Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 338

Bupati Sumbawa Minta Bulog Tambah Kuota Serapan Jagung

0
H. Syarafuddin Jarot(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot meminta agar Bulog bisa menambah kuota serapan jagung apalagi produksi saat ini sangat melimpah yang diperkirakan mencapai 640.000 ton jelang akhir tahun 2025.

“Kuota penyerapan jagung oleh Bulog hanya 23.000 ton dan jumlah itu tidak sampai 10 persen dari jumlah produksi jagung hingga akhir tahun mendatang. Sehingga kami minta ada penambahan kuota, ” kata Haji Jarot, kemarin.

Haji Jarot melanjutkan, berdasarkan hasil komunikasi terakhir di Bappanas, Bulog berjanji akan menambah kuota serapan jagung di Sumbawa. Hanya saja sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu informasi terbaru dengan harapan bisa terealisasi.

“Jadi, yang tadinya untuk NTB serapan jagungnya 78.000 ton kami sudah dijanjikan untuk ditambah tetapi kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Bulog, ” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan penyerapan jagung dari petani. Sehingga pihaknya sangat berharap supaya mitra dan gudang swasta bisa membantu pemerintah untuk menyerap jagung dari petani dengan catatan harganya di angka Rp4. 500 per kilogram.

“Jadi, kita berharap mitra swasta ini bisa membantu pemerintah, karena produksi jagung kita sangat melimpah dan tidak mungkin juga hanya mengandalkan Bulog karena sangat terbatas, “sebutnya.

Seraya meminta kepada petani agar panen jagung dilakukan diatas umur 115 hari agar bisa mencapai KA yang ditentukan pemerintah. Karena jika kadar airnya terlalu tinggi dikhawatirkan jagung yang terserap akan rusak bahkan tidak bisa digunakan.

“Kami meminta kepada petani untuk sabar dalam melakukan panen, supaya jagungnya bisa langsung diambil oleh mitra termasuk Bulog. Karena jika buru-buru jagungnya cepat rusak, ” tambahnya.

Haji Jarot pun meyakinkan, pemerintah juga akan melakukan identifikasi potensi gudang dalam membantu Bulog untuk menyediakan tempat penyimpanan sementara. Kedepan pemerintah juga akan membangun gudang besar tersendiri di Sumbawa supaya jagung petani bisa disimpan dan tidak rusak.

“Kami juga akan bekerja sama dengan Pelindo untuk membantu proses kelancaran pengangkutan dan pengiriman jagung. Sementara untuk pengawalan dan pengamanan akan dilakukan oleh pihak Kepolisian, ” tukasnya. (ils)

Sumbawa Bakal Kembangkan Destinasi Sport Tourism

0
Lalu Suharmaji Kertawijaya(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa, memastikan akan mendorong pengembangan destinasi wisata unggulan berbasis olahraga (sports tourism) dengan banyaknya potensi yang dimiliki salah satunya sebagai lokasi pelaksanaan MXGP di Samota.

“Pelaksanaan MXGP beberapa tahun lalu sangat memberikan dampak bagi perekonomian Sumbawa, sehingga hal itu akan terus kami dorong, ” kata Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada Ekbis NTB, kemarin.

Suharmaji melanjutkan, pihaknya berharap Sumbawa bisa menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang.  Karena PON akan memberikan dampak siginifikan bagi perekonomian masyarakat.

“Jika satu daerah saja bisa mengirimkan pulmasyarakat di PON maka akan sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat terutama para pelaku UMKM” ujarnya.

Diakuinya, sports tourism bakal menjadi salah satu kegiatan yang bisa mendatangkan banyak orang ke Sumbawa termasuk juga dengan keberadaan hiu paus. Sehingga kedepan penataan terhadap sektor tersebut akan terus dilakukan pemerintah agar wisatawan merasa nyaman di Sumbawa.

“Sumbawa ini harus kita ekspose secara masif sehingga orang bisa berkunjung, kalau kita bandingkan dengan kota Mataram mereka tidak perlu ekspose karena sudah dikenal” Ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah sangat berharap agar Sumbawa bisa menjadi tuan rumah untuk beberapa cabor yang akan dilombakan. Karena dari enam cabor yang diusulkan sebagai tuan rumah baru satu yang mendapatkan kepastian yakni cabor panahan.

