Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 402

Hama Serang Padi dan Jagung di Dompu

0
Tanaman padi yang menguning di Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Sekitar 58 ha tanaman padi dan jagung di Kabupaten Dompu diserang hamaKendati ada serangan, kondisinya ringan dan terjadi pada spot – spot kecil yang masih bisa ditangani petani.

Hal itu disampaikan petugas POPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Dina Fitrasari, SP saat dikonfirmasi, Jumat 14 Februaari 2025. “Kalau di Matua depan jalan khusus kelompok tani Nangka Tiga itu menguning karena disemprot herbisida akibat banyak gulma, jadi berpengaruh perubahan warna pada tanaman padi,” kata Dina.

Namun Dina tidak menampik, tanaman padi dan jagung milik petani ada yang terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Mulai dari penggerek batang, walang sangit, hama putih palsu, burung pipit, keong mas, blas, kresek, wereng batang coklat, penggerek batang, busuk batang, penggerek tongkol, dan tikus.

Kepala bidang tanaman pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Nurhidayah, SST yang dihubungi terpisah mengatakan, serangan hama memungkinkan terjadi dengan kondisi cuaca saat ini. Intensitas hujan sedang hingga tinggi, ditambah air irigasi menyebabkan kondisi tanaman mendapat lebih banyak air. Pada beberapa tanaman tidak membutuhkan banyak air, sehingga memudahkan penyakit berkembang.

Kendati demikian, Nurhidayah mengatakan, petugas POPT intens melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan penyuluh. Ketika terdapat tanaman petani, petugas dengan sigap menangani dan memberikan arahan pada petani. “Alhamdulillah sejauh ini masih bisa ditangani langsung petugas Bersama petani di lapangan,” katanya. (ula)

Bertani di Tengah Anomali Cuaca, Petani Lotim Diimbau Ikuti Program AUTP

0
Petani di Desa Rarang Kecamatan Terara yang terpaksa panen gabah lebih awal karena khawatir merugi besar. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Aktivitas bertani di tengah anomali cuaca beberapa bulan terakhir ini cukup berisiko kerugian. Termasuk tanaman padi. Dinas Pertanian Lotim mengimbau seluruh petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menjawab Ekbis NTB, Jumat 14 Februari 2025, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi mengatakan dengan ikuti AUTP petani bisa terlindungi dari ancaman kerugian besar.

“Jika terjadi  hal hal yang tidak dinginkan  dapat mengurangi kerugian petanii, seperti bencana kekeringan , banjir dan serangan hama penyakit,” ungkapnya.

Beberapa hari terakhir ini diketahui kondisi curah hujan kita sangat tinggi yang dibarengi dengan angin kencang. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kondisi tanaman di tingkat lapangan.

Anomali iklim ini akan menimbulkan bencana hidrometeorologi termasuk melanda lahan-lahan pertanian. Diminta, setiap kejadian akibat bencana inii diminta Dinas Pertanian agar petugas lapangan  baik PPL dan petugas POPT yang berada di semua kecamatan untuk mamantau setiap kejadian yang ada dan segera melaporkan.

“Apakah ada dampak dari bencana tersebut sehingga ke depan kita bisa melakukan mitigasi untuk mengambil langkah langkah antisifasi jika terjadi kondisi yang sama,” paparnya.

Dari segi produksi, diakui pasti akan menurun dan tidak signifikan karena pada kondisi tersebut petani akan memanen lebih awal dari masa panen yang semestinya.

Fakta tersebut dialami petani di Dusun Repok Payung, Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim). Tanaman padi banyak roboh  terdampak hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari terakhir ini. Petani  memilih untuk panen lebih awal.

Lalu Mulya Anom, Petani di Desa Rarang menjelaskan tanaman padinya yang roboh ini rata-rata sudah  berbuah dan beberapa pekan. Ia mengatakan hanya tinggal menunggu masa panen.

Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk menyelamatkan padi mereka yang roboh. Mulai dari membuat parit pembuangan air di tengah-tengah tanaman padi hingga membuat penyangga. Namun hal tersebut sia-sia, tetap saja padi kembali roboh diterjang angin kencang.

Akibat cuaca ekstrem ini juga membuat tanaman terserang penyakit. Mulai dari terserang penyakit busuk leher atau belas leher, kemudian terkena virus Xanthomonas, hama burung bahkan terserang hama tikus.

