Home Blog Page 28

JCH Kloter 10 Kota Mataram Diberangkatkan, PHD Diminta Sigap Dampingi Jemaah

0
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi para jemaah calon haji saat pelepasan kloter 10 di Halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Minggu, (3/5/2026). PHD diminta sigap dampingi jemmah. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kembali melepas 393 jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Minggu (3/5/2026).

Sejak pukul 06.00 Wita, ribuan keluarga dan kerabat memadati lokasi pelepasan untuk mengantar anggota keluarganya menuju Tanah Suci. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai momen keberangkatan yang telah lama dinantikan para jemaah. Untaian doa dan lambaian tangan dari keluarga serta kerabat mengiringi langkah JCH menuju Asrama Haji.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, secara resmi melepas JCH yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Lombok. Kloter ini merupakan gelombang kedua, setelah sebelumnya pelepasan dilakukan pada Kloter 5, Minggu (26/4/2026).

Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin yang menuntut kesiapan mental dan spiritual.

“Selama di Tanah Suci, Bapak/Ibu akan menghadapi berbagai ujian, baik fisik, emosi, maupun dinamika interaksi sosial,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kesabaran, pengendalian diri, niat yang lurus, keikhlasan, serta sikap tawakal sebagai fondasi utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik dan meraih haji yang mabrur.

Selain itu, Mohan juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga sikap dan perilaku selama menjalankan ibadah. Jemaah diharapkan mampu menjaga lisan, memperkuat tenggang rasa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

“Nilai kebersamaan dan kekompakan antarjemaah menjadi kekuatan yang akan membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci,” pesannya.

Wali Kota juga berpesan kepada petugas haji daerah (PHD) Kota Mataram yang tergabung dalam Kloter 10 agar selalu sigap, tanggap, dan responsif, mengingat peran strategis mereka dalam mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.

Menurutnya, dengan kesiapan yang matang, koordinasi yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Keberangkatan haji menjadi momen penuh kebahagiaan sekaligus mengharukan bagi para jemaah yang telah lama menanti kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kantor Perwakilan Kota Mataram, jumlah JCH Kloter 10 terdiri atas 205 perempuan dan 178 laki-laki, serta 5 orang dari petugas haji sehingga totalnya 393 JCH. Sementara, jemaah termuda berusia 20 tahun, sedangkan yang tertua berusia 81 tahun.

Dengan telah diberangkatkannya Kloter 5 dan Kloter 10, JCH Kota Mataram yang tersisa tinggal Kloter 15 sebanyak 29 orang, yang merupakan kloter campuran dengan jemaah dari kabupaten lain. (pan)

Ciptakan Ekonomi Berbasis Wisata Sungai

0
Bilyadi Idul Islam (Suara NTB/pan)

PEMERINTAH Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, mengungkapkan bahwa pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk kini diarahkan menjadi pembangkit ekonomi lokal berbasis sungai melalui strategi Waterfront Economic Frontier.

Konsep ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengintegrasikan ruang hidup, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata secara terpadu. Kelurahan Karang Baru menjadi salah satu titik sentral dalam rencana tersebut.

Lurah Karang Baru, Bilyadi Idul Islam, mengatakan penataan DAS Jangkuk di wilayahnya mulai menunjukkan progres meski dilakukan secara bertahap.

“Terkait penataan DAS Jangkuk di Kelurahan Karang Baru memang sudah berjalan, tetapi secara bertahap. Saat ini masih tahap pembuatan batu beronjong dan pembebasan jalan di pinggir kali,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari Zona Tengah dalam konsep Green–Blue Corridor, Karang Baru memiliki posisi strategis. Dari sembilan lingkungan yang ada, empat di antaranya bersentuhan langsung dengan aliran DAS Jangkuk.

Kondisi tersebut menjadikan Karang Baru sebagai kandidat utama pusat aktivitas wisata air sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif di Kota Mataram.

Bilyadi menambahkan, meskipun anggaran berada di bawah kendali dinas terkait, pihak kelurahan terus mengawal agar pembangunan tetap mengedepankan aspek fungsional bagi masyarakat sekitar.

Transformasi kawasan ini direncanakan mencakup pembangunan deck wisata, dermaga kecil, hingga penataan jalur pedestrian yang aman dan terintegrasi.

