Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 315

Penyerapan Jagung di KSB Terkendala Ketersediaan Gudang

0
Hikmatul Azmi(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Upaya Bulog untuk menyerap jagung petani di Kabupaten Sumbawa Barat mendapat kendala terkait ketersediaan gudang penyimpanan. Gudang yang ada di KSB tidak ada yang memiliki kapasitas sebagaimana harapan Bulog Sumbawa.

“Ya kendalanya gudang. Sekarang gudang banyak penuh dengan gabah, sementara yang lainnya tidak sesuai harapan Bulog,” ungkap kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Hikmatul Azmi.

Untuk kesiapan penyerapan jagung petani di KSB, Hikmatul Azmi mengungkap, Bulog sebelumnya telah melakukan survei terhadap sejumlah gudang yang ada. Namun hasilnya, seluruh gudang tidak ada yang memenuhi standar Bulog, terutama dari sisi kapasitasnya. “Bulog berharap minimal kapasitasnya seribu ton. Dan gundang sebesar itu tidak ada lagi karena semua sudah terisi gabah,” katanya.

Dari seluruh gudang yang ada di KSB, Hikmatul Azmi menyebut, ada satu gudang yang berpotensi untuk dapat digunakan sebagi penyimpanan jagung petani. Gudang tersebut berada di kecamatan Jereweh. Gudang itu memiliki kapasitas 10.000 ton. Hanya saja setelah disurvei oleh pihak Bulog, juga belum memenuhi kriteria karena lantainya tidak dilengkapi parket pelapis.

“Kalau tidak dilapisi lantainya, jagung akan mudah rusak. Nah kami juga belum koordinasi dengan yang punya gudang. Bisa atau tidak mereka menyediakan lapisan lantainya itu,” sebut Hikmatul Azmi sambil menyebut pemilik gudang tersebut.

“Gudang itu milik YOP (yayasan olat parigi) Nemwont dulu. Nah sedang kita berkoordinasi dengan pengurusnya sekarang,” sambungnya.

Selanjutnya ia menambahkan, untuk mencari gudang sesuai kebutuhan Bulog itu Pemda KSB juga tengah mencari alternatif lain. Salah satunya dengan mendekati pengusaha pemilik gudang agar mau bekerja sama dalam mendukung penyerapan jagung petani di musim panen kali ini oleh Bulog. “Tadi keputusan rapat kami dengan pak Asisten II, kita dekati lagi pengusaha yang punya gudang agar mau membantu,” katanya. (bug)

Pemasaran Sulit dan Harga Anjlok Jadi Persoalan Petani Garam

0
Nampak salah satu lokasi sentra produksi garam di Desa Labuhan Kuris, Kabupaten Sumbawa(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, tengah mencari solusi terkait harga garam yang masih dalam kategori rendah di tengah produksi yang meningkat setiap tahunnya dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mengaku memang pemasaran garam Sumbawa belum optimal sehingga kebanyakan hasil produksi dijual ke masyarakat sekitar. Bahkan harga pasaran saat ini sangat rendah.

“Di labuhan Bontong masih jadi lokasi produksi terbesar, namun harganya rendah. Harga pernah jatuh hingga Rp100 hingga 200 perak per kilogram. Namun di Plampang harganya mencapai Rp 1.200 ribu per kilogram,” ucapnya, Kamis 1 Mei 2025.

Anjloknya harga garam petani di Sumbawa karena adanya impor yang dilakukan pemerintah padahal produk garam sedang puncak. Untuk itu, pihaknya berharap kebijakan impor garam ini bisa ditinjau ulang agar harga garam di petani tidak anjlok.

“Ini jadi tantangan. Masyarakat bisa hasilkan garam kualitas tinggi, bahkan NaCl di atas 92 persen. Tapi mereka ragu, karena takut tidak ada jaminan harga,” ujarnya.

Rahmat melanjutkan, kondisi tersebut kembali diperparah dengan pola produksi yang masih dilakukan secara tradisional di beberapa lokasi. Pemerintah berharap, jika program swasembada garam ingin sukses, maka pemerintah pusat harus memperhitungkan dampak impor terhadap harga lokal.

“Kalau impor bisa dibatasi secara tegas, maka garam rakyat akan punya nilai ekonomi lebih tinggi. Kami siap, tapi butuh dukungan penuh dari KKP,” ujarnya.