Produksi gabah sangat berkurang pada panen tahun ini.  Biasanya dalam satu hektar, produktivitas gabah mencapai 8-9 Ton. Namun dengan kondisi cuaca saat ini saat  produksi maksimal hanya 2 ton dalam per hektar. Sehingga hal ini membuat para petani merugi.

Petani ini berharap pemerintah bisa membantu para petani. Terutama untuk menyerap gabah petani dengan harga yang lebih mahal. Sebab harga gabah kering panen (GKP) ditingkat petani saat ini berkisar Rp 400- Rp 470 ribu per kuintal. Sehingga dengan harga ini membuat petani akan merugi. (rus)

Pemangkasan Anggaran akan Berdampak Buruk bagi Mahasiswa Kurang Mampu

0
Para mahasiswa UNW di Mataram tengah melakukan diskusi. Mereka khawatir dengan adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada UKT. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) imbas dari pemangkasan anggaran pendidikan menimbulkan keresahan bagi sejumlah mahasiswa di Mataram. Terutama bagi mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, M. Rizwandi, Jumat 14 Februari 2025.

Menurutnya, kenaikan UKT akibat efisiensi ini akan menjadi mimpi buruk bagi seluruh mahasiswa.  “Ada ribuan bahkan jutaan mahasiswa atau calon mahasiswa baru terancam tidak bisa menerima pendidikan di perguruan tinggi karena biaya kuliah akan semakin mahal,” kata Rizwandi, Jumat 14 Februari 2025.

Dengan potensi uang kuliah yang semakin tinggi, mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah semakin kesulitan mengenyam pendidikan tinggi. Ia berharap, pemerintah perlu mengkaji ulang rencana pemangkasan anggaran pendidikan.

“Apalagi dengan dalih Indonesia emas 2045. Kalau tidak ditunjang dengan pendidikan yang baik, maka visi itu tidak bisa terwujud,” pungkasnya.

Ia juga berkomitmen akan mengawal pemangkasan anggaran ini bersama BEM lain di seluruh Indonesia.

Sementara itu, mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) juga merasa was-was dengan rencana pemangkasan anggaran ini. Hakim, salah satu mahasiswa UNW Mataram yang juga penerima KIPK mengatakan, pemangkasan anggaran akan berdampak kepada mahasiswa dan orang tua mereka.

Sebagai penerima beasiswa, dirinya sangat terbantu oleh beasiswa KIPK. Apalagi, ia yang berasal dari keluarga petani. “Namun, ada narasi-narasi yang mengatakan kalau beasiswa KIPK ini juga akan kena efisiensi. Kami merasa was-was dengan adanya kebijakan pemangkasan anggaran ini,” jelasnya. (sib)

IPM Meningkat, Kemiskinan di Dompu tinggal 11,59 Persen

0
Nelayan di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu yang menaikan perahu usai melaut.(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Dompu tahun 2024 tercatat 72,59 poin dan masuk kategori IPM tinggi. Peningkatan IPM ini dikuti dengan komponen penentu, seperti usia harapan hidup jadi 71,76 tahun, pengeluaran perkapita pertahun Rp.9,971 juta, rata – rata lama sekolah jadi 9,04 tahun dan harapan lama sekolah jadi 13,84 tahun.

“BPS Kabupaten Dompu sudah merilis data terbaru terkait IPM tahun 2024. IPM Dompu mengalami pertumbuhan 1,14 persen atau peningkatan 0,82 poin. Yaitu dari 71,77 poin tahun 2023 menjadi 72,59 poin di tahun 2024,” kata Neni, pengolah data BPS Kabupaten Dompu saat dihubungi, Jumat 14 Februari 2025.

Berdasarkan data yang dirilis BPS, IPM Kabupaten Dompu berada di urutan 5 dari 10 Kabupaten/Kota se NTB. Kota Mataram masih memimpin dengan 81,64 poin. Kota Mataram menjadi satu – satunya Kabupaten/Kota se NTB yang masuk kategori IPM sangat tinggi karena berada di atasi 80 poin, dan Lombok Utara menjadi satu – satunya daerah di NTB yang kategori IPM-nya cukup karena berada di bawah 70 poin.

