Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 237

Pertamina Hadirkan Klinik Kesehatan Asy-Syifa Qomarul Huda untuk Mendukung Pariwisata NTB

0
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pertamina (Persero) terus menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar Sosial, salah satunya diwujudkan dalam pembangunan Klinik Kesehatan Asy-Syifa Qomarul Huda di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di tengah naik daunnya pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, lebih dari 1,2 juta wisatawan domestik maupun mancanegara hilir mudik menuju Lombok untuk menikmati keindahan alamnya. Hal ini meningkatkan kebutuhan fasilitas kesehatan untuk masyarakat lokal serta wisatawan sebagai penunjang kawasan wisata agar lebih optimal.

Pertamina bergandeng tangan dengan masyarakat dan Pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan sesuai dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI nomor 4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Program TJSL tersebut diresmikan langsung oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, dan Muhamad Iqbal dari Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Selasa, 8 Juli 2025. Turut hadir jajaran Dewan Komisaris Pertamina serta jajaran Pemerintah Daerah NTB.

Komisaris Utama PT Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan dalam sambutannya menyampaikan, akses terhadap layanan kesehatan yang baik adalah hak semua warga negara, terutama untuk wilayah-wilayah yang membutuhkan akses kesehatan yang merata.

“Klinik ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas, tidak hanya secara fisik melalui pelayanan medis, tetapi juga secara sosial dan spiritual bagi masyarakat sekitar. Pertamina berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan, di antaranya dengan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Utama Klinik Asy-Syifa Qamarul Huda, DR. H. Menap, M.Kes, menyampaikan, klinik ini merupakan salah satu fasilitas yang terlengkap di Lombok. Berbagai fasilitas tersedia dengan lengkap di Klinik ini, di antaranya Ruang IGD, Ruang Tindakan Umum, Ruang Pemeriksaan Dokter Umum dan Spesialis, Ruang Apotek, Laboratorium, Ruang Rekam Medik, Ruang Laktasi, Ruang Rawat Inap, hingga Ruang Poli Khitan.

Menap menambahkan tenaga dokter yang mumpuni asli putra daerah Lombok juga akan menangani para pasien di Klinik ini. Terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Klinik Asy-Syifa juga menjadi lokasi rujukan bagi Karyawan Pertamina Group di wilayah NTB.

Klinik Asy-Syifa juga sudah terdaftar di BPJS, sehingga dapat membantu masyarakat Pulau Lombok untuk bisa berobat dengan biaya rendah dengan fasilitas medis yang lengkap.

Melalui fasilitas kesehatan ini, diharapkan energi untuk masyarakat dan wisatawan khususnya di bidang kesehatan dapat dijangkau pekerja maupun penduduk lokal di wilayah NTB,” pungkas Fadjar.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian SDGs. Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.(bul)

HKTI NTB : Gulirkan 26 Dapur MBG di Lombok Utara

0
H. Willgo Zainar bersama Wabup KLU, HKTI berkominmen mewujudkan jumlah ideal Dapur MBG di Lombok Utara(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Utara. Ketua DPD HKTI NTB, H. Willgo Zainar, menyebut program ini merupakan terobosan strategis dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Willgo dalam kegiatan sosialisasi dan verifikasi persiapan MBG di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Senin, 8 Juli 2025. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., perwakilan Badan Gizi Nasional, dinas terkait, kepala desa, dan unsur HKTI.

“Melalui MBG, kita tidak hanya menyasar perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi petani. Ini adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Willgo.

Ia menjelaskan, HKTI bersama pemerintah pusat akan menggulirkan sebanyak 26 dapur makan bergizi di Lombok Utara, dan total 600 dapur MBG di seluruh NTB, yang ditargetkan mampu menjangkau hingga dua juta penerima manfaat. Program ini, kata Willgo, tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan upaya membangun ketahanan pangan dan kemandirian desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Kusmalahadi menyampaikan apresiasi kepada HKTI dan pemerintah pusat atas pelaksanaan program MBG di wilayahnya. Ia berharap program ini tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga mampu menambah pendapatan masyarakat, khususnya para petani.

