Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 246

KPK: Tambang Emas Ilegal di Sekotong Tidak Bisa Dilegalkan

0
Dian Patria (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa melegalkan areal tambang emas ilegal di kawasan hutan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Alasannya, karena daerah yang ada tambang di Sekotong itu masuk kawasan hutan.

‘’Info yang saya dapat, kalau daerah yang ada tambang ilegal di Sekotong masuk kawasan hutan, tidak bisa dialihkan atau dilegalkan untuk tambang rakyat,’’ tegas Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V KPK Dian Patria dihubungi dari Mataram, Rabu 2 Juli 2025.

Perihal penanganan pidana tambang emas ilegal yang kini bergulir di sejumlah aparat penegak hukum, baik di Kepolisian, Kejaksaan, maupun Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Dian tidak memberikan tanggapan.

KPK seharusnya bisa memberikan tanggapan terkait hal ini mengingat komisi antirasuah tersebut punya kewenangan untuk melakukan koordinasi dan supervisi (Korsup) terhadap penanganan perkara yang berjalan di Kepolisian maupun Kejaksaan sesuai nota kesepahaman yang ditandatangani bersama pada tahun 2017.

Pernyataan Dian Patria ini berbeda dengan rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di bawah kepemimpinan Lalu Ahmad Zaini dan Nurul Adha yang akan menjadikan tambang emas ilegal bekas pekerjaan tenaga kerja asing asal China tersebut menjadi legal.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha sebelumnya mengatakan rencana legalisasi tambang rakyat ini merupakan hasil kunjungan bersama Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Nanik Sudaryati Deyang. Mereka turun langsung ke lokasi pertambangan di Sekotong.

Alasan legalisasi pertambangan tersebut untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Sekotong, yang sebagian besar masih tergolong miskin.

“Kami punya pertambangan nih di Sekotong, tapi masyarakat sekitar miskin. Itu kan enggak bisa kita pungkiri,” ujar Nurul Adha. Pemanfaatan ladang emas untuk masyarakat Sekotong ini nantinya akan melalui pembentukan koperasi.

“Harapannya nanti dengan survei itu, pertambangan rakyat ini bisa dilegalkan. Dibentuk koperasi, sehingga masyarakat betul-betul bisa menikmati hasilnya,” ucapnya.

Selain itu, legalisasi ini juga bertujuan agar pemerintah dapat mengawasi aktivitas pertambangan, khususnya dari sisi keselamatan lingkungan.

Menurut Nurul Adha, pertambangan rakyat di Sekotong untuk ke depannya tidak lagi menggunakan merkuri, melainkan akan menggunakan teknologi ramah lingkungan. (ant)

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta Pengendalian Inflasi, Pemprov NTB Laksanakan Gerakan Pangan Murah

0
Gerakan pangan murah(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kantor Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa 27 Juni 2025.

Kepala Bidang PSDE dan Distribusi Pangan, Raisah, SE., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi, khususnya merespons kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional mengadakan Gerakan Pangan Murah di Desa Jatisela. Tujuannya adalah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi. Kita tahu saat ini terjadi kenaikan harga pangan pokok, khususnya beras, di mana harga beras medium di pasar sudah mencapai Rp14.000–Rp15.000 per kilogram,” ujar Raisah.

Kenaikan harga beras tersebut dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya penyerapan gabah ke luar daerah serta belum tersalurkannya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) oleh Bulog, baik untuk cadangan bantuan pangan pemerintah maupun penyaluran ke pasar melalui Rumah Pangan Kita.

“Sampai saat ini, beras SPHP belum bisa disalurkan dalam kegiatan GPM maupun operasi pasar. Ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga beras di tingkat konsumen,” tambahnya.

Meski demikian, GPM tetap menyediakan berbagai komoditas pangan strategis yang dibutuhkan masyarakat dengan harga terjangkau, di antaranya Minyak goreng, Gula pasir, Bawang merah dan bawang putih, Daging ayam
Tepung terigu dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Menariknya, dalam kegiatan kali ini, masyarakat juga mendapatkan potongan harga hingga Rp10.000 untuk setiap paket komoditas pangan yang tersedia.

“Ada potongan harga Rp10.000 untuk masyarakat. Ini sangat membantu, karena walaupun selisih harga hanya seribu atau dua ribu rupiah, itu sudah sangat berarti untuk kebutuhan harian mereka,” ungkap Raisah.

