Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 354

Museum NTB dan Museum Art Gallery Northern Territory Sepakat Jalin Kerja Sama Internasional

0
Proses penandatanganan MoU antara Museum Negeri NTB dengan MAGNT Australia secara daring, Rabu, 9 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Museum Negeri NTB secara resmi menjalin kerja sama dengan Museum and Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT), Australia, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pada Rabu 9 April 2025.

Penandatanganan MoU ini merupakan perjanjian kerja sama yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan Museum Negeri NTB melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan secara resmi dalam sebuah pertemuan daring yang dihadiri oleh perwakilan dari kedua museum, serta disaksikan oleh perwakilan dari Dewan Kebudayaan Daerah NTB dan perwakilan diplomatik Australia di Indonesia.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan museum sebagai pusat pelestarian budaya, pendidikan, dan destinasi wisata yang berkualitas.

“Kami sangat antusias dapat bekerja sama dengan MAGNT. Ini akan menjadi peluang besar untuk belajar dari pengalaman internasional dan memperkuat peran museum dalam melestarikan warisan budaya NTB,” ujarnya.

Kerja sama ini, lanjutnya juga mempunyai nilai strategis antara Indonesia dengan Australia. Menurutnya, melalui MoU ini akan menjadi pintu masuk untuk membangun kerja sama lintas lembaga, tidak hanya dengan museum yang ada di Darwin tapi juga akan menjadi referensi dalam kerja sama dengan institusi pendidikan, dengan kelompok masyarakat, dengan individu-individu yang memang mempunyai perhatian terhadap museum.

“Jadi kita membangun kerja sama ini akan menguntungkan dua belah pihak, pertama Australia itu sangat banyak mengkoleksi terkait dengan beda-benda warisan kebudayaan masyarakat Indonesia dan mereka perlu data, dan yang kedua terkait dengan tata kelola, pertukaran SDM sehingga ini akan memberikan nilai positif bagi kedua bela pihak,” katanya.

Dirinya juga mengatakan kerja sama internasional ini sebagai kesempatan bagi NTB untuk membangun diplomasi kebudayaan secara internasional, karena Gubernur NTB telah menyampaikan rencana strategis bahwa potensi masyarakat NTB harus diinformasikan kepada dunia dengan tagline NTB Makmur Mendunia, sehingga keragaman budaya yang ada tidak hanya dinikmati oleh masyarakat NTB tapi juga dunia.

“Nah, bagi kita museum NTB harus bisa menterjemahkan visi gubernur, sehingga visi itu bisa memberikan efek promosi dan diplomasi kebudayaan kita di masyarakat Australia,” tuturnya.

Direktur dari MAGNT, Adam Walls menyambut baik dalam kerja sama ini. Ia mengatakan melalui kerja sama dengan Museum NTB dalam pengembangan kebudayaan ini dapat menjadi salah satu pendukung untuk membangun hubungan Indonesia dan Australia.

Kerja sama yang mencakup berbagai bidang, antara lain pengembangan sumber daya manusia, peningkatan standar pengelolaan koleksi, pertukaran informasi dan keahlian, serta penyelenggaraan program-program pameran dan edukasi bersama sebagai sebagai upaya untuk mendukung pengembangan Museum NTB.

“Kami percaya kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua institusi. Selain bertukar pengalaman, kami juga berharap dapat menjalin hubungan antar budaya yang lebih erat antara Australia dan Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Kebudayaan Daerah NTB, H. Khairul Anwar mengapresiasi langkah kerja sama ini. Menurutnya, ini salah satu terobosan dari museum NTB untuk meningkatkan eksistensinya sebagai lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan bahkan lebih jauh lagi museum telah melakukan program-program yang sifatnya tidak secara nasional tapi secara internasional.

“Jadi dengan andanya kerjasama ini kita bisa lihat hubungan kebudayaan di Australia Utara dengan Indonesia teutama pelaut Bugis Makasar yang sejak dulu sudah mecari di sana dan mereka berhubungan dengan suku Aborigin,” terangnya.