Selain pembangunan fisik, keberhasilan proyek ini juga sangat bergantung pada peran aktif masyarakat lokal. Rencana penyediaan kawasan kuliner dan kios UMKM diharapkan mampu menyerap potensi ekonomi dari arus wisatawan arung jeram yang melintasi wilayah tersebut.

Bilyadi menilai, selama aspek kelestarian lingkungan tetap terjaga, konsep ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat bantaran sungai.

“Sepanjang dari sisi lingkungan terpenuhi dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan, saya rasa ini sangat memungkinkan,” ujarnya.

Pada akhirnya, revitalisasi vegetasi tropis di sempadan sungai serta penguatan fasilitas wisata air berkelanjutan diharapkan mampu mengembalikan fungsi sungai sebagai urat nadi kehidupan.

Diperlukan kolaborasi solid antara pemerintah kota dan masyarakat agar visi menjadikan sungai sebagai beranda depan kota dapat terwujud.

Bilyadi menilai, esensi dari seluruh penataan ini adalah dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kunci dari penataan DAS Jangkuk adalah penguatan ekonomi masyarakat. Sungai harus kembali menjadi sumber kehidupan, bukan sekadar saluran air,” pungkasnya. (pan)

GT World Challange Asia Mandalika 2026 Berlangsung Ketat

0
GT World Challange Asia Mandalika 2026 Berlangsung Ketat

Praya (ekbisntb.com) – Ajang balap GT World Challange Asia Mandalika 2026 yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026) hingga Minggu (3/5/2026), berlangsung seru dan ketat. Dengan tim Audi dan Porsche tampil mendominasi.

Pada sesi balapan pertama di hari Sabtu (2/5/2026), dua tim Audi, FAW Audi Sport Asia Team Phantom dan Audi Sport Asia Team Phantom sukses menguasai podium pertama dan kedua. Sementara di balapan kedua di hari Minggu (3/5/2026), giliran tim Porsche yang menguasai podium teratas, melalui Phantom Global Racing serta Absolute Racing.

Pada balapan pertama, dua pembalap Tiongkok Congfu Cheng dan Kuai Yufaw sukses menyelesaikan 33 putaran selama satu jam penuh dengan catatan Waktu 1 jam 47,263 detik. Diikuti pasangan Andreas Pato (Indonesia) dan Jaxon Evans (Selandia Baru) yang menyentuh garis finis 5,463 detik lebih lambat. Dan, pada balapan kedua di hari Minggu pasangan ini harus puas di posisi ketiga. Setelah gagal membendung dominasi duet Anthony Xu Liu dan Loek Hartog serta pasangan Ruohan Huang dan Alessandro Ghiretti yang sukses mengamankan podium pertama dan kedua.

Pasangan Anthony Xu Liu dan Loek Hartog sukses menyelesaikan 36 putaran dengan catatan Waktu 1 jam 1 menit 20,722 detik. Sedangkan pasangan Ruohan Huang dan Alessandro Ghiretti menyelesaikan 36 putaran dengan catatan Waktu 15,889 detik lebih lambat.

Pada ajang GT World Challange Asia Mandalika kali ini, Indonesia diwakili tiga pembalap terbaiknya. Selain Anreas Pato yang turun di kelas Pro-Am, ada juga Sean Gelael di kelas Silver dan Setiawan Santoso di kelas AM. Namun sayang pada balap kedua Sean Gelael hanya menyelesaikan tiga putaran setelah terlibat insiden tabrakan selepasa laps kedua. Sehingga memaksanya harus menyelesaikan balapan lebih cepatnya. Padahal pada balapan pertama hari Sabtu, Sean sukses meraih podium ketiga.

Adapun Setiawan Santoso masih belum mampu penampilan yang impresif dalam dua sesi balapan yang digelar. “Saya sudah berusaha maksimal. Tapi dalam balapan semua bisa terjadi,” ujar Sean Gelael seraya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukungnya pada balapan kali ini. Dan, berharap tahun depan bisa membalap lagi di ajang yang sama di Sirkuit Mandalika.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) pusat Moreno Soeprapto, kepada awak media, usai balapan mengungkapkankan kalau secara umum jalannya GT World Challange Asia Mandalika 2026 sejak hari pertama hingga terakhir berjalan lancer. Itu semua berkat dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak di daerah ini. Terutama dari Pemprov NTB yang sudah memberikan support maksimal. Termasuk ITDC selaku penyelenggara. Sehingga ajang balap dunia kali ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

“Kolaborasi seperti ini ke depan diharapkan bisa terus dijaga di event-event otomotif lainya,” sebut Moreno.

