Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 24

Stok Pupuk hingga Usai Lebaran, Pemprov NTB Masih Yakin Target Produksi Pangan

0
Hj. Eva Dewiyani.(Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB memastikan ketersediaan pupuk bagi petani masih aman meskipun situasi global tengah diliputi perang Timur Tengah. Stok pupuk bahkan dipastikan cukup hingga setelah Idul Fitri 1447H/2026 ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani di Mataram, Senin, 9 Maret 2026 mengatakan hasil koordinasi dengan pihak produsen pupuk menunjukkan pasokan masih stabil hingga tingkat pengecer.

“Alhamdulillah kondisi stok pupuk sampai di tingkat pengecer masih aman. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak produsen, ketersediaan pupuk dipastikan cukup hingga setelah Lebaran,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi global saat ini belum memberikan dampak terhadap ketersediaan bahan baku pupuk di tingkat produsen. Dengan demikian, distribusi pupuk kepada petani di daerah masih berjalan normal.

“Untuk bahan baku di lini satu atau produsen juga belum terdampak oleh kondisi global saat ini,” jelasnya.

Selain ketersediaan yang masih aman, harga pupuk bersubsidi di NTB juga tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Adapun HET pupuk bersubsidi saat ini yakni pupuk urea sebesar Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp1.840 per kilogram, NPK formula khusus Rp2.640 per kilogram, pupuk organik Rp640 per kilogram, dan pupuk ZA Rp1.360 per kilogram.

Eva menegaskan stabilnya pasokan pupuk menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan musim tanam di NTB, terutama pada periode saat ini ketika kebutuhan pupuk petani cukup tinggi.

Dengan kondisi stok dan harga yang stabil, ia optimistis program tanam dan target produksi pangan di NTB pada tahun ini dapat berjalan sesuai rencana.
“Insya Allah dengan ketersediaan pupuk yang aman, target tanam dan produksi pangan kita tetap bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagaimana dipaparkan, Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB juga telah menetapkan target produksi untuk 2026. Target tersebut antara lain padi 1.465.128 ton, jagung 1.659.781 ton, dan kedelai 8.842 ton.

Di sektor hortikultura, target produksi 2026 di antaranya cabai 112.542 ton, bawang merah 163.131 ton, serta pisang 89.503 ton.

Sedangkan untuk perkebunan, target produksi antara lain kopi 6.494 ton, kakao 2.632 ton, kelapa 50.058 ton, dan tembakau 48.861 ton. (bul)

Nunggak Pajak, SPPT Wajib Pajak Terancam Dibekukan

0
Ahmad Amrin (Suara NTB/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, mengusulkan membekukan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) wajib pajak. Pembekuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang tidak pernah membayar pajak selama lima tahun.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menjelaskan, target pendapatan asli daerah dari pajak bumi dan bangunan mencapai Rp30 miliar. Padahal realisasi yang tercapai dari tahun sebelumnya senilai Rp29 miliar. Akan tetapi, pihaknya tetap mengupayakan untuk memenuhi target tersebut. “Kita terus dorong supaya kenaikan Rp1 miliar tercapai,” terang Amrin dikonfirmasi pada, Senin (9/3/2026).

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya melakukan pembaharuan data di wilayah Sekarbela, sehingga menutupi penambahan target Rp1 miliar. Amrin menegaskan, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2026, akan diusulkan untuk dibekukan.

Pembekuan SPPT ini diprioritaskan bagi wajib pajak yang tidak membayar selama lima tahun.

Salah satu pertimbangannya adalah jumlah piutang PBB yang belum tertagih meningkat dari Rp36 miliar di tahun 2025, menjadi Rp41 miliar di tahun 2026. “Kita usulkan pembekuaan SPPT karena piutang kita sudah tidak terkendali,” terangnya.

Amrin tidak menyebutkan secara detail jumlah SPPT yang dibekukan maupun jumlah tunggakannya. Pihaknya berharap pembekuan ini sebagai langkah untuk pengendalian piutang.

