Friday, April 10, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 29

Panen Cabai di Bayan, BI NTB dan Pemda KLU Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

0
Panen Cabai di Bayan, BI NTB dan Pemda KLU Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi
Kepala BI NTB, Hario K Pamungkas, bersama Pemda KLU melakukan panen cabai di Akar-akar Bayan, untuk mengintervensi harga cabai saat ini yang masih tinggi.

Tanjung (ekbisntb.com) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, mewakili Bupati Lombok Utara, menghadiri panen cabai rawit di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu, 2a8 Februari 2026.

Panen dilakukan di lahan seluas 5,5 hektare dari total sekitar 40 hektare areal tanam cabai yang dikelola, salah satunya oleh Kelompok Tani (Poktan) Beriuk Geger. Dengan produktivitas rata-rata 2–3 ton per hektare, hasil panen ini diharapkan mampu memperkuat pasokan cabai rawit di NTB saat ini.

Hario menegaskan, cabai rawit merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki andil besar terhadap inflasi di NTB. Pada periode hari besar keagamaan, tekanan harga kerap terjadi akibat lonjakan permintaan dan belum selarasnya waktu panen antarwilayah.

“Kesinambungan produksi dan kelancaran distribusi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BI terus memetakan klaster-klaster pertanian binaan untuk memastikan dukungan yang tepat sasaran. Poktan Beriuk Geger menjadi salah satu klaster binaan baru. Ke depan, BI akan memperluas pembinaan kepada kelompok tani lain di NTB yang dinilai potensial meningkatkan produktivitas hortikultura.

Bentuk dukungan yang diberikan antara lain bantuan sarana produksi pertanian, alat pertanian, serta pelatihan manajemen dan teknik budidaya. BI juga bekerjasama dengan champion cabai di NTB guna meningkatkan kapasitas petani dalam menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

Hario menyebut dalam beberapa hari terakhir harga cabai rawit mulai berangsur turun. Penurunan harga ini menurutnya akan terus berlangsung , dipengaruhi tambahan pasokan dari luar daerah serta masih berlangsungnya panen di sejumlah sentra produksi di NTB.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, menyatakanPemda KLU mendorong petani lebih masif membudidayakan cabai, terutama di lahan kering yang banyak terdapat di Kecamatan Bayan dan Kayangan.

“Selain jagung, lahan kering saat musim hujan juga sangat potensial untuk cabai. Ini yang terus kami dorong agar produksi meningkat,” katanya.

Ia mengakui harga cabai di Pasar Tanjung sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram. Namun, pemerintah daerah terus berupaya menstabilkan harga melalui peningkatan produksi, penyaluran benih, serta pendampingan teknis kepada petani.

Pemda juga mengembangkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di tiap desa untuk mendorong masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, komoditas ini dinilai mampu menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga.

Menurutnya, pengendalian inflasi dari cabai ini memang tak bisa dilakukan masing-masing, melainkan, harus bersinergi dengan seluruh stakeholder, salah satunya Bank Indonesia.

Kepala Desa Akar-Akar, Budi Priyo Santoso, mengungkapkan hingga saat ini luas budidaya cabai di desanya mencapai sekitar 11 hektare, dengan 5,5 hektare di antaranya telah siap panen. Ia menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan BI.

Menurutnya, desa memanfaatkan minimal 20 persen dana desa melalui BUMDes untuk mendukung budidaya cabai karena dinilai sesuai dengan potensi wilayah dan kualitas sumber daya manusia setempat.
“Kami siap mendukung pengendalian harga dari desa. Ke depan, kami pastikan luas tanam cabai akan lebih besar lagi,” tegasnya. (bul)

Pemkot Mataram Siapkan Rp400 Juta Bangun Kolam Retensi dan Taman

0
Pemkot Mataram Siapkan Rp400 Juta Bangun Kolam Retensi dan Taman
Lale Widiahning (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk membangun kolam retensi seluas 20 are yang dilengkapi dengan taman. Lokasinya berada di sisi selatan kantor baru Wali Kota Mataram di Jalan Gajah Mada.

