Friday, April 10, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 301

Emas Antam pada 10 Mei Naik Tipis Rp2.000 Jadi Rp1,928 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Sabtu (10/5) mengalami sedikit kenaikan Rp2.000, kini harga emas menjadi Rp1.928.000 dari semula Rp1.926.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.777.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Sabtu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.014.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.928.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.796.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.669.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.415.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.775.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.812.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.545.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.012.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp467.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp934.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.868.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Balleywood Lombok: Rumah Baru Industri Hiburan NTB

0
Grand final Mister and Miss NTB 2025 1ST EDITION(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Di tengah pertumbuhan industri kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB), hadir inisiatif baru bernama Balleywood Lombok Indonesia, gagasan dari Abdurrahman, SE., MM., seorang tokoh muda yang ingin menjadikan NTB sebagai pusat baru seni dan hiburan nasional.

Terinspirasi dari Hollywood di Amerika Serikat dan Bollywood di India, Abdurrahman menciptakan istilah “Balleywood” dari kata “bale” (rumah dalam bahasa Sasak), sebagai simbol harapan bagi para seniman muda NTB untuk menapaki panggung nasional dan internasional.

Melalui perusahaannya, PT Balleywood Lombok Indonesia, ia membentuk unit usaha hiburan bernama AMI Entertainment, yang membawahi tiga divisi: AMI School Academy, AMI Music Company, dan AMI Health and Care. Ketiganya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembangan talenta di bidang seni, musik, hiburan, dan kesehatan.

Langkah konkret telah dilakukan. Salah satunya melalui ajang pemilihan Miss and Mr. NTB 2025, yang sukses digelar pada Januari lalu. Acara ini berhasil menjaring 10 talenta muda yang akan mewakili NTB di berbagai ajang nasional. Di antaranya, Miss Beauty NTB akan berlaga di Palembang pada Juni, Mr. NTB (Mr. Friendship) akan tampil di Bogor, dan Miss Cultural NTB akan mewakili NTB di ajang Putri Kebudayaan Indonesia di Jakarta pada Agustus–September 2025.

“Anak-anak ini kami bina sejak awal. Mereka adalah duta kreatif NTB yang membawa semangat seni dan budaya ke level yang lebih tinggi,” kata Abdurrahman.

Melalui AMI School Academy, AMI Entertainment juga membuka ruang edukasi yang mencakup pelatihan model, catwalk, tari, hingga seni pertunjukan. Fokusnya adalah mencetak generasi muda NTB yang percaya diri, profesional, dan siap bersaing.

AMI juga tengah menyiapkan berbagai ajang baru seperti Mr. Teen NTB 2025, Miss Teenager NTB 2025, Putri Muslimah Nusantara NTB, dan Putra Putri Kebudayaan Nusantara NTB. Untuk Miss Teenager, seleksi dilakukan ketat, dengan syarat tinggi badan minimal 175 cm untuk putra dan kriteria proporsional untuk putri. Seleksi ini menyasar pelajar SMA/SMK se-NTB.

“Saya turun langsung ke sekolah-sekolah. Banyak yang punya potensi. Untuk Miss Teenager, kami cari peserta yang tidak berhijab agar seimbang dengan Putri Muslimah yang dikhususkan bagi yang berhijab,” jelasnya.

Untuk menjaring peserta, AMI mengirimkan surat resmi ke sejumlah sekolah. Responsnya positif, dengan beberapa sekolah sudah mulai mengirimkan kandidat terbaik mereka.

Salah satu ajang yang paling menarik perhatian adalah Putri Muslimah Nusantara NTB, yang untuk pertama kalinya digelar di NTB. Ajang ini menawarkan hadiah umrah langsung bagi pemenang, bukan sekadar uang tunai atau tabungan.

“Selama ini belum ada pemilihan seperti ini yang hadiahnya langsung umrah. Ini bentuk apresiasi kami kepada perempuan Muslimah NTB,” tegas Abdurrahman.

Final ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2025, dengan 20 peserta yang telah mendaftar dan akan menjalani wawancara serta seleksi offline. Para finalis kemudian akan menjalani sesi pemotretan profesional dan pengumuman akan dilakukan melalui media milik AMI Entertainment.

Melalui AMI Music Company, AMI memberi ruang bagi para musisi muda untuk menampilkan karya mereka, sementara AMI Health and Care berfokus pada kebugaran dan kesehatan peserta, sebagai upaya menciptakan individu yang tidak hanya menarik, tetapi juga sehat dan siap bersaing.

