Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 291

Pelaku Usaha Hotel dan Restoran NTB Sambut Antusias Ide Gubernur

0
Ni Ketut Wolini dan Made Adiyasa (ekbisntb.com/dok)

RENCANA Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, untuk menggelar event internasional sebulan sekali, bahkan dua minggu sekali, mendapat sambutan hangat dari pelaku usaha hotel dan restoran di provinsi ini. Semangat Gubernur dianggap sebagai terobosan positif yang diharapkan dapat mendongkrak kembali sektor pariwisata NTB.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menyatakan dukungannya penuh terhadap inisiatif gubernur.  “Oh ya, waktu acara di pendopo itu saya juga hadir, baguslah kalau Pak Gubernur punya agenda seperti itu, pasti kita dukung. Ini nama terobosan yang bagus, walaupun dalam kondisi efisiensi, tapi Pak Gub tetap semangat,” ujarnya.

Wolini menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan pariwisata NTB. Ia berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat aktif mendatangkan event-event besar sehingga NTB tetap ramai dikunjungi wisatawan.

“Intinya kita harus bersinergi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata dan tidak mungkin kita bisa besar tanpa ada sinergi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wolini menyoroti potensi besar yang dimiliki NTB, namun juga mengingatkan perlunya menjaga kualitas destinasi. “Sebenarnya destinasi kita bagus luar biasa, tapi harus tetap terjaga, misalnya tentang kebersihan, harga tiket pesawat harus murah ke Lombok, dan sebagainya. Intinya kita harus sinergi,” tambahnya.

Senada dengan Wolini, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Made Adiyasa, menyambut baik rencana gubernur yang disampaikan saat pertemuan Tourism Gathering di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 30 April 2025 lalu.

“Ya, betul itu yang disampaikan Pak Gub waktu mengundang di Tourism Gathering di Pendopo. Pasti ini kabar baik buat pelaku pariwisata dan semua stakeholder-nya,” kata Adiyasa.

Adiyasa mengakui bahwa detail mengenai jenis dan kriteria event besar yang dijanjikan gubernur belum diketahui secara pasti. Namun, ia mengapresiasi semangat gubernur yang melihat potensi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai salah satu pendorong utama pariwisata NTB.

“Semua asosiasi perhotelan yang ada di NTB sudah pasti sangat setuju dan berharap event tersebut bisa direalisasikan. Berhubung calendar of event 2025 sudah di-launching, mungkin sangat perlu untuk di-re-launching dengan update event terbaru,” sarannya.

Adiyasa berharap event-event yang akan digelar bersifat massal, sehingga mampu menarik peserta dari luar NTB dalam jumlah besar. Ia juga menyoroti perlunya NTB memiliki core event rutin berskala nasional, mencontohkan Pesta Kesenian Bali atau Pekan Raya Jakarta.

“Sudah saatnya NTB punya core event yang bersifat rutin dan dalam skala nasional. Sekelas Pesta Kesenian Bali atau Pekan Raya Jakarta sudah layak dibuat di NTB,” ujarnya.

Ia memberikan beberapa contoh potensi event yang bisa dikembangkan di NTB, seperti festival musik (Sunset Jazz yang sudah ada dinilai bagus) dan event healthy lifestyle seperti marathon yang sedang menjadi tren. Adiyasa menyayangkan hilangnya Lombok Marathon yang pernah sukses menarik ribuan peserta.

“Kita punya Rinjani 100, tapi kita belum punya marathon (dulu pernah ada, tapi hilang). Lombok Marathon pertama hotel-hotel penuh karena pesertanya sampai 5.000 lebih,” kenangnya.

Selain event, Adiyasa juga menyoroti minimnya destinasi buatan di NTB seperti kebun binatang atau taman bermain sekelas Jatim Park. Ia berharap jaringan yang dimiliki gubernur dapat menarik investor di sektor atraksi dan destinasi, dan mengingatkan untuk tidak lagi fokus pada investasi akomodasi yang dinilai sudah mulai over supply, khususnya di area Mataram.

“Semoga jaringan Pak Gubernur bisa mengundang investor di sektor atraksi dan destinasi. Jangan undang investor akomodasi lagi karena sudah mulai over supply, khususnya area Mataram,” pungkasnya.(bul)

Pemprov NTB Siapkan Event Pariwisata Rutin Tiap Bulan

0
Chandra Aprinova (ekbisntb.com/era)

PEMPROV NTB sedang menyusun rencana pelaksanaan event pariwisata secara rutin setiap bulan sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Rencana ini disambut positif oleh Dinas Pariwisata (Dispar) sebagai langkah strategis dalam mempromosikan potensi wisata daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dispar NTB, Chandra Aprinova menegaskan pentingnya mendukung penuh arahan pimpinan daerah. Menurutnya, event adalah formula efektif untuk menarik kunjungan wisatawan. Karena mampu menciptakan pemberitaan yang menonjolkan keindahan, keunikan, serta daya tarik wisata di NTB.

