Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 389

Menu Berbuka, Warga Berburu Takjil

0
Masyarakat berburu takjil di depan Taman Budaya NTB di Jala Majapahit Kota Mataram. (ekbisntb.com/hir)

Menu berbuka puasa atau takjil menjadi selalu diincar oleh warga saat bulan Ramadan. Kondisi ini terlihat di sejumlah pedagang di Kota Mataram atau daerah lain di NTB.

Terdapat beberapa titik yang dijadikan pedagang kaki lima di Kota Mataram untuk menjual menu berbuka puasa. Seperti di Jalan Majapahit atau lebih tepatnya di depan Taman Budaya. Jalan Adi Sucipto atau lebih tepatnya di depan Eks Bandara Selaparang, Jalan Airlangga, dan di Jalan Panji Tilar Negara atau di depan Pendopo Wakil Gubernur NTB.

Dari kelima titik ini, yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah di depan Taman Budaya NTB. Berbagai jenis menu makanan dan minuman ditawarkan menjadi daya tarik pembeli.

Salah satu warga Kota Mataram, Sulastri mengaku lebih memilih berburu takjil di depan Taman Budaya, karena menu yang dijual relatif beragam dan lengkap. “Soalnya di sini banyak pilihan dan dekat dari kos. Kalau harga ya sesuai sama kualitas makanan atau minumannya,” ujarnya.

Agusman, pengurus APKLI Kota Mataram menyebutkan, sekitar 70 pedagang kaki lima yang menjual menu berbuka puasa alias takji di depan Taman Budaya. Jumlah ini diprediksi akan bertambah karena tingginya permintaan masyarakat.

Agus menyebutkan, pedagang dikenakan retribusi Rp100.000 per bulan. Iuran itu digunakan sebagai uang kebersihan. (hir)

Penenun Pringgasela Kewalahan Layani Pembelian Tenun

0
Salah satu perajin tenun Pringgasela Muhammad Maliki memperlihatkan tenun Pringgasela yang sudah selesai dibuat. Belakangan ini, permintaan tenun Pringgasela meningkat, karena kebijakan pemerintah daerah yang meminta ASN dan non ASN menggunakan tenunan lokal. (ekbisntb.com/rus)

Warga Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kewalahan melayani pembelian tenun. Hal ini terjadi beberapa tahun terakhir setelah ada kebijakan pemerintah yang memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha tenun.

Muhammad Maliki, salah satu pengusaha tenun mengakui stok tenun di artshop miliknya sekarang terus menipis akibat banyaknya pesanan dari pembeli atau laku terjual.  “Alhamdulillah sekarang penjualan laku keras,” ujarnya pekan kemarin.

Menurutnya, kebijakan Bupati Lotim H. Haerul Warisin  yang meminta tidak ada campuran batik pada seragam ASN masuk kantor berdampak langsung pada tingkat pesanan tenun di masyarakat.  Dalam hal ini, ketika menggunakan pakaian lokal saat masuk kerja di lingkup Pemkab Lotim agar tidak ada tiruan dan tidak ada bajakan pakaian tenun yang digunakan.

“Jadi kita sebagai pengrajin tenun sangat merasa bersyukur dan sangat terima kasih lah kepada pemerintah yang sangat peduli dengan UMKM sehingga kita terus berusaha sekarang mencari motif terbaik untuk membuat tenun,” ucapnya.

Menurut Maliki, perkembangan usaha tenun ini meningkat tak saja karena kebijakan Pemkab Lotim, tapi, kebijakan pemerintah provinsi yang cukup peduli terhadap pengembangan usaha tenun, khususnya tenun Pringgasela.

Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB acap kali digelar kegiatan promosi tenun Pringgasela, seperti gelaran fashion show dan adanya kebijakan pemerintah menggunakan sarung tenun setiap hari Jumat juga cukup berdampak positif bagi pengembangan usaha tenun. ‘’Semua pelaku UMKM dari seluruh NTB bahkan merasakan dampak positifnya,’’ sebutnya.

