Beranda blog Halaman 28

Mandalika Jadi RumahNTB Sambut Para Pembalap dengan Energi Dunia

0
Mandalika Jadi RumahNTB Sambut Para Pembalap dengan Energi Dunia
POSE BERSAMA - Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Wagub Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Sekda NTB Abul Chair dan sejumlah pembalap pose bersama dalam Riders Parade MotoGP Mandalika 2026 di Kota Mataram, Rabu (7/10/26). (Ekbis NTB/ist)


Mataram (Ekbis NTB) – Sirkuit Mandalika tidak lagi sekadar menjadi tempat berlangsungnya balapan MotoGP. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, Mandalika mulai menjadi rumah yang dirindukan para rider atau pembalap, sementara masyarakat NTB menyambut mereka dengan energi, budaya, dan antusiasme yang terus tumbuh.
Gambaran itu terasa dalam Riders Parade MotoGP Mandalika 2026 di Kota Mataram, Rabu (7/10/26). Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan dan usia memadati sepanjang rute parade, menyambut para pembalap yang akan berlaga pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, 9–11 Oktober.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, setelah lima edisi penyelenggaraan, sejumlah pembalap mulai menyebut Mandalika sebagai homebase mereka.
“Setelah edisi kelima, para pembalap mengaku Mandalika sebagai homebase mereka. Kalau mereka merindukan tempat kita, maka kita harus menyukseskan MotoGP tahun ini,” ujar Iqbal.
Bagi pemerintah daerah, parade bukan sekadar agenda pembuka menuju balapan. Kehadiran para pembalap di tengah kota menjadi kesempatan mempertemukan ajang olahraga internasional dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan MotoGP Mandalika.
Sepanjang Jalan Pejanggik, kawasan Perempatan Bank Indonesia, Jalan Udayana hingga Teras Udayana, warga dari berbagai usia berdiri di sepanjang jalan. Anak-anak, pelajar, komunitas, keluarga hingga penggemar otomotif menunggu iring-iringan pembalap melintas. Spanduk, sorakan dan kamera telepon genggam memenuhi sejumlah titik, menciptakan suasana perayaan yang terasa bukan hanya di kawasan sirkuit, tetapi juga di jantung Kota Mataram.
Antusiasme itu sekaligus menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi pengalaman bersama. Masyarakat tidak hanya datang untuk menyaksikan balapan, tetapi ikut menjadi bagian dari suasana, budaya dan keramahan yang menyertai kedatangan para rider ke NTB.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan penyambutan dengan melibatkan berbagai unsur. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Sekretaris Daerah NTB Abul Chair hadir langsung dalam parade, bersama Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana serta jajaran perangkat pemerintah dan unsur penyelenggara MotoGP.
Keterlibatan pemerintah daerah juga terlihat dari rangkaian atraksi budaya yang mengiringi parade. Tarian Harmony of Sasambo yang dibawakan para pelajar membuka rangkaian pertunjukan, disusul Gendang Beleq, marching band IPDN, musik Tongtong dan berbagai kesenian lokal sepanjang rute.
Di Teras Udayana, para rider kemudian berinteraksi langsung dengan masyarakat, berbagi kesan dan persiapan menghadapi balapan. Suasana semakin semarak ketika para pembalap ikut memukul Gendang Beleq, sebuah perjumpaan sederhana tetapi kuat antara olahraga dunia dan ekspresi budaya NTB.

Sejumlah rider yang mengikuti parade antara lain Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Máximo Quiles dan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama. Parade juga diramaikan iring-iringan komunitas motor besar serta pelaku UMKM melalui Pasar Rakyat Mandalika di Teras Udayana.
Rider Parade menjadi bagian dari rangkaian side event menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan tema “Energizing Indonesia”. Namun, energi yang dibangun NTB tidak berhenti pada lintasan balap.
Ketika para pembalap kembali menuju Mandalika, yang mereka bawa bukan hanya persiapan menuju balapan, tetapi juga pengalaman tentang sebuah daerah yang menyambut mereka dengan masyarakatnya, budayanya, dan keramahan yang hidup di ruang-ruang publik.
Dari Mandalika, NTB ingin memastikan MotoGP tidak hanya menjadi tontonan dunia, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperkenalkan wajah NTB kepada dunia. Ketika Mandalika mulai disebut sebagai rumah oleh para pembalap, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kedatangan mereka selalu menemukan alasan untuk kembali. (r/ham)

