Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 414

Penyebaran PMK Terkendali, Loteng Minta Tambah 5.000 Dosis Vaksin

0
Penyebaran PMK pada ternak di Loteng terkendali. Selain itu, tidak mempengaruhi harga jual ternak di pasaran. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah mengajukan tambahan sebanyak 5.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke pemerintah pusat. Sebagai upaya pencegahan penyebaran (PMK) di daerah ini. Vaksin tersebut direncanakan akan disalurkan pada bulan Februari mendatang.

Demikian diungkapkan Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Pertanian Loteng drh. Firman Hidayatullah, kepada Ekbis NTB, Rabu 29 Januari 2025.

Dikatakannya, sejauh ini penyebaran PMK di Loteng cukup terkendali. Dalam artinya, ada kasus PMK yang ditemukan di lapangan. Tetapi jumlah tidak banyak. Meski demikian, upaya pencegahan antisipasi dini tetap dilakukan. “Salah satunya yakni dengan mengintensifkan vaksinasi,” ujarnya.

Loteng punya target vaksinasi PMK sebanyak 40 ribu ekor pada tahun ini. Namun realisasinya tergantung kebijakan dari pemerintah pusat. Tapi yang jelas di bulan Januari ini target sebanyak 2.825 dosis dan sudah tercapai 100 persen.

Sementara di bulan Februari mendatang target ditambah sebanyak 5.000 dosis, sehingga dengan vaksinasi ini, setidaknya bisa memperkecil potensi penyebaran PMK terhadap ternak-ternak di Loteng, terutama sapi dan bisa memperkecil potensi kerugian yang dialami peternak dampak dari PMK.

Firman mengatakan, jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu penyebaran PMK kali ini tidak seprontal dulu. Selain karena memang capaian vaksinasi PMK di Loteng sudah cukup tinggi di atas 50 persen dari sekitar 120 ekor populasi ternak sapi dan kerbau, peternak sekarang sudah lebih teredukasi. ‘’Jadi kalau dulu, sulit sekali peternak mau ternaknya di vaksin. Tapi kalau sekarang, justru peternaknya yang meminta,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam pengawasan dan perawatan ternak, peternak sekarang juga lebih paham. “Pengalaman kasus PMK sebelumnya cukup menjadi pembelajaran bagi peternak kita dalam merawat ternaknya. Sehingga ketika ada kasus PMK muncul, bisa lebih terkendali. Dengan kata lain, peternak kita sekarang lebih melek,” terang Firman.

Terkait harga ternak saat ini, Firman mengaku secara umum masih stabil dengan kata lain penyebaran PMK di beberapa daerah di luar Loteng tidak berpengaruh signifikan terhadap harga jual ternak, khusususnya sapi di pasaran. (kir)

Disos Lotim Pastikan Semua Penduduk Miskin Ekstrem Dapat Bansos

0
H. Suroto (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tersisa 3,21 persen atau 43.280 jiwa. Dari semua penduduk tersebut, Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lotim memastikan semua sudah mendapatkan bantuan sosial (bansos).

Kepala Diisos Lotim, H. Suroto kepada Ekbis NTB, menjelaskan semua sasaran program pengentasan kemiskinan telah diarahkan semua ke penduduk miskin. Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan tersebut.

“Semua mengarah ke pengentasan kemiskinan ekstrem, baik dananya dari jalur pusat daerah hingga desa,” ungkap Suroto.

Dari pemerintah pusat diketahui sejumlah program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan dan bantuan sosial lainnya diutamakan tersalurkan tepat sasaran kepada warga miskin ekstrem.

Ketika tidak ada dana pusat, maka bisa disentuh lewat desa. “Ketika ada warga miskin ekstrem di desa belum dapat bantuan sosial dari pusat, maka wajib dianggarkan lewat dana desa,” ujarnya mengingatkan.

Pihaknya yakin jika DD di Kabupaten Lotim ketika diakumulasi maka jumlahnya cukup besar. Itu artinya, ketika dipergunakan dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah desa masing-masing menggunakan DD sangat efektif dan membantu tugas pemerintah pusat dan daerah.