“Kami berharap usulan kita sebagai tuan rumah pelaksanaan PON untuk beberapa cabor bisa terealisasi sehingga akan memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat, ” tukasnya. (ils)

Sesuai Inpres, KSB Target Pembentukan Koperasi Merah Putih Selesai Juni

0
Suryaman (ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, menargetkan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa dan kelurahan rampung 100 persen pada akhir Juni 2025 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman mengatakan, penyelesaian pembentukan KMP di seluruh desa dan kelurahan itu sesuai dengan arahan Inpres Nomor 9/2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Karena target peluncuran program koperasi merah putih itu tanggal 12 Juli 2025 oleh presiden tepatnya di hari Koperasi Nasional,” katanya, Kamis 17 April 2025.

Di KSB sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada, maka akan dibentuk sebanyak 64 koperasi. Sementara ini, Dinas Koperindag bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berkolaborasi mengkoordinasi seluruh desa dan kelurahan untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembentukan koperasi merah putih tersebut.

Menagcu pada Juklak dan Juknisnya, dalam membentuk koperasi tersebut ada 3 opsi yang dapat dilalukan oleh desa dan kelurahan. Pertama membentuk unit baru, kedua merubah status koperasi desa/kelurahan yang sudah ada atau ketiga, merevitalisasi unit koperasi desa/kelurahan yang sudah ada.

Melihat kondisi lapangan, Suryaman menjelaskan, kemungkinan besar desa dan kelurahan di KSB akan lebih banyak memilih opsi kedua dan ketiga. Ia menyatakan, pada dasarnya desa-desa di KSB sudah memiliki unit koperasi namum dalam pengelolaannya belum dioptimalkan. “Untuk menyukseskan program koperasi Pak Presiden Prabowo ini, merubah bentuk (nama) atau merevitalisasi koperasi yang sudah ada menjadi cara cepat yang bisa ditempuh oleh desa,” paparnya.

Dalam menyiapkan pembentukan koperasi merah putih itu, pemerintah kabupaten/kota tak sekedar mengkoordinasi desa/keluarahan. Sesuai Inpres 9/2025, bupati dan walikota diinstruksikan menyediakan anggaran yang diperlukan untuk pembentukan koperasi. Terutama diprioritaskan untuk pemberian bantuan pembuatan akta notaris koperasi.

Mengenai hal itu, Suryaman mengakui pemerintah KSB belum menyediakan anggarannya. Namun demikian pihaknya akan segera menyampaikan kepada Bupati agar kemudian segera dialokasikan. “Sepertinya tidak bisa dianggarkan di (APBD) perubahan, jadi pilihannya lewat Perkada karena koperasi itu sudah harus terbentuk di bulan Juni semuanya,” ujarnya seraya merinci perkiraan biaya pembuatan akta notaris koperasi.

“Kalau buat baru itu anggarannya Rp3,5 juta, kalau balik nama Rp2,5 juta. Jadi perkiraan saya kita butuh anggaran sekitar Rp200 juta untuk fasilitasi penerbitan akta noraris koperasi merah putih di seluruh desa/keluarahan,” urai mantan Kabag Prokopim Setda KSB ini.

Selanjutnya Suryaman menuturkan, ada banyak jenis usaha yang bisa dijalankan oleh koperasi merah putih ini. Berdasarkan Juklak/Juknisnya, ada 6 bentuk usaha dengan total 24 Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang bisa dijalankan. “Jenis usahanya ada gerai sembako, obat-obatan, usaha pekantoran, unit simpan pinjam, klinik desa dan usaha logistik,” imbuhnya.(bug)

67 Tahun Usia Lobar – Persoalan Kemiskinan, Pengangguran, IPM dan Ekonomi Jadi Tantangan Laz-Adha 

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bersama Wabup Hj. Nurul Adha (ekbisntb.com/ist)

Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah menapaki usia ke 67 tahun. Usia yang sudah tak muda lagi. Telah panjang perjalanan yang dilalui oleh kabupaten yang telah ‘’melahirkan’’ dua anak ini (Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram). Banyak liku-liku yang telah dilewati sehingga telah sampai pada titik pada saat ini.