Di Sela Meet and Greet Pembalap Yamaha, Cicip Ketoprak

0
Di Sela Meet and Greet Pembalap Yamaha, Cicip Ketoprak
MAKAN - Momen Toprak saat makan Ketoprak di sela-sela Meet and Greet di SMAN 3 Mataram, Rabu (7/10). (Suara NTB/sib)


Mataram (Ekbis NTB) – Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu mencicipi kuliner khas Indonesia, yakni Ketoprak di sela-sela Meet and Greet di SMAN 3 Mataram, Rabu (7/10). Toprak mengaku terkesima dengan cita rasa hidangan tersebut.
Momen unik Toprak mencicipi ketoprak terjadi di sela-sela kesibukannya menghadapi balapan MotoGP akhir pekan ini. Toprak mengaku langsung jatuh cinta dengan makanan yang identik dengan bumbu kacang tersebut
“Saya tidak tahu kalau ada makanan bernama ketoprak. Rasanya enak,” kata Toprak, Rabu (7/10/2026).
Pembalap asal Turki itu tak bisa menyembunyikan rasa heran sekaligus terkejut saat menyadari kemiripan nama makanan dengan dirinya.
“Sungguh mengejutkan rasanya unik sekali, dan saya baru tahu ada makanan yang namanya sama persis dengan nama saya,” ungkap Toprak.
Diketahui, ketoprak merupakan makanan khas Indonesia yang identik dengan sentuhan bumbu kacang yang dipadukan dengan ketupat, tahu, bihun, telur dan kerupuk.
Setelah mencicipi Ketoprak, pembalap asal Turki itu langsung menyapa penggemarnya di SMAN 3 Mataram. Toprak langsung disambut sorak-sorai penggemar.
Ia bahkan terlihat unjuk kebolehan mengendarai motornya di lapangan sekolah. Berbagai aksi keren ditampilkan Toprak yang langsung disambut teriakan penggemar.
Di samping itu, Toprak juga menyempatkan diri berinteraksi dengan penggemarnya. Penggemar yang didominasi siswa itu tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Beberapa dari mereka melontarkan pertanyaan. Sementara yang lain hanya menyapa dan mengungkapkan kekagumannya terhadap Toprak.
Sesi Meet and Greet diakhiri dengan pemberian hadiah bagi mereka yang bertanya dan sempat berinteraksi dengan Toprak. Selain itu, Toprak juga menyempatkan diri berfoto bersama dengan para penggemar.
Sebagai informasi, MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Sejumlah pembalap mulai berdatangan di Lombok sejak sepekan menjelang balapan.
Ajang balap motor dunia itu juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya parade riders MotoGP di Kota Mataram pada 7 Oktober 2026. (sib)

Di Depan Ribuan Warga NTB, Marc Marquez Singgung Belum Pernah Taklukkan Sirkuit Mandalika

0
Di Depan Ribuan Warga NTB, Marc Marquez Singgung Belum Pernah Taklukkan Sirkuit Mandalika
PARADE - Para pembalap MotoGP saat Parade MotoGP Mandalika 2026 di Teras Udayana. (Ekbis NTB/era


