Beranda blog Halaman 26

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah: Pengadaan Beras Nasional Lampaui 4 Juta Ton

0

Mataram (Ekbis NTB) – Perum BULOG menorehkan tonggak sejarah baru dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) secara nasional resmi menembus 4.115.014 ton setara beras. Angka ini setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah yang dipatok sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut bukan sekadar melampaui target, melainkan menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BULOG, bahkan di tengah tahun penugasan yang masih berjalan.

Rekor ini jauh meninggalkan realisasi tahun 2025 yang berada di angka 3.191.969 ton setara beras, sekaligus memecahkan rekor tertinggi sebelumnya pada 2012 yang tercatat sebesar 3,65 juta ton. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat BULOG dalam menyerap hasil produksi petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional.

Di tingkat regional, Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (Kanwil NTB) turut memberikan kontribusi signifikan. Berdasarkan data per 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras di NTB telah mencapai 226.293 ton setara beras atau 94,03 persen dari target tahun 2026 sebesar 240.660 ton.

Dengan angka tersebut, BULOG Kanwil NTB menyumbang sekitar 5,50 persen terhadap total realisasi pengadaan nasional. Kontribusi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari misi besar memperkuat cadangan pangan pemerintah serta mewujudkan swasembada pangan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan BULOG dan pihak-pihak yang mengawal pencapaian bersejarah ini.

“Capaian pengadaan nasional ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan sinergi luar biasa seluruh insan BULOG di berbagai penjuru tanah air, yang didukung penuh oleh para petani, TNI-Polri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Prestasi ini juga menjadi momentum penting menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sekaligus wujud nyata kontribusi BULOG dalam mengawal agenda strategis pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2026, BULOG mengoptimalkan berbagai instrumen di lapangan, mulai dari memperkuat jaringan pembelian di tingkat produsen, meningkatkan kesiapan sarana pergudangan, hingga mempercepat penyerapan pada masa panen. Di NTB, langkah ini dijalankan lewat koordinasi intensif bersama petani, kelompok tani, dan mitra penggilingan guna memastikan hasil panen terserap secara optimal.

Menutup tahun penugasan ini, Perum BULOG Kanwil NTB berkomitmen untuk terus menggenjot kinerja pengadaan. Melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, BULOG siap menjaga stabilitas pasokan dan harga demi kesejahteraan petani serta masyarakat luas. (r)

JANGAN BAPER DI JALAN: Emosi Bisa Mengalahkan Logika Pengendara

0

Mataram (Ekbis NTB) — Jalan raya bukan sekadar tempat menguji keterampilan mengendalikan sepeda motor, melainkan juga ajang menguji kematangan emosi. Bagi pengendara muda, situasi sepele seperti disalip, dipotong jalurnya, diklakson, atau melihat kesalahan pengendara lain kerap memicu emosi hingga membuat keputusan berkendara menjadi tidak rasional.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengingatkan generasi Z agar tidak membawa perasaan (baper) ke atas jok sepeda motor. Menurutnya, ketika emosi mendominasi, kemampuan seseorang dalam membaca risiko dan mengambil keputusan akan merosot tajam.

“Jangan baper di jalan. Ketika emosi naik, logika sering kali turun. Kita bisa merasa harus membalas, mengejar, atau menunjukkan bahwa kita bisa lebih cepat. Padahal, jalan raya bukan tempat untuk melampiaskan emosi,” ujar Satria.

Salah satu pemicu emosi yang paling sering muncul adalah perasaan tidak dihargai oleh pengguna jalan lain—seperti disalip dari sisi yang tidak semestinya, dipotong jalurnya secara mendadak, atau dibunyikan klakson. Dalam situasi seperti ini, Satria menegaskan bahwa respons paling aman bukanlah membalas.

“Kalau ada yang memotong kita, jangan langsung mengejar. Kalau ada yang menyalip dengan cara yang membuat kesal, jangan dibalas dengan melakukan hal yang sama. Kita tidak pernah tahu kondisi pengendara tersebut dan apa yang akan terjadi beberapa meter di depan,” jelasnya.