‘’Melalui event, keindahan dan kekayaan budaya lokal bisa kita tonjolkan. Pemberitaan saat event berlangsung menjadi media promosi tersendiri untuk destinasi kita,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Jumat, 16 Mei 2025.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan event bulanan tersebut. Beberapa OPD yang menjadi partner Dispar dalam menyukseskan program gubernur termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perdagangan, Perindustrian, serta Dinas Koperasi dan UMKM.

Para OPD nantinya akan mengambil peran masing-masing. Misalnya Dinas Perdagangan dan Koperasi dan UMKM akan menyiapkan tenan untuk pelaku UMKM, sehingga perputaran ekonomi masyarakat dapat meningkat.

“Kemarin saat PGAWC, semua OPD bergerak bersama sesuai arahan Gubernur. Itu contoh sukses kolaborasi kita dalam mempromosikan wisata melalui sport tourism dan budaya,” katanya.

Rencana agenda pariwisata tiap bulan ini akan mengacu pada Calendar of Event NTB yang sudah memuat lebih dari 57 agenda pariwisata tahunan. Event-event ini tersebar di berbagai kabupaten/kota, dan akan dipadukan dengan event insidental seperti kejuaraan surfing, pertunjukan musik, hingga festival budaya.

“Selain yang reguler, nanti ada juga event insidentil yang bisa mendadak hadir saat ada tamu penting atau kegiatan tertentu. Kami ingin sekali orang datang, mereka bisa menikmati beberapa event sekaligus, agar masa tinggal wisatawan lebih lama,” terangnya.

57 kalender of event atau agenda pariwisata NTB dinilai sudah mencukupi keinginan gubernur untuk menggelar agenda pariwisata tiap bulannya. Meski sudah mencukupi, ada juga beberapa agenda lain yang bisa diselenggarakan oleh Pemprov, kabupaten/kota, dan asosiasi yang tidak termasuk 57 calendar of event, namun tetap menjadi agenda pariwisata daerah.

“Insyaallah ya memang optimis kita dengan cita-cita Pak Gubernur untuk melaksanakan event sebulan sekali itu berdasarkan calendar event di Provinsi NTB saja sudah mencukupi setiap bulannya,” katanya.

Kendati telah ada 57 agenda pariwisata, Chandra mengaku masih menyusun terkait pariwisata apa saja yang akan digelar rutin setiap bulannya, di luar agenda 57 agenda pariwisata.  “Nah ini sedang kita susun kita mulai dari mana karena begitu banyak destinasi yang harus kita tampilkan. Begitu banyak budaya yang harus kita perkenalkan, begitu banyak daya tarik juga yang perlu kita pertunjukan,” pungkasnya. (era)

Pagelaran Event Harus Merata

0
H. Abdul Rauf (ekbisntb.com/ist)

WAKIL Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTB, H. Abdul Rauf menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal yang mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event-event strategis. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya menghidupkan pariwisata daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

“Kita sangat mengapresiasi event-event pariwisata yang diselenggarakan oleh Pemprov NTB. Terbukti, kegiatan seperti itu mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama para pelaku UMKM seperti pedagang suvenir dan perajin lokal,” ujarnya saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Minggu 18 Mei 2025.

Ia menegaskan, geliat pariwisata NTB harus dirasakan secara merata oleh seluruh kabupaten/kota, termasuk daerah di Pulau Sumbawa. Begitu juga dengan event-event yang akan digelar tidak hanya fokus di Pulau Lombok, namun beberapa daerah di Pulau Sumbawa juga harus dijadikan sebagai lokasi event.

Meski demikian, ungkapnya, jika selama ini, masalah infrastruktur pendukung menjadi kendala penyelenggaraan event berskala internasional dan nasional di Pulau Sumbawa, maka event berskala regional atau lokal NTB bisa digelar.