Mataram (Ekbis NTB) – Marc Marquez mengakui dirinya belum pernah menaklukkan Sirkuit Mandalika pada kejuaraan internasional MotoGP Mandalika. Hal ini ia sampaikan di depan ribuan warga Lombok pada parade MotoGP Mandalika 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram, Rabu, 7 Oktober 2026.
Atas hal itu, di depan para penggemar, ia berdoa sekaligus meminta doa agar bisa naik podium pada Pertamina Grand Prix of Indonesia tahun seri ke-17 tahun ini.
“Iya Mandalika memang sejak tahun 2021 saya belum pernah finish di Sirkuit Mandalika. Aku berharap aku bisa menang, aku berdoa aku bisa menang. Aku akan melakukan yang terbaik,” ujarnya menanggapi ucapan pembawa acara yang menanyakan perihal dirinya yang selalu crash di Sirkuit Mandalika.
Pembalap berdarah Spanyol ini diketahui telah memenangkan MotoGP selama sembilan musim. Namun, ia belum sekalipun pernah naik podium di Sirkuit Mandalika. Karena itu, ia mengaku akan melakukan yang terbaik di musim ini agar bisa keluar sebagai juara pada MotoGP Mandalika 2026.
Selain menyinggung soal dirinya yang tidak pernah menyelesaikan balapan karena seringkali crash di Sirkuit Mandalika. Ia tidak menampik memiliki banyak sekali fans di Indonesia. Untuk itu, ia meminta para penonton agar menikmati perhelatan MotoGP Mandalika di akhir pekan ini.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan, hasil kurang beruntung Marc Marquez di aspal Mandalika tidak lepas dari performa sang pembalap. Sirkuit Mandalika tidak berubah seperti sebelumnya.
“Jadi artinya, kita sebagai penyelenggara tidak ada yang berubah. Semua sama, tikungannya sama, tidak berubah. Ini kembali lagi kepada individunya. Ya kita coba mudah-mudahan tahun ini dia bisa naik podium,” ujarnya, Rabu (7/10).
Yang paling penting menurut Troy adalah Pembalap Indonesia dapat meraih hasil memuaskan pada gelaran MotoGP Mandalika 2026.
“Tapi yang paling penting sebenarnya pembalap Indonesianya juga harus bisa naik podium. Kan kita punya dua pembalap, insya Allah bisa naik,” tuturnya.
“Dan jangan lupa ada Moto4, Moto4 itu ada pembalap Indonesia juga. Mudah-mudahan Indonesia bisa naik di 1, 2, 3 podium. Kita doakan,” imbuhnya.
Di samping berharap semua pembalap menikmati balapan di Mandalika, termasuk Pembalap Tanah Air, Troy menekankan, bahwa pada balapan kali ini, pihaknya juga memperkuat marshal (petugas lapangan). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pembalap saat bertanding.
Di samping itu, catatan crash beberapa pembalap, termasuk Marc Marquez membuat pengetatan keamanan terus ditingkatkan.

“Setiap tahun marshal kita itu pembekalannya lebih lebih kuat dan lebih mantap. Nah, salah satunya adalah menjaga (crash) itu,” terangnya.
Troy juga mengingatkan, agar tim dari Marc Marquez turut memperkuat soliditasnya agar crash tidak terulang.
“Kalau pertanyaan itu, berarti timnya dari Marquez sendiri juga harus lebih solid. Dan saya rasa mereka sudah belajar dari pengalaman dua tahun balap di Mandalika. Ya kita lihat apa yang sudah dilakukan evaluasi dan apa jadinya nanti di hari Minggu,” tegas Troy.
Troy yakin, Marc Marquez dan tim telah melakukan evaluasi atas performa sebelumnya dan meningkatkan kualitas pada balapan tahun ini.
Keyakinan serupa juga ia sampaikan untuk pembalap lain. Menurut Troy, Mandalika adalah sirkuit yang tidak pernah melahirkan juara yang sama.
“Jadi artinya itu juga motivasi buat semuanya. ‘Kali ini saya dong, kali ini harus gue dong.’ Nah, itu buat mereka begitu. Kita tunggu lah. Jadi hasilnya pasti Mandalika selalu unpredictable siapa nomor satu,” pungkasnya. (era/sib)

)

