Home Blog Page 3

Bank Indonesia Dukung Desa Berdaya NTB, Perkuat Literasi Keuangan hingga Akses Pembiayaan

0
Bank Indonesia Dukung Desa Berdaya NTB, Perkuat Literasi Keuangan hingga Akses Pembiayaan
Hario K Pamungkas (EKBIS NTB/bul)

Mataram (EKBIS NTB) –Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB menegaskan dukungan terhadap program unggulan Desa Berdaya yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTB.

Dukungan diarahkan pada penguatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, dan digitalisasi transaksi agar program pemberdayaan desa memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.


Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan dukungan terhadap Desa Berdaya sejalan dengan arah kebijakan BI yang menekankan empat prinsip, yakni berdampak (impactful), inklusif (inclusive), terintegrasi (integrated), dan bersinergi (synergy).


Menurutnya, program BI perlu memberikan manfaat bagi perekonomian daerah, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta terhubung dengan program pemerintah pusat maupun daerah.


“Program-program BI ke depan akan semakin diarahkan agar terintegrasi dan mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah. Di NTB ada program Desa Berdaya, tentu kami akan mendukung,” ujar Hario.


Ia menjelaskan, dukungan telah dimulai melalui edukasi keuangan kepada pelaku program Desa Berdaya. Kegiatan itu dilakukan bersama Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan.


Edukasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha dan memanfaatkan layanan keuangan formal. Ke depan, BI akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB untuk menentukan bentuk dukungan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di desa.


Hario menilai, literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan bantuan dan program pemberdayaan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat tidak cukup hanya memperoleh bantuan atau memiliki usaha produktif, tetapi juga perlu memahami cara mengelola keuangan, mengakses pembiayaan, dan memperluas pasar.


Salah satu aspek yang didorong ialah pemahaman mengenai akses kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui kolaborasi dengan OJK dan Kementerian Keuangan, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pembiayaan formal untuk mengembangkan usaha.


Sementara itu, dari sisi kewenangan BI, dukungan dapat diperkuat melalui sistem pembayaran digital, termasuk pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta edukasi mengenai perlindungan konsumen.


Digitalisasi pembayaran diharapkan membantu pelaku usaha desa melakukan transaksi secara lebih praktis sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti perkembangan ekonomi digital.


“BI tentu terkait dengan sistem pembayaran, bagaimana penggunaan digitalisasi melalui QRIS, kemudian perlindungan konsumen dan sebagainya. Mudah-mudahan dengan literasi keuangan yang cukup baik, hal itu bisa mendukung keberhasilan program Desa Berdaya,” katanya.


Lebih jauh, Hario menilai keberhasilan Desa Berdaya sangat bergantung pada implementasi program di lapangan dan kemampuan masyarakat memanfaatkan dukungan yang diberikan pemerintah.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.


Ia juga menyoroti peluang pengembangan sektor pangan melalui program tersebut. Sebagai daerah yang diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional, NTB memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan usaha pangan berbasis desa.


Dukungan terhadap pelaku usaha, peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan, dan akses pembiayaan diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal.


“Harapannya, dengan semakin besarnya dukungan Pemerintah Provinsi NTB kepada desa-desa tersebut, produktivitas pangan di NTB juga semakin meningkat,” tandasnya. (bul)


Tak Bayar PBBPerusahaan Terancam Ditutup

0
Tak Bayar PBBPerusahaan Terancam Ditutup
Ahmad Amrin (EKBIS NTB/cem)

Mataram (EKBIS NTB) -Badan Keuangan Daerah Kota Mataram mengancam akan menutup perusahaan yang tidak membayar pajak bumi dan bangunan. Pasalnya, jatuh tempo pembayaran telah berakhir 31 September.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menjelaskan, jatuh tempo pembayaran pajak bumi dan bangunan berakhir 31 September 2026. Realisasi pembayaran mencapai 84,79 persen atau Rp25,4 miliar lebih dari target Rp30 miliar. Sementara, sisa pajak bumi dan bangunan yang belum terbayar mencapai Rp4,6 miliar lebih.

