Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 274

Inovasi dan Tata Kelola Jadi Kunci

0
Herie Saksono (ekbisntb.com/ist)

NTB dikenal sebagai salah satu lumbung tembakau nasional. Namun, perubahan iklim global mulai mengancam produksi komoditas ini.  Peneliti Ahli Madya Bidang Bisnis dan Manajemen Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Herie Saksono menjelaskan perubahan cuaca, suhu panas yang menyengat di siang hari, dan kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan tanaman tembakau mengalami stres panas, terutama di wilayah pesisir.

Hal ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan kualitas hasil panen. “Memang ini jadi ancaman sistemik yang sudah saya sampaikan perubahan iklim itu memang dampaknya multi difungsional, terutama pada produksi tembakau. Itu pasti mempengaruhi pertumbuhan,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Sabtu, 31 Mei 2025.

Secara bisnis, ia menilai komoditi tembakau menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan apabila dikelola dengan benar. Untuk mengembangkan potensi tembakau, perlu adanya inovasi membangun industri rokok guna memastikan NTB tidak hanya sebagai lumbung tembakau nasional. Tetapi sebagai produsen rokok sehingga pengolahan mulai dari hulu ke hilir bisa dilakukan di daerah ini.

‘’Bayangkan kalau kita punya pabrik di Lotim, Loteng yang ada sentra tembakaunya. Di KLU yang ingin punya sentra tembakau juga, di Sumbawa juga. Itu keren. Sebanyak apa penyerapan tenaga kerjanya. Termasuk implikasi ekonomi yang ditimbulkannya,’’ terangnya.

Dalam mengelola hasil tembakau, NTB ujar Heri memiliki tantangan structural. Yaitu kecendrungan melakukan ekspor. Kebiasaan ekspor ini dinilai merugikan petani, apalagi adanya kebijakan peningkatan tarif ekspor oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Kelihatannya tidak berdampak, tapi itu berdampak besar terutama teman-teman yang ekspor impor. Jadi perubahan ini sangat kritikal dan fundamental,” katanya.

Untuk mengatasi tantangan struktural pengelolaan tembakau di NTB, Dosen Akuntansi Universitas Al-Azhar ini mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan lima segmen. Yaitu, kebijakan, orang-orang pemangku kepentingan, barang yang diproduksi, jasa, dan sistem yang tidak bisa diprediksi, termasuk kondisi iklim.

Apabila lima segmen ini telah terpenuhi, NTB bisa menjadi salah satu daerah penghasil rokok di Indonesia. Apabila ini terealisasi, dampak yang diberikan akan sangat besar, khususnya pada pengurangan pengangguran di daerah.

Adapun untuk memastikan pemangku kepentingan yang termasuk dalam hal ini adalah petani tembakau tidak mengalami kerugian di tengah ancaman anomaly iklim, pemerintah perlu membuat kebijakan seperti pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Penjaminan kredit untuk para petani yang terdampak perubahan iklim tadi. Misalnya akses kredit darurat kalau terjadi iklim yang berubah drastic itukan harus ada penyelamatnya,” pungkasnya. (era)

Aktif Sosialisasi Musim Tanam ke Petani Tembakau

0
Lalu Pelita Putra (ekbisntb.com/dok)

WAKIL rakyat di DPRD Provinsi NTB turut prihatin dengan cobaan yang dihadapi petani tembakau pada musim tanam tahun 2025 ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu telah menimbulkan kerugian bagi petani tembakau.

Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra yang membidangi urusan pertanian dan perkebunan meminta pemerintah Provinsi NTB agar lebih aktif melakukan sosialisasi musim kemarau basah pada petani tembakau.

Pengetahuan tentang musim tersebut dinilai penting agar petani tembakau bisa tepat waktu mulai melakukan penanaman. Sehingga petani bisa menghindari situasi curah hujan yang masih tinggi sampai dengan sekarang ini.