“MBG ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah pusat kepada daerah. Kami mengajak masyarakat untuk mendukung penuh karena manfaatnya sangat luas, terutama dalam meningkatkan taraf hidup petani kita,” ujarnya.

Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Florencio Mario Vieira, menambahkan bahwa MBG adalah bagian dari strategi nasional perbaikan gizi masyarakat. Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terbaru, angka stunting di Lombok Utara masih mengalami kenaikan.

“Oleh karena itu, kami mendukung penuh HKTI dan Pemda dalam pelaksanaan MBG. Ini akan menjadi langkah konkret dan kolaboratif dalam mengatasi stunting, yang dampaknya bisa menyebar luas di seluruh Lombok Utara,” tegasnya.

Program MBG diharapkan mulai berjalan secara bertahap setelah proses sosialisasi dan verifikasi selesai. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan HKTI, Lombok Utara optimis bisa menurunkan angka stunting sekaligus membangun ketahanan pangan berbasis komunitas.(bul)

Lotim Luncurkan Tim Smart JKN untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

0
Bupati Lotim H. Haerul Warisin menandatangani kerja sama program Pesiar dengan BPJS Kesehatan, Selasa (8/7). (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) -Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin meluncurkan Tim Smart JKN, Selasa (8/7). Peluncuran ini bersamaan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Lotim dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Selong tentang Program Pesiar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani saat dikonfirmasi mengatakan Program Pesiar merupakan akronim dari Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi. Pesiar adalah program yang  bertujuan untuk meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat desa. Program ini berfokus pada pemetaan, penyisiran wilayah, advokasi, dan pendaftaran peserta JKN di desa-desa.

Menurut Elly, tantangan terbesar di Lotim adalah jumlah penduduk. Melalui program inovasi bersama Pemkab Lotim coba  mempastikan semua jadi peserta JKN aktif. Termasuk memastikan kualitas layanan juga baik. Selain itu, masyarakat tidak ada yang terdiskriminasi. ‘’Seluruh warga Lotim dapat layanan. BPJS pastikan kualitas layanan terus berkualitas,’’ terangnya.

UHC menjadi target besar kabupaten. Tapi kalau tidak didukung desa akan sulit bertambah. Melalui program Pesiar ini diharapkan bisa mewujudkan UHC, agar  program JKN berjalan optimal, tim SMART bergerak. Tim smart ini terdiri dari lintas OPD karena dikomandoii langsung  Sekda, sekretarisnya Dinas Kesehatan.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menegaskan perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan itu dilakukan sebagai bentuk upaya pemberian layanan terbaik kepada masyarakat.

Peserta JKN sekarang tidak perlu kartu. Sementara di semua faskes masih ditemukan ada tenaga medis yang meminta kartu peserta. Padahal sudah diingatkan berulang kali sekarang tidak butuh kartu berobat cukup pakai KTP.

Selanjutnya Bupati Lotim menegaskan telah berupaya langsung untuk mengaktifkan kembali 95 ribu dasi 7 juta peserta JKN secara nasional peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang sebelumnya dinonaktifkan. Dari jumlah itu ada 23 ribu peserta yang sudah dipastikan terhapus karena data meninggal dunia dan tidak lagi menjadi warga Lotim.

Dari keseluruhan peserta yang dinonaktifkan tersebut, Bupati menyebut ada sekitar 70 persen yang bisa diaktifkan kembali. Hal ini sebagai hasil lobi Bupati langsung ke Kementerian Sosial seraya  menunjukkan hasil verifikasi dan validasi data lapangan yang menunjukkan peserta tersebut  masih sangat layak menjadi peserta PBI APBN.

