Mataram (ekbisntb.com) — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua PT PLN (Persero), Widya Anggoro Putro, melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW) di Sambelia, Lombok Timur, Kamis (30/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek PLTU Lombok FTP-2 yang kini memasuki tahap akhir pembangunan menuju Commercial Operation Date (COD), sehingga dapat segera beroperasi guna memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok.
Turut hadir dalam kegiatan itu General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian, jajaran pengendalian konstruksi, serta tim pelaksana proyek.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto mengatakan, progres pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini mendekati tahap penyelesaian dan PLN terus mempercepat tahapan akhir agar unit pembangkit dapat segera beroperasi.
“Pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini telah memasuki tahap akhir. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses menuju operasi dapat berjalan lancar. Kami berharap first synchronization Unit 1 dapat tercapai pada akhir Mei dan target operasi komersial tahun ini bisa terealisasi,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan Unit 1 agar dapat segera berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok, sembari mempercepat penyelesaian Unit 2.
“Kami berharap Unit 1 dapat segera menghasilkan daya untuk memperkuat sistem kelistrikan di Lombok. Setelah sinkronisasi, unit ini diharapkan dapat terus beroperasi secara andal sehingga mampu mendukung kebutuhan pasokan listrik masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua PT PLN (Persero), Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa fase menuju first synchronization merupakan tahapan krusial yang membutuhkan fokus penuh dari seluruh tim proyek.
“Tahap menuju first synchronization membutuhkan konsentrasi dan fokus tinggi karena proyek ini memiliki peran penting bagi sistem kelistrikan Lombok. PLTU Sambelia akan menjadi salah satu penopang pasokan listrik baseload di Lombok, sehingga milestone penting dalam dua bulan ke depan ini harus dapat kita tuntaskan bersama,” kata Widya.
Ia menambahkan, PLN pusat akan terus memberikan dukungan agar seluruh tahapan penyelesaian proyek berjalan cepat dan tepat sasaran mengingat peran strategis pembangkit tersebut dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.
“Kami di pusat akan terus mendukung percepatan proyek ini. Pembangunan PLTU merupakan proyek yang kompleks, namun manfaatnya sangat besar dalam mendukung kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan Lombok,” ujarnya.
Di sisi teknis, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian menyampaikan bahwa progres pembangunan PLTU Sambelia hingga saat ini telah mencapai 90,08 persen, dengan fokus pekerjaan pada penyelesaian sisa konstruksi dan commissioning Unit 1.
“Per hari ini progres aktual pembangunan mencapai 90,08 persen. Saat ini kami fokus pada penyelesaian konstruksi dan commissioning Unit 1 agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana,” ungkap Yogi.
PLTU Lombok FTP-2 dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan berperan penting dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Lombok sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan sektor produktif di wilayah tersebut.
Dengan tambahan kapasitas sebesar 2×50 MW, keberadaan PLTU ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan Lombok secara signifikan, menjaga stabilitas pasokan listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Barat.(bul)