Dengan begitu dirinya berharap museum sebagai lembaga yang berkaitan dengan penelitian mungkin melalui kerjasama ini bisa mengkaji lebih dalam bagaimana kelanjutan hubungan Indonesia dengan Australia. (ham)

Hidupkan Kembali Pariwsata Senggigi, Bupati Lobar Koordinasi dengan Gubernur

0
Objek wisata Senggigi dengan pesona pantainya yang menawan. Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini bertekad menghidupkan kembali pariwisata Senggigi. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Senggigi merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Lombok Barat (Lobar), khususnya dan NTB umumnya. Sebagai objek wisata yang dulu menjadi barometer pengembangan pariwisata di NTB, keberadaan Senggigi sekarang ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, baik Pemkab Lobar dan juga Pemprov NTB.

Bahkan, Pemkab Lobar seperti disampaikan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini, pihaknya segera merevitalisasi dermaga Pelabuhan Senggigi. Revitalisasi ini diperlukan untuk menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang dulu pernah Berjaya. Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar dan dalam waktu dekat ini akan dilakukan tender.

Ditemui usai bertemu Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Rabu 9 April 2025, mantan Direktur PT. Air Minum Giri Menang (AMGM) Lombok Barat ini mengakui, jika pelabuhan ini direvitalisasi, akan banyak kapal cepat dari Bali atau tempat lain yang bersandar di pelabuhan ini, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah dan juga masyarakat.

Untuk itu, dirinya saat bertemu Gubernur NTB berkoordinasi menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang selama ini dianggap mati suri, karena tidak memberikan dampak besar terhadap pendapatan daerah dan juga pelaku pariwisata.

Selain itu, adanya kedekatan Gubernur NTB dengan pemangku kebijakan di pusat bisa membantu memudahkan izin kapal cepat dari berbagai tujuan wisata bisa bersandar di Senggigi. Tidak hanya itu, keberadaan Pasar Seni Senggigi yang merupakan aset Pemprov NTB diharapkan bisa dioptimalkan pemanfaatannya dan berkontribusi bagi pemasukan untuk daerah. (ham)

PT. STM Klarifikasi ke Dinas ESDM NTB Terkait Kolam Penampungan di Area Eksplorasi

0
Audiensi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemagang Kontrak Karya (KK) Proyek Hu’u Dompu, PT. Sumbawa Timur Mining (STM) melakukan audiensi ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait kolam penampuangan yang dihebohkan sebagai kolam penampungan limbah sisa tambang di area eksplorasi STM.

Perwakilan dari PT. STM, Zulaikha (Government Relations PT. STM), Rizky Wahidin (Government Relations PT. STM), Yusthika (Sustainability PT. STM) menemui pejabat di Dinas ESDM NTB, diantaranya, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM NTB, Iwan Setiawan di Mataram, Rabu, 9 April 2025.

Dalam pertemuan ini, perwakilan dari STM menyampaikan laporan, bahwa kolam yang diduga sebagai penampung limbah tambang ditegaskan bukan sebagai penampungan limbah sisa tambang, melainkan kolam penampungan air tanah dalam.

Disampaikan, saat ini STM dalam masa eksplorasi. Sesuai rencana strategisnya, produksi (eksploitasi) akan dilakukan pada 2030-2031 mendatang.

“Belum ada sarana produksi pertambangan dan aktivitas produksinya, sehingga tidak mungkin ada limbah sisa produksi sebagaimana dugaan yang beredar. Terlebih sejak Januari 2025, STM dalam masa pengurangan aktivitas di lapangan pasca rampungnya tahap Pra-Studi Kelayakan atau lebih dikenal sebagai masa care & maintenance,” tambahnya.

