Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 273

CBR Series Melesat Kencang, AHRT Sapu Bersih Podium Puncak di ARRC Sepang Race 1

0
Event balap motor ARRC  di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu, 31 Mei 2025. (ekbisntb.com/ist)

Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali mengukir sejarah di kancah balap motor Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025. Pada Race 1 yang berlangsung Sabtu, 31 Mei 2025, di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, CBR series dari Honda sukses mengantarkan Fadillah Arbi Aditama dan M. Adenanta Putra mengibarkan bendera Merah Putih dari podium pertama masing-masing kelas. Dominasi ini menegaskan kekuatan dan daya saing pebalap Indonesia di level regional.

Pada kelas Asia Production 250cc (AP250), Fadillah Arbi Aditama menunjukkan performa yang luar biasa. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Arbi langsung melesat kencang dan berhasil memimpin sejak lap ketiga. Meskipun mendapatkan tekanan ketat dari para rivalnya, pebalap muda ini mampu mempertahankan posisinya hingga finis, mengamankan kemenangan ketiganya di ARRC 2025. Hasil ini semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen dengan total 75 poin.

“Alhamdulillah, saya kembali mampu meraih hasil maksimal di race pembuka di seri Sepang ini,” ujar Arbi. “Balapan yang seru, terlebih dengan adanya pemotongan RPM pada motor saya membuat persaingan semakin sengit. Kesabaran dan fokus saya selama balapan akhirnya berbuah manis dengan kemenangan ke-3 saya di ARRC 2025,” tambahnya.

Rekan setimnya, Davino Britani, yang menjalani musim perdananya di ARRC, juga menunjukkan progres positif dengan finis di posisi ketujuh dan menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan 32 poin. “Hasil yang saya syukuri dengan berhasil finis di posisi ke-7. Besok saya akan berusaha lebih keras lagi sejak awal balapan untuk bisa meraih podium untuk Indonesia. Mohon doa dan dukungannya,” kata Davino.

Kejutan manis juga datang dari kelas Supersport 600cc (SS600), di mana M. Adenanta Putra tampil gemilang. Memulai balapan dari posisi keenam, Adenanta melakukan start yang impresif dan tampil penuh perjuangan. Ia berhasil meraih posisi pertama di lap-lap krusial, membawanya ke puncak klasemen sementara dengan 66 poin.

“Alhamdulillah, di race 1 ini saya mampu tampil maksimal hingga bisa memenangkan balapan,” tutur Adenanta. Diakuinya, posisi start sebetulnya kurang ideal, tapi dirinya mampu melakukan start dengan baik hingga bisa berada di rombongan depan. Ketatnya persaingan membuat dirinya kesulitan, tetapi berusaha untuk tetap fokus dan tenang. ‘’Pada akhirnya, di tikungan terakhir saya mampu melakukan overtake pada pimpinan lomba dan berhasil menyentuh garis finis di posisi pertama,” tambahnya.

Sementara itu, Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga menunjukkan potensi besar. Herjun finis di posisi ke-8 dan kini menduduki peringkat ke-8 klasemen. “Hasil yang saya syukuri namun tidak cukup memuaskan bagi saya. Proses belajar saya di kelas SS600 ini masih akan terus berlanjut dan pada race 2 saya akan kembali dengan lebih kuat lagi untuk bisa meraih podium,” ungkap Herjun.

Sayangnya, Rheza Danica Ahrens mengalami insiden di akhir balapan, meskipun telah berjuang keras. Ia finis di posisi ke-15 dan berada di peringkat ke-10 klasemen. “Saya belum mampu meraih poin di race 1. Sebetulnya saya sudah memulai balapan dengan baik, dan mampu mengikuti rombongan untuk memperebutkan podium. Namun, menjelang akhir race, saya melakukan kesalahan hingga harus terjatuh. Hasil yang akan saya jadikan pelajaran berharga dalam menghadapi race 2,” kata Rheza.

Di kelas Asia Superbike 1000cc (ASB1000), Andi Farid Izdihar menunjukkan performa yang stabil. Memulai balapan dari posisi keenam, Andi berhasil finis di posisi yang sama, mengumpulkan 27 poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara.

“Selepas start sebetulnya saya sudah mampu berada di rombongan depan. Perlahan tapi pasti saya mampu maju ke posisi 2,” jelas Andi. “Namun, kesalahan yang saya lakukan di lap terakhir harus saya bayar mahal dengan hilangnya posisi 2 dan hanya mampu finis di posisi ke-6. Di race 2, saya akan kembali berusaha untuk bisa meraih kemenangan untuk Indonesia.”