“Kita ingin ada pemerataan. Event-event besar jangan hanya digelar di Lombok. Sumbawa juga punya potensi besar. Jika dikembangkan dengan baik, pelaku pariwisata di sana juga bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Diakuinya dirinya merasakan dampak pagelaran dampak event yang digelar di Pulau Sumbawa, yakni saat memperingati 2 abad meletusnya Gunung Tambora. Adanya event yang digelar saat itu berdampak terhadap pelaku pariwisata di Bima dan Dompu saat itu dalam mengembangkan usahanya, termasuk pada usaha homestay.

Untuk itu, jika nanti Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri akan menggelar event berskala besar, apakah bulanan hingga mingguan, kota -kota di Pulau Sumbawa harus dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan. Pihaknya memaklumi ketika ada elemen masyarakat di Pulau Sumbawa menyampaikan aspirasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, karena selama ini minim kegiatan berskala besar di Pulau Sumbawa.

Selain itu, pihaknya yakin dengan jaringan dan kedekatan yang dimiliki Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, event-event berskala internasional dan nasional bisa digelar di NTB. Tinggal sekarang memberikan kesempatan pada Gubernur dan Wakil Gubernur mewujudkan dan merealisasikan programnya. (ham)

Event Besar Tiap Bulan, Ikhtiar Wujudkan NTB Mendunia

0
Kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 yang menghadirkan duta-duta besar negara sahabat di NTB. (ekbisntb.com/ist)

Pariwisata merupakan salah satu program prioritas dari pasangan Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda). Bahkan, Gubernur NTB menyampaikan visinya agar NTB tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam. Namun, ingin NTB sebagai pusat kegiatan kreatif dan budaya yang berkelanjutan. Untuk ikhtiar itu, Gubernur Iqbal mewacanakan  tiap bulan, ada event besar yang digelar.

BESARNYA potensi pariwisata yang dimiliki NTB masih belum digarap secara maksimal. Beda kepemimpinan dengan membawa visi misi dan kebijakan masing-masing, baik di tingkat daerah hingga pusat berpengaruh besar terhadap ‘’hidup matinya’’ dunia pariwisata.

Event GT World Challenge di Sirkuit Mandalika. (ekbisntb.com/ist)

Kita masih ingat bagaimana belum lama ini, sejumlah pengelola hotel di Mataram dan beberapa daerah di NTB kesulitan menggaji karyawannya. Bahkan, jika kondisi seperti itu masih berlanjut, maka kebijakan merumahkan karyawan adalah solusi tepat. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi APBN dan APBD.

Kegiatan-kegiatan yang selama ini menjadi program Kementerian/Lembaga di masa pemerintahan sebelumnya dianggap sebagai sebuah pemborosan anggaran dirasionalisasi oleh Kementerian Keuangan dan tidak dianggarkan sama sekali. Daerah-daerah yang selama ini menjadikan Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) sebagai program unggulan dan mengandalkan kegiatan dari Kementerian/Lembaga pun terkena dampaknya.

Hotel-hotel yang memiliki ballroom atau ruang pertemuan dalam jumlah besar dan memiliki banyak karyawan harus memutar otak agar bagaimana operasional hotel tetap bertahan. Namun, jika kegiatan MICE dari instansi pemerintah tetap saja minim, maka kebijakan merumahkan karyawan mau tidak mau harus dilakukan.

Pengembangan pariwisata inilah yang menjadi salah satu tugas besar dari pasangan Iqbal-Dinda di luar program lainnya dalam merealisasikan visi misinya, sehingga menjadikan NTB Makmur Mendunia.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal pada acara Tourism Gathering di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Rabu, 30 April 2025 malam lalu menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pariwisata. Baginya pengembangan pariwisata adalah satu hal yang sangat penting, karena NTB memiliki banyak objek wisata yang juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

Artinya, pengembangan pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan semata untuk menikmati objek wisata yang dimiliki. Namun ada side event yang bisa membuat wisatawan betah menginap di NTB dan memberikan dampak pada masyarakat yang ada di sekitar. Khususnya penjual suvenir dan tanda mata lainnya. Jika semakin banyak wisatawan dan masa tinggalnya lama, maka multiplier effect pada sektor lainnya juga terasa.

Untuk ikhtiar itu, Gubernur Iqbal mewacanakan akan menggelar event berskala besar setiap sebulan sekali. Dan tahun-tahun berikutnya, event-event besar, baik nasional dan internasional bisa digelar seminggu sekali tidak hanya sebatas ‘’omon-omon’’.

Gubernur kembali menegaskan pernyataan komitmennya saat silaturahmi dengan pimpinan redaksi dan wartawan se NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 7 Mei 2025 lalu. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintahannya dalam menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta industri pariwisata.