Tiga Pemicu Emosi di Jalan Raya

Satria mengajak pengendara muda untuk mengenali tiga kondisi emosional utama yang kerap merusak konsentrasi berkendara:

  1. Emosi karena Disalip: Jangan jadikan kecepatan sebagai ajang pembuktian diri. Kendaraan yang mendahului tidak harus dikejar untuk dibalas.
  2. Emosi karena Dipotong: Berikan ruang dan jaga jarak aman. Hindari manuver spontan untuk “membalas” tindakan pengendara lain.
  3. Emosi karena Diklakson atau Ditegur: Jangan langsung berasumsi klakson adalah bentuk penghinaan. Bisa jadi, pengendara lain sedang memperingatkan adanya potensi bahaya.

Prinsip 4T dan Etika Menyalip

Selain mengendalikan ego, Satria mengingatkan pentingnya observasi sebelum melakukan manuver, seperti hendak berpindah jalur atau mendahului. Ia memperkenalkan prinsip 4T: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, kemudian Tengok kanan lagi.

Prinsip ini membantu pengendara menghindari keputusan impulsif, terutama saat melintasi persimpangan atau kepadatan lalu lintas.

Bagi pengendara yang ingin mendahului, pastikan kondisinya benar-benar steril. Hindari manuver di tikungan, area blind spot (jarak pandang terbatas), persimpangan, atau di atas marka jalan yang melarang mendahului. Waspadai pula lampu sein kendaraan di depan sebagai isyarat perubahan arah.

Safety Riding adalah Soal Attitude

“Satu detik menahan emosi bisa menyelamatkan kita dari keputusan yang salah. Tidak perlu membuktikan siapa yang paling hebat di jalan. Yang paling hebat adalah pengendara yang mampu tetap tenang ketika situasi tidak sesuai keinginannya,” ungkap Satria.

Ia menambahkan, budaya keselamatan berkendara harus berakar dari sikap saling menghargai. Satria mengajak Gen Z mengubah paradigma bahwa safety riding bukan sekadar teknik mengendarai motor, melainkan soal attitude, kesabaran, dan pengendalian diri.

“Kalau ada yang membuat kita kesal di jalan, tarik napas, kurangi kecepatan, dan kembali fokus pada tujuan. Kita berkendara bukan untuk menang melawan orang lain, tetapi untuk sampai dengan selamat,” pungkasnya.

Jago Cari Aman bukanlah tanda takut mengambil keputusan. Lebih dari itu, Jago Cari Aman berarti tahu secara bijak kapan harus maju, kapan harus menunggu, dan kapan harus mengalah demi keselamatan bersama. (r/fan)

Dukung Pendidikan Generasi Muda NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Beasiswa ke Mahasiswa Unram

0
Dukung Pendidikan Generasi Muda NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Beasiswa ke Mahasiswa Unram


Mataram (Suara NTB)
– Bank NTB Syariah menyalurkan Program Beasiswa Most Loyal Customer Milad ke-62 Tahun 2026 kepada 15 mahasiswa Universitas Mataram (Unram). Program ini menjadi bentuk apresiasi Bank NTB Syariah kepada nasabah sekaligus dukungan terhadap mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Bank NTB Syariah mengalokasikan total dana beasiswa sebesar Rp111,6 juta untuk 15 mahasiswa terpilih. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp620 ribu per bulan selama satu tahun, yang disalurkan untuk dua semester, yakni Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 dan Semester Ganjil Tahun Akademik 2027/2028.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi NTB. Karena itu, kami ingin memastikan dukungan kepada mahasiswa dapat memberikan ruang bagi mereka untuk fokus menyelesaikan pendidikan dan terus mengembangkan prestasinya,” ujar Adhi.

Menurutnya, Program Beasiswa Most Loyal Customer juga merupakan bentuk apresiasi Bank NTB Syariah kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan dan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.

“Beasiswa ini kami arahkan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan studinya,” katanya.

Adhi berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal dan mempertahankan prestasi akademiknya.