Hasil gemilang di Race 1 ini mengukuhkan posisi AHRT sebagai kekuatan dominan di ARRC 2025 dan menegaskan daya saing pebalap-pebalap Indonesia di kancah internasional. AHRT siap melanjutkan perjuangan di Race 2 yang akan digelar pada Minggu, 1 Juni 2025, untuk terus mengibarkan semangat Merah Putih di sirkuit dunia.(bul)

Dhena Amanda Rizkita, Wakili NTB ke Ajang Miss Beauty Indonesia

0
Dhena Amanda Rizkita (ekbisntb.com/ist)

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap mengirimkan wakil terbaiknya ke kancah nasional. Dhena Amanda Rizkita, seorang talenta muda kelahiran 18 Juli 2008, akan mewakili NTB di ajang bergengsi Miss Beauty Indonesia. Dengan segudang pengalaman dan prestasi di berbagai bidang, Dhena diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di kompetisi tingkat nasional.

Dhena Amanda Rizkita adalah seorang individu yang memiliki minat dan bakat luas, mulai dari menari, menyanyi, memasak, hingga traveling dan make-up. Latar belakang pendidikannya juga menunjukkan jalur yang komprehensif, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, di mana ia aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi.

Meski usianya masih muda, Dhena telah menorehkan banyak prestasi yang patut dibanggakan. Di tingkat Sekolah Dasar (SDN 4 Praya), ia berhasil meraih juara 1 tari kreasi tingkat kecamatan hingga provinsi, serta menjadi juara partisipasi menari dalam mengisi acara Hari Anak Nasional di Mataram. Ia juga pernah menjadi pemenang anak yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Lombok Tengah pada tahun 2017.

Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMPN 1 Praya), Dhena terus menunjukkan bakatnya dengan meraih juara 1 tari kreasi tingkat kabupaten dan juara 1 tari kreasi dalam rangka HUT SMAN 2 Praya. Prestasinya tidak berhenti di seni tari; ia juga meraih juara 1 tari kreasi tingkat kecamatan se-Pulau Lombok serta menjadi juara 1 di kompetisi nasional dalam bidang komputer.

Pengalamannya semakin luas dengan partisipasinya dalam berbagai festival budaya, termasuk menjadi salah satu penari dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) 2023 mewakili sekaligus street dancer seni tari. Dhena juga aktif sebagai Putri Mandalika pada event Empowering Youth Across ASEAN dan menjadi penari utama pada Gebyar Wisata Mandalika.

Kiprah Dhena dalam kompetisi kecantikan dan modeling juga patut diperhitungkan. Ia telah mengikuti kompetisi Miss Grand Sabah 2017 dan menjadi bagian dari tim presenter Dance Competition 2024 tingkat nasional oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta. Pengalamannya yang luas di panggung, baik sebagai penari maupun peserta kompetisi, menjadi bekal berharga untuk menghadapi ketatnya persaingan di Puteri Indonesia.

Keikutsertaan Dhena Amanda Rizkita dalam ajang Puteri Indonesia tidak hanya membawa harapan bagi NTB, tetapi juga menjadi bukti bahwa talenta-talenta muda dari daerah memiliki potensi besar untuk bersinar di kancah nasional.

Abdurrahman, dari Ami Entertainment mengatakan, Dhena adalah satu dari anak – anak unggulan NTB yang terpilih dan memenuhi kriteria 3B (Brand/pintar, Behavior / attitude yang bagus. Beauty/cantik.

AMI Entertainment telah melakukan seleksi sejak Januari , hampir 100 orang yang mendaftar. Dan 17 diantaranya masuk grand final. Kemudian dipilih salah satu yang terbaik.

AMI Entertainment adalah perusahaan profesional yang bergerak di bidang jasa hiburan di bawah naungan PT Balleywood Lombok Indonesia dan telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI. AMI Entertainment yang ditunjuk di NTB untuk melakukan seleksi Miss Beauty. (bul)

Kompeten Tangani Keamanan Siber, Pemda KLU Kantongi CSIRT

0
Haerul Anwar(ekbisntb.com/dok)

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) c.q Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KLU, telah mengantongi sertifikat CSIRT (Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang diterbitkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sertifikasi ini menjadi bentuk pengakuan bahwa sistem informasi organisasi lingkup Pemda KLU yang dikelola Dinas Kominfo, memiliki kemampuan yang memadai untuk mencegah, mendeteksi, menanggulangi, dan merespons kejadian keamanan siber.

Kepala Dinas Kominfo KLU, Haerul Anwar, S.Kom., Minggu 1 Juni 2025, mengungkapkan sertifikasi keamanan siber telah didapat oleh tiga Pemda di NTB, meliputi, Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemda KLU.

“Alhamdulillah, kita di KLU sudah punya sertifikat CSIRT yang dikeluarkan oleh BSSN. Apabila terdapat serangan siber, Tim CSIRT kita akan memberi respons cepat kepada BSSN,” ungkap Anwar.