Pemkot Mataram lanjut Amrin, memberikan ruang bagi wajib pajak untuk penghapusan denda. Akan tetapi, kesempatan itu tidak dimanfaatkan oleh wajib pajak. “Jadi itu murni tidak dimanfaatkan sama sekali sejak tahun 2020-2025 tidak diurus objek pajaknya,” sesalnya.

Pembekuan SPPT wajib pajak dinilai sebagai terapi kejut bagi masyarakat. Artinya, mereka tidak bisa melengkapi persyaratan administrasi apabila ingin mendapatkan pelayanan di Kota Mataram. Syarat administrasi untuk mendapatkan layanan di kelurahan, kecamatan maupun syarat masuk sekolah harus melampirkan bukti lunas pembayaran PBB. “Jadi mereka akan kesulitan sendiri. Kita kasih shock therapy,” tegasnya.

Perihal pencetakan SPPT tahun 2026 kata dia, akan dilaksanakan selesai idulfitri atau bulan April. Selanjutnya, SPPT akan didistribusikan ke kelurahan untuk dibagikan ke masyarakat. (cem)

Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, NTB Ekspor Perdana Tas Ketak ke Prancis

0
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Ariyanti Dwiyani ikut melepas ekspor ketak ke Prancis. (suarantb.com/bul)

Praya (ekbisntb.com) – Produk kerajinan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menembus pasar internasional. Koperasi Muara Kreatif Lombok (MKL) melepas ekspor perdana tas ketak ke Prancis dengan total pengiriman sebanyak 11.030 unit senilai sekitar Rp700 juta.

Pelepasan ekspor dilakukan pada Jumat, 6 Maret 2026 di halaman kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah. Ditengah situasi yang masih memanas di Timur Tengah. Pelepasan ekspor dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, serta Bappeda Lombok Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Dr. Ariyanti Dwiyani mengatakan, ekspor ini menjadi bukti produk kerajinan daerah mampu bersaing di pasar global.

Dijelaskannya, pesanan ketak berasal dari perusahaan Helvetica Trading Swiss SA yang memasarkan produk tersebut ke pasar Eropa, khususnya Prancis. Untuk memenuhi pesanan tersebut, Koperasi Muara Kreatif Lombok menggandeng sejumlah pelaku UMKM anggota seperti Viola Handycraft, Rabina Handycraft, dan Nusa Anyam.

“Total yang dikirim sebanyak 11.030 unit tas ketak dengan nilai sekitar Rp700 juta. Ini menjadi langkah penting bagi produk kerajinan Lombok Tengah, atau NTB pada umumnya untuk memperluas pasar internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses ekspor ini tidak terjadi secara instan. Pendampingan terhadap koperasi dan pelaku UMKM juga telah dilakukan hampir satu tahun oleh tim Disperindag NTB agar produk memenuhi standar ekspor, baik dari sisi kualitas, kapasitas produksi, maupun administrasi perdagangan internasional.

Keberhasilan ekspor ini juga dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan luar negeri NTB di tengah dinamika geopolitik global. Ariyanti menyebut konflik di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak langsung terhadap pengiriman produk ini karena pasar tujuan berada di kawasan Eropa.

“Ini sekaligus menjawab tantangan ekspor di tengah situasi geopolitik global. Permintaan dari pasar Eropa masih cukup baik,” katanya.

Pemerintah daerah berharap ekspor produk kerajinan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekspor NTB. Selain produk kerajinan ketak, Disperindag NTB juga tengah menyiapkan komoditas lain untuk pasar ekspor, salah satunya kemiri. Dengan keberhasilan ini, pemerintah optimistis semakin banyak produk UMKM NTB yang mampu menembus pasar internasional dan berkontribusi terhadap peningkatan neraca perdagangan daerah. (bul)

Modus Penipuan Berkembang, dari Manipulasi Wajah hingga Pemesanan Hotel

0
Rudi Sulistyo (suarantb.com/dok)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penipuan berbasis digital atau scam di Indonesia masih terus meningkat dengan modus yang semakin beragam.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo mengungkapkan beberapa modus baru, diantaranya yang juga marak adalah penipuan dengan mengaku sebagai pihak lain, termasuk menggunakan teknologi manipulasi wajah atau identitas di media sosial.

