Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 308

Harga Daging Sapi Naik, Stok Daging Beku Kosong

0
Aktivitas pedagang daging segar di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram mengalami kenaikan. Sementara, daging sapi beku yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, justru stoknya kosong.

Manager Penjualan CV. Delapan Delapan, Dedi saat ditemui pada Senin, 5 Mei 2025 membenarkan, ketersediaan daging beku di gudang beberapa bulan belum ada alias kosong. Ia menyayangkan seharusnya pada musim haji stok daging beku tersedia karena banyak permintaan. “Untuk sementara belum ada, semoga ada di bulan haji ini kita belanja lagi. Lumayan kesempatan ini tidak bisa lewat,” katanya.

Dedi menyebutkan, untuk daging beku belanja perusahaan sesuai kapasitas tampung yaitu 100 ton. Namun, 100 ton itu tidak semuanya daging sapi melainkan daging kambing, kerbau, daging bebek dan ikan salmon. “Kita tidak jual itu sendiri. Tapi untuk sapi sampai hari ini belum ada stok,” ungkapnya.

Ia mengakui, permintaan saat menjelang Iduladha sangat tinggi. Namun, ketersediaan sapi yang dibeli dari Jakarta kemungkinan mengalami keterbatasan sebab sapi ini didatangkan dari Australia, New Zealand dan India.

Sementara, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, mahalnya harga daging sapi juga diperparah dengan menipisnya stok daging sapi beku impor yang biasanya menjadi alternatif masyarakat saat harga daging segar melonjak. “Itu yang kita khawatirkan karena di distributor kita juga stoknya belum ada,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia tengah mengupayakan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB untuk penambahan kuota terkait dengan daging beku, sehingga ini menjadi alternatif daging sapi segar. “Nanti Dinas Perdagangan Provinsi berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mengusulkan penambahan kuota,”  pungkasnya.

Diketahui, harga daging sapi di pasar pantauan Dasan Agung mencapai Rp140 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp125 ribu per kilogram. Pedagang menyebutkan bahwa lonjakan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan dari rumah potong hewan dan meningkatnya permintaan menjelang Iduladha. (pan)

Event IGS Diharap Berdampak pada Penguatan Ekonomi Lokal

0
Pelaksana Tugas Kepala BKD Provinsi NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM.,

Lombok (ekbisntb.com) – NTB menjadi tuan rumah Indonesia GastroDiplomacy Series (IGS) tahun 2025. Event yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia  mendatangkan para duta-duta besar negara sahabat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., menjelaskan, tujuan IGS ini adalah memperkenalkan lebih dekat potensi alam kekayaan seni budaya, potensi pariwisata dan investasi.

‘’Dengan makin dikenalnya lebih jauh potensi daerah ini diharapkan berdampak kepada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kerjasama investasi, peningkatan kunjungan wisatawan dan banyak dampak positif lainnya,’’ ujarnya pada Ekbis NTB, Senin 5 Mei 2025.

Menurutnya, para peserta yang akan datang berjumlah 38 orang terdiri dari 18 duta besar negara-negara sahabat. Para peserta akan datang pada tanggal 8 Mei dan akan melakukan serangkaian aktivitas hingga kembali tanggal 11 Mei 2025.

Serangkaian aktivitas yang dilakukan adalah peninjauan berbagai objek wisata, melihat dari dekat keragaman seni dan budaya daerah, melihat produk kerajinan dan sastra NTB. Selain itu, mengikuti presentasi dan diskusi bisnis yang menyajikan berbagai potensi sumberdaya alam, pariwisata, seni budaya dan bidang investasi strategis NTB. ‘’Mereka juga akan mengunjungi Mandalika dan melakukan berbagai aktivitas lainnya,’’ terangnya.

Kegiatan ini, ujarnya, sejalan dengan hajatan NTB Makmur Mendunia dan mampu memperkenalkan berbagai khazanah kekayaan NTB yang dapat dikerjasamakan dengan berbagai negara_negara sahabat khususnya yang berpartisipasi dalam kepesertaan IGS 2025 ini.