Ia menjelaskan, sertifikasi CSIRT dari BSSN berfungsi untuk menjamin bahwa organisasi yang bersertifikat memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menangani insiden keamanan siber. Ini adalah bukti bahwa tim CSIRT telah mengikuti standar yang ditetapkan oleh BSSN dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk menjaga keamanan siber organisasi Pemda KLU.

Tim CSIRT, kata dia, bekerja melalui monitor tampilan visual yang menampilkan data penting dalam format yang mudah dipahami. Dashboard digunakan untuk memantau, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang disajikan meliputi grafik, bagan, tabel dan angka-angka lalu lintas akses pada sistem milik Pemda.

“Jika ada insiden, visual akan menampilkan peringatan untuk selanjutnya Tim IT akan memberi notifikasi ke pusat server yang ada di pusat data nasional,” terangnya.

Menurut Anwar, CSIRT BSSN yang diperoleh Pemda KLU tidak lepas dari insiden yang pernah terjadi beberapa tahun silam. Di mana, website JDIH KLU pernah ditembus oleh penyusup. Akibat, BSSN melakukan audit forensik atas informasi dan data yang ada.

“Salah satu sebab bisa di-hack karena fitur tidak pernah di-update. Oleh karena itu, kita akan siapkan Perbup Keamanan Digital agar bagaimana pemilik informasi (OPD dan Pemdes) konsisten melakukan perbaruan fitur. Sedikitnya ada sekitar 70-an web dan aplikasi Pemda yang harus kita awasi, belum termasuk website pemerintah desa,” sambungnya.

Anwar berharap, kinerja jajaran OPD Kominfo yang dipimpinya dapat menjamin keamanan informasi dan data yang dimiliki pemerintah daerah. Mengingat, perkembangan digital saat ini menekankan lebih banyak pelayanan ke masyarakat terhubung melalui akses virtual (online). “CSIRT ini kita harapkan memberi kepercayaan kepada stakeholder, bahwa organisasi Pemda Lombok Utara memiliki kemampuan keamanan siber yang baik,” tandasnya. (ari)

Belum Ada Peminat – Hotel Penunggak Pajak Rp8,9 Miliar di Senggigi Dilelang

0
H. Muhamad Adnan(ekbisntb.com/dok)

Hotel penunggak pajak di Senggigi, Lombok Barat (Lobar) dilelang. Proses lelang telah dua kali dilakukan, namun belum ada peminat. Piutang pajak hotel yang dibayar ke Pemkab Lobar menembus Rp8,9 miliar. Jumlah ini di luar piutang pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp200 juta.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar H. Muhamad Adnan mengatakan bahwa hasil koordinasi dengan pihak kurator, hotel tersebut telah memasuki proses lelang kedua. “Lelang pertama bulan April, lalu bulan Mei, ndak tahu berapa hari lelangnya nanti,” kata Adnan akhir pekan kemarin.

Pada lelang pertama, hotel ini tidak ada peminat, sehingga lelang kedua pun dilakukan pihak KPKNL. Saat ini kata dia sedang menunggu peminat yang mau membeli, kalau tidak ada peminat maka hotel ini kemungkinan akan dilelang lagi. Lelang hotel ini sedikit lama karena pihak pemilik melakukan upaya hukum kasasi ke MA atas putusan pailit dari Pengadilan Niaga Surabaya.

Putusan Pengadilan Tata Niaga Surabaya keluar tahun 2024, namun masuk KPKNL untuk proses lelangnya pada bulan April 2025. “Ternyata dia kasasi,” sambungnya.

Dari hasil putusan MA, pihak pemilik kalah, sehingga proses lelang pun dilakukan. “Itu yang menyebabkan kenapa lelang agak lama,” terangnya.

Ia berharap hotel ini segera ada pembeli agar piutangnya segera dibayar ke Pemkab. Saat ini piutang pajak hotel ini mencapai Rp8,9 miliar. Piutang itu bertambah lagi dari hitungan tahun ini, namun tidak masuk dalam hitungan utang tersebut.

“Ada PBB lagi (tambahan piutang), tetap dibayar, tidak masuk hitungan hutang itu. Tapi siapa yang beli dia yang bayar, kurator yang fasilitasi nanti,” jelasnya.

Untuk PBB tiap tahun terhitung, sehingga bertambah tiap tahunnya. Tahun 2025 inipun PBB nya bertambah sekitar Rp200 juta. Kewajiban membayar PBB itu nanti dari pembeli hotel tersebut. Persoalan piutang pajak ini sendiri telah dilimpahkan Pemkab Lobar ke kejaksaan melalui Surat Kuasa Khusus (SKK). Untuk proses lelang pihaknya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan serta kurator.