Kolam yang dihebohkan sebagai kolam limbah tambang PT. STM ini sebelumnya digunakan untuk mendukung pengujian metode pendinginan air tanah dalam, yang terletak sekitar 1.000 meter di bawah permukaan tanah.

Uji ini penting untuk menemukan metode pendinginan yang tepat terhadap suhu panas yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Sebagaimana telah publik ketahui, kedepan STM akan menggunakan metode pertambangan bawah tanah.

Di mana deposit tembaga Onto terletak sekitar 500 meter di bawah permukaan tanah yang kondisinya dekat dengan sistem panas bumi sehingga suhu di bawah dapat mencapai 80-110 derajat celsius. Inilah yang melatarbelakangi adanya uji metode pendinginan tersebut.

“Saat ini kami belum menutup kolam tersebut sebab masih akan digunakan kembali untuk keperluan eksplorasi di masa mendatang. Kami senantiasa melakukan pemantauan harian dan memberikan treatment air untuk memastikan baku mutu sesuai regulasi yang berlaku. Kami senantiasa membuat laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan melaporkannya kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut),” demikian dilaporkan.

Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM NTB, Iwan Setiawan menyampaikan, foto kolam di wilayah eksplorasi PT. STM ini sebelumnya diketahui dipotret menggunakan satelit, kemudian dihebohkan sebagai kolam limbah hasil penambangan PT. STM.

“Itu foto kolam yang di wilayah konsesi PT. STM yang dipotret dari google earth. Kemudian diminta statemen saya. Ternyata berbeda. Padahal sudah saya sampaikan bahwa, khusus untuk logam, kewenangannya berdasarkan UU no 3 tahun 2020, di Kementerian ESDM,” jelasnya.

Namun, ditegaskan kembali, izin yang dipegang PT. STM hingga saat ini kontrak karyanya masih eksplorasi. Proses ini memang panjang, karena harus mencari sumber daya sangat rinci untuk menentukan cadangan mineralnya.

“Selama masa ekplorasinya ini tetap termonitor juga oleh Kementerian ESDM. Dan setiap tahan kegiatan kami juga menerima laporan secara berkala,” tambahnya.

Niken Arumdati, Sekdis ESDM NTB juga menambahkan, PT. STM sudah memberikan klarifikasi soal kolam yang dihebohkan sejumlah pihak. Pemeliharaan kolam, dan asset-aset yang lain perusahaan juga sudah dilaporkan secara berkala. Termasuk kepada Bupati Dompu.

“Kan ada UKL RPL. Disitu sudah ada skema monitoringnya, dan laporannya juga berkala disampaikan ke Dinas KLHK. Demikian juga salinan RKAB-nya,” tandas Niken.(bul)

Dukung Kebijakan Prabowo Membatasi MICE di Hotel Berbintang

0
Gede Gunanta(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pengusaha di Kota Mataram mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan efisiensi, salah satunya membatasi kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) / Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran di hotel berbintang.

Pengusaha hotel melati ini adalah Gede Gunanta, yang juga pengurus Insan Pariwisata Indonesia (IPI) ini di Mataram, Rabu menyebut bahwa pembatasan MICE hanya akan berdampak pada hotel-hotel tertentu yang selama ini menjadi langganan pelaksanaan kegiatan tersebut. Sementara hotel melati, menurutnya, tidak pernah benar-benar menikmati manfaat dari kegiatan MICE pemerintah.

“Coba lihat di NTB, dari ribuan hotel dan restoran, yang benar-benar diuntungkan paling hanya lima sampai delapan hotel saja. Itu pun serapannya tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk melaksanakan MICE. Kalau peserta kegiatan membludak, hotel melati kebagian—itu pun hanya sebagai ban serep,” ujarnya.

Meskipun ia mengakui bahwa hotel melati umumnya tidak memiliki fasilitas memadai untuk kegiatan MICE berskala besar. Namun, bukan berarti tidak bisa digunakan untuk kegiatan berskala kecil.