 ‘’Kalau diakumulasi maka sudah cukup besar. Kalau di desa saja maka sudah cukup besar dananya untuk penanganan kemiskinan ekstrem,’’ terangnya.

Dari semua jenis bansos tersebut jika ada warga yang belum dapat dan merasa masuk kategori miskin ekstrem dipersilakan melapor dan mengusulkan diri untuk dapat menerima bansos. Diyakini, ketika memenuhi syarat dapat bantuan maka akan diberikan oleh pemerintah “Tidak boleh ada warga miskin ekstrem yang tak dapat bantuan sosial,” tegasnya. (rus)

Pembiayaan KUR Capai Rp5,5 Triliun

0
Ratih Hapsari Kusumawardani(ekbisntb.com/dok)

PEMERINTAH terus mendukung pendanaan modal usaha masyarakat melalui program subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi). Pada tahun 2024, penyaluran pembiayaan skema KUR mencapai Rp5,5 triliun kepada 112.719 debitur, melalui lembaga keuangan bank dan nonbank. Sedangkan pembiayaan skema UMi telah disalurkan sebesar Rp170,45 miliar kepada 32.374 debitur.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, mengungkapkan penyaluran terbesar pada skema mikro dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta yang didominasi oleh UMKM dengan total penyaluran Rp3,64 triliun kepada 92.852 debitur.

Secara spasial, masyarakat Kabupaten Lombok Tengah menerima pinjaman KUR paling tinggi dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi NTB, dengan porsi penyaluran sebesar 19,49 persen atau 954,45 miliar rupiah dari nominal yang disalurkan pada tahun 2024.

“Penyaluran ini diterima oleh 17.448 nasabah yang ada di Kabupaten Lombok Tengah,” kata Ratih Hapsari Kusumawardani dalam keterangannya akhir pekan kemarin.

Sementara itu, penyaluran UMi terbesar diberikan kepada Kabupaten Lombok Timur yang mengambil porsi 26,54 persen dari total penyaluran, atau sebesar Rp45,23 miliar  yang diterima oleh 8.273 nasabah.

Menurutnya, UMKM di sektor perdagangan besar dan eceran menerima penyaluran kredit KUR terbesar, yaitu sebesar Rp2,72 triliun dengan 76.263 debitur. Subsidi bunga kredit program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas dan daya saing, menciptakan lapangan pekerjaan, serta sebagai wujud pemberdayaan ekonomi daerah.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di laman resminya menyatakan, kontribusi Pemerintah berupa subsidi bunga pada KUR terbukti memiliki daya pengungkit yang cukup besar hingga 10,6 kali. Selain itu, tingkat non-performing loan (NPL) KUR juga dapat dijaga pada level 2,19 persen atau lebih rendah dibandingkan tingkat NPL kredit UMKM yaitu sebesar 4,06 persen secara nasional.

Untuk tahun 2025, Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR maksimal sampai dengan Rp300 triliun dengan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi bunga/ subsidi marjin KUR Tahun Anggaran 2025. Dengan penetapan target penyaluran KUR tersebut, diharapkan penyaluran KUR tahun depan mampu menjangkau lebih dari 2 juta debitur KUR baru dan 1 juta debitur KUR yang bergraduasi.

Fokus penyaluran KUR kepada debitur baru diharapkan dapat  memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM tanah air, sementara  program pendampingan untuk mendorong graduasi debitur KUR akan mendorong mereka naik kelas baik secara kapasitas usaha maupun peningkatan pembiayaan dalam mengembangkan usahanya. (ris)

Dongkrak Kunjungan Wisatawan

0
Sahlan M Saleh (ekbisntb.com/dok)

CUTI bersama dalam momentum libur nasional Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili pada tanggal 27 – 29 Januari 2025, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M Saleh, mengungkapkan semua wilayah di NTB, terutama di Lombok, terkena dampak akibat liburan panjang ini. Baik di wilayah selatan, timur, maupun barat Pulau Lombok, semuanya terkena dampak positif dengan kenaikan antara 30 hingga 100 persen. Misalnya di wilayah Senggigi dan Gili Trawangan mengalami kenaikan kunjungan hingga sekitar 100 persen.

Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB ini mengatakan, dampak liburan panjang ini juga terlihat pada peningkatan okupansi hotel dan transportasi, serta restoran yang terisi dengan baik. Desa wisata di NTB turut merasakan dampaknya, meskipun tidak signifikan.

 “Dominasi yang menggunakan homestay adalah wisatawan domestik,” kata Sahlan kepada Ekbis NTB, Rabu 29 Januari 2025.

Melihat perkembangan tersebut, Sahlan optimis pariwisata NTB akan semakin bergairah pada tahun 2025 dengan adanya penambahan konektivitas penerbangan internasional. Sebab rencananya di awal April mendatang, ada penerbangan langsung Lombok-Darwin yang akan dilayani oleh Airnorth, maskapai asal Australia.

Ia berharap penerbangan langsung tersebut dapat terealisasi dengan baik dan mendorong agar tingkat keterisian penerbangan perdana bisa maksimal. “Kami terus mendorong dan berusaha supaya load factor atau tingkat keterisian penerbangan perdana itu penuh pesawatnya. Kita melakukan penjualan dari sekarang supaya secara kontinu pesawat itu terisi,” jelas Sahlan.

Meski frekuensi penerbangan per minggu belum ditentukan, Sahlan menyatakan koordinasi akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan maskapai asing tersebut. “Sekarang kami masih melakukan penjualan tiket dan uji pasar untuk mengetahui permintaan penerbangan langsung ini,” tambahnya.

Sahlan berharap dengan adanya penerbangan langsung, kunjungan turis dari Australia akan meningkat ke NTB. Saat ini turis mancanegara yang datang ke NTB didominasi oleh wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Eropa.

Sebelumnya, Manajer Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Arif Haryanto, mengungkapkan bahwa Airnorth akan membuka penerbangan Lombok – Darwin mulai 4 April 2025. Rencana pembukaan rute internasional ini telah dijajaki sejak 2024. Airnorth sebenarnya telah melakukan penjajakan sejak Februari 2024, namun sempat tertunda akibat kebijakan pemerintah.

Sebelum resmi membuka rute ini, Airnorth telah melakukan survei dan verifikasi di Bandara Lombok pada 23 Februari 2024. Dari hasil evaluasi, fasilitas di bandara dinilai siap untuk melayani operasional pesawat Airnorth.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) telah memperluas apron dari 108.100 meter persegi menjadi 136.300 meter persegi, yang kini mampu menampung hingga 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.

Selain itu, runway bandara yang sebelumnya sepanjang 2.750 meter telah diperpanjang menjadi 3.300 meter dan diperkuat untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777.

Saat ini, Bandara Lombok hanya melayani dua rute penerbangan internasional, yakni tujuan Singapura oleh maskapai Scoot dua kali seminggu, serta tujuan Kuala Lumpur yang dilayani oleh AirAsia dan Batik Air Malaysia.

Tak hanya rute internasional, beberapa maskapai nasional juga akan menambah rute domestik di Bandara Lombok. Misalnya Super Air Jet akan membuka rute Lombok-Banjarmasin mulai 21 Februari 2025.(ris)

PLN Pastikan Keandalan Listrik Selama Perayaan Imlek dan Libur Panjang di NTB

0
Pengecekan instalasi di Kelenteng Pao Hwa Kong yang berlokasi di Kota Tua Ampenan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Imlek 2025 yang jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025, serta libur panjang di akhir bulan.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menjelaskan bahwa PLN telah melakukan langkah-langkah preventif, termasuk inspeksi dan pemeliharaan berkala, untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan, baik di rumah ibadah, tempat hiburan, maupun wilayah permukiman, tetap andal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengecekan instalasi di Kelenteng Pao Hwa Kong yang berlokasi di Kota Tua Ampenan, salah satu rumah ibadah yang digunakan umat Buddha dalam prosesi ibadah Imlek.

Pengecekan mencakup instalasi listrik milik PLN hingga sistem pelanggan, termasuk simulasi penggunaan genset sebagai langkah antisipasi cadangan daya. Diperkirakan, ratusan jamaah akan menghadiri ibadah di kelenteng tersebut mulai Selasa tengah malam hingga Rabu malam.

