Beranda blog Halaman 27

BPIH 2027 Turun, Embarkasi Lombok Tunggu Kepres

0
BPIH 2027 Turun, Embarkasi Lombok Tunggu Kepres
H. Lalu. Muh. Amin (EKBIS/NTBul)


Mataram (EKBIS NTB) –Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 secara nasional ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, besaran biaya yang harus dibayar jemaah haji asal NTB masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres).


DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah menetapkan rata-rata BPIH 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Dari jumlah tersebut, biaya yang dibebankan langsung kepada jemaah melalui Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp54.648.825, atau 55,50 persen.


Sementara 44,50 persen atau sekitar Rp43,8 juta per jemaah bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan keuangan haji.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, H. Lalu Muh. Amin, Kamis, 8 Oktober 2026 menyampaikan, besaran Bipih yang harus dibayar jemaah NTB belum dapat dipastikan.


“Untuk masing-masing daerah kita masih menunggu ketetapan Presiden. Perhitungannya juga berdasarkan jarak,” katanya.
Ia menjelaskan, NTB sebagai salah satu embarkasi haji akan memiliki perhitungan biaya penerbangan tersendiri. Biaya tersebut akan disesuaikan dengan jarak penerbangan dari embarkasi menuju Arab Saudi serta perhitungan dari maskapai.


Karena itu, meskipun secara nasional BPIH 2027 mengalami penurunan sesuai yang ditetapkan, besaran biaya yang harus dilunasi jemaah NTB belum bisa langsung disamakan dengan angka nasional.


“Besarnya penurunan berapa, tergantung Keputusan Presiden. Nanti dihitung kembali sesuai dengan masing-masing jarak,” ujarnya.
Lalu Muh. Amin menegaskan, secara rata-rata biaya haji tahun 2027 memang lebih rendah. Hal itu terlihat dari perubahan komposisi pembiayaan. Tahun sebelumnya, porsi biaya yang ditanggung langsung jemaah sekitar 67 persen, sedangkan tahun 2027 turun menjadi 55,50 persen.


“Yang jelas secara rata-rata ada penurunan dari tahun lalu. Tahun ini jemaah membayar 55,50 persen, sedangkan tahun lalu sekitar 67 persen,” jelasnya.


Dengan demikian, jemaah haji NTB dipastikan mendapat manfaat dari kebijakan penurunan BPIH tersebut. Namun, angka pasti biaya yang harus dilunasi jemaah NTB baru dapat diketahui setelah Kepres diterbitkan, yang diharapkan keluar dalam waktu dekat.


Sementara itu, Amin juga menjelaskan, untuk kuota haji tahun 2027, NTB dipastikan mendapat 5.798 jemaah, sama seperti kuota tahun sebelumnya.

Saat ini, data kuota tersebut masih dalam proses verifikasi untuk selanjutnya dilakukan pembagian dan pengusulan penetapan. Secara nasional, kuota haji Indonesia untuk 2027 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah.(bul)

Usai MotoGP, Puluhan Buyer Mancanegara akan Ikuti ASITA Travel Mart

0
Usai MotoGP, Puluhan Buyer Mancanegara akan Ikuti ASITA Travel Mart
(EKBIS NTB/bul) Sellywati

Mataram (EKBIS NTB) –Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB akan menyelenggarakan ASITA Travel Mart ke-7 pada 13-15 Oktober 2026. Puluhan hingga 100 buyer dari berbagai negara akan mengikuti kegiatan tahunan ini.
ASITA Travel Mart ke-7 diselenggarakan bersamaan dengan usainya MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.


Ketua ASITA NTB, Sellywati, SH, mengatakan, sejumlah buyer dari berbagai negara sudah menkonfirmasi hadir. Diantaranya dari China, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat, Timor Leste.


Rangkaian kegiatan selama di NTB, kata Selly, pertemuan business to business (B2B) antara seller NTB dan buyer dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Dalam forum ini, pelaku usaha pariwisata NTB selaku seller telah menyiapkan paket-paket pariwisata untuk ditawarkan kepada buyer.


Diantaranya, wisata Lakey Dompu, Tambora, wisata Hiu Paus. Dan berbagai destinasi wisata di Pulau Sumbawa, dan Pulau Lombok.
“Jadi kita tidak hanya menjual Lombok secara umum, tetapi juga destinasi yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.