Penjualan tenun katanya tidak seperti penjualan sirup yang bisa laku setiap hari. Transaksi penjualan tenun pun gak bisa dilihat berdasarkan rata-rata harian. Akan tetapi, fakta selama ini menunjukkan penjualan selama ini sangat menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Sehari bahkan ada yang dapat Rp 5-15 juta penjualan. Tapi kadang tidak ada sama sekali,” imbuhnya.

Prinsipnya, tenun jualannya tidak pernah mengendap lama. Sekarang ini saja, stok bajunya sudah kosong di galeri. Semua sudah laku terjual.

Memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah tahun ini banyak penenun produksi sarung. Permintaan sarung untuk kebutuhan ibadah selama bulan puasa ini meningkat juga. “Untuk ibadah Salat Tarawih dan Lebaran, sehingga banyak penenun buat sarung sekarang,” imbuhnya.

Penenun sekarang sudah tidak monoton. Karya tenun yang dihasilkan sudah bervariasi. Termasuk tetap memproduksi tenun untuk keluarga.

Dari desa juga diketahuinya telah memberikan dukungan terus dalam pengembangan usaha tenun. Bahkan, pemerintah desa sudah memberikan subsidi benang.

Mengenai harga sekarang sudah tembus Rp 500 ribu per unit. Hal ini karena bahan baku, utamanya benang yang terus naik. Soal kualitas dijamin terbaik, karena tenun Pringgasela ini bisa tahan puluhan tahun.

Kepala Desa Pringgasela, Azizan Zohri sebelumnya membenarkan terjadinya perkembangan cukup baik pada usaha tenun warganya. Disebut, jumlah penenun di Pringgasela saat ini tercatat lebih dari 1.000 orang.

Karya tenun yang dibuat warga cukup laku di pasar. Menurutnya, hal ini selain karena kebijakan pemerintah, perkembangan tenun Pringgasela ini juga karena event wisata yang telah digelar setiap tahunnya dalam ajang Alunan Budaya Desa Pringgasela.

Pemerintah daerah hingga pusat katanya memberikan dukungan terus kepada pengembangan usaha tenun. Alhasil, dari kebijakan pemerintah tersebut telah memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha warga.(rus)

Audit Laporan Keuangan Pemkab, BPK Terjunkan Tim Periksa Proyek Fisik di Lobar 

0
H. Ilham (ekbisntb.com/dok)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB mulai turun melakukan audit reguler terhadap Laporan Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar). Dalam turun audit ini, tim BPK memeriksa semua program kegiatan selama tahun 2024. Termasuk tim auditor BPK mengecek proyek fisik yang telah dibangun Pemkab Lobar.

Jumat 28 Februari 2025, Tim BPK melakukan audit di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Auditor diterima oleh Sekda Lobar H. Ilham bersama Kepala BPKAD dan jajaran. Didampingi jajaran BPKAD, tim juga turun mengecek fisik proyek rehabilitasi Bencingah Agung Kantor Bupati. Tim BPK juga telah turun ke beberapa proyek fisik lainnya yang dibangun oleh masing-masing OPD.

Dikonfirmasi terkait tim BPK yang turun audit ini, Sekda Lobar H. Ilham mengakui tim BPK turun untuk pemeriksaan reguler. “Ya pemeriksaan reguler, pemeriksaan reguler tiap tahun,” kata Sekda Lobar.

Pemeriksaan ini, kata dia, wajib dilaksanakan Pemkab Lobar, karena tiap tahun dipergunakan anggaran daerah, sehingga harus diperiksa tiap tahun oleh BPK.

Selain mengecek di OPD, tim BPK juga turun cek fisik ke lapangan. Hal itu untuk memastikan apakah proyek fisik yang dikerjakan sesuai spek atau tidak.