Abdurrahman menegaskan, Balleywood bukan sekadar nama, tetapi sebuah brand image untuk menjadikan NTB sebagai pusat industri hiburan baru di Indonesia.

“Di Amerika ada Hollywood, di India ada Bollywood, dan di Lombok kita punya Balleywood. Ini rumah bagi seniman muda NTB,” ujarnya penuh semangat.

Ia yakin, dengan ekosistem yang profesional dan dukungan berbagai pihak, NTB akan menjadi lumbung talenta hiburan nasional. (bul)

PLN Resmikan TCC dan DCC di Sumbawa, Tingkatkan Keandalan Listrik untuk 500 Ribu Pelanggan

0
PLN UIW NTB meresmikan pengoperasian TCC dan DCC di Labuhan Badas, Sumbawa(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meresmikan pengoperasian Tambora Control Center (TCC) dan Distribution Control Center (DCC) di Labuhan Badas, Sumbawa, pada Selasa 7 Mei 2025. Kehadiran dua pusat kendali ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan distribusi listrik bagi lebih dari 500 ribu pelanggan di Pulau Sumbawa.

TCC dan DCC berfungsi sebagai pusat pengaturan distribusi dan beban listrik yang memungkinkan pemantauan sistem kelistrikan secara real-time. Dengan sistem ini, PLN dapat mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan menangani permasalahan secara cepat dan akurat.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan bahwa peresmian TCC dan DCC merupakan bagian dari transformasi PLN menuju layanan yang lebih modern dan berorientasi pada pelanggan.

“Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang cepat, tepat, andal, dan aman bagi masyarakat,” ujar Sudjarwo dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sistem kendali terpusat ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan. “Ketika terjadi gangguan, petugas dapat segera merespons dengan informasi yang akurat, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.

Sudjarwo juga menegaskan pentingnya budaya keselamatan kerja dalam mendukung keberhasilan teknologi tersebut. “Safety is our culture. Tidak ada target yang lebih penting dari menjaga nyawa manusia,” ujarnya menekankan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia berharap kehadiran TCC dan DCC membawa dampak nyata bagi pelanggan, mulai dari respons cepat terhadap gangguan, kestabilan pasokan listrik, hingga kemudahan komunikasi.

Langkah ini sejalan dengan visi besar PLN untuk menjadi perusahaan global Top 500 dan pilihan utama pelanggan dalam solusi energi. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, transformasi digital seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem kelistrikan yang tangguh dan adaptif.

Dengan dioperasikannya TCC dan DCC di Sumbawa, PLN UIW NTB menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan terbaik hingga ke pelosok, menjadikan listrik sebagai pendorong utama kemajuan masyarakat di NTB. (bul)

Harga Cabai Rawit Dipastikan Melandai

0
Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Mandalika menunggu pembeli baru-baru ini. Harga cabai rawit mulai melandai. Pasalnya, pasokan dari distributor mulai melimpah. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan harga cabai rawit di pasar tradisional mulai melandai. Pengendalian pasokan dan harga tetap dilakukan agar tidak memicu inflasi.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Jumat 9 Mei 2025 menerangkan, harga cabai rawit mulai melandai dari sebelumnya Rp85 ribu perkilogram menjadi Rp35 ribu perkilogram. Turunnya harga salah satu bumbu dapur ini, disebabkan pasokan mulai melimpah serta faktor cuaca yang mendukung. “Stok dari luar juga sudah ada karena dari Lombok Timur dan Pulau Jawa sudah ada,” terangnya.

Kondisi harga cabai rawit diakui, tidak mengalami fluktuasi harga. Dicontohkan, harganya sejak Senin-Kamis sama Rp35 ribu perkilogram. Nida menegaskan, pemerintah daerah melalui tim pengendali inflasi daerah terus berupaya memenuhi pasokan serta mengendalikan harga barang pokok.

Khusus Dinas Perdagangan rutin melakukan monitoring dan evaluasi harga setiap pekan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. “Ketika harga cabai naik atau meninggalkan harga normalnya kita langsung berkoordinasi dengan TPID,” jelasnya.

TPID lanjutnya, melaksanakan kegiatan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menggelar Kolaborasi Operasi Pasar Murah Keliling (Kopling), operasi pasar murah, dan bazar lainnya.