Berdasarkan catatan 68 persen wajib pajak yang belum bayar PBB masuk buku saku I-II. Artinya, masyarakat yang tinggal di pemukiman. Sementara, sisanya buku saku IV ke atas atau badan usaha alias perusahaan. “Setelah kita pilah ternyata buku saku IV ke atas ini lumayan banyak belum bayar PBB,” jelas Amrin dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Pemkot Mataram telah mensosialisasikan pembayaran PBB melalui pengumuman di media massa,media sosial serta pamplet yang dipasang di sejumlah lokasi di Kota Mataram. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan kebijakan penghapusan denda pajak.
Semestinya kata Amrin, kebijakan penghapusan denda dimanfaatkan untuk meringankan beban mereka. Akan tetapi, perusahaan tidak memanfaatkan.

Pihaknya segera mengeluarkan surat peringatan ke perusahaan swasta belum bayar PBB. Jika dinilai tidak kooperatif tempat usahanya terancam ditutup. “Iya, nanti kita tutup saja. Kita pasangkan pengumuman mereka belum bayar pajak,” tegasnya.

Khusus intervensi masyarakat di perkampungan akan diminta kepala lingkungan dan lurah mengingatkan kembali warganya supaya membayar PBB. Pihaknya tidak mungkin mendesak maupun mengenakan sanksi bagi masyarakat meskipun tunggakan pembayaran PBB merata di seluruh kelurahan.

Amrin mengatakan kendala target PBB belum mencapai 100 persen disebabkan pemilik objek pajak sulit ditemui. Rata-rata wajib pajak berada di luar daerah sehingga tidak bisa ditagih. “Contohnya objek terbengkalai di Kecamatan Cakranegara dan Kecamatan Sandubaya seperti Titania Abimantra susah sekali ditemui pemiliknya,” sebutnya.

Ia mengimbau sekaligus mengingatkan wajib pajak perorangan maupun badan (perusahaan,red) meningkatkan kepatuhan membayar pajak. Pajak yang disetorkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program pemerintah. Selain itu, tingginya kepatuhan membayar pajak menunjukan kemandirian fisikal daerah. (cem)

Pembebasan Jalan Nuraksa-Batu Bolong Terkendala Pemilik Lahan

0
Pembebasan Jalan Nuraksa-Batu Bolong Terkendala Pemilik Lahan
RAKER - Rapat kerja Komisi III dengan Dinas PUPR, Dinas Kominfo dan Brida Kota Mataram di DPRD Kota Mataram, rabu (21/10).(EKBIS NTB/fit)

Mataram (EKBIS NTB) –Kepastian pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Nuraksa – Batu Bolong, Kota Mataram, masih menghadapi kendala. Sejumlah pemilik lahan belum sepenuhnya bersedia melepas tanahnya sebelum pemerintah menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan pembayaran pembebasan lahan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Mataram dengan Dinas PUPR Kota Mataram, Rabu (21/10). Komisi III meminta PUPR memberikan kejelasan mengenai bidang tanah yang akan dibebaskan, kebutuhan anggaran, serta tahapan pelaksanaannya agar alokasi anggaran yang telah disiapkan tidak sia-sia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan, persoalan pembebasan lahan di Batu Bolong tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan anggaran, tetapi juga kesediaan masyarakat untuk melepaskan tanah mereka.

Menurutnya, sejumlah pemilik lahan meminta pemerintah terlebih dahulu merealisasikan pembayaran pembebasan lahan di bagian selatan. Setelah melihat kesungguhan pemerintah, mereka berharap proses pembebasan lahan di lokasi lainnya dapat dilanjutkan.

Meski demikian, masyarakat telah memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan pengukuran dan menentukan titik-titik bidang tanah yang berpotensi dibebaskan. Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan anggaran dan menentukan tahapan pembayaran.