“Kita berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB lebih aktif lagi melakukan sosialisasi, mengingatkan petani kita untuk lebih berhati-hati menanam tembakau,” kata Lalu Pelita Putra pada pekan kemarin.

Diketahui saat ini banyak petani tembakau menelan kerugian. Mereka sudah mulai melakukan penanaman bibit tembakau, akan tetapi curah hujan yang masih tinggi membuat bibit tembakau rusak dan mati.

Bahkan tidak sedikit pertani tembakau yang sudah melakukan penanaman tembakau lebih dari satu kali, bahkan ada yang sampai tiga kali. Namun karena hujan masih terus turun, membuat petani was-was terhadap nasib tembakau mereka.

“Pihak dinas bisa berkoordinasi dan melibatkan BMKG terkait perkiraan cuaca untuk disampaikan kepada petani. Sehingga petani bisa mengatur waktu mulai menanam tembakau,” kata Pelita Putra.

Selain itu politisi PKB itu juga berharap para petani agar memperhatikan masukan para penyuluh. Khususnya mengenai musim tanam di tengah adanya laporan dari BMKG mengenai prakiraan cuaca yang tidak baik saja untuk tanaman tembakau.

Secara khusus, dirinya juga meminta agar para petani tembakau khususnya di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar lebih berhati-hati dalam menentukan jadwal tanam.

“Saya juga berharap kepada petani tembakau kita untuk lebih jeli dan menyatukan terus perubahan musim/cuaca yang sampai saat ini curah hujan masih terpantau cukup tinggi,” pungkasnya. (ndi)

Cuaca Tak Menentu, Pemprov NTB Imbau Petani Tembakau Waspada

0
H. Lalu Moh. Faozal (ekbisntb.com/era)

PEMPROV NTB mengimbau petani tembakau untuk lebih berhati-hati menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu pada musim tanam tahun ini. Musim kemarau yang biasanya menjadi waktu ideal untuk menanam tembakau kini terganggu oleh perubahan cuaca yang tidak menentu.

Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos.M.Si menyampaikan, meski  para petani sudah terbiasa menanam tembakau pada musim kemarau, saat ini dibutuhkan kehati-hatian, karena adanya anomali cuaca.

“Petani saat ini memang sedang dalam masa kebutuhan untuk mulai bercocok tanam tembakau karena ini lazimnya musim tanam. Tapi kondisi cuaca saat ini di luar kelaziman. Ini harus disikapi dengan lebih hati-hati,” ujarnya saat dihubungi Ekbis NTB, Minggu, 1 Juni 2025.

Untuk memastikan musim tanam pertama tembakau petani tidak terganggu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan dan BMKG NTB untuk membahas proyeksi cuaca ke depan. Hasil diskusi tersebut diharapkan bisa menjadi panduan bagi petani agar tidak merugi, karena salah membaca situasi.

“Tapi gini, saya Senin akan coba diskusi dengan teman-teman di Dinas Pertanian dan BMKG, kira-kira bagaimana proyeksi cuaca ini supaya petani ada kehati-hatian melihat ketidakpastian cuaca ini,” katanya.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim pada tanaman tembakau tidak bisa dihindari, sebab hal tersebut di luar kemampuan manusia. Bahkan, lanjutnya,  BMKG saja hanya bisa menganalisis dan memprediksi.

Namun, untuk masalah di luar kondisi cuaca, seperti harga bibit, dan pupuk yang mahal, Faozal mengaku hal tersebut menjadi ranah pemerintah, dan akan segera membahas permasalahan tersebut untuk memastikan masyarakat khususnya petani tembakau tidak merugi.

Ia menegaskan Pemprov NTB sangat mengatensi permasalahan yang dihadapi oleh petani tembakau, apalagi NTB sebagai salah satu lumbung tembakau nasional. Pemprov, katanya akan mengkaji struktur biaya produksi dan mencari solusi agar petani tetap terlindungi secara ekonomi.