Nida mengatakan lonjakan harga perlu diantisipasi menjelang Hari Raya Iduladha. Pasalnya, permintaan masyarakat akan mengalami peningkatan dan lain sebagainya. “Harga kebutuhan pokok sekarang sudah normal. Harga bawang juga mulai turun. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan harga,” harapnya.

Yani, salah satu warga Kota Mataram bersyukur harga kebutuhan pokok lainnya mengalami penurunan signifikan. Salah satunya cabai rawit yang sering dikeluhkan ibu rumah tangga. “Kayaknya mulai turun harganya. Saya beli Rp5 ribu banyak sekali dapatnya. Tidak seperti sebulan sebelumnya,” ucapnya.

Stabilitas barang pokok ini diharapkan tetap terjaga hingga Iduladha. Kenaikan barang pokok kata dia, juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan rumah tangga lainnya. Di satu sisi, pendapatan masyarakat tidak berbanding lurus dengan kondisi harga di pasar. (cem)

Perkuat Strategi di Sektor Wisata

0
H Lalu Muhamad Iqbal. (ekbisntb.com/era)

PERTUMBUHAN ekonomi di NTB mengalami kontraksi sebesar 2,32 persen di kuarter pertama tahun 2025. Dalam setahun, pertumbuhan ekonomi daerah mengalami kontraksi mencapai 1,47 persen.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kontraksi ekonomi tidak hanya terjadi di NTB, tetapi seluruh negara di dunia mengalami hal yang sama.“Kalau penurunan pertumbuhan ekonomi, terjadi kontraksi hampir di semua negara, semua daerah itu rata-rata terjadi karena situasi ekonomi globalnya mempengaruhi itu,” ujarnya, Jumat, 9 Mei 2025.

Kontraksi ekonomi pada awal tahun 2025 disebabkan oleh penurunan tajam pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 30,14 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatatkan kontraksi terdalam, mencapai 41,05 persen.

Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak minus di kuarter berikutnya, Iqbal mengatakan perlu memperkuat strategi di seluruh sektor, terutama sektor pariwisata. Sebab, untuk sektor pertambangan, sejak Smelter diresmikan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tidak bisa lagi mengekspor konsentrat.

“Harapan kita justru dalam situasi seperti ini kita tidak punya pilihan selain melakukan promosi di berbagai bidang. Termasuk salah satunya Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS),” ucapnya.

Kedatangan 38 delegasi dari 28 negara ke NTB dinilai mampu menumbuhkan perekonomian daerah, hal ini menyusul kedatangan mereka tidak hanya untuk berwisata, melainkan untuk membangun bisnis investasi di NTB.

Selain itu, mantan Duta Besar RI untuk Turki ini juga menjanjikan akan menjadikan NTB sebagai daerah tujuan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition.

“Akan kita perbanyak event-event MICE, jadi semua jenis yang bisa kita datangkan ke sini, kita datangkan,” katanya.

Sebagai pemantik kegiatan MICE di NTB, Iqbal akan membagikan video perjalanan para delegasi untuk di upload di sosial media masing-masing, sehingga bisa menjadi ajang promosi pariwisata NTB.

“Jadi nanti ada program kita akan membagikan ke mereka video-video, foto-foto perjalanannya untuk mereka upload di medsos mereka juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan ekonomi NTB mengalami kontraksi/negatif sebesar 1,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada triwulan I tahun 2024 (year-on-year).

“Kondisi kontraksi ekonomi ini bukan hal yang luar biasa, karena triwulan I setiap tahunnya memang biasa terjadi kontraksi,” ujarnya.

Menurutnya, kontraksi ekonomi di awal tahun merupakan siklus yang wajar, sebab pemerintah telah melakukan realisasi anggaran di kuarter IV.

“Pada triwulan I, realisasi anggaran dan proyek-proyek pemerintah belum berjalan, masih dalam tahap lelang saja,” tutupnya. (era)

IGS 2025, Kesempatan Emas Promosikan NTB Mendunia

0
Jumat 9 Mei 2025 kemarin Gubernur NTB, H.Lalu Muhamad Iqbal melakukan sharing session atau pemaparan yang berlangsung di Bank NTB Syariah Mataram dalam rangkaian IGS 2025 itu. Pemaparan Gubernur NTB direspons positif oleh para delegasi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia, termasuk NTB kepada dunia, antara lain tentang potensi wisata, budaya, kuliner, dan peluang investasi.

