Home Blog Page 2

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemprov dan BULOG NTB Gelar Pangan Murah Serentak di 9 Titik

0
Wapimwil Perum BULOG NTB, Sri Rejeki Lestari Y bersama Kepala DPKP Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah hadir langsung pada kegiatan GPM Serentak Hari Pangan Sedunia, Kamis, 22 Oktober 2026 di Lingkungan Mapak Dasan, Kel. Jempong Baru Kec. Sekrbela.

Mataram (Ekbis NTB) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Perum BULOG Wilayah NTB memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.

Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Perum BULOG NTB, Sri Rejeki Lestari Y, menegaskan bahwa keikutsertaan BULOG dalam GPM merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan bahwa pangan tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik,” ujar Sri Rejeki di Mataram, Kamis (22/10/2026).

Pada pelaksanaan GPM memperingati Hari Pangan Sedunia yang digelar di sembilan titik wilayah NTB, BULOG menggelontorkan komoditas dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 20 ton beras, 30.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula pasir disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momentum tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, menjelaskan bahwa GPM menyasar komoditas pangan pokok utama penyumbang inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula, bawang putih, hingga cabai. GPM ini diproyeksikan hadir di tiga titik utama di Kota Mataram dan sekitarnya sepanjang bulan ini dengan potongan harga mencapai 30 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Artinya di bawah HET diupayakan, dan dibandingkan dengan di pasar, yang di GPM ini kita yakini lebih murah,” kata Lalu Mirza.

Salurkan Ribuan Ton Pangan Sepanjang 2026

Sri Rejeki membeberkan bahwa GPM bukanlah kegiatan insidental semata, melainkan bagian dari program berkesinambungan yang telah berjalan sejak Januari hingga Oktober 2026. Sepanjang periode tersebut, BULOG NTB bersama pemerintah daerah telah merealisasikan kerja sama operasi pasar murah mendekati 400 kali kegiatan.

Hingga akhir tahun, frekuensi GPM dipastikan melampaui angka 400 kali seiring masih banyaknya jadwal kegiatan yang diajukan oleh berbagai kabupaten/kota di NTB.

Selain melalui GPM, intervensi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) juga dilakukan BULOG melalui berbagai kanal distribusi resmi. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, BULOG NTB telah menyalurkan sekitar 13.000 ton beras, 3.200 ton gula pasir, dan 1.320.000 liter minyak goreng ke ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pasar, hingga outlet pemerintah.

Melalui operasi masif ini, beras SPHP dipastikan dijual dengan harga tidak lebih dari Rp12.500 per kilogram, sementara minyak goreng dipatok maksimal Rp15.700 per liter.

Antisipasi Fluktuasi Harga Cabai

Terkait dinamika harga komoditas hortikultura seperti cabai yang sempat menyentuh kisaran Rp55.000, Lalu Mirza menilai fluktuasi tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar akibat hukum supply and demand. Ia menegaskan bahwa NTB memiliki posisi strategis sebagai daerah lumbung pangan (champion) nasional.

Meski produksi cabai di NTB melimpah hingga menembus angka ratusan ribu ton per tahun—jauh melampaui tingkat konsumsi lokal yang berada di kisaran 30.000 ton—pemerintah tetap harus membagi pasokan ke daerah lain yang mengalami defisit.

“Jadi banyak space yang kita punya, tetapi kan kita juga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus memperhatikan provinsi lain,” pungkasnya. (fan)

BULOG Salurkan Beasiswa Rp253 Juta untuk Anak Petani di NTB, Dorong Akses Kuliah Tanpa Putus

0
Direktur SDM & Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa kepada 12 mahasiswa Poltekpar Lombok yang diterima langsung oleh Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Dr. Ali Muhtasom, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Lombok Tengah (Ekbis NTB) – Perum BULOG terus memperluas kontribusinya bagi masyarakat, tidak hanya melalui penguatan ketahanan pangan nasional, tetapi juga lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG Peduli Pintar, BULOG menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 12 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok yang merupakan anak-anak petani asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/10).