Persoalan utang pajak yang telah lama ini pun ada titik terang untuk pembayarannya. “Kita harapkan segera ada pembeli,” imbuhnya.

Selain Pemkab Lobar, ada juga pihak lain yang diutang oleh hotel tersebut. Termasuk gaji karyawan yang belum dibayar juga masuk dalam klausul yang dibayar pihak pemilik hotel. (her)

CFN Berdampak Positif pada Masyarakat Lobar

0
Pentas atraksi seni dan budaya siswa-siswi serta masyarakat umum di Lobar saat event CFN(ekbisntb.com/her)

Sejak diluncurkan pada bulan April lalu, kegiatan Car Free Night (CFN) yang digagas Bupati Lombok Barat (Lobar) H. L. Ahmad Zaini dan Wakil Bupati (Wabup) Hj. Nurul Adha melalui Dinas Pariwisata (Dispar) berkolaborasi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunjukkan hasil yang menggembirakan.

KEGIATAN ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan memberikan dampak positif dalam menghidupkan kembali Kota Gerung sebagai pusat kegiatan dan ibu kota kabupaten. Setiap akhir pekan, dimulai sejak Sabtu sore, pusat Kota Gerung yang berada di jalan Soekarno-Hatta tepatnya di kawasan depan Kantor Bupati Lobar dipadati oleh warga dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati suasana malam bebas kendaraan.

Tingginya animo masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk bereakreasi, berolahraga, menikmati hiburan hingga berburu kuliner. Tidak hanya menjadi ruang rekreasi, CFN juga dimanfaatkan sebagai ajang kreativitas bagi para pemuda dan seniman lokal. Berbagai pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan lainnya tampil memeriahkan suasana, memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan berkarya di ruang publik.

 Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha yang hadir membuka kegiatan CFN pekan ini menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dan para pelaku UMKM yang turut memeriahkan kegiatan ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersyukur memiliki pemimpin yang berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program inovatif seperti CFN.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Mari kita syukuri bersama dan jangan mudah terhasut oleh berita miring yang ingin memecah belah kita. Bersama, kita bangun kekokohan Lombok Barat dan hadirkan kesejahteraan untuk semua,” ujarnya, Sabtu 31 Mei 2025.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada selaku host dalam penyelenggaraan CFN minggu ini.

Di tempat yang sama Direktur RS Awet Muda Narmada, Erick Gunawan, memberikan tanggapan positif terkait pelaksanaan rutin CFN di Lobar.”Kegiatan Car Free Night dan Car Free Day yang sekarang lagi trending di Lobar menurut saya luar biasa. Tumben mungkin ya keramaian di Kota Gerung seperti minggu-minggu terakhir ini,” ucap Erick.

Ia sangat berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang spontan dijalani oleh masyarakat. “Namun, kita juga harus lebih tertib, terutama soal sampah. Perlu lebih banyak tempat sampah di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, karena itu masih menjadi tantangan utama,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lobar Agus Gunawan mengatakan CFN menjadi bentuk bangkitnya semangat kolaborasi dan gotong royong antar OPD di Lobar untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Hal ini juga memasari mengapa Kegiatan ini disebut Penas, yakni Pentas Atraksi Seni Budaya. Selain itu CFN ini juga sebagai wadah tumbuhnya ekonomi kreatif melalui UMKM serta ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai fasilitas pelayanan kepada masyarakat.(her)

Terapkan E Tiket, Pendapatan Taman Narmada dan Suranadi Naik

0
Pengunjung di Taman Narmada dilayani tiket secara online atau e-tiket(ekbisntb.com/ist)

Setelah penerapan e-ticketing di Taman Narmada dan Suranadi, berimbas positif terhadap pendapatan PT Tripat. Pendapatan Perusda dari dua lokasi wisata ini naik hingga 15-20 persen dibanding sebelum penerapan e-ticketing.

Direktur PT Tripat Lombok Barat Eko Esti Santoso, SE., MM., MH., menerangkan setelah memberlakukan sistem e tiket (pembelian) secara oline maupun e-tiket masuk ke Taman Narmada dan Suranadi semua bisa dikontrol.

Pihaknya bisa mensinkronkan antara CCTV dengan software, sehingga berapa pengunjung yang masuk dengan diinput bisa terlihat real time. “Dan Alhamdulillah pendapatan naik, bisa disandingkan dengan tahun sebelum (pada periode yang sama) ada kenaikan sekitar 15 sampai 20 persen,” terang Eko akhir pekan kemarin.

Menurutnya, jika melihat data pada bulan yang sama pada periode lalu, terjadi peningkatan lumayan. Peningkatan ini dipicu celah kebocoran pendapatan dari tiket itu bisa dicegah atau diminimalisir melalui sistem tiket online ini. Hal ini sesuai dengan kebijakan Bupati Lobar agar semua instansi baik OPD maupun BUMD untuk menerapkan sistem online. Sebab melalui sistem online ini mengurangi celah, karena bisa dipantau semua CCTV baik di taman Narmada maupun Suranadi.