Gubernur NTB Jagokan Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2026

0
Gubernur NTB Jagokan Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2026
Lalu Muhamad Iqbal (Suara NTB/era)

GUBERNUR NTB Lalu Muhamad Iqbal, mendukung penuh Marc Marquez pada MotoGP Mandalika tahun ini. Di depan pembalap asal Spanyol itu, Iqbal mengaku memberikan dukungan dengan meyakinkan pembalap nomor 93 itu bisa menaklukkan Sirkuit Mandalika tahun ini.
Iqbal mengatakan, dalam perbincangan singkat dengan Marquez, pembalap Ducati tersebut juga menunjukkan keyakinan mampu melewati tikungan Mandalika yang selama lima tahun terakhir selalu menggagalkannya menuju garis finish.
“Dia ngomong, tadi dia cerita bahwa ya saya penasaran banget gitu katanya. Ingin naklukin Mandalika. Saya bilang, I’m sure you will clear the corner this time,” ujarnya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Iqbal menilai, kegagalan Marquez pada kesempatan sebelumnya di Mandalika tidak mengurangi antusiasme pembalap tersebut terhadap Indonesia, khususnya Mandalika. Begitupun dengan para fans yang menanti pria kelahiran tahun 1993 itu bisa menaklukkan Mandalika. Hal itu, katanya terlihat dari sambutan dan antusiasme masyarakat terhadap gelaran balap di Mandalika.
Meski begitu, jika Marquez berhasil naik podium pada MotoGP Mandalika tahun ini, maka MotoGP seterusnya dinilai tidak akan menarik karena otomatis Marquez kembali menjuarai MotoGP. “Kalau Marquez di sini menang, ya kasihan yang di Australia. Udah enggak seru,” ucapnya.
Iqbal juga melihat kedekatan Marquez dengan Mandalika semakin kuat. Setelah beberapa kali hadir dan berlaga di Indonesia, pembalap tersebut dinilai sudah tidak lagi memandang Mandalika sekadar sebagai lokasi balapan.
“Intinya gini, sekarang udah enggak ada tamu, enggak ada tuan rumah. Tadi Marquez literally ngomong bahwa I consider it my home base gitu dia anggap ini udah tempat home base-nya dia” katanya.
Menurut Iqbal, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mandalika mulai memiliki posisi khusus bagi para pembalap. Karena itu, penyelenggaraan ajang balap tersebut tidak lagi hanya dipandang sebagai agenda untuk menyambut tamu dari luar negeri.
“Jadi kita juga sudah sekarang udah nganggap ya MotoGP Mandalika ini kegiatan harus kita sukseskan bersama-sama,” tutupnya.
Terpisah, Marc Marquez yakin bisa menaklukkan Sirkuit Mandalika pada kejuaraan internasional MotoGP Mandalika tahun ini. Hal ini ia sampaikan di depan ribuan warga Lombok pada parade MotoGP Mandalika 2026 di Teras Udayana pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Atas hal itu, di depan para penggemar, ia berdoa sekaligus meminta doa agar bisa naik podium pada Pertamina Grand Prix of Indonesia tahun seri ke-17 tahun ini.
“Iya Mandalika memang sejak tahun 2021 saya belum pernah finish di Sirkuit Mandalika. Aku berharap aku bisa menang, aku berdoa aku bisa menang. Aku akan melakukan yang terbaik,” ujarnya menanggapi ucapan MC yang menanyakan perihal dirinya yang selalu crash di Sirkuit Mandalika.(era)


Kehilangan Pembeli, Rencana Ekspor 92 Ton Cip Porang Lotim ke China Tertunda

0
Kehilangan Pembeli, Rencana Ekspor 92 Ton Cip Porang Lotim ke China Tertunda
(Ekbis NTB/ist) SENTRA INDUSTRI - Sentra industri porang Lotim bahan untuk operasi. Rencana ekspor perdana cip porang asal Lotim ke China kembali menemui hambatan karena kehilangan pembeli.

Selong (Ekbis NTB) – Rencana ekspor perdana cip porang asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ke China kembali menemui hambatan. Sebanyak empat kontainer dengan total kapasitas 92 ton cip porang yang telah lama disiapkan belum dapat diberangkatkan karena kehilangan pembeli atau buyer.
Kepala Dinas Perindustrian Lotim, Lalu Alwan Wijaya, menjawab Suara NTB, mengungkapkan bahwa buyer yang sebelumnya berkomitmen membeli produk tersebut memilih untuk mengambil pasokan dari tempat lain. Dugaan kuat mengarah pada persaingan bisnis yang membuat proses birokrasi perizinan menjadi terhambat.
“Izin ekspor porang sudah ada. Hanya saja buyer di China sudah beli di tempat lain. Namanya usaha, tidak bisa kita tentukan,” kata Alwan.
Sebanyak empat kontainer dengan kapasitas 23 ton per kontainer atau total 92 ton cip porang kini tersimpan di sentra industri porang di Pringgabaya. Produk tersebut telah dipastikan dalam kondisi terjaga dan kualitasnya tetap terjamin, dengan pengecekan yang dilakukan secara berkala.
“Barang kita pastikan tetap terjaga. Dicek setiap saat. Kualitas tetap terjaga,” ujar Alwan. Ia menegaskan bahwa stok tersebut mampu bertahan setidaknya satu musim.
Alwan menjelaskan, izin dari Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) sebagai syarat utama ekspor telah terpenuhi. Proses perizinan di Jakarta sebelumnya telah melalui pemeriksaan ketat, terutama untuk memenuhi standar ekspor ke China. Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan (BKTH) di Lembar, Lombok Barat, menjadi lokasi pemenuhan prasyarat tersebut.
“Syarat sudah terpenuhi di Jakarta sebelumnya, di Lembar. Jakarta banyak yang antre, sehingga Bupati bersurat ke sana,” jelas Alwan.
Ia menambahkan bahwa unsur-unsur yang dicek sangat ketat, terutama untuk tujuan China, sehingga pihaknya serius memenuhi seluruh persyaratan.
Saat ini, PT Sanindo Pangan Rinjani dan Pemkab Lotim tengah menjajaki buyer pengganti. Calon pembeli harapanya segera dapat ditemui, sampel telah dikirim, dan negosiasi harga telah dilakukan.
Terkait kapasitas produksi, Alwan menyebutkan, pabrik mampu langsung mengolah bahan baku sesuai permintaan. Untuk produksi tepung, pihaknya siap memfasilitasi apabila ada permintaan. “Tepung hanya untuk kebutuhan uji coba. Tidak diproduksi masif. Kecuali minta tepung, kita siap buat tepung,” katanya.
Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan operasional dijalankan oleh pihak ketiga, yakni PT Sanindo Pangan Rinjani, sementara pemerintah hanya memfasilitasi proses perizinan ekspor.
Kendala lain yang dihadapi adalah tidak adanya bahan baku umbi porang yang siap panen saat ini. Alwan menjelaskan bahwa saat ini telah memasuki masa tanam, sehingga tidak ada umbi yang bisa dipanen. “Kalau pun ada, tidak mungkin sampai 50–80 ton kebutuhan sentra. Sekarang sudah mulai penanaman,” paparnya.
Setidaknya dibutuhkan satu musim tanam sebelum panen berikutnya, yang diperkirakan jatuh sekitar Maret hingga April tahun depan. Rencana penanaman ke depan akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga saat ini, Lotim sebenarnya telah mencatat pemasukan sebesar Rp176 juta pada akhir Mei dari ekspor sebanyak 8,8 ton cip porang.
Pemerintah Kabupaten Lotim berharap buyer pengganti dari China segera memberikan kepastian waktu pembelian, sehingga empat kontainer chip porang yang telah lama tersimpan dapat segera diberangkatkan. (rus)