Rahmat meyakinkan, meskipun saat ini harganya belum normal, tetapi pemerintah tetap akan mencari solusi terbaik agar garam lokal ini bisa menjadi primadona di daerah sendiri. Pemerintah pun saat ini sudah membentuk koperasi untuk meningkatkan nilai ekonomis garam petani.

“Salah satu contoh koperasi garam di Labuhan Kuris sudah bisa membeli garam petani hingga Rp 1.650 per kilogram dan mengolahnya menjadi garam kemasan ber-SNI yang dijual hingga Rp 7.000 perki kilogram pola ini yang akan terus kami dorong,” ujarnya.

Disinggung terkait luas lahan untuk tambak garam yang sudah tergarap, Dayat menyebutkan saat ini tercatat ada sekitar 119, 8 hektare dari total keseluruhan seluas 443, 4 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Jadi, saat ini yang sudah tergarap baru 118 hektare dengan potensi produksi mencapai 5. 363.00 ton yang tercatat hingga akhir tahun 2024,” ujarnya.

Terhadap lahan potensial tersebut, pemerintah terus berupaya untuk mendorong kelompok untuk memanfaatkan potensi tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan mencari investor yang akan mengelola potensi tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami akan terus berupaya mencari pengelola lahan potensial untuk tambak garam tersebut sehingga bisa memberikan manfaat bagi daerah,” tukasnya. (ils)

Panen Raya di Terara, Pangdam Perintahkan TNI Kawal Harga Gabah 

0
Panen Raya Padi bersama Pangdam Udayana di Terara Kabupaten Lotim, Kamis 1 Mei 2025. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, bersama Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, Danrem Wirabakti 162 Brigjen TNI. Moh. Sjasul Arief, S.Sos, serta sejumlah pejabat terkait, menghadiri panen raya padi di Desa Terara, Kamis 1 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam memerintahkan jajaran TNI untuk mengawal harga gabah agar petani bisa menikmati hasil panen secara maksimal.

Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa secara geografis, Lombok sangat mendukung sektor pertanian. “Tugas Kodam IX/Udayana adalah mendukung semua program pemerintah, baik daerah maupun pusat, termasuk dalam penyerapan gabah saat panen raya,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengingat Lotim merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Hasil panen Lotim diketahui surplus dan hal itu sangat membanggakan.  “Kita bertekad untuk jalankan program pemerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi, kita terus bersinergi,” ucapnya.

Aparat TNI AD bisa bantu masyarakat agar semua kegiatannya bisa berjalan dengan lancar. Begitu juga masalah harga ini siap akan dikawalm sehingga tetap bisa stabil dan gabah yang akan dibeli tetap terjaga kualitasnya. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah memerintahkan jajaran TNI dan jajaran membantu. Sebentar lagi akan dibangun gudang-gudang  beras di semua wilayah kodim masing-masing.

Semua pejabat Dandim sudah diperintahkan melihat contoh gudang yang akan dibangun dari Kementerian Pertahanan. “Gudang ini untuk menyimpan gabah agar tetap kering sehingga harganya tetap stabil,,” imbuhnya.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menyampaikan daerahnya membutuhkan banyak alat dan mesin pertanian (alsintan). “Kami akan menyampaikan permintaan ini kepada Menteri Pertanian, termasuk permintaan pupuk subsidi untuk tembakau,” kata Warisin.

Pangdam menambahkan, aparat TNI diminta menjaga distribusi pupuk subsidi yang mencapai 600 ribu ton. “Indonesia sudah mampu memproduksi 650 ribu ton pupuk sendiri. Kita harus memperkuat kemandirian dengan memanfaatkan produk lokal,” tegasnya.

Bupati Warisin menjelaskan bahwa Lotim merupakan salah satu kabupaten terluas di NTB dan berperan sebagai penyangga pangan nasional. “Komoditas unggulan kami meliputi tembakau, jagung, dan padi. Dari 21 kecamatan, tembakau varietas Virginia menjadi andalan, selain juga tembakau rajang,” ujarnya.

Meski demikian, petani masih menghadapi kendala keterbatasan pupuk subsidi, yang hanya diberikan untuk sembilan komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao, dan tebu. “Lotim tidak memiliki lahan kopi dan kakao yang luas, sehingga kami berharap tembakau juga bisa mendapat alokasi pupuk subsidi,” kata Warisin.