‘’Pemerintah provinsi pasti mengatensi, kan kita tidak mungkin membiarkan rakyat terdampak oleh situasi yang tidak menentu kemudian mereka akan rugi,’’ pungkasnya. (era)

Nekat Berhaji Ilegal, Seorang WNI Meninggal di Gurun Akibat Dehidrasi

0
Ilustrasi foto gurun(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial SM ditemukan meninggal dunia di tengah gurun wilayah Jumum, Mekkah, Arab Saudi, pada Rabu, 27 Mei 2025. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengonfirmasi bahwa SM meninggal dunia karena dehidrasi ekstrem.

Dalam keterangan resmi yang dikirim Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Juda Nugraha disampaikan, tragedi ini berawal ketika SM bersama 10 rekannya terkena razia pihak berwenang Arab Saudi dan diarahkan menuju Jeddah. Namun, dalam upaya nekat untuk tetap bisa menunaikan ibadah haji, SM bersama dua rekan WNI lainnya memaksakan diri untuk kembali masuk ke Mekkah melalui jalur gurun dengan menggunakan taksi.

“Berdasarkan koordinasi dengan Kepolisian Jumum, Mekkah, Almarhum ditemukan meninggal dunia pada tanggal 27 Mei 2025 di gurun wilayah Jumum karena dehidrasi,” jelas Juda.

Nahas, di tengah perjalanan, sopir taksi yang mereka tumpangi melihat patroli polisi dan secara paksa meminta ketiga WNI tersebut untuk turun di tengah gurun. Tanpa bekal dan persiapan yang memadai untuk melintasi medan gurun yang ekstrem, SM akhirnya menjadi korban cuaca panas dan dehidrasi parah.

Saat ini, jenazah SM telah dibawa ke Rumah Sakit Forensik Mekkah untuk proses visum dan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kedua rekan SM yang juga sempat terlantar di gurun, saat ini masih dalam perawatan intensif untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka.

Kemlu dan KJRI Jeddah telah menghubungi keluarga Almarhum SM di Indonesia untuk menyampaikan duka cita mendalam dan menginformasikan langkah-langkah penanganan jenazah. Pihak berwenang Indonesia berkomitmen untuk memastikan proses pemulangan jenazah atau pemakaman di Arab Saudi sesuai dengan keinginan keluarga dan prosedur yang berlaku.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya dan risiko besar yang mengintai para WNI yang nekat menunaikan ibadah haji tanpa mengikuti prosedur resmi dan aturan yang berlaku. Kemlu kembali mengimbau seluruh WNI yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji agar mematuhi peraturan yang berlaku, memastikan memiliki visa haji yang valid, dan telah mendaftar di aplikasi Nusuk.

“Jangan memaksakan diri menunaikan ibadah haji dengan cara ilegal,” tegas Juda.

Pihak berwenang Arab Saudi sangat ketat dalam penegakan aturan terkait ibadah haji, dan konsekuensi dari pelanggaran bisa sangat fatal, mulai dari deportasi, denda, hingga seperti yang terjadi pada kasus ini, hilangnya nyawa.
Tragedi ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh WNI agar tidak mengambil risiko yang tidak perlu demi memenuhi panggilan ibadah suci.(bul)

Gubernur Dijadwalkan Kukuhkan Pimpinan Baznas NTB 2025-2030 3 Juni

0
H. Yusron Hadi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dijadwalkan mengukuhkan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB periode 2025-2030, Selasa, 3 Juni 2025. Pengukuhan dilakukan setelah rekomendasi dari Baznas Republik Indonesia terhadap 5 nama pimpinan Baznas Provinsi NTB keluar.

Dari jadwal yang diterima, Jumat, 30 Mei 2025, pengukuhan akan dilakukan di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa, 3 Juni 2025 pagi.

Dalam undangan tersebut, selain pimpinan daerah dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diundang, pimpinan Baznas 2020-2025, Pengawas Baznas Provinsi NTB. Termasuk lima calon pimpinan Baznas 2025-2030 juga diundang untuk menghadiri pengukuhan.