BANYAK keberhasilan diraih daerah ini, pun juga masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang menjadi tantangan pemimpin selanjutnya, yakni Bupati H. L. Ahmad Zaini dan Wakil Bupati (Wabup) Hj. Nurul Adha lima tahun ke depan. Apa saja pencapaian selama usia ke 67 dan rencana ke depan?

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini menyampaikan selama perjalanan Kabupaten Lobar sampai dengan tahun lalu, terdapat pencapaian, keberhasilan  maupun tantangan yang masih harus ditingkatkan.

Di antaranya, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Laju Pertumbuhan ekonomi. Nilai PDRB Lobar menunjukkan tren yang positif selama periode 2020 hingga 2024, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Tercatat peningkatan nilai PDRB sebesar rata-rata Rp100 miliar per tahun, dari Rp14,57 triliun di tahun 2020 sampai pada Rp19,16 triliun di tahun 2024.

Kemudian pertumbuhan ekonomi Lobar, menunjukkan dinamika yang berfluktuasi dalam 5 tahun terakhir. Diawali dengan -7,03% di tahun 2020, akibat imbas dari pandemi dengan recovery pandemi meningkat sampai menyentuh angka 3,4%, yang stagnan sampai dengan tahun 2022.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di tahun 2023 dengan 5,03% walaupun di tahun berikutnya turun sampai 3,02 persen di tahun 2024. “Hal inilah yang selanjutnya akan kita intervensi untuk ditingkatkan dengan menetapkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Tantangan lainnya di pada tingkat kemiskinan. Persentase dan jumlah penduduk miskin di Lobar menunjukkan fluktuasi selama 5 tahun terakhir.Sebagai imbas dari pandemi, persentasi penduduk miskin meningkat dari 14,28% di tahun 2020 ke 14,47 persen di tahun2021. Angka ini dapat ditekan pada tahun 2022 ke angka 13,39% walaupun sempat naik di tahun 2023 di angka 13,67%. “Alhamdulillah, pada tahun 2024 persentase penduduk miskin dapat diturunkan sampai 12,65%,” sebutnya.

Kemudian tingkat pengangguran terbuka juga terjadi fluktuasi, namun trennya secara umum menunjukkan penurunan, dari 4,58 persen tahun 2020 menjadi 2,75 persen pada tahun 2024. Begitupula, PDRB per kapita menunjukkan pertumbuhan positif baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Tantangan selanjutnya pada Indeks Gini Rasio atau Indikator menunjukkan ketimpangan pembangunan antar wilayah. Hal ini masih menjadi tantangan untuk diatur dan turunkan persentasenya dengan rata-rata pada angka 0,3 tiap tahunnya.

“Tantangan ini yang akan kita hadapi dengan memberlakukan pemerataan pada pembangunan desa,” terangnya.

Selanjutnya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati menunjukkan tren peningkatan konsisten dari tahun 2020 hingga 2024. Di mana dimensi pembentuk IPM yakni usia harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita. “IPM Lobar tercatat sebesar 70,34 pada tahun 2020, mengalami kenaikan 2 poin lebih pada tahun 2024 menjadi 72,7,”sebutnya.

Hal lainnya terkait penanganan inflasi yang perlu dikendalikan Pemkab ke depan, dimana tahun 2024 mencapai 1,92 persen.

Menurutnya, gambaran beberapa indikator ini menunjukkan sampai dimana Pemkab telah melangkah. Hal ini pun perlu ditindaklanjutinya dengan menentukan tujuan dan arah yang akan dicapai di masa mendatang. Pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya strategis untuk mewujudkan harapan tersebut.

Ia bersama Wabup pun selama lima tahun ke depan telah menetapkan tujuan dan kondisi yang akan dicapai, yakni Kabupaten Lobar yang maju, mandiri dan berkeadilan. Untu mencapai itu, ia telah menetapkan misi dan aksi prioritas.

