Home Blog Page 2

ITDC Mencatat Nilai Investasi di KEK Mandalika Rp6 Triliun

0
ITDC Mencatat Nilai Investasi di KEK Mandalika Rp6 Triliun


Praya (Suara NTB) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mempercepat pengembangan kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hingga akhir tahun 2025, nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika tercatat telah mencapai Rp6,018 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 26.002 orang.

Pertumbuhan kawasan juga tercermin dari peningkatan jumlah pelaku usaha di KEK Mandalika. Hingga Desember 2025, sebanyak 27 pelaku usaha telah menjalankan aktivitas bisnis di kawasan, mencakup sektor hospitality, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, hingga pendukung motorsport ecosystem. Investor domestik maupun internasional seperti Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, dan Maroko turut memperkuat pengembangan kawasan.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa ITDC terus mendorong penguatan ekosistem investasi, melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.
“Kawasan ini mempunyai daya tarik kuat melalui konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik,” ujarnya.

Selain pertumbuhan investasi, aktivitas pariwisata di KEK Mandalika juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga April 2026, total kunjungan wisatawan kawasan mencapai 285.003 pengunjung. Pada periode yang sama, rata-rata length of stay wisatawan meningkat menjadi 2,33 hari dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,96 hari. Rata-rata okupansi hotel kawasan juga meningkat menjadi 44,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41,55 persen.


Optimisme terhadap perkembangan kawasan juga disampaikan oleh salah satu investor di The Mandalika, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, Satoki Okazaki. Menurutnya, The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung oleh kekuatan alam, ekosistem kawasan, dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat.


“Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat. Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,” ujarnya.


ITDC terus memperkuat berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung kawasan, mulai dari pengembangan utilitas, sistem pendukung kawasan, penguatan konektivitas, hingga penataan kawasan wisata untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan. ITDC optimis, Mandalika akan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di NTB.(bul)

PLN UIP Nusra Gelar Site Visit PLTMG Sumbawa 2, Tunjukkan Kesiapan Pembangkit Penopang Sistem Tambora

0

Sumbawa (ekbisntntb.com)-PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar site visit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 Megawatt (MW) di Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai rangkaian syukuran penyelesaian proyek sekaligus peresmian operasional pembangkit tersebut.

Kegiatan ini diikuti jajaran PLN Group, mitra kerja, kontraktor, serta sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pembangunan PLTMG Sumbawa 2.

Dalam kunjungan tersebut, peserta meninjau sejumlah fasilitas utama pembangkit, mulai dari area penyimpanan material (warehouse), fasilitas pengelolaan air, area tangki, radiator, sistem exhaust gas, hingga engine house yang menjadi pusat operasional mesin pembangkit.

Team Leader PLTMG Sumbawa 2, Edho Torsesa, mengatakan site visit dilakukan untuk memperlihatkan keseluruhan sistem dan tahapan pembangunan yang telah berhasil diselesaikan.

“Kami meninjau langsung warehouse sebagai area penyimpanan material, fasilitas pengelolaan air, area tangki, radiator, exhaust gas, hingga engine house. Seluruh tahapan proyek telah berhasil diselesaikan dan hari ini menjadi momentum yang kami syukuri bersama,” ujar Edho.

PLTMG Sumbawa 2 kini resmi beroperasi dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik pada Sistem Tambora yang melayani wilayah Pulau Sumbawa hingga Bima dan Dompu.

Perwakilan KEPCO, Chang Hoon Shin, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari penyelesaian proyek tersebut. Menurut dia, keberhasilan pembangunan PLTMG Sumbawa 2 merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat.

“Hari ini kami mencapai sesuatu yang luar biasa. Saya mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras dalam penyelesaian proyek ini. Terima kasih kepada PLN UIP Nusra dan UPP Nusra 1 atas kolaborasi yang sangat baik. Selamat untuk kita semua,” kata Chang Hoon Shin.
Sementara itu, General Manager PT Adhi Karya, Susetyo Rohadi, menilai penyelesaian PLTMG Sumbawa 2 menjadi momentum penting di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan ketahanan listrik nasional.