Bantuan total senilai Rp253.245.000 tersebut diserahkan langsung oleh Direktur SDM & Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin. Ia didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Dhana Putra Prasetya, serta Pemimpin Wilayah Perum BULOG Nusa Tenggara Barat, Mara Kamin Sir. Beasiswa ini mencakup pembiayaan lengkap, mulai dari biaya pendaftaran, seragam, hingga biaya pendidikan selama perkuliahan hingga wisuda, sehingga para penerima manfaat dapat menempuh pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Direktur SDM & Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata dedikasi BULOG dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata.

“Melalui program BULOG Peduli Pintar, kami ingin memastikan bahwa kontribusi BULOG tidak hanya hadir dalam menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya anak-anak petani. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi bekal bagi para penerima untuk terus mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan kelak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan bangsa,” ujar Ade.

Sebanyak 12 penerima beasiswa tersebut terpilih melalui proses seleksi bertahap yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran yang diikuti oleh 40 mahasiswa, seleksi administrasi, hingga wawancara terhadap 20 kandidat. Proses ketat ini dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan secara tepat sasaran kepada mahasiswa berprestasi dan berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Dhana Putra Prasetya, menambahkan bahwa bantuan pendidikan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga petani, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk fokus menyelesaikan studi.

“Kami berharap beasiswa ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima dan keluarganya. Anak-anak petani memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, kami ingin mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, menjadi pribadi yang mandiri, serta membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Dhana.

Selain penyerahan beasiswa, BULOG turut menyelenggarakan kuliah umum bertema “Ketahanan Pangan sebagai Fondasi Pariwisata Berkelanjutan – From Food Security to Tourism Sustainability: Peran BULOG dalam Mendukung Pariwisata Indonesia yang Tangguh dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan sektor pangan dan pariwisata, sekaligus menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Melalui program BULOG Peduli Pintar, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dampak sosial yang berkesinambungan. Tidak hanya mendukung kesejahteraan petani melalui rantai pasok pangan, BULOG juga berupaya membuka jalan bagi generasi penerus keluarga petani untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, membantu memutus rantai kemiskinan, serta melahirkan sumber daya manusia unggul bagi masa depan Indonesia. (r/fan)

PLN UIP Nusra Laksanakan Sertijab Senior Manager Operasi Konstruksi

0

Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) Senior Manager Operasi Konstruksi pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra. Jabatan tersebut diserahterimakan dari Eko Sukmawanto kepada Oki Hermawan sebagai bagian dari dinamika organisasi dan kesinambungan kepemimpinan dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Sebelum ditugaskan sebagai Senior Manager Operasi Konstruksi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Oki Hermawan menjabat sebagai Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Timur dan Bali 3.
Sementara itu, Eko Sukmawanto selanjutnya mengemban amanah sebagai Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU).

Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta pakta integritas. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari komitmen pejabat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, berintegritas, serta selaras dengan tata kelola perusahaan.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan apresiasi kepada Eko Sukmawanto atas kontribusi dan dedikasinya selama menjalankan tugas di PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Ia juga menyambut penugasan Oki Hermawan dengan harapan agar pengalaman dan kompetensi yang dimiliki dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan kinerja dan memperkuat pencapaian target perusahaan,” ujar Manurung.

Ia menambahkan, pelaksanaan tugas di bidang operasi konstruksi memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan sesuai rencana, standar mutu, dan ketentuan keselamatan yang berlaku. Karena itu, kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil menjadi penting untuk mendukung penyelesaian proyek secara optimal.

Melalui sertijab ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra berharap kesinambungan kepemimpinan dan penguatan komitmen seluruh insan PLN dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan di Nusa Tenggara.(bul)

1.431 KK Belum Nikmati Listrik Mandiri

0
1.431 KK Belum Nikmati Listrik Mandiri
Arif Hidayatullah.(EKBIS NTB/ula)


Dompu (EKBIS NTB) -Kabupaten Dompu mendapat peluang memperluas akses listrik melalui program Listrik Masuk Desa (Lisdes) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode 2026–2029. Dalam program tersebut, Pemkab Dompu mengusulkan lima dusun yang belum terjangkau jaringan listrik serta sekitar 1.431 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, Arif Hidayatullah, SE., MM., kepada Suara NTB, Rabu (21/10) mengungkapkan, usulan tersebut merupakan hasil pemetaan wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik maupun rumah tangga yang belum memiliki kWh meter sendiri atau masih menumpang sambungan listrik milik warga lain.