Dari sisi ekonomi, ASITA NTB menargetkan transaksi langsung dalam Travel Mart tahun ini dapat mencapai minimal Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Nilai tersebut belum termasuk potensi kunjungan wisatawan yang dapat dihasilkan dari paket-paket wisata yang dibeli para buyer.


Sellywati optimistis target tersebut dapat dicapai karena jumlah buyer mancanegara tahun ini meningkat. Tahun sebelumnya, transaksi Travel Mart disebut berada di kisaran Rp15 miliar dan hanya diikuti buyer luar negeri, dari Malaysia.


Ia menilai meningkatnya minat buyer tidak terlepas dari daya tarik destinasi NTB, keramahan masyarakat serta semakin dikenalnya NTB sebagai tujuan wisata. Dampak MotoGP juga dinilai ikut memperkuat perhatian wisatawan dan pelaku industri pariwisata terhadap NTB.


ASITA NTB berharap kegiatan ini tidak berhenti pada transaksi selama acara. Para buyer diharapkan kembali membawa wisatawan ke NTB melalui paket perjalanan yang mereka jual di negara atau daerah masing-masing.


“Potensinya besar. Yang kita harapkan bukan hanya transaksi saat Travel Mart, tetapi tamu-tamu itu datang ke NTB melalui paket yang mereka beli,” ujarnya.


Ia menambahkan, ASITA NTB juga mendukung upaya menjadikan pariwisata NTB semakin dikenal di pasar internasional. Travel Mart menjadi salah satu cara mempertemukan langsung pelaku industri NTB dengan pasar wisatawan mancanegara. (bul)

Nunggak PajakSatu Papan Reklame di Mataram Terancam Dibongkar

0
Nunggak PajakSatu Papan Reklame di Mataram Terancam Dibongkar
Achmad Amrin (EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) –Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mengungkapkan, satu dari delapan papan reklame yang sebelumnya disegel karena menunggak pajak hingga kini belum menyelesaikan kewajibannya. Jika tunggakan tidak segera dilunasi, papan reklame tersebut terancam dibongkar.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, mengatakan penyegelan dilakukan terhadap delapan papan reklame karena pengusaha menunggak pajak. Papan reklame tersebut tersebar di sejumlah lokasi, yakni Jalan Brawijaya, Jalan Catur Warga, Jalan Airlangga, SPBU Malomba, serta kawasan sekitar Mataram Mall.

Dari delapan papan reklame yang disegel, tujuh di antaranya telah menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Sementara satu papan reklame masih belum melunasi tunggakan.

“Dari delapan itu tinggal satu yang belum. Kalau tidak salah, lokasinya di Jalan Airlangga dan sekitar Mataram Mall, depan Hotel Lombok Raya,” ujar Amrin, Kamis (8/10).

Ia menegaskan, apabila kewajiban tersebut tidak segera diselesaikan, BKD Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk merekomendasikan pembongkaran papan reklame tersebut.

Amrin mengungkapkan, tunggakan pajak dari papan reklame itu mencapai puluhan juta rupiah. Tunggakan tersebut berasal dari dua periode pembayaran, masing-masing selama tiga bulan, sehingga total terdapat enam bulan kewajiban yang belum dibayarkan.

Ia menjelaskan, pajak reklame dikenakan terhadap konten iklan yang dipasang sesuai dengan jangka waktu izin penayangannya. Penetapan pajak dilakukan ketika terdapat iklan yang ditayangkan pada papan reklame.

“Konten itu ada izin periode penayangannya. Jadi, dia izin pemasangannya untuk dua periode yang terlewat. Setelah itu, tidak ditetapkan pajaknya karena tidak ada iklan yang terpasang,” jelas Amrin.

Menurutnya, pengusaha baru dikenakan pajak ketika memasang atau menayangkan iklan pada papan reklame sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Amrin menambahkan, para pengusaha yang sebelumnya dikenai penyegelan oleh BKD kini sebagian besar telah menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Nilai pembayaran dari seluruh tunggakan tersebut berada di bawah Rp100 juta.

“Sudah mereka melakukan pembayaran. Jumlah hasilnya di bawah ratusan juta,” ucapnya.

Saat ini, BKD Kota Mataram juga melakukan penetapan pajak baru terhadap pemasangan iklan reklame. Langkah tersebut dilakukan untuk menertibkan administrasi sekaligus mengejar potensi pajak yang selama ini belum tertagih.