Menurutnya, manfaat yang diperoleh dari event internasional ini setidaknya adalah memperkenalkan NTB lebih luas lagi ke tataran global sesuai hajat NTB Mendunia. Selain itu, mendorong terwujudnya kerja sama luar negeri dalam pemanfaatan sumberdaya alam NTB, sehingga nilai investasi dan perdagangan luar negeri NTB dapat meningkat.

NTB tambahnya, juga mendapatkan promosi gratis terkait kondisi pariwisata dengan berharap tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat. Termasuk mampu menguatkan ikhtiar pelaku ekonomi lokal daerah dalam peningkatan jumlah produksi dan kualitas produk, karena terbuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa mendatang

‘’Serangkaian persiapan telah dilakukan melibatkan banyak stakeholders yang kini terus memantapkan persiapannya. Insyaallah melihat progres per hari ini NTB telah siap menyambut kedatangan para tamu kita dan siap menyelenggarakan IGS 2025. Oleh karenanya mari bersama kita sukseskan event internasional,’’ ajaknya. (ham)

Minim Disosialisasikan ke Desa, Masyarakat Berharap Pinjaman Modal Tanpa Bunga Dipermudah

0
Pedagang kecil dan UMKM di Lobar dibantu program pinjaman modal tanpa bunga. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat di Lombok Barat menyambut antusias program bantuan modal usaha tanpa bunga dari Pemkab setempat. Pasalnya pinjaman modal ini sangat diperlukan masyarakat.

Namun warga berharap agar akses pinjaman ini dipermudah dan pihak bank perlu jemput bola ke masyakarat seperti yang dilakukan petugas bank subuh untuk mempermudah Warga. Sebab program ini belum tersosialisasikan secata luas ke masyarakat bawah.

Kades Sembung H. Ali Abdul Syahid mengatakan bahwa program pinjaman modal tanpa bunga ini menjadi pembicaraan hangat. Sebab bupati sendiri menyampaikan pinjaman modal tanpa bunga. ‘’Tapi tidak pernah disampaikan regulasinya kayak apa? Regulasi harus ke BPR dulu, minim sosialisasi. Akibatnya banyak warga mengajukan tapi terpental, karena regulasi panjang juga,’’ ujarnya.

Pengurusannya, perlu ada NIB, setelah itu tidak serta merta dapat pinjaman. Tapi data itu dikirim dulu ke BPR. Sebab BPR mendelegasikan ke masing-masing BPR kecamatan, mereka yang melakukan review layak tidak mendapatkan bantuan. Di satu sisi dikhawatirkan dana di perbankan ini terbatas sehingga kalau diajukan bersamaan dalam jumlah besar, apakah bisa dibantu. Hal ini kemungkinan yang menyebabkan regulasi ini agak panjang.

“Kami apresiasi, paling tidak dipermudah warga yang mengajukan, karena warga sekarang malas kalau terlalu panjang,”imbuhnya.

Sementara itu, Sekdis Koperasi dan UMKM Lobar Mudasir mengaku justru persyaratan dipermudah. Sebab semula sebelum ada MoU dengan bank, syaratnya lebih banyak. Namun syaratnya dikurangi. “Ada beberapa syarat yang dipangkas,salah satunya surat keterangan usaha atau bagi masyakarat yang tidak memiliki akte cerai bisa melalui surat keterangan dari desa,’’ katanya.

Syarat utamanya kata dia NIB yang sangat perlu. Sebab tujuan pinjaman modal tanpa bunga ini bagi pelaku UMKM, bakulan dan pedagang kecil. “Sudah sederhana syaratnya,”kata dia. Akses bantuan ini, data NIB per satu Minggu dikirim ke BPR pusat. Setelah itu diverifikasi, lalu dibagi ke wilayah kerja BPR masing-masing kecamatan. Masyarakat bisa mengecek dananya ke BPR masing-masing kecamatan.