Raisah menegaskan bahwa pelaksanaan GPM adalah hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, seperti Bulog, Bank Indonesia, distributor, petani, pelaku UMKM, PUPM, dan OPD teknis lainnya. Setiap kegiatan selalu diawali dengan koordinasi guna menentukan harga pasar dan harga jual yang sesuai untuk masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemprov NTB berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan secara efektif, terutama di tengah tantangan fluktuasi harga pasar. (era)

Optimalisasi Lahan Pertanian Hingga 10,5 Ribu Hektar, Target Produksi Tahun 2025 Capai 1,6 Juta Ton

0
Kadistanbun NTB, Muhammad Taufieq Hidayat. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan hail produksi padi petani di tahun 2025 mencapai 1,6 juta ton. Jumlah ini bertambah 200 ribu ton dibanding tahun sebelumnya yaitu 1,4 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhamad Taufieq Hidayat mengatakan bertambahnya target produksi di tahun ini sebab adanya optimalisasi lahan pertanian seluas 10,5 ribu hektar di NTB.

“Oplah itu kita dapat sebanyak 10.574 hektar, ini tersebar di tujub kabupaten/kota. Sekarang sedang Survei dan Investigasi Desain (SID). Kedua setelah itu baru dikontruksikan,” ujarnya.

Program ini menyasar lahan-lahan sawah tadah hujan yang selama ini hanya bisa panen sekali dalam setahun. Melalui optimalisasi lahan, diharapkan indeks pertanaman (IP) bisa meningkat dari 100 menjadi 200, atau dari satu kali menjadi dua kali panen dan seterusnya.

Anggaran yang disiapkan untuk optimalisasi lahan seluas 10,5 hektar sekitar Rp48,6 miliar. Jumlah tersebut didapatkan berdasarkan hasil perhitungan alokasi dana untuk satu hektar dikali luas lahan yang akan dioptimalisasi.

“Jadi anggarannya itu sekitar Rp4,6 juta per hektar. Rp4,6 juta dikali 10,5 ribu hektar. Nanti kontriksinya misalnya kelompok tani dapat 50 hektar, jadi Rp4,6 juta dikali 50 hektar, itu yang di dapat supaya meningkatkan IP,” terangnya.

Tujuh daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan Oplah adalah Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan KLU. Sementara tiga daerah lainnya tidak mendapat alokasi karena lahannya sudah intensif ditanam hingga tiga kali setahun.

Dengan tambahan Oplah ini, Pemprov NTB optimistis mampu mendorong kenaikan luas panen tahun ini menjadi 310 ribu hektar, naik signifikan dari capaian tahun lalu yang sebesar 282 ribu hektar. Dengan target capaian produksi minimal 1,6 juta ton.

Dengan kondisi cuaca NTB yang sedang mengalami musim kering basah, Taufieq optimis bisa mencapai target tersebut. Apalagi pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan pompa dan irigasi pertanian kepada petani.

“Kita ada bantuan pompa 5.553 unit, inilah kita mitigasi. Ditambah lagi ada optimalisasi lahan,” katanya.

Dibandingkan dengan tahun lalu, Pemprov NTB berhasil mencapai produksi 1,4 juta ton padi dengan kondisi kemarau kering. Dengan masih turunnya hujan memasuki musim kemarau ini, dipastikan NTB akan berhasil mencapai produksi minimal 1,6 juta ton. (era)

KEK Mandalika Raih Penghargaan The Best Integrated Tourism Destination

0
Ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2025(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation atau ITDC, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan The Best Integrated Tourism Destination: KEK Mandalika dalam ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin 30 Juni 2025.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen ITDC dalam mengembangkan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata terintegrasi yang berkelanjutan dan berdaya saing global. KEK Mandalika dinilai berhasil menghadirkan perpaduan antara keindahan alam, infrastruktur kelas dunia, penguatan ekosistem pariwisata, serta dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar.