“Setelah kita tahu ada 95  ribu tak ditanggung oleh negara., saya  langsung menghadapi Kementerian dan siap akan dikembalikan datanya, pihak Kementerian Sosial menilai Lotim menjadi daerah paling cepat ke Kemensos dari seluruh Indonesia,” demikian tuturnya. (rus)

Bantu Dampak Banjir, ITDC Kerahkan Excavator Mini dan Dua Truk

0
Direktur Operasi PT ITDC Troy Reza Warokka menyerahkan bantuan berupa satu unit excavator mini dan dua unit dump truck pada Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Selasa, 8 Juli 2025. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – PT . Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) mendukung Pemprov NTB dan Pemkot Mataram dalam mengatasi dampak banjir di Kota Mataram. Bantuan yang diberikan dengan mengerahkan satu unit compact excavator dan dua unit dump truck oleh Direktur Operasi PT ITDC Troy Reza Warokka pada Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 8 Juli 2025.

Hadir juga Pelaksana Harian Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB Ir. H. Achmadi, SP-1.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengaku bantuan tersebut dinilai sangat tepat sasaran untuk mengatasi tantangan penanganan banjir, khususnya di wilayah padat permukiman.

Diakuinya saat malam turun ke Kekalik, Kecamatan Sekarbela, alat-alat yang dimiliki pemerintah tidak bisa masuk ke dalam gang-gang yang kecil itu. “Karena memang masalah ini terjadi di gang-gang kecil. Ada saluran air, got yang mampet karena banyak ditutupi oleh dak beton. Dan sudah saya bicarakan dengan masyarakat setempat, mereka berkenan, mereka bersedia dan setuju untuk dihancurkan. Dan untuk melakukan itu termasuk mengambil sedimentasi diperlukan alat yang sekelas womcat ini. Dan Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam tiba,” ujarnya senang.

Selain itu, ujarnya, bantuan dari ITDC merupakan wujud nyata dari kolaborasi dan solidaritas antara pemerintah dan dunia usaha. Gubernur juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan seluruh pihak, termasuk swasta dan BUMN/BUMD.

“Mudah-mudahan semangat kolaborasi dan semangat solidaritas ini jadi contoh buat perusahaan-perusahaan yang lain juga, baik swasta maupun BUMD, BUMN yang ada di sini. Pada akhirnya kita perlu bekerjasama dan menunjukkan solidaritas,” harapnya.

Gubernur juga mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan status darurat bencana provinsi sejak 7 Juli 2025. Dengan penetapan ini, ia berharap penanganan banjir di Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi bisa melibatkan seluruh kabupaten/kota di NTB.

Sementara itu, Direktur OperasiITDC, Troy Reza Warokka, menyatakan bantuan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi ITDC dalam merespons situasi darurat yang terjadi.

“Memberi bantuan itu sebisa mungkin harus sesuai dengan kemampuan, kapasitas, dan kompetensi daripada ITDC. Bukan sekadar memberikan bantuan, karena bagaimana bantuan ini bisa langsung bermanfaat untuk daerah yang terdampak banjir,” jelas Troy. (ham)

Kolaborasi Telkomsel dan UNIZAR: Bangun Personal Branding dan Siapkan Talenta Digital Masa Depan

0
Foto bersama usai penandatangan MoA dan Telkomsel Mengajar dengan Unizar(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Telkomsel memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Mataram.

Kerja sama ini resmi ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Telkomsel dan UNIZAR yang dilaksanakan di kampus UNIZAR, Mataram (4/7).

Penandatanganan ini menjadi langkah awal dari sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital dan pengembangan SDM unggul di Indonesia Timur.

Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan program Telkomsel Mengajar yang juga berlangsung pada hari yang sama, diikuti oleh ratusan mahasiswa.

Dalam kegiatan Telkomsel Mengajar, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai personal branding, keterampilan digital, dan persiapan karir di dunia kerja kepada mahasiswa, sebagai bagian dari kontribusi nyata Telkomsel dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengembangan talenta digital di tanah air.

Manager Mobile Consumer Branch Mataram, Gede Jadiarte  menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Telkomsel untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, Telkomsel ingin berperan lebih dari sekadar penyedia layanan digital. Kami hadir untuk menjadi mitra strategis dalam mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing secara global. ” ujar Gede Jadiarte.