PUPR sebelumnya mempertimbangkan memulai pembebasan lahan dari bagian utara karena terdapat banyak bidang tanah berukuran relatif kecil. Sementara itu, pemilik lahan di bagian selatan disebut lebih sedikit dan pada prinsipnya telah bersedia melepaskan tanahnya, meskipun luas bidang yang dibebaskan lebih besar.

Namun, dengan mempertimbangkan dinamika di lapangan, pemerintah mengarahkan rencana pembebasan lahan untuk dimulai dari bagian selatan. Langkah ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah berlarut-larutnya proses pembebasan lahan.

Dalam pembahasan tersebut, kebutuhan lahan yang telah dipetakan juga menjadi perhatian. Dari sekitar 56 bidang tanah yang dipetakan, luas keseluruhannya diperkirakan mencapai 1,2 hektare. Meski demikian, nilai pembebasan belum dapat dipastikan karena masih memerlukan proses penilaian oleh tim penilai atau appraisal.

Lale menjelaskan, hasil pengukuran dan pemetaan bidang tanah akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan penilaian harga tanah. Selanjutnya, pemerintah memprioritaskan bidang yang memungkinkan dibayarkan sesuai kemampuan anggaran, dengan mempertimbangkan kejelasan dokumen kepemilikan.

Bidang tanah dengan sertifikat yang jelas dan tidak bermasalah akan didahulukan agar proses pembayaran berjalan lancar. Sebaliknya, lahan yang masih terkendala status kepemilikan, termasuk persoalan warisan, berpotensi memerlukan penyelesaian lebih lanjut.

Pemerintah berharap pendekatan bertahap tersebut dapat mempercepat pembebasan lahan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat. Namun, kejelasan nilai tanah, kesiapan anggaran, dan komitmen pembayaran tetap menjadi faktor penting agar pembangunan jalan Nuraksa – Batu Bolong tidak terus tertunda. (fit)


Dinsos Ungkap Kampung Miskin di Monjok Barat Diduga Jadi Markas Aktivitas Jalanan

0
Dinsos Ungkap Kampung Miskin di Monjok Barat Diduga Jadi Markas Aktivitas Jalanan
Muzakkir Walad (EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) –Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mengungkap keberadaan sebuah kawasan yang diduga menjadi tempat penampungan sejumlah keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Lingkungan Cermen, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang.

Kawasan yang disebut sebagai “Kampung Miskin” diduga dihuni sekitar 10 kepala keluarga (KK), termasuk warga yang beraktivitas sebagai anak jalanan (anjal), pengamen, badut jalanan, serta gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan kawasan tersebut diduga menjadi tempat tinggal sementara bagi para PMKS. Mereka disebut menempati lahan kosong dengan bangunan sederhana beratapkan terpal.

“Ada lahan kosong yang memang dibangun dengan tenda terpal untuk tempat tinggal mereka. Ditampung di sana,” ujarnya, Selasa (20/10).

Muzakkir memperkirakan sekitar 10 KK tinggal di kawasan tersebut. Selain menjadi tempat tinggal, lokasi itu diduga dimanfaatkan oleh oknum koordinator untuk mengarahkan warga pendatang melakukan aktivitas di jalanan.

Menurut Muzakkir, sejumlah warga yang baru mulai beraktivitas sebagai anak jalanan atau pengemis diduga mendapat dukungan dari oknum tersebut. Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan aktivitas di ruang publik.

“Mereka dikoordinasi. Bahkan, bagi mereka yang baru bergelut sebagai anak jalanan atau pengemis, kemudian didukung. Oknum ini sengaja mendorong yang bersangkutan untuk memberikan contoh kepada pengguna jalan atau masyarakat yang lewat,” ungkapnya.