Turki Butuh Ribuan Tenaga Kerja NTB

0
Turki Butuh Ribuan Tenaga Kerja NTB
(Ekbis NTB/bul) Aidy Furqan

Mataram (Ekbis NTB) – Peluang kerja bagi tenaga kerja asal NTB di luar negeri semakin terbuka. Turki bahkan menyampaikan kebutuhan hampir 3.000 tenaga kerja dari NTB, terutama untuk sektor pariwisata dan hospitality.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, mengatakan permintaan tenaga kerja dari Turki menjadi salah satu peluang yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah. Selain Turki, sejumlah negara juga mulai menawarkan kebutuhan tenaga kerja dari NTB.
“Dari Turki hampir 3.000. Kebutuhannya macam-macam, tetapi lebih banyak di pariwisata dan hospitality,” kata Aidy Furqan.
Menurutnya, peluang ini sejalan dengan tingginya animo masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri. Namun, calon pekerja tidak bisa langsung diberangkatkan karena harus memenuhi sejumlah persyaratan, terutama kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan.
Selain Turki, peluang kerja juga terbuka di Taiwan, Qatar, Rumania, Jepang dan sejumlah negara lainnya. Rumania, misalnya, membutuhkan tenaga kerja untuk sektor pertambangan, termasuk pengemudi kendaraan tambang. Kebutuhan tersebut diperkirakan mulai terbuka lebih luas tahun depan.
Aidy mengatakan setiap negara memiliki kebutuhan tenaga kerja yang berbeda. Namun, persyaratan dasar umumnya mencakup kemampuan bahasa, keterampilan kerja, komitmen, serta kondisi kesehatan.
“Yang utama kemampuan bahasa, kemudian skill, komitmen kerja dan kesehatan. Setelah itu baru disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara,” ujarnya.
Besarnya peluang tersebut menjadi kesempatan untuk mengurangi pengangguran di NTB. Aidy mengatakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk mengisi kebutuhan pasar kerja internasional.
Karena itu, pemerintah mendorong lembaga pelatihan kerja (LPK) mempersiapkan calon pekerja secara serius, termasuk melalui pelatihan dan uji kompetensi. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar memilih jalur penempatan yang resmi untuk menghindari persoalan di kemudian hari.
Untuk mengetahui informasi resmi mengenai peluang kerja, masyarakat NTB dapat memanfaatkan aplikasi Siap Kerja yang dikembangkan pemerintah secara nasional. Informasi tersebut dapat diakses melalui telepon seluler sehingga masyarakat tidak harus datang langsung untuk mencari lowongan.
“Masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas. Informasi mengenai negara tujuan, jenis pekerjaan, persyaratan, hingga proses penempatan perlu dipastikan melalui jalur resmi,” pesannya. (bul)

MotoGP Mandalika 2026 Ikut Dongkrak Aktivitas Chef

0
MotoGP Mandalika 2026 Ikut Dongkrak Aktivitas Chef
(Suara NTB/bul) CHEF - Momentum MotoGP membuat aktivitas para chef di Lombok semakin padat

Mataram (Ekbis NTB) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober tidak hanya berdampak pada tingkat hunian hotel dan pergerakan wisatawan. Aktivitas usaha kuliner di NTB juga ikut meningkat seiring bertambahnya tamu, tim balap, pembalap, serta berbagai kegiatan yang berlangsung selama periode MotoGP.