‘’Kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan kuliner NTB kepada dunia. Melalui makanan, kita bisa mendekatkan diri kepada para tamu dan meningkatkan ketertarikan mereka untuk datang dan berinvestasi di sini,’’ ujarnya, Kamis 8 Mei 2025 malam.

Ia berharap, seluruh delegasi dapat menyaksikan betapa luar biasa budaya dan kuliner di NTB dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menambah jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

‘’Kami berharap semua pihak bisa melihat betapa luar biasanya budaya dan kuliner NTB. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman dan hubungan yang kita bangun. Mari kita hadirkan kegiatan yang menarik dan bermanfaat,’’ ujarnya pada jamuan makan malam yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

Ketua Delegasi sekaligus Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R Heru Hartanto Subolo menyatakan Provinsi NTB memiliki banyak potensi dari sektor agrikultur, pariwisata, dan kekayaan adat masyarakatnya.

‘’Selama tiga hari ke depan, kami menawarkan kesempatan dan jejaring yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Kami juga akan memperkenalkan mitra-mitra investasi baru,’’ katanya.

Kegiatan jamuan malam ini dibuka dengan Tarian Nguri yang merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan. Tarian kedua, Dedare Nyesek, menceritakan keseharian masyarakat desa dalam menenun.

Kata “Dedare Nyesek” memiliki arti “Gadis Menenun” dengan gerakan menenun dari awal hingga akhir. Tarian ini dinilai sesuai untuk memperkenalkan budaya dan adat masyarakat Lombok, khususnya kerajinan tenun.

Informasi yang diperoleh, selama empat hari di Lombok, 38 dubes asing beserta pasangan dan peserta diplomatic tour lainnya akan diajak mengenal sejarah dan budaya NTB di Museum dan Kota Tua Ampenan, desa wisata hijau Bilebante. Hingga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di NTB Mall, dan diskusi potensi ekonomi dan investasi NTB bersama Gubernur NTB.

Di Mandalika, para peserta akan menggali potensi investasi bidang pariwisata bersama ITDC serta menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung.

Indonesia Gastrodiplomacy Series sudah diadakan lima kali di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini program unggulan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mempromosikan warisan kuliner Indonesia sebagai media dialog, kerja sama ekonomi, dan diplomasi budaya. Edisi “Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara” kali ini merupakan bagian dari inisiatif promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Respon Positif Potensi NTB

Sementara itu, Jumat 9 Mei 2025 kemarin sharing session atau pemaparan yang berlangsung di Bank NTB Syariah Mataram dalam rangkaian IGS 2025 itu. Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal pada kesempatan itu, menjelaskan potensi pariwisata, perikanan, tambang, agrikulutr dan lainnya setelah pemutaran video selayang pandang potensi NTB.

Gubernur Iqbal mengenalkan beragam potensi yang dimiliki NTB. Hal ini direspon positif oleh peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series yang terdiri dari duta besar dan perwakilan negara sahabat.

“Selamat datang di Kantor Pusat Bank NTB Syariah. Jika berminat berinvestasi di perbankan, kami sangat menyambut baik”, ujar Gubernur membuka pertemuan yang diselingi diskusi bersama peserta.

Ketua Panitia IGS 2025, H.L. Mohamad Faozal menjelaskan, para peserta merespons positif potensi beragam yang dimiliki NTB. ‘’Ini baru kunjungan pertama dan pertemuan awal. Tapi dari pertemuan ini kita melihat respons positif dari para peserta untuk tindak lanjut investasi dan hubungan kerja sama lainnya,’’ ujar Faozal. (r)

Kunjungi Museum Negeri NTB, Delegasi Peserta IGS Terkesan Sajian Makanan Tradisional

0
Anggota delegasi IGS saat mencicipi serabi, makanan khas Lombok saat berkunjung ke Museum Negeri NTB, Jumat, 9 Mei 2025(ekbisntb.com/ham)

Event Indonesia Gastro Diplomacy Series (IGS) 2025 di NTB memberikan kesan positif bagi peserta atau Duta Besar (Dubes) dari sejumlah negara. Selain bisa menikmati keindahan objek wisata alam. Peserta juga terkesan dengan kuliner khas Lombok yang disajikan.