“Sekarang semakin canggih, ada yang menggunakan teknologi untuk mengganti wajah, seolah-olah tokoh tertentu yang meminta transfer uang. Kayak di NTT misalnya, wajah pendeta digunakan untuk mengelabui calon korbannya,” jelasnya.

Salah satu modus terbaru adalah penipuan yang memanfaatkan informasi reservasi hotel. Pelaku mengaku sebagai pihak hotel dan meminta korban melakukan pembayaran atau transfer sebelum kedatangan.

“Ada juga yang memanipulasi informasi kontak di Google, sehingga ketika korban datang atau menghubungi nomor tersebut, ternyata bukan pihak resmi hotel. Padahal sudah transfer untuk boking hotel,” ujar Rudi.

Secara nasional terdapat sekitar 681 ribu rekening yang dilaporkan terlibat penipuan, dengan 127 ribu rekening di antaranya berhasil diblokir. Dengan demikian, tingkat keberhasilan pemblokiran (success rate) saat ini berada di kisaran 18 persen.

Menurut Rudi, tingkat keberhasilan pemblokiran tersebut cenderung menurun karena banyak korban yang terlambat melaporkan kejadian penipuan.

“Karena kebanyakan laporan tidak langsung disampaikan saat kejadian. Biasanya sudah lebih dari satu hari. Akibatnya, pelaku sudah memindahkan dana ke rekening lain,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, laporan penipuan dapat masuk melalui dua jalur, yakni langsung ke IASC atau melalui Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) seperti bank dan lembaga keuangan lainnya. Hingga saat ini, total laporan yang masuk mencapai 411 ribu laporan, dengan rincian 192 ribu laporan langsung ke IASC dan 218 ribu laporan melalui PUJK.

Rudi menyebutkan bahwa modus penipuan yang digunakan pelaku terus berkembang mengikuti tren teknologi dan perilaku masyarakat. Dari data yang dihimpun, modus jual beli online masih menjadi yang paling banyak terjadi.

Tercatat 71 ribu kasus penipuan dengan modus jual beli online, dengan total kerugian mencapai Rp1,2 triliun dan rata-rata kerugian sekitar Rp17,2 juta per korban.

Sementara jenis penipuan dengan manipulasi wajah,  tercatat mencapai 44 ribu laporan dengan total kerugian sekitar Rp1,6 triliun, dengan rata-rata kerugian mencapai Rp38 juta per korban.

Selain itu, muncul pula modus baru seperti love scam, yaitu penipuan yang memanfaatkan hubungan asmara atau perkenalan di media sosial untuk meminta transfer uang dari korban.

Secara geografis, laporan penipuan terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat, dengan kontribusi sekitar 20 persen dari total laporan nasional, disusul Jawa Timur sebesar 18 persen. Di NTB sendiri, jumlah laporan masih relatif kecil dibandingkan daerah lain. Hingga saat ini tercatat sekitar 3 ribu laporan atau sekitar 0,7 persen dari total nasional.

“Ini bisa dibilang blessing in disguise. Angka kita masih di bawah satu persen dibandingkan nasional,” kata Rudi.

Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena kasus penipuan tetap terjadi di wilayah NTB. Pola penipuan tidak jauh berbeda dengan tren nasional. Modus yang paling sering terjadi adalah penipuan jual beli online, diikuti fake call atau panggilan palsu.

Berdasarkan data OJK, Kota Mataram menjadi wilayah dengan jumlah laporan tertinggi di NTB dengan total kerugian sekitar Rp10,3 miliar. Namun dari sisi nilai kerugian terbesar tercatat di Lombok Timur, dengan kerugian mencapai Rp14,3 miliar dari 492 laporan.

Secara keseluruhan, di NTB terdapat 3.046 laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp46 miliar.

Sebagai langkah pencegahan, OJK NTB terus meningkatkan program literasi dan edukasi kepada masyarakat. Sepanjang tahun 2025, OJK NTB telah melaksanakan 74 kegiatan edukasi keuangan di 10 kabupaten/kota, dengan total 17.421 peserta.