Ketua Asosiasi Chef Indonesia (ACI) NTB, Anton Sugiono, Rabu, 7 Oktober 2026 menyampaikan, momentum MotoGP membuat aktivitas para chef di Lombok semakin padat. Mereka tidak hanya melayani kebutuhan konsumsi hotel, tetapi juga berbagai acara yang digelar bersamaan dengan ajang balap dunia ini.


“Teman-teman sekarang lebih fokus ke hotel masing-masing. Karena kegiatan yang berbarengan dengan MotoGP juga banyak, seperti wedding dan event di hotel,” kata Anton.


Menurutnya, kebutuhan konsumsi selama periode MotoGP cukup beragam. Sebagian katering untuk kegiatan di Sirkuit Mandalika didatangkan dari Jakarta. Sementara chef lokal lebih banyak menangani kebutuhan di hotel, vila, dan akomodasi privat yang menjadi tempat menginap para tamu.


Kesibukan juga dirasakan chef yang mendapat pesanan dari tim balap. Sejumlah tim memilih menggunakan vila atau akomodasi privat di sekitar kawasan Mandalika dan Lombok Tengah sehingga kebutuhan makanan mereka ditangani secara khusus.


“Misalnya ada tim Ducati yang punya vila sendiri. Teman-teman ada yang menangani di sana, termasuk kebutuhan di private pool,” ujarnya.
Anton mengatakan, keberadaan tim dan pembalap yang tersebar di sejumlah hotel dan vila membuat kebutuhan tenaga kuliner semakin tinggi. Pelayanan makanan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tamu.


Di sisi lain, chef lokal tetap harus memenuhi permintaan dari kegiatan lain yang berlangsung di Lombok selama periode MotoGP. Kondisi tersebut membuat beban pekerjaan meningkat dibandingkan hari biasa.
“Jadi memang double kesibukannya sekarang,” katanya.


Menurut Anton, kondisi itu menunjukkan dampak MotoGP tidak hanya dirasakan pelaku usaha yang berada langsung di kawasan sirkuit. Pergerakan ekonomi juga menjalar ke sektor kuliner dan tenaga profesional lokal yang menopang kebutuhan akomodasi serta berbagai kegiatan selama berlangsungnya MotoGP Mandalika. (bul)

Sambut MotoGP Mandalika, Dishub Pastikan 4.000 PJU Mataram Berfungsi Optimal

0
Sambut MotoGP Mandalika, Dishub Pastikan 4.000 PJU Mataram Berfungsi Optimal
PJU - Sejumlah pengendara melintas di Jalan Udayana yang dipotret beberapa waktu lalu. Sambut MotoGP Mandalika, Dishub pastikan 4.000 PJU Mataram berfungsi optimal. (Suara NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memastikan seluruh penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Mataram berfungsi optimal selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menyambut para tamu dan penonton MotoGP sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman selama berada di Kota Mataram.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan armada untuk memantau sekitar 4.000 titik lampu jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram. Pengawasan dilakukan secara intensif, terutama untuk memastikan tidak ada ruas jalan protokol yang mengalami gangguan penerangan selama ajang balap internasional tersebut berlangsung.

“Dengan kesiapan yang ada, kami dari Dishub siap memastikan PJU berfungsi optimal,” ujar Zulkarwin, Rabu (7/10).

Selain memastikan kondisi PJU, Dishub Kota Mataram juga telah menerjunkan tim teknis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan di lapangan. Koordinasi dengan PT PLN (Persero) juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kendala teknis yang dapat memengaruhi sistem penerangan jalan.

Menurut Zulkarwin, PLN tentunya turut menyiapkan tim dan kebutuhan teknis untuk mendukung pelayanan selama berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026. “Insya Allah, tim juga siaga jika ada gangguan PJU,” katanya.

Ia menegaskan, sekitar 4.000 titik lampu di Kota Mataram kini berada dalam pengawasan Dishub. Optimalnya penerangan jalan diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas selama gelaran MotoGP, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta para pengunjung.