SATU meja disiapkan khusus untuk menaruh kuliner khas Lombok yang berbahan beras ketan disiapkan pihak Museum Negeri NTB, dalam menyambut kedatangan delegasi IGS, Jumat 9 Mei 2025. Bahkan, minuman tradisional khas Lombok, Serbat disediakan selain teh panas yang siap seduh.  Delegasi yang berasal dari Kuwait, Singapura, Yordania, Slovakia, Zimbabwe, Serbia, Ukraina (CDA), Polandia, Rwanda, Ethiopia, Kenya (Commercial Attache), Kuba, Maunitania juga Kamboja. Hadir juga delegasi Laos, Inggris (Perwakilan), Austria, Armenia, Bosnia & Herzegovina, Korea Selatan, Filipina, Austria, Fiji, China, Finlandia, Uni Emirat Arab dan Belanda.

Di bagian lain, pihak Museum Negeri NTB juga menyediakan serabi yang langsung didatangkan dengan pembuatnya. Anggota delegasi IGS dari 28 negara ini bisa menikmati sekaligus melihat secara langsung proses pembuatan serabi.

Kedatangan anggota delegasi  yang dipimpin langsung Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri,  R. Heru Hartanto Subolo diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H. Abdul Aziz, SH , MH., Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB H. Khairul Akbar, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, SH., MH., dan jajaran lainnya usai mengunjungi Pantai Ampenan.

Usai prosesi menyambut kedatangan anggota delegasi, mereka langsung disuguhkan minuman Serbat. Dua petugas langsung mengantarkan minuman Serbat pada anggota delegasi dan pasangannya yang duduk di kursi masing-masing. Setelah itu, mereka langsung mengambil makanan tradisional yang sudah disediakan.

Sebagian besar anggota delegasi sangat suka dengan serabi yang baru matang. Serabi yang masih hangat atau panas langsung diambil di nampan dan dimakan.Meski bahan pelengkap lain, seperti parutan kelapa muda dan gula aren belum dicampur. Ketika mereka merasakan serabi yang sudah dicampur lengkap, banyak di antaranya yang menambah. Bahkan ada yang meminta untuk dibungkus.

Nikmatnya khas kuliner Lombok dan beragam potensi yang dimiliki Lombok cukup berkesan bagi Duta Besar Slovakia untuk Indonesia Tomas Ferko. Dikonfirmasi di sela-sela menikmati makanan serabi, Tomas Ferko mengakui sudah 4 kali ke Indonesia.

Dirinya senang dengan makanan khas Lombok, termasuk keindahan alam yang dimiliki membuatnya senang berkunjung ke daerah ini. Apalagi dalam setiap kunjungannya selalu ada hal yang baru tentang Lombok dan kekayaan alamnya.

Tomas Ferko juga terkesan dengan keindahan alam Rinjani. Menurutnya, tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu dan mengeksplorasi keindahan alam yang dimiliki Lombok, khususnya dan NTB umumnya.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengakui, jika kunjungan delegasi IGS memberikan kesan positif, terutama dengan sajian yang diberikan dan keberadaan koleksi yang ada di museum.

‘’Kementerian mengakui mereka puas hadir di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Dan mereka dapat melihat tentang NTB secara simple. Mereka mendapatkan kesan tentang NTB bahwa NTB multikultural dan terdiri dari berapa etnis. Dan kita berharap ini bisa menjadikan visi Gubernur bisa terwujud, yakni Makmur Mendunia,’’ ujarnya.

Nuralam mengakui, koleksi yang ditampilkan berkaitan dengan konektivitas. Menurutnya, walau NTB wilayah bagian dari Indonesia, tapi ternyata NTB punya kontribusi secara global. Hal ini dilihat di dalam. Dda koleksi, ada maket dari Samalas dan Tambora. Dan itu membuktikan bahwa NTB terhubung dengan global, bagaimana Samalas mempengaruhi dunia dan Tambora mempengaruhi sejarah Eropa, ketika Napoleon Bonaparte saat melakukan ekspansi ke beberapa negara.

‘’Dan ternyata dari dulu NTB Lombok – Sumbawa itu terkoneksi secara global. Nah ini yang kita tampilkan pesan itu mereka sudah dapatkan dan kita juga menampilkan tentang hal-hal yang sifatnya living (hidup). Jadi kami menampilkan tentang tidak hanya artefak yang ada di museum, tapi bagian dari tradisi masyarakat, bagian dari keseharian masyarakat kita tampilkan, makanan tradisional yang ternyata itu sangat menarik bagi mereka,’’ terangnya. (ham)

2.729 Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Tanah Suci

0
Hairul Yamin (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) –  Sebanyak 2.729 CJH asal NTB telah tiba di Tanah Suci. Hingga Kamis, 8 Mei 2025, panitia haji telah memberangkatkan  enam kelompok terbang (kloter) embarkasi Lombok.