“Kami berharap para penerima dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, menjaga prestasi, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target. Ke depan, kami ingin semakin banyak generasi muda NTB yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, proses seleksi dan verifikasi penerima dilakukan oleh Universitas Mataram dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain status sebagai mahasiswa aktif, kondisi ekonomi keluarga, prestasi akademik dengan IP minimal 3,00, serta tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari pihak lain.

Penyaluran beasiswa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada Januari 2027 untuk Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027, sedangkan tahap kedua pada Juli 2027 untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2027/2028.

Bank NTB Syariah bersama Universitas Mataram juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima beasiswa sebelum penyaluran tahap kedua, khususnya terkait keaktifan studi dan perkembangan prestasi akademik.

Adhi menambahkan, Bank NTB Syariah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.(bul)

Sambut MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Hadirkan Desa Energi Berdikari dan Motor Listrik Pengangkut Sampah di Kuta

0

Lombok Tengah (Ekbis NTB) — PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis dalam mendukung perhelatan akbar sport tourism balap MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Melalui pengembangan ekonomi sirkular di wilayah Ring I Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, khususnya Desa Kuta, Lombok Tengah, Pertamina mengubah persoalan sampah yang kerap menghantui kawasan wisata berkelas dunia menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, saat meninjau langsung aktivitas di Desa Kuta pada Kamis, 8 Oktober 2026, menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan elemen krusial bagi destinasi pariwisata internasional. Oleh karena itu, pihaknya memberdayakan warga setempat untuk aktif mengelola sampah secara mandiri.

“Kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengolah sampah. Di wilayah wisata kita butuh lingkungan yang bersih, apalagi Mandalika ini adalah destinasi wisata kelas dunia,” ujar Arya Dwi Paramita.

Dalam program pemberdayaan ini, Pertamina tidak sekadar melatih warga menjaga kebersihan, tetapi juga memfasilitasi operasional pengelolaan sampah melalui bantuan sepeda motor listrik. Kendaraan ramah lingkungan ini digunakan untuk mengumpulkan sampah dari sekitar 20 dusun di Desa Kuta—di mana setiap dusunnya terdiri atas 100 hingga 300 kepala keluarga. Sampah anorganik diolah kembali menjadi produk bernilai jual seperti merchandise dan tas, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk organik bekerja sama dengan Universitas Mataram (Umram) serta didukung penuh oleh pemerintah desa.

Integrasi Energi Bersih dan Pelatihan Hospitality

Selain penanganan sampah bebas emisi karbon, Pertamina juga memperkuat kawasan ini melalui program Desa Energi Berdikari. Di atas atap Balai Desa Kuta, telah terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 KWP, yang didukung oleh rumah baterai berkapasitas 20 kWh. Fasilitas ini berfungsi sebagai stasiun pengisian daya (charging station) bagi armada motor listrik pengangkut sampah.

Program Desa Energi Berdikari ini menerapkan tiga pendekatan utama: membangun kesadaran (awareness) potensi energi lokal, melatih local hero setempat untuk mengoperasikan teknologi energi bersih, serta mengoptimalkan penggunaan energi tersebut guna menciptakan dampak ekonomi yang mandiri.

Tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan lingkungan, Pertamina turut berkolaborasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan hospitality (keramahan) dan bahasa Inggris. Pelatihan ini sangat vital mengingat tingginya kunjungan wisatawan asing—terutama dari Australia dan Eropa—terlebih pada musim perhelatan ajang balap internasional.

Meski saat ini program di Desa Kuta masih berada dalam tahap pelatihan awal dan kebangkitan kembali bank sampah, antusiasme masyarakat dinilai sangat positif. Pertamina menargetkan pada tahun depan produk daur ulang dan suvenir karya warga sudah siap dipasarkan di berbagai toko suvenir.