Delapan daerah di NTB masuk kategori IPM tinggi dengan poin 70 – 79, termasuk untuk Tingkat provinsi. Diantaranya Kota Bima 78,91 poin, Sumbawa Barat 75,52 poin, Lombok Barat 72,7 poin, Dompu 72,59 poin, Sumbawa dengan 72,36 poin, Lombok Timur dengan 71,48 poin, Lombok Tengah 71,19 poin, dan Kabupaten Bima dengan 70,99 poin.

Angka kemiskinan di Kabupaten Dompu juga mengalami penurunan. Jika tahun 2023 kemiskinan di Dompu ada 12,53 persen atau 34.310 jiwa dan tahun 2024 turun jadi 11,59 persen atau 32.080 jiwa. Penurunan ini menjadikan Kabupaten Dompu sebagai daerah terendah kemiskinannya di NTB setelah Kota Mataram dan Kota Bima.

Penurunan kemiskinan ini justru diikuti dengan peningkatan garis kemiskinan dari Rp.442.451 di tahun 2023 menjadi Rp.469.647 per kapita per bulan. Indeks kedalaman kemiskinan (P1) di Kabupaten Dompu juga semakin menurun dari 1,84 menjadi 1,62 persen. Begitu juga dengan keparahan kemiskinan (P2) dari 0.39 menjadi 0,32 persen. (ula)

Wirausahawan Baru Terkendala Permodalan

0
IGB Hari Sudana Putra(ekbisntb.com/dok)

PEMERINTAH Kota Mataram menargetkan penciptaan seribu wirausahawan baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian dan mengurangi angka pengangguran. Program ini mendapat dukungan dari kalangan dewan. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, IGB Hari Sudana Putra, SE., menekankan pentingnya pelatihan dan bantuan permodalan untuk mewujudkan penciptaan wirausahawan baru.

‘’ Jadi sebenarnya saya sangat setuju dengan program seribu wirausahawan baru di Kota Mataram. Namun demikian memang perlu dipikirkan terkait masalah permodalan awal yang akan mereka pergunakan itu,’’ ujarnya kepada Ekbis NTB melalui pesan WhatsApp, Jumat 14 Februari 2025.

Menurut Gus Arik, sapaan akrabnya, tantangan utama dalam mewujudkan penciptaan seribu wirausahawan baru, adalah masalah permodalan. Banyak pemuda yang memiliki niat dan semangat tinggi untuk menjadi wirausahawan, namun terkendala akses permodalan yang cukup. Meski demikian, semangat kewirausahaan di kalangan anak muda di Kota Mataram semakin tinggi, dengan banyak dari mereka memulai usaha kecil-kecilan, seperti berdagang kopi keliling atau membuka kafe di pinggir jalan.

‘’Jadi masalahnya sangat klise juga dan sangat realistis di lapangan bahwa keinginan para pemuda untuk bekerja menjadi wirausahawan itu sangat tinggi sekali. Namun kembali lagi terbentur ke masalah permodalan,’’ ungkapnya.

Penting untuk dicatat, kata politisi Partai Demokrat ini, bahwa selain permodalan, pelatihan kewirausahaan yang berkualitas juga diperlukan. Pelatihan ini bisa dilakukan tidak hanya oleh dinas terkait, tetapi juga bisa melibatkan wirausahawan sukses yang telah berhasil merintis usaha dari nol. Dengan berbagi pengalaman, mereka bisa menjadi mentor yang mampu menularkan semangat dan pengetahuan praktis kepada generasi muda yang ingin memulai usaha.

‘’Calon-calon entrepreneur atau calon-calon usahawan yang baru, agar nantinya ide brilliant yang sudah berhasil itu, bisa ditularkan vibrasinya. Itu juga bisa disampaikan agar anak-anak muda atau calon-calon usahawan baru ini memiliki satu semangat dan bisa menjadi orang yang berhasil,’’ terang anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara ini.