Salah satu masalah yang dihadapi saat panen raya adalah terbatasnya alat panen. “Syukurnya, musim kemarau mendukung sehingga panen berjalan lancar. Namun, kami membutuhkan lebih banyak komben (tenaga pemroses gabah) karena minat masyarakat menjadi tukang gabang masih rendah,” ungkap Warisin.

Lotim juga mengoptimalkan lahan kering dengan pembangunan ribuan embung, sehingga bisa panen lebih dari sekali dalam setahun. “Alhamdulillah, ini membantu meningkatkan produksi. Harapannya, kemiskinan yang saat ini berada di angka 14 persen bisa terus turun,” tambahnya.

Bulog bersama mitra telah berkeliling untuk memastikan penyerapan gabah berjalan baik. “Sekarang siapa pun bisa menjadi mitra Bulog asal memiliki modal dan gudang. Kami pastikan tidak ada lagi praktik permainan harga yang merugikan petani,” tegas Warisin.

Dengan luas areal irigasi teknis yang memungkinkan tanam 2-3 kali setahun, serta dukungan TNI dan pemerintah, Lotim diharapkan terus berkontribusi bagi kedaulatan pangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (rus)

Harga emas di Pegadaian Kompak Anjlok pada 2 Mei

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Jumat 2 Mei 2025 menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 yang mengalami penurunan harga jual dari hari sebelumnya.

Emas Antam turun Rp34.000 dari semula Rp2.044.000 per gram menjadi Rp2.010.000, emas Galeri24 turun Rp35.000 menjadi Rp1.928.000 dari semula Rp1.963.000 per gram.

Sementara emas buatan UBS turun Rp15.000 yang awalnya Rp1.973.000 per gram menjadi Rp1.958.000.

Emas buatan Antam dan Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

Harga emas Antam:

– Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.057.000

– Harga emas Antam 1 gram : Rp2.010.000

– Harga emas Antam 2 gram: Rp3.957.000

– Harga emas Antam 3 gram : Rp5.909.000

– Harga emas Antam 5 gram: Rp9.813.000

– Harga emas Antam 10 gram: Rp19.568.000⁠

– Harga emas Antam 25 gram: Rp48.789.000

– Harga emas Antam 50 gram: Rp97.495.000

– Harga emas Antam 100 gram: Rp194.909.000

– Harga emas Antam 250 gram: Rp486.996.000

– Harga emas Antam 500 gram: Rp973.773.000

– Harga emas Antam 1000 gram: Rp1.947.504.000.⁠

Harga emas UBS:

– Harga emas UBS 0,5 gram : Rp1.059.000

– Harga emas UBS 1 gram : Rp1.958.000

– Harga emas UBS 2 gram : Rp3.886.000

– Harga emas UBS 5 gram : Rp9.603.000

– Harga emas UBS 10 gram : Rp19.104.000

– Harga emas UBS 25 gram : Rp47.666.000

– Harga emas UBS 50 gram : Rp95.136.000

– Harga emas UBS 100 gram : Rp190.197.000

– Harga emas UBS 250 gram : Rp475.351.000

– Harga emas UBS 500 gram : Rp949.583.000

Harga emas Galeri24:

– Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.011.000

– Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.928.000

– Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.798.000

– Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.426.000

– Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.802.000

– Harga emas Galeri24 25 gram: Rp46.887.000

– Harga emas Galeri24 50 gram: Rp93.700.000

– Harga emas Galeri24 100 gram: Rp187.307.000

– Harga emas Galeri24 250 gram: Rp468.036.000

– Harga emas Galeri24 500 gram: Rp935.610.000

– Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.871.219.000. (ant)

Bangun Pusat Kuliner

0
Irfan Syafindra Soeratie (ekbisntb.com/pan)

PEMERINTAH Kecamatan Cakranegara merencanakan membangun pusat kuliner di kawasan Pasar Cakrenagara. Tujuannya guna memajukan perekonomian masyarakat. Pembangunan tersebut sedang tahap proses sosialisasi.

Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratie  mengatakan, rencana pembangunan pusat kuliner masih proses sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya, supaya dalam pembangunan tidak terjadi permasalahan di lokasi tersebut. “Kita mencoba dengar pendapat dulu dari warga sekitar, karena di lokasi itu masih ada warga yang tinggal. Agar kegiatan itu tidak menjadi masalah,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini masih mengatur segala bentuk persiapan terkait dengan pembangunan pusat kuliner yang berlokasi di Pasar Loak, Jalan Umar Maya, Kelurahan Cakra Timur. Hal demikian dilakukan untuk meminta dukungan kepada masyarakat dalam pembangunan tersebut. “Jangan sampai kegiatan ini justru tidak mendapatkan dukungan dari warga, karena kita menutup akses mereka,” jelasnya.

Irfan mengatakan, konsep yang ditawarkan dalam pembangunan destinasi pusat kuliner malam di Cakranegara akan mengangkat potensi lokal, kemudian memiliki ciri khas tersendiri. “Mungkin di beberapa menu yang kami inginkan di situ ada makanan dan jajanan tradisional. Bahkan minumnya bisa minuman herbal,” ucapanya.

Menyinggung soal sumber anggaran, ia belum bisa menyebutkan, Demikian juga rincian besaran biaya pembangunan pusat kuliner tersebut. Pasalnya, ia masih fokus pada tahap survei tempat, supaya bisa mendapatkan lokasi yang layak. “Kalau masalah anggaran,  sementara waktu kita tidak bicara anggaran. Kami hanya berorientasi dulu tentang bagaimana lokasi tersebut menjadi lokasi layak dan bisa menjadi destinasi,” terangnya.

Selain itu, lanjut Irfan, semua tahapan perencanaan harus rampung. Mempertimbangkan bagaimana dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Selanjutnya ia bisa merincikan dan mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah. “Artinya kita tidak mau tiba-tiba minta dan jalan. Tapi minimal semua elemen itu perlu ada yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Ia berharap, pusat kuliner ini menjadi salah satu tempat destinasi untuk warga Kota Mataram. Tidak hanya itu, juga menjadi destinasi kuliner bagi tamu dari luar daerah. “Tidak menutup kemungkinan destinasi ini untuk wisatawan domestik maupun internasional,” pungkasnya. (pan)

58 Persen Masyarakat Belum Puas, Kenaikan Tarif Parkir Berpotensi Batal

0
Jukir di Jalan Selaparang atau tepatnya di depan Pasar Cakranegara menunggu kendaraan yang parkir di pinggir jalan. Hasil survei menunjukan 58 persen masyarakat belum puas dengan pelayanan parkir di Kota Mataram. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan telah melakukan survei terhadap pelayanan parkir Kota Mataram. Hasilnya 58 persen masyarakat merasa tidak puas. Rencana kenaikan tarif parkir berpotensi batal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menerangkan, hasil survei yang dilakukan menunjukan 58 persen masyarakat masih belum puas dengan pelayanan parkir di Kota Mataram. Tiga item yang menjadi sorotan adalah, ketepatan tarif parkir,sarana prasarana, dan tindak lanjut aduan.

Ia mengakui, juru parkir disinyalir menarik parkir melebihi ketentuan. Misalnya, tarif parkir sepeda motor Rp1.000.,ditarik Rp2.000 sekali parkir dan seterusnya. “Tiga item masukan dari masyarakat ini akan kita perbaiki,” jelasnya.

Keluhan dari masyarakat dinilai sangat penting sebagai bahan masukan di internal Dishub untuk dilakukan perbaikan. Dikatakan Zulkarwin, hasil survei ini juga telah disampaikan ke Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana dan pihaknya diminta melakukan perbaikan. “Kita juga sudah melaporkan hasil survey ini ke Pak Wali,” ujarnya.

Mantan Camat Selaparang belum berani menyimpulkan tarif parkir batal dinaikan atau sebaliknya. Ia menyerahkan sepenuhnya ke kepala daerah untuk mengambil kebijakan pasca menerima laporan hasil survei tersebut.

Namun demikian, apabila tarif parkir batal dinaikan maka praktis berpengaruh terhadap target retribusi parkir di tahun 2025, mencapai Rp18 miliar. “Itu hanya persepektif saja, tetapi jelas akan berpengaruh pada target,” ucapnya.