“Proyek ini membuktikan bahwa kita mampu menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal untuk mendukung kebutuhan energi masa depan. PLTMG Sumbawa 2 menjadi salah satu proyek strategis yang berhasil diselesaikan melalui sinergi PLN, Adhi Karya, KEPCO, Wartsila, dan seluruh pihak terkait,” ujar Susetyo.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan PLN terus memperkuat sistem kelistrikan di NTB melalui pembangunan pembangkit baru, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

“Total kapasitas pembangkit yang telah terbangun di Sistem Lombok dan Sistem Sumbawa saat ini mencapai sekitar 700 MW. Penambahan kapasitas ini dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri,” kata Rizki.

Ia menambahkan, PLN juga terus mendukung target pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk pengembangan pembangkit berbasis energi surya di wilayah NTB.

“Kami berharap kehadiran PLTMG Sumbawa 2 dapat semakin memperkuat keandalan listrik di Pulau Sumbawa sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan transisi menuju energi yang lebih bersih di NTB,” tutup Rizki.(bul)

Bukan Soal ‘Sat-Set’, Astra Motor NTB Ingatkan Pengendara Pentingnya Tengok Belakang

0

Mataram (Ekbis NTB) – Budaya berkendara yang serba cepat alias “sat-set” kerap kali membuat pengendara motor abai terhadap aspek keselamatan paling mendasar. Salah satunya adalah kebiasaan langsung tancap gas tanpa memeriksa situasi di belakang atau di samping kendaraan.

Padahal, lalu lintas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini semakin dinamis. Keluar dari gang kecil, area parkir, atau saat mau masuk ke jalur utama menjadi momen yang paling rawan memicu tabrakan jika pengendara tidak waspada.

Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, mengingatkan bahwa mengandalkan kaca spion saja tidaklah cukup.

“Banyak pengendara merasa cukup hanya melihat spion, padahal masih ada blind spot yang tidak terlihat. Karena itu penting untuk tetap menengok langsung sebelum mulai berjalan,” jelasnya.

Untuk meminimalisir risiko, Astra Motor NTB membagikan tips praktis sebelum mulai melaju:

  1. Pastikan posisi motor sudah stabil.
  2. Cek spion kanan dan kiri.
  3. Tengok langsung ke area sekitar (antisipasi blind spot).
  4. Nyalakan lampu sein sebagai penanda.
  5. Jalankan motor secara perlahan.

Edukasi ini dibalut dalam kampanye bertajuk “Jago #Cari_Aman Biar Happy”. Target utamanya adalah generasi muda di NTB agar mereka menjadikan keselamatan berkendara sebagai bagian dari gaya hidup urban yang keren.

Menurut Satria, esensi dari pengendara yang hebat di jalan raya bukanlah mereka yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, melainkan mereka yang mampu memastikan diri sendiri dan orang lain pulang ke rumah dengan selamat.

Catatan Editor untuk Koreksi Teks Asli:

  • Efisiensi Kata: Mengubah kata depan yang tidak tepat seperti “ditentukan dari kebiasaan” menjadi “ditentukan oleh kebiasaan”.
  • Istilah Asing: Kata “campaign” disesuaikan menjadi “kampanye” atau ditulis miring (campaign) jika merujuk pada nama program resmi, serta penulisan Safety Riding Instructor dan blind spot yang harus dicetak miring karena merupakan istilah asing.
  • Penyusunan Poin (Formatting): Langkah-langkah keselamatan sengaja diubah menjadi format bullet points agar pembaca digital bisa menangkap informasi tips secara instan (tidak tertumpuk dalam satu paragraf padat). (r/fan)

Perkuat Fondasi Ekonomi Desa, Kemenko PM Orkestrasikan Program Tangguh Bencana dan Iklim

0

Jakarta (Ekbis NTB) – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Program SIAP SIAGA, program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga dalam membangun ekonomi masyarakat desa yang tangguh menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Kolaborasi Sinergi Program Berbasis Desa Lintas K/L bertema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa melalui Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Ketangguhan Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim” yang diselenggarakan di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/05/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat desa harus menjadi bagian utama dalam membangun ketangguhan desa secara menyeluruh.

