Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 284

IHSG Diprediksi Menguat di Tengah Pasar Cermati Suku Bunga BI

0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

IHSG dibuka menguat 20,10 poin atau 0,60 persen ke posisi 7.114,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,96 poin atau 0,37 persen ke posisi 805,51.

“Salah satu yang menjadi perhatian yakni suku bunga (BI rate) di tengah ketidakpastian global saat ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar akan langsung tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) yang diselenggarakan pada Selasa dan Rabu (20 dan 21 Mei 2025) pekan ini.

Salah satu yang menjadi perhatian yaitu kebijakan BI terkait suku bunga acuannya di tengah ketidakpastian global saat ini, yang sebelumnya ditahan di level 5,75 persen pada pertemuan April 2025.

Konsensus memproyeksikan BI akan menurunkan suku bunganya ke 5,50 persen pada pertemuan Mei 2025, seiring rupiah yang relatif terjaga dan cenderung menguat.

Pelonggaran suku bunga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik yang saat ini mengalami perlambatan.

Sentimen lainnya yaitu pemaparan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang sudah disampaikan oleh Kementerian Keuangan pada Selasa (20/05).

Pemerintah menyampaikan kepada DPR atas target ekonomi makro dan postur awal APBN 2026, diantaranya pertumbuhan ekonomi 5,2 sampai 5,8 persen, inflasi 1,5 sampai 3,5 persen, nilai tukar rupiah 16.500 sampai 16.900.

Asumsi makro ini cukup penting karena akan menjadi landasan untuk penyusunan RAPBN pada tahun depan.

Dari regional Asia, People’s Bank of China (PBOC) memangkas suku bunga pinjaman acuannya (Loan Prime Rate/LPR) pada Selasa (20/05), seiring menguatnya yuan dan meredanya ketegangan perdagangan.

LPR satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 3,0 persen, sementara LPR lima tahunýyang menjadi acuan utama untuk kredit pemilikan rumahýturun ke level 3,5 persen.

Kebijakan ini diharapkan menjadi panduan bagi bank-bank kecil untuk mengikuti langkah serupa.

Dari mancanegara, pelaku pasar saat ini menantikan kabar dari proposal pajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada Selasa (20/05), Trump gagal meyakinkan sejumlah anggota Partai Republik di DPR untuk menarik penolakan mereka terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak besar, khususnya terkait batas atas pengurangan pajak negara bagian dan lokal (SALT cap).

Penolakan ini mengancam kelolosan RUU tersebut, yang sebelumnya diharapkan Trump bisa disahkan sebelum akhir pekan Memorial Day yang akan datang.

Bursa saham utama AS di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/05) seiring berakhirnya reli di saham teknologi.

Indeks S&P 500 turun 0,39 persen dan ditutup di level 5.940,46 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama enam hari berturut-turut.Indeks Nasdaq melemah 0,38 persen ke 19.142,71 sementara Dow Jones Industrial Average melandai 114,83 poin atau 0,27 persen menjadi 42.677,24.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 80,49 poin atau 0,21 persen ke 37.449,00, indeks Shanghai menguat 8,91 poin atau 0,26 persen ke 3.389,39.

Indeks Hang Seng melemah 149,52 poin atau 0,63 persen ke 23.831,00, dan indeks Strait Times menguat 5,17 poin atau 0,13 persen ke 3.877,33. (ant)

BI Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,6-5,4 Persen pada 2025

0
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 menjadi dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kisaran proyeksi baru ini sedikit lebih rendah dibanding prakiraan sebelumnya yang berada pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. Penyesuaian dilakukan melihat realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 yang tercatat 4,87 persen (yoy).

“Perkembangan terkini pada triwulan II-2025 yang ditunjukkan oleh sejumlah indikator menunjukkan perlunya terus memperkuat upaya-upaya untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu.

Faktor lain yang turut memengaruhi perubahan proyeksi yakni dengan mempertimbangkan dinamika global, termasuk dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Dari sisi domestik, Perry menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur tahun baru dan Idul Fitri.