Amrin mengakui, pihaknya masih menemukan sejumlah persoalan di lapangan, termasuk pengusaha yang tidak mengurus izin reklame, tetapi tetap memasang dan menjalankan reklame.

“Ini ternyata banyak masalahnya. Di lapangan ditemukan ada yang tidak mengurus izin reklame-reklame ini. Ada beberapa yang tidak mengurus izin, tetapi tetap berjalan. Makanya, ini yang ingin kita sisir kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, BKD Kota Mataram menyegel delapan papan reklame karena pengusaha menunggak pembayaran pajak. Penyegelan dilakukan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (21–24/9), di delapan titik.

Tindakan tersebut dilakukan setelah para pengusaha berulang kali diberikan surat peringatan untuk melunasi kewajiban perpajakan. Penempelan stiker penyegelan pada papan reklame menjadi salah satu bentuk sanksi sosial kepada wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya.

BKD Kota Mataram menegaskan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penertiban dan pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (pan)

MotoGP Mandalika Siap Digelar, Jadi Arena Pertarungan Martin dan Marquez

0
MotoGP Mandalika Siap Digelar, Jadi Arena Pertarungan Martin dan Marquez
KONFERENSI PERS - Tiga pembalap Marc Marquez, Jorge Martin (tengah) dan Marco Bezzecchi (kanan) menjalani sesi konferensi pers jelang balapan MotoGP Mandalika, Kamis (8/10). (EKBIS NTB/kir)

Praya (EKBIS NTB) – Seri ke 17 balapan MotoGP 2026 siap digelar di Pertamina Mandalika Internasonal Circuit, mulai Jumat hari ini. Sebanyak 22 pembalap siap bertarung di kelas Utama.

Dengan fokus perhatian bakal tertuju pada pertarungan dua pembalap yang saat ini menguasai klasemen sementara MotoGP 2026, Jorge Martin (Aprilia Racing) dan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team).

Selisih poin antara kedua pembalap pun sangat tipis, hanya dua poin saja.
Untuk itu, hasil balapan di MotoGP Mandalika kali ini akan sangat menentukan posisi kedua pembalap dalam perburuan gelar juara MotoGP 2026. Dalam catatan MotoGP, selisih dua poin tersebut merupakan yang paling tipis antara dua pembalap teratas di MotoGP setelah 16 seri balapan. Sehingga balapan di Sirkuit Mandalika diprediksi bakal berlangsung seru dan ketat.


Dalam sesi konferensi pers Kamis (8/10) sore, Marc Marquez menegaskan siap memberikan penampilan terbaik untuk bisa memperoleh hasil terbaik di balapan kali ini. Ia pun mengaku tidak terlalu memikirkan hasil buruk di balapan tahun lalu di Sirkuit Internasional Mandalika. “Kita akan berupaya melakukan yang terbaik,” ujarnya.


Selain kedua pembalap tersebut, pembalap lain seperti Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) juga berpeluang menghadirkan kejutan pada balapan di The Mandalika tahun ini. Dengan meraih empat podium ketiga dalam lima seri balapan terakhir, Bezzecchi bisa saja jadi pemenang.
Ia pun mengaku telah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk men

ghadapi balapan di Sirkuit Mandalika tahun ini, pada sesi konferensi pers bersama Marc Marquez serta Jorge Martin. Apalagi Sirkuit Mandalika termasuk sirkuit yang cukup bersahabat dengan Bezzecchi.


Pada balapan tahun lalu di tempat yang sama Bezzecchi berhasil meraih pole position serta memenangi sesi Sprint Race. Sebelum akhirnya harus menyelesaikan balapan lebih awal pada sesi balapan utama, lantaran bertabrakan dengan Marc Marquez.


Di klasemen sementara MotoGP 2026, Bezzecchi masih kokoh posisi ketiga dengan selisih 49 poin dari Jorge Martin yang menduduki posisi teratas.


Beberapa pembalap lainnya yang juga berpotensi mengganggu pertarungan antara Martin dan Marquez yakni Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) yang merupakan pemenang balapan Utama MotoGP Mandalika tahun lalu.

Kemudian ada Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing), Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) serta Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) yang sukses menunjukkan ritme balapan yang luas di GP Jepang akhir pekan kemarin. Ada juga duo SuperFile Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez dan Ai Ogura yang siap menghadirkan kejutan.