Dengan sinergi antara kebersihan lingkungan, pemanfaatan energi surya, dan peningkatan kapasitas warga, kehadiran Pertamina di KEK Mandalika diharapkan mampu menghadirkan multiplier effect berupa perputaran ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal setiap harinya, bukan hanya saat ajang MotoGP berlangsung. (fan)

Kre Alang Khas Sumbawa Dipromosikan di Arena MotoGP

0
Kre Alang Khas Sumbawa Dipromosikan di Arena MotoGP
PROMOSI - Salah satu motif Kre Alang yang digunakan dalam pameran di kegiatan dewan kerajinan nasional. Kain tenun khas Sumbawa ini dipromosikan pada pagelaran MotoGP Mandalika. (EKBIS NTB/ist)


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Pemkab Sumbawa akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan kain tenun khas Sumbawa “Kre Alang”. Penyelenggaraan MotoGP Indonesia digelar di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah,diharapkan menjadi ajang promosi gratis kain tenun khas tersebut.


“Kita hanya mendapatkan satu booth di kawasan sirkuit untuk kita promosikan produk kriya daerah. Fokus utama Kre Alang dan produk turunannya dalam pameran tersebut,” kata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Pariwisata Dispopar Kabupaten Sumbawa, Awaliyah Mutmainnah.


Kehadiran Kre Alang di arena MotoGP menjadi peluang untuk memperkenalkan produk kriya Sumbawa kepada pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Pihaknya akan menampilkan sejumlah Kre Alang dengan beragam motif, bahan dan warna khas Sumbawa.


Penyampaian informasi kepada pengunjung atas kain tenun khas Sumbawa, Dekranasda Kabupaten Sumbawa juga menggandeng seorang desainer. Desainer tersebut akan menjelaskan karakteristik produk, termasuk filosofi motif, bahan, serta warna yang terdapat pada Kre Alang.


“Kesempatan mendapatkan booth tersebut berawal dari keikutsertaan Sumbawa dalam kegiatan Kriya Nusa di Jakarta. Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) meminta kita agar menempatkan satu booth untuk memamerkan produk kriya,” jelasnya.


Selain Kre Alang, Pemkab Sumbawa juga akan membawa sejumlah produk khas daerah sebagai produk pendamping. Produk tersebut antara lain madu, susu kuda liar dan berbagai produk unggulan lainnya. Termasuk juga menyediakan kartu nama pemilik produk bagi pengunjung yang tertarik.


Langkah tersebut memungkinkan calon pembeli berkomunikasi langsung dengan pelaku usaha untuk melakukan pemesanan. Momentum MotoGP Mandalika diharapkan bisa membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


“Tidak hanya promosi kepada masyarakat luas, Kre Alang ini juga sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemasaran produk budaya daerah,” tegasnya. (ils)

MotoGP Mandalika 2026, Ini Lima Titik Shuttle Bus Gratis

0
MotoGP Mandalika 2026, Ini Lima Titik Shuttle Bus Gratis
Shuttle bus yang disiapkan bagi penonton MotoGP yang sudah membeli tiket untuk menuju Sirkuit Mandalika. Tampak penonton naik shuttle bus saat menonton MotoGP tahun 2025 lalu. (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan lima titik shuttle bus gratis bagi pemilik tiket MotoGP. Lima titik itu tersebar di empat kabupaten/kota, seperti Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Utara.


Di Kota Mataram, titik shuttle bus gratis ada di Islamic Center. Di Lombok Barat, Pemprov NTB menyediakan dua shuttle bus di Senggigi, dan di Pelabuhan Lembar. Di Lombok Utara disiapkan shuttle bus di Pelabuhan Bangsal, dan di Lombok Tengah ada rute Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZA) ke Sirkuit Mandalika.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar, mengatakan shuttle bus di Pelabuhan Bangsal sengaja ditujukan bagi para penonton yang menginap di Gili Trawangan serta beberapa wisatawan dari Bali. Rutenya, penonton MotoGP dari Bangsal akan diangkut ke Mataram terlebih dahulu sebelum dibawa ke Sirkuit Mandalika.


“Nanti dari Bangsal ke Islamic Center dia, ngumpul di Islamic Center baru kita angkut. Kemudian di Senggigi juga 2 unit tambahan, pokoknya tahun ini ada 3 titik tambahan baru lokasi shuttle bus,” ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2026.