Selain itu, OJK juga membentuk Duta Literasi Keuangan di setiap daerah yang melibatkan berbagai lembaga jasa keuangan untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Rudi berharap melalui edukasi yang masif dan peningkatan kewaspadaan masyarakat, kasus penipuan keuangan dapat ditekan di masa mendatang.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk segera melaporkan jika menjadi korban penipuan, agar peluang pemblokiran rekening pelaku bisa lebih cepat dilakukan,” ujar Rudi. (bul)

Bupati Lobar Berhasil Lobi Pembangunan Pasar Modern Gerung

0
Kondisi Pasar Gerung semrawut, pasar ini bakal dibangun menjadi pasar modern. (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pembangunan pasar modern Gerung Lombok Barat (Lobar) mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pedagangan RI. Kepastian ini diperoleh dari hasil lobi langsung yang dilakukan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) ke kementerian terkait. Saat ini, sebagai kesiapan Pemkab melelang dokumen perencanaan teknis rinci atau Detail Engineering Design (DED) dan relokasi pedagang pasar tersebut.

Untuk pembangunan pasar modern ini diusulkan anggaran sebesar Rp221 miliar lebih. Selain pasar modern, Bupati juga membidik dua Kampung Nelayan Merah Putih senilai puluhan miliar. Bupati yang dikonfirmasi Jumat (6/3/2026), mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan tender DED perencanaan pembangunan Pasar Modern Gerung.

“Pasar modern itu sudah keluar rekomendasi teknisnya dari Kementerian Perdagangan, tinggal dibangun saja. Begitu jadi DED-nya, serahkan ke PU untuk pembangunannya,” kata LAZ.

LAZ pun menunjukkan surat rekomendasikan dari Kementerian Perdagangan RI yang telah diterimanya. Dalam surat yang ditujukan ke Kementerian PU itu sekilas dibacakan Bupati, perihal persetujuan pembangunan Pasar Gerung yang mengalami kerusakan dan sesuai SNI.

Surat rekomendasi itu dikeluarkan pada akhir Januari lalu, artinya kata LAZ, rekomendasi teknis telah selesai. Tugasnya untuk mengusulkan hingga memastikan pembangunan pun sudah selesai, tinggal selanjutnya dibangun. “Bagi saya yang penting sudah dapat (pembangunan pasar modern), urusan kapan mulai pembangunan itu di pusat,” tegasnya.

Pihaknya menargetkan pembangunan pasar dilaksanakan tahun ini. Sebab kesiapan Pemda dari sisi perencanaan DED sudah berproses, begitu pula tender sewa lahan untuk relokasi pegang. Selain pasar modern ini, pihaknya mengusulkan beberapa pasar yakni Gunungsari, Narmada, Sedau, dan Keru untuk penanganan melalui Inpres.

Pihaknya juga menargetkan dua titik Kampung Nelayan Merah Putih dapat terbangun. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu proses lanjutan dari Pemerintah Pusat, sembari memastikan semua persyaratan administrasi terpenuhi.

“InsyaAllah ada dua titik di Lombok Barat. Yang penting desa pesisir itu memiliki lahan minimal setengah hektare untuk kita usulkan,” ujar LAZ.

Ia menjelaskan, proses pengusulan program Kampung Nelayan Merah Putih melalui sistem daring yang terintegrasi dengan kementerian terkait. Karena itu, pemerintah daerah meminta desa-desa pesisir yang memiliki lahan mencukupi untuk segera memasukkan usulan ke dalam sistem tersebut. “Usulannya memang melalui sistem online. Jadi desa pesisir yang punya lahan langsung kita minta masukkan ke sistem,” katanya.

LAZ menegaskan, pemerintah daerah hanya menyiapkan berbagai persyaratan dan dokumen pendukung. Sementara itu, keputusan akhir terkait pembangunan berada di tangan pemerintah pusat. “Kita sebatas menyiapkan proses dan persyaratan. Yang menentukan nanti dari pusat,” jelasnya.