Selain itu, investasi non-bangunan mencatatkan pertumbuhan positif sejalan dengan realisasi penanaman modal, meski investasi bangunan mengalami perlambatan.

Ekspor juga memberikan kontribusi dengan dukungan dari kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta pertanian.

Meski demikian, Perry memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal membaik pada semester II-2025.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik pada semester II-2025, didorong peningkatan permintaan domestik termasuk dari kenaikan belanja pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, BI menekankan pentingnya memperkuat respons kebijakan, termasuk penguatan permintaan domestik dan optimalisasi ekspor.

Dalam hal ini, sinergi kebijakan moneter dan makroprudensial BI akan terus diperkuat dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran, akan terus dilanjutkan bersama stimulus fiskal pemerintah. (ant)

REI NTB Akan Gelar Pameran Property, Siapkan Pilihan Ribuan Rumah Subsidi

0
Hery Athmaja(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menggelar pameran perumahan berskala besar, REI Expo, yang akan berlangsung serempak di seluruh wilayah NTB.

Pameran ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan hunian masyarakat, terutama untuk rumah subsidi, dengan menyiapkan ribuan unit siap huni.

Ketua REI NTB, Hery Athmaja di kantornya, Rabu, 21 Mei 2025 mengungkapkan bahwa REI Expo ini akan melibatkan seluruh anggota developer yang terdaftar dan aktif, yang saat ini berjumlah sekitar 105 pengembang.

Pameran ini akan fokus pada unit rumah subsidi, dengan target transaksi sekitar 1.000 atau lebih. Yang menarik, semua unit yang ditawarkan dalam pameran ini harus dalam kondisi 100% siap huni atau ready stock.

“Kita sih ngaturnya kalo bisa dapet sekitar ya 1.000, 2.000 unitlah. Itu yang sudah ready,” terangnya.

Hery Athmaja menjelaskan bahwa saat ini ada aturan baru yang diberlakukan oleh pihak perbankan terkait akad kredit perumahan subsidi. Berbeda dengan sebelumnya yang masih membolehkan akad dengan kondisi rumah belum 100% jadi (model “atap dinding”), kini unit yang akan diakadkan wajib 100% selesai.

“Yang duluan itu kan masih bisa pakai aladin (Atap, Lantai, Dinding). Nah yang sekarang yang diharapkan dari pihak perbankan itu unitnya sudah 100% jadi,” paparnya.

Selain itu, ada implementasi sistem “Trilogi” dalam proses akad kredit. Sistem ini mengharuskan tiga pihak: perbankan mengunggah barcode, developer melaporkan foto rumah, dan pembeli harus melakukan selfie di depan rumah.

“Dengan aplikasi baru trilogi itu. Perbankan harus upload ada barcode nya itu kemudian pihak developer nya juga laporkan foto depan rumah, dan yang terakhir pembelinya harus selfie di depan rumah. Baru diakadkan,” terang Hery.

Untuk menarik minat masyarakat, REI NTB berencana untuk menyelenggarakan berbagai promo menarik selama REI Expo.

“Mungkin nanti kita minta temen-temen mungkin ngeluarin promo, mungkin gratis DP juga untuk menarik animo masyarakat,” tambahnya.

Mengenai persyaratan bagi calon pembeli, Hery menegaskan bahwa persyaratan umum masih berlaku. Masyarakat yang berminat dapat menyiapkan syarat-syaratnya mulai sekarang. Pada property expo nanti, harga rumah subsidi saat ini masih stabil di angka Rp 188 juta. Cicilan bulanan diperkirakan sekitar Rp 1,1 juta untuk tenor 20 tahun.