Ketua Tim Bina Haji Reguler Kanwil Kemenag NTB, Syukri, menyampaikan bahwa saat ini masih ada 1.818 jemaah yang belum diberangkatkan. Jumlah tersebut terbagi dalam lima kloter, yang akan segera diberangkatkan beberapa hari ke depan.

“Enam kloter sudah diberangkatkan. Kloter terakhir, yakni kloter 6 dari Bima, lepas landas dini hari pukul 01.50 Wita,” ujarnya, Kamis, 8 Mei 2025.

Kemenag NTB memastikan, 1.818 jemaah yang belum berangkat bukan karena kendala visa. Namun, keberangkatan sesuai dengan jadwal terbitnya visa. Yang artinya, 1.818 JCH yang belum berangkat mengalami keterlambatan penertiban.

“Perpindahan kloter dilakukan agar jemaah yang visanya lebih dulu terbit bisa diprioritaskan berangkat lebih awal,” jelasnya.

Sementara itu, per hari ini, Kloter 7 akan membawa 393 jemaah. Dari data yang dihimpun, jemaah tertua di kloter 7 berusia 93 tahun bernama Makiah Kicah dari Aikmel, Lombok Timur, sedangkan jemaah termuda adalah Badrul Munir, 25 tahun, asal Masbagik.

“Tercatat ada 108 lansia dalam kloter 7,” tambahnya.

Dari sisi kesehatan, Plh Kepala Pelayanan Kesehatan Embarkasi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, Hairul Yamin, menyebutkan bahwa dari 393 jemaah kloter 7, sebanyak 62,5 persen tergolong berisiko tinggi.

“48 orang berisiko tinggi berat, 72 orang risiko sedang, 125 orang risiko ringan, dan 144 orang dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Adapun dua jemaah NTB yang meninggal dunia sebelum berangkat ke tanah suci bernama Sapiin (64) asal Kecamatan Sakra Timur. Kemudian ada Siti Maryam dari Kabupaten Bima. “Yang dari Bima sempat dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Keduanya sempat masuk Asrama Haji,” ulasnya.

Kedua jemaah calon haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah suci bisa mengajukan asuransi haji. Total asuransi yang diberikan sebagai satu kali Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang disetor untuk biaya pemberangkatan.

“Besaran BIPIH di NTB sebesar Rp 56.764.801. Jumlah ini yang akan diterima oleh keluarga jemah,” katanya.

Menurutnya, pemberian asuransi bisa dilakukan jika kursi yang bersangkutan tidak dilimpahkan ke ahli waris. Jika dilimpahkan, otomatis asuransi jemaah yang meninggal dunia gugur.

“Karena nomor kursi bisa dipakai kembali oleh ahli waris,” pungkasnya. (era)

Wamen Ekraf Perkenalkan Wisata Hijau Bilebante pada Rombongan Peserta IGS

0
Rombongan diplomat kunjungi desa wisata bilebante(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Puluhan diplomat yang terdiri duta besar (Dubes) dan perwakilan negara sahabat mengunjungi objek wisata hijau Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), Jumat 9 Mei 2025.

Rombongan dipimpin langsung Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri dan Staf Ahli Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Sejumlah pejabat pusat dan Provinsi NTB serta Loteng turut mendampingi rombongan dalam kunjungan yang menjadi bagian dari agenda Indonesia GastroDiplomacy Series tersebut.

Pada kesempatan itu Wamen Ekraf memperkenalkan langsung berbagai potensi yang ada di Desa Wisata Hijau Bilebante tersebut. Usai berkeliling desa, rombongan kemudian dijamu di objek wisata Pasar Pancingan yang merupakan salah satu objek wisata unggulan desa setempat.

Selain menikmati berbagai makanan dan jajanan tradisional, para diplomat tersebut juga ikut praktik langsung memasak masakan tradisional bersama masyarakat setempat.