Hal senada juga disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di tempat yang sama. Dari reviu yang ada, ajang GT World Challange Asia kali ini mencatat sukses besar. Tidak hanya dari sisi penyelenggaraannya saja. Tetapi juga dari aspek dampak yang ditimbulkan bagi daerah. “Penyelenggaraan tahun ini much-much better dibandingkan dengan penyelenggaran tahun lalu,” sebutnya.

Sukses tersebut diharapkan bisa menarik event-event otomotif lainya masuk ke Sirkuit Mandalika. Sehingga ke depan, Sirkuit Mandalika bisa memiliki lebih dari tiga event otomotif dengan level dunia yang setara MotoGP dan GT World Challange. Dalam hal ini, Pemprov NTB siap memberikan dukuang penuh. Agar gelaran seluruh event otomotif dunia di Sirkuit Mandalika bisa berlangsung sukses.

“Karena kalau event-event tersebut bisa berlangsung sukses, daerah juga yang akan merasakan manfaatnya. Minimal ekonomi daerah ikut bergerak dengan kehadiran event-event otomotif seperti ini,” ujar mantan Dubes RI untuk Turki ini.

Kehadiran event otomotif di Sirkuit Mandalika lanjut Mamiq Iqbal-sapaan akrab Gubernur NTB ini, juga akan menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi daerah. Guna menarik minat investor asing maupun lokal mau masuk berinvestasi di daerah ini, khususnya Kawasan The Mandalika. Terlebih ajang GT World Challange Asia, di mana pembalapnya bukan hanya pembalap professional, tapi juga dari kalangan pengusaha kaya di Kawasan Asia.

Artinya, melalui ajang GT World Challange Asia para pengusaha kaya tersebut bisa mengenal dan tahu potensi investasi yang ada di daerah ini. Dan, Pemprov NTB siap menyambut dengan karpet merah para investor yang mau berinvestasi di daerah ini.”Sukses penyelenggaraan tahun ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk penyelenggaran ditahun-tahun berikutnya,” tambah Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar. (kir)

Gapasdap Lembar : Tidak ada Penyewaan Matras ke Penumpang di Kapal Lembar-Padangbai

0

Mataram (ekbisntb.com) – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) berupa penyewaan matras atau kasur kepada penumpang di kapal penyeberangan lintas Lembar-Padangbai mencuat dan menuai sorotan.

Sebelumnya, Ombudsman NTB mengungkap dugaan pungli penyewaan matras di kapal lintas Lembar-Padangbai dengan tarif mencapai Rp50 ribu per matras. Ombudsman menilai praktik tersebut tidak memiliki dasar regulasi dan berpotensi masuk dalam kategori pungutan liar.

Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, memberikan tanggapan, ia mengatakan kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, setidaknya telah terjadi dua kasus dugaan pungli di lintasan penyeberangan Lembar-Padangbai maupun sebaliknya.

“Yang pertama terjadi dari Padangbai menuju Lembar dan pelakunya diduga pedagang asongan. Kemudian kejadian terbaru dari Lembar menuju Padangbai, dan terduga pelakunya merupakan oknum ABK bagian koki kapal,” ujarnya.

Menurut Firman, setelah kejadian pertama, pihak operator kapal sebenarnya telah membuat kesepakatan bahwa tidak boleh ada pungutan tambahan terhadap seluruh fasilitas yang tersedia di atas kapal.

Ia menegaskan seluruh fasilitas seperti tempat lesehan, tempat duduk hingga layanan pengisian daya telepon seluler seharusnya dapat digunakan secara gratis oleh penumpang.

“Sudah ada kesepahaman bahwa tidak ada biaya tambahan. Tempat duduk gratis, tempat lesehan gratis, charger juga gratis, termasuk matras,” tegasnya.

Namun, praktik serupa kembali terulang dan menjadi perhatian publik setelah laporan tersebut sampai ke Ombudsman NTB. Firman mengaku pihaknya cukup terkejut karena persoalan yang dianggap telah selesai justru kembali terjadi.