“Bukan berarti kami tidak bisa menggelar MICE, tapi kami tahu diri bahwa fasilitas kami terbatas. Tapi sering kali pejabat bicara soal mendukung UMKM dan usaha kecil. Kalau memang benar mendukung, harusnya dinas-dinas membuat klaster kegiatan, menyesuaikan skala hotel,” tegasnya.

Menurut Gunanta, jika kegiatan MICE bertujuan menghadirkan peserta dalam jumlah besar, wajar jika dilaksanakan di hotel berbintang. Namun, jika pesertanya hanya sekitar 50 orang, hotel melati pun siap menyediakan tempat.

“Kalau bisa, dihimbau juga agar hotel-hotel kecil yang punya kapasitas 50 orang atau kurang diberi kesempatan menggelar MICE. Itu baru sesuai antara ucapan dan realita di lapangan. Selama ini, semua kegiatan hanya berlangsung di hotel besar. Baru saat mendesak, hotel melati dilirik,” ungkapnya.

Meski menyadari pembatasan kegiatan MICE, ia berharap perputaran uang di masyarakat tetap meningkat. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi NTB untuk memaksimalkan posisi strategis Lombok, yang berdekatan langsung dengan Bali.

“Bagaimana caranya agar kue pariwisata Bali yang besar itu bisa bergeser ke Lombok. Salah satunya dengan membenahi konektivitas transportasi, baik udara maupun laut. Jangan hanya fokus ke jalur udara, karena porsinya hanya 20–30 persen. Justru jalur laut yang lebih dominan,” katanya yang juga merupakan pengurus Insan Pariwisata Indonesia.

Ia menekankan pentingnya peningkatan konektivitas antara Pelabuhan Padangbai, Bali dan Pelabuhan Lembar, Lombok. Salah satunya dengan memperbaiki kualitas layanan kapal penyeberangan dan mempercepat waktu tempuh.

“Dulu kapal bisa menempuh perjalanan sampai tujuh jam. Sekarang, bagaimana bisa dipercepat menjadi tiga jam. Pelabuhan juga harus diatur agar tidak terjadi antrean panjang, baik di Lombok maupun di Bali,” ujarnya.

Ia berharap gubernur NTB yang baru dapat mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan, termasuk memperhatikan hospitality di kapal penyeberangan.(bul)

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Pasar Tunggu Negosiasi RI-AS

0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan di tengah pelaku pasar yang bersikap wait and see terhadap hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

IHSG dibuka melemah 17,70 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.978,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,00 poin atau 0,15 persen ke posisi 666,77.

“IHSG pun diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jual pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi melanjutkan tren pelemahannya,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, sentimen negatif di pasar terdorong oleh kepanikan investor, menyusul pengumuman bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang akan dikenakan tarif balasan tinggi dari AS yaitu sebesar 32 persen.

Selain itu, tekanan juga datang dari pelemahan tajam yang terjadi di bursa saham AS Wall Street, serta pasar saham global dan regional lainnya.

Sebagai respons, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan delegasi tingkat tinggi untuk melakukan negosiasi dengan pihak AS dan membawa sejumlah usulan. Namun, hingga menjelang tenggat waktu pemberlakuan tarif, belum ada respon dari otoritas AS.

Dari mancanegara, Gedung Putih memperkirakan tarif sebesar 104 persen terhadap produk asal China akan mulai berlaku pada 9 April 2025, menyusul pernyataan keras dari Beijing yang menyebut bahwa mereka tidak akan tunduk pada “ancaman pemerasan” dari AS terkait kenaikan tarif.

Dari Eropa, Komisi Eropa telah mengusulkan tarif balasan sebesar 25 persen terhadap sejumlah produk asal AS pada Senin 8 April 2025, sebagai respons terhadap tarif yang sudah diberlakukan terhadap mobil dan logam, serta tarif tambahan 20 persen yang direncanakan mulai berlaku pada Rabu 9 April 2025.