Bisnis Indonesia Award merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik dari berbagai sektor industri atas kinerja unggul, inovasi, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC, Ahmad Fajar menyatakan, “Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim dan stakeholder dalam mengembangkan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata terintegrasi yang berkelanjutan. Kami merasa bangga sekaligus semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan, mendorong investasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata nasional. Harapannya, KEK Mandalika dapat terus tumbuh menjadi ikon pariwisata kelas dunia yang membanggakan Indonesia,” ujar perwakilan manajemen ITDC usai menerima penghargaan.”

Sebagai bagian dari BUMN di bawah naungan InJourney Group, ITDC terus memperkuat perannya sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata berkelas dunia dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, inklusivitas, dan kolaborasi. Fokus ITDC ke depan adalah mendorong percepatan pembangunan kawasan tidak hanya di KEK Mandalika, tetapi juga di kawasan lain seperti The Golo Mori (Nusa Tenggara Timur) dan The Nusa Dua (Bali).

Langkah strategis ITDC mencakup penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta menarik investasi yang berdampak. Selain itu, ITDC juga berkomitmen membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, cerdas, dan resilien, sehingga kawasan-kawasan yang dikelola tidak hanya menjadi destinasi unggulan nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, pada 25 Juni 2025, ITDC juga meraih penghargaan dari Indonesia Property & Bank sebagai The Best State-Owned Enterprise in the Tourism Industry with the Best Sustainable Performance, atas komitmennya dalam menghadirkan pengelolaan kawasan pariwisata yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam mewujudkan transformasi pariwisata Indonesia menuju arah yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutup Fajar.(bul)

Perluas Dampak Ekonomi, Gelaran MotoGP Mandalika Menjadi Enam Hari

0
Sirkuit Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) — Gelaran MotoGP Mandalika tahun 2025 akan berlangsung selama enam hari, lebih lama tiga hari dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan hari ini diambil sebagai upaya untuk memperluas dampak ekonomi, memperkuat promosi pariwisata, serta mengangkat budaya lokal NTB ke kancah internasional untuk wujudkan NTB Makmur Mendunia.

Demikian disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Menurutnya, MotoGP bukan sekadar ajang balap, tetapi juga momentum besar bagi NTB untuk menampilkan potensi daerah di mata dunia.

Dengan durasi yang lebih panjang, pemerintah daerah akan mengisi rangkaian kegiatan dengan berbagai event pendukung, seperti Festival budaya dan seni lokal, Pameran produk UMKM, Promosi destinasi wisata unggulan di NTB, Konser dan pertunjukan seni kolaboratif

“Ini untuk memperluas dampak dari event motoGP di sirkuit Mandalika, pengunjung juga menikmati kuliner lokal, belanja produk UMKM, menginap lebih lama, dan menjelajahi keindahan alam NTB,” ujarnya

Mantan Dubes RI untuk Turki ini menuturkan, ajang MotoGP harus diiringi strategi promosi daerah yang lebih agresif dengan memanfaatkan media publik seperti billboard, kerjasama dengan bandara dan kolaborasi promosi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Saya ingin lihat branding NTB yang nyata di sirkuit. Jangan hanya sponsor swasta. Harus ada tulisan besar ‘Visit Sembalun’, ‘Explore Sumbawa dan Bima di arena internasional itu. Mandalika adalah etalase NTB ke dunia,” tegas Miq Iqbal.

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menambahkan bahwa model penyelenggaraan MotoGP tahun ini akan menjadi prototipe bagi NTB dalam menyambut event-event internasional lainnya. Ia menargetkan NTB sebagai pusat sport tourism dan budaya yang berkelas dunia namun tetap berakar pada identitas lokal.

“Dengan durasi yang lebih panjang, kita optimalkan nilai ekonomi dan citra daerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun NTB,” imbuhnya.

Di lain sisi, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria memaparkan capaian penyelenggaraan MotoGP 2024, serta menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang memerlukan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah demi penyelenggaraan yang lebih maksimal ke depan.

Ia menambahkan, MotoGP 2024 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan riset Litbang Kompas, total perputaran uang dari penonton MotoGP mencapai Rp544,4 miliar, dengan sumbangan ke PDB nasional sebesar Rp452,9 miliar, dan PDRB NTB sebesar Rp291,9 miliar.

“Peningkatan okupansi hotel, length of stay, dan kunjungan wisata selama event berlangsung menjadi bukti langsung kontribusi MotoGP terhadap ekonomi daerah. Bahkan, pendapatan UMKM naik hingga 100 persen,” ujar Priandhi.