Lima dusun yang diusulkan masuk program Lisdes masing-masing Pasar Minggu di Desa Pekat, Bukit Mente di Desa Kadindi, Kampung Bali di Desa Nanga Miro, Dusun Montong di Desa Kadindi, serta Dam Mila di Desa Bakajaya.


“Pemetaan rumah tangga yang belum terpasang kWh meter atau masih menumpang listrik diusulkan lebih kurang 1.431 KK,” kata Arif.
Ia menjelaskan, usulan tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi (verval) oleh tim dari Pemerintah Provinsi NTB bersama tim Kementerian ESDM. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi lapangan dan menentukan wilayah serta rumah tangga yang memenuhi kriteria penerima program.


Arif mengaku, mendampingi Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., dalam rapat pembahasan program tersebut di Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/10). Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan komitmen Pemkab Dompu untuk mendukung pelaksanaan program agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.


Menurutnya, akses listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, melainkan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik turut menunjang pelayanan kesehatan, pendidikan, aktivitas sosial, hingga pengembangan ekonomi warga.


Karena itu, Pemkab Dompu berharap usulan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui proses verifikasi sehingga masyarakat di wilayah yang selama ini belum menikmati akses listrik memadai bisa segera memperoleh pelayanan kelistrikan.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Tanpa listrik, derajat kehidupan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial maupun berbagai bidang lainnya, sulit untuk maju,” ujarnya. (ula)

Empat Desa Disurvei untuk Pembibitan Sapi Potong Unggulan

0
Empat Desa Disurvei untuk Pembibitan Sapi Potong Unggulan
SURVEI – Petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima dan Pemprov NTB menyurvei lokasi dijadikan untuk Pembibitan Sapi Potong Unggulan.(EKBIS NTB/ist)


Bima (EKBIS NTB) –Empat desa di Kabupaten Bima disurvei sebagai calon kawasan pembibitan sapi potong unggulan di Pulau Sumbawa. Survei ini dilakukan untuk menilai potensi lokasi, termasuk ketersediaan lahan, sumber air, aksesibilitas, serta sarana dan prasarana pendukung peternakan.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, S.T., M.T., mengatakan survei tersebut mencakup empat desa di tiga kecamatan, yakni Desa Belo di Kecamatan Palibelo, Desa Rabakodo di Kecamatan Woha, serta Desa Mpuri dan Desa Bolo di Kecamatan Madapangga.


“Kegiatan survei ini mencakup beberapa lokasi, yaitu Desa Belo di Kecamatan Palibelo, Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, serta Desa Mpuri dan Desa Bolo, Kecamatan Madapangga,” sebutnya, Rabu (21/10).


Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi dan kelayakan awal lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembibitan sapi potong. Peninjauan ini juga mencakup berbagai aspek pendukung yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan tersebut.


Pengembangan kawasan pembibitan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan populasi sapi potong unggulan di Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Bima. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap survei lokasi.


Zainal belum memaparkan secara rinci luas lahan yang dinilai, kapasitas pembibitan yang direncanakan, maupun jadwal pelaksanaan program. Hasil survei akan menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan lokasi untuk pengembangan kawasan pembibitan sapi potong.


“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendorong pengembangan sektor peternakan, khususnya pembibitan sapi potong, guna meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat populasi sapi potong, serta mendukung kesejahteraan masyarakat peternak,” tandasnya. (hir)

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 236.000 Batang Rokok Ilegal

0
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 236.000 Batang Rokok Ilegal
ROKOK ILEGAL - Ratusan ribu bungkus rokok ilegal yang disita dan ditunjukan saat konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sumbawa, Rabu (21/10).(EKBIS NTB/ils)


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe madya Pabean C Sumbawa, menggagalkan upaya penyelundupan 236.000 batang rokok ilegal menggunakan truk berpendingin, Jum’at (9/10). Rokok ilegal akan dikirim ke Kabupaten Dompu untuk diedarkan.