“Kami pikir persoalan ini sudah selesai, ternyata masih ada oknum yang bermain,” katanya.

Berdasarkan klarifikasi dari perusahaan operator kapal terkait, praktik penyewaan matras tersebut disebut dilakukan secara personal oleh oknum ABK tanpa sepengetahuan manajemen.

Firman menegaskan tidak ada kebijakan resmi perusahaan yang memperbolehkan pungutan tambahan terhadap fasilitas kapal.

“Menurut penjelasan kepala cabang perusahaan operator kapal, tidak ada kebijakan manajemen untuk menyewakan fasilitas di atas kapal. Karena itu oknum yang terlibat sudah diturunkan dan tidak lagi bekerja di perusahaan,” ungkapnya.

Sementara pada kejadian sebelumnya dari Padangbai menuju Lembar, praktik pungli diduga dilakukan oleh pedagang asongan yang naik ke kapal.

Firman juga menyoroti masih adanya pedagang asongan maupun pihak yang tidak berkepentingan yang bebas keluar masuk area pelabuhan dan kapal. Padahal menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persoalan serupa di kemudian hari.

Ia mengungkapkan, para pihak telah melakukan pendekatan dengan kepala desa, kepala dusun, tokoh masyarakat hingga sejumlah pihak lainnya untuk membatasi aktivitas pihak-pihak yang tidak berkepentingan di area pelabuhan.

“Pelabuhan ini objek vital negara. Harus benar-benar steril dari pihak yang tidak berkepentingan agar potensi kejadian seperti ini bisa dicegah,” tegasnya.

Gapasdap juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator pelabuhan agar memperketat pengawasan di area dermaga.Sebagai tindak lanjut, Gapasdap mengaku telah kembali mengingatkan seluruh operator kapal agar memastikan tidak ada pungutan tambahan terhadap penumpang.

Selain itu, operator juga diminta menyampaikan pengumuman secara langsung kepada penumpang bahwa seluruh fasilitas di atas kapal tidak dipungut biaya.

“Kami akan terus mengingatkan anggota bahwa seluruh fasilitas di atas kapal itu gratis. Ke depan juga akan ada pengumuman melalui pengeras suara saat kapal berangkat bahwa layanan tersebut free of charge,” katanya.

Firman menambahkan, apabila di kemudian hari kembali ditemukan praktik serupa, maka penindakan akan diserahkan kepada masing-masing manajemen operator kapal.

“Kalau ada oknum yang masih melakukan pungli, pasti akan ditindak tegas sesuai aturan perusahaan,” tandasnya.(bul)

Wisatawan dari Luar Negeri Kini Bisa Bertransaksi dengan QRIS Bank NTB Syariah

0

Mataram (ekbisntb.com)- Bank NTB Syariah terus memperkuat transformasi layanan digital dengan mencatatkan keberhasilan implementasi QRIS Cross Border, yang memungkinkan transaksi lintas negara berjalan dengan lancar.

Melalui inovasi ini, nasabah dan merchant Bank NTB Syariah kini dapat melayani pembayaran dari berbagai negara seperti Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, dan Singapore secara mudah, cepat, dan aman.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung ekosistem pembayaran digital nasional yang terintegrasi secara global, sekaligus memperluas akses transaksi bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat.

Mengusung semangat “Lokal ke Global”, Bank NTB Syariah menunjukkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) mampu bersaing secara teknologi dan menghadirkan layanan berstandar internasional.

QRIS Cross Border menjadi bukti nyata bahwa layanan keuangan daerah kini telah mendunia, sejalan dengan penguatan positioning NTB sebagai destinasi wisata global yang modern dan inklusif.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan, keberhasilan implementasi QRIS Cross Border ini merupakan bagian dari inovasi tanpa batas yang terus kami dorong. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah kini sejajar dengan bank nasional lainnya dalam hal teknologi pembayaran internasional.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memudahkan wisatawan asing bertransaksi secara cashless dengan aman dan nyaman tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar,” ujarnya.

Nazar juga menambahkan, langkah ini tidak hanya memperkuat layanan digital Bank NTB Syariah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan UMKM.

Dengan QRIS Cross Border, wisatawan mancanegara dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya tanpa perlu menukar uang tunai.

Hal ini memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan bertransaksi di berbagai destinasi unggulan di NTB.