Untuk memastikan pelaksanaan MotoGP dapat memberikan dampak optimal kepada masyarakat, Priandhi mengatakan ITDC telah melakukan penataan kawasan, relokasi UMKM, sinergi lintas sektor dan audiensi yang membahas progres penataan kawasan Mandalika, termasuk isu relokasi UMKM dan resistensi masyarakat di zona pantai sudah dilakuakn.

“Kami sudah siapkan jalur UMKM sepanjang 500 meter dengan lebar 80 meter, yang akan menampung para pedagang lokal. Pantai tetap bisa diakses publik, kami jaga agar tetap inklusif seperti di Nusa Dua Bali,” terangnya. (era)

Rinjani Special Stage: Melaju Bersama Energi, Menyatu dengan Alam

0
seremoni flag off(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dominasi hijau menyala pada livery belasan mobil berlogo Pertamax dan Pertamina Dex mencuri perhatian saat berderet rapi di halaman Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya, dalam seremoni flag off pada Jumat 30 Juni 2025.

Tak sekadar konvoi, touring lintas komunitas yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung semangat Jelajah Energi dalam gelaran bertajuk Rinjani Special Stage, yang digagas di bawah naungan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.

Mengandalkan bahan bakar berkualitas, rombongan menyusuri ratusan kilometer jalur darat dan laut menuju Pulau Lombok. Touring ini bukan hanya tentang petualangan, tetapi juga mengemban misi sosial dan keberlanjutan.

Salah satu titik persinggahan penting adalah di Sembalun, yakni LUNACO (Sembalun Agro Coffee), UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Integrated Terminal Ampenan. Dari ketinggian 1.277 mdpl, peserta menikmati cita rasa kopi lokal sembari menyelami upaya pemberdayaan masyarakat yang tumbuh di kaki Gunung Rinjani.

Tak ketinggalan, Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu destinasi utama. Sirkuit balap bertaraf internasional ini bukan hanya ikon kebanggaan nasional, tetapi juga panggung pembuktian performa bahan bakar unggulan negeri.

Di lintasan yang kerap dilalui pembalap MotoGP, Pertamax dan Pertamina Dex diuji langsung oleh para pegiat otomotif sekaligus menunjukkan performa, efisiensi, dan daya tahan di medan ekstrem.

“Touring ini adalah bentuk nyata bagaimana energi bisa menyatukan berbagai elemen masyarakat: komunitas otomotif, energi berkualitas, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. Kami ingin menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus tidak hanya bicara soal energi, tapi juga tentang keberlanjutan, lingkungan, dan dukungan terhadap pertumbuhan lokal,” jelas Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Semangat kolaborasi juga tercermin dari ungkapan Dody, selaku Road Captain dalam kegiatan touring ini. Ia menyebut Rinjani Special Stage bukan sekadar perjalanan otomotif, tetapi simbol sinergi lintas komunitas dan lembaga dengan satu tujuan yang lebih besar.

“Bagi kami, Rinjani Special Stage bukan hanya touring. Ini adalah wujud nyata kebersamaan antara komunitas otomotif, berbagai elemen masyarakat, dan lembaga yang punya kepedulian yang sama. Kami ingin merayakan kecintaan pada alam, budaya lokal, produk masyarakat sekitar, dan tentu saja, pada energi unggulan negeri sendiri: Pertamax dan Pertamina Dex,” ujar Dody.

“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus sebagai sponsor utama, yang telah memberikan dukungan energi luar biasa. Bukan hanya untuk kendaraan kami, tetapi juga untuk semangat kami sepanjang perjalanan,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan eksplorasi, Rinjani Special Stage menjadi lebih dari sekadar perjalanan lintas pulau. Setiap derunya menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan, kecintaan pada negeri, dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri.
Energi yang mengalir dalam setiap etape bukan hanya berasal dari BBM berkualitas, tetapi juga dari tekad bersama untuk membangun Indonesia yang lebih hijau dan berdaya.(bul)

Aset Bank NTB Syariah Meningkat jadi Rp16,119 Triliun

0
Para pemegang saham foto bersama usai RUPS Tahunan Bank NTB Syariah untuk Tahun Buku 2024, Senin, 30 Juni 2025 di Kantor Pusat Bank NTB Syariah.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Bank NTB Syariah sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 pada Senin, 30 Juni 2025, bertempat di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram.

Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham dari Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB & PT Bank Jatim, Tbk, Bank NTB Syariah dengan agenda utama laporan tahunan perseroan tahun buku 2024.

Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Zainal Abidin Wahyu Nugroho, menyampaikan bahwa RUPS 2024 berjalan lancar dengan catatan penting kepada manajemen agar lebih mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Alhamdulillah, berkat dukungan penuh para pemegang saham laporan tahunan perseroan tahun buku 2024 diterima dengan catatan mengedepankan prinsip GCG agar nantinya Bank NTB Syariah dikelola lebih baik lagi”, ujarnya.
Catatan ini diterima oleh manajemen sebagai bentuk komitmen perusahaan agar dapat berjalan secara sehat, transparan, dan akuntabel.

Dalam laporan keuangannya, Bank NTB Syariah mencatat sejumlah indikator keuangan utama yang menggembirakan:
• Laba Bersih: Rp 215 miliar, naik 1,8% dibanding tahun sebelumnya.
• Total Aset: Rp 16.119 triliun, meningkat secara tahunan.
• Dana Pihak Ketiga (DPK): tumbuh 17% menjadi Rp 12,52 Triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat NTB.
• Rasio Kesehatan Keuangan tetap terjaga, sesuai dengan standar OJK.

Selain menyampaikan laporan tahunan perseroan, RUPS juga menyetujui beberapa agenda lainnya, termasuk:
• Pengesahan laporan keuangan tahun buku 2024.
• Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2025.
• Evaluasi dan penguatan tata kelola perusahaan.
• Persetujuan Pembayaran Zakat Perusahaan tahun buku 2024.
• Perubahan Anggaran Dasar Bank.
• Penetapan Pengurus PT Bank NTB Syariah.

RUPS juga mendorong Bank NTB Syariah untuk terus meningkatkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan operasionalnya.

Bank NTB Syariah optimis dapat terus tumbuh sebagai institusi keuangan syariah terdepan bagi masyarakat provinsi Nusa Tenggara Barat.(bul)

Akses ke Labuan Bajo, Wings Air Buka Penerbangan Langsung dari Kupang, Lombok dan Bima

0
Maskapai Penerbangan Wings Air(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Maskapai Wings Air resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan langsung baru yang menghubungkan Labuan Bajo dengan tiga kota utama di wilayah Nusa Tenggara, yakni Kupang, Lombok, dan Bima.

Rute ini terdiri dari penerbangan intra-provinsi Nusa Tenggara Timur (Kupang–Labuan Bajo) dan antarpulau antar provinsi (Lombok–Labuan Bajo dan Bima–Labuan Bajo).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi kepada media ini, Rabu, 2 Juli 2025 menyampaikan, pembukaan rute baru ini dijadwalkan mulai efektif pada 20 dan 22 Juli 2025, dengan frekuensi terbang yang bervariasi sesuai rute.

“Inisiatif ini diambil untuk memperkuat konektivitas udara antarwilayah di Indonesia timur, membuka peluang ekonomi, serta mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Jadwal penerbangan juga diumumkan, mulai tanggal 20 Juli 2025 Kupang (KOE) – Labuan Bajo (LBJ) | IW-1925 | 07.20 WITA – 09.05 WITA | Setiap hari. Labuan Bajo (LBJ) – Kupang (KOE) | IW-1924 | 12.45 WITA – 14.20 WITA | Setiap hari.

Bima (BMU) – Labuan Bajo (LBJ) | IW-1875 | 11.25 WITA – 12.25 WITA | Senin, Rabu, Jumat, Minggu. Labuan Bajo (LBJ) – Bima (BMU) | IW-1874 | 09.30 WITA – 10.30 WITA | Senin, Rabu, Jumat, Minggu.

Sementara itu, mulai mulai tanggal 22 Juli 2025 jadwalnya Lombok (LOP) – Labuan Bajo (LBJ) | IW-1951 | 11.10 WITA – 12.25 WITA | Selasa, Kamis, Sabtu. Labuan Bajo (LBJ) – Lombok (LOP) | IW-1950 | 09.30 WITA – 10.50 WITA | Selasa, Kamis, Sabtu.