Tidak hanya fokus pada rumah ibadah, PLN UIW NTB juga memastikan keandalan listrik di tempat-tempat hiburan yang dipadati pengunjung selama libur panjang. PLN telah menyiapkan operasional di empat Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) serta 26 gardu induk yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa. Inspeksi dan perawatan berkala telah dilakukan untuk mencegah potensi gangguan jaringan selama periode ini.

Lebih lanjut, Sudjarwo menjelaskan bahwa pihaknya meningkatkan pengawasan dan memperkuat koordinasi antarunit. “Kami memastikan layanan listrik tidak hanya andal, tetapi juga nyaman bagi pelanggan, khususnya di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah dan pusat keramaian,” ungkapnya. Tim operasi dan pemeliharaan juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Di sisi pembangkit, PLN memastikan ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik guna mendukung operasional yang optimal. Sudjarwo menegaskan bahwa koordinasi dengan pemasok bahan bakar telah ditingkatkan. “Kami telah memaksimalkan pengawasan di setiap unit pembangkit untuk menjamin kebutuhan listrik masyarakat selama Imlek terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Sudjarwo menambahkan bahwa total daya mampu kelistrikan di NTB saat ini mencapai 357 MW, dengan beban puncak diperkirakan sebesar 317 MW untuk Sistem Lombok dan Sistem Tambora, yang memiliki daya mampu pasok 142 MW selama perayaan Imlek. “Ini berarti kami memiliki cadangan daya yang cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan gangguan listrik,” tegasnya. Langkah ini selaras dengan visi PLN untuk terus memberikan pelayanan yang andal dan berkualitas kepada masyarakat.

Melalui langkah-langkah preventif, pemeliharaan rutin, dan kesiapsiagaan tim selama 24 jam, PLN optimistis dapat mendukung kelancaran perayaan Imlek dan libur panjang di seluruh NTB. “Kami berharap masyarakat dapat merayakan Imlek dengan nyaman, tanpa gangguan listrik, sebagai bentuk pelayanan terbaik dari PLN,” tutup Sudjarwo. (bul)

Pemprov NTB: Budidaya Mutiara Autore di Perairan Sekaroh Lombok Timur Belum Berizin

0
Muslim(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kuasa Hukum PT. Autore Pearl Culture (PT. APC) dari Visi Low Office mengeluarkan klarifikasi tertulis terkait perizinan usaha budidaya mutiara yang dilakukan perusahaan tersebut di perairan Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan budidaya ini telah berjalan selama sepuluh tahun.

Dalam penjelasan tertulis yang dikirimkan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB pada 9 Januari 2025, PT. APC menyatakan bahwa selama menjalankan usaha, perusahaan selalu berupaya untuk mematuhi dan mengikuti ketentuan perizinan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kegiatan budidaya yang dilakukan oleh PT. APC berdasarkan persetujuan dan rekomendasi tertulis dari Dinas Perikanan Lombok Timur dan Bupati Lombok Timur sejak 30 September 2010. Selain itu, perusahaan juga memperoleh dukungan dari masyarakat sekitar, termasuk melalui surat Dukungan Masyarakat Nelayan Desa Pulau Maringkik pada 11 Oktober 2012.

Seiring dengan diterapkannya Undang-Undang Cipta Kerja, PT. APC saat ini sedang menyesuaikan perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengurusan perizinan dimulai sejak Agustus 2024 dan saat ini masih menunggu persetujuan dari instansi terkait.

“Sesuai informasi yang kami terima dari klien, perusahaan sudah menyerahkan seluruh dokumen melalui Online Single Submission (OSS) dan telah dinyatakan lengkap. Penilaian dokumen juga sudah dilakukan, tinggal menunggu persetujuan resmi dari instansi pusat terkait,” ujar Kuasa Hukum PT. APC, Donal Fariz.

Kuasa Hukum PT. APC juga membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa perusahaan tidak berhak melakukan kegiatan budidaya di zona kawasan pariwisata. Menurutnya, dalam Perda RTRW Provinsi NTB No. 5 Tahun 2024, sebagaimana dijelaskan dalam Matriks Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut pada Kawasan Pariwisata, tidak ada larangan untuk kegiatan usaha pembesaran Mollusca Laut di zona pariwisata, asalkan memenuhi persyaratan. Dengan demikian, PT. APC berhak melaksanakan kegiatan budidaya mutiara dengan pengurusan izin yang sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim ST., M.Si, menegaskan bahwa meskipun kuasa hukum perusahaan menyatakan bahwa izin mereka sudah sesuai, jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 atau OSS lama, aktivitas budidaya di Blok D, yang terletak di Teluk Temeak, Desa Sekaroh, hingga saat ini belum memiliki izin.