Seperti diketahui, kenaikan tarif retribusi parkir telah diajukan ke DPRD Kota Mataram sejak tahun 2024 lalu. Tarif parkir untuk sepeda motor dari sebelumnya Rp1.000 sekali parkir naik menjadi Rp2.000. Sedangkan, kendaraan roda empat (mobil,red) dari sebelumnya Rp2.000 sekali parkir naik menjadi Rp4.000.

Pihaknya akan terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan pelayanan parkir di Kota Mataram. Artinya, masukan dari masyarakat dinilai penting untuk melakukan perubahan. (cem)

Dispar Butuh Tim Ahli, Bangun Pariwisata NTB Mendunia

0
I Putu Gede(ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal, Rabu 30 April 2025 memutasi 26 pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB, Rabu 30 April 2025. Salah satu diantaranya, Kepala Dinas Pariwisata yang dijabat Ahmad Nur Aulia. Dilantiknya Kepala Dinas Pariwisata NTB yang baru ini menjadi perhatian pemerhati pariwisata di tengah kondisi pariwisata NTB yang menghadapi berbagai tantangan.

Pengamat pariwisata dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr. Drs. I Putu Gede, M.Par, Kamis 1 Mei 2025 mengatakan, Kepala Dinas Pariwisata diminta untuk mau berkomitmen dan terus belajar dalam pengembangan pariwisata. Termasuk melibatkan para pakar (ahli) pariwisata untuk menentukan kebijakan yang tepat.

Putu Gede sendiri mengaku belum mengetahui rekam jejak Kepala Dinas Pariwisata NTB yang baru dilantik Gubernur NTB pada Rabu 30 April 2025 lalu. Sebelumnya Ahmad Nur Aulia menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kependudukan Catatan Sipil atau (DPMPD Dukcapil) NTB, yang tidak berkaitan dengan pariwisata.

“Saya belum banyak berani berkomentar, yang jelas pariwisata NTB butuh orang yang berkomitmen, profesionalisme itu (bisa) nomor dua. Kalau kita mau membangun pariwisata NTB yang maju mendunia seperti visinya Pak Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, paling tidak mudah-mudahan dengan adanya pergantian ini ada angin segar juga, paling tidak kepala dinas mau belajar dari kepala dinas sebelumnya,” saran Putu Gede.

Putu Gede menjelaskan, Kepala Dinas Pariwisata perlu berkomitmen terhadap segala kebijakan yang telah direncanakan. Terkait kebijakan yang sudah diambil, jangan sampai tidak terlaksana. Kalau pun tidak terlaksana, harus ada evaluasi penyebab rencana itu tidak dilaksanakan.

“Misalnya, apakah program tidak bagus atau tidak tepat. Maka di dalam perencanaan yang perlu diperbaiki. Komitmen itu kesepakatan yang harus dijalankan,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga menekankan, sudah waktuya Dinas Pariwisata NTB dibantu atau didampingi oleh tim ahli yang memang memahami pariwisata. Tim ahli itu untuk melihat apa saja yang perlu diperbaiki dan perlu mendapatkan perhatian.

“Itu perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan, bahwa Dinas Pariwisata butuh tim ahli pariwisata. Jangan sampai mencampuradukkan orang yang bukan ahli pariwisata tapi mengisi posisi di Dinas Pariwisata. Memang boleh saja, tapi bisa tidak?,” ujar Putu Gede.

Hal ini penting dilakukan, karena tren pariwisata terus berubah. Putu Gede menyebutkan, tamu banyak berkunjung ke NTB, tapi tingkat hunian hotel rendah bahkan ada kasus satu hotel harus tutup di Lombok ini. Hal ini sangat disayangkan. Termasuk Senggigi yang dulunya dibangun dengan penuh semangat, tapi saat ini belum mampu menarik wisatawan datang ke sana. “Itu perlu dapat perhatian,” imbuhnya.

Ke depan, Kepala Dinas Pariwisata NTB perlu menyinkronkan kebijakan dengan program besar Kementerian Pariwisata. Menurut Putu Gede, salah satunya program desa wisata. Ia memandang kondisi desa wisata di NTB masih jalan di tempat.

“Sekarang desa wisata itu jadi harapan kita, tapi sampai sekarang saya lihat begitu-begitu saja. Memang ada bebrapa desa yang mandiri, yang saya pantau dan saya bimbing, sampai berstatus mandiri,” ujarnya.