Para diplomat pun mengaku senang bisa melihat dan menikmati secara langsung berbagai masakan dan jajanan tradisional langsung dari sumbernya. Terlebih semua makanan dan jajanan dimasak dan dibuat secara tradisional. Menggunakan bahan makanan yang ada di desa, sehingga bisa dijamin keaslian dan kealamiannya. Sejumlah diplomat pun mengaku senang dan tertarik dengan keunikan produk atau masakan yang disajikan.

Irene mengatakan, pihaknya sengaja membawa rombongan para diplomat dari sekitar 27 negara tersebut ke desa wisata hijau Bilebante agar bisa tahu apa saja potensi yang dimiliki Desa Bilebante dan NTB secara lebih luas. Kalau sudah mengetahui potensi yang ada diharapkan bisa menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah ini.

“Investor itu perlu tahu dulu di sini ada apa, baru mereka bisa tahu potensi apa yang apa bisa dikembangkan,” terang Irene.

Melalui kegiatan semacam inilah potensi yang ada kita perkenalkan. Kemudian nantinya melalui perantara para diplomat itulah informasi tentang potensi yang ada di daerah ini bisa tersebar luas, sehingga perlahan akan bisa menarik masuk investasi di daerah ini.

Hal senada juga disampaikan Wagub NTB Hj. Indah Damayanti Putri. Menurutnya, kedatangan puluhan para diplomat dari berbagai negara tersebut sangat istimewa bagi NTB. Dan, tentunya diharapkan bisa memberikan nilai lebih bagi daerah. Terutama bagi pelaku UMKM dan beberapa tempat yang dikunjungi selama berada di daerah ini.

Memang, kalau bicara dampak tentu tidak bisa langsung. Bahwa manfaatnya mungkin tidak langsung dirasakan saat ini. Tetapi paling tidak dengan sambutan dan pelayanan yang baik yang diberikan oleh masyarakat bisa memberikan kesan mendalam bagi para diplomat yang datang tersebut, sehingga bisa memberikan nilai positif bagi daerah di luar negeri. (kir)

Terlambat RUPS, Jamkrida NTB Syariah Belum Bisa Setorkan Rp1,9 Miliar Dividen

0
Lalu Taufik Mulyajati (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Salah satu BUMD keuangan NTB, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB Syariah belum menyetorkan dividen kepada pemegang saham akibat belum dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keterlambatan ini terjadi karena masih menunggu jadwal pemegang saham pengendali (PSP) atau Gubernur NTB untuk pelaksanaan RUPS.

Direktur Utama PT Jamkrida NTB NTB, Lalu Taufik Mulyajati, Jumat, 9 Mei 2025 menjelaskan bahwa RUPS idealnya digelar pada Mei 2025 lalu, namun belum ada kesiapan dari PSP. Direksi telah bersurat resmi pada April 2025 untuk meminta audiensi dengan Gubernur NTB, tetapi hingga saat ini belum ada kepastian karena padatnya jadwal kepala daerah.

“Kami sudah mengajukan audiensi sejak April, dengan harapan RUPS bisa dilakukan pada Mei. Namun, karena belum ada kepastian, kami menargetkan pelaksanaan paling lambat Juni 2025 sesuai batas akhir yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT),” ujar Lalu Taufik.

Ia menegaskan bahwa secara fakta keuangan, perusahaan tidak menghadapi kendala dalam hal laba atau aspek lainnya. Keterlambatan ini murni terkait administrasi RUPS. Berdasarkan laporan keuangan, kinerja perusahaan mencapai Rp1,9 miliar, dengan setoran dividen untuk Pemprov NTB sebesar Rp1,6 miliar.

Sementara itu, keuntungan PT Jamkrida NTB terus menunjukkan peningkatan. Tahun lalu, pada tahun buku 2023 perusahaan mencatat laba sebesar Rp2,6 miliar, dan kinerja tahun buku 2024 meningkat hingga Rp3,2 miliar, atau mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen.

Menurut regulasi, RUPS wajib dilaksanakan maksimal Juni 2025, dan jika melewati batas tersebut, perusahaan dapat dikenakan sanksi administrasi. Konsultasi dengan Biro Ekonomi telah dilakukan beberapa kali untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

Lalu Taufik berharap adanya kepastian jadwal dari PSP dalam waktu dekat agar tidak terjadi keterlambatan lebih lanjut yang dapat berdampak pada kepentingan pemegang saham.

“Kami tetap berupaya agar RUPS dapat segera terlaksana, sehingga dividen bisa disetor sesuai ketentuan,” tambahnya.(bul)