Semenjak dilantik pihaknya telah mengambil langkah kongkret, yakni penataan SDM dan birokrasi. “Saya bersama Wabup menata birokrasi di Pemkab Lobar dengan berbasis kinerja, dimana indikator tolok ukur sebagai acuan dan pertimbangan semata-mata performance, pencapaian target kinerja yang objektif bukan indikator lain yang bersifat subjektif,” kata dia.

Dengan penataan berbasis kinerja ini, tercipta budaya kerja yang kondusif, dimana ASN akan berkompetisi secara sehat mengandalkan aksi dan prestasi. Disadarinya, dalam penataan SDM birokrasi ini tidak akan berjalan hanya dengan himbauan, namun membutuhkan tindakan. “Untuk itu kami tidak semata mengatur dengan memberi perintah, namun memimpin dengan memberi teladan” imbuhnya.

Pihaknya juga telah melakukan upaya strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, ia juga telah meluncurkan dan menyerahkan bantuan pinjaman modal usaha tanpa bunga. Diharapkan ini menjadi stimulus untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Sebab program ini untuk membantu permodalan warga desa yang telah menjalankan usaha agar usahanya berkembang makin maju. Untuk memaksimalkan peningkatan PAD, ia bersama Wabup telah melakukan pemetaan potensi. Selama dua bulan lebih ia dan Wabup secara intensif menelisik dan membedah potensi PAD yang dapat ditingkatkan. Dua langkah dilakukan yakni, mengoptimalkan penyerapan PAD yang ada, mencari dan menggali sumber-sumber PAD.

Selain itu juga akan menghidupkan kembali bundaran GMS, dengan mengaktifkan air mancur, lampu. Ia juga menyampaikan penataan Kota Gerung menjadi kota yang lebih refresentatif. Salah satu langkah konkretnya mengubah lapangan kantor bupati menjadi Alun-alun Kota Gerung. “Saya mengajak semua bahu membahu , saling mendukung dalam mewujudkan tujuan mulia ini,” tutupnya. (her)

Bupati Dorong Pemuda Menjadi Petani Modern

0
H. Haerul Warisin(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin mendorong pemuda dan pemudi Lotim ini menjadi petani modern. H. M. Iron, sapaan akrab Bupati ini menyampaikan  di era teknologi seperti sekarang, pertanian sudah semakin modern.

Penyemprotan lahan, ungkapnya, tidak lagi dilakukan manual, melainkan menggunakan remote control untuk efisiensi dan ketepatan. Namun, ironisnya, minat generasi muda di bidang pertanian justru kian menurun. Banyak yang lebih memilih bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar, sementara lahan pertanian ditinggalkan tanpa penerus.

“Jika bukan anaknya sendiri, lalu siapa yang akan melanjutkan mengelola sawah ketika orang tua sudah tiada?,” sebut Bupati H. Haerul Wariin menyoal problematika di lingkungan keluarga petani.

Bupati menyebut sebuah pernyataan yang, Orang Jawa datang ke Lombok berjualan bakso untuk beli tanah, sementara orang Lombok justru menjual tanahnya untuk beli bakso. Bagi orang Lombok sebenarnya hal ini sangat ironis. Kondisi ini disebut sebagai teguran keras bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih bijak dalam memilih jalan hidup.

Pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan atau kerja keras tanpa hasil. Dengan teknologi dan manajemen yang baik, sektor pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. “Kita harus punya prinsip. Bidang apa yang akan kita geluti? Jangan sampai kita kehilangan aset berharga seperti tanah hanya karena tergiur pekerjaan lain,” tegas H. Iron.

Pemerintah Lotim mendorong untuk memberikan pelatihan dan insentif agar pemuda-pemudi tertarik mengembangkan pertanian modern. Jika tidak, bukan tidak mungkin suatu saat nanti, lahan subur justru dikuasai oleh pihak lain, sementara generasi penerus hanya menjadi penonton di negeri sendiri.  “Yuk, bangkitkan semangat bertani, Karena jika bukan kita, lalu siapa lagi,” demikian. (rus)

PLN dan Pemprov NTB Perkuat Sinergi Energi Bersih melalui Pengembangan Kendaraan Listrik

0
General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Sudjarwo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program transisi energi bersih di Provinsi NTB. Dalam pertemuan tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050.