Inspektur Kabupaten Lobar Hademan mengatakan tim BPK mulai turun sekitar dua minggu lalu. “Yang diaudit secara umum  terkait laporan keuangan 2024,”terang Hademan.

Pemeriksaan ini merupakan agenda reguler yang tiap tahun dilaksanakan BPK. Rangkaian audit ini secara umum menyasar semua kegiatan tahun 2024. Termasuk juga cek fisik proyek yang dibangun Pemkab Lobar. Ditanya terkait beberapa proyek menjadi temuan, sehingga rekanan diminta mengembalikan karena kurang volume? menurutnya hal ini belum berani dipastikan, sebab audit ini masih belum final pemeriksaannya. (her)

Dokter Gizi Sarankan Waktu yang Baik Minum Teh dan Kopi Saat Puasa

0
dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK(ekbisntb.com/hallosehat.com)

Jakarta (ekbisntb.com) – Dokter spesialis gizi klinik lulusan fakultas kedokteran Universitas Indonesia dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK menyarankan mengonsumsi kopi dan teh saat menjalani puasa perlu memperhatikan waktu dan jumlahnya.

Mengingat mengonsumsi teh dan kopi kerap menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang Indonesia pada umumnya.

“Boleh saja sebenarnya mengonsumsi teh dan kopi saat puasa, tapi memang perlu diperhatikan waktu dan jumlah saat mengonsumsinya,” kata dr. Mulianah M.Gizi, SpGK, AIFO-K, ketika dihubungi ANTARA, pada Minggu.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Siloam Lippo Village ini menyarankan minum teh dan kopi saat puasa sebaiknya tidak di saat waktu sahur.

“Untuk waktunya sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur, karena pada kopi dan teh ini mengandung kafein yang justru akan meningkatkan risiko dehidrasi,” ujar dia.

Dalam mengonsumsi teh dan kopi, dia juga menyarankan sebaiknya setelah berbuka puasa. Hal ini lantaran kafein pada teh dan kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung.

“Jadi sebaiknya meminum kopi dan teh ini kurang lebih 1-2 jam setelah berbuka puasa. Jangan pada saat berbuka puasa langsung meminum teh atau kopi dalam perut kosong,” jelasnya.

Tak hanya itu, mengonsumsi kopi dan teh juga disarankan tidak dibarengi saat mengonsumsi makan utama. Sebab, teh dan kopi mengandung kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

“Untuk jumlah mengonsumsinya sebaiknya juga dibatasi kurang lebih 1-2 cangkir saja per hari-nya,” katanya.

Lebih lanjut dokter Mulianah menyarankan dalam mengonsumsi kopi pilih jenisnya yang tidak mengandung kafein terlalu tinggi. Karena pada sebagian orang kafein juga cukup sensitif yang bisa mengganggu jam tidur.

“Kita tahu bahwa kafein ini juga memiliki efek untuk meningkatkan metabolisme sehingga di beberapa orang justru nantinya akan mengganggu jam tidur yang akhirnya mengganggu jam istirahat,” ucap dia. (ant)

Harga Emas Antam 3 Maret Naik Rp7.000 Menjadi Rp1,679 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin 3 Maret 2025 naik sebesar Rp7.000, dari sebelumnya Rp1.672.000 menjadi Rp1.679.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.528.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

-Harga emas 0,5 gram: Rp889.500.

– Harga emas 1 gram: Rp1.679.000.

– Harga emas 2 gram: Rp3.298.000.

– Harga emas 3 gram: Rp4.922.000.

– Harga emas 5 gram: Rp8.170.000.

– Harga emas 10 gram: Rp16.285.000.

– Harga emas 25 gram: Rp40.587.000.

– Harga emas 50 gram: Rp81.095.000.

– Harga emas 100 gram: Rp162.112.000.

– Harga emas 250 gram: Rp405.015.000.

– Harga emas 500 gram: Rp809.820.000.