Pembangunan kolam retensi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi setiap tahun di kawasan selatan Kota Mataram. Selama ini, luapan air saluran drainase sering menyebabkan genangan di sejumlah ruas Jalan Dr. Soedjono, mulai dari Gedung DPRD Kota Mataram hingga Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan rencana pembangunan kolam retensi tersebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Mataram. Namun, realisasi anggarannya masih menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kemungkinan akan kami usulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT). Mudah-mudahan juga ada anggaran lain yang bisa mendukung sehingga tahap awal bisa kami siapkan sekitar Rp400 juta dulu,” ujarnya, pekan kemarin.

Ia menjelaskan, anggaran Rp400 juta tersebut akan difokuskan untuk penataan tahap awal, meliputi pembangunan dinding kolam, pembuatan bendungan kecil sebagai pintu air, serta penambahan elemen air mancur. Konsep tersebut dirancang agar kolam tidak hanya berfungsi sebagai pengendali genangan, tetapi juga menjadi bagian dari penataan estetika kota.

“Kolam retensi ini bukan yang biasa. Desainnya akan sedikit berbeda karena sekaligus kita konsepkan sebagai view kota, mengingat lokasinya berada dekat kantor Wali Kota,” kata Lale.

Menurutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Setelah tahap awal rampung, pihaknya akan kembali menghitung kebutuhan anggaran lanjutan untuk penyempurnaan fasilitas dan penataan kawasan taman di sekitarnya.

Sebelumnya, lokasi kolam retensi sempat direncanakan di area Bale Mentaram. Tujuan utamanya adalah memperlambat laju arus air dari arah timur (hulu) sebelum mencapai wilayah pantai, sehingga volume air yang masuk ke kawasan selatan dapat dikendalikan.

Lale menilai pembuatan saluran yang langsung mengarah ke pantai kurang efektif dan berpotensi memperparah kondisi saat terjadi fenomena rob atau air pasang tinggi. Karena itu, strategi yang dipilih adalah menahan dan mengurangi volume air terlebih dahulu melalui kolam retensi sebelum dialirkan lebih lanjut.

Dengan pembangunan kolam retensi tersebut, Pemkot Mataram berharap genangan yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas dan kegiatan masyarakat di kawasan selatan dapat diminimalisasi secara bertahap. (pan)

IndoLinen Makin Ekspansif di Lombok, Siapkan Gerai Retail 2026

0
IndoLinen Makin Ekspansif di Lombok, Siapkan Gerai Retail 2026
Masrodawati Silalahi (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pertumbuhan pesat sektor pariwisata di Lombok mendorong perusahaan penyedia perlengkapan hotel, IndoLinen, memperluas pangsa pasarnya. Perusahaan ini menilai lonjakan pembangunan hotel, guest house, hingga restoran menjadi peluang strategis untuk pengembangan bisnis linen hospitality.

Direktur IndoLinen, Masrodawati Silalahi, mengatakan ekspansi ke Lombok bukan langkah tiba-tiba. Perusahaannya telah memiliki pasar sebelumnya, namun pengembangan secara lebih serius baru dijalankan sejak Desember 2025.

“Lombok memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus, terutama setelah dibukanya kawasan Mandalika. Kawasan Kuta dan sekitarnya bertumbuh sangat pesat. Karena itu, sejak akhir 2025 kami mulai menjalankan pengembangan market share secara lebih serius di Lombok,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan IHKA Lombok, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menilai pertumbuhan akomodasi di kawasan Kuta Mandalika menjadi indikator kuat meningkatnya kebutuhan produk linen berkualitas untuk industri hospitality.

IndoLinen sendiri memfokuskan produk pada penyediaan linen hotel, meliputi sprei, sarung bantal, selimut, hingga perlengkapan tidur lainnya yang dirancang khusus untuk kebutuhan perhotelan.

“Main product kami adalah linen hospitality. Semua material dirancang khusus untuk dunia perhotelan, sehingga berbeda dengan produk rumah tangga biasa,” jelasnya.

Masrodawati menekankan dua keunggulan utama yang ditawarkan kepada pelaku industri perhotelan di Lombok, yakni konsistensi kualitas dan kecepatan pengiriman.