Ia menambahkan sejak diluncurkan 17 April, sudah banyak yang akses bantuan ini. “Yang mengakses kalau ndak salah sekitar 200 sampai 300 orang,”sebutnya. Nilai pinjaman ada tiga, yakni Rp10 juta, 20 juta dan 25 juta. Itu diangsur selama satu tahun, dua tahun dan tiga tahun. Tergantung kemampuan nasabah. (her)

Dukung DPSP Mandalika – Unizar dan BRIN Riset Tata Kelola Desa Wisata

0
Suasana Kick Off Meeting dan Diskusi Pengumpulan Data Riset yang berlangsung di Ruang Rapat GA8 Unizar, pada Rabu 30 April 2025.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka mendukung pengembangan destinasi wisata prioritas, Unizar bersama Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (PRPDN) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan acara Kick Off Meeting dan Diskusi Pengumpulan Data Riset yang berlangsung di Ruang Rapat GA8 Rektorat Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) pada Rabu 30 April 2025 pekan lalu.

Acara ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara Unizar dan PRPDN-BRIN dalam bidang riset tata kelola. Mengusung tema riset “Model Tata Kelola Pengembangan Desa Wisata yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Penguatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika”, pertemuan ini mempertemukan berbagai elemen penting, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga pelaku wisata di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unizar, Fathurrahman, SE., M.Ak., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi institusi, tetapi juga membawa dampak besar bagi daerah-daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami berharap forum ini dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dengan kabupaten/kota lain dalam memajukan pariwisata. Tim BRIN akan menggali berbagai informasi lapangan yang mendukung riset ini. Dampak terbesar yang kami harapkan adalah untuk daerah, bukan hanya untuk UNIZAR,” ujarnya.

Ketua Tim Riset, Suci Emilia Fitri, MPA., dalam paparannya memaparkan bahwa riset ini akan fokus pada empat aspek utama: tata kelola pemerintahan, ekonomi, lingkungan, serta pendekatan healthy tourism atau pariwisata sehat yang menekankan pada kesadaran isu-isu kesehatan.

Tiga desa dipilih sebagai lokasi utama riset, yakni Desa Bilebante dengan model community-based tourism, Desa Mertak yang terletak dalam kawasan DPSP Mandalika, serta Desa Tete Batu yang memiliki daya tarik wisata alam Gunung Rinjani. “Riset ini kami desain agar tidak berhenti di publikasi akademik semata, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan praktik yang nyata serta bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Suci.

Diskusi semakin hangat saat Lalu Suryadi, S.P., M.M., yang saat itu menjabat Plt. Kepala Brida NTB, memberikan tanggapannya. Ia menyoroti bahwa meskipun banyak desa di NTB telah meraih penghargaan wisata, dampaknya belum sepenuhnya menjangkau masyarakat kecil. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan strategi pengembangan 99 desa wisata yang terbagi dalam tiga kategori: rintisan, berkembang, dan mandiri.

“Kita sudah punya dasar hukum kuat seperti Perda No. 10 Tahun 2021, tapi tantangannya adalah bagaimana integrasi lintas kabupaten bisa berjalan efektif. Bahkan kami mendorong riset ini untuk bisa menjangkau Pulau Sumbawa agar pengembangan desa wisata bisa lebih merata,” tegas Lalu Suryadi.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari lingkup pemerintah provinsi dan kabupaten seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Bappeda, Brida, hingga perwakilan kepala desa dan pengelola desa wisata dari Bilebante, Mertak, dan Tete Batu.