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.619.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Harga Cabai Rawit Rp210 Ribu Perkilogram

0
Pedagang cabai mengatur barang dagangannya pada, Senin (3/3). Harga cabai di Kota Mataram mencapai Rp210 ribu perkilogram. (ekbisntb.com)

Lombok(ekbisntb.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kota Mataram, mencapai Rp210 ribu perkilogram. Mahalnya harga salah satu bumbu dapur ini, akibat petani gagal panen.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Senin 3 Maret 2025 mengaku terkejut dengan harga cabai rawit di pasar tradisional mencapai Rp210 ribu perkilogram. Lonjakan harga cabai ini pertama dalam sejarah. Padahal, pasokan cabai dari Pulau Jawa cukup banyak dengan harga Rp160 ribu perkilogram.  “Saya juga kaget lonjakan harga signifikan sekali,” kata Nida.

Pihaknya telah mengecek penyebab lonjakan harga cabai di pasar bersama Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Informasinya kata Nida, petani mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dua pekan sebelumnya. Hal ini menyebabkan pasokan atau stok berkurang. “Bahkan ada pedagang yang hanya menjual 3-5 kilogram saja untuk cabai lokal,” ujarnya.

Di satu sisi, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan karena mahalnya harga cabai, sehingga pedagang tidak berani menyetok barang.

Langkah antisipasi menekan harga cabai melalui operasi pasar murah atau kolaborasi operasi pasar keliling bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Masyarakat bisa mendapatkan harga cabai kisaran Rp95 ribu perkilogram. “Hari ini mulai di Taman Sari. Kita upayakan masyarakat mendapatkan harga di bawah Rp100 ribu,” tegasnya.

Lonjakan harga cabai ini diharapkan tidak bertahan lama. Pasalnya, pasokan cabai dari luar atau Pulau Jawa sangat banyak sehingga membantu menekan harga.

Menurutnya, pasokan cabai dari Pulau Jawa diharapkan bisa membantu karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi di bulan ramadan.

Nida memastikan masyarakat tidak beralih menggunakan cabai kering untuk memenuhi kebutuhan,melainkan mengurangi penggunaan cabai.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik karena pemerintah tetap berupaya memastikan ketersediaan dan menekan lonjakan harga melalui operasi pasar murah. “Kita minta masyarakat tidak panik saja,” demikian kata dia. (cem)

Bawa 5.000 Wisatawan, Kapal Pesiar Anthem of The Seas Sandar di Gilimas Lembar

0
Penumpang  Kapal Pesiar Anthem of The Seas yang membawa 5.000 penumpang mengunjungi pusat tenun dan UMKM di Lobar. (ekbisntb.com/ist)

Kapal Pesiar Anthem of The Seas yang bersandar di Pelabuhan Gilimas Lembar, Lombok Barat (Lobar), Sabtu 1 Maret 2025. Kapal pesiar terbesar ini membawa 5.000 lebih penumpang yang mayoritas berasal dari Eropa. Dengan jumlah penumpang ini, kapal pesiar ini memecahkan rekor penumpang terbanyak.

Kapal berbendera Nassau dengan IMO number 9656101 ini nyandar sekitar pukul 06.00 pagi dan bertolak dari Pelabuhan Gilimas pukul 23.00. Kapal ini berangkat dari Benoa Bali dengan tujuan Singapura. Kapal milik Royal Caribbean Cruises Line (RCCL) ini memiliki DWT atau berat mati 11113 dan berat tonase kotor 68.666 ton. Kedalaman kapal 8.10 meter  dan panjang kapal atau LOA mencapai 247.75 meter.

Kedatangan kapal pesiar yang mengangkut tamu wisatawan kurang lebih 4.300 orang dan ABK 1.500 orang ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lobar Agus Gunawan didampingi Branch Manager (BM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Multi Terminal Branch Kunto Wibisono.

“Tentu kita senang kedatangan kapal kedua terbesar yang masuk ke Indonesia setelah tahun lalu ada Quantum of The Seas yang sama-sama jumlah total penumpang itu sekitar lima ribu lebih,” kata Agus Gunawan.