Putu Gede menegaskan, kepala Dinas Pariwisata perlu mencermati empat program Kementerian Pariwisata. NTB bisa ambil satu atau dua program dan harus berkomitmen menjalankannya da jangan setengah-setengah.

“Yang melaksnakan pariwisata memang harus sesuai kepakarannya. Paling tidak yang memimpin, jangan sampai orang yang tidak tahu menjalankan pariwisata itu yang memimpin, aneh, jadi berpotensi tidak berkembang. Kan itu meritokrasi, meritokrasinya itu coba dulu diimplementasikan. Untuk melihat kepakarannya bisa dilihat dari rekam jejaknya selama ini sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan yang terbaik bagi NTB,” pungkas Putu Gede. (ron)

Kenalkan Budaya kepada Siswa, Museum Negeri NTB Kunjungi Sekolah di Lereng Rinjani

0
Jajaran Museum Negeri NTB pose bersama dengan murid SDN 3 Mekar Sari dan SMPN Satu Atap 4 Suela pada kegiatan Museum Masuk Sekolah, Rabu, 30 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar program edukatif Museum Masuk Sekolah (MMS) di SDN 3 Mekar Sari dan SMPN Satu Atap 4 Suela yang terletak di bawah kaki gunung Rinjani Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu 30 April 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan museum dalam rangka mendekatkan warisan budaya dan sejarah lokal kepada generasi muda sejak dini.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, S.H., M.H., mengatakan program Museum Masuk Sekolah merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan literasi budaya dan sejarah lokal di kalangan pelajar yang berada di daerah pelosok.

“Kami ingin agar anak-anak kita mengenal identitas dan kekayaan budaya daerahnya sendiri. Dengan cara ini, kita berharap agar tumbuh rasa cinta dan bangga dari generasi muda terhadap warisan leluhur mereka,” ujar Nuralam.

Ia menuturkan Museum Negeri NTB adalah institusi yang merawat dan melindungi benda-benda bersejarah dan budaya, sehingga harus dapat diketahui oleh generasi muda NTB terutama di daerah-daerah pelosok.

Dengan begitu, dirinya berharap agar program Museum Masuk Sekolah ini dapat menjadi sarana motivasi bagi peserta didik di SDN 3 Mekar Sari dan SMPN Satu Atap 4 Suela untuk berkunjung ke Museum NTB. “Jadi kami tunggu kehadiran bapak ibu guru dan siswa-siswi untuk berkunjung ke Museum NTB,” ujarnya.

Program Museum Masuk Sekolah merupakan agenda rutin Museum NTB yang menyasar sekolah-sekolah di seluruh wilayah NTB, terutama yang berada di daerah terpencil dan memiliki akses terbatas ke museum.

Wakil Kepala SDN 3 Mekar Sari dan SMPN Satu Atap 4 Suela, Ahmad Zaini menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut. “Anak-anak sangat antusias. Mereka jadi tahu bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda lama, tapi juga pusat belajar yang menyenangkan,” tuturnya.

Ia berharap dengan kegiatan museum masuk sekolah ini dapat menjadi motivasi bagi pihaknya dan juga peserta didik untuk kedepannya dapat berkunjung ke museum dalam rangka pembelajaran sejarah dan budaya. Dalam kegiatan ini, tim edukator dari Museum NTB memperkenalkan 17 koleksi unggulan yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan masyarakat NTB.

Para siswa dikenalkan pada benda-benda bersejarah dan budaya seperti naskah kuno, alat rumah tangga hingga alat-alat pertanian yang digunakan oleh masyarakat tempo dulu.

Salah satu siswi SDN 3 Mekar Sari yang terjauh dari sekolahnya, Memorita merasa antusias bisa melihat langsung koleksi budaya dari Museum NTB. Dirinya mengatakan bahwa selama ini ia dan teman-temannya sangat sulit untuk berkunjung ke museum karena berada di tempat yang jauh dari akses ke museum.

“Senang sekali Museum NTB datang ke sekolah kami, banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan, membuat saya jd penasaran suatu saat ingin berkunjung langsung ke Museum NTB” ucapnya.

Meski berada di daerah pelosok tidak menjadi alasan bagi rasa ingin tahu mereka untuk mengenal lebih dekat tentang koleksi-koleksi sejarah dan budaya yang tersimpan di museum. Museum masuk sekolah memberikan insipirasi bagi mereka akan niat besar untuk bisa berkunjung ke Museum NTB.