Di tahun ini, Pemprov menyiapkan sekitar 42 unit kendaraan untuk membawa penonton MotoGP dari dan menuju Sirkuit Mandalika. Bagi para penonton yang ingin menggunakan shuttle bus, cukup menunjukkan bukti tiket MotoGP Mandalika 2026. Pengaturan penumpang akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni menuju parkir timur dan parkir barat. Dari kedua lokasi tersebut, penumpang selanjutnya akan disebar berdasarkan zona tiket.


Selain tiket, pengguna shuttle bus juga akan mendapatkan gelang khusus. Gelang tersebut berfungsi sebagai penanda sekaligus memudahkan pengaturan saat kepulangan. Gelang berwarna putih itu nantinya mencantumkan lokasi serta waktu kepulangan penumpang. Kebijakan tersebut dibuat berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika penumpang yang awalnya tidak menggunakan shuttle, ikut memanfaatkan kendaraan saat pulang.


Kebijakan gelang khusus juga diharapkan dapat mencegah penumpang yang tidak terdaftar sebagai pengguna shuttle ikut menggunakan layanan tersebut saat pulang. Adapun operasional shuttle bus selama tiga hari MotoGP Mandalika dibatasi sampai pukul 22.00 Wita.


“Makanya kita siapkan gelang sekarang, gelang khusus untuk yang di shuttle bus kita kasih gelang, putih warnanya. Di situ tertulis di mana dia nanti nunggu, jam berapa dia pulang,” katanya.


Selain Pemprov NTB, Perum DAMRI juga menyediakan 118 unit shuttle bus yang akan beroperasi secara gratis selama tiga hari MotoGP Mandalika. General Manager DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, menyampaika kesiapan transportasi dan sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar utama dalam menyukseskan gelaran balap motor internasional tersebut.

Shuttle bus itu akan beroperasi selama tiga hari penuh, yakni pada Jumat–Minggu, 9–11 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 hingga 23.00 Wita. DAMRI juga memastikan seluruh bus shuttle di dalam kawasan ini bersifat ramah disabilitas guna mengakomodasi kebutuhan seluruh pengunjung tanpa terkecuali.


“Kami ingin memastikan masyarakat dapat bergerak dengan mudah selama berada di kawasan sirkuit, sehingga mereka dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman,” katanya. (era)

Pertamina Garap Ring I KEK Mandalika Kembangkan Ekonomi Sirkular

0
Pertamina Garap Ring I KEK Mandalika Kembangkan Ekonomi Sirkular
(EKBIS NTB/bul) TINJAU - Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita meninjau bantuan perangkat listrik dari surya untuk energi hijau di Desa Kuta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Praya (EKBIS NTB) –PT Pertamina (Persero) mulai mengembangkan ekonomi sirkular di kawasan Ring I Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, khususnya Desa Kuta, Lombok Tengah. Persoalan sampah yang selama ini menjadi persoalan kawasan wisata berkelas dunia ini, didorong menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.


Program ini bagian dari dukungan Pertamina terhadap pengembangan sport tourism Mandalika. Masyarakat tidak hanya dilatih peduli dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengolah sampah menjadi produk bernilai jual.


“Kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengolah sampah. Di wilayah wisata kita butuh lingkungan yang bersih, apalagi Mandalika ini adalah destinasi wisata kelas dunia,” kata Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita saat meninjau aktivitas di Desa Kuta, Kamis, 8 Oktober 2026.


Desa Kuta memiliki sekitar 20 dusun dengan jumlah kepala keluarga mencapai ratusan di setiap dusun. Sampah yang dikumpulkan masyarakat dipilah dan diolah. Sampah anorganik diarahkan menjadi berbagai produk seperti merchandise dan tas, sedangkan sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk.


Untuk memperkuat kemampuan masyarakat, Pertamina menggandeng Universitas Mataram (Unram) dalam pelatihan pengelolaan sampah. Pertamina juga menghadirkan local hero untuk berbagi pengalaman kepada pengelola bank sampah di Desa Kuta.


Arya mengatakan, saat ini programnya masih berada pada tahap awal. Bank sampah di Desa Kuta yang sebelumnya sempat tidak aktif kembali digerakkan setelah Pertamina masuk memberikan pendampingan.