Hery Athmaja meyakini minat masyarakat terhadap rumah subsidi di NTB masih sangat tinggi. Mengingat tingkat kekurangan (backlog) rumah di provinsi ini masih tinggi mencapai 200 ribuan.

kegiatan REI Expo nanti, kata Hery, diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat NTB yang sedang mencari hunian layak dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan di daerah ini.(bul)

Brida NTB akan Olah Jagung Jadi Pakan

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB berencana mengolah jagung untuk kebutuhan pakan di NTB. Brida akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Hal itu disampaikan, Kepala Brida NTB, I Putu Gede Aryadi, ditemui di Mataram, Selasa 20 Mei 2025. Menurutnya, jagung merupakan salah satu komoditi besar di NTB. Oleh karena itu ia ingin mengembangkan pengolahan jagung menjadi pakan.

“Rencananya kami nanti dengan Unram bekerja sama agar pengolahan jagung kita menjadi pakan ini riil. Potensi Jagung kita kan besar. Nah sekarang ini hambatannya feedmill (pabrik pakan) itu kan. Kita harus mengimpor proteinnya, supporting-nya dari Thailand,” jelas mantan Kadis Disnakertrans NTB itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) potensi luas panen jagung pipilan kering periode Januari–April 2025 diperkirakan mencapai 97,19 ribu hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 683,95 ribu ton.

Aryadi menyampaikan, NTB memerlukan riset untuk mengolah potensi lokal. “Sekarang harus ada riset dari potensi lokal kita itu mana yang bisa kita tambahkan,” ucapnya.

Selain jagung, pihaknya juga menyoroti potensi pengolahan kelor. Menurut Aryadi, kelor mengandung protein yang tinggi. “Nah, ini kita lakukan dan besok saya akan kerja sama dengan fakultas pangan di Unram itu kan sudah ada penelitian,’’ jelasnya.

Tak hanya jagung dan kelor, Brida juga berencana memanfaatkan gula aren untuk menghasilkan produk turunan yang dapat menghasilkan keuntungan. “Selain gula aren ini mendukung pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat desa itu bisa dijadikan nanti bersama riset dengan tekhnologi jadi minuman kemasan yang segar,” pungkas Aryadi. (sib)

Ratusan Driver Ojol Mogok Massal, Tuntut Keadilan Tarif dan Potongan Aplikasi

0
Suasana demonstrasi yang dilakukan ratusan ojol di depan Gedung DPRD NTB, Selasa, 20 Mei 2025.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Mataram menggelar aksi mogok massal dan demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi NTB dan Kantor Gubernur NTB, Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional bertajuk Selasa Nasional Bersatu, yang diikuti oleh ribuan driver di berbagai daerah. Para pengemudi mematikan aplikasi selama sehari penuh sebagai bentuk protes terhadap kebijakan sepihak dari pihak aplikator. Mereka menuntut keadilan atas sistem kerja yang dinilai makin memberatkan, terutama terkait potongan penghasilan yang semakin besar dan diterapkan tanpa adanya kesepakatan antara aplikator dan mitra.

Salah seorang driver, Budiman, yang telah menjadi mitra ojol Shopee sejak 2018, menuturkan bahwa kondisi kerja saat ini kian memburuk. Menurutnya, potongan penghasilan terus meningkat secara sepihak, jauh dari kesepakatan awal yang pernah diterapkan.

“Harapan kita supaya pemotongan-pemotongan yang diaplikasi itu diturunkan. Sekarang ini pemotongannya banyak, lebih dari 20 persen,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa penghasilan yang diterima saat ini tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan setiap hari. “Sebelum ada aturan-aturan ini memang dulu bukan per bulan kita hitung, bukan per hari kita hitung. Bahkan sampai 300 per ratus itu dulu. Sekarang nyari 100 ribu aja susah,” ungkapnya.

Driver semakin terbebani dengan munculnya sistem slot dan program hemat yang diberlakukan aplikator. Program-program ini, menurut mereka, diterapkan sepihak tanpa musyawarah dan justru memangkas pendapatan mitra. Budiman memberi contoh, untuk satu order senilai Rp10.000, potongan yang dikenakan bisa mencapai Rp2.000 bahkan lebih. Potongan tersebut belum termasuk beban operasional seperti bahan bakar dan kuota internet yang ditanggung sendiri oleh driver.