Lima calon pimpinan Baznas Provinsi NTB yang diundang untuk menghadiri pengukuhan tersebut adalah H. Ahmad Rusli, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA., Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA., Drs. Muhamad Ardi Samsuri dan H. Zulkifli, SE., MM.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., membenarkan adanya undangan pengukuhan pimpinan Baznas Provinsi NTB tersebut. Menurutnya, pengukuhan dijadwalkan dilakukan Selasa, 3 Juni 2025 oleh Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal.

Disinggung mundurnya jadwal pengukuhan dari jadwal 28 Mei 2025, Yusron menegaskan tidak ada alasan lain. Namun, karena saat bersamaan ada hari libur nasional dan cuti bersama, sehingga dijadwalkan 3 Juni 2025. Dirinya juga membenarkan jika dari nama -nama yang diundang pada undangan yang beredar tersebut akan hadir. (ham)

Museum Negeri NTB Terima Kunjungan Konjen Australia

0
Konjen Australia untuk Bali Jo Steven didampingi Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam saat berkunjung ke Museum Negeri NTB, Kamis, 29 Mei 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima kunjungan dari Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk Bali, Jo Stevens sebagai bagian dari rangkaian kerja sama NTB dengan pihak Australia di antaranya Museum Negeri NTB dengan Museum and Art Gallery of Northern Territory (MAGNT), Darwin.

Kunjungan ini juga dalam rangka untuk memperkuat dan membangun kepercayaan para pihak serta memastikan kerja sama, khususnya di bidang kebudayaan dan permuseuman.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan pihaknya dan rencana kedepan dalam rangkan diplomasi kebudayaan di bidang permuseuman dan kebudayaan secara luas.

Dirinya mengatakan diplomasi kebudayaan ini sebagai bagian dari upaya museum untuk memperkenalkan keragaman budaya yang ada di NTB secara internasional.

“Kami telah melakukan berbagai kegiatan. Termasuk hubungan kerja sama. Kami harap upaya ini budaya NTB bisa mendunia,” kata Nuralam dalam menerima kunjungan Konjen di Mataram, Kamis, 29 Mei 2025.

Dirinya mengatakan Museum NTB memiliki rencana strategi ‘Kotaku Museumku, Kampungku Museumku’ yang merupakan upaya untuk menjadikan museum sebagai tempat interaksi yang menyenangkan.

Rencana strategi ini juga, tambahnya sebagai upaya untuk menggerak ekonomi kreatif berbasis kebudayaan. “Kami harap dengan kunjungan ini, bisa memperkuat rencana strategis kami untuk memperkenalkan budaya NTB secara luas,” pungkasnya.

Sementara itu Konjen Australia untuk Bali, Jo Stevens mengaku terkesan terhadap Museum NTB yang mempunyai program dan rencana strategis untuk kebudayaan. “Museum ini sangat bagus dan mengesankan,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya diplomasi budaya dalam menjalin hubungan yang lebih inklusif dan saling menghargai antara kedua negara. Dengan begitu dirinya berharap Australia dan Indonesia bisa meningkatkan lagi kerja sama khususnya di bidang kebudayaan dan permuseuman.

Setelah berkeliling melihat koleksi Museum NTB, Konjen Australia untuk Bali Jo Stevens diajak mencicipi minuman tradisional berupa serbat dan makanan tradisional NTB dodol nangka sekaligus menerima cendramata berupa kain batik sekardiyu yang dibuat oleh siswa SLB 1 Lombok Barat bersama Museum NTB.