PLN mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah tersedia 37 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di wilayah Lombok, Sumbawa, dan Bima. Infrastruktur ini menjadi dasar yang penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang andal dan efisien di NTB.

“Kami percaya bahwa masa depan energi adalah energi bersih. PLN berkomitmen penuh untuk mendukung transisi energi di NTB dengan memperkuat ekosistem kendaraan listrik, yang tidak hanya efisien dalam hal biaya operasional, tetapi juga berdampak langsung pada pengurangan emisi karbon,” ujar Sudjarwo, GM PLN UIW NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut positif dan mendukung penuh langkah PLN dalam mewujudkan NTB yang lebih hijau. Ia menekankan bahwa transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik adalah kebutuhan masa depan, terutama bagi provinsi yang menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas.

“Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung program energi hijau yang digagas oleh PLN. Kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih hemat dalam operasional. Sinergi ini sangat penting untuk menjadikan NTB sebagai wilayah yang mandiri energi dan berdaya saing tinggi di sektor ekonomi dan pariwisata,” kata Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, PLN juga memastikan kesiapan infrastruktur dan kecukupan daya listrik di seluruh wilayah NTB. Hal ini menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta sektor pariwisata yang menjadi unggulan NTB, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sudjarwo menambahkan, ke depan PLN berencana untuk menambah jumlah SPKLU di berbagai titik strategis, termasuk di kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi. Ini dilakukan seiring dengan peningkatan tren dan kebutuhan kendaraan listrik di masyarakat.

Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Provinsi NTB ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. Transisi energi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga soal komitmen terhadap masa depan generasi mendatang. NTB siap melangkah menuju masa depan yang lebih hijau bersama PLN. (bul)

Data Kemiskinan Sedang Perbaharui

0
Lalu Samsul Adnan(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Sosial Kota Mataram sedang memperbaharui data kemiskinan. Hasil pendataan akan dijadikan satu data sosial ekonomi nasional. Pengentasan kemiskinan perlu dikeroyok bersama.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan dikonfirmasi pada, Kamis 17 April 2025 menerangkan, data kemiskinan sedang diperbaharui. Tim melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Hasil pendataan akan dijadikan sebagai satu data sosial ekonomi nasional, sehingga rujukan pada data tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih. “Hasil pendataan sampai 15 April 2025, mencapai 50 persen ground checking data tunggal sosial ekonomi nasional,” terangnya.

Kemiskinan terbagi menjadi tiga bagian yakni, sangat miskin, miskin, dan berisiko miskin. Pihaknya memilah data kemiskinan menjadi desil I, desil II, dan desil III. Pemerintah fokus mengentaskan kemiskinan di desil I dan desil II.

Samsul menyebutkan, tantangan utama dalam pengentasan kemiskinan adalah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan angkatan kerja. Kasus ini hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan dari masyarakat tersebut. Ia menganalogikan apabila masyarakat memiliki pendidikan yang bagus, maka mereka akan berusaha keluar dari kondisi sosial yang dialami. “Makanya itu yang disebutkan kemiskinan struktural dan kemiskinan permanen,” jelasnya.

Pemerintah Kota Mataram memiliki kebijakan untuk mengentasan kemiskinan. Salah satunya menciptakan 1.000 wirausaha baru selama setahun. Selain itu kata Samsul, sinkronisasi program juga dilakukan organisasi perangkat daerah dengan menggelar pelatihan, pemberian modal usaha, dan sarana prasarana.