‘’Kemudian kita akan coba touch up supaya jadi event pariwisata. Contoh event paragliding di Sky Lancing yang tadi tidak banyak yang tahu ini yang ketiga kalinya dan tidak banyak tahu juga ada event itu. Ini coba kita touch up supaya jadi event pariwisata,’’ ujarnya.

Gubernur juga menyebut kegiatan Rinjani 100 akan dibantu oleh pemerintah dengan memberikan sentuhan pariwisata. Jika selama ini, event Rinjani 100 hanya fokus pada olahraga saja. Maka ke depan akan dikombinasikan dengan pariwisata dan digelar tahunan. Sehingga selain datang berolahraga, peserta dan keluarga bisa menikmati keindahan objek wisata yang ada di daerah ini, khususnya di Gunung Rinjani.

‘’Targetnya tahun ini mudah-mudahan tercapai. Setiap bulan satu event besar. Tahun depan, tiap dua minggu satu event besar, tahun ketiga, tiap minggu satu event besar, sehingga kita tidak tergantung lagi dengan PNS yang tiap satu minggu menggelar seminar,’’ terangnya.

Diakuinya, tingkat ketergantungan hotel yang ada di dalam kota terhadap event MICE yang digelar oleh instansi pemerintah cukup besar. Sementara keberadaan hotel atau resort yang ada di Gili masih tetap eksis ketika pemerintah melakukan efisiensi.

Gubernur juga mendorong transformasi peran event organiser (EO) menjadi event creator. Menurutnya, EO tidak lagi sekadar menunggu proyek dari pemerintah, Melainkan harus aktif menciptakan ide dan eksekusi acara dengan dukungan dan kolaborasi pemerintah daerah. “Sekarang EO jadi event creator, kalian yang ciptakan. Bukan hanya menunggu,” katanya.

Ia meyakini bahwa event-event besar akan menjadi penggerak ekonomi lokal, promosi produk UMKM, serta membuka peluang investasi baru.

Untuk mendukung visi ini, Pemprov NTB akan memperkuat infrastruktur pariwisata, khususnya konektivitas udara dan laut. Beberapa langkah yang sudah mulai dijalankan antara lain pengembangan jalur kapal cepat di Senggigi dan Mandalika.

“Kita sadar bahwa ada problem di konektivitas ini. Kita coba seagresif mungkin mencari alternatif,” jelasnya.

Gubernur juga menyoroti isu sampah yang masih menjadi tantangan besar bagi pariwisata NTB. Ia mengajak seluruh pengusaha hotel dan pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama mencari solusi, demi menciptakan NTB yang bersih dan nyaman bagi wisatawan. (ham)

Pengusaha Travel NTB Berharap Rute Kapal Cepat Bali-Lembar Dihidupkan Kembali

0
Lalu Muh. Zakaria (ekbisntb.com/ist)

PELAKU usaha travel dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB berharap pemerintah provinsi dapat menghidupkan kembali rute kapal cepat yang menghubungkan Bali dan Lembar (Lombok Barat). Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan bisnis ikutannya yang saat ini mengalami kelesuan.

Lalu Muh. Zakaria dari ASITA NTB menanggapi rencana Gubernur NTB, L. Muhamad Iqbal untuk menghadirkan event nasional dan internasional secara reguler sebulan sekali di NTB, bahkan hingga dua kali dalam sebulan pada tahun 2026 nanti.

“Kami sangat mengapresiasi rencana Bapak Gubernur untuk membuat event internasional di Lombok setiap bulan, apalagi dua minggu sekali. Ini adalah hal yang kami tunggu-tunggu untuk mengembalikan sektor pariwisata, khususnya di Lombok,” ujar Jaka, panggilan akrabnya.

Namun, ia menyoroti kondisi pariwisata di wilayah Senggigi Lobar dan Mataram yang semakin terpuruk. Menurutnya, sejak beroperasinya kapal cepat langsung dari Bali menuju Gili Trawangan dan sekitarnya, titik-titik ekonomi yang dulunya ramai di Lobar dan Mataram menjadi mati.

“Sekarang Mataram dan Senggigi itu sepi karena tamu itu direct langsung dari Bali ke gili-gili di Lombok Utara menggunakan kapal cepat. Jadinya, transit point yang dulunya ke Senggigi dan Mataram itu tidak ada lagi karena tamu langsung turun ke Gili,” jelasnya.

Jaka mengenang masa ketika kapal cepat dari Bali berlabuh di Lembar. Saat itu, menurutnya, mata rantai ekonomi di Lombok Barat dan Mataram bergerak aktif. Shuttle bus dan angkutan dari Lembar menuju Mataram, Senggigi, hingga ke gili-gili menjadi hidup.