Merasa semakin tertekan, para driver memutuskan untuk menyuarakan aspirasi mereka lewat aksi turun ke jalan. Mereka menilai aplikator tidak lagi memperlakukan mitra secara adil dan setara, tetapi lebih menyerupai hubungan kerja sepihak tanpa perlindungan maupun ruang negosiasi.

Sementara itu, Koordinator lapangan aksi, Rudy Santono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan dari para driver yang selama ini merasa diabaikan. Ia menekankan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar profesi, tetapi juga sumber nafkah utama bagi ribuan keluarga.

“Kurang lebih ada 300-an temen-temen ojol yang turun sekarang,” sebutnya kepada wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

Rudy juga mengungkapkan bahwa total potongan dari pihak aplikator saat ini sangat membebani mitra. “Misalkan kami terima bersihnya Rp11.100, tapi yang dibayar sama customer itu kurang lebih sekitar Rp19.000. Berarti kurang lebih sekitar Rp7.900 itu sudah diambil sama aplikator. Itu kurang lebih sekitar 48 persen,” katanya.

Dalam aksi ini, driver dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Shopee, Maxim, dan inDrive bersatu menyuarakan tuntutan yang sama. Mereka mendesak pemerintah daerah turun tangan memberi sanksi tegas terhadap aplikator yang dinilai melanggar prinsip kemitraan. Selain itu, mereka meminta agar sistem slot dan program hemat dihapus, rekrutmen driver baru dihentikan untuk menghindari kelebihan pengemudi, dan tarif dasar dinaikkan ke angka yang lebih manusiawi. Para driver juga berharap potongan maksimal tidak melebihi 10 persen, sebagaimana semangat awal saat kemitraan ini dibentuk.

Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Para driver berharap suara mereka didengar oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat, dan menjadi awal dari perubahan kebijakan yang lebih adil dalam sektor transportasi digital. Bagi mereka, perjuangan ini bukan hanya soal uang, tetapi juga menyangkut martabat dan keadilan sebagai mitra kerja yang selama ini merasa termarjinalkan. (hir)

Pabrik American Spring Bed Serap 90 Persen Tenaga Lokal

0
Suasana pabrik American Spring Bed tampak dari depan, Selasa, 20 Mei 2025. Sebanyak 90 persen tenaga kerja di pabrik ini adalah masyarakat lokal NTB.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 90 persen tenaga kerja di pabrik American Spring Bed yang beroperasi di bawah naungan PT Balifoam Nusamegah berasal dari masyarakat lokal. American Spring Bed merupakan pabrik manufaktur terbesar di Kota Mataram.

Di tengah anggapan bahwa Lombok hanya berperan sebagai jalur distribusi, kehadiran PT Bali Foam melalui American Spring Bed menjadi bukti bahwa industri manufaktur berskala besar dapat tumbuh dan berkembang di daerah. Berbasis di Bali, perusahaan ini telah hadir selama 11 tahun di Pulau Lombok, tepatnya di Kota Mataram. Produk utama yang dihasilkan adalah kasur dengan merek American Spring Bed.

Memberdayakan tenaga kerja lokal menjadi salah satu komitmen utama perusahaan. Tim Manajemen PT Balifoam Nusamegah Cabang Lombok, Palar Gandhi Aya Sophia, menyampaikan bahwa saat ini total karyawan yang bekerja di pabrik tersebut mencapai 225 orang, dengan mayoritas berasal dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.

“85 sampai 90 persen karyawan kami adalah warga lokal. Ada yang dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram. Dari satpam sampai tim manajemen. Sisanya memang orang luar Pulau Lombok, bisa dihitung jari lah,” tuturnya saat ditemui di Pabrik American Spring Bed pada Selasa, 20 Mei 2025.