Sebagai informasi, nilai anggaran pembangunan satu Kampung Nelayan Merah Putih diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar. Anggaran tersebut untuk membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Seperti cold storage, bengkel nelayan, tempat pengolahan ikan, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. (her)

Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran, Polda NTB Tinjau Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

0
Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan pengamanan di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Polda NTB meninjau kesiapan personel jajaran dalam pengamanan arus mudik Lebaran di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat. Kedua pelabuhan tersebut menjadi jalur utama penyeberangan laut bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dari dan menuju Pulau Lombok.

Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan pengamanan di kedua pelabuhan itu pada Sabtu (7/3/2026).

“Peninjauan persiapan pengamanan arus mudik ini untuk memastikan kelancaran sekaligus keamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” kata Murbowo, Minggu (8/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, pihaknya mengecek sejumlah aspek penting. Mulai dari kesiapan personel pengamanan, fasilitas penunjang di pelabuhan, hingga potensi kendala yang mungkin muncul saat puncak arus mudik.

Menurutnya, pengecekan lapangan sangat penting dilakukan agar berbagai potensi hambatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi dapat segera disiapkan.

Selain meninjau kesiapan pengamanan, Polda NTB melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) juga melakukan pemeriksaan kesehatan lapangan terhadap personel yang bertugas di kedua pelabuhan tersebut.

Pemeriksaan tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan petugas tetap prima selama menjalankan pengamanan arus mudik.

Menurutnya, kondisi kesehatan personel sangat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan, terutama saat intensitas aktivitas masyarakat meningkat menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri.

“Semoga personel yang bertugas tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Sehingga pengamanan arus mudik di kedua pelabuhan tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar,” tandasnya. (mit)

Pemprov NTB Akui Anggaran Infrastruktur Terbatas

0
Kondisi jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Lombok Tengah. Pemprov NTB mengakui jika anggaran pembangunan infrastruktur terbatas. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan sebanyak 31 titik ruas jalan di Provinsi NTB mengalami kerusakan. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan survei selama kurang lebih tiga bulan. Ia menemukan, rata-rata kerusakan disebabkan oleh bencana alam hidrometeorologi.

Banyaknya ruas jalan yang rusak di NTB ini menjadi perhatian, pasalnya anggaran untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur nihil. Hanya 5,4 persen dari Rp5,6 triliun APBD NTB tahun 2026. Persentase itu jauh lebih kecil dibandingkan ketentuan anggaran infrastruktur yang seharusnya minimal 40 persen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Iqbal mengaku, pihaknya memberikan perhatian terhadap jalan-jalan NTB yang mengalami kerusakan. Khususnya jalan strategis yang akan dilalui untuk logistik dan pariwisata. Namun, dalam praktiknya pembangunan atau perbaikan jalan menggunakan aspal dinilai sudah tidak efektif, hal ini menyusul rusaknya jalan NTB disebabkan oleh bencana alam.

“Sehingga kita sekarang fokus berpikir bagaimana menemukan teknologi baru yang lebih murah. Mudah-mudahan dalam sebulan-dua bulan ini kita bisa sampai kepada konklusi, kira-kira teknologi baru yang lebih murah,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Sementara, dengan minimnya anggaran untuk perbaikan infrastruktur, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Baihaqi membenarkan alokasi belanja modal di NTB sangat minim. Hal ini disebabkan kondisi fiskal yang juga melemah, hanya Rp5,6 triliun.

Kendati demikian, ia percaya pembangunan di daerah tidak turut terganjal. Ia mencontohkan, sejak tahun lalu NTB tidak lagi menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, namun revitalisasi beberapa bangunan sekolah tetap dilakukan karena langsung dikerjakan oleh pusat.

“Selama ini kan lewat DAK, nyantol di APBD. Nah mulai 2025 kemarin sudah tidak lagi lewat DAK. Tetapi pembangunannya ada di daerah kita,” ujarnya.