Pihaknya telah menyiapkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk penerapan sistem ini. Selain itu, ia menerapkan pembelian tiket online, sehingga pengunjung di luar daerah yang mau berkunjung ke Narmada maupun Suranadi bisa membeli tiket lewat sistem online.

Pemesanan pun, kata dia, lumayan. Pihaknya juga berkomunikasi dengan salah satu bank untuk memasukkan sistem pembelian tiket ini di dashboard-nya.

“Begitu pengunjung luar Lombok mau ke Lombok, melihat dari sistem ada di sana muncul destinasi pilihannya dan sinkron dengan pembayaran secara sistem,” imbuhnya.

Sistem ini, jelasnya, merupakan upaya pihaknya memudahkan pengunjung memesan tiket. Sebelumnya, pihaknya juga telah menerapkan sistem pemasaran QRIS. Dan ini nantinya disiapkan oleh pihak perbankan di depan loket taman yang berskala nasional. Selain cakupannya luas secara nasional, namun juga lebih akuntabel.

Bagi pengunjung lokal yang kurang melek sistem online juga disiapkan secara manual. “Tetap kita siapkan yang manual bagi pengunjung lokal,” imbuhnya. (her)

Investor Tak Produktif, DPMPTSP Naker KLU Dorong Kenaikan Pajak Lahan Telantar

0
Salah satu areal telantar yang dikuasai investor di Desa Malaka. (ekbisntb.com/Ist)

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP – Naker), melontarkan wacana untuk menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan pada areal lahan telantar. Pasalnya, lahan yang dikuasai melalui HGU/HGB tersebut tidak hanya tidak produktif, tetapi juga menyulitkan investasi lain untuk masuk di lahan tersebut.

SEKRETARIS Dinas PMPTSP KLU, Erwin Rahadi, SE., MM., mengatakan jumlah areal lahan telantar di KLU mencapai ratusan hektare. Objek lokasi yang ditelantarkan investor ini sendiri cukup strategis, karena berada di areal dekat pantai.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan telantar yang dikuasai investor tersebut, DPMPTSP Naker mengisyaratkan bahwa Pemda KLU bisa saja bertindak tegas. Salah satunya dengan menaikkan tarif pajak pada lahan tidur tersebut.

“Bisa saja nanti, pemerintah daerah membuat regulasi terhadap Langan terlantar. Mungkin salah satunya dengan menaikkan pajak daerah dua kali lipat,” tegasnya.

Menurut dia, Pemda KLU perlu mengambil langkah antisipatif untuk menertibkan lahan-lahan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh calon investor. Misalnya, dengan menerapkan “sanksi” berupa kenaikan pajak daerah.

Pemda KLU tidak serta merta dapat mencabut izin (HGU/HGB) atas lahan yang dikuasai calon investor tersebut. Sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar, pencabutan atas izin yang dikuasai itu dapat dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN setelah unsur-unsur untuk dapat dikenakan sanksi terpenuhi.

Erwin mencontohkan, salah satu lahan terlantar yang dikuasai calon investor terletak di dusun Pandanan, Desa Malaka, kecamatan Pemenang. Salah satu obyek investasi itu dikuasai oleh salah satu pemodal sejak tahun 1992 silam. Tercatat selama 33 tahun sejak izin diterbitkan, lahan tersebut tidak dikelola sesuai peruntukan.

Pihaknya berharap, dalam Raperda kemudahan berinvestasi yang sedang dibahas oleh DPRD, Pemda tidak hanya memberi kemudahan. Selain itu, terdapat ketentuan yang bersifat teguran yang diharapkan dapat memacu realisasi.

“Pada (rancangan) Perda (kemudahan berinvestasi) yang kita buat sekarang, itu memberikan teguran, ketika tidak ada aktivitas investasi, pajaknya dinaikkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Erwin menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Satpol PP maupun instansi vertikal (KATR/BPN Lombok Utara) agar investor dapat mematuhi ketentuan investasi yang berlaku di Indonesia.