“Untuk circular economy, pemahamannya adalah masyarakat harus benar-benar bisa menimbulkan nilai ekonomi dari semua yang mereka gunakan. Saat ini masih dalam proses pelatihan,” ujarnya.


Pertamina menargetkan produk hasil olahan masyarakat nantinya dapat masuk ke ekosistem pariwisata Mandalika. Jika masyarakat sudah siap, produk tersebut diharapkan dapat menjadi merchandise yang dipasarkan melalui toko suvenir.


Dengan begitu, kehadiran event besar seperti MotoGP tidak hanya memberikan dampak saat perhelatan berlangsung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.


Selain pengelolaan sampah, Pertamina juga membekali masyarakat dengan pelatihan hospitality dan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut dinilai penting karena wisatawan yang datang ke kawasan Mandalika banyak menggunakan bahasa Inggris, termasuk wisatawan dari Australia dan Eropa.


“Harapannya hadirnya MotoGP dan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat Desa Kuta,” katanya.


rogram ekonomi sirkular tersebut dipadukan dengan pemanfaatan energi bersih. Pertamina memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp di atap balai Desa Kuta serta rumah baterai dengan kapasitas 20 kWh.


Energi yang dihasilkan PLTS digunakan untuk mengisi daya sepeda motor listrik bantuan Pertamina. Kendaraan tersebut digunakan masyarakat untuk mengangkut sampah dari wilayah desa.


“Jadi sambil mengolah sampah dengan konsep reduce, reuse, recycle, saat mengumpulkannya mereka juga tidak menghasilkan emisi karbon karena menggunakan sepeda motor listrik,” jelas Arya.


Program tersebut merupakan bagian dari Desa Energi Berdikari, yang telah dikembangkan Pertamina di lebih dari 250 desa di Indonesia.
Menurut Arya, program Desa Energi Berdikari memiliki tiga pendekatan. Pertama, masyarakat dikenalkan dengan potensi energi di wilayahnya.

Kedua, masyarakat dilatih memanfaatkan energi tersebut. Ketiga, energi diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi. Untuk Desa Kuta yang berada di kawasan pesisir, tenaga surya menjadi salah satu potensi energi yang dikembangkan.


“Tujuannya bagaimana energi yang ada bisa digunakan untuk menimbulkan dampak ekonomi sehingga desa bisa lebih mandiri,” katanya.
Pertamina akan melakukan evaluasi secara bertahap terhadap program ini.

Arya menyebut, waktu yang dibutuhkan setiap desa untuk mencapai tahap mandiri berbeda-beda, tergantung kondisi dan kesiapan masyarakat. Dan dapat dilaksanakan bertahun-tahun sampai desa dianggap sudah mandiri. (bul)

Mesin Pencacah Sampah Bantuan BUMN di Desa Kuta Mangkrak

0
Mesin Pencacah Sampah Bantuan BUMN di Desa Kuta Mangkrak
(EKBIS NTB/bul) MANGKRAK - Hanillah, pengurus Bank Sampah dan mesin pencacah sampah yang kini mangkrak

Praya (EKBIS NTB) –Mesin pencacah sampah plastik bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian di Desa Kuta, Lombok Tengah, kini tidak lagi beroperasi. Mesin berukuran besar tersebut mangkrak karena terkendala biaya operasional, ketersediaan air, listrik hingga lokasi pengolahan yang tidak memadai.


Pengurus Bank Sampah Putri Nyale Desa Kuta, Hanilah, mengatakan mesin tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengurangi volume sampah plastik. Namun, sejak beberapa tahun terakhir mesin tidak dapat digunakan secara optimal.


Salah satu kendalanya adalah kebutuhan air untuk mendukung operasional mesin. Sumber air yang digunakan berasal dari sumur gali. Saat musim kemarau, sumber tersebut ikut mengering.


“Kalau sudah musim seperti sekarang, sumber air warga saja sudah kering. Jadi mesin tidak bisa dioperasikan. Karena air dibutuhkan untuk membersihkan plastic yang sudah dicacah,” kata Hanilah, Kamis, 8 Oktober 2026.