Sebelumnya, rombongan dari Museum NTB disambut antusias oleh murid SD dan SMP berupa tarian selamat datang, peresean dan gendang beleq. Sambutan tersebut dilakukan sekitar 50 meter dari gerbang sekolah. Pertunjukan kesenian lokal ini menunjukan bahwa tradisi kesenian dan budaya cukup terjaga dan dipraktikkan oleh para siswa-siswi SDN 3 Mekar Sari dan SMPN Satu Atap 4 Suela. (ham)

Akademisi Unram Dukung Rencana Presiden Hapus Outsourcing

0
Abdul Aziz Bagis (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Abdul Aziz Bagis mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan menghapus kebijakan outsourcing (tenaga alih daya). Penyampaian Presiden ini disampaikan ketika memberikan sambutan pada Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

‘’Mengapa tiba-tiba Presiden Prabowo ingin menghapus outsourcing? Bukankah usianya sudah hampir satu abad dan dipelajari sebagai pilihan efisiensi hubungan kerja? Tanggapan kita tergantung pada paradigma yang kita pilih. Memandang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebagai sub-ordinate dari institusional, akan mencerminkan sikap dan perilaku kita, sesuai dengan paradigma itu,’’ terangnya pada ekbisntb.com, Kamis, 1 Mei 2025.

Ditambahkannya, teori Human Resource (SDM) mengajarkan jika tenaga kerja adalah aset atau sumber daya yang setara dengan sumber daya lainnya. Keberadaannya dipandang sebagai cost bagi organisasional, sehingga perlu diefisienkan melalui upah murah dan outsourcing.

Untuk itu, menurutnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) dianggap tindakan rasionalisasi yang dapat dijalankan sewaktu-waktu atau dengan alasan efisiensi dan seterusnya. Pada era Society 5.0 saat ini, tambahnya, perlu memandang tenaga kerja modern yang membutuhkan peningkatan orde kebutuhan dari sekedar basic needs, menuju pemenuhan kebutuhan psiko-sosial (rasa ingin dihargai, dan diterima sebagai anggota yang setara).

Dalam hal ini, perubahan cara pandang terhadap tenaga kerja perlu diganti dari sumber daya manusia (objek dan aset) menjadi manusia yang bersumberdaya (subjek dan human potential), dengan menghormati hak-haknya sebagai manusia yang bermartabat.

Selain itu, sarannya, perlu menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi perkembangan potensi insaninya secara maksimal. ‘’Memimpin mereka secara transformatif, melalui stimulasi intelektual, konsiderasi individual yang tulus, keteladanan positif dan memberikan motivasi inspirasional. Tidak sekedar menciptakan hubungan kerja transaksional yang kaku,’’ terangnya.

Dengan demikian memandang dan memperlakukan tenaga kerja sebagai manusia berpotensi insani, mendorong semua pihak untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (learning and growth) tenaga kerja secara maksimal. ‘’Produktivitas penciptaan nilai tambah bagi kemajuan bersama, dapat dimaksimalkan sesuai potensi mereka yang terus bertumbuh kembang,’’ tambahnya.

Pihaknya juga mengingatkan pemerintah daerah menjadi pelopor perubahan pola kerja outsourcing di lingkungan Pemprov NTB yang dimulai dari pengangkatan tenaga-tenaga honorer dan tenaga kontrak, menjadi karyawan tetap Pemda.

‘’Selanjutnya pada tenaga kerja cleaning service (CS) yang bertahun-tahun dengan pola outsourcing, diseleksi dan diberi kesempatan menjadi tenaga CS tetap. Bukankah Pemprov membutuhkan lingkungan kerja yang bersih dan kondusif sepanjang masa? Mengapa tenaga CS diperlakukan sebagai tenaga kerja sementara? Dan dialihdayakan? Dan nasibnya selalu di ujung tanduk? Kontraknya dapat diperpanjang tapi juga sewaktu-waktu dapat dipindahkan bahkan diistirahatkan,’’ ujarnya mengingatkan, seraya menambahkan, Pemprov NTB perlu menjadi teladan implementasi gagasan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus dalam upaya peningkatan kualitas kerja manusia NTB menuju peningkatan IPM di masa mendatang. (ham)

BHS Dianggap Tokoh Nasional yang Menghidupi Ekosistem Taman Narmada

0
BHS bercengkrama dengan anak anak dan para pedagang di Taman Narmada, Lombok Barat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kehadiran tokoh nasional Bambang Haryo Soekartono (BHS) di Taman Narmada, Lombok Barat, selalu disambut hangat oleh para pedagang dan anak-anak setempat. Tidak hanya datang sebagai tamu, BHS dinilai telah berperan aktif menghidupi ekosistem ekonomi dan sosial di kawasan destinasi wisata bersejarah tersebut.