Namun demikian, untuk sampai pada pencabutan izin memerlukan tahapan yang tidak mudah. Seperti identifikasi dan evaluasi, pemberitahuan potensi pencabutan izin. Jika setelah evaluasi dan pemberitahuan, tanah masih terlantar, pemerintah dapat mencabut izin atau hak atas tanah dimaksud. Pengenaan sanksi tersebut mengacu pada ketentuan perundang-undangan, mencakup Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penertiban dan Pendayagunaan Kawasan dan Tanah Terlantar, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Pokok Agraria. (ari)

Petani Tembakau Harus Adaptif Dengan Perubahan Iklim

0
Petani menanam tembakau di lahan seadanya tanpa persiapan di Lombok Tengah (Loteng) di tengah ancaman perubahan iklim yang mengancam keberlangsungan tanaman tembakau musim tanam tahun ini(ekbisntb.com/kir)

Musim tanam tembakau tahun ini dihadapkan dengan kondisi iklim yang cukup berat dengan adanya siklus La Nina yang membuat curah hujan masih akan cukup tinggi. Di mana diprediksi hujan masih akan ada hingga bulan Agustus mendatang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para petani tembakau di daerah ini. Mengingat, tanaman tembakau merupakan tanaman yang sangat sensitif dengan air.

Ketika air hujan menggenangi tanaman tembakau potensi gagalnya jauh lebih besar. Kalaupun tanaman tembakau bisa selamat, secara kualitas jauh menurun. Artinya, ada potensi kerugian besar yang harus dihadapi para petani tembakau dengan kondisi iklim yang sekarang ini.

“Sehingga kuncinya sekarang petani tembakau harus adaptif dengan perubahan atau kondisi iklim yang ada,” ujar Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng) Ir. M. Kamrin, kepada Ekbis NTB, Minggu 1 Juni 2025.

Menurutnya adaptasi dengan perubahan iklim penting bagi petani tembakau, agar petani tembakau bisa melakukan mitigasi dan langkah-langkah antisipasi hal terburuk yang mungkin terjadi pada musim tanam tembakau tahun ini. Contoh, kejadian lahan tergenang air hujan misalnya. Dengan kondisi iklim seperti sekarang ini, hal itu berpotensi terjadi. Maka sejak awal langkah antisipasi sudah harus dilakukan.

Misalnya dengan membuatkan saluran drainase di lahan pertanian yang akan ditanami tembakau atau upaya lain yang memungkinkan air hujan tidak sampai menggenangi tanaman tembakau ketika hujan turun dengan intensitas tinggi ke depannya. Karena memang jika melihat kontur tanah di wilayah-wilayah yang menanam tembakau utamanya di wilayah selatan, hampir semuanya berupa tanah liat itu sangat berisiko ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Karakteristik tanah liat itu agak lamban menyerap air. Sehingga kalau hujan turun dengan intensitas tinggi apalagi lama, maka air akan menggenang dan ini jelas kondisi yang tidak bagus bagi tanaman tembakau,” sebutnya.

Pemerintah daerah melalui petugas yang ada di lapangan secara intens terus mensosialisasikan hal tersebut ke petani tembakau khususnya. Walaupun diakuinya tantangannya juga cukup berat, karena kemampuan dan pemahaman petani tembakau berbeda-beda. Belum lagi kalau bicara persiapan lahan untuk tanaman tembakau, butuh biaya dan tenaga kerja yang tidak sedikit.

Sehingga ada kecenderungan petani tembakau menanam tembakau seadanya tanpa ada persiapan apapun terhadap kondisi perubahan iklim yang terjadi. “Persoalan ini jadi tantangan kita ke depan, bagaimana bisa terus mengedukasi petani tembakau agar bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi. Karena setiap perubahan iklim itu punya pola penanganan yang berbeda,” imbuh Kamrin.

Jika petani tembakau mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi, maka potensi kerugian akibat perubahan iklim tersebut akan bisa ditekan. “Jadi kalau memang tembakau ini memang menjadi pengharapan kita untuk bisa lebih baik, mari kita mempersiapkan diri kita dengan perubahan yang terjadi,” tandasnya. (kir)

Poltekpar Lombok Gelar Seleksi Mandiri, Putra Daerah Disiapkan Jalur Khusus

0
Kampus Poltekpar Mataram(ekbisntb.com/ist)

Setelah menuntaskan proses Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) secara nasional beberapa waktu, Poltekpar Lombok memutuskan untuk menggelar Seleksi Masuk Mandiri (SMM). Seleksi secara mandiri tersebut bertujuan untuk bisa menjaring putra atau putri terbaik asal daerah ini, untuk bisa melanjutkan pendidikan di Poltekpar Lombok. Melalui jalur khusus yang telah disiapkan.

Untuk seleksi secara mandiri tersebut, Poltekpar Lombok diberikan kuota sebanyak 144 mahasiswa baru. Dari kuota total mahasiswa baru pada tahun ajaran ini 360 orang mahasiswa. Karena sudah ada sebanyak 216 mahasiswa baru yang diterima melalui SBM Poltekpar yang digelar sebelumnya.

“Melalui jalur SBM sebelumnya, kita sudah menerima 216 mahasiswa baru sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sisa 144 kuota mahasiswa baru lainnya akan dipenuhi melalui seleksi mandiri,” terang Direktur Poltekpar Lombok Dr.  Ali Muhtasom, dalam keterangan yang diterima, Rabu 28 Mei 2025.