Kerjasama antara dinas terkait dan para pengusaha profesional ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Mataram dalam menciptakan lebih banyak wirausahawan muda. Gus Arik yakin, melalui kolaborasi antar stakeholder, Kota Mataram akan mampu mencetak generasi pengusaha baru yang berdampak positif bagi perekonomian daerah. (fit)

Stok Minyak Goreng Subsidi di Mataram Masih Aman

0
Sri Wahyunida (Ekbis NTB/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah daerah mengalami kelangkaan minyak goreng subsidi. Minyak subsidi ini dipastikan masih aman di Kota Mataram.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Sri Wahyunida mengatakan, stok minyak subsidi masih aman di Kota Mataram.  Kondisi ini terlihat saat melaksanakan kegiatan pasar rakyat, karena distributor masih menjual minyak subsidi dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

“Minyak subsidi untuk di Kota Mataram masih tersedia. Harganya pun masih Rp15.300 – Rp15.700 saat di pasar rakyat,” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Kamis 13 Februari 2025.

Diakui, beberapa wilayah di Pulau Jawa mengalami gejolak karena stok terbatas alias langka. Harga minyak goreng mencapai Rp18.000 perliter. Ia bersyukur harga minyak masih stabil. Distributor telah memesan sejumlah dua kointainer untuk kebutuhan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kendati demikian, pihaknya perlu mengantisipasi terjadinya kelangkaan. Wahyunida  mengkhawatirkan jatah minyak subsidi seharusnya dikirim ke Pulau Lombok dan khususnya Kota Mataram, justur dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Jawa. Hal ini pasti akan berpengaruh terjadi pasokan dan harga di Pulau Lombok. “Kita coba berkoordinasi dengan OPD teknis supaya memastikan stok aman,” demikian kata dia. (cem)

Pembiayaan Revitalisasi Pasar Cakra Diharapkan dari APBD

0
Pasar Cakranegara di Jalan AA. Gde Ngurah Cakranegara perlu diperbaiki. Proposal yang diajukan ke pemerintah pusat belum mendapatkan lampu hijau sehingga pembiayaan diharapkan bersumber dari APBD Kota Mataram. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram, berharap revitalisasi Pasar Cakranegara bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Pasalnya, proposal pengajuan anggaran di pusat belum ada direspon.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto mengatakan, proposal anggaran untuk revitalisasi Pasar Cakranegara, telah diajukan ke pemerintah pusat. Akan tetapi, belum ada kepastian jawaban dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Pihaknya berharap revitalisasi pasar di Jalan AA. Gde Ngurah Cakranegara, bisa diperbaiki melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram. “Kalau tidak ada dari pusat bagaimana diupayakan dari APBD,” kata Uun.

Dikatakan, kondisi Pasar Cakranegara sangat parah. Atap rusak dan dibocor. Kondisi pasar becek dan sepi pengunjung. Uun mengatakan, perbaikan tidak cukup dengan anggaran Rp200 juta. Diperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp15 miliar. “Kalau cuma Rp200 juta tidak cukup anggarannya,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram mengakui, tidak ada alokasi anggaran untuk perbaikan pasar. Padahal, Pasar Cakranegara direncanakan menjadi pusat grosir pakaian sehingga diharapkan ramai pengunjung. Hal ini dipastikan berdampak pada peningkatan retribusi pasar. “Kalau sekarang kondisi sepi. Kita berharap Pasar Cakra sebagai pusat grosir pakaian,” katanya.

Dengan alokasi anggaran Rp200 juta kata dia, pihaknya hanya fokus pada perbaikan skala kecil di 19 pasar tradisional. Khusus revitalisasi atau perbaikan pasar secara menyeluruh diharapkan dapat dialokasikan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026. “Pokoknya anggaran Rp200 juta untuk perbaikan di 19 pasar. Kalau ada yang bocor atau perlu perbaikan kecil-kecil kita lakukan perbaikan,” demikian kata dia. (cem)

Dampak Efisiensi Anggaran – RSUD Batal Pengadaan Alkes, PUPR Terancam Gagal Bangun Jembatan

0
Lale Wediahning dan Hj. NK. Eka Nurhayati. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran memiliki dampak terhadap program di pemerintah daerah. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, membatalkan pengadaan alat kesehatan. Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terancam gagal bangun jembatan.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati dikonfirmasi pada, Jumat 14 Februari 2025 membenarkan, kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah berdampak terhadap pemotongan anggaran di rumah sakit. Anggaran dipangkas mencapai Rp30 miliar. Alokasi dana itu seharusnya digunakan untuk pengadaan alat-alat kesehatan. “Anggaran itu sebenarnya itu pembelian alat-alat,” katanya.