“Proses pengurusan izin mereka masih berjalan di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Namun, sesuai dengan Perda 5 Tahun 2024 tentang RTRW Provinsi NTB, alokasi ruang laut di titik D kini telah berubah menjadi ruang pariwisata. Kegiatan usaha budidaya laut masih dapat dilakukan dengan syarat yang diatur dalam matriks kesesuaian pemanfaatan ruang laut. Proses persetujuan dan kesesuaian pemanfaatan ruang laut kini menjadi kewenangan KKP,” jelas Muslim. (bul)

Badan Mutu KKP NTB Terus Memberikan Layanan Sertifikasi Mutu untuk Mendorong Ekspor Perikanan

0
Badan Mutu KKP NTB tetap memberikan pelayanan prima dan memudahkan pengguna jasa dengan tetap membuka layanan di hari libur dan curi bersama dalam rangka Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk mempermudah pelayanan ekspor komoditas perikanan. Melalui pelayanan digital, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) memastikan bahwa layanan sertifikasi mutu atau Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor dapat diakses 24 jam sehari, setiap hari.

“Kami menyadari pentingnya ekspor, oleh karena itu layanan kami tetap buka meskipun pada hari libur, tanpa mengenal tanggal merah,” ujar Kepala Badan Mutu, Ishartini, di Jakarta, Senin, 27 Januari 2025.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Badan Mutu KKP, M. Farchan selaku Plt. Kepala UPT Badan Mutu KKP Nusa Tenggara Barat, jajarannya juga diminta untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa dengan tetap membuka layanan pada hari libur, termasuk dalam rangka peringatan Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.

Lebih lanjut, Ishartini menyebutkan bahwa jajarannya telah mengembangkan sistem pengurusan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai bagian dari sistem jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan (SJMKHP) secara digital melalui HONEST (HACCP Online System).

Sistem ini dirancang untuk mengubah proses pengurusan sertifikat dari offline menjadi online, sehingga penerbitan sertifikat HACCP yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.

Ada sembilan keuntungan yang dapat diperoleh masyarakat melalui digitalisasi layanan ini, yaitu:

  1. Meningkatkan kecepatan proses
  1. Meningkatkan efisiensi
  1. Meningkatkan akurasi data dan informasi
  1. Meningkatkan transparansi
  1. Mengurangi waktu pengajuan
  1. Mengurangi biaya
  1. Mempermudah monitoring
  1. Mempermudah evaluasi
  1. Mempermudah integrasi dengan sistem lainnya.

“Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima dan memudahkan pelaku usaha,” kata Ishartini.

Melalui layanan yang prima, Ishartini berharap produk kelautan dan perikanan Indonesia tetap diterima dengan baik di negara tujuan ekspor. Pada tahun 2024, tercatat bahwa produk perikanan Indonesia telah diekspor ke 140 dari 195 negara di dunia. Selama tahun 2024, sebanyak 4.424 sertifikat HACCP diterbitkan dan 1.201 unit pengolah ikan (UPI) di Indonesia telah disertifikasi HACCP.

“Tahun lalu, produk perikanan Indonesia telah diterima di 140 negara. Tugas kami adalah memastikan agar negara-negara tersebut tidak ragu untuk terus menerima produk Indonesia,” tegasnya.

Selain memberikan akses kemudahan melalui layanan digital, Ishartini juga menginstruksikan jajarannya yang berada di unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia untuk melakukan pendekatan langsung kepada pelaku usaha. Ini termasuk memberikan pendampingan yang dibutuhkan agar mereka dapat menerapkan SMKHP dengan baik.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran di UPT untuk senantiasa mendampingi pelaku usaha dan memberikan layanan terbaik kepada mereka,” tutupnya.