Menurutnya, berbagai program pemberdayaan masyarakat desa yang selama ini dijalankan lintas kementerian/lembaga perlu diintegrasikan agar saling terhubung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat UMKM desa, BUM Desa, koperasi desa, dan usaha ultra mikro agar lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.

“Kemenko PM hadir sebagai orkestrator untuk memastikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat bergerak dalam arah yang sama dan membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Ketangguhan desa tidak cukup dibangun hanya melalui pendekatan kebencanaan, tetapi juga melalui penguatan fondasi ekonomi masyarakatnya,” ujar Prof. Abdul Haris.

Sementara itu, Plt. Deputi Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB., menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan desa memerlukan kolaborasi multipihak karena masyarakat desa merupakan kelompok yang paling dekat dengan risiko bencana dan perubahan iklim.

“Melalui forum ini diharapkan terbangun langkah bersama lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat desa yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya. (r)

Satgas PASTI Hentikan Penipuan Iming-Iming Cuan Dari Film Drama Cina

0
Logo OJK(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan usaha yang diduga melakukan penipuan dengan modus impersonasi atau penyalahgunaan nama perusahaan asing berizin, yaitu CANTVR.

Selain itu, Satgas PASTI juga menghentikan kegiatan usaha YUDIA yang diduga melakukan penipuan dengan modus penawaran pekerjaan paruh waktu dan pembelian hak cipta film drama Cina untuk memperoleh pendapatan harian dan bonus tambahan.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, disampaikan, YUDIA diduga melakukan penipuan modus investasi dengan skema penyetoran dana deposit, pengerjaan tugas harian berupa menonton film drama Cina, pembelian hak cipta film drama Cina, dan perekrutan anggota baru (member get member) untuk memperoleh pendapat harian dan bonus tambahan.

Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, YUDIA diketahui melakukan kegiatan usaha tanpa mengajukan perizinan lanjutan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM serta aplikasi/website yang digunakan tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Sementara itu, CANTVR dan Monexplora (MEX) diduga merupakan entitas yang saling berkaitan karena penawaran investasi melalui platform CANTVR diperoleh dari MEX. CANTVR melakukan impersonasi terhadap Cantor Fitzgerald, yaitu perusahaan yang telah berizin di Amerika Serikat dan Singapura.

Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, CANTVR diketahui melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM serta aplikasi/website yang digunakan tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Sedangkan MEX tidak memiliki badan hukum di Indonesia dan aplikasi/website yang digunakan tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

CANTVR terindikasi menjalankan skema penipuan modus investasi saham melalui aplikasi, dengan metode penyetoran deposit untuk kegiatan investasi saham dengan janji pemberian beberapa benefit dan keuntungan lebih besar berdasarkan level keanggotaan.

Selain itu CANTVR memberikan alokasi pembelian saham IPO fiktif secara acak para anggotanya. Alokasi acak tersebut mengharuskan anggota untuk melakukan pembayaran terhadap saham IPO fiktif tersebut.

Sehubungan dengan temuan tersebut, Satgas PASTI menghentikan kegiatan CANTVR dan YUDIA serta akan melakukan pemblokiran akses terhadap aplikasi dan/atau tautan (URL) terkait.

Satgas PASTI juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penindakan lebih lanjut.

Masyarakat yang merasa dirugikan diminta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum setempat guna mempercepat proses penanganan.

Satgas PASTI kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap tawaran investasi atau kegiatan keuangan yang menjanjikan keuntungan tinggi dan tidak logis, terutama yang menggunakan nama perusahaan asing berizin tanpa kejelasan legalitas di Indonesia. Apabila menemukan indikasi penawaran investasi atau pinjaman online ilegal, masyarakat dapat melaporkannya melalui website sipasti.ojk.go.id atau melalui Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, dan email konsumen@ojk.go.id.