Informasi mengenai keberadaan kawasan tersebut diperoleh Dinsos Kota Mataram dari keterangan seorang badut jalanan yang sebelumnya ditertibkan petugas. Berdasarkan informasi itu, Dinsos berencana menelusuri langsung lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan para PMKS tersebut.

“Itu yang memberikan informasi adalah mereka yang pernah tinggal di sana. Makanya, nanti coba kita cek,” jelas Muzakkir.

Sementara itu, Lurah Monjok Barat, Budiawan, mengaku belum dapat memastikan keberadaan kawasan yang diduga menjadi tempat penampungan sekaligus lokasi koordinasi aktivitas para PMKS di jalanan tersebut.

Ia mengatakan baru menjalani serah terima jabatan sebagai Lurah Monjok Barat setelah sebelumnya bertugas di Kelurahan Ampenan Tengah. Karena itu, ia belum mengetahui secara pasti informasi mengenai keberadaan kawasan tersebut.

“Saya belum tahu, baru serah terima jabatan. Coba nanti kita pastikan dan cek keberadaannya di mana kalau memang ada,” ujarnya. (pan)


ASUS Luncurkan Laptop AI untuk Kreator

0

Jakarta (ekbisntb.com) – ASUS resmi menghadirkan dua laptop kreator profesional, ProArt P14 dan ProArt P16, di Indonesia pada 20 Oktober 2026. Kedua laptop ini dibekali teknologi NVIDIA RTX Spark™ yang memungkinkan pengguna menjalankan kecerdasan buatan (AI) langsung di perangkat tanpa harus terhubung ke internet.

ASUS ProArt P14 dibekali memori terpadu (Unified Memory) 64 GB, sedangkan ProArt P16 memiliki kapasitas 128 GB. Keduanya dirancang untuk mendukung pekerjaan kreatif, mulai dari pengolahan foto, pembuatan video berbasis AI, hingga rendering dan produksi konten beresolusi tinggi.

ASUS mengklaim kemampuan AI lokal ini dapat membantu kreator mengolah materi sensitif tanpa harus mengunggahnya ke layanan komputasi awan (cloud). Fitur tersebut dinilai bermanfaat bagi agensi kreatif, rumah produksi, dan seniman 3D yang menangani berkas milik klien.

Dalam pengujian internal ASUS Indonesia, ProArt P14 mampu menjalankan model AI Qwen Image 2.1 untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik. Laptop tersebut juga diuji menggunakan MiniMax H3 untuk mengubah foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Proses kedua ini diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik.

Pengujian tersebut dilakukan menggunakan aplikasi ComfyUI Desktop dan model AI dengan kuantisasi INT8. ASUS menegaskan, hasil dapat berbeda bergantung pada versi aplikasi, driver, dan pengaturan yang digunakan.

Selain pengolahan gambar dan video, ASUS memperlihatkan penggunaan Hermes Agent untuk membantu pekerjaan kreatif. Sistem ini dapat membaca folder proyek, merangkum arahan klien, hingga membuat draf naskah atau keterangan konten dalam berkas baru. Namun, aplikasi dan model AI tersebut tidak tersedia secara bawaan sehingga pengguna perlu mengunduh dan mengaturnya sendiri.

Dari sisi performa, kedua laptop menggunakan NVIDIA RTX Spark N1X yang menggabungkan GPU Blackwell RTX 6.144 core dan CPU Grace 20 core. ASUS menyebut kemampuan komputasi AI perangkat ini mencapai 1 petaflop pada jalur FP4.

Laptop ini juga dilengkapi layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED yang mendukung 100 persen ruang warna DCI-P3 dan menampilkan hingga 1,07 miliar warna. ProArt P14 menggunakan layar 14 inci beresolusi 2.8K, sedangkan ProArt P16 memiliki layar 16 inci beresolusi UHD+. Keduanya mendukung refresh rate 120 Hz.