Pun belanja untuk pembangunan infrastruktur, sambungnya tidak hanya dialokasikan di anggaran infrastruktur. Tetapi ada juga di belanja barang dan jasa. Selain itu, anggaran juga dititipkan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti halnya di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk pembangunan irigasi pertanian, di Dinas PUPR-Perkim, dan beberapa dinas teknis lainnya.

“Contoh kayak pembangunan jalan lingkungan segala macam, secara fisik jadi infrastruktur kan. Tapi karena tergantung pada komponen akun belanjanya saja. Dia tidak masuk dalam komponen belanja infrastruktur. Cuma secara riil untuk fisiknya dari belanja itu,“ jelasnya.

Adapun dengan rendahnya belanja modal di NTB hingga jauh di bawah rata-rata nasional, Baihaqi menilai kondisi ini tidak akan menyebabkan terjadinya ketimpangan di daerah. Pembangunan, katanya masih bisa dilakukan, hanya saja akun untuk belanja infrastruktur tidak ditempatkan pada belanja modal dan belanja infrastruktur.

“Karena memang orang hanya melihat pembangunan di komponen modal saja. Lagi, komponen belanja juga ada alokasi belanja infrastruktur. Pasti kok ada pembangunan,” pungkasnya. (era)

Tangani Masalah Sosial dan Kemiskinan, NTB dan Kemensos Perkuat Sinergi 

0
Tangani Masalah Sosial dan Kemiskinan, NTB dan Kemensos Perkuat Sinergi
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Diskominfotik NTB H. Ahsanul Khalik bertemu dengan Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (9/3/2026). (suarantb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemprov NTB dan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) memperkuat sinergi percepatan penanganan kemiskinan dan berbagai persoalan sosial.

Dalam pertemuan antara Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (9/3/2026), Kementerian Sosial bahkan menyatakan antusiasmenya menjadikan NTB sebagai salah satu percontohan nasional penanganan kemiskinan dan masalah sosial secara terpadu.

Gubernur NTB didampingi Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. H. Ahsanul Khalik dan Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti. Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Supono, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, serta Direktur Pemberdayaan Masyarakat Adrianus Alla.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sosial memaparkan berbagai pembenahan mendasar yang sedang dilakukan Kementerian Sosial, terutama dalam penataan sistem data bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Gus Men – sapaan akrabnya, sistem data bantuan sosial kini diperkuat melalui mekanisme baru di mana pengelolaan dan validasi data diserahkan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai wali data nasional. Langkah ini dilakukan agar data penerima bantuan sosial benar-benar akurat dan tepat sasaran.

“Ini arahan langsung Bapak Presiden agar data bantuan sosial benar-benar valid. Jangan sampai masyarakat yang berhak justru tidak menerima bantuan,” ujar Gus Men.

Selain pembenahan data sosial, Menteri Sosial juga menjelaskan program Sekolah Rakyat, yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama yang berasal dari Desil 1 dalam basis data sosial nasional. Proses seleksi dilakukan secara ketat berbasis data kemiskinan yang telah tervalidasi. Seluruh kebutuhan siswa mulai dari pendidikan, asrama, pakaian, makan hingga layanan kesehatan sepenuhnya ditanggung oleh negara.

Selain pendidikan formal, para siswa juga dibekali pembinaan karakter dan keterampilan agar siap melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Bagi siswa berprestasi, pemerintah akan menyiapkan jalur beasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Men juga menyampaikan program pembangunan Kampung Nelayan, yang telah mulai dilaksanakan di Kabupaten Indramayu bagi sekitar 100 kepala keluarga nelayan.

Menanggapi paparan tersebut, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa kunjungannya selain untuk bersilaturahmi juga untuk mengundang Menteri Sosial menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal juga memaparkan tiga prioritas utama pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem menjadi perhatian utama karena NTB masih termasuk dalam 12 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

“Saat ini NTB masih memiliki sekitar 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem, dengan jumlah hampir 114 ribu kepala keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem,” jelas Miq Iqbal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menjalankan program Desa Berdaya yang difokuskan pada desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Melalui program ini, setiap tahun sekitar 40 desa mendapatkan pendampingan khusus untuk memastikan program penanganan kemiskinan berjalan secara terarah dan berbasis data yang akurat. Pendamping melakukan verifikasi dan validasi kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Gubernur menjelaskan pendekatan pengentasan kemiskinan di NTB dilakukan melalui orkestrasi berbagai sumber daya pembangunan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, perguruan tinggi, hingga sektor swasta melalui program CSR. Intervensi dalam program Desa Berdaya dilakukan pada dua level, yaitu level keluarga dan level desa.