Sementara itu, masyarakat yang menjadi korban penipuan transaksi keuangan dapat melapor melalui website Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id untuk mendukung upaya pemblokiran rekening pelaku secara cepat. (bul)

Investor Dipersilahkan Hidupkan Kembali Perusda 

0
Ivan Indrajaya. (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Sumbawa mempersilahkan investor yang ingin berinvestasi di Perseroda Sabalong. Perusahaan daerah yang selama ini dalam kondisi mati suri di tengah hutang perusahaan yang menembus Rp1,5 miliar.

“Kemarin kan ada dari PSI yang berkeinginan menebus surat hutang Perseroda tetapi sampai saat ini kita belum bertemu secara langsung sekaligus membahas rencana tersebut lebih lanjut,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Ivan Indrajaya, Jumat (22/5).

Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap membuka peluang secara luas bagi pengusha yang ingin menghidupkan kembali Perseroda Sabalong. Tetapi pemerintah tidak serta merta langsung menyetujui, melainkan akan dilakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan layak atau tidak.

Ivan tidak menampik, keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sangat dibutuhkan pemerintah. Selain bisa memberikan deviden ke daerah keberadaan BUMD ini juga bisa membuka peluang usaha baru dan tenaga kerja termasuk menurunkan angka pengangguran.

“Kalau kita bicara butuh atau tidak, ya kita sangat membutuhkan BUMD tetapi dengan catatan mereka bisa mandiri dan tidak lagi menunggu penyertaan modal dari pemerintah dalam menjalankan usahanya,” jelasnya.

Pemerintah juga lanjut Ivan, sebenarnya sudah sudah menyiapkan skema penyertaan modal. Bahkan di Raperda yang saat ini sedang dibahas bersama DPRD penyertaan modal ke Perseroda mencapai Rp10 miliar dalam periode lima tahun kedepan.

“Penyertaan modal yang dilakukan untuk menambah modal usaha mereka, tetapi yang kita khawatirkan nanti justru modal itu digunakan untuk bayar hutang karena kondisi Perseroda saat ini masih terpincang-pincang,” sebutnya.

Ivan melanjutkan, pemerintah daerah masih mencari pola terbaik terhadap persoalan Perseroda Sabalong ini. Jangan sampai perusahaan ini dihidupkan kembali hanya untuk membayar hutang, karena akan menjadi persoalan karena pemerintah harus memberikan suntikan dana.

“Perseroda ini memiliki peluang yang bagus dalam mengembangkan usahanya. Sehingga kami tetap membuka peluang bagi mereka yang ingin berinvestasi di perusahaan plat merah tersebut,” ujarnya. (ils) 

Hewan Kurban Dipastikan Sehat dan Layak Konsumsi

0
Petugas Dinas Pertanian KSB saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban milik warga yang akan dijadikan hewan kurban pada hari Raya Iduadha. Hewan kurban dipastikan sehat dan aman. (Suara NTB/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Peternakan serta Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) melaksanakan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah wilayah. Hewan kurban dipastikan sehat dan layak konsumsi.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian KSB, drh. Hikmatul Azmy mengatakan, pengawasan dan pemeriksaan kesehan hewan kurban tersebut dilakukan oleh tim pemantauan, pengawasan, dan pemeriksaan hewan kurban, guna memastikan hewan yang akan dipotong dalam kondisi sehat, layak, serta memenuhi syarat syariat dan kesehatan masyarakat veteriner. “Pemeriksaan ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” katanya, Jumat (22/5).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara ante mortem atau sebelum penyembelihan. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi fisik hewan, suhu tubuh, nafsu makan, kebersihan, kelengkapan organ tubuh, umur hewan, hingga memastikan tidak terdapat tanda-tanda penyakit menular.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga memberikan edukasi kepada panitia kurban dan para pedagang terkait tata cara penanganan hewan yang baik, kebersihan kandang sementara, serta pentingnya menjaga kesejahteraan hewan.

Tidak hanya sebelum penyembelihan, Hikmatul menyatakan, pengawasan juga dilakukan saat proses pemotongan berlangsung. Petugas melakukan pemeriksaan post mortem terhadap organ dan karkas hewan untuk memastikan daging yang dihasilkan layak dikonsumsi masyarakat. “Apabila ditemukan indikasi penyakit atau kelainan pada organ tertentu, maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner,” ujarnya.