“Ini merupakan modus baru, karena dari pengungkapan sebelumnya hanya menggunakan bus dan kendaraan penumpang. Truk ini kita amankan saat melintas di Kecamatan Empang,” kata KPPBC TMP C Sumbawa, Sugeng Harianto, Rabu (21/10).


Modus digunakan para pelaku yakni memanfaatkan truk pendingin bermuatan logistik komersial retail modern. Sementara untuk mengelabui petugas, sindikat distribusi rokok ilegal ini menyamarkan kardusnya di antara barang muatan lain serta menduplikat kunci box kendaraan secara ilegal.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua koli bungkus rokok atau 236.000 batang Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) Ilegal jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin) berbagai merk tanpa dilekati pita cukai. Hasil perhitungan barang itu diperkirakan mencapai Rp353.020.000 dengan potensi penerimaan negara hilang Rp 177.592.000.


“Sopir dan kernet truk sudah kita tetapkan sebagai tersangka yakni RH dan AP setelah kita lakukan ekspose bersama Kepolisian dan Kejaksaan. Saat ini keduanya sudah kita titip di ruang tahanan Polres Sumbawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.


Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal ini merupakan bagian dari pengawasan barang kena cukai yang diperketat. Rokok ilegal ini rata-rata masuk ke Pulau Sumbawa melalui jalur darat baik menggunakan kendaraan penumpang maupun kendaraan pribadi.


“Kami berkomitmen untuk menekan peredaran rokok dan tembakau kemasan illegal,sehingga penerimaan negara dari cukai rokok dan tembakau bisa terus meningkat,” jelasnya.


Sugeng mengungkapkan, upaya pemberantasan rokok ilegal terus dilakukan secara intensif selama tahun 2026. Selain penindakan terhadap truk berpendingin, petugas juga melakukan penindakan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dengan total 144.080 batang rokok ilegal.


Secara keseluruhan hingga pekan ketiga Oktober 2026, akumulasi penindakan yang tercatat di KPPBC TMP C Sumbawa mencapai 2.278.815 batang rokok ilegal. Dari jumlah tersebut, nilai barang diperkirakan mencapai Rp3.407.035.315, dengan potensi penerimaan negara yang hilang sebesar Rp2.217.205.932.


“Pelanggaran yang sering kira temukan didominasi peredaran rokok tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu atau bekas, serta penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya,” sebutnya.


Kedua tersangka disangkakan Pasal 54 atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. (ils)

‘’High Session’’ Usai MotoGPOkupansi Hotel di Gili Tramena Masih Tinggi

0
‘’High Session’’ Usai MotoGPOkupansi Hotel di Gili Tramena Masih Tinggi
Lalu Kusnawan (EKBIS NTB/era)


Mataram (EKBIS NTB) –Okupansi hotel di kawasan tiga gili, yaitu Gili Trawangan, Meno, Air (Tramena) Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih cukup tinggi usai berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober 2026. Hingga akhir Oktober, okupansi hotel di tiga kawasan itu diperkirakan masih mencapai 80 persen, bahkan ada beberapa akomodasi yang berada di kisaran 90 persen.


“Lebih berdampak after event. Jadi setelah agenda MotoGP itu ada pembalap juga main di gili,” ujar Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan (AHG), Lalu Kusnawan di Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/10).


Meski okupansi masih terbilang tinggi setelah 10 hari MotoGP, ia tidak bisa menyimpulkan apakah tingginya tingkat hunian hotel di tiga gili disebabkan oleh agenda motor internasional tersebut. Walau begitu, terlihat beberapa pembalap mengunjungi gili setelah agenda tersebut tuntas.
“Di tiga Gili emang impact MotoGP belum signifikan. Yang lebih berdampak ya after event,” sambungnya.


Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan domestik sempat terlihat sejak Jumat selama periode penyelenggaraan MotoGP. Sejumlah wisatawan terlihat berkeliling kawasan Gili menggunakan sepeda dan menikmati berbagai aktivitas wisata.


Sebagian pengunjung juga disebut memilih memperpanjang masa tinggal hingga dua malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali menggunakan kapal cepat. Strategi ini diduga menjadi alternatif bagi wisatawan yang menghadapi keterbatasan penerbangan dari Lombok, terutama setelah gelaran MotoGP.