Direct kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan itu mematikan jasa-jasa transportasi yang ada di Lombok Barat dan di Mataram,” tegasnya.

“Dulu saat kapal cepat dari Bali masuknya ke Lembar, shuttle-shuttle bus menjadi hidup. Angkutan dari Lembar ke Mataram, lalu ke Senggigi dan menuju ke gili-gili, banyak mata rantai ekonomi yang hidup, walaupun rantainya panjang,” katanya.

Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha travel , ia sangat mendukung rencana Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk menghadirkan event internasional secara reguler.

“Mungkin masukan untuk Bapak Gubernur, mudah-mudahan ini bisa didengar. Dulu sebelumnya pernah saya juga langsung bertatap muka dengan Pak Zul (Gubernur NTB sebelumnya) agar menghidupkan kapal cepat Bali-Lembar. Sekarang kan mati total. Mataram dan Senggigi semakin mau mati,” ungkap Zakaria.

“Mungkin dengan menghidupkan kembali kapal cepat dari Bali ke Lembar, Mataram, dan Lombok Barat (Senggigi) akan hidup lagi. Tamu atau wisatawan jangan direct langsung. Jalur Gili-Lembar ini juga perlu dihidupkan, selain menghidupkan event-event internasional secara reguler,” pungkasnya.

Zakaria menambahkan bahwa pihaknya sangat setuju dengan adanya event-event internasional, namun ia menekankan pentingnya mengatur rantai ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pelaku pariwisata di NTB.(bul)

Wagub NTB Dukung Pendampingan BTPN Syariah bagi Masyarakat Inklusi Lewat Festival Si Tepat

0
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (Tengah) bersama Direktur BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio, Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, dan Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin menyerahkan kejutan umrah kepada nasabah-nasabah inspiratif BTPN Syariah pada kegiatan Festival Si Tepat di Taman Budaya(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com)-Dalam rangka selebrasi pemberdayaan masyarakat inklusi, BTPN Syariah berkolaborasi dengan Forum Wartawan Ekonomi (FWE) NTB menyelenggarakan Festival Si Tepat di Taman Budaya Provinsi NTB, Jumat 18 Mei 2025.

Berbagai rangkaian acara dilakukan mulai dari dana kebajikan sebesar Rp25 juta untuk pemanfaatan sarana kebersihan pengelolaan sampah Desa Labuan Jambu di Pulau Sumbawa sebagai destinasi wisata hiu paus, dan renovasi taman pendidikan Qur’an Miftahul Jannah Desa Terang Tawah di Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, ada juga penyerahan hadiah umrah gratis untuk nasabah inspiratif BTPN Syariah di Sentra Rerot Baru di Kabupaten Lombok Barat, dialog pemberdayaan perempuan, dan bazar nasabah BTPN Syariah maupun bagi pelaku UMKM lainnnya yang bukan merupakan nasabah BTPN Syariah.

Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, bank menyadari butuh keterlibatan dari berbagai pihak (stakeholders), seperti regulator, pemerintah setempat, organisasi keagaamaan, dan lainnya, agar dampaknya lebih optimal dalam jangka panjang.

“Mewakili BTPN Syariah, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB, OJK, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) NTB, komunitas UMKM, tokoh masyarakat, media, dan berbagai pihak lainnya yang telah mendukung model bisnis Bank dalam memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya perempuan,” ujar Direktur BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio dalam acara Festival Si Tepat.

Bank melihat perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi. Oleh karena itu, perempuan perlu mendapatkan akses keuangan hingga pengetahuan yang optimal karena memberikan efek jangka panjang.

“Kami percaya perempuan berdaya, keluarga akan ikut berdaya, para perempuan tangguh akan melahirkan generasi yang baik dan berkualitas, yang akan ikut memengaruhi perekonomian dalam jangka panjang,” tutur Dwiyono.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) mengatakan pihaknya memiliki pandangan yang sama bahwa perempuan adalah ujung tombak dalam mendorong kesejahteraan keluarga dan ekonomi bangsa. Jika semakin banyak perempuan yang berdaya, memiliki literasi yang tinggi, maka akan melahirkan generasi yang cerdas dan mendorong kemajuan bangsa.

“Saya apresiasi dan mendukung BTPN Syariah atas komitmen berkelanjutan dalam mendampingi perempuan inklusi di berbagai daerah. Alhamdulillah, kehadiran BTPN Syariah membuat NTB semakin maju dalam hal literasi keuangan,” tutur Indah.