Menurut Hikmatul, pemeriksaan hewan kurban tersebut diharapkan pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berjalan tertib, aman, sehat, serta mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan maupun produk hewan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin memastikan kondisi hewan kurbannya sehat dan sesuai syariat, agar memanfaatkan layanan pemeriksaan yang telah disediakan pemerintah daerah. “Masyarakat dapat mendatangi posko pemeriksaan hewan kurban di Kantor Puskeswan masing-masing kecamatan atau menghubungi Call Center di nomor 0821 1042 0006,” imbuhnya.(bug)

Tekan Kecelakaan di KLU, Dishub, Polisi, dan Astra Motor NTB Gelar Edukasi Safety Riding

0
Safety Riding for Government, Satlantas Polres Lombok Utara berkolaborasi dengan Astra Motor NTB menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi 35 anggota Dinas Perhubungan (Dishub) KLU di kantor dinas setempat, Senin (19/5/2026).

Lombok Utara (Ekbis NTB) – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus diperkuat di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Melalui kegiatan Safety Riding for Government, Satlantas Polres Lombok Utara berkolaborasi dengan Astra Motor NTB menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi 35 anggota Dinas Perhubungan (Dishub) KLU di kantor dinas setempat, Senin (19/5/2026).

Edukasi ini bertujuan untuk membekali para petugas lapangan dengan pemahaman regulasi, teknik berkendara yang aman, hingga peran strategis sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan KLU, Syafruddin, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi nyata antar-instansi ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat krusial bagi jajarannya yang setiap hari bersinggungan langsung dengan dinamika jalan raya.

“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat, khususnya bagi petugas di lapangan. Tidak hanya meningkatkan pemahaman terkait aturan lalu lintas, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan berkendara yang aman dan pengendalian emosi saat bertugas,” ujar Syafruddin.

Syafruddin menegaskan, Dishub KLU siap mendukung penuh upaya berkelanjutan demi menciptakan iklim lalu lintas yang tertib. Ia berharap para peserta bisa menjadi role model bagi pengguna jalan lainnya.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan turut aktif mengedukasi pengguna jalan lainnya agar tercipta lalu lintas yang lebih tertib dan aman,” tambahnya.

Pada sesi materi, Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menekankan bahwa aspek psikologis berkendara memegang andil besar dalam keselamatan di jalan raya. Selain mengajukan teknik dasar, pengendalian emosi menjadi sorotan utama dalam pemaparannya.

“Faktor emosi sering kali menjadi pemicu kecelakaan. Dengan pengendalian diri yang baik dan teknik berkendara yang benar, risiko di jalan dapat kita minimalisir,” jelas Satria.

Tak hanya dicekoki teori, 35 personel Dishub KLU ini juga langsung mengikuti sesi praktik, mulai dari koreksi postur berkendara yang benar guna menjaga fokus hingga kenyamanan optimal saat bertugas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye keselamatan berkendara bertajuk #Cari_Aman yang konsisten digaungkan Astra Motor NTB. Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menyebarkan virus budaya tertib berkendara di Lombok Utara. (r/fan)

Alami Deviasi Negatif, Kontraktor KNMP Labuhan Sangoro Diminta Tambah Pekerja 

0
Nampak salah satu bangunan KNMP di Desa Labuhan Sangoro yang masih dalam proses pembangunan.(Suara NTB/ils) 

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, meminta kontraktor pelaksana pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Labuhan Sangoro, menambah pekerja untuk mengejar deviasi yang masih negatif saat ini.

“Progresnya lebih kurang 50 persen dari target yang ditetapkan di angka 70 persen, sehingga konsultan perencana meminta mereka untuk menambah tenaga kerja dan waktu  untuk mengejar angka 70 persen,” Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, Jumat (22/5).

Di pelaksanaan proyek tersebut lanjut Dayat, pemerintah daerah hanya bersifat fasilitator dan koordinasi, karena PPK dan pengawas langsung dari pusat. Karena daerah hanya sebagai penerima manfaat program, sehingga pemerintah meminta kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian proyek tersebut.