Untuk mendukung mobilitas, ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,48 kilogram dengan baterai 90 Wh, sementara ProArt P16 berbobot sekitar 1,77 kilogram dengan baterai 99,9 Wh. Keduanya dilengkapi adaptor USB Type-C 140 watt dan telah melewati pengujian ketahanan standar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H.

ASUS turut memberikan garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun, yang mencakup kerusakan akibat kecelakaan pemakaian sesuai syarat dan ketentuan. Pengguna juga memperoleh layanan purnajual berupa penjemputan dan pengantaran unit servis, antrean perbaikan prioritas, serta pembersihan laptop profesional.

Harga dan Ketersediaan

ASUS ProArt P14 dipasarkan dengan harga resmi Rp80.999.000, sedangkan ProArt P16 dibanderol Rp113.999.000.

Selama periode prapemesanan hingga 23 Oktober 2026, ASUS menawarkan harga khusus Rp79.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp112.999.000 untuk ProArt P16. Prapemesanan P14 tersedia melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan toko ASUS terpilih. Sementara itu, P16 hanya tersedia melalui ASUS Online Store.

Pembelian melalui ASUS Online Store selama periode tersebut juga mendapatkan hadiah ASUS ProArt Mouse MD301 senilai Rp1.699.000.

Konsumen dapat mencoba langsung kedua laptop beserta ekosistem ASUS ProArt di stan ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026. (r/*)

GPIPS 2026: Sinergi Sigap Pangan Jaga Stabilitas Ekonomi dan Inflasi NTB

0

Mataram (Ekbis NTB) — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Provinsi NTB memperkuat langkah antisipatif pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan edukasi konsumsi pangan alternatif. Langkah ini diintegrasikan dalam perhelatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 yang mengusung tema SIGAP PANGAN (Sinergi Penguatan dan Akselerasi Produksi–Hilirisasi Pangan NTB), bertempat di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah pada 20–21 Oktober 2026.

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K Pamungkas, menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2026, inflasi NTB tercatat sebesar 4,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), naik dari bulan sebelumnya yang berada di angka 4,03 persen. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tercatat 0,36 persen, yang utamanya dipicu oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit dan tomat.

“Gerakan Pangan Murah ini kita upayakan menghadirkan komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penyebab inflasi di NTB, seperti cabai dan tomat. Mudah-mudahan dengan adanya GPM ini, harga komoditas tersebut bisa lebih terkendali,” ujar Hario, Rabu (21/10/2026).

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K Pamungkas

Strategi GPM dan Diversifikasi Pangan Alternatif

Sebagai instrumen jangka pendek, GPM dihadirkan untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat di tengah peningkatan konsumsi menjelang akhir tahun. GPM ini disinergikan pula dengan program sosial seperti Sigap Wakaf, di mana masyarakat dapat berwakaf Rp10.000 untuk memperoleh 1 liter minyak goreng.

Tidak hanya mengandalkan pasar murah, BI NTB bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) turut mendorong perubahan pola konsumsi melalui lomba memasak berbahan dasar ikan budidaya atau ikan air tawar. Langkah ini diambil mengingat komoditas ikan laut kerap menjadi penyumbang tekanan inflasi, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa. Melalui sosialisasi ini, masyarakat didorong memanfaatkan sumber protein alternatif seperti ikan darat, daging ayam, maupun daging sapi.

“Melalui edukasi ini, mudah-mudahan konsumsi pangan alternatif bisa meningkat sehingga tekanan permintaan terhadap komoditas yang selama ini menjadi penyebab inflasi dapat dikurangi,” jelas Hario.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Lalu Moh. Faozal

Empat Agenda Utama dan Sinergi 4K

Mewakili Gubernur NTB, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Lalu Moh. Faozal, menegaskan bahwa prestasi fundamental ekonomi NTB yang tumbuh 7,41 persen pada triwulan kedua 2026 harus diiringi dengan stabilitas harga yang nyata dirasakan masyarakat. Mengacu pada arahan Gubernur, TPID provinsi dan kabupaten/kota diminta fokus menjalankan empat agenda strategis:

  1. Memperkuat produksi dan produktivitas pangan lokal melalui akses benih unggul, pupuk, dan teknologi.
  2. Memperkuat kerja sama antar-daerah untuk menghubungkan wilayah surplus dan defisit secara konkret.
  3. Mempercepat hilirisasi pangan guna memberikan nilai tambah dan memperluas akses pasar produk lokal.
  4. Memperkuat tata kelola inflasi berbasis 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri

Potensi Lumbung Pangan dan Tantangan Lapangan

Dari sisi daerah penyangga, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, memaparkan bahwa wilayahnya memiliki 450.000 hektar lahan basah dengan produksi gabah kering mencapai 450.000 ton—jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan 1,2 juta penduduk Lombok Tengah dan menjadi penyuplai pangan nasional.

Kendati demikian, Bupati Lombok Tengah juga menyoroti tantangan regulasi terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang turut mencakup area perbukitan dan berdampak pada investasi pariwisata. Di tengah tantangan tersebut, sektor pertanian Lombok Tengah justru kian bergeliat berkat uji coba varietas benih padi unggul Gamagora temuan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi mencapai 10 hingga 11 ton per hektar.

Antisipasi El Niño dan Penguatan Sektor Hulu-Hilir

Sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan cuaca dan ancaman fenomena El Niño pada 2027, Bank Indonesia turut menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa pompa air dan greenhouse kepada kelompok tani.

Hario menegaskan bahwa stabilitas ekonomi adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan. Melalui momentum GPIPS 2026 dan sinergi SIGAP PANGAN, kolaborasi lintas pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh—tidak hanya meredam gejolak harga jangka pendek, tetapi juga mengakselerasi hilirisasi dan kesejahteraan petani di NTB. (fan)

Bank NTB Syariah dan UBG Perkuat Kesiapan Karier Generasi Muda NTB

0
Bank NTB Syariah dan UBG Perkuat Kesiapan Karier Generasi Muda NTB


Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah berkolaborasi dengan Universitas Bumigora (UBG) untuk memperkuat kesiapan generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki dunia kerja. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Career Talk: From Campus to Career di Ballroom Bank NTB Syariah, Mataram, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan yang diinisiasi Pusat Karier UBG ini membekali mahasiswa dan alumni dengan wawasan tentang dunia profesional, pengenalan potensi diri, perencanaan karier, hingga penyusunan curriculum vitae (CV) yang profesional.


Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri penting untuk menjembatani kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.


Menurutnya, kesiapan karier tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan prestasi akademik. Generasi muda juga perlu memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta daya adaptasi untuk menghadapi perubahan dan persaingan di dunia profesional.


“Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri penting untuk menjembatani kebutuhan pendidikan dengan tuntutan dunia kerja, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional,” ujar Ferry.


Ia menegaskan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTB Syariah memiliki kepentingan untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB. Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat.


“Kami berharap kolaborasi Bank NTB Syariah dan Universitas Bumigora dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” katanya.


Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBG, Lilik Widyawati, M.Pd., mengatakan keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar akademik. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab mempersiapkan lulusan agar mampu memasuki dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengembangan karier menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi kebutuhan dunia profesional.


Ketua Pusat Karier UBG, Dr. Suriadi Ardiansyah, M.Pd., menambahkan, transisi dari bangku kuliah menuju dunia kerja membutuhkan persiapan yang terarah. Mahasiswa dan alumni perlu mengenali potensi diri, menguasai kompetensi yang relevan, serta memiliki strategi untuk mencapai tujuan karier.
Ia juga mendorong lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu membaca peluang, membangun jejaring profesional, dan menciptakan kesempatan melalui kewirausahaan.