Bursa saham Eropa berhasil bangkit dari level terendahnya dalam 14 bulan setelah empat hari berturut-turut mengalami tekanan jual. Investor tetap mencermati reaksi negara-negara terhadap tarif luas dari AS.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 2,72 persen atau 12,90 poin ke level 486,91 setelah sempat anjlok lebih dari 12 persen dalam empat sesi terakhir. Indeks DAX Jerman juga menguat 2,48 persen atau 490,64 poin ke 20.280,26, berhasil menghindari konfirmasi bear market, serta indeks Inggris FTSE 100 naik 2,71 persen atau 208,45 poin menjadi 7.910,53, dan CAC 40 Prancis bertambah 2,5 persen atau 173,30 poin ke 7.100,42.

Sementara itu, bursa saham AS Wall Street bergerak melemah pada perdagangan Selasa (08/04), harapan investor terhadap penundaan atau pelonggaran tarif baru AS memudar menjelang tenggat waktu tengah malam. Indeks S&P 500 ditutup melemah 79,48 poin atau 1,57 persen menjadi 4.982,77, yang mana terakhir kali berada di bawah 5.000 adalah pada 19 April tahun 2024.

Indeks Dow Jones kehilangan 320,01 poin atau 0,84 persen menjadi 37.645,59, dan Nasdaq terpuruk 335,35 poin 2,15 persen ke posisi 15.267,91.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 820,55 poin atau 2,49 persen ke 32.192,03, indeks Shanghai melemah 23,03 poin atau 0,73 persen ke 3.122,52, indeks Kuala Lumpur melemah 13,46 poin atau 0,93 persen ke 1.430,10, dan indeks Strait Times melemah 51,55 poin atau 1,49 persen ke 3.417,92. (ant)

Harga Emas Antam Rabu Mulai Naik, Kini Menjadi Rp1,777 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, mulai mengalami kenaikan setelah empat hari beruntun atau sejak Sabtu 5 April 2025 terus terkontraksi.

Pada Rabu, harga jual emas melonjak Rp23.000 menjadi Rp1.777.000 dari semula Rp1.754.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik menjadi Rp1.627.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu 9 April 2025:

– Harga emas 0,5 gram: Rp938.500.
– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.777.000.
– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.494.000.
– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.216.000.
– ⁠Harga emas 5 gram: Rp8.660.000.
– ⁠Harga emas 10 gram: Rp17.265.000.
– ⁠Harga emas 25 gram: Rp43.037.000.
– ⁠Harga emas 50 gram: Rp85.995.000.
– ⁠Harga emas 100 gram: Rp171.912.000.
– ⁠Harga emas 250 gram: Rp429.515.000.
– ⁠Harga emas 500 gram: Rp858.820.000.
– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.717.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Panen Raya Padi di KLU, 3.959 Hektare Sudah Berproduksi

0
Wabup KLU Kusmalahadi Syamsuri saat panen raya padi di KLU. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) ikut menggelar panen raya tanaman padi mengiringi panen raya yang digelar Presiden Prabowo Subianto di 14 provinsi di Indonesia. Pemda KLU optimis hasil panen padi petani pada tahun ini akan meningkat seiring luas lahan yang sudah dipanen mencapai 3.959 hektare (ha) dari total potensi 5.400 LBS (Lahan Baku Sawah).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU, Tresnahadi, S.Pt., Selasa 8 April 2025 mengungkapkan, panen raya secara simbolis dilaksanakan bersamaan dengan panen raya yang dilakukan Presiden RI di Majalengka, Provinsi Jawa Barat, pada Senin 7 April 2025 lalu.

Kabupaten Lombok Utara sendiri menyesuaikan dengan agenda tersebut, dimana panen raya dilakukan Wakil Bupati, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., didampingi Forkopimda dan kepala instansi vertikal di KLU.