Seiring dengan tuntutan untuk memberikan pelayanan publik yang prima guna mendorong perkembangan sektor kelautan dan perikanan, Badan Mutu kini tengah mengembangkan sistem informasi berbasis digital yang disebut SiapMutu. Sistem ini mengintegrasikan layanan sertifikasi mutu untuk sektor hulu dan hilir, termasuk pembenihan yang baik (CPIB), pembesaran yang baik (CBIB), pembuatan pakan (CPPIB), pembuatan obat (CPOIB), distribusi obat ikan (CDOIB), penanganan ikan di kapal (CPIB), serta penjaminan mutu perikanan pasca panen (SKP dan HACCP), yang terintegrasi dengan Sistem OSS BKPM.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya menjaga kualitas atau penjaminan mutu produk perikanan. Menurutnya, kegiatan ini harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari produksi hingga produk sampai ke tangan konsumen, untuk melindungi sumber daya hayati ikan agar tetap sehat dan bermutu. (bul)

Cukup Bawa KTP, Petani Terdaftar Bisa Langsung Bawa Pulang Pupuk Bersubsidi

0
Petani dapat menebus pupuk cukup dengan membawa KTP(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penyederhanaan proses penebusan pupuk bersubsidi disambut baik oleh petani di Indonesia. Saat ini, petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke mitra kios untuk menebus pupuk menggunakan aplikasi iPubers.

PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat dukungan penuh dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat proses penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar sejak 1 Januari 2025. Hingga 19 Januari 2025, sekitar 600.000 petani telah berhasil menebus 405.000 ton pupuk bersubsidi.

General Manager Wilayah 1 Pupuk Indonesia, Roh Eddy, menjelaskan bahwa proses penebusan pupuk bersubsidi kini lebih mudah berkat aplikasi yang menerapkan sistem data terintegrasi antara mitra distributor, petani penerima subsidi, dan stok pupuk yang ada di Pupuk Indonesia. Dengan sistem yang terhubung, petani dapat menebus pupuk cukup dengan membawa KTP, mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Sejak 1 Januari 2025, petani sudah bisa langsung menebus pupuk. Sistem e-RDKK sudah terhubung dengan iPubers, sehingga para petani dapat menebus pupuk bersubsidi mulai awal tahun,” kata Roh Eddy.

Pupuk Indonesia meluncurkan aplikasi iPubers pada 2023 sesuai dengan arahan pemerintah yang ingin mempermudah proses penebusan pupuk. Dengan sistem yang lebih efisien ini, diharapkan petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi tepat waktu, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan. Pada Januari 2025, iPubers telah diimplementasikan sepenuhnya di lebih dari 26.000 kios distributor pupuk di seluruh Indonesia. (bul)

Ekraf Night 2025 Diluncurkan, Dorong Ekonomi Kreatif NTB Makin Mendunia

0
Peluncuran program Gekrafs NTB dan pagelaran Ekraf(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – DPW GEKRAFS (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) NTB resmi meluncurkan program tahunan bertajuk Ekraf Night 2025 di Hotel Lombok Plaza, Senin, 27 Januari 2025. Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-6 GEKRAFS, sekaligus momentum peluncuran tiga program unggulan yang bertujuan untuk mendorong sektor ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua DPW GEKRAFS NTB, Yeyen Seprian Rachmat, mengatakan bahwa peluncuran ini menandai dimulainya gerakan lebih masif untuk mengembangkan ekonomi kreatif di NTB. Tahun 2025, tiga program utama akan menjadi prioritas dengan pendekatan realistis yang berfokus pada sumber daya yang tersedia.

Tiga program unggulan tersebut adalah GEKRAFS Academy, Merchandise Mania (Makmur Mendunia), dan Sentra Kreatif NTB (SKN).

“Program-program ini kami susun agar lebih tepat sasaran, dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta,” ujar Yeyen.

Yeyen memaparkan tiga fokus utama dalam program Ekraf 2025. GEKRAFS Academy adalah upaya untuk melahirkan pelaku baru dalam bidang usaha kreatif melalui pelatihan dan pembinaan terstruktur.

Merchandise Mania (Makmur Mendunia) bertujuan untuk menghadirkan produk kreatif berbasis budaya lokal yang memenuhi standar global.