Meski demikian, ia menilai diperlukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan seberapa besar kontribusi ajang tersebut terhadap tingkat kunjungan dan perputaran ekonomi di Tiga Gili.


Menyinggung soal okupansi, tingkat hunian akan mengalami penurunan pada awal November hingga pertengahan Desember, seiring pola kunjungan wisatawan mancanegara yang menjadi pasar utama kawasan tersebut berkurang. Di samping itu, target okupansi tetap dipatok sebesar 75 persen hingga akhir tahun.


Pelaku usaha, katanya kini telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kunjungan wisatawan, mulai dari penyesuaian harga kamar hingga penawaran paket wisata yang dipadukan dengan beragam aktivitas di kawasan Gili Trawangan dan sekitarnya. “Dunia pariwisata ini tidak pernah tidur. Jadi, target kita tetap 75 persen,” katanya.


Ia menjelaskan, pola kunjungan wisatawan di kawasan tersebut cenderung mengikuti musim liburan internasional. Setelah mengalami penurunan pada November hingga pertengahan Desember, kunjungan diperkirakan sedikit meningkat saat Natal dan Tahun Baru, kemudian kembali melemah pada Februari.

Okupansi biasanya kembali meningkat pada Maret, berlanjut pada periode liburan Paskah di April, sebelum memasuki periode yang relatif stabil pada April hingga Juni. Puncak kunjungan umumnya terjadi pada Juli hingga September, bertepatan dengan musim liburan di Eropa.


Aktivitas pariwisata di Tiga Gili juga tercermin dari potensi perputaran uang di kawasan tersebut. Berdasarkan perkiraan yang disampaikan Lalu Kusnawan, perputaran uang saat low session dapat mencapai sekitar Rp1,7 miliar per hari, dengan asumsi sekitar 2.000 wisatawan berkunjung. Sementara pada high session, jumlah wisatawan diperkirakan mencapai 3.500–4.000 orang per hari.


Guna memastikan tingkat kunjungan di kawasan pariwisata prioritas ini, pihaknya mendorong penguatan konektivitas antardestinasi, termasuk kemungkinan pengembangan jalur kapal cepat yang menghubungkan kawasan Gili dengan destinasi lain di Lombok.


Ia menilai, konektivitas laut dapat menjadi alternatif untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus memperluas pilihan perjalanan.


Pengembangan jalur baru juga perlu mempertimbangkan kepentingan seluruh pelaku transportasi, termasuk operator kapal cepat dan angkutan darat. (era)

Jaga InflasiBI Imbau Pemda Tunda Kenaikan Tarif Parkir dan Retribusi Lain

0
Jaga InflasiBI Imbau Pemda Tunda Kenaikan Tarif Parkir dan Retribusi Lain
Ilustrasi Imbauan BI pada pemerintah agar tetap menjaga inflasi di daerah. (EKBIS NTB/Artificial Intelligence)


Praya (EKBIS NTB) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB mengimbau pemerintah daerah (pemda) menunda kenaikan tarif parkir dan retribusi lain yang dikendalikan pemerintah hingga akhir 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah tekanan inflasi meningkat menjelang akhir tahun.


Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan penundaan kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah perlu menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah, terutama di tengah inflasi tahunan NTB yang masih berada di atas angka nasional.


“Kami mengimbau agar kenaikan harga yang dikendalikan pemerintah, termasuk tarif parkir, ditunda dulu sampai akhir tahun. Ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi NTB,” ujar Hario pada kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 di Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu, 21 Oktober 2026.


Ia mencontohkan rencana kenaikan tarif parkir di Kota Mataram yang sempat mengemuka pada pertengahan tahun. Menurutnya, kebijakan itu perlu dipertimbangkan kembali agar tidak menambah tekanan terhadap harga barang dan jasa.


Hario menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan komitmen bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Terlebih, sejumlah komoditas pangan masih mengalami gejolak harga yang berpotensi memengaruhi inflasi menjelang akhir tahun.


Berdasarkan data BI, inflasi NTB pada September 2026 tercatat sebesar 4,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 4,03 persen. Sementara itu, inflasi bulanan mencapai 0,36 persen, antara lain dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit dan tomat.


Meski inflasi tahunan berada di atas angka nasional, Hario menyebut inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) NTB masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 1,5–3,5 persen.