“Panen raya di Kabupaten Lombok Utara kita pusatkan di kelompok tani Serimbun Sari, Dusun Serimbun, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan. Pada kelompok ini, ada 12 hektare yang dipanen, dan sisanya 2 hektare akan menyusul,” ungkap Tresnahadi.

Ia menyebutkan, luas lahan baku sawah sesuai data BPS mencapai 5.400 hektare. Sementara data jumlah luasan panen padi periode Januari – Maret 2025 mencapai 2.157 hektare, dan potensi luasan panen sepanajang bulan April 2025 mencapai 1.802 hektare dengan demikian total luasan panen sementara mencapai 3.959 hektare atau 73 persen lebih.

“Ada juga petani dan kelompok tani yang telat tanam, sehingga sisa panen lagi kita perkirakan dilakukan sekitar bulan Mei,” imbuhnya.

Tresnahadi mengaku belum bisa memetakan potensi jumlah produksi padi pada tahun 2025 ini. Namun demikian, kondisi cuaca musim penghujan yang berlaku serentak di 5 kecamatan pada tahun ini mendorong optimisme luasan areal dan jumlah produksi mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Ia juga tidak ragu mengklaim KLU kembali mengalami surplus produksi beras. Situasi ini mengacu pada angka luasan panen sementara mencapai 3.959 hektare dengan tingkat produksi padi rata-rata 5,5 ton sampai 6 ton per hektare, maka jumlah produksi sementara sudah mencapai 21.774 ton hingga 23.754 ton. Angka ini belum termasuk hasil panen pada bulan Mei mendatang.

“Dengan rata-rata produksi per hectare dikali angka maksimal LBS 5.400 hektare, saya pikir ini sudah surplus,” tegasnya.

Seiring target pemerintah untuk menguatkan status kemandirian pangan di daerah, pihaknya ikut mendorong para petani untuk meningkatkan indeks penanaman khusus jenis tanaman padi. Terutama bagi petani di kawasan sawah basah yang didukung oleh suplai air melimpah. Penanaman padi dapat dilakukan secara terus menerus untuk 3 kali musim tanam. (ari)

Tempat Wisata Alam Honeymoon Tanak Beak Disulap dari Lokasi Bekas Galian C

0
Wisata alam Honeymoon Desa Tanak Beak Loteng ini viral diserbu warga sejak Hari Raya Idulfitri hingga Lebaran Topat lalu. (ekbisntb.com/her)

Lokasi wisata alam Honeymoon Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah belakangan ini viral di media sosial. Wahana wisata kolam renang dan pemancingan ini ternyata disulap dari bekas galian C dengan luas areal sekitar dua hektare. Sejak dibuka Hari Raya Idulfitri, pengunjung ke lokasi wisata ini mencapai ribuan orang.

DEKAT dengan Kota Mataram dan berbatasan dengan Lombok Barat, menjadikan lokasi wisata ini jadi pilihan pengunjung. Di samping ditopang akses jalan yang lumayan bagus. Untuk ke lokasi wisata ini juga tidak sulit, dari arah Mataram, Pengunjung bisa melalui jalan nasional ke arah Jalur Narmada hingga perbatasan Lobar dan Loteng. Kemudian belok kanan ke arah Desa Tanak Beak.

Akses jalan masuk kurang lebih beberapa kilometer, melalui jalan mulus hingga tiba di lokasi wisata tersebut. Namun akses jalan sempit begitu masuk ke lokasi dari jalan aspal. Jalan ini sudah diaspal setengah, sedangkan hampir beberapa ratus meter menuju lokasi ini masih jalan tanah.

Pengelola Wisata Alam Honeymoon, H Halimun yang ditemui di lokasi wisata Senin 7 April 2025, menuturkan ia sendiri tidak bergerak di bidang wisata, melainkan jual beli material galian C. Namun setiap kali membuka lokasi galian, izin ke warga sekitar selalu dianggap merusak lingkungan dan alam.