Cinderamata tersebut, membuat Konjen Australia untuk Bali Jo Stevens terkesan setelah mengetahui bahwa batik Sekardiyu dibuat oleh anak anak yang berkebutuhan khusus yang dibimbing para guru SLB Negeri 1 Lombok Barat
Konjen Australia, Jo Stevens sangat senang dan menikmati kunjungan singkat di Museum NTB dan berharap kerja sama yang telah dilakukan dapat di tingkatkan seperti yang dilakukan dengan MAGNT.
Diketahui, sebelumnya Konjen Australia untuk Bali, Jo Stevens telah melakukan kunjungan pertama kalinya ke Nusa Tenggara Barat dan bertemu dengan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dalam rangka membangun hubungan diplomatik dan kerja sama di bidang pariwisata, Industri, dan Agrikultur serta sektor lainnya. (ham)

RUPST 2024, Indosat Bagi Dividen Rp2,7 Triliun

0
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “IOH” atau “Indosat Ooredoo Hutchison” atau “Perseroan”) Rabu, 28 Mei 2025 menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024.

Indosat menegaskan komitmen membagikan dividen seraya membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa yang akan datang. Indosat terus berfokus pada memberikan nilai bagi para pemegang saham dan mempercepat transformasi menjadi AI TechCo, memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas bisnis.

Pada RUPST ini, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2.702.617.958.197 (dua triliun tujuh ratus dua miliar enam ratus tujuh belas juta sembilan ratus lima puluh delapan ribu seratus sembilan puluh tujuh rupiah), setara dengan Rp83,3 per saham. Distribusi dividen yang konsisten ini menegaskan kinerja keuangan Indosat yang stabil sejak merger, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penciptaan nilai berkelanjutan. Sejak merger pada awal tahun 2022, Indosat menunjukkan tren pertumbuhan dividen yang kuat, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan fokus pada pengembalian nilai bagi pemegang saham. Selain itu, Indosat telah menetapkan kebijakan pembagian dividen, dengan target pembagian hingga 70% dari laba bersih pada tahun 2026, memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan dalam memberikan imbal hasil bagi pemegang saham, sekaligus melanjutkan investasi dalam transformasi menjadi AI TechCo.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan, seiring dengan pertumbuhan Indosat menjadi AI-TechCo, pembagian dividen ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

“Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham atas arah dan kemampuan tim mengeksekusi strategi yang fokus pada konsumen untuk menciptakan dampak terukur terhadap misi memberdayakan Indonesia.” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi menjadi AI TechCo, Indosat menyesuaikan izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Langkah ini diperlukan untuk mendukung perluasan kegiatan bisnis, termasuk pemrograman dan pengembangan solusi berbasis AI, layanan TIK terintegrasi, konsultasi dan desain berbasis Internet of Things (IoT), serta pengembangan layanan berbasis data di sektor-sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.

Dalam perjalanannya sebagai AI TechCo, Indosat telah mencetak berbagai tonggak penting, termasuk menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial. Hal ini dicapai melalui kerja sama strategis dengan Nokia dan NVIDIA dalam ajang Mobile World Congress 2025 di Barcelona. Teknologi ini mendukung efisiensi 5G Cloud RAN dan mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Indosat juga mengeksplorasi adopsi AI di berbagai vertikal industri, salah satunya dengan menggelar acara Indonesia AI Day for Mining Industry. Pertambangan adalah satu dari berbagai sektor yang berpotensi memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Selain pembagian dividen, RUPST secara keseluruhan telah memutuskan agenda berikut:

Persetujuan atas laporan tahunan, dan pengesahan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024.
Persetujuan atas penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024.

Persetujuan atas penetapan remunerasi Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2025 dan pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi tahun 2025.

Persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

Persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan.

Pembahasan atas laporan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Independen terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Persetujuan atas perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud, Tujuan, dan Kegiatan Usaha Perseroan.

RUPST telah menetapkan susunan anggota Direksi sejak tanggal 1 Agustus 2025 sampai ditutupnya RUPST pada tahun 2027 dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk memberhentikannya sewaktu-waktu, adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi Perseroan
Vikram Sinha sebagai Direktur Utama;
Lee Chi Hung sebagai Direktur;
Muhammad Buldansyah sebagai Direktur;
Irsyad Sahroni sebagai Direktur;
Ahmad Zulfikar sebagai Direktur;
Cheung Kwok Tung sebagai Direktur; dan
Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur.