“Periode Oktober, November, dan Desember masih menjadi kesempatan bagi kita untuk terus mengendalikan harga pangan. Harapannya, sampai akhir tahun inflasi NTB tetap berada dalam rentang target nasional,” katanya.


Selain menahan kenaikan tarif yang dikendalikan pemerintah, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah stabilisasi harga melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.


Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Program ini menyasar komoditas yang kerap memicu inflasi, terutama cabai rawit dan tomat.


BI juga mendorong penguatan produksi dan diversifikasi konsumsi pangan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditas tertentu. Dalam rangkaian GPIPS 2026, upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi hilirisasi pangan serta lomba kreasi masakan berbahan ikan lele dan nila sebagai alternatif sumber protein yang bergizi dan terjangkau.


Di sisi hulu, BI bersama pemerintah daerah memperkuat kesiapan produksi pangan untuk mengantisipasi risiko perubahan cuaca, termasuk potensi El Niño pada 2027. Dukungan sarana produksi pertanian berupa pompa air dan greenhouse diharapkan membantu menjaga produktivitas dan kesinambungan pasokan, khususnya komoditas cabai.


Hario menekankan, stabilitas ekonomi menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan pengendalian inflasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga daya beli masyarakat, memastikan ketersediaan pasokan, hingga mengantisipasi potensi kenaikan harga yang bersumber dari kebijakan pemerintah.


“Fokus kita saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi. Setelah stabilitas terjaga, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” tandasnya. (bul)


Ditata Mirip “Sydney Harbour”Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Direalisasikan Tahun Depan

0
Ditata Mirip "Sydney Harbour"Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Direalisasikan Tahun Depan
HADIR - Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha (depan, dua dari kiri) saat hadir pada sebuah event di amphiteater Senggigi, belum lama ini.(EKBIS NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) -Revitalisasi Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat (Lobar) yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB melalui anggaran Pemerintah Pusat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencapai Rp84 miliar direncanakan tahun 2027 nanti. Program ini pun disambut baik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar).


Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha bersyukur dengan rencana revitalisasi Pasar Seni Senggigi tersebut. Mengembalikan kejayaan Senggigi menjadi destinasi andalan wisata NTB seperti sediakala. Konektivitas pelabuhan dengan pasar seni itu juga sudah diawali Pemkab Lobar dengan membuat jogging track.


“Dari sisi pelabuhan, ada yang masuk dalam perencanaan grand design-nya. Penataan Pasar Seni itu masuk bagiannya juga Pelabuhan Senggigi. Jadi, harus menjadi satu kawasan wisata,” terang Wabup Lobar Hj. Nurul Adha, beberapa waktu lalu.


Wabup yang akrab disapa Umi Nurul itu memastikan revitalisasi Pasar Seni Senggigi mulai dikerjakan pada 2027. Kepastian itu diperoleh pihaknya ketika Deputi Kementerian Pariwisata sempat datang berkunjung ke Kantor Wakil Bupati Lobar.


“Alhamdulillah kami sangat senang sekali. Walaupun ini milik Pemprov, tetapi berada di Lobar dan kita su

dah manfaatkan juga untuk Senggigi Sunset Show, untuk promosi wisata,” ucapnya.


Penyokong dan dukungan dari Pemprov NTB untuk wisata Lobar sangat dirasakan. Penggunaan amphitheater Pasar Seni Senggigi untuk kegiatan akhir pekan pariwisata Lobar “Senggigi Sunset Show” menjadi ajang promosi pariwisata seni dan budaya Lobar. Terbukti, hal ini membuat kawasan wisata Senggigi kini selalu ramai dikunjungi wisatawan berbagai daerah maupun mancanegara.

, karena salah satu destinasi yang diakui oleh Pak Gubernur, Senggigi ini adalah ikon kita yang berada di provinsi menjadi andalan.

Sehingga beliau juga ikut turun membenahi Senggigi, menata keamanan, menata tata ruangnya, dan seterusnya,” ucap Umi Nurul.