Kunjungan kapal pesiar ini tentu diharapkan meningkatkan perekonomian warga. Kunjungan kapal pesiar Anthem of The Seas ini saja misalnya, membawa 5 ribu penumpang kemudian turun 4 ribu ke desa-desa wisata. “Sudah berapa itu dampak ekonominya. Mulai dari transportasi, konsumsi sampai ke akomodasi dan sebagainya,” lanjut Agus.

Lebih-lebih tahun ini rencananya tahun ini ada 29 kapal pesiar yang akan singgah, diharapkan Agus bisa  memberikan dampak ekonomi yang baik bagi setiap sektor pariwisata dan khususnya masyarakat Lobar.

Di tempat yang sama Branch Manager (BM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Lembar Kunto Wisbisono tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya bisa melayani kapal pesiar yang datang hari ini walaupun di tengah terik matahari di awal bulan Ramadan tahun ini.

“Kedatangan kapal pesiar ini jadi berkah ya bagi kita, istilahnya kami di Pelindo itu bisa melayani kapal cruise ini. Pertama datangnya pas di hari pertama bulan Ramadan dan ada kapal lagi di bulan Maret ini,” kata Kunto.

Pihaknya bersama jajaran terkait pun turun memantau langsung masuk ke dalam, naik ke atas deck, dan rata-rata penumpang turun. Artinya juga pasti akan ada perputaran ekonomi yang terjadi di wilayah sekitar Lombok. Tidak hanya naik dan berkeliling ke atas kapal, Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan yang didampingi GM Pelindo beserta jajaran juga berkesempatan untuk bertukar cinderamata langsung dengan kapten kapal. (her)

Selama Ramadhan, PLN Diminta Perkuat SMK3, Pasokan Listrik dan Mitigasi Risiko

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/ist)

PLN memiliki tantangan besar selama bulan suci Ramadhan yaitu menjaga Sistem Menejemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), ketersediaan pasokan dan kesiagaan dalam mitigasi risiko.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat memberikan sambutan pada Apel Penutupan Bulan K3 Nasional Tahun 2025 dan menutup serangkaian kegiatan Bulan K3 oleh PT PLN Unit Induk Wilayah NTB, di Akbar Ali Sport Center, Jumat 28 Februari 2025.

Ia mengatakan bahwa permintaan listrik dan energi cenderung meningkat signifikan selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga potensi gangguan kelistrikan juga meningkat. Karenanya, Aryadi mengingatkan pentingnya menjaga kehandalan Sistem Menejemen K3, ketersediaan pasokan dan kesiagaan dalam mitigasi risiko.

“Biasanya, saat Ramadhan terjadi peningkatan pemakaian listrik. Hal ini bisa berujung pada gangguan seperti pemadaman, konsleting akibat pohon, serta penggunaan listrik berlebihan. Tak jarang pula terjadi penyambungan ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan dan jaringan listrik,” jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan ini, Aryadi menekankan bahwa kesadaran terhadap budaya K3 harus semakin diperkuat di seluruh jajaran PLN. PLN dituntut untuk tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan serta memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi prioritas utama.

Dalam sambutannya, Aryadi menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya yang terus diterapkan, bukan hanya sebatas ceremony dalam Bulan K3 Nasional.

“Meskipun kegiatan Bulan K3 ini berakhir hari ini, budaya K3 harus terus kita laksanakan dalam keseharian, karena ini merupakan bagian dari kebutuhan hidup kita bersama,” ujarnya.

Kadisnakertrans NTB menyampaikan apresiasi kepada manajemen PLN UIW NTB yang telah berkomitmen dalam mengedukasi dan menyebarluaskan informasi terkait K3. Ia berharap semangat ini terus dijaga dan diterapkan dalam setiap aspek pekerjaan.