Pada seleksi mandiri kali ini, lanjutnya, ada tiga jalur yang tersedia. Pertama, jalur umum yang bisa diikuti oleh semua calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan vokasi pariwisata. Kemudian jalur khusus prioritas yang diperuntukan khusus bagi putra daerah yang berasal dari Destinasi Super Prioritas (DSP) kawasan The Mandalika serta desa wisata.

Terakhir, ada jalur khusus pemberdayaan masyarakat yang diperuntukan bagi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan dan berdomisili di sekitar kampus Poltekpar Lombok. Dengan pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi pmb.ppl.ac.id, terhitung mulai tanggal 20 Mei 2025 hingga 29 Juni 2025 mendatang.

“Pelaksanaan SMM tahun ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia. Sekaligus memberikan peluang bagi putra dan putri asal daerah ini untuk bisa menimba ilmu di Poltekpar Lombok,” terangnya.

Poltekpar Lombok, terangnya, saat ini terus berinovasi dengan pendidikan yang aplikatif serta relevan dengan tren global. Mahasiswa Poltekpar Lombok nantinya juga akan mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik dan kesempatan bekerja magang di perusahaan serta destinasi wisata ternama, baik itu dalam negeri maupun luar negeri.

Sehingga akan bisa memperkaya pemahaman dan keterampilan para mahasiswa nantinya. Dan, pada akhirnya begitu menyelesaikan pendidikan di Poltekpar Lombok, para mahasiswa tersebut sudah benar-benar siap untuk terjun ke dunia pariwisata maupun bidang usaha lainya.

Berdasarkan data sementara rata-rata rasio kelulusan mencapai 90,9 persen dengan waktu tunggu maksimal tiga bulan, sudah memperoleh pekerjaan. Jadi hampir sebagian besar lulusan Poltekpar Lombok saat ini sudah terserap di dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

“Poltekpar Lombok menawarkan empat program studi. D4 Usaha Perjalanan Wisata, D3 Seni Kuliner, D3 Tata Hidang, dan D3 Divisi Kamar. Dengan kurikulum dirancang agar selaras dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya. (kir)

Edukasi  Minim, Masa Depan Tembakau Virginia Lombok Hadapi Tantangan Serius

0
Tanaman tembakau yang terendam air dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dalam melakukan sosialisasi kepada petani agar menerapkan pola tanam yang benar saat musim kemarau basah(ekbisntb.com/ist)

Masa depan tembakau Virginia Lombok, komoditas strategis yang menjadi ‘’benteng’’ tembakau Virginia dunia dan penyumbang ratusan miliar rupiah bagi daerah, dihadapkan pada tantangan serius. Perubahan iklim yang tak menentu dan minimnya edukasi serta perhatian pemerintah terhadap petani swadaya menjadi sorotan utama.

BEBERAPA waktu terakhir, tanaman tembakau Virginia di Lombok, khususnya di wilayah selatan, sangat terganggu akibat pola hujan yang tidak menentu. Hal ini tentu sangat mengganggu tembakau yang sudah ditanam petani. Sementara di satu sisi, pemerintah sangat mengandalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) dari tanaman ini.

“Beberapa waktu terakhir ini hujan kadang-kadang mengguyur. Padahal karakteristik tanah di bagian selatan itu tanah liat. Jadi kalau tergenang bisa lama susut airnya. Itu yang menyebabkan tembakau mati. Karena tembakau jenis tanaman yang tidak tahan terhadap air,” ungkap Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) NTB, Sahminuddin pada Ekbis NTB, pekan kemarin.

Fenomena matinya tanaman tembakau akibat genangan air ini, imbuhnya, terjadi setiap tahun. Ironisnya, hal ini disebabkan oleh keengganan petani untuk membuat saluran air yang memadai.

“Biasanya petani menganggap kalau tahun ini tidak hujan, ia tidak membuat saluran air besar dan malah dianggap sia-sia, buang tenaga dan biaya. Padahal, cuaca sekarang tidak menentu, sehingga pas hujan besar tiba-tiba datang, baru kelabakan,” kata Sahminuddin.

Ia menyayangkan perhitungan ekonomi ini akibat minimnya penyuluhan kepada petani. Padahal, kalau membuat saluran air dengan biaya tidak sampai Rp 1 jutaan. Bisa menyelamatkan tembakau yang harganya puluhan juta kalau terjadi hujan deras.

Permasalahan minimnya edukasi ini, menurut Sahminuddin, terutama menimpa petani swadaya yang jumlahnya cukup besar, hampir menyamai petani binaan perusahaan.  “Petani swadaya ini rawan, dan minim edukasi,” ungkapnya.