Tak hanya menyerap tenaga kerja lokal, pabrik ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai toko ritel, baik skala kecil maupun besar. “Itu belum termasuk dampak ke toko-toko, mitra distribusi, sampai relasi logistik,” ujarnya.

Menurut Gandhi, meskipun sumber daya manusia (SDM) lokal masih dalam tahap berkembang, mereka memiliki keunggulan dalam hal kepatuhan terhadap sistem dan standar kerja yang diterapkan perusahaan. “Tapi mereka kepatuhannya terhadap sistem atau instruksi yang ada di sistem itu oke,” ungkapnya.

Keberadaan pabrik American Spring Bed di Lombok membawa manfaat berlapis. Dari sisi produksi, keberadaan pabrik meningkatkan performa penjualan karena produk bisa langsung dipasok dari sumbernya. Sementara dari sisi distribusi, biaya menjadi lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada pengiriman dari luar daerah seperti Jawa. Semua proses dapat dilakukan langsung di Lombok, sehingga lebih cepat dan hemat.

Lebih dari sekadar unit produksi, pabrik ini juga berkontribusi pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. “Kita selalu diingatkan bahwa sebagai pelaku bisnis, kita harus terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan banyak pihak. Contohnya, belum lama ini kita menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak media dan lembaga keuangan,” katanya.

Gandhi menekankan pentingnya membangun ekosistem yang solid dalam dunia usaha. “Kami menyadari, dalam dunia usaha kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi, komunikasi, dan kolaborasi. Itulah yang terus kami bangun di sini, bersama mitra usaha, masyarakat, dan instansi terkait,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan demi keberlangsungan industri lokal. “Kalau stakeholder di sini kompak, pemerintah, masyarakat, pengusaha, maka industri seperti ini akan tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Lombok,” tutupnya. (hir)

Demonstran Ojol “Sweeping” Driver yang Tidak Mogok Kerja

0
Beberapa demonstran memberhentikan driver-driver yang masih on bid untuk ikut berdemonstrasi di depan kantor Gubernur NTB, Selasa 20 Mei 2025.(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com)  – Beberapa pengemudi atau driver dan ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Persatuan Driver Online NTB melakukan aksi sweeping (penertiban) kepada beberapa driver on bid (menerima dan melayani pesanan) di depan Kantor Gubernur NTB pada Selasa 20 Mei 2025. Aksi itu dipicu lantaran beberapa driver online masih on bid di saat ratusan driver lain melakukan off bid (tidak menerima dan melayani pesanan) dalam rangka demonstrasi serentak di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi, Rudy Santono saat diwawancarai wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

“Betul. Itu sweeping untuk teman-teman online pada saat ini. Karena kami sudah menginstruksikan untuk offline gitu. Jadi tidak ada online hari ini. On bid-nya tidak ada. Jadi semua off bid tidak ada yang on bid,” ujarnya.

Meski beberapa driver yang ditertibkan tersebut tidak menggunakan atribut “hijau”, pihaknya mengetahui mereka adalah driver dari aplikasi pendeteksi khusus.

“Itu rata-rata kita tahu dari aplikasi kita sendiri. Kan kita ada aplikasi penumpang. Ketika mereka menjemput penumpang ya berarti mereka otomatis online. Nah itu yang mereka kita giring langsung ke sini semua,” ungkapnya.

Aksi penertiban tersebut menurutnya bertujuan untuk mempersatukan solidaritas sesama driver. Sebab, driver yang off bid hari ini tengah memperjuangkan hak-hak semua driver. “Untuk solidaritas untuk kita semua,” ucapnya pendek.

Meski demikian, ada beberapa driver yang menolak ditertibkan dan ikut melakukan aksi demonstrasi. Dari kejadian itu, tak sedikit yang berujung cek-cok.

“Memang. Karena mereka nganggep mereka itu posisinya benar. Benar dalam arti, mereka mencari nafkah buat keluarga. Teman-teman di sini pun punya keluarga. Kita pun, saya pun punya keluarga. Tapi, kita di sini untuk membela haknya teman-teman driver atau pun ojol. Kalau mereka enggak mau ikut serta yaudah silakan off kan aplikasi walaupun tidak ikut hadir di sini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hari ini, Selasa 20 Mei 2025, seluruh Driver dan Ojol melangsungkan demonstrasi serentak di beberapa wilayah di Indonesia.