“Setiap aktivitas memiliki risikonya sendiri, bahkan saat kita duduk pun ada risikonya. Maka dari itu, jangan pernah lengah dalam menerapkan prinsip keselamatan kerja. Kesadaran dan pemahaman terhadap budaya K3 harus terus kita gaungkan, agar menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter kita semua,” tutupnya.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian dari keseharian, bukan hanya dalam rangkaian peringatan Bulan K3.

Demi memperkuat kesadaran akan pentingnya K3, PLN UIW NTB telah melaksanakan berbagai program, di antaranya: Sertifikasi Ahli K3 Umum bagi pengawas pekerjaan dan pengawas K3, Edukasi K3 bagi pegawai dan mitra kerja, Upskilling melalui Kampus Yantek di masing-masing UP3.

Kemudian Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan bagi masyarakat umum dan berbagai lomba K3 untuk meningkatkan pemahaman terkait keselamatan kerja hingga Safety Town Hall Meeting sebagai forum diskusi penerapan K3.

“Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun dan memperkuat budaya keselamatan kerja (safety culture) di lingkungan PLN, sehingga menjadi bagian dari keseharian seluruh pegawai dan mitra kerja,” pungkasnya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan kerja harus dimulai dari manajemen lini sebagai role model, dengan terus mengedukasi pegawai, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.(ris/r)

Perusahaan Multifinance Nikmati Anomali, Bidik Prospek Cerah di 2025

0

PERUSAHAAN pembiayaan atau multifinance menikmati anomali pertumbuhan di Bali. Terutama dari sisi pembiayaan untuk kendaraan bermotor yang melonjak. Padahal, secara nasional, penjualan otomotif anjlok sekitar 13,93 persen dan pertumbuhan industri pembiayaan tidak mencapai double digit pada tahun 2024.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pada 2024, piutang pembiayaan perusahaan multifinance hanya tumbuh 6,92% (YoY) menjadi Rp503,43 triliun.

“Penurunan penjualan kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan industri pembiayaan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, 18 Februari 2025.

Terhambatnya pertumbuhan itu sejatinya sudah diproyeksi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Bahkan, kenaikannya sulit mencapai proyeksi APPI sebesar 7 persen hingga 8 persen.

Fenomena itu berbanding terbalik dengan kondisi di Bali. Kepala Cabang PT Mandiri Utama Finance (MUF) Yoyok Harri Purdwianto menjelaskan, kondisi Bali memang sedang anomali.

“Saat daerah lain lesu, pembiayaan kendaraan di Bali tumbuh signifikan,” kata Yoyok, Sabtu, 1 Maret 2025.

Dijelaskan, tahun 2024, pembiayaan MUF naik 25 persen dibandingkan tahun 2023. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada pembiayaan untuk mobil Daihatsu yang naik 30 persen. Daihatsu masih menjadi backbone pembiayaan kendaraan MUF di Pulau Dewata. Menurut Yoyok, naiknya piutang pembiayaan MUF didukung kondisi sektor pariwisata yang terus membaik selama tiga tahun belakangan ini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Bali masih menjadi daerah tujuan utama dengan total kunjungan 6,33 juta wisman. Kunjungan pada tahun 2024 itu naik 20,10 persen jika dibandingkan 2023 yang sebanyak 5,27 juta wisman. Bahkan, jumlah kunjungan wisman ke Bali selama tahun 2024 tersebut telah melampaui pencapaian tahun 2019.

Menurut Yoyok, pencapaian kinerja MUF di Bali yang tinggi berkat kolaborasi dan strategi yang tepat. Termasuk kolaborasi dengan Daihatsu, sebagai merek yang paling banyak diminati nasabah MUF. Tahun 2024, dari total 2.212 unit kendaraan, sebanyak 1.022 unit adalah pembiayaan untuk mobil Daihatsu.

Kepala Cabang Astra Credit Company (ACC) Denpasar dan Renon Bali I Gede Ari Wiadnyana menyatakan hal senada.  Dikatakan, konsumen terbesar pengucuran pembiayaan adalah pelaku bisnis rental mobil. Dari total pembiayaan yang dikucurkan ACC, porsi terbesar yakni sekitar 25 hingga 26 persen untuk kendaraan Daihatsu.