Berbeda dengan petani binaan yang mendapatkan pendampingan dari petugas lapangan (PL) perusahaan mitra, petani swadaya seringkali terabaikan. Sahminuddin juga menyoroti hilangnya program evaluasi dan pembinaan yang rutin dilakukan di masa lalu.

“Harusnya ada edukasi setiap tahun, sekarang kan hampir tidak ada program evaluasi yang dilaksanakan,” keluhnya.

Dahulu, evaluasi perjalanan tembakau dilakukan setiap bulan Desember. Dilanjutkan dengan pemanggilan perusahaan mitra terkait rencana pembelian, target luas tanam, dan evaluasi produksi bibit. Bahkan, kebutuhan bahan bakar untuk omprongan (pengeringan tembakau) pun dievaluasi rutin. Sejak tahun 2011 lalu tidak ada lagi.

Jika dilihat, tembakau Virginia Lombok memiliki kontribusi ekonomi yang sangat besar. NTB adalah satu-satunya di dunia yang menjadi sentra tembakau Virginia berkualitas tinggi. Setiap tahun, komoditas ini menyumbang DBH-CHT hingga Rp400 miliar ke daerah.

Namun, Sahminuddin merasa kontribusi besar petani tembakau tidak sebanding dengan perhatian yang mereka terima dari pemerintah. ‘’Tidak adil. Di sini pemerintah harusnya hadir. Bukan sekadar edukasi saja. Ini malah yang diomongkan pemerintah daerah itu hanya PAD-PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi apa yang diberikan kepada petani tembakau,’’  tanyanya.

Secara strategis, komoditas tembakau Virginia dipastikan akan terus berlanjut mengingat perannya dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Sepertiga kebutuhan tembakau nasional ini adalah Virginia. Misalnya kebutuhan tembakau nasional 300 ribu ton per tahun, minimal 100 sampai 150 ribu adalah tembakau Virginia. Sementara produksi Virginia tembakau nasional tidak lebih dari 50 ribu ton. Akibatnya harus impor.

Padahal, jika tembakau Virginia ini benar-benar diperhatikan dan dikembangkan, NTB memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di tingkat nasional, bahkan mengurangi ketergantungan impor.

Tantangannya kini ada pada bagaimana pemerintah daerah dapat lebih proaktif dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi petani tembakau. Terutama petani swadaya, di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Hal senada disampaikan Lalu Sahabudin, petani tembakau Virginia yang juga Ketua APTI Lombok Timur (Lotim). Menurutnya, tanaman tembakau tidak boleh hilang. Petani siap berusaha untuk menghadapi setiap tantangan yang terjadi di setiap musimnya. Termasuk memasuki musim tanam 2025 ini.

Tantangan cuaca ekstrem disebut membayang-bayangi budidaya tembakau. Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tahun ini cenderung basah. Sementara tembakau merupakan jenis tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air.

Menghadapi kondisi cuaca seperti itu, Lalu Sahabudin menyarankan petani membuat drainase sawah yang lebih dalam, khususnya di wilayah selatan Lotim. “Drainasenya harus bagus biar gampang buang air,” ungkapnya. Hal ini sudah dibuktikan ketika cuaca ekstrem beberapa tahun lalu.

Selanjutnya, tidak kalah penting menjadi salah satu kunci sukses bertani tembakau adalah pilihan penggunaan pupuk. Jenis pupuk yang digunakan harus tepat. Pengalaman Sahabudin ketika cuaca ekstrem menggunakan pupuk ZA Petri, SP36 Petri dan Petroningrat. “Pemupukan pertama pakai ZA dan SP36 baru kemudian yang kedua pakai Petroningrat,” ucapnya.

Menurutnya, saat kondisi alam memberikan lebih banyak air yang dibutuhkan tanaman tembakau adalah kalium (K), bukan natrium (N). Kandungan N pada pupuk jangan terlalu tinggi agar tanaman tembakau bisa selamat.

Hal senada dikemukakan Amaq Torik, petani tembakau di Sakra. Dia mengatakan tembakau ini memang banyak tantangannya. Meski begitu, petani siap bertarung menghadapi segala tantangan tersebut. Petani membutuhkan inovasi di setiap musim tanam agar bisa menghasilkan tanaman yang sesuai diharapkan. ‘’Beda cuaca, beda pola penanganannya,’’ ungkapnyya.

Harapannya, musim tanam tahun ini bisa lebih baik hasilnya dibandingkan tahun sebelumnya. Terpenting katanya adalah, ketika panen harga pembelian setidaknya sama seperti tahun lalu yang cukup menggembirakan petani.

Soal teknik budidaya dikatakan petani sudah sangat paham. Bagaimana cara menghadapi cuaca ekstrem ini sudah dipelajari dari pengalaman musim tanam sebelumnya.  (bul/rus)