“Produk-produk merchandise, seperti apparel, gantungan kunci, dan lainnya, akan dikemas dengan tetap mempertahankan nilai budaya khas NTB, seperti yang telah kami lakukan untuk merchandise resmi MotoGP,” jelas Yeyen.

Sementara itu, Sentra Kreatif NTB (SKN) dimaksudkan untuk mendorong terbentuknya pusat kreativitas di seluruh 10 kabupaten/kota di NTB.

“Ini bukan berarti kami akan membangun tempat fisik untuk sentra kreatif, tetapi lebih pada kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi serupa, termasuk memanfaatkan aset pemerintah dan swasta untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Yeyen menekankan pentingnya penerapan standar kualitas global pada setiap produk ekonomi kreatif yang dihasilkan. NTB memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan lebih masif, seperti ekonomi kreatif dalam bidang animasi, aplikasi, dan permainan berbasis lokal.

“Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Iqbal-Dinda, dalam visi misinya memiliki 10 program unggulan, salah satunya adalah E Mania, Ekonomi Kreatif Mendunia. Ini akan kami kolaborasikan. Dengan diferensiasi dan kualitas produk yang tinggi, pelaku ekonomi kreatif di NTB dapat sejahtera dan bersaing di pasar global,” tambahnya.

Yeyen juga mengakui bahwa selama ini ekonomi kreatif di NTB didominasi oleh sektor kuliner, kriya, dan fesyen. Namun, kehadiran GEKRAFS di NTB, yang melibatkan kolaborasi antara akademisi, budayawan, dan pelaku kreatif lainnya, diyakini dapat mewujudkan tujuan untuk mengembangkan sektor ini.

“Kedepannya, kami berharap produk-produk ekonomi kreatif NTB tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mendunia,” ujar Yeyen.

Selain itu, GEKRAFS juga berencana menggelar festival permainan rakyat NTB, untuk menggali kembali permainan tradisional yang semakin langka.

“Kita tidak hanya ingin disuguhi permainan yang itu-itu saja. NTB kaya dengan permainan rakyat yang hampir punah. Oleh karena itu, kami ingin merivitalisasi dan memperkenalkan kembali permainan rakyat ini, bahkan melalui animasi atau aplikasi games berbasis permainan tradisional. Dengan demikian, anak-anak kita tidak hanya memainkan permainan yang tidak mendidik,” tambahnya.

Program Ekraf Night 2025 diharapkan dapat menjadi pemicu kebangkitan kreativitas di NTB, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif. Dengan dukungan pemerintah daerah melalui Peraturan Daerah tentang Ekonomi Kreatif, Yeyen optimistis target GEKRAFS NTB akan tercapai.

“Tujuan utama kami adalah menjadikan NTB makmur dan mendunia melalui ekonomi kreatif. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya.

Peluncuran Ekraf Night 2025 juga mendapat sambutan positif dari Pj. Gubernur NTB, Hassanudin, yang dalam pernyataan yang disampaikan melalui Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, mengapresiasi komitmen GEKRAFS NTB dalam menjaga kelangsungan usaha ekonomi kreatif di daerah ini.

Provinsi NTB menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 hingga 6,5 persen tahun ini, meskipun menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kehadiran program GEKRAFS di NTB diyakini akan memberikan dampak besar dalam mengembangkan subsektor ekonomi kreatif lokal, seperti pertunjukan, kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan yang menjadi ciri khas NTB.

Selain itu, program GEKRAFS di NTB juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, untuk berkontribusi aktif dalam menciptakan inovasi dan membuka lapangan kerja.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Jokowi, Sandiaga S. Uno, juga turut menyambut baik peluncuran Ekraf 2025 di NTB, tak terkecuali Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang mengakui kekayaan ekonomi kreatif di NTB. “Upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif NTB ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia,” ujar Sandiaga S. Uno. (bul)

Badan Mutu KKP NTB Nonstop Layani Sertifikasi Mutu untuk Menggenjot Ekspor Perikanan

0
Badan Mutu KKP Nusa Tenggara Barat tetap memberikan pelayanan prima dan memudahkan pengguna jasa dengan tetap membuka layanan di hari libur dan curi bersama dalam rangka Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.(ekbisntb.com/bul)

Lombok(ekbisntb.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memberikan kemudahan dalam pelayanan ekspor komoditas perikanan. Melalui fasilitasi pelayanan digital, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) memastikan layanan sertifikasi mutu atau Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang dipersyaratkan negara tujuan bisa diakses 24 jam dan setiap hari.