Sementara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rudi Sulistyo mengatakan jika semakin banyak perempuan yang maju, maka dapat mendorong perekonomian keluarga.

“Karena perempuan itu kebanyakan menjadi menteri keuangan di keluarga, sehingga jika perempuan semakin berdaya, mandiri, cerdas, maka akan berdampak baik bagi keluarga dan ujung-ujungnya terhadap ekonomi,” ungkap Rudi.

Ia pun mengapresiasi upaya BTPN Syariah dalam memberdayakan dan mendampingi masyarakat inklusi, khususnya perempuan, secara keberlanjutan.

“Kami dukung program BTPN Syariah agar perempuan lebih maju dan mendapatkan akses keuangan,” jelas Rudi.

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin menjelaskan BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi dengan memberikan akses keuangan, menyediakan layanan perbankan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat, dan juga akses pengetahuan melalui program pemberdayaan yang berguna untuk mengembangkan usaha dan mencapai kehidupan yang lebih berarti.

Bank juga membangun empat perilaku unggul nasabah, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS) agar mereka dapat bertahan dalam berbagai situasi.

“Bank berkomitmen untuk terus memberdayakan dan mendampingi perempuan inklusi secara berkelajutan karena kami percaya jika perempuan berdaya, maka akan mendorong kesejahteraan keluarga dan ekonomi bangsa. Melalui akses keuangan dan pengetahuan yang diberikan, serta upaya membangun empat perilaku unggul nasabah, Bank berharap semakin bannyak perempuan yang mandiri dan terus tumbuh dalam berbagai situasi,” ungkap Ain.

Sebagai informasi, BTPN Syariah telah melayani masyarakat inklusi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 2013. Hingga kuartal I 2025, Bank telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp328 miliar kepada lebih dari 90 ribu nasabah.(bul)

Telkom Berpotensi Genjot Danantara Lewat Perbaikan Kinerja

0
Logo Telkom di gedung PT Telkom Indonesia Tbk.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dinilai memiliki potensi untuk mendukung pencapaian tujuan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dengan memperbaiki kinerja keuangan.

Peneliti Center for Indonesia Reform (CIR) Subhan Akbar menyoroti kinerja keuangan Telkom yang cenderung mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Subhan merinci pendapatan konsolidasi Telkom mencapai Rp36,6 triliun pada kuartal I-2025, dengan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp18,2 triliun dan margin margin 49,8 persen. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp5,8 triliun.

“Data-data itu menurun bila dibandingkan kuartal I pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Subhan.

Pada kuartal I-2024, misalnya, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,4 triliun, EBITDA tercatat Rp19,4 triliun (margin kisaran 51,9 persen), dan laba bersih Rp6,3 triliun.

Sedangkan pada kuartal I-2023, EBITDA dan laba bersih tercatat lebih tinggi dari kuartal I tahun ini, masing-masing Rp18,9 triliun dan Rp6,42 triliun. Hanya pendapatan konsolidasi yang tercatat lebih rendah, yakni Rp36,09 triliun.

Sementara itu, Danantara ditargetkan menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia di mata global.

Danantara ditujukan untuk mengoptimalkan kekayaan negara, mengkonsolidasi aset dan kekuatan ekonomi BUMN, meningkatkan kinerja dan nilai tambah BUMN bagi perekonomian Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan nasional.

Maka dari itu, Subhan menyarankan Telkom untuk mengevaluasi performa dan melakukan transformasi agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

“Tujuannya supaya Telkom dapat menjadi salah satu perseroan yang menopang Danantara untuk meningkatkan ekonomi Indonesia,” tutur Subhan.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyatakan laporan keuangan Telkom pada kuartal I-2025 membuktikan resiliensi dalam menghadapi berbagai dinamika, seperti kondisi ekonomi yang kian menantang dan pelemahan daya beli masyarakat.

Ririek mengatakan, kini perseroan fokus pada pengembangan infrastruktur dan bisnis digital, penyediaan solusi yang relevan, serta simplifikasi produk guna meningkatkan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Menurutnya, hal ini menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perseroan.

“Kami optimis bahwa langkah strategis ini dapat memberikan hasil positif yang mendukung pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Ririek. (ant)

Dukung UMKM Kreatif, Disperinkop Mataram Siapkan 10 Tenda Semi Permanen

0
Area sebelah utara bangunan MCC yang akan diisi oleh 10 tenda semi permanen, Jumat, 16 Mei 2025.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram akan membangun 10 unit tenda semi permanen untuk mendukung komunitas pelaku UMKM yang tergabung dalam Food and Craft Center.

Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kota terhadap keberlangsungan aktivitas usaha mikro yang kini tengah menghadapi tantangan prasarana.

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bernaung di bawah komunitas tersebut sebelumnya telah mendapatkan fasilitas area usaha di sebelah utara bangunan Mataram Craft Center (MCC), yang juga merupakan kantor Dinas Disperinkop UKM Kota Mataram. Area tersebut dihias dengan konsep yang unik dan ramah lingkungan, terutama melalui penggunaan atap dari kain-kain bekas bermotif dan berwarna-warni.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung sering hujan menyebabkan atap kain tersebut rusak. Hal ini berdampak langsung pada konsistensi aktivitas jual beli yang dilakukan para pelaku UMKM. Banyak di antara mereka kesulitan menjaga kontinuitas usaha akibat tidak adanya perlindungan memadai dari cuaca.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan solusi yang tidak hanya memperhatikan sisi teknis, tetapi juga mempertahankan nilai estetika dari kawasan tersebut.

“Itu kan test case ya, sudah launching, kemudian mereka berusaha eksis, tetapi terkendala cuaca memang. Kendala teknis. Akhirnya saya menjanjikan sebagai bentuk dukungan untuk sarana prasarana mereka. Kami mencoba menganggarkan bagaimana mendesain atapnya itu bisa unik, tetapi juga secara bahan bisa bertahan gitu loh, nggak gampang kena hujan,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis 15 Mei 2025.

Dhani, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa 10 unit tenda semi permanen akan disiapkan di sisi utara MCC. Tenda-tenda ini akan menjadi solusi jangka menengah untuk melindungi aktivitas UMKM dari gangguan cuaca, sembari tetap mempertahankan karakter visual yang menarik.

Selain fokus pada MCC, Disperinkop UKM juga mulai menjajaki beberapa titik alternatif untuk mengembangkan ruang promosi UMKM di Kota Mataram. Salah satu yang sedang dikaji adalah area eks Pelabuhan Ampenan.

“Kami sedang koordinasi dengan Dinas Pariwisata agar bisa diberikan ruang di sana. Tentunya kami tidak akan bersaing dengan pedagang yang sudah ada. Justru kami hadir dengan konsep berbeda, menjual keunikan dan memberi edukasi tentang UMKM yang rapi dan bersih,” tutupnya. (hir)

Tanaman Tembakau Terendam, Petani di Sekotong Khawatir Rugi Besar

0
Tanaman tembakau milik petani di Dusun Telaga Lebur Kebon Desa Sekotong Tengah terendam air yang membutuhkan perhatian pemerintah. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Petani tembakau di wilayah Sekotong Lombok Barat (Lobar), persisinya di Dusun Telaga Lebur Kebon khawatir mengalami rugi besar. Akibat kondisi cuaca yang tak bersahabat menyebabkan tanaman mereka terancam. Hujan lebat yang melanda sejak beberapa hari terakhir merendam lahan tanaman tembakau mereka. Mengakibatkan tembakau mereka rebah dan layu.

Hujan lebat mengguyur daerah sekitarnya sejak beberapa hari terakhir, menggenangi lahan tanaman tembakau warga. Genangan air bahkan hingga menutupi tanaman tembakau yang baru ditanam beberapa Minggu terakhir. Ada juga tanaman tembakau petani yang ditanam lebih dulu lebih parah terdampak. Tanaman tembakau rebah akibat diterjang angin dan hujan.

“Ini ujian bagi kami petani tembakau. Dampak hujan kemarin tembakau kami teredam, ada juga yang rebah dan layu,” kata Mahun Pengurus Poktan Beriuk Kemos yang juga Kadus Telaga Lebur Kebon, kemarin.

Tanaman tembakau yang terendam perlu masa pemulihan. Kondisi tanaman layu akibat terendam air. Pemulihan pun memakan waktu beberapa hari, itupun kalau tidak terjadi hujan.

“Kalau panas bisa cepat pulih tapi kalau hujan, ya bisa-bisa Tamanan kami mati, itu yang sekarang dikhawatirkan petani,”imbuhnya.

Tanaman tembakau yang terdampak parah lumayan banyak, terutama yang ditanam lebih dulu. Sedangkan yang baru ditanam tidak terlalu terdampak, namun jika tetap hujan petani tetap khawatir merugi karena tanaman Tembakaunya rusak.