Bagaimana dengan kemiskinan ekstrem notabenenya merupakan para lansia dan disabilitas? Masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem diberikan bantuan sesuai kebutuhannya. Misalnya, pemberian beras lansia, peralatan, bantuan langsung tunai, dan fasilitas kesehatan. Mantan Camat Sandubaya berharap pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara keroyokan. Artinya, permasalahan sosial ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada satu organisasi perangkat daerah, melainkan perlu pelibatan dunia usaha, BUMN, dan BUMD. “Jadi harus keroyokan untuk mengurangi angka kemiskinan,” demikian kata Syamsul. (cem)

Libur Paskah, Gubernur Iqbal Tetap Kerja, Rapat Revitalisasi Irigasi

0
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal rapat khusus membahas irigasi bersama tim dari Kementerian Pertanian(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Agenda Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (LMI) tak kenal libur. Disaat libur Paskah, secara khusus ia rapat dengan Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA tersebut membahas dukungan pengairan bagi Musim Tanam (MT) kedua untuk padi dan jagung yang akan dimulai dalam waktu dekat.

“Termasuk membahas percepatan revitalisasi irigasi lama,” katanya, Jumat, 18 April 2025.

Hadir dalam rapat ini Awaludin Hipi Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB, Dyah Susilokarti, Direktur Akabi, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian sekaligus Penanggungjawab NTB untuk program Swasembada Pangan dan Imam Wahyudi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik.

“Presiden sudah memberikan dukungan langsung. Jadi kita harus segera menindaklanjuti,” ucap suami Sinta Agathia ini.

Pertemuan ini lanjut LMI sapaan akrabnya, merupakan tindak lanjut dari petunjuk Presiden Prabowo Subianto pada rapat jarak jauh saat panen raya padi di Teruwai, Praya Barat, Lombok Tengah. Kepada Presiden Prabowo saat itu, ia menyampaikan masalah terpenting petani kita adalah irigasi.

“Dengan irigasi yang baik kita bisa membuat sawah yg selama ini hanya satu kali tanam menjadi dua kali dan yang dua kali menjadi tiga kali,” ujarnya.

“Secara tidak langsung revitalisasi irigasi ini akan merubah kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya petani,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pertemuan daring dengan presiden, Gubernur Iqbal melampirkan situasi produksi gabah di NTB. Rata-rata produktivitas lahan adalah 6-8 ton perhektar, sementara khusus untuk varietas Gama Gora yang masih diujicobakan di lahan seluas 40 hektare dan menggunakan pupuk organik mampu menghasilkan sekitar 10-12 ton tiap hektare.

Dalam kesempatan itu, LMI juga menyampaikan kepada Presiden bahwa terdapat jaringan irigasi lama di NTB yang saat ini sudah tidak aktif karena sedimentasi maupun karena tidak dirawat.

Jika direvitalisasi, jaringan irigasi ini akan mampu mengairi lahan yang di Kabupaten Lombok Tengah saja mencapai sekitar 22 ribu hektar. Belum termasuk di kabupaten lain di NTB.

“Revitalisasi irigasi ini jalan tercepat dan termurah untuk meningkatkan produksi pangan di NTB,” tandas LMI.

Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo menanggapi positif permintaan Gubernur NTB. Presiden meminta segera disiapkan proposalnya dan kirimkan ke Menteri Pertanian.(r)

Indonesia Jadi Negara Awal yang Diterima AS untuk Negosiasi Tarif

0
Airlangga Hartarto (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap Indonesia menjadi salah satu negara, yang diterima lebih awal oleh Amerika Serikat (AS) untuk melakukan negosiasi soal tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan Presiden Donald Trump.

“Indonesia ini merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal,” ucap Airlangga dalam konferensi pers bertajuk “Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat” di Washington, DC, AS, yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat.

Selain Indonesia, terdapat beberapa negara, yang juga sudah berbicara dengan Amerika Serikat, yakni Vietnam, Jepang, dan Italia.

Airlangga menyampaikan delegasi Pemerintah Indonesia secara aktif berupaya mengakses para pejabat terkait di Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi, salah satunya dengan melakukan pertemuan daring dengan Secretary of Commerce Amerika Serikat Howard Lutnick.

Amerika Serikat dan Indonesia sepakat untuk menyelesaikan negosiasi soal tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dalam 60 hari ke depan.