Menurutnya, kecepatan distribusi menjadi nilai tambah karena IndoLinen memiliki fasilitas manufaktur di Denpasar, Bali, yang secara geografis dekat dengan Lombok. Selain itu, perusahaan juga memiliki gudang penyimpanan dengan stok besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dalam waktu singkat.

“Kami memiliki warehousing dengan stok yang cukup banyak, sehingga kapan pun customer membutuhkan, kami bisa kirim dengan sangat cepat. Konsisten quality dan fast delivery itu yang kami tawarkan,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan ekspansi, IndoLinen berencana membuka gerai retail di Lombok pada kuartal pertama 2026. Namun, untuk fasilitas produksi tetap berpusat di Bali.

“Kami akan membuka gerai retail di Lombok dalam waktu dekat. Untuk manufaktur tetap berbasis di Bali, Denpasar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Housekeepers Association, Ahmad Mujaddid, menyambut masuknya IndoLinen sebagai alternatif baru bagi industri perhotelan di NTB.

Menurutnya, bertambahnya pilihan pemasok linen akan menciptakan persaingan sehat, baik dari sisi kualitas maupun harga.

“Kehadiran IndoLinen memberi harapan baru dan pilihan baru bagi kami. Dengan banyaknya pilihan, tentu akan ada kompetisi, terutama soal kualitas dan mudah-mudahan juga bersaing dalam harga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan linen di NTB akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah hotel. Linen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional hotel.

“Kalau perkembangan hotel tinggi, otomatis kebutuhan linen juga tinggi. Setiap hotel pasti membutuhkan linen sebagai bagian dari standar pelayanan,” tandasnya. (bul)

Forum Pelanggan PAM Giri Menang (Perseroda) Gelar Sosialisasi Tarif dan Pelayanan

0
Kegiatan sosialisasi tarif dan pelayanan air minum yang digelar Forum Pelanggan PAM Giri Menang (Perseroda) pada 24–27 Februari 2026.

Giri Menang (Ekbisntb.com) – Forum Pelanggan PAM Giri Menang (Perseroda) menggelar kegiatan sosialisasi tarif dan pelayanan air minum yang berlangsung pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Forum Pelanggan yang diketuai oleh Prof. Agusdin sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan penyesuaian tarif dan penguatan layanan.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PAM Giri Menang (Perseroda), H. Sudirman, yang hadir bersama jajaran direksi dan tim manajemen.

Sosialisasi dilaksanakan kepada seluruh camat, sejumlah lurah dan kepala desa strategis serta pelanggan di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Penyesuaian Tarif Berdasarkan Regulasi

Penyesuaian tarif air minum ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, yang merujuk pada ketetapan Gubernur terkait Tarif Batas Bawah dan Batas Atas Air Minum di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Direktur Utama H. Sudirman menjelaskan bahwa kebijakan ini tetap mengedepankan prinsip subsidi silang dan keterjangkauan masyarakat.

“Jika diumpamakan, pelanggan yang biasanya membayar Rp50.000 ke depan kurang lebih akan membayar Rp54.000. Penyesuaiannya berkisar 5–8,5% saja. Insya Allah tidak memberatkan golongan menengah ke atas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyesuaian tarif hanya berlaku bagi kelompok masyarakat menengah ke atas. “Untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau kelompok sosial tidak mengalami penyesuaian. Termasuk juga golongan fasilitas umum dan sejenisnya,” tambahnya.

Kelompok pelanggan menengah ke atas yang terkena penyesuaian tarif mencakup beberapa kategori pelanggan antara lain, rumah tangga menengah ke atas, rumah tangga dengan kegiatan ekonomi, instansi, niaga/industri dan pelanggan khusus. Kebijakan tarif baru akan mulai berlaku pada Maret 2026 yang dibayarkan pada April 2026.

 

 

Komitmen Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, H. Sudirman menegaskan bahwa PAM Giri Menang (Perseroda) bukan sekadar BUMD air minum, tetapi merupakan badan usaha daerah yang memiliki tugas utama melayani kebutuhan masyarakat.

Sudirman juga menambahkan, bahwa setiap pelayanan ada yang tidak berbiaya dan ada juga yang berbiaya, sehingga penyesuaian tarif ini juga akan memberikan dampak peningkatan pelayanan walaupun belum sepenuhnya bisa terselesaikan.