Sebagai daerah penyangga, Kota Mataram turut mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika 2026. Persiapan tersebut mencakup infrastruktur, sarana dan prasarana, hingga akomodasi bagi pengunjung dan penonton yang datang untuk menyaksikan ajang balap yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Perhelatan MotoGP Mandalika 2026 juga turut mendongkrak tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Mataram. Menjelang pelaksanaan ajang balap internasional tersebut, tingkat okupansi hotel berbintang di Kota Mataram telah mencapai sekitar 80 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, tingkat okupansi hotel bintang tiga ke atas telah mencapai 82 persen. Bahkan, sejumlah hotel mencatat tingkat keterisian kamar hingga 97 persen.

Ia menyebutkan, sejumlah hotel bintang tiga dan empat bahkan telah mencatat okupansi penuh. Hotel tersebut di antaranya Prime Park, Astoria, Golden Palace, Lombok Raya, dan Aston Inn. Tingginya okupansi pada segmen tersebut mayoritas berasal dari tamu korporat.

Sementara itu, hotel bintang dua ke bawah dan akomodasi kelas melati masih memiliki ketersediaan kamar. Tingkat okupansi pada segmen tersebut berada di kisaran 60 persen.

Secara keseluruhan, Adiyasa mengatakan rata-rata okupansi harian hotel di Kota Mataram saat ini mencapai 72 persen. Pergerakan tamu diperkirakan akan terkonsentrasi pada periode menginap 9–12 Oktober 2026, seiring dengan berlangsungnya rangkaian MotoGP Mandalika. (pan)

Parade MotoGP 2026 Dongkrak Penjualan Pedagang Taman Sangkareang

0
Parade MotoGP 2026 Dongkrak Penjualan Pedagang Taman Sangkareang
PEDAGANG - Sejumlah pedagang asongan dan makanan berjuang di Taman Sangkareang saat Parade MotoGP Mandalika 2026 pada Rabu (7/10/2026). (Suara NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) – Pedagang di kawasan Taman Sangkareang, Kota Mataram, merasakan peningkatan pendapatan saat Parade Riders MotoGP Mandalika 2026 digelar, Rabu (7/10/2026). Kehadiran masyarakat dan komunitas motor yang menyaksikan parade membuat aktivitas jual beli di kawasan tersebut lebih ramai dibandingkan hari biasa.

Pantauan Suara NTB, sejak pagi hingga menjelang siang sekitar pukul 11.30 Wita, sejumlah pedagang terlihat ramai melayani pembeli. Mereka datang dari masyarakat yang hendak menyaksikan parade maupun warga yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan.

Salah seorang pedagang cilok, Maman, mengatakan dagangannya lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa karena adanya parade pembalap MotoGP di Taman Sangkareang.

“Alhamdulillah, lumayan untuk hari ini. Ada masyarakat yang datang untuk menonton dan juga dari komunitas motor,” ujarnya saat ditemui, Rabu (7/10/2026).

Maman mengaku bersyukur parade kembali digelar di Kota Mataram. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi dirinya dan pedagang lainnya karena banyaknya penonton yang datang.

Ia menuturkan, tahun ini merupakan kali kedua dirinya berjualan saat kegiatan parade MotoGP digelar di Mataram. Sebelumnya, ia juga berjualan pada parade yang digelar pada 2025.

Menurut Maman, suasana parade tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Namun, kehadiran pembalap MotoGP Marc Marquez membuat antusiasme masyarakat terlihat lebih tinggi.

“Sebenarnya sama saja, start dari Taman Sangkareang ini menuju Taman Udayana. Tapi, tahun ini kelihatan agak ramai, mungkin karena ada Marquez,” katanya.

Sementara itu, Dini, pedagang es teh, juga mengaku bersyukur karena dagangannya cukup ramai dibeli penonton. Ia mulai berjualan sekitar pukul 10.00 Wita.

Menurut Dini, jumlah pembeli meningkat seiring dengan semakin banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan parade. “Alhamdulillah, lumayanlah hari ini karena ada acara parade MotoGP,” ujarnya.