Susunan anggota Dewan Komisaris sejak ditutupnya RUPST ini dan sampai ditutupnya RUPST pada tahun 2026 dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk memberhentikannya sewaktu-waktu, adalah Dewan Komisaris Perseroan
Nezar Patria sebagai Komisaris Utama;
Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama;
Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama;
Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris;
Rene Heinz Werner sebagai Komisaris;
Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris;
Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris;
Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris;
Sugito Walujo sebagai Komisaris;
Achmad Syah Reza sebagai Komisaris;
Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen;
Wijayanto sebagai Komisaris Independen;
Hernando sebagai Komisaris Independen;
Rudiantara sebagai Komisaris Independen; Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen.(r)

Masyarakat Mengaku Belum Siap Adanya Rencana Tarif Ojol Naik

0
Ilustrasi ojek online(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kenaikan tarif ojek online atau Ojol yang rencananya akan diterapkan menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Para pedagang, pelajar, hingga ibu rumah tangga mengaku belum siap menghadapi lonjakan biaya transportasi tersebut.

Pedagang Pasar besar Ampenan, Mataram misalnya mereka mengeluhkan Biaya Operasional apabila rencana kenaikan tarif diterapkan. Salah satunya Riyadi (45) yang sangat bergantung pada jasa ojol untuk mengangkut barang dagangannya. “Kalau tarif naik, otomatis biaya operasional saya juga ikut naik. Sekarang saja sudah pas-pasan, apalagi nanti,” keluhnya.

Lebih lanjut, kata Riyadi, kenaikan tarif akan berdampak pada harga barang yang harus ia naikkan. “Ujung-ujungnya, konsumen yang menanggung beban,” tambahnya.

Hal yang sama juga juga dialami para pelajar, Ade Hanafi (16), pelajar kelas 10 SMKN 1 Mataram, khawatir dengan rencana kenaikan tarif ojol. Setiap hari, ia mengandalkan ojek online untuk pulang-pergi sekolah. “Kalau tarif naik, uang jajan saya bisa habis buat ongkos saja. Padahal, saya juga butuh uang untuk makan dan beli keperluan sekolah,” ujarnya.

Ade berharap pemerintah atau perusahaan ojol mempertimbangkan nasib pelajar yang sangat bergantung pada layanan ojek online tersebut.

Senada dengan itu, gelombang protes rencana kenaikan tarif ojol juga dilakukan Hayuning (38), ibu rumah tangga warga Jl. Jend. Sudirman No. 08, Rembiga, Kecamatan Selaparang. Mataram, menyayangkan adanya rencana kenaikan tarif, sebab ia mengaku ojol adalah solusi praktis untuk mobilitasnya.

“Saya sering pakai ojol untuk belanja atau antar-jemput anak. Kalau tarif naik, mau tidak mau harus mengurangi frekuensi pemakaian,” katanya. Ia menambahkan, kenaikan tarif akan memberatkan keluarga dengan penghasilan pas-pasan.

Ketiga narasumber sepakat bahwa kenaikan tarif ojol akan membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Mereka berharap pemerintah dan perusahaan penyedia layanan bisa mencari solusi lain, seperti subsidi atau insentif, agar tarif tetap terjangkau Serta tidak membebani mitra maupun pelanggan. (r/*)

Museum NTB Dorong Museum Kerajaan Sanggar di Kabupaten Bima Mendapat Sertifikasi

0
Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam bersama jajaran saat berkunjung ke Museum Kerajaan Sanggar, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Selasa, 27 Mei 2025. (ekbisntb.com/ist)

Bima (ekbisntb.com) – Melestarikan budaya dan sejarah tidak hanya dalam bentuk perawatan koleksi, tapi pembentukan museum desa merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung pelestarian warisan budaya yang memiliki peran penting dalam sejarah dan identitas masyarakat NTB.