BHS memang rutin berkunjung ke Taman Narmada dalam berbagai kesempatan, baik secara pribadi maupun bersama rekannya dari DPR RI, korporasi miliknya, maupun rekan-rekan dari Partai Gerindra. Dalam setiap kunjungannya, ia tidak hanya melihat kondisi taman, tapi juga terlibat langsung dengan masyarakat sekitar.

“Setiap kali datang, beliau pasti belanja kuliner, beli suvenir, songket, dan produk lokal lainnya. Anak-anak juga selalu berkumpul karena Pak BHS sering memberi hadiah untuk mereka, terutama yang berprestasi di bidang pendidikan,” ujar salah satu pedagang di kawasan taman Narmada, saat BHS datang berkunjung, Kamis, 1 Mei 2025.

Karena kedekatan tersebut, sosok BHS bahkan dielu-elukan oleh masyarakat sekitar sebagai tokoh yang “menghidupkan” Taman Narmada — bukan hanya secara simbolis, tapi nyata dalam aktivitas ekonomi harian.

Dalam kunjungan terbarunya, BHS menyampaikan keprihatinan atas pemotongan pohon-pohon tua yang memiliki nilai sejarah tinggi di kawasan taman. Ia menyebutkan bahwa beberapa pohon kamboja dan pohon beringin yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, kini telah ditebang.

“Taman Narmada ini dibangun oleh Raja Karangasem sekitar 300 tahun lalu sebagai replika Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Keindahannya terletak pada keaslian dan kesejarahannya. Jangan rusak dengan konsep baru yang malah menghilangkan nilai historis itu,” tegas BHS.

Sebagai figur yang aktif di Komisi yang membidangi salah satunya pariwisata di DPR RI, BHS terus aktif mendorong penguatan sektor pariwisata, BHS menilai Taman Narmada memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata budaya. Ia mengusulkan agar taman ini dilengkapi dengan fasilitas amphiteater untuk menggelar pertunjukan budaya lokal secara rutin.

“Coba lihat di Uluwatu, Bali. Pertunjukan tari Kecak bisa ditonton ribuan wisatawan setiap hari. Kalau di Taman Narmada diadakan pertunjukan budaya seminggu tiga sampai lima kali, saya yakin akan menarik banyak turis,” katanya.

Ia juga membandingkan potensi Lombok dengan destinasi lain seperti Penang dan Denmark yang mampu menarik jutaan wisatawan dengan atraksi budaya sederhana namun dikemas menarik.

Dalam pandangannya, salah satu penyebab rendahnya kunjungan wisatawan asing ke Lombok adalah minimnya transportasi publik yang terintegrasi dari bandara ke destinasi wisata. Ia menyoroti pentingnya pemerintah daerah dan pusat untuk mengintervensi kebijakan transportasi dan konektivitas yang mendukung sektor pariwisata.

“Kalau Bali bisa, kita juga bisa. Lombok punya segalanya—gunung, air terjun, pantai indah, dan budaya. Tinggal bagaimana kita kemas dan koneksikan secara mudah untuk turis,” tegasnya.

Sebagai informasi, Taman Narmada adalah salah satu situs sejarah terpenting di NTB. Dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Anak Agung Ngurah Karangasem, taman ini merupakan simbol replika dari kawasan suci Gunung Rinjani. Di dalamnya terdapat pura, kolam, dan sumber air alami yang dianggap suci dan memiliki nilai spiritual tinggi.

Melalui kunjungan dan perhatiannya, BHS terus mendorong agar kawasan ini dijaga keasliannya dan dijadikan pusat edukasi serta wisata budaya yang bermanfaat bagi masyarakat lokal dan pariwisata nasional.(bul)