Turut hadir pula para peneliti dari Tim Riset CRC, yaitu Melati Ayuning Pransari, S.Si, MA; Dian Martha Indarti, ST, MM; Ajie Nasrulfiddin Pua Note, S.Sos, MM; Dr. Triana Lidona Aprilani, M.Ak; dan Dewi Utary, SKM., MM., MKM. Kolaborasi antar disiplin ini menjadi kekuatan tersendiri untuk menghasilkan riset yang komprehensif dan berdampak nyata. (ron)

Digelar 3 Hari, Job Fair KSB Tawarkan Ratusan Lowongan Kerja

0
Slamet Riadi(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Agenda Job Fair yang akan digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat bakal menawarkan ratusan lowongan pekerjaan.

Digelar selama 3 hari mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2025 mendatang, bursa kerja dengan tema “Akselerasi Transformasi Ketenagakerjaan untuk KSB Maju Luar Biasa” itu akan diikuti puluhan perusahaan baik swasta, BUMD dan BUMN. “Alhamdulillah yang berpartisipasi ada lebih dari 20 perusahaan,” terang kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, Senin 5 Mei 2025.

Dari seluruh perusahaan yang berpartisipasi dalam agenda bursa kerja kali ini, total ada sekitar 400 lebih posisi kerja yang akan ditawarkan. Jenis pekerjaannya pun bervariasi, mulai dari kru pemasaran hingga jenis pekerjaan yang membutuhkan jenis keahlian tertentu yang bergerak di bidang industri.

Dengan beragannya jenis pekerjaan yang ditawarkan perusahaan peserta, menurut Slamet, kesempatan masyarakat untuk melamar sangat terbuka lebar. Meski kemudian ia mengakui hal itu sekaligus akan meningkatkan persaiangan. “Terutama pekerjaan yang tidak menysaratkan keahlian dan jenjang pendidikan yanv tinggi. Pasti akan banyak pelamarnya,” sebutnya.

Untuk memberi kesempatan kepada para pencari kerja, pada kegiatan Job Fair ini Disnaketrans KSB menetapkan sebuah aturan. Ketentuan itu yakni peserta hanya diperbolehkan melamar pada 1 jabatan 1 perusahaan. Slamet mengatakan, aturan itu sengaja dibuat untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada masyarakat untuk berpartisipasi.

Sementara itu, untuk menjadi peserta pada kegiatan Job Fair Disnakertrans KSB ini, caranya cukup mudah. Masyarakat atau pencari kerja melakukan pendaftaran secara daring (online) melalui link QR Code yang telah dibagian Disnakertrans KSB melalui berbagai plaform sosial medianya. Sebagai bukti daftar, peserta nantinya akan dikonfirmasi melalui email.

Dikatakan Slamet, bagi peserta yang sudah terdaftar agar menyiapkan berbagai persyaratan lamaran kerja yang dibutuhkan. Dengan begitu, saat kegiatan berlangsung, peserta dapat langsung mendatangi stand perusahaan yang diminatinya untuk memasukkan lamaran kerjanya.

“Kalau syarat-syaratnya kan umum saja, CV (biodata), KK, KTP, ijazah terakhir, sertifikat keahlian dan pengalaman kalau ada. Terus yang penting juga kartu kuning dan SKCK,” urai Slamet. (bug)

115. 673 Wisatawan Masuk ke Sumbawa Selama 2024

0
Dedy Heriwibowo(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Sumbawa, menargetkan angka kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara di angka 100.000 meningkat 10.000 dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 90.000 orang.

“Kami targetkan 100.000 karena di tahun 2024 capaian kita mencapai, 115. 673 orang baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” kata Kadis Parpora Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, kepada Ekbis NTB, Senin 5 Mei 2025.

Target tersebut juga dianggap sangat realistis untuk bisa tercapai, mengingat di tahun 2024 angka kunjungan di Sumbawa jiga cukup tinggi. Beberapa event nasional dan internasional juga sudah disiapkan untuk mendongkrak angka salah satunya kemarin pelaksanaan STQH tingkat provinsi.