Melalui rencana strategis ‘Kotaku Museumku, Kampungku Museumku, Museum NTB berupaya mendorong setiap kota dan desa yang berada di NTB sebagai sarana penyimpanan dan pelestarian sejarah dan budaya. Salah satunya fasilitasi pembentukan Museum Kerajaan Sanggar yang dilakukan oleh Museum NTB.

“Museum desa ini bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang dialog antara masa lalu, kini, dan masa depan. Dan juga sebagai pusat destinasi berbasis budaya. Kami siap mendampingi secara penuh mulai dari kurasi koleksi hingga pengelolaan kelembagaan,” ujar Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam pada Selasa 27 Mei 2025 di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Nuralam mengatakan pentingnya museum di tiap-tiap desa, karena di NTB hanya terdapat 5 museum, di antaranya satu museum provinsi yang merupakan satu-satunya museum di Pulau Lombok, dan di Pulau Sumbawa terdapat empat museum yaitu dua museum di Kabupaten Sumbawa dan dua di Kabupaten Bima.

“Perlu menambah lagi jumlah museum khususnya di wilayah Bima dan Dompu agar pelestarian benda sejarah dan budaya yang tercecer dapat maksimal dilaksanakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan pentingnya memiliki tempat penyimpanan benda-benda warisan sejarah dan budaya, karena museum adalah cermin identitas bagi komunitas masyarakat. Selain itu, menurutnya museum juga sebagai tempat interaksi dan menjadi tempat pembelajaran generasi mendatang.

“Kami yakin, Museum Kerajaan Sanggar ini akan menjadi etalase penting sejarah lokal dan sumber pembelajaran generasi muda,” katanya.

Rencana strategis yang digagas oleh Museum NTB memiliki 3 pilar penting yaitu sebagai pilar identitas bangsa, tempat interaksi dan pembelajaran antar generasi, serta museum sebagai penggerak ekonomi berbasis kebudayaan.

“Mudah-mudahan dengan adanya Museum Kerajaan Sanggar ini, dapat melindungi warisan searah kita agar dapat diwariskan kepada anak cucu kita, karena ini adalah identitas kita, ciri kita sebagai komunitas masyarakat,” pungkasnya.

Inisiasi Museum Kerajaan Sangar di lakukan oleh keturunan raja terakhir Kerajaan Sanggar yaitu Raja Abdullah Syamsuddin Daeng Manggala.

Mengingat keunikan lain dari Kerajaan Sanggar yang sudah menipis penuturnya yaitu bahasa Kore, sehingga adanya kesadaran mereka untuk melestarikan peninggalan leluhur dengan membentuk museum.

Kerajaan Sanggar yang terletak di Kabupaten merupakan salah satu kerajaan kuno yang tertimbun akibat dahsyatnya letusan Gunung Tambora pada tahun 1815.

Letusan ini tidak hanya mengguncang kawasan Nusantara, tetapi juga meninggalkan jejak peradaban yang hingga kini masih tersimpan dalam bentuk artefak-artefak berharga di tengah masyarakat setempat. (ham)

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp28.000 ke Rp1,895 Juta/gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang diperiksa dari laman Logam Mulia, Rabu, mengalami penurunan Rp28.000 dari semula Rp1.923.000 menjadi Rp1.895.000 per gram.

Adapun harga jual kembali batang (buyback) emasan ditambah anjlok ke angka Rp1.739.000 per gram.

Transaksi harga jual yang dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali batangan emas ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback . Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada hari Rabu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp997.500.

– ⁠Harga emas 1 gram : Rp1.895.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.730.000.

– ⁠Harga emas 3 gram : Rp5.570.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.250.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.445.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp45.987.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.895.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.712.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp459.051.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp917.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.835.600.000.

Potongan harga pajak beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)