“Dari sanalah timbul ide untuk membuat wisata alam ini di lokasi Galian C, ini untuk menjawab anggapan dan kekhawatiran warga, sekaligus ini untuk pemulihan atau reklamasi lokasi galian C ini,” tutur pria asal Tanak Beak Narmada Lobar ini.

Pihaknya pun mulai merintis menata lokasi galian C menjadi tempat wisata alam dengan luas areal sekitar 2 hektare. Awal 2023, pihaknya mulai menata kawasan itu. Hampir dua tahun lebih merintis, menyiapkan tempat wahana kolam renang, gazebo atau berugak dan aula. Dilengkapi juga dengan toilet atau WC, tempat kuliner serta musala. Kemudian lokasi wisata ini dibuka setelah Hari Raya Idulfitri. “Kita buka akhir puasa, pada saat Lebaran,setelah dibuka ada datang tamu sedikit – sedikit,” imbuhnya.

Namun semenjak Hari Raya Idulfitri, pengunjung meningkat. Dari perkiraan per hari 400-450 orang, di luar perkiraan itu melonjak hingga 1.000 pengunjung lebih per harinya. Lebih-lebih pada libur terakhir Lebaran Ketupat, diperkirakan pengunjung hingga 2.000 orang. Di lokasi wisata ini dibuka beberapa wahana, seperti kolam renang dewasa dan anak-anak, kantin, tempat salat, toilet, gazebo atau berugak dan aula. Termasuk ada lahan berbuka hijau. Ada juga sejumlah kolam pemancingan.

Ke depan ia berencana akan mengembangkan wahana wisata ini, seperti wahana permainan anak-anak, spot foto dan lainnya. Untuk menata kawasan ini ia menghabiskan dana besar, mencapai miliaran. Harapannya agar pemerintah membantu membangunkan akses jalan ke lokasi, karena pengunjung mengeluhkan akses jalan, sedikit rusak menuju ke lokasi. Selain itu akses jalan sendiri memang diperlukan warga sekitar. “Mohon bantuan kepada pemerintah agar perbaiki jalan masuk, itu harapan kami,” harapnya.

Sebab pihaknya memberdayakan warga lokal berkerja di lokasi wisata tersebut. Dari 25 pekerja sebagian besar dari waata lokal, sehingga keberadaan wisata ini menyerap pengangguran di wilayah setempat. (her)

Awal Tahun, 312 Ribu Wisatawan Menginap di Hotel NTB

0
Wahyudin saat menyampaikan berita resmi statistik, Selasa 8 April 2025.(ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Selama Januari – Februari 2025, jumlah tamu yang menginap di hotel di wilayah Provinsi NTB sebanyak 312.703 orang. Rinciannya, tamu dari luar negeri sebanyak 96.081 orang dan tamu dalam negeri sebanyak 216.622 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, tamu menginap di hotel berbintang dan non Bintang yang tersebar di seluruh daerah di NTB. Tamu yang menginap di hotel berbintang selama Januari – Februari sebanyak 183.460 orang atau 58,67 persen dan tamu yang menginap di non Bintang sebanyak 129.243 orang 41,33 persen.

“Secara komulatif, jumlah tamu yang menginap di hotel di wilayah Provinsi NTB sebanyak 312.703 orang, baik tamu domestik maupun asing,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita resmi statistik, Selasa 8 April 2025.

Ia mengatakan, tamu yang menginap di hotel tak mencerminkan jumlah wisatawan secara keseluruhan yang datang ke NTB. Sebab banyak wisatawan yang tidak menginap di hotel. Misalnya wisatawan yang datang dengan kapal pesiar, wisatawan yang mendaki gunung atau mereka yang datang dengan konsep one day tour.