Menurut Danang, rute baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan perjalanan langsung (point-to-point), namun juga membawa dampak nyata bagi masyarakat . Rute dari Lombok dan Bima menuju Labuan Bajo memberikan konektivitas antarpulau yang mendukung geliat ekonomi, sosial, dan pariwisata kedua provinsi secara langsung.(bul)

Kemenhub: Penetapan Tarif Ojol 8-15 Persen Masih Kajian Mendalam

0
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan rencana penyesuaian tarif ojek online sebesar 8-15 persen masih dalam tahap kajian menyeluruh yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara komprehensif dan berimbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyatakan kebijakan tersebut belum menjadi keputusan final, karena proses regulasinya masih panjang dan membutuhkan kehati-hatian tinggi dari pemerintah.

“Mengenai pemberitaan kenaikan tarif ojek online 8-15 persen, ini masih dalam tahap kajian mendalam. Artinya, ini belum berupa keputusan final, prosesnya masih banyak, masih panjang,” kata Aan ditemui di Jakarta, Rabu.

Menurut Aan, penentuan tarif tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, melainkan harus mencakup berbagai aspek yang memastikan keadilan dan keberlanjutan bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem digital.

Kajian yang dilakukan juga mencakup struktur pembagian pendapatan antara aplikator dan mitra pengemudi, serta usulan pembatasan potongan maksimal sebesar 10 persen yang menjadi tuntutan para mitra.

Untuk menjamin objektivitas data, Aan menyebutkan kajian diserahkan kepada lembaga independen, bukan lembaga internal, agar hasilnya dapat dipercaya dan mencerminkan kondisi lapangan secara nyata.

Selanjutnya, hasil kajian tersebut akan dikonsultasikan kepada pakar, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan seperti aplikator, mitra pengemudi, pelaku UMKM, hingga konsumen.

Kemenhub juga menegaskan proses penyusunan regulasi bukanlah lambat, melainkan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat dampaknya terhadap jutaan pelaku usaha dan pengguna layanan digital.

Aan memastikan keputusan akhir akan berorientasi pada keadilan bagi semua pihak, termasuk kesejahteraan mitra pengemudi dan keberlangsungan usaha kecil menengah di sektor digital transportasi.

Kemenhub menekankan pendekatan multipemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi tarif ojol, demi menghasilkan kebijakan yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku di industri transportasi daring.

“Jadi, pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan multistakeholder, ini sangat penting. Untuk memastikan bahwa regulasi ini dihasilkan tidak hanya untuk menguntungkan satu pihak saja atau satu kelompok saja, tapi memberikan keadilan untuk semua,” kata Aan. (ant)

Mendes PDT: Kopdes Merah Putih dapat Dikembangkan Sesuai Potensi Desa

0
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, Bersama Pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih(ekbisntb.com/ant)

Serang (ekbisntb.com) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyampaikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat dikembangkan sesuai dengan potensi desa masing-masing.

“Koperasi Desa Merah Putih boleh dikembangkan sesuai dengan potensi desanya masing-masing sebagai usaha dari koperasi, tapi yang wajib nya juga harus tetap dijalankan,” kata Yandri saat kegiatan penyerahan akta pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang, Banten, Rabu.

Menurut dia, apapun yang menghasilkan uang maka diperbolehkan untuk dijalankan di Koperasi Desa. Sehingga Koperasi Desa ini dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Ia juga mengatakan bahwa masing-masing Koperasi Desa mulai bulan ini sudah bisa mengambil modal pinjaman dengan bunga rendah karena ada subsidi dari pemerintah.

“Bank Emok dan tengkulak akan dipangkas oleh Koperasi Desa sehingga hal ini perlu dipastikan oleh seluruh pengurus koperasi agar ini benar-benar bisa dijalankan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengapresiasi seluruh desa di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang telah membentuk dan merampungkan akta pendirian Koperasi Desa Merah Putih.

“Jadi kami optimis kemiskinan di Kabupaten Serang yang terjadi di desa-desa itu akan kita urai dan sesuai dengan Asta Cita kedua bapak presiden yakni pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan itu akan tercapai,” katanya.

Ia berharap desa-desa di Kabupaten Serang dapat menjadi pelaku utama mewujudkan ketahanan pangan di desa melalui Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk. (ant)