Lebih-lebih pada Selasa 13 Mei 2025, hujan kembali melanda daerah itu, sehingga petani sudah sangat khawatir dan mulai kebingungan. Di daerah itu, terdapat 50 petani yang menggarap 44 hektare tanaman tembakau. Ia berharap ada Intervensi dari pemerintah daerah sebab petani tembakau berkontribusi besar terhadap DBHCHT yang diperoleh daerah. “Kami butuh intervensi, mesin penyedot air, atau alat apa biar air tidak terlalu lama menggenangi lahan warga,”harap dia.

Ia juga berharap agar ada program bantuan melindungi petani tembakau yang selama ini semangat menanam tembakau. Daerah ini menjadi salah satu pusat pengembangan tanaman tembakau di wilayah Sekotong. Dusun ini memiliki kontur tanah yang cocok untuk pengembangan tanaman yang menjanjikan ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Beriuk Kemos di wilayah ini menanam Tembakau. Dimana sebelumnya, hampir tiap musim tanam petani menanam padi, kacang dan jagung. Namun semenjak adanya petani yang menjalin kerja sama dengan perusahaan dan melihat hasil yang menjanjikan, sejumlah petani pun ikut menanam tembakau. Alhasil, dibanding dengan hasil padi dan lainnya, tembakau lebih menjanjikan.

Lambat laun dengan hasil yang diperoleh petani tembakau, petani lain pun mulai ikut menanam. Pada hasil panen tahun lalu misalnya, petani mendapatkan hasil yang lumayan besar. Sekali panen mereka bisa menghasilkan 4 ton. Hasil jual pun lumayan, karena harga per kilogram tembakau musim ini dibeli perusahaan dengan harga 40-50 ribu tergantung kualitas tembakau.

Disebutkan, hasil jual yang diperoleh petani pada pengiriman kedua ini bervariasi dengan kisaran 9 juta-Rp32 juta tergantung luas lahan dan kualitas daun tembakau. Ada yang memperoleh penjualan Rp9 juta, Rp19 juta, Rp22 juta, Rp25 juta dan Rp32 juta. Kalau ditotal dengan pengiriman pertama, petani bisa memperoleh hingga puluhan bahkan seratusan juta. (her)

Antisipasi Wabah PMK, Pemkot Mataram Lakukan Pemeriksaan Rutin Jelang Iduladha

0
Irwan Harimansyah (ekbisntb.com/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melakukan pemeriksaan rutin kondisi kesehatan ternak, guna mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Iduladha.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Irwan Harimansyah mengatakan,  bahwa petugas kesehatan hewan, dalam hal ini dari dokter hewan telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan yang masuk di Kota Mataram yang akan dijual ke masyarakat. “Dari dokter hewan selalu memeriksa hewan-hewan khususnya sapi dan hewan lainnya yang masuk ke Mataram tetap dilakukan pemeriksaan,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 16 Mei 2025.

Ia memastikan, hewan sapi dan kerbau yang dijual di daerah Kota dinilai sudah aman. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk memastikan bahwa hewan kurban yang dijual dan dikonsumsi selama Iduladha dalam kondisi sehat dan aman. “Insyaallah aman. Kita persilakan bagi warga Kota Mataram untuk melaksanakan kurban,” pesannya.

Kata Irwan, Pemkot Mataram juga mengizinkan ternak dari Pulau Sumbawa masuk ke Kota Mataram. Akan tetapi, dengan syarat surat izin kesehatan dari daerah asal ternak dilampirkan. Selain itu lanjut Irwan, hewan ternak yang dijual di pasar hewan di Selagalas dipastikan sudah melakukan pemeriksaan dari petugas puskesmas hewan.

Ia menyebutkan, potensi dampak kasus PMK di Kota Mataram belum ada alias nihil. Hal tersebut dilakukan setelah melakukan analisis risiko mengenai virus tersebut. Sehingga Kota Mataram menjadi salah satu daerah dengan nol kasus. “Kita di Kota Mataram tidak terdampak PMK tidak ada,” ungkap Irwan.

Sementara itu, terkait dengan pembentukan tim kesehatan hewan kurban kata Irwan, tim tersebut akan segera dibentuk paling lambat 10 hari sebelum Iduladha. “Untuk petugas kesehatan reguler sudah ada, tapi kalau khusus saat hari raya kurban pasti kita akan bentuk,” pungkasnya.

Diketahui, untuk kebutuhan daging sapi di Kota Mataram setiap tahunnya mencapai 3.500 ekor sapi dan kerbau. Kebutuhan ini termasuk untuk pasokan di pasar tradisional dan kebutuhan lainnya. (pan)