Airlangga mengatakan AS memberikan respons yang positif terhadap usulan-usulan Indonesia tersebut, sehingga dalam 60 hari ke depan, AS menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti pembahasan di tingkat teknis guna mencapai solusi yang konstruktif dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian juga mengungkap sejumlah hal yang diusulkan oleh Indonesia dalam negosiasi dengan para pejabat AS, seperti yang sudah tercantum dalam surat resmi bahwa Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat, antara lain LPG, minyak mentah, dan gasoline.

“Indonesia juga berencana untuk memberi produk agrikultur, antara lain gandum, soya bean, soya bean milk, dan Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika,” ucapnya.

Kemudian, Indonesia juga memfasilitasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang selama ini beroperasi di Indonesia, khususnya terkait perizinan dan insentif.

Di sisi lain, Indonesia juga menawarkan kerja sama terkait dengan mineral kritis dan prosedur impor untuk produk-produk, termasuk hortikultura dari Amerika Serikat. Lebih lanjut, pemerintah Indonesia juga mendorong agar investasi dilakukan secara business to business.

“Indonesia juga mendorong pentingnya perkuatan kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia, antara lain untuk sektor pendidikan, sains, teknologi, engineering, matematika, ekonomi digital, serta Indonesia juga mengangkat terkait dengan financial services yang lebih cenderung untuk menguntungkan negara Amerika Serikat,” kata Airlangga. (ant)

Gubernur NTB: Masyarakat Tidak Perlu Risau dengan Perang Tarif Impor

0
H. Lalu Muhammad Iqbal(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meminta masyarakat untuk tidak usah risau dengan dinamika ekonomi global yang mencuat saat ini terutama perang tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat kepada semua negara.

“Tidak usah pesimis, kita harus tetap optimistis karena di balik setiap krisis pasti ada peluang,” ujarnya di Mataram, Jumat.

Iqbal mengatakan, sebagian besar komoditas ekspor Nusa Tenggara Barat berkaitan dengan produk makanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat internasional.

Menurutnya, walau dunia sedang dilanda kesusahan akibat kebijakan perang tarif impor, kebutuhan makanan tidak akan pernah berkurang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kelompok komoditas ekspor Nusa Tenggara Barat yang umum dikirim ke Amerika Serikat merupakan hasil bumi berupa udang kaki putih beku tanpa kepala dan ekor, udang yang diolah atau diawetkan, serta vanili organik.

Pada Februari 2025, total nilai ekspor komoditas non tambang Nusa Tenggara Barat tercatat sebesar 7,28 juta dolar AS.

Nilai ekspor paling besar adalah ikan dan udang sekitar 2,81 juta dolar AS atau setara 39,59 persen. Produk yang dijual ke luar negeri berupa udang kaki putih dan lobster batu yang dikirim ke Amerika Serikat, Chili hingga Taiwan.

Selanjutnya, kelompok komoditas yang diekspor adalah perhiasan dan permata senilai 1,84 juta dolar AS atau setara 25,24 persen dari total nilai ekspor.

Produk yang dijual meliputi mutiara budidaya yang belum diolah dengan negara tujuan adalah Hongkong, Jepang, maupun Tiongkok.

Adapun nilai ekspor daging dan ikan olahan tercatat senilai 1,52 juta dolar AS atau setara 20,89 persen yang ditujukan ke Amerika Serikat, Puerto Riko, dan Singapura.

Nusa Tenggara Barat juga mengekspor komoditas buah-buahan berupa kacang mete menilai 662.655 dolar AS atau setara 9,10 persen ke Vietnam. Kemudian, ekspor batu apung mencatatkan nilai 244.759 dolar AS atau setara 3,36 persen ke Tiongkok Vietnam, dan Korea Selatan.

Komoditas biji-bijian berminyak berupa rumput laut juga mencatatkan nilai ekspor senilai 176.760 dolar AS atau setara 2,43 persen ke Tiongkok, Vietnam, dan Singapura. Sedangkan, gabungan komoditas non tambang lainnya tercatat hanya senilai 28.231 dolar AS ke sejumlah negara. (ant)