Satu nama lain yang patug diperhitungkan yakni rookie asal Meksiko Diego Moreira (Pro Honda LCR). Pada balapan di Jepang akhir pekan kemarin, Moreiro sukses meraih podium kedua di sesi Sprint Race. Meski kemudian gagal di balapan utama. Namun di Sirkuit Internasional Mandalika, Moreiro memiliki catatan kemenangan saat membalap di kelas Moto3 dan Moto2 yang bisa menjadi modal berharga untuk bisa meramaikan perebutan podium MotoGP Mandalika.
Terkait kesiapan Sirkuit Internasional Mandalika menggelar balapan MotoGP, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy R. Warokka menegaskan sudah sangat siap. Semua persiapan yang dibutuhkan sudah rampung. Tinggal menunggu balapan saja. “Dari sisi race dan non race kita sudah siap,” tegasnya. (kir)

BPIH 2027 Turun, Embarkasi Lombok Tunggu Kepres

0
BPIH 2027 Turun, Embarkasi Lombok Tunggu Kepres
H. Lalu. Muh. Amin (EKBIS NTB/bul)


Mataram (EKBIS NTB) –Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 secara nasional ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, besaran biaya yang harus dibayar jemaah haji asal NTB masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres).


DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah menetapkan rata-rata BPIH 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Dari jumlah tersebut, biaya yang dibebankan langsung kepada jemaah melalui Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp54.648.825, atau 55,50 persen.


Sementara 44,50 persen atau sekitar Rp43,8 juta per jemaah bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan keuangan haji.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, H. Lalu Muh. Amin, Kamis, 8 Oktober 2026 menyampaikan, besaran Bipih yang harus dibayar jemaah NTB belum dapat dipastikan.


“Untuk masing-masing daerah kita masih menunggu ketetapan Presiden. Perhitungannya juga berdasarkan jarak,” katanya.
Ia menjelaskan, NTB sebagai salah satu embarkasi haji akan memiliki perhitungan biaya penerbangan tersendiri. Biaya tersebut akan disesuaikan dengan jarak penerbangan dari embarkasi menuju Arab Saudi serta perhitungan dari maskapai.


Karena itu, meskipun secara nasional BPIH 2027 mengalami penurunan sesuai yang ditetapkan, besaran biaya yang harus dilunasi jemaah NTB belum bisa langsung disamakan dengan angka nasional.


“Besarnya penurunan berapa, tergantung Keputusan Presiden. Nanti dihitung kembali sesuai dengan masing-masing jarak,” ujarnya.
Lalu Muh. Amin menegaskan, secara rata-rata biaya haji tahun 2027 memang lebih rendah.

Hal itu terlihat dari perubahan komposisi pembiayaan. Tahun sebelumnya, porsi biaya yang ditanggung langsung jemaah sekitar 67 persen, sedangkan tahun 2027 turun menjadi 55,50 persen.
“Yang jelas secara rata-rata ada penurunan dari tahun lalu. Tahun ini jemaah membayar 55,50

persen, sedangkan tahun lalu sekitar 67 persen,” jelasnya.
Dengan demikian, jemaah haji NTB dipastikan mendapat manfaat dari kebijakan penurunan BPIH tersebut. Namun, angka pasti biaya yang harus dilunasi jemaah NTB baru dapat diketahui setelah Kepres diterbitkan, yang diharapkan keluar dalam waktu dekat.


Sementara itu, Amin juga menjelaskan, untuk kuota haji tahun 2027, NTB dipastikan mendapat 5.798 jemaah, sama seperti kuota tahun sebelumnya.

Saat ini, data kuota tersebut masih dalam proses verifikasi untuk selanjutnya dilakukan pembagian dan pengusulan penetapan. Secara nasional, kuota haji Indonesia untuk 2027 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah.(bul)

Motor Penggerak Pembangunan

0
Motor Penggerak Pembangunan
Hj. Indah Dhamayanti Putri (EKBIS NTB/ist)

WAKIL Gubernur Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi kinerja jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB atas perannya sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah dalam mendukung terwujudanya visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih karna dari setiap sukses tahapan sejak penetapan sebagai Gubernur Wakil Gubernur, yang paling utama berperan adalah teman-teman di Bappeda,” ujarnya saat memimpin apel pagi di Kantor Bappeda NTB, Kamis (8/10).

