Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 28

Tunggu SE Kemenaker, THR Pekerja Dibayarkan H-7 Lebaran

0
 H. Miftahurrahman. (Ekbis NTB /cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, masih menunggu surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) pekerja. Idealnya THR dibayarkan H-7 lebaran.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H. Miftahurrahman menjelaskan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja RI perihal pembayaran THR pekerja. Pengusaha yang memiliki pekerja harus menindaklanjuti surat edaran tersebut. “Kami secara tertulis belum menerima surat edaran dari pemerintah pusat maupun provinsi, tetapi kita meminta pengusaha untuk membayar THR pekerja,” terangnya ditemui pada, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016. Peraturan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa THR wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum hari raya keagamaan.

Miftah menegaskan, pembayaran THR seperti tahun-tahun sebelumnya H-7 lebaran. “Untuk saat ini, kita belum tahu bagaimana mekanisme dan lain sebagainya. Kita menunggu secara resmi,” ujarnya.

Pihaknya akan membuka posko pengaduan THR di Kantor Disnaker Kota Mataram di Jalan Gajahmada, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Petugas dari Bidang Hubungan Industrial akan menangani pengaduan pekerja. Akan tetapi, ia meminta pekerja yang tidak mendapatkan haknya melapor agar segera ditindaklanjuti. “Kita minta pekerja melapor saja,” katanya.

Untuk besaran THR diterima pekerja disesuaikan dengan masa kerja. Artinya, tunjangan hari raya keagamaan diberikan proporsional. Pekerja denga masa kerja lebih dari 12 bulan, maka akan mendapatkan THR dihitung satu kali gaji. (cem)

Jelang GP Indonesia, Tim MGPA Matangkan Persiapan dengan FIM di Thailand

0

Praya (ekbisntb.com) – Gelaran Grand Prix Indonesia (GP) di Pertamina Mandalika International Circuit memang baru akan berlangsung pada bulan Oktober 2026 mendatang. Namun persiapan sudah mulai dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku tuan rumah. Hal ini untuk memastikan penyelenggaraan GP Indonesia tahun ini bisa berlangsung lebih baik lagi.

Sebagai persiapan MGPA sendiri telah mengirim tim untuk menggelar pertemuan dengan Team Safety Officer Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) yang dipimpin Mr. Bartolome Alfonso. Termasuk dengan pihak International Road-Racing Teams Association (IRTA) dan MotoGP Sport & Entertainment Group. Sekaligus mempelajari secara langsung penyelenggaraan GP Thailand.

Pertemuan berlangsung di sela-sela gelaran GP Thailand yang merupakan seri pembuka untuk balapan MotoGP musim 2026 ini, Minggu (1/3/2026). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Terutama soal kebutuhan teknis dan operasional Sirkuit Internasional Mandalika jelang homologasi FIM. Sebagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menggelar balapan MotoGP.

“Kehadiran tim MGPA ke Chang International Circuit, Buriram, Thailand untuk melakukan koordinasi dengan FIM dari sisi Operasional dan Motorsport. Terkait dengan pemenuhan kebutuhan homologasi untuk MotoGP di Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 nanti,” Sebut Vice President Motorsport MGPA Donny Mardjono, dalam keterangan, Senin, 2 Maret 2026.

Dikatakannya, ada peberapa poin penting yang menjadi topik bahasan. Mulai dari masalah race elektronik, run-off area, pembersihan sirkuit serta kebutuhan track yang berkaitan dengan gravel. Pembahasan tersebut penting agar nanti Sirkuit Mandalika bisa memperoleh homologasi FIM Grade A.

“Kami juga sudah berdiskusi dengan tim Safety Officer dari IRTA untuk membahas sejumlah pembaruan. Diantaranya persoalan kedalaman dan leveling gravel serta race elektronik sistem. Dan, beberapa hal lainnya yang diharapkan mampu menunjang keberhasilan untuk penyelenggaraan MotoGP di Mandalika pada Oktober 2026,” tambah Track & Race Operation Officer MGPA Abdul Hamid.

Adapun pertemuan dengan MotoGP Sport Entertainment Group membahas berbagai aspek operasional di sirkuit. Mulai dari fasilitas paddock, manajemen arus lalu lintas (traffic flow), pengaturan keluar-masuk penonton, sistem parkir dan transportasi hingga spectators journey secara menyeluruh.

Menurut VP Operation MGPA Try Agung Hartanto pertemuan tersebut sebagai langkah penting dari proses penyempurnaan event di Indonesia. Bahwa banyak hal yang masih perlu ditingkatkan terkait penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Dan, gelaran GP Thailand bisa menjadi salah satu refresensi yang nanti bisa diterapkan di Sirkuit Mandalika. Khususnya yang terkai operasional.