“Target itu kami anggap sangat realistis untuk bisa tercapai karena pertimbangan beberapa event pariwisata yang akan kita laksanakan nanti,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, pencapaian terhadap target tersebut nantinya akan didukung oleh wisata unggulan yang sudah disiapkan sebelumnya. Seperti wisata hiu paus (whale shark) di Labuan Jambu, air terjun mata jitu di Pulau Moyo paket-paket wisata yang ada di dalam kota Sumbawa.

“Saat ini kita sedang mengemas event untuk skala nasional yakni festival melala yang masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN) dan beberapa event lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa sektor wisata lainnya juga terus menggeliat salah satunya desa wisata Pamulung. Bahkan di tahun 2024 ada tiga kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Badas dengan membawa 300 wisatawan mancanegara dengan tujuan desa Pamulung.

“Di desa Pamulung nantinya akan kita sandingkan dengan program Kementerian Kawasan Pemukiman (PKP) untuk  melakukan penataan di destinasi wisata tersebut supaya siap dikunjungi,” tampaknya.

Begitupun juga destinasi wisata hiu paus yang terus menggeliat dan bisa menambah pendapatan masyarakat dari penyewaaan rumah dan transportasi. Peluang inilah yang dianggap sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.

“Pola sosialisasi dan promosi wisata ke daerah lain akan terus dilakukan untuk mengejar target tersebut di akhir tahun 2025 nanti,” tukasnya. (ils)

DKP KSB Susun Program Realisasikan Janji Bupati Buat Petani Jagung

0
Hikmatul Azmi(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Janji Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah untuk menyiapkan solusi menstabilkan harga di tingkat petani tengah disusun oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat.

Program yang akan direalisasikan dalam berbentuk bantuan peralatan mesin pengering itu rencananya akan diusulkan pembiayaannya oleh DKP melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025 ini. “Soal janji Pak Bupati kepada petani jagung di Poto Tano waktu bulan puasa itu (safari ramadan) sedang kita susun. Programnya berupa bantuan alat pengering rencananya,” kata Kepala DKP KSB melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Hikmatul Azmi.

Pihaknya, kata Hikmatul Azmi telah melakukan kajian mengenai kapasitas mesin pengering yang ideal untuk membantu para petani jagung. Dengan konsep pemberian bantuan pada sentra-sentra produksi jagung yang ada, kapasitas mesin yang dibutuhkan berkisar 6 ton/jam. “Misalnya kita tempatkan di Poto Tano satu unit. Dengan kapasitas 6 ton/jam itu sudah bisa semua membantu petani di sana untuk mengeringkan hasil panen mereka,” urainya.

Guna merealisasikan program bantuan mesin pengering jagung jenis vertical dryer itu, hitungan DKP KSB menyentuh angka ratusan juta. Khusus mesinnya, berdasarkan katalog yang ada, nilanya sekitar Rp500 juta. Menurut Hikmatul Azmi, penyaluran bantuan itu akan dirancang diterima oleh kelompok petani.

“Nanti kelompok petaninya menyediakan lokasi (tanah) pembangunan rumah mesinnya, misalnya. Dengan begitu kan tidak sepenuhnya pemerintah yang menyediakan kebutuhan program itu,” katanya seraya menambahkan pengoperasian mesin akan lebih mudah jika dekola kelompok.

“Nantinya operator mesinnya oleh kelompok dan itu tentu bisa menekan biaya operasional pabrik,” sambung Hikmatul Azmi.

Selanjutnya ia menyampaikan, sebenarnya aspirasi para petani jagung untuk dibantu peralatan mesin pengering itu sudah lama berembus. Dan adanya janji bupati membuat DKP KSB optimis bisa memulai program tersebut saat ini. “Tentu tidak bisa sekaligus berapa unit sesuai yang dibutuhkan petani. Tapi minimal mulai APBDP tahun ini atau mulai tahun depan bisa kita cicil,” tukasnya. (bug)

12,5 Hektare Padi di Sumbawa Alami Gagal Panen

0
Toni Hamdani(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga saat ini luas lahan padi yang mengalami gagal panen (puso) mencapai 12,5 hektare dan jagung seluas 2 hektare.