Wagub juga mengingatkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bisa memaknai dengan baik dan menjalankan apa yang menjadi Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Ia juga meminta ASN selalu menciptakan budaya kerja yang nyaman dan positif dalam setiap lingkungan kerja. Menurutnya, Bappeda sebagai bagian terpenting dalam pembangunan di NTB harus menjaga keharmonisan lintas Sektor.

“Bapak-Ibu akan berinteraksi tidak hanya dengan sesama ASN, tetapi juga Eksekutif dan Legislatif adalah bagian yang perlu dijaga keseimbangannya terutama dalam komunikasi,” katanya.

Selain lingkungan kerja yang positif, Wagub juga mengajak ASN untuk semangat kerja menerapkan pola hidup sederhana serta bijak dalam mengelola penghasilan.

“Jangan mengukur semangat kerja dari seberapa honor yang didapatkan, tapi ukurlah semangat kerja dengat target yang tercapai,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh ASN menjaga hubungan baik, saling mendukung, tetap saling berkoordinasi, dan menebarkan energi positif dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Selamat bekerja jagalah amanah, tetap tersenyum, belajarlah tersenyum dengan baik. Banyak orang bisa tersenyum tetapi belum tahu seperti apa senyum yang bisa membuat orang melupakan senyuman itu,” tutupnya. (ham)

Basarnas Kerahkan Dua Unit Helikopter untuk Antisipasi Evakuasi Medis Udara Selama MotoGP Mandalika 2026

0
Basarnas Kerahkan Dua Unit Helikopter untuk Antisipasi Evakuasi Medis Udara Selama MotoGP Mandalika 2026

Mataram (Ekbis NTB) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan dua unit helikopter untuk mendukung siaga SAR khusus selama perhelatan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2026. Kedua helikopter tersebut tiba dan mendarat di helipad Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu (7/10/2026) siang, setelah sebelumnya melakukan pengecekan jalur dan titik pendaratan (spot check).

Rangkaian penerbangan pemantauan ini dimulai dengan kedatangan helikopter jenis Dauphin dengan nomor registrasi HR-3601 yang mendarat di helipad Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB pada pukul 13.17 Wita, kemudian take off kembali dua menit berselang. Disusul kemudian oleh helikopter HR-3604 yang mendarat pukul 13.22 Wita dan take off pada pukul 13.24 Wita. Kedua helikopter tersebut akhirnya tiba dengan selamat di helipad Sirkuit Mandalika pada pukul 13.42 Wita.

Kehadiran armada udara ini merupakan bagian dari langkah antisipatif dan kesiapan penuh Basarnas dalam mengamankan jalannya event MotoGP yang akan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026 mendatang. Helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin ini dipersiapkan secara khusus untuk melaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) cepat menuju RSUD Provinsi NTB apabila terjadi situasi darurat di lintasan balap.

Saat ditemui di helipad Sirkuit Mandalika, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa pengerahan helikopter dan personel ini bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan dan penanganan darurat tertangani secara optimal dan profesional.

“Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta crew dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU). Pengecekan spot hari ini di RSUD Provinsi NTB dan Sirkuit Mandalika berjalan lancar, memastikan seluruh jalur koordinasi dan titik pendaratan siap digunakan sewaktu-waktu selama gelaran MotoGP pada 9-11 Oktober nanti,” ujar Muhamad Hariyadi.

Dengan kesiapsiagaan armada udara dan koordinasi lintas instansi yang matang, Basarnas berharap seluruh rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali. (r)

Lotim Siapkan Rp7,6 Miliar untuk Awali Renovasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong

0
Lotim Siapkan Rp7,6 Miliar untuk Awali Renovasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong
Masjid Agung Al Mujahidin Selong. (Ekbis NTB/dok)

Selong (Ekbis NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyiapkan anggaran awal sebesar Rp7,6 miliar untuk mengawali proyek renovasi pembangunan Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Anggaran tersebut merupakan uang muka atau 15 persen dari total kebutuhan biaya proyek yang mencapai Rp50 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lotim, Muhammad Zaidar Rahman, kepada Suara NTB saat menjelaskan rencana anggaran dan skema pembiayaan proyek tersebut.

“Proyek ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp50 miliar dengan skema dari APBD murni sebesar Rp30 miliar,” ujar Zaidar

Ia menjelaskan, beban APBD murni yang dialokasikan untuk proyek ini adalah Rp30 miliar. Sementara itu, sisa kekurangan anggaran akan diupayakan melalui skema lain, termasuk partisipasi masyarakat.