Menurutnya, pengadaan alat kesehatan itu digunakan untuk ruang operasi. Dengan kebijakan itu maka ruangan operasi tidak bisa dimanfaatkan. “Dampaknya ruang belum bisa dimanfaatkan,” jawabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Mataram, Lale Wediahning menjelaskan, rapat pembahasan anggaran bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Mataram, telah dipetakan anggaran yang dipangkas akibat dampak dari efisiensi anggaran. Dinas PUPR sebutnya, dipangkas Rp2,5 miliar. Namun demikian, pemangkasan itu tidak terlalu berdampak karena hanya pemangkasan pada satu kegiatan. “Tidak terlalu berdampak, karena hanya satu kegiatan yang dipangkas,” terangnya.

Kemungkinan kata dia, pembangunan jembatan penghubung antara Lingkungan Tegal-Gontoran yang urung (batal,red) dibangun. Pihaknya kembali melihat skala prioritas. Apabila Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana sebut Lale, menginginkan pembangunan jembatan itu berjalan maka akan dicarikan sumber pembiayaan lainnya. “Jika Pak Wali menginginkan tetap dilaksanakan maka sudah ada alternatif untuk pengganti dananya,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pemangkasan anggaran akan dibahas lebih lanjut. Pihaknya masih menunggu program yang akan dilaksanakan dan atau batal dilaksanakan. (cem)

Penting, Pembentukan Tim di Setiap Wilayah untuk Pastikan Serapan Gabah Petani

0
Rakor Kolaborasi TNI dengan Bulog dan Instansi Terkait dalam Percepatan Penyerapan Gabah Beras Tahun 2025 yang digelar secara hybrid, Kamis 13 Februari 2025.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah perlu membentuk tim di setiap wilayah untuk memastikan kelancaran serapan gabah dan beras petani dalam rangka program percepatan penyerapan gabah/beras tahun 2025. Tim ini akan melibatkan pihak internal dan eksternal serta membentuk posko-posko di daerah untuk memantau dan mengatur penyerapan gabah.

Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi TNI dengan Bulog dan Instansi Terkait dalam Percepatan Penyerapan Gabah Beras Tahun 2025 yang digelar secara hybrid Kamis 13 Februari 2025. Rakor dihadiri oleh Perum Bulog dan dipimpin oleh Danrem 162 /Wirabakhti. Hadir pula Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Dandim se-Provinsi NTB beserta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB Muhammad Taufieq Hidayat yang hadir dalam kesempatan itu mengingatkan kepada Kadis Pertanian Kabupaten/Kota agar segera menginformasikan lahan yang siap panen dan jadwal panen kepada Bulog dan pihak terkait. Tujuannya untuk memastikan penyerapan gabah berjalan lancar dan tepat waktu.

“Hal ini untuk memastikan bahwa penyerapan gabah berjalan lancar dan tepat waktu, serta tidak menghambat penanaman berikutnya,” kata Muhammad Taufieq Hidayat dalam keterangan resminya.

Direktur Utama (Dirut) Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya dalam arahannya mengungkapkan pentingnya kerja sama dengan TNI untuk percepatan penyerapan gabah dengan target nasional sebesar 3 juta ton hingga 31 April pada tahun 2025.

Dirut Bulog meminta agar masing-masing Dandim yang bertanggung jawab atas wilayah produksi gabah dapat berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Bulog. Dalam kolaborasi ini, Dandim diharapkan dapat mengawal proses panen hingga pasca panen, memastikan harga gabah tetap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Lebih lanjut, Dirut Bulog menekankan bahwa Babinsa harus berperan aktif dalam membantu petani dan melakukan sosialisasi mengenai harga gabah, serta mengawasi proses panen dan pasca panen.

“Babinsa juga agar mengawal distribusi gabah ke penggilingan dan memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu,” katanya.

Sementara itu Pinwil Bulog NTB, Sri Muniati dalam kesempatan tersebut memberikan penjelasan mengenai Jaringan Serapan Gabah. Ia menjelaskan bahwa Bulog telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan TNI untuk pelaksanaan serapan gabah dan beras.