“Di GP Thailand Kami melihat langsung bagaimana pengelolaan fasilitas, traffic flow, keamanan hingga perjalanan penonton dari datang, menikmati balapan, sampai kembali pulangnya. Semua kami pelajari untuk memastikan Indonesian MotoGP 2026 bisa berjalan lebih baik lagi,” imbuhnya. (kir)

Imbauan Tunda Umrah Karena Perang Picu Polemik, Pemerintah Bicara Keamanan, Travel Hitung Kerugian

0
Imbauan Tunda Umrah Karena Perang Picu Polemik, Pemerintah Bicara Keamanan, Travel Hitung Kerugian
Jemaah umrah melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah di Masjidil Haram, Kota Suci Makkah. (suarantb.com/ist)

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau calon jamaah umrah menunda keberangkatan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu penutupan ruang udara di sejumlah negara. Di sisi lain, asosiasi penyelenggara perjalanan umrah meminta pemerintah mempertimbangkan dampak finansial bagi jamaah dan travel yang sudah membayar tiket, hotel, dan visa.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah kehati-hatian dengan mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan umrah di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pemerintah serius menyikapi perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Eskalasi konflik yang terjadi menjadi pertimbangan utama dalam mengeluarkan imbauan ini demi meminimalisir risiko terhadap warga negara Indonesia.

Di daerah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji NTB, Lalu M. Amin, di Mataram, Senin, 2 Maret 2026 menegaskan, bahwa kebijakan tersebut bersifat imbauan dan langkah antisipatif.

“Dari yang disampaikan Pak Wamen, dihimbau untuk seluruh WNI maupun PPIU dalam pelaksanaan umrah, mengingat situasi konflik di Timur Tengah, diminta untuk antisipasi. Karena memang (perang) dikhawatirkan akan berdampak pada penutupan ruang udara di Timur Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jamaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi diminta aktif berkomunikasi dengan pihak travel, petugas Kantor Urusan Haji (KUH), serta perwakilan pemerintah seperti KBRI untuk mitigasi jika terjadi gangguan penerbangan.

Terkait imbauan penghentian sementara keberangkatan, Amin kembali menegaskan, tidak ada instruksi penghentian total.

“Itu imbauan. Apabila ada maskapai yang tidak berangkat, itu menjadi kebijakan maskapai. Tapi sampai saat ini tetap berjalan dari beberapa maskapai,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemberangkatan tetap mengikuti jadwal maskapai dan jamaah diminta berkoordinasi dengan travel untuk mengantisipasi kemungkinan penutupan ruang udara.

Disisi lain, imbauan pemerintah untuk menunda pemberangkatan calon jamaah memunculkan kekhawatiran di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Ketua Amphuri Bali Nusra, H. Zamroni, menegaskan travel umrah telah berkoordinasi dan berencana meminta penjelasan langsung kepada kementerian terkait konsekuensi finansial atas imbauan tersebut.

“Itu imbauan. Tetapi kami dari asosiasi sudah berkoordinasi supaya bisa menghadap Kementerian Haji dan Kemlu terkait komponen yang sudah dibayar travel, seperti tiket pesawat, hotel, visa, dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kejelasan apakah maskapai dan hotel dapat melakukan pengembalian dana (refund) penuh jika terjadi pembatalan akibat imbauan tersebut.

“Apakah pemerintah bisa memberikan jaminan maskapai refund full tiket pesawat dan hotel terhadap biaya-biaya yang sudah dikeluarkan? Ini juga harusnya dipertimbangkan,” ujarnya.

Zamroni menilai, imbauan seharusnya lebih ditujukan bagi calon jamaah yang belum melakukan pemesanan. Sementara bagi jamaah yang sudah membooking dan siap berangkat, pembatalan sepihak berpotensi menimbulkan kerugian besar.

“Kalau tidak diisi, maskapai, hotel, dan visa yang sudah dibayar bagaimana. Apalagi hotel sudah menyampaikan dari sana (Arab Saudi) tidak ada pengembalian bokingan yang sudah masuk,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini penerbangan rute Jakarta–Jeddah, Jeddah–Jakarta, maupun melalui Kuala Lumpur masih berjalan normal. Pemberangkatan tetap berlangsung kecuali ada pembatalan resmi dari maskapai akibat gangguan operasional.

“Kalau ada pembatalan dari maskapai, travel tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kerugian hotel dan visa tidak bisa diselamatkan kalau menyetop yang sudah siap berangkat,” katanya.

Zamroni menekankan bahwa negara memang harus hadir melindungi warganya, tetapi pemerintah juga perlu mempertimbangkan beban finansial yang telah dikeluarkan oleh travel dan jamaah sebelum mengeluarkan imbauan.