Dini mengatakan dirinya cukup sering berjualan ketika parade digelar di Taman Sangkareang. Ia menilai kemeriahan parade tahun ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ia berharap kegiatan serupa tetap digelar di Kota Mataram sehingga pedagang dan pelaku usaha kecil lainnya dapat ikut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika. “Semoga terus digelar di Mataram,” pungkasnya. (pan)

Ratusan Warga Padati Taman Sangkareang Saksikan Parade Riders MotoGP Mandalika 2026

0
Ratusan Warga Padati Taman Sangkareng Saksikan Parade Riders MotoGP Mandalika 2026
MENYAPA - Masyarakat menyapa para pembalap saat Parade MotoGP Mandalika 2026 di Taman Sangkareang pada Rabu, (7/10/2026). (Suara NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) – Ratusan warga memadati Taman Sangkareng, Kota Mataram, untuk menyaksikan Parade Riders MotoGP Mandalika 2026, Rabu (7/10). Antusiasme warga terlihat sejak siang hari, bahkan sejumlah penonton datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk melihat langsung para pembalap.

Pantauan Suara NTB, sekitar pukul 14.30 Wita, warga mulai berdatangan bersama keluarga dan sanak saudara. Sebagian membawa bendera Merah Putih berukuran kecil serta poster bergambar pembalap sebagai simbol dukungan.

Para penonton kemudian memenuhi bahu Jalan Pejanggik. Mereka mencari posisi strategis untuk menyaksikan para pembalap yang dijadwalkan memulai parade pada pukul 15.00 Wita.

Antusiasme semakin terasa ketika para pembalap keluar dari Hotel Santika dan naik ke mobil parade. Warga langsung bersorak sambil memanggil nama sejumlah pembalap, di antaranya Marc Marquez dan Marco Bezzecchi.

Salah seorang penonton asal Panjang, Bayu, mengaku telah tiba di Taman Sangkareng sejak pukul 11.00 Wita untuk menunggu kedatangan para pembalap.

“Saya datang ke sini (Taman Sangkareng) dari jam 11.00 Wita, nunggu,” ujarnya sambil memegang bendera Merah Putih, Rabu (7/10).

Bayu mengatakan, menonton parade pembalap MotoGP di Taman Sangkareng merupakan pengalaman keduanya. Ia sengaja datang karena ingin menyaksikan langsung Marc Marquez yang selama ini menjadi pembalap idolanya.

Menurut Bayu, Parade MotoGP tahun ini menjadi momentum yang dinanti-nantikan karena ia berkesempatan melihat langsung Marquez. Selama ini, ia hanya menyaksikan aksi pembalap asal Spanyol tersebut melalui layar televisi.

Ia mengaku sempat kecewa pada parade sebelumnya karena Marquez yang diharapkannya hadir tidak ikut dalam parade. Karena itu, kehadiran Marquez tahun ini membuatnya merasa puas.

“Waktu itu saya nonton, tapi Marquez tidak ada. Tapi hari ini sangat senang sekali bisa melihat langsung,” katanya.

Bayu berharap parade pembalap MotoGP tetap digelar di Kota Mataram pada tahun-tahun mendatang dengan kemeriahan yang lebih besar dan tentunya dihadiri pembalap idolanya.

Hal senada disampaikan Ani, penonton asal Lombok Barat. Ia datang bersama anak dan cucunya khusus untuk menyaksikan langsung para pembalap, terutama Marc Marquez.

Ani mengaku Parade Riders MotoGP kali ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia bersama keluarganya tiba sekitar pukul 13.30 Wita dan memilih menunggu di lokasi hingga para pembalap melintas.

“Tumben ini nonton parade. Saya tadi datang sudah dari jam setengah dua siang,” katanya.

Ia mengaku senang dapat menyaksikan langsung para pembalap yang selama ini hanya dilihatnya melalui layar televisi. “Sangat puas bisa melihat aslinya. Biasanya di TV, ini bisa lihat langsung,” ujarnya.

Tak hanya penonton, pedagang di sekitar Taman Sangkareng juga merasakan dampak dari ramainya parade. Junaedi, pedagang es dan makanan ringan, mengaku bersyukur karena dagangannya cukup ramai dibeli penonton.

Ia mulai berjualan sekitar pukul 14.30 Wita. Menurutnya, jumlah pembeli meningkat seiring banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan parade. “Alhamdulillah, lumayan lah hari ini,” ujarnya.

Junaedi menuturkan, dirinya sudah beberapa kali berjualan saat parade digelar di Taman Sangkareng. Ia menilai kemeriahan parade tahun ini hampir sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ia berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan di Kota Mataram sehingga para pedagang dan pelaku usaha kecil lainnya dapat ikut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika. “Kita berharap terus digelar di Mataram,” pungkasnya. (pan)