Sebagai bentuk keterbukaan layanan, pelanggan yang memiliki pertanyaan atau aduan dapat menghubungi:

Call Centre: 0370 6111999

WA Center: 0819 9902 9903

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami kebijakan tarif serta mendukung upaya peningkatan kualitas dan cakupan layanan air minum di wilayah Mataram dan Lombok Barat. (r/*)

Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

0

Mataram (ekbisntb.com)- Promo diskon tambah daya listrik kembali dihadirkan PT PLN (Persero) dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Lewat program “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”, PLN memberikan diskon 50% biaya penyambungan tambah daya bagi pelanggan satu fasa dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA untuk penambahan daya sampai dengan 7.700 VA.

Promo ini dapat dinikmati pelanggan mulai dari 25 Februari hingga 10 Maret 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan untuk menunjang kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.

“Pada periode Ramadan, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas di rumah tangga. Melalui program ini, PLN menghadirkan kemudahan tambah daya dengan biaya lebih ringan agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas khususnya di Bulan Ramadan dan Idulfitri terkendala keterbatasan daya,” ujarnya.

Adi menjelaskan, pelanggan yang ingin menikmati promo diskon tambah daya ini cukup melakukan transaksi pembelian token atau pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah itu, pelanggan akan memperoleh e-voucher tambah daya yang dapat diklaim melalui fitur promo pada aplikasi.

“Setelah mendapatkan e-voucher, pelanggan dapat langsung mengajukan permohonan tambah daya melalui PLN Mobile dengan memasukkan kode voucher tersebut. Proses penyambungan selanjutnya akan dilakukan oleh petugas PLN sesuai dengan standar Tingkat Mutu Pelayanan yang berlaku,” tambah Adi.

Sebagai gambaran, pelanggan rumah tangga dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA umumnya dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp7.025.250. Lewat program ini, pelanggan akan mendapat potongan 50% biaya sehingga jumlah yang dibayarkan hanya sebesar Rp3.512.625.

“Melalui program ini, kami berharap pelanggan dapat memanfaatkan kemudahan layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan keluarga selama bulan Ramadhan dapat berlangsung dengan lebih nyaman tanpa kendala kelistrikan,” tutup Adi.(bul)

Satu Keluarga Jemaah Umrah NTB Tertahan di Jeddah, Akibat Perang Israel-AS dengan Iran

0

Mataram (ekbisntb.com) – Pecahnya perang yang dimulai oleh AS dan Israel terhadap Iran telah berdampak pada penerbangan internasional, termasuk perjalanan jemaah umrah asal NTB. Satu keluarga berjumlah lima orang jemaah umrah asal NTB dilaporkan tertahan di Jeddah akibat pembatalan penerbangan transit ke Qatar-Jakarta.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, H. Zamroni, menyampaikan hal ini, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia mengatakan situasi perang berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional, terutama yang transit di negara-negara Teluk.
“Sehubungan dengan situasi terkini terkait perang yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap penerbangan internasional, saat ini terjadi pembatalan beberapa jadwal penerbangan, khususnya penerbangan dengan rute transit melalui negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan sekitarnya,” jelas Zamroni.
Satu keluarga yang masih tertahan ini menurutnya, sebelumnya menggunakan penerbangan dengan rute transit melalui Qatar, namun jadwal penerbangan dibatalkan.
“Ada lima orang, satu keluarga. Mereka sebenarnya berangkat secara mandiri, tidak melalui travel umrah,” terangnya.
Zamroni menegaskan, untuk penerbangan langsung (direct) Jakarta–Jeddah hingga saat ini masih berjalan normal dan belum terdampak letusan perang di negara teluk. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan.
“Kami terus monitoring secara intensif setiap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan. Jika ada perubahan jadwal, akan segera kami sampaikan kepada jemaah,” ujarnya.
Terkait keberangkatan Jemaah umrah berikutnya, Zamroni juga memastikan untuk sementara masih berjalan biasa, belum terganggu secara langsung. Namun ia mengakui, situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi tantangan yang tidak terduga bagi penyelenggara perjalanan umrah.
“Pastinya ada kekhawatiran (perang berlanjut), namun ini memang menjadi tantangan yang hadir tak terduga. Kami tetap berikhtiar dan berkoordinasi agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal,” katanya.
Di tengah situasi perang yang menggempur Iran, aktivitas pemasaran travel umrah disebut masih berjalan. Namun, pihak penyelenggara tetap menyesuaikan strategi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi keamanan dan kebijakan penerbangan internasional.
AMPHURI Bali Nusra mengimbau para jemaah untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak travel , jika ingin tetap melaksanakan umrah ke Tanah Suci.(bul)