Dari desain revitalisasi Pasar Seni Senggigi itu, Pemerintah Provinsi berkeinginan mengubahnya bak Pelabuhan Sydney, Australia. Sebab, Gubernur NTB bertujuan agar arah pengembangan tidak sekadar memperbarui bangunan, tetapi menghidupkan kembali Senggigi sebagai ruang wisata, seni budaya, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.


Menurutnya, Pasar Seni Senggigi perlu dirancang sebagai kawasan multifungsi atau mixed-use plaza yang memadukan perdagangan produk lokal dengan pertunjukan seni budaya, kegiatan komunitas, edukasi, olahraga luar ruang, dan ruang bersosialisasi.

Dengan konsep ini, masyarakat dan wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang, tidak hanya untuk membeli kerajinan atau cendera mata. (her)


Hari Pangan SeduniaDKP Lotim Libatkan Champion Cabai di Pasar Murah

0
Hari Pangan SeduniaDKP Lotim Libatkan Champion Cabai di Pasar Murah
PASAR MURAH - Stan penjual cabai diburu masyarakat di kegiatan Pasar Murah di Halaman Kantor Camat Selong, Rabu (21/10/2026).(EKBIS NTB/rus)

Selong (EKBIS NTB) -Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar gerakan pasar murah dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah, distributor, pelaku usaha, serta kelompok peternakan dan champion cabai. Pada momen ini, cabai dijual Rp40 ribu per kilogram.


Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan.


Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Lotim, Parhan, di sela kegiatan Pasar Murah di halaman Kantor Camat Selong, Rabu (21/10/2026) mengatakan kegiatan pasar murah ini diharapkan bisa tekan inflasi.


“Alhamdulillah, berbagai instansi ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ada dari perdagangan, peternakan, pertanian, perikanan, Bulog, serta distributor yang didatangkan oleh Dinas Perdagangan,” ujar Parhan.


Pelaksanaan pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat. Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, pihaknya berupaya memilih lokasi yang dinilai sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kegiatan.


Menurutnya, kegiatan pasar murah dijadwalkan berlangsung hingga hari berikutnya. Selain itu, akan dilaksanakan pula pertemuan melalui Zoom secara nasional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia.


Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut, terutama di tingkat desa dan wilayah, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Insyaallah, kegiatan seperti ini akan tetap kami lanjutkan, terutama di tingkat desa dan kewilayahan,” katanya.


Pasar murah menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan, khususnya menjelang musim penghujan. Kondisi cuaca yang kurang mendukung berpotensi memengaruhi produksi dan pasokan sejumlah komoditas, termasuk cabai.


Dalam kegiatan tersebut, cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, harga cabai di pasaran disebut telah mencapai sekitar Rp53 ribu per kilogram, sedangkan melalui kegiatan pasar murah, Champion Cabai Lotim menjualnya dengan harga Rp40 ribu per kilogram.


“Cabai ini harganya kadang-kadang turun, tetapi lebih sering mengalami kenaikan. Biasanya pada musim penghujan, harganya bisa mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.


Sementara itu, harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dilaporkan masih relatif normal. Kehadiran Perum Bulog dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyediakan bahan pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.


Selain cabai, pasar murah turut menyediakan telur yang didatangkan dari peternakan. Berdasarkan informasi penyelenggara, telur ukuran sedang dijual sekitar Rp48 ribu per, sedangkan telur berukuran lebih besar mencapai Rp50 ribu per tray.


Champion Cabai Lotim, H. Subhan, ditempat yang sama mengatakan keterlibatannya dalam pasar murah merupakan bagian dari kontribusi pelaku usaha cabai dalam membantu pemerintah mengendalikan inflasi, terutama inflasi yang dipicu kenaikan harga cabai.


“Champion cabai itu tugasnya selain untuk memproduksi, juga ikut serta dalam penanganan inflasi, khususnya komoditas cabai yang sering menyebabkan inflasi,” ungkap Subhan.


Ia menegaskan, dalam kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia tersebut, pihaknya berupaya menyediakan cabai dengan harga Rp40 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang menurutnya telah melampaui Rp50 ribu per kilogram.


Subhan mengakui, penjualan dengan harga tersebut bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan.

Baginya, yang terpenting adalah masyarakat Lotim dapat menikmati cabai dengan harga yang lebih terjangkau, mendekati harga di tingkat petani. (rus)