Selain itu, travel umrah dan haji menyatakan akan menunggu keputusan resmi dari otoritas penerbangan terkait kemungkinan penutupan ruang udara sebagai dampak konflik yang masih berkembang di kawasan tersebut. (bul)

Bupati Lotim Minta Perluas Layanan Kanal Non-Tunai

0
H. Haerul Warisin (suarantb.com/dok)

Selong (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin memimpin langsung High Level Meeting Sosialisasi dan Evaluasi Kinerja 2026 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Rupatama 1 Kantor Bupati, Senin (2/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan berbagai upaya yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Bupati yang didampingi Wakil Bupati H. Moh Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik mengingatkan agar capaian yang telah diraih tidak membuat lengah. Ia mencontohkan lonjakan indeks perkembangan harga (IPH) akibat harga cabai sebagai pengingat bahwa konsistensi dan penguatan sistem mutlak diperlukan.

“Setelah tahun 2025 menjadi tahun konsolidasi dan penguatan sistem digitalisasi keuangan daerah, maka tahun 2026 ini dibutuhkan peningkatan transaksi non tunai pada sektor pajak dan retribusi daerah. Hal ini harus terus diperkuat,” tegas Bupati Haerul.

Orang nomor satu di Lotim itu juga menyoroti sejumlah tantangan, terutama perluasan kanal digital hingga ke desa. Mengingat mayoritas masyarakat berada di pedesaan, Bupati meminta agar koordinasi dan kolaborasi dengan para kepala desa ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi penggunaan QRIS dan kanal non tunai, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

Di sisi regulasi, Bupati meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat aturan yang mendukung percepatan digitalisasi. “Hal-hal yang masih bisa diatur, buat aturannya, regulasinya. Perluas digitalisasi hingga 100 persen layanan pembayaran daerah, karena pembayaran tunai berpotensi menimbulkan kebocoran,” ungkapnya.

Bupati berharap prestasi yang diraih tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi contoh transformasi digital yang berdampak pada transparansi keuangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi birokrasi, dan kemudahan pelayanan publik.

Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menambahkan, untuk mendukung optimalisasi sistem, Bank NTB Syariah diminta segera merealisasikan kartu kredit pemerintah pada triwulan kedua tahun ini. Setidaknya, tiga OPD akan menjadi percontohan. Selain itu, penguatan sekretariat TP2DD dan perluasan sosialiasi juga akan digencarkan di tiga titik strategis, yakni Car Free Day (CFD), Rumah Makan Rarang, dan Lesehan Purnama.

Pertemuan yang diikuti para pimpinan OPD, Asisten Bidang Ekonomi Setda Lotim, Direktur RSUD, serta Kepala Cabang Bank NTB Syariah Selong ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi mekanisme dan kriteria penilaian tahun 2026, tetapi juga diharapkan dapat menyamakan persepsi serta menghimpun data pendukung untuk pengisian sistem SIPD P2DD. (rus)

Lotim Terbanyak dan Tercepat Bangun Gerai KDKMP di NTB

0
Lotim Terbanyak dan Tercepat Bangun Gerai KDKMP di NTB
Danrem 162 Wirabhakti, Brigjen Moch Sjasul Arief saat berkunjung ke Makodim1615 Lotim, Senin (2/3/2026). (suarantb.com/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Program strategis pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Mandiri Pangan (KDKMP) digenjot di seluruh Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) muncul sebagai daerah dengan capaian tercepat dan terbanyak dalam merealisasikan program nasional yang dikawal oleh TNI tersebut.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 162/Wirabhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, saat safari Ramadan di Makodim 1615 Lotim, KDKMP di wilayah binaannya. “Dari delapan kabupaten di NTB, Lotim yang paling cepat dan banyak pembangunan KDKMP-nya. Semua berjalan lancar berkat komitmen kuat dari Bupati. Apapun program pemerintah pusat, beliau dukung penuh,” tegas Brigjen Sjasul Arief.

KDKMP merupakan program prioritas dari Mabes TNI yang ditargetkan mencapai 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah Kodam IX/Udayana yang berada di posisi tengah, program ini diharapkan menjadi fondasi kemandirian pangan. Danrem menjelaskan, titik-titik yang sudah mencapai 100 persen langsung difungsikan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa setempat. Ke depan, rencananya juga akan dibangun cold storage (ruang pendingin) untuk memperkuat rantai pasok pangan.

Brigjen Sjasul Arief mengaitkan program ini dengan situasi geopolitik dunia yang kian memanas. Menurut Danrem, Presiden RI sangat visioner. Tanda-tanda perang dunia ketiga sudah terjadi ini sudah diantisipasi.