Ekspansi ke Lombok, IndoLinen Jalin Kolaborasi Strategis dengan IHKA NTB

0
Direktur IndoLinen, Masrodawati Silalahi dalam kegiatan Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Lombok (ekbisntb.com) – Industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, terus menunjukkan tren positif pasca-pembukaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menangkap peluang tersebut, IndoLinen secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Bumi Gora dengan menggandeng Indonesian Housekeepers Association (IHKA) NTB.

Peresmian kehadiran IndoLinen di Lombok ditandai dengan kegiatan silaturahmi bersama jajaran pengurus dan anggota IHKA NTB pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Mataram. Langkah ini diambil sebagai respons atas pesatnya pertumbuhan hotel, akomodasi, hingga restoran di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Direktur IndoLinen, Masrodawati Silalahi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah secara serius melakukan pengembangan pangsa pasar di Lombok sejak Desember 2025. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung sektor pariwisata melalui penyediaan produk hospitality linen berkualitas.

Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Ekbis NTB/fan)

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku industri di Lombok. Keunggulan kami adalah kualitas yang konsisten serta waktu pengiriman yang sangat cepat karena kami memiliki manufaktur di Bali dan sistem pergudangan yang siap mengirim stok kapan pun dibutuhkan,” ujar Masrodawati. Selain fokus pada pasar korporasi hotel, IndoLinen juga berencana membuka gerai ritel pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kehadiran IndoLinen disambut baik oleh pelaku industri perhotelan lokal. Ketua IHKA NTB, Ahmad Mujadid, menilai kolaborasi ini memberikan angin segar bagi operasional hotel di NTB dengan adanya lebih banyak pilihan vendor yang kompetitif.

“Hadirnya IndoLinen memberi harapan dan pilihan baru bagi kami dalam memenuhi kebutuhan operasional hotel. Setiap hotel dan restoran pasti membutuhkan linen, dan dengan banyaknya pilihan, akan tercipta kompetisi yang sehat terutama dalam hal kualitas dan harga,” kata Ahmad Mujadid.

Produk IndoLinen yang Dipamerkan pada kegiatan Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Ekbis NTB/fan)

Ia menambahkan bahwa kebutuhan linen berstandar tinggi, seperti memperhatikan jumlah kerapatan benang (Thread Count/TC), menjadi faktor krusial bagi hotel untuk menjaga kepuasan tamu di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok.

Melalui ekspansi ini, IndoLinen tidak hanya memposisikan diri sebagai pemasok kebutuhan hotel, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga standar kualitas pelayanan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. (fan)

Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan

0
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program yang mengusung tema ‘Cahaya Berkah Ramadan 1447 H’ ini menjadi bagian dari komitmen insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Jakarta (ekbisntb.com) – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan paket bingkisan kepada lebih dari 45.000 penerima manfaat sebagai wujud kepedulian sosial insan PLN kepada masyarakat sepanjang Ramadan 1447 H. Pada tahap awal, program ini telah menyalurkan lebih dari 23.000 paket bingkisan secara serentak di 13 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (25/2).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program yang mengusung tema ‘Cahaya Berkah Ramadan 1447 H’ ini menjadi bagian dari komitmen insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap bingkisan yang disalurkan dapat membawa kebahagiaan, memperkuat semangat, serta membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan,” ujar Darmawan saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan Ramadan YBM PLN di Masjid Institut Teknologi PLN, Jakarta.