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing, inovasi ini diharapkan mampu mendorong akselerasi transaksi non-tunai, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.

Bank NTB Syariah akan terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital, termasuk optimalisasi QRIS dan penguatan platform RIMO (Rinjani Mobile Banking) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah.(bul)

Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen GCG dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu di KC Dompu

0

Dompu (Suara NTB)– Menanggapi pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait adanya laporan nasabah terhadap layanan pembiayaan di Kantor Cabang (KC) Dompu, Bank NTB Syariah menyampaikan bahwa penanganan atas permasalahan tersebut telah dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan mekanisme internal bank serta ketentuan yang berlaku.

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Dompu, Wawan Supryadi menyampaikan bahwa komunikasi dengan nasabah telah berlangsung sejak adanya penyampaian somasi yang dilakukan oleh nasabah dalam beberapa tahap.

“Kami telah menerima dan menindaklanjuti somasi yang disampaikan oleh nasabah secara bertahap, serta melakukan koordinasi internal dengan unit kerja terkait guna memastikan penanganan yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Nasabah telah menyampaikan somasi kepada Bank NTB Syariah KC Dompu, yang pada pokoknya memuat keberatan terkait aspek transparansi informasi pembiayaan, mekanisme perhitungan pembiayaan, serta kesesuaian akad.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank NTB Syariah KC Dompu telah melakukan langkah-langkah antara lain berkoordinasi untuk memastikan pemenuhan hak nasabah termasuk penyampaian dokumen akad pembiayaan, serta koordinasi dengan unit Legal untuk advice atas informasi tersebut dan mitigasi risiko atas informasi yang berkembang.

Lebih lanjut, Bank NTB Syariah juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang komprehensif dan konstruktif.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menegaskan bahwa seluruh layanan pembiayaan di Bank NTB Syariah dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, ketentuan internal bank, serta berada dalam pengawasan regulator.

“Sebagai bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kami senantiasa mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan nasabah dalam setiap layanan. Kami juga berkomitmen menjalankan operasional secara taat hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sehubungan dengan adanya proses hukum yang sedang berjalan, Bank NTB Syariah menyatakan siap untuk bersikap kooperatif dan menghormati seluruh tahapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, serta akan memberikan keterangan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bank NTB Syariah juga tetap membuka ruang komunikasi yang konstruktif kepada nasabah guna mendorong penyelesaian yang baik melalui mekanisme yang tersedia.

Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi dan tidak berspekulasi sebelum adanya kejelasan melalui proses yang sedang berjalan.

Bank NTB Syariah akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan layanan perbankan syariah yang aman, profesional, dan berintegritas.(bul)

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Tidak Ada Pembetasan Pembelian BBM Subsidi bagi Angkutan Umum di NTB

0

Mataram (ekbiantb.com)— Pertamina Patra Niaga komitmen pemenuhan kebutuhan BBM di NTB.
Sebagaimana informasi yang beredar terkait kendala pasokan BBM subsidi yang menyebabkan antrean ditengah kenaikan harga BBM non subsidi.
Kondisi ini juga dianggap membuat sopir angkutan umum dan pelaku transportasi semakin tertekan dan berharap distribusi BBM subsidi benar-benar dikawal agar tepat sasaran dan tidak merugikan sektor transportasi umum.

Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, stok BBM subsidi di wilayah NTB dipastikan aman dan mencukupi.

“Terkait kenaikan harga BBM, Pertamina mengacu pada formula perhitungan yang telah ditetapkan Kementrian ESDM. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM kepada transportasi umum selama sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan BPH Migas,” terang Ahad.

Selanjutnya Ahad menyampaikan, dalam rangka mendukung upaya pemenuhan kebutuhan BBM subsidi, Pertamina juga perkuat subsidi tepat di NTB.
Pertamina laksanakan koordinasi dengan Organda terkait kendala pendaftaran subsidi tepat dan mengaktifkan kembali _helpdesk_ Subsidi Tepat di seluruh SPBU NTB.
Pertamina Patra Niaga juga terus menjalankan komitmennya dalam penyediaan BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan pemerintah. Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.(bul)

Dukung Pertumbuhan Ekonomi NTB, PLN Fokus Tuntaskan PLTU Lombok FTP – 2

0

Mataram (ekbisntb.com) — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua PT PLN (Persero), Widya Anggoro Putro, melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW) di Sambelia, Lombok Timur, Kamis (30/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek PLTU Lombok FTP-2 yang kini memasuki tahap akhir pembangunan menuju Commercial Operation Date (COD), sehingga dapat segera beroperasi guna memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok.