Kerja sama strategis ini melibatkan empat program studi, yakni Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Ekonomi Pembangunan, dan Prodi Akuntansi. Keseluruhan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan industri, khususnya di era digital.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam, Muhamad Sayuti, SE., MM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa kerja sama seperti ini bukan hanya memperluas jaringan kemitraan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan penilaian akreditasi.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Di saat kami menghadapi proses akreditasi di setiap prodi yang ada di Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, acara seperti ini memiliki nilai tersendiri dan menjadi poin penting dalam penilaian,” ungkapnya.

Melalui inisiatif ini, Telkomsel dan UNIZAR berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan pendidikan tinggi berbasis teknologi, memperluas akses dan peluang, serta menciptakan generasi muda yang cakap secara digital dan siap menghadapi tantangan global. (bul)

Petani di Desa Sambik Bangkol Meninggal, BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan Rp42 Juta

0
Penyerahan santunan JKM kepada ahli waris Almarhum Haerudin merupakan seorang petani yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen BPU.(ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) –BPJS Ketenagakerjaan NTB menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris dari seorang petani yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Penyerahan santunan ini dilakukan secara simbolis oleh perwakilan karyawan BPJS Ketenagakerjaan NTB dan agen Perisai.

Almarhum Haerudin merupakan seorang petani yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen Bukan Penerima Upah (BPU), sehingga ahli waris mendapatkan haknya dari program JKM sebesar Rp42 juta. Ahli waris almarhum Haerudin, Suriah sangat bersyukur karena almarhum merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang telah diberikan.

“Saya mewakili keluarga almarhum mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan karena sudah diberikan santunan jaminan kematian. Memang ini tidak bisa menggantikan nyawa almarhum, tetapi ini sangat membantu sekali untuk keluarga yang ditinggalkan karena dapat dipergunakan untuk kelangsungan hidup” ujar Suriah.

Pada kesempatan lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB Nasrullah Umar mengatakan santunan yang diberikan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja yang mengalami risiko sosial.

Nasrul berharap seluruh pekerja dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Karena risikonya tidak kita harapkan, namun perlindungannya kita butuhkan.” jelas Nasrul.

Ia menambahkan, pemberi kerja atau badan usaha mulai dari perusahaan mikro hingga perusahaan besar yang bergerak di sektor konstruksi, jasa, perdagangan, pariwisata, distributor, UMKM, toko dan lain-lain memiliki kewajiban dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerjanya melalui program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, bagi pekerja mandiri seperti petani, pedagang, pemangku, nelayan, sopir, freelancer dan lain-lain juga dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk segmentasi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) dengan pembayaran iuran mulai dari Rp16.800 per bulan untuk 2 program, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). (bul/*)

Pemerintah Segera Salurkan Bapang bagi Masyarakat Miskin

0
H. Khaeruddin(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, memastikan akan segera menyalurkan Bantuan Pangan Cadangan Pemerintah (CBP) berupa beras 10 kilogram bagi 36.251 penerima bantuan yang ditargetkan tuntas akhir bulan mendatang.

“Penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga kondisi masyarakat terutama di bidang pangan untuk menekan terjadinya inflasi,” kata Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, H. Khaeruddin kepada Ekbis NTB, Selasa 8 Juli 2025.

Haji Her melanjutkan, dengan adanya bantuan ini diharapkan kondisi masyarakat tetap stabil terutama di bidang pangan. Ia juga meminta kepada semua pihak yang terkait dalam penyaluran Bapang harus tepat sasaran sesuai dengan data penerima.

“Penyaluran bantuan ini harus tepat sasaran, sehingga dampak dari inflasi bisa diminimalisir serta tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di lapangan,” ucapnya.

Haji Her berharap penyaluran Bapang CBP ini bisa mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan. Selain itu, bantuan itu juga dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gizi dan mengendalikan gejolak harga pangan.

“Penyaluran Bapang sebagai upaya memitigasi dampak bencana yang kiranya akan terjadi sehingga mampu menekan kerawanan pangan baik penduduk miskin maupun penduduk rentan miskin,” ujarnya.

Penerima Bantuan Pangan ditetapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat menteri / kepala lembaga. Di Sumbawa ditetapkan sebanyak 36. 251 PBP dengan jumlah bantuan sekitar 725 ton beras ke masyarakat.