Khusus di wilayah Jabodetabek, paket bingkisan disalurkan secara serentak kepada lebih dari 2.500 penerima manfaat yang tersebar di Kampung Deret Petogongan, Jakarta Selatan; Masjid Institut PLN, Jakarta Barat; Yayasan Abdul Wahid Hasyim Masjid Al-Munawaroh, Jakarta Selatan; Masjid Al-Akhbar, Jakarta Timur; Taman Baca Amalia, Tangerang Selatan; serta Masjid Jami As-Sofia, Kota Bogor; Masjid Al-Muhajirin, Kabupaten Bogor; Masjid Al-Anwar, Depok; dan Masjid Al-Hidayah, Bogor.

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan tersebut, zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro menjelaskan bahwa dukungan yang dihimpun untuk program ini tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat nilai kepedulian serta mendorong kemandirian penerima manfaat.

“Ramadan menjadi momentum bagi kita semua untuk menghadirkan kepedulian nyata melalui aksi berbagi yang memberi harapan, mempererat solidaritas sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Sulistyo.

Kegiatan ini juga melibatkan lingkungan akademik sebagai bagian dari upaya memperluas dampak sosial sekaligus edukasi kepada generasi muda. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Institut Teknologi PLN.

Rektor Institut Teknologi PLN, Iwa Garniwa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PLN Group melalui YBM PLN yang dinilai turut memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan kampus sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana menumbuhkan empati, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” ujar Iwa.(bul)

Gubernur NTB Puji Inovasi Pesona Ramadan “Ngantih Bebuka” Lobar

0
Gubenur NTB H.Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran bersama Wabup Hj. Nurul Adha serta jajaran OPD Pemkab berdialog dengan warga saat keliling ke lapak kuliner “Ngantih Bebuka" di Alun-alun Kota Gerung. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Gubernur NTB H.Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran menggelar safari Ramadan di Lombok Barat pada Kamis, 26 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, orang nomor satu di Bumi Gora itu menyempatkan mengunjungi pesona Ramadan “Ngantih Bebuka” di Alun-alun Giri Menang Park.

Gubernur didampingi istri Sinta Agatha Lalu Muhamad Iqbal, Wabup Hj. Nurul Adha, Ketua TP PKK Lobar Ayu Indra Rukmana Zaini, Dirut PAM Giri Menang Sudirman dan sejumlah jajaran kepala OPD Lobar keliling ke lapak UMKM yang telah dibuka sejak pukul 15.00 WITA. Iqbal melihat lapak UMKM yang menjajakan aneka ragam produk lokal mulai dari makanan ringan, makanan basah dan kering hingga buah-buahan.

Warga yang mengetahui kehadiran orang Nomor satu di NTB itu, pun tak menyia-nyiakan kesempatan, mereka meminta agar gubenur membeli produknya. Iqbal dan istri pun membeli sejumlah produk lokal yang dijual pedagang. Wabup dan istri Bupati juga tak kalah, mereka membeli aneka produk lokal UMKM. Sepanjang keliling ke lapak UMKM, Gubernur diajak berfoto oleh warga. Iqbal pun dengan senang hati melayani warga.

Usai keliling di lapak UMKM, gubenur pun dijamu berbuka bersama di Pendopo Bupati. Mik Iqbal sapaan akrabnya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berinovasi menyajikan ragam kuliner khas Ramadan. Menurutnya, fenomena pasar kaget ini bukan sekedar tradisi musiman, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang nyata.

Daya tarik utama dari pasar UMKM tahun ini adalah keberanian para pelaku usaha dalam bereksperimen dengan menu-menu baru. Sektor tata boga menunjukkan perkembangan signifikan dengan hadirnya jenis masakan yang lebih variatif dan efektif menarik minat pembeli.

“Ini keren banget. Artinya teman-teman kreativitas masakannya banyak banget jenisnya gitu,” ujar Lalu Iqbal.