Turut hadir dalam kegiatan itu General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian, jajaran pengendalian konstruksi, serta tim pelaksana proyek.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto mengatakan, progres pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini mendekati tahap penyelesaian dan PLN terus mempercepat tahapan akhir agar unit pembangkit dapat segera beroperasi.

“Pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini telah memasuki tahap akhir. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses menuju operasi dapat berjalan lancar. Kami berharap first synchronization Unit 1 dapat tercapai pada akhir Mei dan target operasi komersial tahun ini bisa terealisasi,” ujar Rizki.

Menurut Rizki, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan Unit 1 agar dapat segera berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok, sembari mempercepat penyelesaian Unit 2.

“Kami berharap Unit 1 dapat segera menghasilkan daya untuk memperkuat sistem kelistrikan di Lombok. Setelah sinkronisasi, unit ini diharapkan dapat terus beroperasi secara andal sehingga mampu mendukung kebutuhan pasokan listrik masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua PT PLN (Persero), Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa fase menuju first synchronization merupakan tahapan krusial yang membutuhkan fokus penuh dari seluruh tim proyek.

“Tahap menuju first synchronization membutuhkan konsentrasi dan fokus tinggi karena proyek ini memiliki peran penting bagi sistem kelistrikan Lombok. PLTU Sambelia akan menjadi salah satu penopang pasokan listrik baseload di Lombok, sehingga milestone penting dalam dua bulan ke depan ini harus dapat kita tuntaskan bersama,” kata Widya.

Ia menambahkan, PLN pusat akan terus memberikan dukungan agar seluruh tahapan penyelesaian proyek berjalan cepat dan tepat sasaran mengingat peran strategis pembangkit tersebut dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.

“Kami di pusat akan terus mendukung percepatan proyek ini. Pembangunan PLTU merupakan proyek yang kompleks, namun manfaatnya sangat besar dalam mendukung kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan Lombok,” ujarnya.

Di sisi teknis, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian menyampaikan bahwa progres pembangunan PLTU Sambelia hingga saat ini telah mencapai 90,08 persen, dengan fokus pekerjaan pada penyelesaian sisa konstruksi dan commissioning Unit 1.

“Per hari ini progres aktual pembangunan mencapai 90,08 persen. Saat ini kami fokus pada penyelesaian konstruksi dan commissioning Unit 1 agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana,” ungkap Yogi.

PLTU Lombok FTP-2 dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan berperan penting dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Lombok sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan sektor produktif di wilayah tersebut.

Dengan tambahan kapasitas sebesar 2×50 MW, keberadaan PLTU ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan Lombok secara signifikan, menjaga stabilitas pasokan listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Barat.(bul)

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur

0

Surabaya (ekbisntb.com)— Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, guna memastikan penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran serta mudah diakses.

Pada Rabu (29/4), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima dan menampung aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode dalam program Subsidi Tepat. Dalam pertemuan tersebut, para sopir menyampaikan berbagai masukan, mulai dari kendala teknis di lapangan hingga harapan agar kebijakan ini dapat berjalan lebih efektif tanpa menghambat aktivitas distribusi barang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah. Penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, baik Biosolar maupun Pertalite, tepat sasaran dan digunakan oleh pihak yang berhak. Dalam hal ini, Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan dari pemerintah.

Ahad juga menambahkan, Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan. Pertamina memandang hal ini secara positif dan berkomitmen untuk terus mendengarkan serta menindaklanjuti setiap masukan yang ada, dengan menghadirkan solusi sesuai kewenangan demi meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan.

Terkait QR Code yang mengalami kendala atau tidak dapat digunakan untuk bertransaksi, sistem secara berkala melakukan pemantauan terhadap data kendaraan yang terdaftar serta pola penggunaan QR Code di SPBU. Sistem juga mendeteksi adanya anomali transaksi, seperti pengisian dalam volume besar dalam waktu berdekatan atau pengisian di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat menjadi penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga memerlukan proses verifikasi ulang.