Di NTB, Bulog membawahi 16 komplek pergudangan dengan kapasitas 116.500 ton. Gudang-gudang ini masih bisa menampung target serapan gabah di NTB hingga bulan Maret ini, namun mereka akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pihak terkait untuk mengatur pengangkutan gabah agar tidak terjadi penumpukan.

Babinsa sendiri akan dilibatkan dalam mengedukasi petani mengenai proses penanaman hingga panen dan mengawal serta pengawasan pasca panen. Babinsa juga diminta untuk membantu mencari calon supplier atau kelompok tani yang siap untuk menjual gabahnya kepada Bulog, serta memberikan informasi mengenai tempat penggilingan yang siap menerima gabah.(ris)

Ubah Strategi di MotoGP 2025, MGPA Turunkan Harga Tiket hingga Buka Akses Bukit Seger

0
Samsul Purba (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Promotor Sirkuit Internasional Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengubah beberapa kebijakan di pelaksanaan MotoGP 2025. Dua diantaranya yaitu menurunkan harga tiket dan menambah akses penonton melalui bukit Seger yang selama ini belum pernah dibuka secara resmi untuk menonton.

Wakil Direktur Utama MGPA Samsul Purba mengatakan, belajar dari tiga kali pelaksanaan WSBK dan tiga kali MotoGP, maka strategi penjualan tiket MotoGP Mandalika 2025 dilakukan perubahan. Perubahan strategi penjualan tiket dengan melihat tren daya beli masyarakat NTB sebagai target penonton terbesar.

Dengan demikian, MGPA menurunkan harga tiket menonton MotoGP. Misalnya tipe Grandstand A yang semula Rp2,5 juta di tahun 2024 turun menjadi Rp1.750.000. Kemudian di zona Grandstand B,C, D, G,J dan K dari tahun sebelumnya Rp1.750.000 menjadi Rp900 ribu di MotoGP Mandalika 2025.

“Selanjutnya type Standar Grandstand tanpa atap dari sebelumnya Rp700 ribu kini turun menjadi Rp400 ribu. Kemudian kita bikin program earlybird, kita diskon lagi 60 persen. Kita buat 2 minggu programnya, sampai akhir bulan (Februari) ini,” kata Samsul Purba kepada wartawan kemarin.

Adapun target penonton MotoGP Mandalika yang akan digelar 3-5 Oktober mendatang yaitu sebanyak 130 ribu penonton dalam tiga hari pelaksanaan event. Angka ini meningkat sekitar 5 persen dari jumlah penonton di MotoGP tahun kemarin yang ditonton oleh 121 ribu orang.

Ia mengatakan, untuk menambah jumlah penonton, pihaknya juga akan bekerjasama dengan warga sekitar untuk mengelola bukit Seger sebagai salah satu titik menonton balapan. Pihaknya akan melakukan peluncuran titik baru ini dengan harga tiket yang sangat murah yaitu Rp25 ribu. Dari titik ini, penonton bisa menyaksikan aksi balapan dengan jangkauan mulai dari tikungan 7, 8, 9, 10, 11 hingga masuk tikungan 12.

“Nanti kita Kelola supaya rapi. Kita belajar dari event Bau Nyale, 50 ribu orang saja kan aman di situ. Kalau target kita 6 sampai 10 ribu Insya Allah aman,” ujarnya.

Untuk diketahui, melalui program Early Bird yang masih berlangsung, penggemar MotoGP bisa mendapatkan tiket dengan harga spesial mulai Rp140.000, tersedia secara eksklusif di www.themandalikagp.com mulai 8 hingga 28 Februari 2025. Program ini memberikan diskon terbesar di awal periode, dengan nilai potongan harga yang akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Direktur Utama ITDC, Ari Respati sebelumnya menyatakan bahwa program Early Bird bertujuan untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat agar bisa menyaksikan secara langsung balapan kelas dunia di Mandalika.

Tiket IndonesianGP 2025 tersedia dalam berbagai kategori sesuai preferensi penonton:  Regular Grandstand (Zona E, G, H, I) – mulai Rp140.000. Premium Grandstand Zona B, C, J, K sebesar Rp315.000 dan Zona A sebesar Rp612.500. VIP Luxury Tent  (Zona T1, D, F, G) sebesar Rp5.812.500 dan VIP Deluxe Class Rp11.250.000.(ris)