Ia menilai keragaman ide kuliner ini menjadi bukti bahwa talenta lokal NTB, mampu bersaing dan terus berkembang mengikuti selera pasar yang dinamis. Kehadiran pusat kuliner Ramadan ini, memberikan dampak ganda. Yakni, memudahkan warga mendapatkan hidangan berbuka sekaligus menjadi tulang punggung pendapatan bagi pelaku usaha kecil. Dukungan pemerintah melalui penataan ruang bagi UMKM diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Lalu Iqbal menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung upaya yang mengangkat derajat ekonomi masyarakat bawah. “Jadi ini bukan hanya memberi kesempatan untuk mengangkat perekonomian UMKM, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif, terutama di tata boga atau kulinernya,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, Gubernur mengharapkan adanya sistem yang lebih inklusif bagi seluruh pelaku UMKM di wilayah NTB. Ia ingin di masa mendatang, lebih banyak pelaku usaha yang mendapatkan panggung untuk mempromosikan produk unggulan mereka secara bergilir. “Tahun depan mesti akan lebih banyak lagi kesempatan diberikan kepada UMKM yang lain gantian gitu, sehingga lebih banyak yang dapat kesempatan untuk show off jenis masakan yang mereka punya,” jelas Lalu Iqbal.

Ia optimis bahwa dengan dorongan yang tepat, kreativitas UMKM NTB akan terus melesat menjadi pilar utama ekonomi daerah. (her)

Pertegas Kesiapan Sebagai Lokasi PSN Tambak Garam Rakyat

0
Pertegas Kesiapan Sebagai Lokasi PSN Tambak Garam Rakyat
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot berfoto bersama dengan masyarakat saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa pada, Jumat, 27 Februari 2026.(Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mempertegas kesiapan untuk menerima salah satu Program Stategis Nasional (PSN) ekstensifikasi garam rakyat di Kecamatan Plampang, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

“Jadi, yang sudah berproduksi ada sekitar 8.000-10.000 hektar dan masih ada lahan potensial lainnya. Kami berharap Pak Menteri bisa menjadikan Sumbawa sebagai daerah produksi garam di wilayah timur,” kata Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot, Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati melanjutkan, Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten terbesar di NTB dibandingkan dengan pulau Lombok. Apalagi panjang pantai di Sumbawa mencapai 980 kilometer dengan luas wilayah 74.000 kilometer.

“Kami memiliki potensi laut yang luar biasa, termasuk potensi tambak yang luar biasa. Termasuk juga potensi untuk tambak garam rakyat yang sudah kita siapkan di Kecamatan Plampang,” ucapnya.

Haji Jarot menyebutkan, program nasional ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam yang selama ini bergantung pada impor. Bahkan dari sisi kelayakan, Sumbawa memiliki keunggulan baik dari luas lahan, kondisi alam hingga potensi kualitas garamnya dibandingkan daerah lain.

“Pada prinsipnya kami siap untuk mewujudkan program tersebut di Sumbawa. Kami juga telah menyiapkan lahan sebagaimana dibutuhkan untuk program itu,” jelasnya.

Ia berharap, Kabupaten Sumbawa bisa menjadi lokasi yang dipilih pemerintah pusat sebagai lokasi pengembangan garam nasional. Jika terpilih, maka Sumbawa akan menjadi bagian penting dari strategi nasional menghentikan impor garam industri secara bertahapi.

“Ini bukan sekadar keinginan daerah, tetapi peluang besar untuk memberi nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam,sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan sudah menginstruksikan ke Dirut Garam untuk mengkaji lebih lanjut lahan yang sudah disiapkan. Lahan 10.000 hektar ini juga akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan layak atau tidaknya tambak garam ini dibangun di Sumbawa.

“10.000 hektar yang sudah disiapkan itu saya sudah minta ke Dirut Garam, untuk mengkaji lebih lanjut. Apabila memiliki potensi yang bagus itu juga akan menjadi pertimbangan,” ucapnya.

Pemerintah pun menargetkan di akhir tahun 2027, Indonesia sudah harus swasembada garam,sehingga untuk program ekstensifikasi tambak garam rakyat yang dihajatkan di wilayah Indonesia Timur, khususnya di NTB dan NTT yang memiliki potensi yang bagus bisa terealisasi.

“Kita masih menunggu hasil kajian lebih lanjut atas usulan tersebut. Tetapi pada prinsipnya, Indonesia ditargetkan swasembada garam di tahun 2027,” tukasnya. (ils)