Untuk tahun berjalan ini, uang muka telah dianggarkan sebesar 15 persen dari total biaya Rp50 miliar, yakni sekitar Rp7,6 miliar. Pembayaran uang muka tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan proyek renovasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.

Tahapan pendanaan proyek ini telah disusun. Pada tahun berjalan, pembayaran uang muka sebesar Rp7,6 miliar. Kemudian pada tahun 2027, dianggarkan sebesar Rp22 miliar, sehingga total akumulasi mencapai Rp30 miliar.

Selanjutnya, pada tahun 2028, sisa kekurangan anggaran akan dihimpun dan diproses, termasuk melalui partisipasi atau urunan dari masyarakat. Bupati Lombok Timur masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin ikut serta dan berpartisipasi dalam pembiayaan proyek tersebut.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah berharap renovasi pembangunan Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. (rus)

Satpol PP NTB Turunkan 60 Personel Amankan Parade MotoGP

0
Satpol PP NTB Turunkan 60 Personel Amankan Parade MotoGP
AMANKAN - Anggota Satpol PP saat bertugas mengamankan Riders Parade MotoGP Mandalika 2026 di Teras Udayana. (Ekbis NTB/ist)


Mataram (Ekbis NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov NTB menurunkan 60 personel mengamankan Riders Parade MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung di Kota Mataram, Rabu, 7 Oktober 2026 dari Taman Sangkareang menuju Teras Udayana. Puluhan personel itu ditempatkan di titik-titik rawan, seperti di lapangan Sangkareang, depan Hotel Santika sampai dengan Bank Indonesia, dan di Islamic Center.
Kepala Satpol PP NTB, Nunung Triningsih, mengatakan pengamanan ini dilakukan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan NTB, dan Satpol PP Mataram. “Kami menurunkan 60 personel dengan titik-titik dari Islamic Center sampai dengan Teras Udayana bagian barat dan timur jalan,” ujarnya, Rabu, 7 September 2026.
Penerjunan puluhan personel yang dilakukan Satpol PP NTB guna memastikan keamanan dan kondusivitas parade para pembalap sebelum bertanding di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober mendatang. Pengamanan difokuskan pada penonton yang melewati bahu jalan dan lapak yang mengganggu parade.
“Mulai dari jam 14.00 Wita sampai dengan selesai. Pengamanannya nanti termasuk pada lapak-lapak yang mengganggu,” katanya.
Selain melakukan pengamanan pada parade, Satpol PP NTB juga memperkuat patroli deteksi dini untuk memastikan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Tibumtranmas) tetap terjaga di kawasan strategis menuju Sirkuit Mandalika.
Patroli menyasar jalur dari Bundaran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Bundaran Songgong hingga Pos Pantau Green Gate Sirkuit Mandalika, dengan petugas masih menemukan sejumlah aktivitas pedagang semangka dan pedagang lainnya serta aktivitas penjemuran tembako di trotoar jalan yang berpotensi mengganggu fungsi fasilitas publik.
Petugas juga melakukan pemantauan sekaligus pendekatan persuasif agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu akses, kenyamanan dan ketertiban pengguna jalan. Langkah tersebut sejalan dengan penguatan cipta kondisi menjelang MotoGP Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober 2026, ketika mobilitas masyarakat dan wisatawan diperkirakan meningkat di sejumlah jalur menuju kawasan sirkuit.
“Sebelumnya, Satpol PP NTB juga telah melakukan pemantauan dan edukasi terhadap PKL di sekitar Mandalika sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan tetap tertib sekaligus memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” bebernya.
Dalam pelaksanaan patroli kali ini, Satpol PP NTB turut berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Lombok Tengah yang juga melakukan patroli di sekitar kawasan sirkuit, sehingga pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih terpadu. Sinergi lintas instansi ini menjadi penting untuk menjaga wajah Mandalika tetap aman, tertib, bersih. (era)

Seluruh Pembalap dan Logistik MotoGP Sudah Tiba di Lombok

0
Seluruh Pembalap dan Logistik MotoGP Sudah Tiba di Lombok
TIBA - Kargo MotoGP yang tiba di BIZAM dari Bandara Narita Jepang. (Ekbis NTB/ist)