“Ketika Selat Hormuz yang biasa dilalui kapal pengangkut minyak Amerika di-stop, maka bahan bakar fosil akan berkurang drastis,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada negara lain. “Desa, kecamatan, dan provinsi wajib punya cadangan pangan. Dengan hadirnya KDKMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kita bisa bertahan meski stok pangan global berkurang. Indonesia masih mampu menghidupi secara mandiri” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut program ini telah berdampak nyata pada pengurangan angka pengangguran. Hampir seluruh desa kini memiliki titik dapur umum, sehingga distribusi makanan tidak lagi sulit. “Ini program berkesinambungan. Dipadukan dengan koperasi, kita bangun desa hingga punya lumbung pangan sendiri. Makanya kita kejar KDKMP secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan jajaran Kodim 1615/Lotim merupakan kunci sukses di daerahnya. “Tidak bisa kita berpikir kalau di Lotim tidak ada tentara. TNI selalu sigap dan siaga kapan pun dibutuhkan. Kecepatan gerak mereka luar biasa,” puji Bupati Haerul.

Orang nomor satu di Lotim itu juga mengungkapkan dampak ekonomi yang signifikan dari pembangunan KDKMP yang di dalamnya juga terintegrasi dengan Gerai Koperasi Merah Putih. Dengan anggaran mencapai Rp 1 miliar per titik, total dana yang berputar di Lotim mencapai Rp 254 miliar. “Karenanya, tidak ada satu pun titik yang kami tolak. Saya siap bertanggung jawab penuh atas kelancaran program ini,” tegasnya.

Komandan Kodim 1615/Lotim, Letkol Inf Eky Anderson, melaporkan bahwa pihaknya terus bergerak cepat.

“Selama menjabat, saya sangat terbantu oleh Forkopimda, baik Polres, Kejaksaan, maupun Pengadilan. Alhamdulillah, semua program Kodim 1000 persen didukung penuh oleh Pak Bupati,” ujar Letkol Eky.

Ia memaparkan, per tanggal 2 Maret 2025, sudah ada 104 titik KDKMP yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur. Jumlah ini menjadikan Lotim sebagai kabupaten dengan titik terbangun terbanyak. Progres pembangunan bervariasi, beberapa di antaranya bahkan sudah mencapai 90 persen. “Standarnya maksimal 90 hari kerja per titik harus selesai,” jelasnya.

Meski optimistis, Dandim mengakui ada beberapa kendala di lapangan. “Cuaca hujan hampir setiap hari menjadi tantangan utama. Kedua, ketersediaan material bahan besi dan tenaga kerja yang merakit konstruksi atap masih terbatas. Ini yang membuat progres di beberapa titik belum maksimal. Namun kami terus berupaya mengejar sekuat tenaga agar target bisa tercapai,” demikian pungkas Letkol Inf Eky Anderson. (rus)

Semarak Gelegar Lentera Ramadhan, Ikhtiar Bank NTB Syariah Akselerasi Digitalisasi QRIS dan Literasi Keuangan Syariah

0
Semarak Gelegar Lentera Ramadhan, Ikhtiar Bank NTB Syariah Akselerasi Digitalisasi QRIS dan Literasi Keuangan Syariah
Semarak Gelegar Lentera Ramadhan, Ikhtiar Bank NTB Syariah Akselerasi Digitalisasi QRIS dan Literasi Keuangan Syariah

Tanjung (Suara NTB)- Menyambut keberkahan bulan suci Ramadhan, Bank NTB Syariah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menghadirkan perhelatan Gelegar Lentera Ramadhan. Kegiatan ini dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi lokal melalui bazar UMKM yang sepenuhnya terintegrasi dengan sistem pembayaran digital QRIS Bank NTB Syariah.

Acara yang berlangsung ini menjadi wadah bagi puluhan pelaku UMKM binaan untuk menjajakan produk unggulannya, mulai dari kuliner takjil berbuka puasa hingga durian lokal khas NTB yang menjadi primadona pengunjung. Bank NTB Syariah juga memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah melalui program GERAKS (Gerakan Keuangan Syariah) sebagai bagian dari upaya literasi dan inklusi keuangan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi pelaku usaha kecil di tengah nuansa religius bulan Ramadhan.

“Gelegar Lentera Ramadhan adalah wujud nyata komitmen kami dalam memberdayakan UMKM agar naik kelas melalui digitalisasi. Dengan fasilitas QRIS Bank NTB Syariah, transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan aman bagi pedagang maupun pembeli. Kami ingin memastikan bahwa berkah Ramadhan tahun ini dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha lokal kita melalui kemudahan bertransaksi,” ujarnnya.