Di NTB sendiri, demonstrasi dilakukan di dua lokasi yakni di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor Gubernur NTB. Aksi yang diikuti oleh 400-an driver dan ojol tersebut untuk menuntut pemerintah agar menindak tegas perusahaan penyedia aplikasi atau aplikator yang memotong biaya aplikasi di luar regulasi.

Rudy menegaskan, pihaknya meminta agar regulasi terkait potongan biaya aplikasi ditegaskan kembali oleh pemerintah provinsi NTB. “Kalau tuntutan kita masih sama, jadi regulasi pemerintah itu harus ditegaskan untuk aplikator. Itu yang paling penting. Karena di sana di Permenhub yang 266 sama 1001 itu revisi itu sudah ditulis. Kalau potongan aplikator itu 15 persen plus 5 persen jadi totalnya 20 persen itu saja yang kita minta,” pungkasnya.

Selain menuntut penegasan atas regulasi, ia juga meminta supaya tarif dasar agar dinaikkan. “Dan tarif dasar itu harus naik di range Rp3.400 itu titik bawah dan Rp6.000 titik atas,” pungkasnya. (sib)

Emas Antam Hari Ini Meroket Rp23.000 Kembali Menjadi Rp1,894 Juta/gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu 21 Mei 2025 mengalami Rp23.000 setelah kemarin mengalami anjlok dengan jumlah serupa.

Sehingga kini harga emas kembali di banderol dengan harga Rp1.894.000 per gram atau harga jual yang sama pada 19 Mei.

Adapun harga jual kembali (buyback) emasan ikut naik ke angka Rp1.738.000 per gram.

Transaksi harga jual yang dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali batangan emas ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback . Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada hari Rabu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp997.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.894.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.728.000.

– ⁠Harga emas 3 gram : Rp5.567.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.245.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.435.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp45.962.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.845.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.612.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp458.765.000

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp917.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.834.600.000.

Potongan harga pajak beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rampung, Pembentukan 154 Kopdes Merah Putih di Loteng

0
Ihsan (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menuntaskan pembentukan sebanyak 154 koperasi desa (Kopdes) Merah Putih yang tersebar disemua desa dan kelurahan di daerah ini. Dan, kini tinggal menunggu terbitnya akte notaries sebagai landasan hokum terbentuknya kopdes merah putih tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng Ihsan, S.Hut., saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Selasa 20 Mei 2025 kemarin.

“Pembentukan kopdes merah putih sudah 100 persen secara kelembagaan di tingkat desa. Tinggal pengesahan melalui penerbitan akte notarisa saja,” terangnya.

Sembari menunggu terbitnya akte notaries pembetukan kopdes merah putih tersebut, pekan ini Pemkab Loteng berencana akan melakukan evaluasi. Untuk memastikan kesiapan kopdes-kopdes yang baru dibentuk tersebut. Nantinya, perwakilan dari pemerintah pusat juga akan ikut membantu. Supaya begitu ditetapkan dan disahkan, kopdes-kopdes tersebut sudah siap beroperasi.

Ia mengaku dalam proses pembentukan kopdes tersebut, Pemkab Loteng dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah saunya soal kesiapan sumber daya manusia (SDM) kopdes tersebut. Karena tidak semua anggota dan pengurus kopdes emilki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana mengelola dan menjalankan koperasi.

Sehingga setelah penetapan nantinya, kopdes-kopdes tersebut tetap akan mendapatkan pendampingan dan pengawalan dari pemerintah daerah. Agar bisa beroperasi optimal dan pada akhirnya bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di desa. “Tidak hanya dibentuk saja, kopdes-kopdes itu juga tetap akan kita damping dan kawal,” sebutntya.