Career Talk 2026 mengangkat tema “Kenali Potensi, Bangun Roadmap Karier, dan Raih Pekerjaan Pertama dengan CV Profesional”. Materi yang diberikan meliputi pengenalan minat dan potensi diri, perencanaan karier di era Society 5.0, serta teknik menyusun CV profesional.


Kegiatan berlangsung dalam dua sesi dan diikuti mahasiswa serta alumni dari berbagai fakultas di lingkungan UBG. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi, pemecahan masalah, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, dan integritas sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Dengan kesiapan yang lebih baik, generasi muda NTB diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.


Bagi Bank NTB Syariah, keterlibatan dalam pengembangan kapasitas generasi muda merupakan bagian dari komitmen menghadirkan Berkah Bermakna, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.(bul)

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

0
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Mataram (Suara NTB)- Bank NTB Syariah terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha di Nusa Tenggara Barat (NTB). Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi bersama Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTB, PSMTI Kota Mataram, dan perwakilan Marga Tun Hong, sekaligus menjajaki peluang kerja sama bisnis dan pemanfaatan layanan perbankan.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Bank NTB Syariah untuk mempererat hubungan dengan komunitas dan pelaku usaha serta mengidentifikasi kebutuhan layanan perbankan yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama.

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, bersama jajaran pimpinan cabang dan pimpinan cabang pembantu di wilayah Mataram dan sekitarnya. Sementara dari PSMTI hadir perwakilan pengurus tingkat provinsi dan Kota Mataram bersama sejumlah perwakilan Marga Tun Hong.

Ferry Ardiansyah mengatakan, silaturahmi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha merupakan salah satu upaya Bank NTB Syariah untuk memperluas jaringan sekaligus memahami kebutuhan layanan keuangan masyarakat.

“Bank NTB Syariah terbuka untuk membangun komunikasi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha. Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mengetahui kebutuhan perbankan yang ada dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap peluang kerja sama akan ditindaklanjuti dengan memperhatikan kebutuhan para pihak, ketentuan yang berlaku, serta prinsip tata kelola dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.
Mewakili Pengurus PSMTI Provinsi NTB, Suriadi Adinata mengapresiasi silaturahmi yang dilakukan Bank NTB Syariah. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membahas potensi kerja sama yang dapat mendukung kebutuhan perbankan anggota dan pelaku usaha di lingkungan PSMTI.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk saling mengenal dan bertukar informasi. Kami berharap komunikasi ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret, khususnya dalam mendukung kebutuhan layanan perbankan bagi anggota dan pelaku usaha di lingkungan kami,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga peluang kerja sama dapat dibahas dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan kedua belah pihak.

Melalui pertemuan ini, Bank NTB Syariah berharap hubungan dengan PSMTI dan Marga Tun Hong dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung aktivitas transaksi dan pengelolaan keuangan.

Bank NTB Syariah akan terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha di NTB untuk memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.(bul)

Aktivitas Bandara Lombok Cetak Rekor Tertinggi Selama Lima Tahun MotoGP di Mandalika

0
Aktivitas Bandara Lombok Cetak Rekor Tertinggi Selama Lima Tahun MotoGP di Mandalika

Praya (Suara NTB) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 mendongkrak aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Selama periode 5–16 Oktober 2026, bandara  ini mencatat rekor tertinggi trafik pesawat, penumpang, dan kargo selama lima tahun penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat sebanyak 1.217 pergerakan pesawat selama periode tersebut, meningkat 26 persen dibandingkan 966 pergerakan pada MotoGP 2025. Jumlah penumpang mencapai 106.933 orang atau tumbuh 10 persen dari 97.121 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan paling tinggi terjadi pada trafik kargo. Volumenya mencapai 1.281 ton, naik 37 persen dibandingkan 935 ton pada MotoGP 2025.

General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya mobilitas menuju Lombok selama penyelenggaraan ajang balap motor internasional itu.