Sebelumnya, OJK memproyeksikan piutang pembiayaan multifinance tahun 2025 akan tumbuh berkisar 8 persen hingga 10 persen secara tahunan (year on year/YoY), walaupun penjualan mobil menurun.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Denpasar – Cokro Nidzo Muddin juga optimistis tahun 2025 Daihatsu tumbuh signifikan. Ia optimistis bisa mempertahankan pencapaian tahun 2024 sebagai cabang terbaik di Indonesia. Berdasarkan data registrasi di Kepolisian (Polreg), hingga akhir Desember 2024, market share Daihatsu di Bali sebesar 19,71 persen, sedangkan secara nasional sebesar 18,9 persen.

Menurut dia, pencapaian itu berkat sejumlah strategi seperti penguatan product knowledge, competitor pricing, analisa portofolio calon konsumen yang tepat.

Kepala Wilayah Jawa Tengah, Bali, dan Nusra PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Budhy Lau menjelaskan, market otomotif di Bali tumbuh 9,4 persen, ketika penjualan secara nasional anjlok. Market share Daihatsu di Bali dari bulan ke bulan terus di atas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan market ini sebuah opportunity besar, terutama dengan proyeksi ekonomi yang positif dan stabilnya pariwisata di Bali,” kata Budhy Lau.

Ia juga optimistis Daihatsu akan terus tumbuh dengan masih besarnya potensi di luar pariwisata seperti para pelaku UMKM, peternakan, pertanian, dan sebagainya.

“Kami yakin bisa mendongkrak market share lebih tinggi dari 19,7 persen, apalagi Daihatsu pernah menembus 23 persen,” tutur Budhy Lau.(bul/*)

Rencana Pengalihan Pengawasan ke OJK, 412 Koperasi di NTB Sudah Disurvei

0
Ahmad Masyhuri(ekbisntb.com/bul)

SEBANYAK 412 koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H. Ahmad Masyhuri, mengungkapkan bahwa pendataan koperasi yang akan diawasi OJK telah selesai dilakukan oleh disurvei.

“Kami sudah mendapatkan jumlahnya, yakni 412 koperasi yang berpotensi akan masuk dalam pengawasan OJK. Namun, terkait mekanisme pengawasannya, kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” ujar Masyhuri.

Saat ini, pemerintah masih menunggu kepastian teknis dari OJK mengenai skema pengawasan tersebut.

Menurut Masyhuri, meskipun koperasi yang ada di NTB didominasi oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dengan persentase mencapai 90 persen, pemerintah berharap akan lebih banyak koperasi sektor riil yang tumbuh di masa mendatang.

“KSP ini memang mirip-mirip dengan bank, sehingga wajar jika pengawasannya lebih ketat. Namun, pemerintah juga memiliki harapan agar sektor koperasi yang bergerak di bidang riil semakin berkembang,” tambahnya.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), OJK diberikan mandat untuk mengawasi koperasi yang menjalankan aktivitas penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan simpanan seperti KSP.

Kementerian Koperasi dan UKM bersama OJK saat ini tengah merumuskan mekanisme teknis agar proses pengawasan berjalan optimal tanpa menghambat operasional koperasi yang sehat.

Kementerian Koperasi telah menyampaikan, pengawasan oleh OJK bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta melindungi kepentingan anggota koperasi. Sementara itu, OJK dalam berbagai kesempatan menyatakan akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pengawasan agar koperasi tetap bisa berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Masyhuri menegaskan, Dinas Koperasi dan UMKM NTB sendiri masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Koperasi terkait penerapan pengawasan ini di tingkat daerah.

Dengan adanya regulasi baru ini, diharapkan koperasi di NTB dapat semakin berkembang dengan tata kelola yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem koperasi.(bul)