Secara berkala nantinya juga akan ada pelatihan-pelatihan bagi pengurus kopdes. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang tata kelola koperasi. Sehingga apa yang diharapkan dengan kehadiran kopdes tersebut salah satunya mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di desa bisa terwujud.

Kopdes merah putih lanjut Ihsan merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Jika tidak dijalankan dengan baik program tersebut, maka kepala daerah setempat bisa dijatuhkan sanksi hingga pemberhentian secara tidak hormat.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Loteng tidak menjalakan program kopdes merah putih tersebut. Karena sanksinya bisa sampai pemberhentian kepala daerahg secara tidak hormat oleh pemerintah pusat.

Untuk membantu pengawasan keberadaan kopdes tersebut, pemerintah pusat akan membentuk satuan tugas (Satgas) khusus. Mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Hal itu sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah pusat untuk mewujudkan program kopdes merah putih tersebut. Di mana secara nasional total ada 80 ribu kopdes yang akan dibentuk. (kir)

Desa Boleh Pakai DD untuk Biayai Pembentukan Koperasi Merah Putih

0
Adi Sosiawan(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Pemerintah Desa kini tak perlu lagi kebingungan mencari sumber anggaran untuk membiayai pembentukan Koperasi Merah Putih di desanya. Kebijakan terbaru Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberi ruang desa untuk memanfaatkan Dana Desa (DD).

Aturan yang membolehkan Desa menggunakan anggaran DD-nya untuk membiayai pembentukan Koperasi Merah Putih itu mengacu pada surat Kemendes PDT melalui Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor: B-143/PDP.04.01/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025. Dalam surat tersebut Kemendes PDT menyatakan dalam rangka perecepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, desa dapat mengunakan dana operasion pemerintah sebesar paling tinggi 3 persen dari DD. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung kegiatan koordinasi dan rapat-rapat dalam rangka pembentukan koperasi.

Berikutnya dana tersebut juga dapat digunakan membiayai pengurusan akta pendidirian koperasi, paling tinggi senilai Rp2,5 juta. Jika kemudian tidak tersedia bantuan dari APBD atau sumber lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kabid Pemerintahan Desa, Adi Sosiawan membenarkan perihal surat Kemendes PDT tersebut. Menurut dia, dengan kebijakan itu kini Desa bisa memanfaatkan anggaran DD-nya untuk mempercepat proses pembentukan Koperasi Merah Putih di desanya. “Dan kami akan mengawal guna memastikan desa mengalokasikan dana untuk koperasi itu dari DD-nya,” katanya, Selasa 20 Mei 2025.

Diakui Adi, untuk saat ini tidak ada desa yang telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembentukan koperasi Merah Putih di program APBDes-nya. Kendati begitu, dengan surat Kemendes PDT tersebut desa bisa menfaatkan anggaran yang ada dan nanti saat APBDes Perubahan, baru desa melakukan penyesuaian. “Untuk mengejar pembentukan koperasi paling lambat bulan depan (Juni) maka tidak apa-apa. Yang penting di APBDes Perubahan dana untuk pembentukan koperasi itu dituangkan dalam program keuangannya,” sarannya.

Sementara itu pembentukan Koperasi Merah Putih di KSB terus berjalan di tingkat KSB. Berdasarkan data terkini Dinas Koperindag KSB, hingga akhir pekan lalu sudah ada 8 desa yang telah menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus) membentuk Koperasi Merah Putih. “Kami bersama DPMD dan pendamping desa tetap mengawal di tingkat lapangan,” kata Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman.

Suryaman kembali menjelaskan, sesuai dengan arahan dari pusat bahwa pembiayaan pengurusan akta pendirian koperasi ditalangi secara sharing dengan pemerintah provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota. “Pembagiannya 50:50. Jadi kalau biayanya kisarannya Rp2,5 juta, maka sama setengah kita dengan provinsi mebiayai penerbitan akta pendiriannya itu,” pungkasnya. (bug)