“Total luas lahan yang terdampak bencana banjir di sejumlah kecamatan sebanyak 78,5 hektare, hanya saja yang masuk dalam kategori gagal panen baru 12,5 hektare,” kata Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, Toni Hamdani kepada Ekbis NTB, Senin 5 Mei 2025.

Toni pun merincikan, di kecamatan Moyo Hilir ada sekitar 2 hektare, di kecamatan Utan 2 hektare, Unter Iwes 4,5 hektare, Empang 15 hektare dan Buer 8 Hektare. Sementara untuk tanaman jagung ada sekitar 49 hektare yang terdampak banjir yang terjadi belum lama ini.

“Jadi, ada tambahan di kecamatan Buer 8 hektare untuk padi dan 2 hektare untuk jagung dan lahan tersebut juga dipastikan mengalami gagal panen,” sebutnya.

Terhadap wilayah yang dinyatakan mengalami gagal panen, tersebut dia meyakinkan sudah melaporkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk penanganan lebih lanjut. Bahkan pihaknya juga sudah menyiapkan pola khusus untuk membantu petani supaya tidak merugi.

“Kita akan bantu petani dengan bibit dan pupuk, mereka pun akan menjadi prioritas pemerintah untuk mendapatkan bantuan tersebut di musim tanam selanjutnya,” ujarnya.

Disinggung terkait program Asuransi Usaha Pertanian (AUTP), Toni menyebutkan bahwa untuk tahun 2025 program itu tidak ada. Hal tersebut terjadi karena adanya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dan salah satunya program AUTP.

“Tidak ada program AUTP dari Kementerian untuk tahun ini, karena anggarannya terpangkas program efisiensi yang dilakukan pemerintah. Tetapi kami akan memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang terdampak gagal panen,” tukasnya. (ils)

Ribuan Masyarakat Sumbawa Masih Jadi Pengangguran

0
H. Varian Bintoro(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat angka pengangguran terbuka mencapai 9.000 orang jumlah tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan  Pemerintah di masing-masing desa.

“Memang angka pengangguran terbuka kita masih cukup tinggi dan kami sudah meminta ke sejumlah perusahaan untuk mengirim kebutuhan tenaga kerja sehingga angka tersebut bisa kita tekan,” kata Kadis Nakertrans H. Varian Bintoro, kepada Ekbis NTB, Senin 5 Mei 2025.

Dia menyebutkan, dari jumlah tersebut tenaga kerja yang sudah terlatih sampai dengan saat ini mencapai 6.000 orang lebih. Sehingga pihaknya meminta kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Sumbawa untuk mengirimkan data kebutuhan tenaga kerja supaya angka pengangguran bisa ditekan.

“Kita sudah bersurat ke perusahaan agar mengirimkan data kebutuhan tenaga kerja sehingga kita bisa siapkan termasuk angka 6.000 tersebut bisa diterima bekerja,” ujarnya.

Pemerintah saat ini lanjut H. Varian masih kesulitan untuk melatih dan mempersiapkan tenaga kerja lokal. Sebab hingga saat ini perusahaan belum mengirimkan data kebutuhan tenaga kerja mereka meskipun sudah beberapa kali disurati.

“Ya kita minta perencanaan dari mereka (Perusahaan) berapa kebutuhan tenaga kerjanya sehingga kita bisa siapkan sesuai kebutuhan perusahaan,” ucapnya.

Dia melanjutkan, karena akan sangat percuma jika tenaga kerja lokal sudah disiapkan tetapi tidak ada sasaran (tempat mereka bekerja) juga akan sia-sia. Tentu dengan beroperasinya dodo rinti diharapkan perusahaan bisa menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.

“Daripada kita latih-latih tetapi mereka tidak membutuhkan tenaga kerja lokal upaya kita juga akan sia-sia. Sehingga kita minta perusahaan agar lebih proaktif dalam memberikan data ke kita (pemerintah),” tambahnya.