“Proyek ini tidak ada kaitannya dengan pemerintah daerah, kita hanya penerima manfaat. Sehingga kita minta kepada kontraktor pelaksana untuk melakukan percepatan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, 50 persen progres tersebut merupakan bagi dari pembangunan bengkel, kios perbekalan, shelter cold boks,  dan pabrik es. Sementara pembangunan fisik yang besar seperti lokasi tambatan perahu nelayan yang masih dalam proses pembangunan.

“Kalau tidak salah proyek ini harus tuntas dalam satu bulan kedepan (Juni, red) sesuai kontrak yang sudah ditandatangani oleh kontraktor pelaksana,” jelasnya..

Fasilitas yang sudah terbangun nantinya akan dikelola oleh koperasi merah putih yang saat ini sudah dibentuk oleh pemerintah,sehingga diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat wilayah pesisir dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

“Tujuan akhir dari program tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa nelayan sekaligus penataan kawasan nya agar tidak terkesan kumuh,” ujarnya.

Program kampung nelayan merah putih ini dianggap sangat menguntungkan bagi masyarakat yang ada di desa,sehingga masyarakat yang dulunya mencari ikan keluar daerah bisa tertarik kembali dan menggeluti sektor perikanan yang ada di desanya.

“Potensi kelautan di Labuhan Sangoro sangat banyak terutama hasil perikanan tangkapnya. Tentu dengan adanya pembangunan pabrik es maka ikan yang ditangkap masyarakat bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama,” tukasnya. (ils) 

Lotim Nihil “Blank Spot”, Pemerintah Bantu Layanan Internet Gratis di 224 Lokasi

0
H. M. Fauzan (Suara NTB/dok)

Selong (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian terus mengakselerasi akses digital dengan menyediakan layanan internet gratis di 224 titik lokasi. Layanan ini memanfaatkan teknologi satelit yang mampu menjangkau seluruh wilayah yang menjadi sasaran.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Lotim, Dr. M. Fauzan, kepada Suara NTB di Selong, Kamis (21/5/2026) menjelaskan, dari ratusan lokasi tersebut menguatkan semua wilayah di Lotim tidak ada yang blank spot.
Terpantau oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Lotim ini, sebenarnya hanya tujuh titik yang masih mengalami kendala lemah sinyal. Sisanya, dinilai cukup kuat untuk menjangkau aktivitas masyarakat di masing-masing lokasi.

“Artinya, kita termasuk kabupaten yang tidak memiliki blank spot sama sekali. Nihil. Sementara kabupaten lain ada yang sampai 40 lokasi blank spot,” ujar Fauzan.

Menurutnya, lemah sinyal di tujuh lokasi itu bukan disebabkan oleh ketiadaan akses jaringan, melainkan karena perbedaan dominasi operator seluler yang digunakan masyarakat setempat. Misalnya di kawasan Jerowaru, tersedia tower dari satu operator, namun mayoritas warga menggunakan kartu operator lain sehingga sinyal terasa lemah.

“Jadi ini murni soal persaingan provider. Intinya secara infrastruktur, Lotim sudah tidak ada blank spot,” tegasnya.

Fauzan menjelaskan, layanan internet gratis ini dapat diusulkan oleh berbagai pihak, seperti sekolah, lembaga tertentu, pelaku UMKM, dan masyarakat umum. Pengusulan dilakukan melalui aplikasi yang telah disediakan.

“Yang ingin menerima layanan cukup mengusulkan lewat aplikasi. Namun realisasinya kadang agak terlambat karena cakupannya seluruh Indonesia. Sering kali kami sendiri sudah lupa, baru alatnya datang,” ujarnya sembari tersenyum.

Ia menambahkan, pemerintah pusat yang mengirimkan perangkat satelit khusus. Pemerintah daerah hanya perlu menyiapkan aliran listrik di lokasi pemasangan.

“Alatnya diberikan lengkap. Tugas kita hanya menyiapkan listrik di sana. Setelah itu, masyarakat bisa menikmati akses internet gratis,” pungkasnya.

Dengan program ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap kesenjangan digital dapat terus ditekan, sekaligus mendukung kegiatan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik berbasis online di seluruh pelosok daerah. (rus)