Praya (Ekbis NTB) – Proses kedatangan pembalap bersama kru ajang MotoGP Mandalika saat ini sudah selesai. Seluruh pembalap baik untuk kelas utama maupun kelas Moto2 dan Moto3 sudah berada di Pulau Lombok.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez masuk dalam rombongan terakhir yang tiba melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Rabu (7/10). Marc Marquez tiba bersama dua pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli serta Fabio Di Giannantonio.
Kedatangan Marc Marquez jadi paling ramai ditunggu. Begitu mendarat di BIZAM sekitar pukul 13.00 Wita, pembalap Ducati Lenovo tersebut langsung disambut ratusan fans di terminal BIZAM.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy R. Warokka, turut hadir menyambut Marc Marquez yang tiba bersama kru serta kekasihnya menggunakan pesawat Batik Air. Sepanjang perjalanan menuju area penjemputan Marc Marquez hanya melemparkan senyum kepada pengemarnya yang sudah menunggu sejak siang.
“Thank you very much (terima kasih banyak),” ujar Marc Marquez sembari melambaikan tangan kearah penggemarnya, sebelum kemudian berangkat untuk mengikuti agenda Riders Parade MotoGP Mandalika yang digelar di Kota Mataram.
Adapun terkait pengiriman logistik pendukung event MotoGP Mandalika, Branch Communication & CSR Department Head PT. Angkasa Pura (AP) Indonesia BIZAM Hidya Putri Ramadhina, yang dikonfirmasi terpisah mengaku seluruhnya sudah tuntas. Total ada lima penerbangan dengan pesawat kargo khusus yang digunakan untuk membawa seluruh logistik pendukung event MotoGP. Mulai sepeda motor serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Untuk logistik MotoGP Mandalika yang tiba ada 428 ton,” sebutnya.
Begitu mendarat di BIZAM seluruh logistik yang ada langsung diangkut menuju Sirkuit Internasional Mandalika tempat ajang MotoGP akan digelar. Untuk selanjutnya menjalani proses pengecekan. Jadi tidak ada pengecekan muatan kargo di bandara. Hanya pemeriksaan berat kargo. Karena untuk pengecekan muatan kargo itu dilakukan oleh pihak Bea Cukai langsung di sirkuit.
Disinggung operasional BIZAM, ujarnya, sampai saat ini masih berjalan normal. Soal penerbangan tambahan juga belum ada perubahan. Masih seperti data awal yang masuk yakni sebanyak 66 penerbangan tambahan di luar penerbangan regular. “Operasional BIZAM masih berjalan aman. Seluruh pelayanan yang terkait gelaran event MotoGP sejauh ini juga berjalan lancar,” tegasnya.

Jalur Laut Diperkuat
Sementara itu, selain memperkuat konektifitas jalur udara, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) juga turut memperkuat tranportasi jalur laut untuk mendukung event MotoGP. Dalam hal ini ITDC menggandeng PT. Dharma Lautan Utama (DLU) dalam menyiapkan transportasi laut sebagai salah satu alternatif akses menuju Lombok. Salah satu rute yang diperkuat yakni rute Lombok-Surabaya.

Di rute tersebut PT. DLU menyiapkan KM Dharma Kencana dan KM Dharma Kartika V untuk mengangkut penumpang maupun kendaraan pribadi dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Tanjuk Perak, Surabaya atau sebaliknya selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung.
“Ketersediaan layanan ini memberikan alternatif konektivitas bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin melakukan perjalanan melalui jalur laut selama periode gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” sebut Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, dalam keterangannya, Rabu siang.
Selain mengangkut penumpang, layanan yang disiapkan oleh PT. DLU dirute tersebut juga bisa mengangkut kendaraan pribadi. Sehingga bisa menjadi menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin perjalanan dengan kendaraan pribadi. “Konektivitas menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapan ekosistem pendukung penyelenggaraan event internasional di The Mandalika. Dan, itu terus kita perkuat,” ujarnya.
Direktur Operasi dan Usaha PT. DLU Rakhmatika Ardianto menambahkan kesiapan pihaknya untuk memberikan layanan transportasi laut bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju maupun dari Lombok pada periode MotoGP Mandalika 2026.
“DLU dalam hal ini siap mendukung konektivitas menuju Lombok melalui layanan transportasi laut bagi penumpang maupun kendaraan. Melalui rute Surabaya–Lombok, kami menyediakan berbagai pilihan layanan dan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat,” sebutnya seraya berharap layanan tersebut bisa memberikan kemudahan sekaligus menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat yang akan menuju Lombok selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung.(kir)