Lebih lanjut, Bank NTB Syariah juga memberikan bentuk apresiasi khusus bagi para pelaku UMKM melalui doorprize yang menarik dengan seluruh UMKM yang menggunakan QRIS Bank NTB Syariah selama gelaran ini berlangsung. Langkah ini diambil untuk menjaga semangat digitalisasi di ekosistem pasar rakyat.

“Sebagai bentuk penghargaan, kami menyiapkan apresiasi bagi UMKM yang aktif bertransaksi melalui doorprize yang menarik menggunakan QRIS Bank NTB Syariah. Kami ingin para mitra UMKM tetap semangat berinovasi. Melalui kemudahan digital ini, inklusi keuangan syariah harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat agar akses terhadap produk perbankan syariah menjadi lebih luas dan merata,” tambah Direktur Utama.

Selain tentang digitalisasi transaksi, pengunjung Gelegar Lentera Ramadhan juga mendapatkan edukasi langsung mengenai manajemen keuangan syariah dan produk pembiayaan yang inklusif melalui Program GERAKS (Gerakan Keuangan Syariah). Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB ini diharapkan dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat posisi NTB sebagai pusat perputaran ekonomi syariah nasional.

Rangkaian kegiatan Gelegar Lentera Ramadhan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi berakhir pada tanggal 1 Maret 2026. Acara penutupan ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Ustadz Faris BQ yang memberikan tausyiah menyejukkan hati, memperkuat makna spiritualitas di balik pemberdayaan ekonomi yang dijalankan. Kehadiran masyarakat yang antusias hingga hari terakhir menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara literasi keuangan dan kegiatan keagamaan sangat diterima dengan baik.

Syiar ini dipastikan akan terus berlanjut ke wilayah timur NTB. Pada tanggal 2 hingga 3 Maret 2026, Gelegar Lentera Ramadhan akan menyapa masyarakat Kota Bima, berlokasi di Masjid Agung Al-Muwahiddin. Dengan rangkaian kegiatan yang serupa, mulai dari bazar UMKM berbasis QRIS Bank NTB Syariah hingga edukasi literasi syariah, acara di Kota Bima nantinya akan diisi oleh penceramah Ustadz Abu Fida guna memberikan pencerahan rohani bagi seluruh pengunjung.(bul)

Jelang Panen Raya, Distribusi Jagung dan Ternak akan Dioptimalkan

0
Jelang Panen Raya, Distribusi Jagung dan Ternak akan Dioptimalkan
Adel Linggi Ardi. (Suara NTB/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Bima menyiapkan langkah optimalisasi distribusi jagung dan ternak menjelang puncak panen raya jagung dan meningkatnya kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil produksi petani dan peternak terserap pasar secara maksimal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi menjelaskan, Kabupaten Bima merupakan salah satu sentra produksi jagung dan ternak sapi di Nusa Tenggara Barat, sehingga pengelolaan distribusi harus dilakukan secara terintegrasi. Produksi jagung daerah pada 2026, diproyeksikan melampaui setengah juta ton dengan realisasi hingga Juli mencapai sekitar 489.227 ton.

Menurut dia, tingginya produksi berpotensi menekan harga di tingkat petani apabila tidak diimbangi dengan sistem penyerapan dan distribusi yang baik.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong sinergi lintas sektor, agar hasil panen tetap memiliki kepastian pasar. “Kita ingin memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil dan kesejahteraan petani serta peternak tetap terjaga. Momentum panen raya dan Idul Adha harus menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebagai acuan stabilisasi harga, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung melalui Perbadan Nomor 381 Tahun 2025 sebesar Rp5.500 per kilogram pada kadar air 18–20 persen. “Sementara harga penyerapan di gudang Perum Bulog ditetapkan Rp6.400 per kilogram, untuk jagung kemasan dan Rp6.250 per kilogram untuk jagung curah,” sebutnya.

Selain komoditas jagung, sektor peternakan juga menjadi perhatian utama menjelang Idul Adha. Data Pemkab Bima menunjukkan distribusi ternak pada 2025 mencapai 16.337 ekor sapi dan kerbau. “Sebanyak 9.099 ekor diantaranya dikirim melalui Pelabuhan Bima. Sedangkan, sisanya melalui jalur darat dan Pelabuhan Sape,” katanya.

Adel menjelaskan, meningkatnya permintaan ternak bersamaan dengan panen raya jagung menjadi periode krusial bagi stabilitas distribusi komoditas daerah. “Momentum panen raya jagung yang bertepatan dengan meningkatnya permintaan ternak menjelang Idul Adha menjadi periode krusial,” pungkasnya.