Jika dilihat dari kabupaten/kota tempat wisatawan menginap, Kota Mataram menjadi yang tertinggi dengan jumlah 57 ribu tamu di bulan Maret. Kemudian Lombok Utara sebanyak 24 ribu lebih, Lombok Barat 23 ribu, dan Lombok Tengah sebanyak 21 ribu.

“Kota Mataram tertinggi dengan 57.040 wisatawan yang menginap di bulan Maret, sementara yang paling sedikit Kabupaten Bima sebanyak 423 orang,” katanya.

TPK Hotel Bintang Bulan Februari 2025 tercatat sebesar 32,75 persen, turun sebesar 3,63 poin dibandingkan TPK Bulan Januari 2025 tercatat sebesar 36,38 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang Bulan Februari 2024 sebesar 35,40 persen, TPK Hotel Bintang Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 2,65 poin.

Sementara itu Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Non Bintang Bulan Februari 2025 sebesar 22,94 persen, turun sebesar 0,96 poin dibanding TPK Bulan Januari 2025 sebesar 23,90 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Hotel Non Bintang Bulan Februari 2024 sebesar 24,53 persen, maka TPK Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 1,59 poin.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Bintang pada Bulan Februari 2025 sebesar 1,91 hari dan mengalami peningkatan sebesar 0,02 hari dibandingkan RLM Bulan Januari 2025 sebesar 1,89 hari.

“Rata-rata lama menginap tamu di Hotel Non Bintang pada Bulan Februari 2025 selama 1,64 hari dan mengalami peningkatan sebesar 0,02 hari dibandingkan dengan RLM Bulan Januari 2025 sebesar 1,62 hari,” ujarnya.(ris)

Bulog Baru Serap 7.541 Ton Beras dari Petani

0
Zuhri Hanafi(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog)Cabang Sumbawa, baru melakukan penyerapan gabah setara beras sebesar 7.541 ton hingga bulan April dari target pemerintah di tahun 2025  sebesar 48.763 ton.

“Jika kita persentase kan realisasi serapan kita baru di angka 15, 46 persen dari target yang ditetapkan pemerintah, tetapi kami tetap optimis target yang ditetapkan tersebut bisa tercapai,” kata pimpinan cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanaf, kenapa Ekbis NTB, Selasa 8 April 2025.

Berdasarkan target bulanan lanjutnya Zuhri, serapan tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah atau sekitar 7,05 persen. Sebab untuk bulan April saja serapan Bulog ditargetkan sebesar 22. 692 ton dengan target harian sebesar 756 ton.

“Memang capaian serapan kita masih cukup rendah, tetapi kami tetap akan berupaya untuk mengejar target yang ditetapkan pemerintah tersebut,” ujarnya.

Penyerapan beras sebesar 48.541 ton hingga akhir tahun 2025 nantinya akan dijadikan sebagai beras cadangan pangan pemerintah. Beras Pemerintah nantinya bisa dikeluarkan ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan salah satunya bencana alam.

“Penyerapan gabah setara beras itu dilakukan untuk kebutuhan cadangan pangan pemerintah dalam rentang waktu satu tahun,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk harga beras yang diterima digudang Bulog senilai Rp11.000 perkilo gramnya. Sementara untuk gabah kering panen dihargai sebesar Rp6.500 per kilogramnya dengan kadar air 17 persen supaya rusak saat disimpan di gudang nantinya.

“Harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah termasuk kualitasnya, karena diperuntukkan untuk beras cadangan pemerintah,” sebutnya.

Dia pun menyakinkan target serapan tersebut pasti bisa tercapai karena capaian 7.541 ton itu merupakan realisasi dalam rentan waktu empat bulan. Nanti di puncak panennya mulai dari bulan April hingga Juni baru akan dilakukan penyerapan secara full, bahkan tim juga akan intens turun ke petani.

“Panen kan baru mulai dan kami optimis target tersebut bisa tercapai. Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk penyerapan juga masih sangat panjang, sehingga target tersebut pasti bisa tercapai,” tandasnya. (ils)