“Pencapaian rekor trafik pada MotoGP 2026 menunjukkan tingginya aktivitas penerbangan dan mobilitas menuju Lombok selama penyelenggaraan ajang internasional ini,” ujarnya.

Trafik Penerbangan Tumbuh Dua Digit

Peningkatan aktivitas penerbangan selama MotoGP sejalan dengan pertumbuhan trafik BIZAM sepanjang 2026. Pada Triwulan III 2026, jumlah penumpang mencapai 765.179 orang, naik 7,1 persen dibandingkan 714.204 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Pergerakan pesawat meningkat lebih tinggi, yakni 23,3 persen, dari 7.068 menjadi 8.718 pergerakan. Namun, trafik kargo justru turun 9,3 persen, dari 3.256 ton menjadi 2.953 ton.

Secara kumulatif, Januari–September 2026, BIZAM melayani 2.063.862 penumpang atau tumbuh 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.828.120 orang.

Pergerakan pesawat mencapai 23.961 kali, meningkat 27,9 persen dari 18.732 pergerakan. Sementara itu, volume kargo mencapai 9.499 ton atau naik 24,1 persen dibandingkan 7.655 ton pada Januari–September 2025.

Adapun tiga rute dengan trafik tertinggi adalah penerbangan menuju dan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Juanda, serta Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.(bul)

Stok Semen di Bima Kosong

0
Stok Semen di Bima Kosong
STOK KOSONG – Salah satu distributor semen di Kabupaten Bima mengeluhkan berkurangnya pasokan semen dari dari produsen. Hal ini berpengaruh terhadap kenaikan harga.(EKBIS NTB/hir)


Bima (EKBIS NTB) –Pasokan semen di Kabupaten Bima, khususnya Kecamatan Woha dan Palibelo mulai tersendat sejak awal Oktober. Sejumlah toko kehabisan stok selama dua minggu. Sementara itu, harga semen di tingkat pengecer berkisar Rp75 ribu-Rp85 ribu per sak.


Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima, Juraidin mengatakan stok semen kosong diketahui setelah memantau sejumlah toko bangunan dan distributor. Pasokan semen yang datang tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen.


“Untuk kondisi di Woha dan Palibelo berdasarkan informasi dari pemilik toko, kelangkaan sudah terjadi sejak dua minggu,” kata Juraidin saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).


Menurut dia, pasokan yang diterima toko langsung habis dalam waktu singkat. Misalnya, toko menerima kiriman semen tiga hari sebelum pengecekan, tetapi stok sebanyak 50 sak langsung ludes.


Juraidin menjelaskan, tersendatnya pasokan diduga berkaitan dengan persoalan produksi dan distribusi. Berdasarkan hasil pertemuan dengan distributor, pihaknya mendapat informasi bahwa pasokan dari produsen di Kalimantan Selatan mengalami kekurangan. Kondisi itu disebut berkaitan dengan penurunan produksi akibat keterbatasan bahan baku batu bara.


Selain kendala produksi, pengiriman semen ke Bima juga menghadapi keterbatasan transportasi laut. Kapal berkapasitas besar yang melayani pengangkutan ke Bima jarang tersedia, sedangkan kapal yang digunakan saat ini berkapasitas sekitar 2.000 ton.

“Untuk Semen Tiga Roda mulai awal September biasanya pengiriman empat kali sebulan. Sekarang hanya dua kali dengan kapasitas 2.000 ton untuk sekali pengangkutan,” katanya.


Distributor kata dia, telah mengajukan penambahan alokasi semen untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bima. Di sisi lain, harga semen di gudang distributor sekitar Rp70.600 per sak. Harga di tingkat toko lebih tinggi berkisar Rp75 ribu-Rp85 ribu per sak tergantung pada merek dan biaya distribusi.


Pihaknya akan melanjutkan pemantauan terhadap distributor semen merek lainnya untuk mengetahui kondisi pasokan di wilayah Kabupaten Bima. (hir)