“Penerima akan memperoleh bantuan pangan beras sejumlah 10 kilogram per Kepala Keluarga dan kami pastikan penerima bantuan tersebut sangat layak karena mengacu pada DTSEN,” tukasnya. (ils)

Perkuat Kerja Sama Pasar, Jawa Timur Bawa 80 Pengusaha dan Investor ke NTB

0
Silaturahmi Pemprov Jatim dan Pemprov NTB dalam misi penguatan pasar, Selasa, 7 Juli 2025 di Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa berencana memperkuat kerja sama sektor perdagangan dan investasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Terbukti, dirinya membawa sekitar 80 pengusaha dan investor asal Jawa Timur dalam upaya menjalin misi dagang dengan NTB.

Hal tersebut disampaikan saat acara gathering penguatan pasar antar daerah Jawa Timur dan NTB pada Selasa, 8 Juli 2025 di Mataram.

“Pertemuan misi dagang dan investasi yang tercatat dari Jatim ada 80 pengusaha dan calon investor. Di NTB 120 pengusaha, traders, dan buyers,” ujarnya, Selasa.

Khofifah menekankan, Jawa Timur dan NTB kini telah memiliki dua rute konektivitas laut melalui Long Distance Ferry (LDF) atau kapal jarak jauh yaitu jalur Ketapang – Lembar, Jangkar – Lembar. Adanya jalur laut ini semakin memudahkan NTB san Jawa Timur dalam melakukan proses perdagangan.

“Konektivitas antara NTB dan Jatim semakin nyambung. Makin mudah dan murah,” ujarnya dalam sambutannya.

Kelompok Usaha Bank (KUB) NTB yang memilih bekerja sama dengan KUB Jatim juga semakin mempererat hubungan dua provinsi yang dipisahkan oleh laut ini. Dengan begitu, dua wilayah ini diharapkan mampu menjalin kerja sama yang positif dan produktif, sehingga dapat memberikan dampak baik kepada daerah masing-masing.

“Silaturahim malam ini bisa mensilaturahimkan energi positif dan produktif. Kekuatan ini menjadi penguatan sisi ekonomi masing-masing. Bagaimana kemudian menarik investasi di Jatim dan NTB,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri mengatakan lebih dari 4 rubu warga asal Hati yang menetap secara permanen di NTB. Banyak dari mereka memegang peran penting di berbagai sektor yang ada di daerah ini. Termasuk telah memberikan kontribusi besar dalam proses pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, saudara-saudara kita dari Jatim telah menyatu dengan masyarakat NTB. Mereka menduduki berbagai posisi strategis, baik di birokrasi, legislatif, yudikatif maupun di institusi TNI/Polri. Bahkan banyak juga yang berkiprah di sektor swasta dan wirausaha,” ujarnya.

Mantan Bupati Bima dua periode ini menekankan, silaturahmi antara kedua provinsi ini tidak hanya bersifat kultural dan emosional, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi yang strategis.

Dirinya menyoroti pentingnya kolaborasi antara NTB dan Jatim dalam memperlancar distribusi produk unggulan daerah, membuka ruang investasi yang saling menguntungkan dan harapannya agar masyarakat NTB yang saat ini tinggal di Jatim mendapatkan perhatian dan cinta yang sama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“NTB dan Jatim hanya dipisahkan oleh Bali, maka sudah sepantasnya kita menjalin hubungan dagang yang lebih kuat, karena banyak komoditas NTB yang dikirim ke Jatim. Saya berharap proses distribusi bisa lebih efisien dan saya juga berharap masyarakat NTB yang tinggal di Jatim bisa merasa nyaman, diperhatikan serta dilibatkan dalam berbagai agenda pembangunan”, pungkasnya. (era)

Tangani Banjir, BTT Senilai Rp7 Miliar akan Dicairkan

0
H. Lalu Alwan Basri(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram segera mencairkan belanja tidak terduga senilai Rp7 miliar, untuk menangani banjir. Pemenuhan kebutuhan masyarakat serta perbaikan infrastruktur akan menjadi prioritas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H. Lalu Alwan Basri ditemui pada, Selasa 8 Juli 2025 menyebutkan, alokasi belanja tidak terduga yang disiapkan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025 senilai Rp7 miliar. Sebagian dana ini telah digunakan dan sisanya akan dipakai untuk operasional dalam rangka menanggulangan kebencanaan di Kota Mataram. “Kita akan gunakan dana ini untuk kedaruratan yang terjadi saat ini,” terangnya.