“Kami menyadari pentingnya ekspor, karenanya layanan kami tetap buka walaupun tanggal merah alias tidak mengenal hari libur,” ujar Kepala Badan Mutu, Ishartini di Jakarta, Senin, 27 Januari 2025.

Sejalan dengan instruksi Kepala Badan Mutu KKP, M. Farchan selaku Plt. Kepala UPT Badan Mutu KKP Nusa Tenggara Barat menginstruksikan kepada jajarannya juga untuk memberikan pelayanan prima dan memudahkan pengguna jasa dengan tetap membuka layanan di hari libur dan curi bersama dalam rangka Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.

Lebih lanjut, Ishartini menyebut jajarannya telah memiliki sistem pengurusan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai bagian dari sistem jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan (SJMKHP) secara digital melalui HONEST atau HACCP Online System.

Dikatakannya, sistem yang dibuat untuk mengubah metode pengurusan offline menjadi online agar penerbitan sertifikat HACCP yang dipersyaratkan Negara tujuan ekspor lebih cepat dan mudah.

Setidaknya ada 9 keuntungan dan kemudahan yang akan didapatkan masyarakat melalui digitalisasi layanan ini, yaitu meningkatkan kecepatan proses, meningkatkan efisiensi, meningkatkan akurasi data dan informasi, meningkatkan transparansi, mengurangi waktu pengajuan, mengurangi biaya, meningkatkan kemudahan monitoring, meningkatkan kemudahan evaluasi, serta mempermudah integrasi dengan sistem lain.

“Ini komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan prima dan memudahkan pelaku usaha,” kata Ishartini.

Melalui layanan prima, Ishartini berharap produk kelautan dan perikanan tetap terjaga keberterimaannya di negara tujuan ekspor. Tercatat, pada tahun 2024 sebanyak 140 dari 195 negara di dunia telah menjadi pangsa pasar produk kelautan dan perikanan Indonesia. Selain itu, selama tahun 2024, sebanyak 4.424 sertifikat HACCP diterbitkan dan 1.201 unit pengolah ikan (UPI) di Indonesia telah disertifikasi HACCP.

“Tahun lalu produk perikanan Indonesia telah diterima di 140 negara, tentu ini tugas kami untuk menjaga, termasuk meyakinkan negara lain untuk tak ragu menerima produk Indonesia,” tegasnya.

Selain memberikan akses kemudahan melalui fasilitas pelayanan digital, Ishartini juga mengintruksikan jajarannya yang berada di unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia untuk jemput bola ke pelaku usaha. Termasuk memberikan pendampingan yang diperlukan agar mereka bisa menerapkan SMKHP.

“Saya mengintruksikan ke semua jajaran di UPT untuk senantiasa mendampingi pelaku usaha dan berikan layanan terbaik kepada mereka,” tutupnya.

Seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang prima guna mendorong perkembangan sektor kelautan dan perikanan melalui fasilitasi perdagangan komoditas perikanan, maka dalam rangka meningkatkan pelayanan sertifikasi mutu hulu – hilir, Badan Mutu saat ini sedang mengembangkan sistem informasi berbasis digital SiapMutu. Sistem ini mengintegrasikan layanan sertifikasi penjaminan mutu hulu (primer) yang meliputi pembenihan yang baik (CPIB), Pembesaran yang baik (CBIB), Pembuatan Pakan (CPPIB), Pembuatan Obat (CPOIB), Distribusi Obat Ikan (CDOIB), Penanganan Ikan diatas Kapal (CPIB), Penjaminan mutu perikanan pasca panen (SKP dan HACCP yang teritegrasi dengan Sistem OSS BKPM.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya kualitas atau penjaminan mutu produk perikanan. Menurutnya, kegiatan ini harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen untuk melindungi sumber daya hayati ikan tetap sehat dan bermutu.(bul)