Pihaknya menilai pengaturan distribusi yang terkoordinasi diperlukan untuk mengantisipasi keterbatasan armada pengangkutan, kepadatan jadwal pengiriman, serta potensi ketidakseimbangan harga di pasar. Optimalisasi distribusi diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Bima. (hir)

Satgas Temukan Rumah Makan Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

0
Satgas Temukan Rumah Makan Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
Ivan Indrajaya. (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Satuan tugas (Satgas) Lapor Gas Kabupaten Sumbawa, menemukan ada beberapa rumah makan skala besar masih menggunakan elpiji 3 kilogram untuk aktifitas usaha mereka di Kecamatan Sumbawa. Hal ini diduga menjadi pemicu masyarakat kesulitan menemukan gas subsidi tersebut.

“Kami sudah data, khususnya di Kecamatan Sumbawa ada beberapa rumah makan yang seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 kilogram, tetapi menggunakan dan ini menjadi atensi kami di satgas,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Ivan Indrajaya, kepada wartawan, kemarin.

Ivan melanjutkan, selain menggunakan gas yang tidak sesuai, rumah makan tersebut juga diduga sengaja menimbun gas elpiji 3 kilogram di dapur mereka. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, karena akan menimbulkan kelangkaan di masyarakat dan harga yang melambung tinggi.

“Terhadap temuan itu, kami akan tindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi gas ini sudah masuk dalam ranah barang subsidi maka masuk ranah pidana,” ucapnya.

Pemerintah saat ini lanjut Ivan, tengah membuat draf kebijakan untuk menekan terjadinya penyimpangan di dalam tata niaga gas elpiji 3 kilogram. Bahkan,pihaknya juga sudah bersurat ke seluruh kecamatan dan desa hingga RT untuk mendata masyarakat yang dianggap mampu dan penerima bantuan.
“Pendataan ulang penerina gas subsidi tersebut kita lakukan agar tepat sasaran. Kami juga memastikan di pendataan ulang tidak ada yang merekayasa dan sasaran yang seharusnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, misalnya di desa A masyarakatnya ada 200 orang tetapi yang tersedia di pangkalan hanya 100, sehingga tidak mencukupi. Sehingga pihaknya akan menyiapkan opsi bergiliran sebagai penerima. Skemanya 100 orang mendapatkan jatah pembelian pada minggu pertama dan minggu berikutnya untuk 100 orang.

“Itu solusi yang coba kita tawarkan untuk memastikan gas tetap tersedia di masyarakat. Kami juga akan segera menggelar rapat dengan Pertamina dalam merumuskan kebijakan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, kendala utama saat ini yakni jumlah pasti UMKM yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Sebab, data UMKM di Dinas KUKMindag berbeda dengan fakta di lapangan sebagai penerima dan jatah yang diberikan.
“Jadi, rumah tangga dan UMKM tidak ada dijelaskan secara lebih rinci sebagai penerima gas elpiji 3 kilogram. Sehingga semua masyarakat merasa berhak menerima, inilah yang kita rumuskan lebih lanjut,” tukasnya. (ils)

NTB Matangkan Persiapan Pembukaan ‘’Waterbase Seaplane’’ di Batujai

0
NTB Matangkan Persiapan Pembukaan ‘’Waterbase Seaplane’’ di Batujai
Menhub Dudy Purwagandhi, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri saat mendengar penjelasan dari pihak investor terkait pembangunan Seaplane di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, Sabtu (28/2/2026). (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus mematangkan persiapan pembukaan “Waterbase Seaplane” yang berlokasi di Bendungan Batujai, Lombok Tengah. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi di Bank NTB Syariah, Sabtu (28/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan, penandatanganan MoU dalam rangka persiapan pembukaan landasan seaplane di NTB. “Jadi mulai saat ini persiapan itu resmi, meskipun penjajakan sudah lama dilakukan, tetapi dengan MoU ini maka persiapan untuk ke arah dimulainya penerbangan seaplane dari Lombok ke destinasi-destinasi wisata kepulauan itu akan secara sistematik dimulai persiapannya,” ujarnya usai rapat.

Pemilihan Bendungan Batujai sebagai lokasi waterbase demi kemudahan aksesibilitas serta konektivitas dengan jalur transportasi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). “Ya intermodanya lebih bagus karena terkoneksi langsung dengan Bandara BIZAM, itu saja alasannya,” jelas Iqbal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB H. Ahsanul Khalik menambahkan, penandatanganan MoU antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fathul Bahri, dan PT Abadi Mega Angkutan ini menjadi babak baru yang menandai lebih dari sekadar pembukaan rute wisata baru. Ini adalah simpul awal dari arsitektur besar konektivitas kepulauan NTB.

Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD yang menempatkan penguatan konektivitas, pariwisata berkualitas, dan ekonomi biru sebagai pilar daya saing. Bagi provinsi kepulauan seperti NTB, konektivitas bukan pelengkap, ia adalah prasyarat pemerataan dan pertumbuhan.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal menyadari bahwa NTB memiliki ratusan pulau kecil di perairan Lombok dan Sumbawa. Potensinya besar, namun aksesibilitas kerap menjadi hambatan.

Transportasi laut tetap vital, tetapi memerlukan waktu tempuh panjang dan sangat bergantung pada cuaca. Dalam banyak kasus, perjalanan antarpulau bisa memakan waktu beberapa jam; seaplane berpotensi memangkasnya menjadi puluhan menit—sebuah lompatan efisiensi yang signifikan.

Karena itu, transportasi udara berbasis air bukan simbol kemewahan, melainkan konsekuensi logis dari karakter kepulauan NTB.

Pemilihan Bendungan Batujai dilakukan melalui kalkulasi teknis yang ketat. Kedekatannya dengan BIZAM menghadirkan keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain. Seperti integrasi ATC (Air Traffic Control) memungkinkan koordinasi komunikasi dan pengawasan ruang udara berada dalam satu klaster kendali, meminimalkan fragmentasi pengawasan.

Selain itu, radius navigasi menjadi lebih efisien karena proksimitas dengan infrastruktur utama menekan kebutuhan pembangunan sistem terpisah yang mahal. Integrasi fasilitas juga mengurangi duplikasi perangkat dan biaya, meningkatkan kelayakan fiskal proyek.

‘’Dari sisi keselamatan, respons darurat menjadi lebih cepat karena berada dalam ekosistem pengendalian bandara internasional. Dengan pendekatan ini, Batujai dipilih berdasarkan aviation logic dan standar keselamatan, bukan pertimbangan estetika,’’ terangnya.

Adapun roadmap implementasi dan tata kelola, tambahnya, adalah bagaimana pengembangan dilakukan secara bertahap dan terukur. Hal ini dimulai dari penataan waterbase sesuai standar keselamatan penerbangan dan regulasi Kementerian Perhubungan. Sinkronisasi perizinan dan SOP operasional termasuk prosedur water aerodrome, pembangunan fasilitas berkonsep ramah lingkungan hingga uji coba operasional sebelum ekspansi rute.

Selain itu, ungkapnya, koordinasi dengan pengelola bendungan memastikan fungsi utama pengairan tetap terlindungi. Operasional seaplane dirancang tidak mengganggu tata kelola air maupun keselamatan kawasan, sehingga pembangunan berjalan berdampingan dengan fungsi infrastruktur yang telah ada.

Belum lagi, dari sisi ekonomi, seaplane memperkuat strategi low volume–high value tourism. Jumlah wisatawan yang terkontrol dengan kontribusi ekonomi lebih tinggi. Dampaknya tidak berhenti pada operator penerbangan, tetapi menjalar pada pemerataan kunjungan ke pulau-pulau kecil, Kenaikan okupansi homestay dan eco-resort, pertumbuhan UMKM pesisir serta peningkatan PAD sektor pariwisata.

Dalam horizon 5–10 tahun, konektivitas cepat ini berpotensi mendorong investasi resort pulau kecil, memperluas pasar wisata konservasi, serta membuka akses logistik yang lebih efisien bagi komoditas perikanan premium bernilai tinggi.

Konektivitas udara – air ini juga memiliki implikasi lintas sektor. Bahkan bisa mendukung ekonomi biru dengan mempercepat mobilitas pelaku usaha dan investor. Selain itu, memungkinkan akses medis darurat dari pulau terpencil. Termasuk memperkuat jejaring regional Bali–NTB–NTT dalam arus wisata dan investasi serta menjadi katalis kawasan berbasis keberlanjutan yang memadukan konservasi dan ekonomi lokal.

‘’Dengan demikian, seaplane bukan proyek tunggal, melainkan simpul integrasi kebijakan yang mempertemukan pariwisata, perikanan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan dalam satu ekosistem,’’ terangnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut mendukung realisasi seaplane yang ada di NTB. Dukungan itu termanifestasi melalui regulasi yang akan dibuat oleh Kemenhub nantinya. Menhub Dudy Purwagandhi, memastikan, regulasi yang akan dikeluarkan Kemenhub bertujuan mempermudah operasional Seaplane di NTB.

“Jadi regulasi itu kita berikan keleluasaan atau mungkin kemudahan kepada para pengelola resor atau pengelola wisata untuk bisa memiliki atau mengoperasikan pesawat seaplane,” ujarnya.

