seperti biasa dan memberikan jaminan keamanan bersama Masyarakat,” kata Asrullah. (ula)