Untuk melayani kebutuhan sopir truk yang mengalami kendala pada QR Code saat bertransaksi, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses verifikasi ulang dan mengaktifkan kembali QR Code agar dapat digunakan dalam pembelian BBM bersubsidi.

Sebagai informasi, terdapat 119 kendaraan yang melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,1% atau 87 kendaraan telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran ulang. Sementara itu, 26,9% atau sekitar 32 kendaraan masih belum berhasil memperoleh QR Code. Kendala yang dihadapi beragam, antara lain nomor polisi yang belum terdaftar, QR Code yang terhapus, serta perlunya revisi data kendaraan.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif untuk segera melakukan pendaftaran ulang dengan menggunakan data kendaraan yang sesuai. Proses pendaftaran dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM subsidi tanpa kendala, sehingga layanan dapat dinikmati secara lancar dan aman.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses laman https://subsiditepat.mypertamina.id/ atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.(bul)

Mori Hanafi Dorong Pembangunan TPST Oi Mbo

0
Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi memaparkan rencana pembangunan TPA Oi Mbo, Rabu (29/4). TPST Oi Mbo yang ditargetkan mendapat dukungan anggaran 2027. (Suara NTB/ist)

Kota Bima (ekbisntb.com) – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oi Mbo di Kota Bima. Pembangunan ini diharapkan terealisasi di tahun 2027, dengan dukungan anggaran pemerintah pusat

Dorongan tersebut disampaikan saat meninjau langsung lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Oi Mbo di Kelurahan Oi Mbo, Kecamatan Rasana’e Timur pada, Rabu (29/4).

Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Bima H. Feri Sofiyan serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan perangkat teknis terkait. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengelolaan sampah di Kota Bima, yang saat ini menghadapi tekanan kapasitas akibat meningkatnya volume produksi sampah masyarakat.

Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan produksi sampah di Kota Bima, mencapai sekitar 80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 12 persen yang dapat dikelola secara optimal. Kondisi ini menyebabkan beban TPA Oi Mbo terus meningkat hingga melebihi kapasitas yang tersedia.

Selain mengalami kelebihan kapasitas, kondisi TPA Oi Mbo juga telah mendapat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup. Teguran tersebut berkaitan dengan masih diterapkannya pola open dumping serta sistem angkut-buang yang dinilai tidak lagi sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan.

Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Kota Bima didorong untuk segera beralih dari pola open dumping menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan sanitary landfill serta penguatan pengolahan sampah di tingkat hulu.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Bima merencanakan pembangunan TPST Oi Mbo. Pembangunan fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA serta meningkatkan pengolahan sampah dari sumber melalui pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Mori Hanafi menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Bima, telah menjadi perhatian serius dan masuk dalam isu strategis nasional. Ia menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026, dukungan pembangunan infrastruktur persampahan difokuskan di Kota Mataram, sedangkan untuk Kota Bima direncanakan pada tahun anggaran 2027. Ia juga memastikan dukungan pendanaan melalui APBN akan terus dikawal, agar program pembangunan TPST dapat direalisasikan sesuai rencana.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Penanganan sampah tidak bisa ditunda, dan kami berkomitmen untuk mendorong dukungan anggaran agar Kota Bima memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” tuturnya.

Namun dengan komitmennya mengawal kesiapan anggaran, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum program pembangunan direalisasikan, termasuk legalitas lahan serta kelengkapan dokumen administrasi.

“Banyak program pembangunan usulan daerah sebenarnya sudah dapat diakomodir anggarannya oleh pemerintah pusat. Namun ketika akan dilaksanakan, sering muncul kendala teknis di lapangan, seperti persoalan lahan atau kelengkapan dokumen administrasi. Hal ini harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima H. Feri Sofiyan mengakui kondisi TPA Oi Mbo saat ini telah mengalami over kapasitas. Pemerintah daerah mulai mendorong penghentian operasional TPA secara bertahap dan beralih ke sistem pengolahan modern melalui pembangunan TPST.

Pemerintah Kota Bima masih memiliki sekitar 50 hektare lahan hibah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah yang baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan sistem pengolahan sampah yang lebih modern dan terpadu.

“Penanganan sampah di Kota Bima membutuhkan langkah cepat dan terintegrasi. Kami berharap dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya. (hir)