Selain persoalan air, penggunaan mesin diesel juga menjadi pertimbangan pengelola. Suara mesin yang cukup bising dan asap dari bahan bakar solar dikhawatirkan mengganggu lingkungan sekitar.


Lokasi Bank Sampah Putri Nyale berada di kawasan wisata yang dikelilingi homestay dan vila. Kondisi tersebut membuat pengoperasian mesin diesel dinilai kurang ideal, terlebih saat aktivitas wisatawan sedang tinggi.


“Suara mesinnya masih cukup bising karena belum ada peredam. Asap dari solar juga menjadi pertimbangan karena di sekitar sini banyak wisatawan,” ujarnya.


Persoalan lainnya adalah keterbatasan listrik. Menurut Hanilah, listrik yang sebelumnya digunakan untuk mengoperasikan mesin merupakan fasilitas yang diberikan melalui program TJSL dan hanya tersedia dalam masa tertentu. Setelah masa tersebut berakhir, aliran listrik tidak lagi tersedia.


Pengelola kini harus mengurus kembali sambungan listrik jika ingin mengaktifkan mesin.
Di sisi lain, kapasitas gudang pengolahan sampah saat ini juga tidak mencukupi untuk menampung seluruh peralatan. Bank Sampah Putri Nyale bahkan telah mengajukan lahan yang lebih luas kepada pemerintah desa untuk memindahkan lokasi pengolahan.


“Di sini sudah tidak mendukung lagi. Di sampingnya ada pemerintah desa, homestay dan vila. Kami sudah mengajukan lahan yang lebih luas untuk pemindahan,” katanya.


Meski demikian, pengelola berharap mesin pencacah tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Peralatan yang semestinya membantu mengurai sampah plastik itu diharapkan bisa kembali dimanfaatkan setelah persoalan lokasi, energi dan biaya operasional mendapat solusi. “Kalau bisa diaktifkan lagi, sayang sekali kalau tidak dipakai,” tandasnya. (bul)

Korem 162/WB Pastikan Kesiapan Evakuasi Hadapi Kondisi Darurat MotoGP

0
Korem 162/WB Pastikan Kesiapan Evakuasi Hadapi Kondisi Darurat MotoGP
Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026). (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) –Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti memastikan kesiapan jalur evakuasi, personel, kendaraan, dan peralatan penanganan darurat dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat mengancam keselamatan selama penyelenggaraan MotoGP 2026 di Mandalika, Lombok Tengah.

Kasrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, Kamis (8/10/2026) mengatakan, kesiapan tersebut diperlukan mengingat gelaran MotoGP Mandalika akan melibatkan pembalap, ofisial, wisatawan, tamu undangan, dan masyarakat dalam skala besar. Sehingga setiap kondisi darurat membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

“Kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi sangat menentukan. Karena itu, jalur evakuasi harus benar-benar terbuka, titik kumpul harus diketahui, kendaraan dan peralatan evakuasi harus siap digunakan,” katanya.

Kolonel Alit meminta kepada seluruh unsur yang terlibat untuk memahami sektor tanggung jawab, jalur komunikasi, titik kumpul serta mekanisme evakuasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Termasuk gempa bumi, tsunami, kebakaran, kecelakaan, kondisi medis darurat dan kepanikan massa.

Menurutnya, kesiapan penanganan keadaan darurat juga harus didukung sistem “Command and Control” yang jelas sehingga setiap kejadian dapat segera dilaporkan melalui jalur komando dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

Ia turut meminta seluruh pihak yang terlibat mengutamakan koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan tugas serta menghindari ego sektoral ketika menghadapi situasi kontingensi.

“Kekuatan kita terletak pada koordinasi, komunikasi dan kemampuan bergerak sebagai satu kesatuan,” jelasnya.

Untuk memastikan kesiapan menghadapi peristiwa tersebut, Korem 162/Wira Bhakti hari ini menggelar apel pasukan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan dan instansi terkait di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Apel tersebut sekaligus menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, materiel, sarana dan prasarana, termasuk kendaraan serta peralatan pendukung evakuasi, pembagian sektor tanggung jawab, jalur komunikasi dan titik kumpul.