Ia berharap, dengan regulasi yang mempermudah operasional transportasi dapat meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata yang ada di NTB.

“Tentu harapannya dengan regulasi yang lebih mudah, kita bisa meningkatkan pertumbuhan pariwisata dengan kita bisa memanfaatkan wilayah laut sebagai salah satu alternatif penggunaan daripada seaplane ini,” tandasnya.

Pada bagian lain, Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal, menjelaskan, beberapa titik yang menjadi tujuan destinasi wisata Seaplane Batujai. Di antaranya, Gili Balu, Teluk Saleh, Pulau Satonde, Moyo, Batu Hijau, dan Gili. Namun, destinasi Gili masih terkendala, lantaran Gili yang dimaksud masuk dalam wilayah konservasi.

“Untuk take off dan landing belum bisa diberikan untuk di Gili, karena wilayah laut Gili kan konservasi,” jelas mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB ini.

Oleh karena itu, perlu koordinasi lebih lanjut soal regulasi ke kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP). Faozal mengatakan pihaknya akan mengurus perizinan operasional Seaplane di Gili ke KKP.

“Izin berikutnya KKP. Semua titik-titik itu berujung nanti ada izin juga dari KKP untuk kelayakan lautnya,” harapnya.

Faozal menegaskan, studi kelayakan (Feasibility Study) sedang dalam proses kajian. Hal itu dilakukan juga oleh investor penyedia pesawat Seaplane dari Kanada. “ODC (investor) ini sedang melakukan finalisasi FS di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Kementerian Perhubungan. Kalau di Kemenhub sudah nggak ada isu, yang masih ada isu di Kementerian Kelautan. Itu yang masih isu,” jelas Faozal.

Ia berharap, Seaplane Batujai ini dapat segera beroperasi. Dengan adanya Seaplane ini ia berharap kualitas pariwisata (quality tourism) dapat tumbuh. “Ya kalau kita secepatnya, karena ini sudah MoU kan,” tandasnya.

Faozal menegaskan bahwa titik operasional Seaplane di Batujai itu tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat. Seaplane direncanakan akan memanfaatkan space bendungan di sebelah timur. “Memang space yang akan kita gunakan itu nanti yang tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan masyarakat,” tandasnya. (sib)

Kesiapan Angkutan Lebaran , Gubernur Pastikan Sarana dan Armada Transportasi

0
Kesiapan Angkutan Lebaran , Gubernur Pastikan Sarana dan Armada Transportasi
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi dan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Ruang Rapat Hajar Aswad Bank NTB Syariah, Mataram, Sabtu (28/2/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi lintas instansi, guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, di Ruang Rapat Hajar Aswad Bank NTB Syariah, Mataram, Sabtu (28/2/2026).

Gubernur menyambut baik dukungan Pemerintah Pusat, sekaligus menginstruksikan percepatan penyelesaian perbaikan infrastruktur jalan di seluruh jalur strategis.

“Alhamdulillah kami menerima kunjungan Pak Menteri ke NTB, untuk melihat persiapan angkutan lebaran. Beliau sudah menyampaikan arahan terkait percepatan persiapan supaya nanti seminggu sebelum lebaran semua arus jalan yang akan dilalui kendaraan sudah siap dan tidak lagi ada perbaikan yang dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi NTB, namun mengingatkan pentingnya mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Saya melihat Provinsi NTB sudah melakukan persiapan yang sangat baik. Kami juga memberikan penekanan, khususnya terkait cuaca yang belakangan ini kurang bersahabat, kami harapkan seluruh stakeholder mempersiapkan mitigasinya bila terjadi curah hujan tinggi yang berpotensi mengganggu kelancaran angkutan lebaran,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Pemprov NTB juga mengajukan dukungan penambahan armada, meliputi kapal cepat lintas Bali–Lombok, kapal angkut ternak, serta fasilitas mudik gratis bagi pelajar dan santri NTB yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa.

Kegiatan Rakor turut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Layanan Seaplane antara Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, dan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN AIR).

Turut hadir Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal, Forkopimda lingkup Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar.

Sesuai Rakor, Menteri Perhubungan bersama Gubernur NTB, dan Mr. Nicholas dari AMAN Air, meninjau kawasan Bendungan Batujai.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta kelayakan lokasi pendaratan moda transportasi udara berbasis air tersebut, sebagai bagian dari penguatan konektivitas di NTB. Langkah ini menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menghadirkan inovasi transportasi yang mendukung pengembangan pariwisata dan aksesibilitas antarwilayah.

Turut mendampingi peninjauan tersebur yakni Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah, Kepala Dinas Perhubungan NTB, serta jajaran PJU Kementerian Perhubungan RI. (sib)