H. Varian pun meyakinkan, tenaga kerja lokal harus mendapatkan perlindungan khusus untuk mendapatkan pekerjaan. Selain pola demikian, Pemerintah juga akan membuat aplikasi khusus untuk memproteksi tenaga kerja lokal agar bisa mendapatkan porsi dalam bekerja nantinya.

“Kita sudah bersurat secara resmi ke sejumlah perusahaan untuk memberikan data kebutuhan tenaga kerjanya supaya kita bisa menyiapkan SDM yang handal dan siap bekerja,” sebutnya.

Koordinasi lanjutan dengan perusahaan juga terus dimantapkan demi keberlanjutan pembangunan di daerah. Sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir termasuk juga serapan tenaga kerja lokal juga lebih optimal.

“Pola komunikasi tetap kita lakukan demi menjamin tenaga kerja lokal mendapat tempat untuk bekerja. Kami juga tetap berupaya menyiapkan SDM handal agar siap bekerja dan mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah,” tandasnya. (ils)

Jumlah Masyarakat Miskin di Sumbawa Tembus 293.824 Jiwa 

0
Syarifah(ekbisntb.com/ils) 

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Sosial (Disos) Sumbawa, mencatat hingga Februari tahun 2025 tercatat 107.833 kepala keluarga (KK) atau 293.824 jiwa masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Sebenernya jumlah tersebut cenderung turun, sebab di tahun 2024 jumlah masyarakat miskin berada di 295.105 jiwa atau sebanyak 108. 293 per tanggal 21 Desember,” kata Kabid perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) Syarifah kepada Ekbis NTB, Senin 5 Mei 2025.

Ifok sapaan akrabnya melanjutkan, berdasarkan hasil pendataan ada beberapa kecematan yang menjadi penyumbang tertinggi angka kemiskinan di Sumbawa. Yakni, Kecamatan Utan, Alas, Sumbawa, Labuhan Badas, Plampang, Labangka dan Lunyuk.

“Kita sudah petakan kantong-kantong kemiskinan kita dan akan menjadi atensi pemerintah untuk menekan angka tersebut, ” Ucapnya.

Ia pun memastikan terhadap rumah tangga miskin tersebut, pemerintah sudah menyiapkan program khusus. Salah satunya bantuan PKH, BPNT, dan PBI APBN serta APBD, BLT dan juga bantuan sosial lainnya.

“Mereka semua (masyarakat miskin) sudah tercover bantuan sosial yang sudah ditetapkan Pemerintah dengan harapan mereka bisa keluar dari kategori miskin,” ucapnya.

Dia melanjutkan, persoalan data angka kemiskinan yang cukup tinggi tersebut diakuinya belum bisa terdeteksi apakah masuk kemiskinan ekstrem atau tidak. Mengingat data tersebut disusun berdasarkan data penerima bantuan termasuk saat penyaluran bantuan Covid-19.

“Memang angka tersebut sangat tinggi karena hanya berbasis data penerima bantuan saja, kalau untuk data kemiskinan ekstrem datanya kita tidak punya karena berada di Bappeda,” sebutnya.

Terhadap data tersebut, pihaknya akan meminta ke Desa untuk melakukan verifikasi lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan orang-orang yang masuk dalam DTKS tersebut apakah baik-baik saja atau tidak.

“Kita tetap meminta desa melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi real apakah sudah sejahtera atau belum,” tambahnya.

Verifikasi lapangan perlu dilakukan untuk menekan adanya bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Namun untuk melakukan verifikasi tersebut tidak bisa dilakukan hanya Dinas Sosial saja karena jumlah tenaga yang dimiliki sangat terbatas.

“Kita hanya memiliki 80 orang petugas PKH saja, sehingga tidak bisa mengcover untuk pelaksanaan verifikasi ke 24 Kecamatan. Makanya kita minta desa untuk membantu proses verifikasi penerima bantuan sosial tersebut,” tukasnya. (ils)