Kegiatan itu dihadiri pejabat utama Korem 162/Wira Bhakti, para Dandim se-Pulau Lombok, Dan/Ka/Balak Aju Kodam IX/Udayana, Kasubdit Gasum Polda NTB, Kalak BPBD NTB dan perwakilan ITDC.

Selain itu, seluruh personel Satgas Evakuasi Bencana Alam disiagakan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kondisi darurat selama gelaran MotoGP 2026.

Korem 162/Wira Bhakti bersama seluruh unsur terkait memastikan kesiapan mekanisme pengamanan dan evakuasi agar dapat berjalan secara efektif. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di NTB yang aman dan lancar serta menjamin keselamatan masyarakat, wisatawan, dan seluruh pihak yang terlibat. (mit)

APEL PASUKAN – Apel pasukan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan dan instansi terkait di kawasan

DPR RI Minta Kemenhub Perketat Pengawasan Layanan Kapal Selama MotoGP Mandalika

0
DPR RI Minta Kemenhub Perketat Pengawasan Layanan Kapal Selama MotoGP Mandalika
H Abdul Hadi (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) -Anggota DPR RI dari dapil NTB 2 Pulau Lombok, H. Abdul Hadi meminta Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan transportasi laut menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026.

Menurut Abdul Hadi, kesiapan transportasi laut tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Kelaikan kapal serta keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama.

“Penambahan kapal memang penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar laik laut. Jangan sampai kita sibuk menyiapkan kapasitas, tetapi aspek keselamatan justru menjadi titik lemah,” kata Abdul Hadi.

Ia menilai jalur laut menjadi salah satu akses penting menuju Pulau Lombok, terutama saat mobilitas masyarakat dan wisatawan meningkat selama pelaksanaan MotoGP Mandalika. Abdul Hadi meminta pengawasan dilakukan secara langsung dan tidak sebatas pemeriksaan administratif.

Menurutnya, ramp check, kelaikan kapal, manifest penumpang dan kendaraan, alat keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga batas muatan harus dipastikan sebelum kapal mendapatkan izin berlayar.

“Regulator harus melakukan pengawasan secara nyata, bukan hanya administratif. Ramp check, pemeriksaan kelaikan kapal, manifest penumpang dan kendaraan, alat keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga kepatuhan terhadap batas muatan harus dipastikan sebelum kapal diberikan izin berlayar,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI itu juga meminta pengawasan terhadap muatan kendaraan diperketat. Hal ini dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan, termasuk kebakaran yang dapat bersumber dari muatan kendaraan di kapal jenis Ro-Ro.

“Momentum MotoGP jangan sampai membuat standar keselamatan diturunkan karena mengejar kecepatan pelayanan. Tidak boleh ada kapal yang dipaksakan beroperasi hanya karena kebutuhan angkutan meningkat. Kalau tidak laik, jangan berlayar,” ujarnya.

Selain itu, Abdul Hadi meminta syahbandar memastikan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kondisi kapal, cuaca, muatan, serta kesiapan awak kapal.

Menurutnya, peningkatan mobilitas selama MotoGP harus diimbangi dengan pengawasan regulator yang lebih kuat.“Keselamatan harus menjadi batas yang tidak bisa ditawar. Penonton MotoGP harus bisa datang ke Lombok dengan aman dan kembali ke daerah asalnya juga dengan aman,” katanya.

Abdul Hadi juga mendorong penguatan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, syahbandar, operator kapal, ASDP, BMKG, pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang maupun kendaraan, termasuk saat arus balik setelah MotoGP berakhir.

Informasi yang diterimanya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar telah menyiapkan 17 kapal untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang dan kendaraan pada lintasan Lembar-Padang Bai.

Sementara itu, untuk jalur Surabaya-Lembar, kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) juga disiapkan untuk melayani penumpang, termasuk masyarakat yang datang ke Lombok untuk menyaksikan MotoGP Mandalika. (ndi)