Pada level keluarga, setiap kepala keluarga miskin ekstrem mendapatkan dukungan sekitar Rp7 juta untuk mengembangkan usaha produktif sebagai sumber penghidupan, seperti peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, atau pengembangan greenhouse yang dapat menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi program makan bergizi gratis.

Sementara pada level desa, dialokasikan sekitar Rp 500 juta untuk mengatasi hambatan struktural yang selama ini menghambat masyarakat keluar dari kemiskinan, seperti pembangunan jalan tani, perbaikan rumah tidak layak huni, maupun penyediaan infrastruktur dasar lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB juga menyampaikan harapan agar masyarakat yang sedang mendapatkan intervensi program pemberdayaan tidak langsung dikeluarkan dari program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Idealnya mereka tetap mendapatkan bantuan sosial setidaknya selama satu tahun masa intervensi, agar memiliki waktu untuk benar-benar mandiri secara ekonomi sebelum keluar dari kelompok miskin,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong penguatan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di desa sebagai tempat layanan pengaduan sosial masyarakat yang terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah.

Menanggapi paparan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menyambut baik pendekatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB. Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk hadir dalam Musrenbang Provinsi NTB Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Sosial juga akan melaksanakan bhakti sosial operasi katarak bagi 500 warga NTB, dengan alokasi sekitar 350 pasien di Pulau Lombok dan 150 pasien di Pulau Sumbawa.

Selain itu, Kemensos juga menyatakan kesiapan membantu pembangunan dua lokasi Kampung Nelayan di NTB. Setiap lokasi akan dibangun di atas lahan sekitar 1 hektare, dengan konsep permukiman nelayan terpadu yang terdiri dari sekitar 100 unit rumah lengkap dengan fasilitas sosial, tempat ibadah, serta ruang bermain anak.

Program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Baznas dan dukungan CSR sektor swasta, sehingga masyarakat nelayan yang selama ini rentan terdampak banjir rob maupun abrasi dapat direlokasi ke permukiman yang lebih layak dan aman.

“Untuk NTB saya sangat antusias. Saya ingin NTB menjadi percontohan dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial secara terpadu,” ujar Gus Men.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Miq Iqbal menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi NTB untuk bersinergi dengan Kementerian Sosial dalam menjalankan berbagai program penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial.

“Apapun program Kementerian Sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, NTB siap menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.

Pertemuan ini menandai penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem serta membangun sistem perlindungan sosial yang lebih terintegrasi di Nusa Tenggara Barat. (r)

Terangi Ramadan dengan Aksi Nyata, YBM PLN UIP Nusra hadirkan program bertajuk “Cahaya Berkah Ramadhan 1447 H”

0
Terangi Ramadan dengan Aksi Nyata, YBM PLN UIP Nusra hadirkan program bertajuk "Cahaya Berkah Ramadhan 1447 H
Terangi Ramadan dengan Aksi Nyata, YBM PLN UIP Nusra hadirkan program bertajuk "Cahaya Berkah Ramadhan 1447 H

Mataram (ekbisntb.com) – Dalam semangat berbagi dan memperkuat nilai kepedulian di bulan suci Ramadan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali menghadirkan program bertajuk “Cahaya Berkah Ramadhan 1447 H.” Program ini menjadi wujud komitmen PLN dalam menebar manfaat bagi masyarakat melalui berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.

Melalui program ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra mewakafkan sebanyak 40 Al-Qur’an yang didistribusikan ke sejumlah masjid di wilayah kerja PLN UIP Nusra, khususnya di Kota Mataram.

Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ibadah masyarakat selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi para penerima.

Tak hanya itu, program “Cahaya Berkah Ramadan 1447 H” juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial lainnya yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional PLN.

Dalam rangkaian program tersebut, PT PLN (Persero) UIP Nusra menyalurkan 500 bingkisan Ramadan kepada anak yatim dan kaum duafa di sekitar wilayah kerja perusahaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, PLN juga menyerahkan bantuan kepada marbot masjid dan guru ngaji dengan total 110 penerima manfaat, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan serta pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, PT PLN (Persero) UIP Nusra turut memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat serta memperkuat ketahanan usaha masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada nilai kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat empati dan solidaritas. Melalui program Cahaya Berkah Ramadan 1447 H, kami ingin memastikan kehadiran PLN dapat dirasakan tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui sentuhan sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan PLN di tengah masyarakat harus berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tumbuh di lingkungan sekitar.

“Semoga wakaf Al-Qur’an dan berbagai bantuan yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta semakin mempererat hubungan harmonis antara PLN dan masyarakat,” tambahnya.(bul)

ITDC Hadirkan TGB, Ceramah Saat Tabligh Akbar Berkah Ramadan Mandalika 2026

0

Lombok Tengah (ekbisntb.com) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menggelar Tabligh Akbar sebagai rangkaian Berkah Ramadan Mandalika 2026 dengan menghadirkan ulama nasional Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Bilad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada Jumat, (6/3) menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mempererat hubungan harmonis antara pengelola kawasan dengan masyarakat di sekitar KEK Mandalika.

PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Tabligh Akbar dan rangkaian Safari Masjid menjadi upaya ITDC untuk terus menjaga kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat di desa-desa penyangga kawasan. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan pengelola kawasan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah untuk mendengar secara langsung aspirasi masyarakat.
“Melalui Tabligh Akbar yang menjadi rangkaian Berkah Ramadan Mandalika 2026, kami ingin terus menjaga kedekatan dengan masyarakat serta tokoh agama serta masyarakat di sekitar KEK Mandalika. Kehadiran TGB dalam Tabligh Akbar diharapkan dapat memberikan tausiyah yang menyejukkan sekaligus memperkuat pesan damai dan kebersamaan di bulan suci Ramadan,” ujar Agus.

Selain Tabligh Akbar, ITDC juga melaksanakan kegiatan Safari Masjid di sejumlah desa penyangga KEK Mandalika pada Kamis (5/3) hingga Jumat (6/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan upaya memperkuat hubungan yang harmonis antara pengelola kawasan dengan masyarakat dan tokoh agama di sekitar KEK Mandalika.

Dalam rangkaian Safari Masjid tersebut, ITDC mengunjungi sejumlah masjid di desa penyangga kawasan, diantaranya Masjid Labaik Lambeng di Dusun Lambeng, Desa Sukadana; Masjid Nurul Huda di Dusun Peluk, Desa Rembitan; Masjid Baburrahmah di Dusun Sebute, Desa Pengengat; Masjid Nurul Ikhsan di Dusun Seko, Desa Sengkol; Masjid Tambihul Ghafilin di Desa Kuta; Masjid Raudhatul Jannah Bungawa di Desa Prabu; serta Masjid Al Amin di Dusun Montong Gerantung, Desa Mertak.

Agus menambahkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan rencana pelaksanaan salat tarawih bersama sebagai bentuk kebersamaan antara jajaran manajemen ITDC, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyambut dan memaknai bulan suci Ramadan.

Selain kegiatan keagamaan, ITDC juga melakukan rangkaian program Berkah Ramadan Mandalika 2026 melalui kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan mulai minggu kedua bulan Maret 2026 di beberapa titik KEK Mandalika. Program ini diharapkan dapat menjadi momentum berbagi keberkahan sekaligus mempererat hubungan antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar.

“Melalui berbagai kegiatan dalam rangkaian Berkah Ramadan Mandalika 2026, ITDC berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat hubungan harmonis antara pengelola kawasan, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya, sekaligus menghadirkan dampak sosial yang positif bagi KEK Mandalika,” tutup Agus.(bul)