Penggunaan belanja tidak terduga memiliki syarat harus ada perubahan status kebencanaan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat berdasarkan surat keputusan wali kota. Sekda menambahkan, peningkatan status kebencanaan ini berdasarkan data dukung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Alwan mengatakan, BTT dinilai sangat penting untuk mendukung beberapa hal dalam penanganan bencana. “Ini yang kita segera percepat prosesnya,” tambahnya.

Rapat bersama Provinsi NTB juga memiliki fokus pada penanganan banjir di Kota Mataram. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal sebut Alwan, juga meminta belanja tidak terduga dialokasikan untuk mendukung kegiatan penanganan bencana di Kota Mataram.

Namun demikian sambung mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, belanja tidak terduga yang dimiliki akan dimaksimalkan untuk menyelesaikan pasca bencana saat ini. “Kita coba maksimalkan BTT dari Pemkot Mataram dulu untuk penyelesaikan kegiatan-kegiatan saat ini,” jelasnya.

Penggunaan dana dapat dipergunakan untuk pengadaan peralatan atau peningkatan sarana-prasarana, belanja makan minum, rehab-rekon pasca bencana.

Alwan menegaskan, penggunaan BTT cukup fleksibel terutama dalam penanganan bencana. Sebab, jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kerusakaan yang lebih meluas. “Anggaran sebenarnya sudah bisa dieksekusi. Apa saja kebutuhannya sedang disusun RAB-nya,” demikian kata dia. (cem)

Hutan Tumbuh, Harapan Datang Kembali di Lombok Tengah

0
Para Komisaris Pertamina (Persero) menanam pohon buah untuk mendukung pengembangan kawasan hutan di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Di lereng perbukitan Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, barisan pohon produktif mulai menghijaukan kembali kawasan yang dulu rawan longsor dan kekeringan. Siapa sangka, kawasan yang dulu gersang itu kini berubah menjadi ruang hidup yang lestari berkat semangat warga dan dukungan Pertamina.

Program perhutanan sosial yang dikembangkan sejak 2023 oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Lestari bersama Pertamina, telah menjadi salah satu contoh nyata bagaimana hutan bisa menjadi sumber kehidupan, bukan hanya secara ekologis, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, yang berkunjung langsung ke lokasi, mengaku terkesan.

“Ini contoh nyata bagaimana Pertamina bisa berkontribusi menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Program ini patut menjadi model percontohan,” ujarnya, Senin, 8 Juli 2025.

Program ini berdiri di atas tiga pilar utama: ecology, economy, dan education. Ketiganya berjalan beriringan. Di area seluas 96 hektar, lebih dari 30 ribu pohon telah ditanam, satu mata air yang sempat mengering kini kembali mengalir, dan hutan yang dulunya rusak kini menjadi tempat belajar dan berdaya.

Salah satu tokoh penggeraknya adalah Burhanudin. Dulu ia sempat merantau, tapi memilih pulang kampung karena tak tahan melihat hutan di desanya kian gundul.

“Hutan harus kembali tumbuh, meskipun harus kami siram dengan keringat dan air mata,” ungkapnya penuh semangat. Kini ia dikenal sebagai local hero oleh warga.

Bersama warga lainnya, ia mengembangkan produk olahan hasil hutan seperti minyak kelapa, briket dan kripik pisang. Mereka juga menggelar pelatihan, membuka jalur eduwisata, hingga membangun rumah produksi yang menggunakan energi terbarukan. Dengan bantuan Pertamina, fasilitas ini dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dan baterai 20 kWh—cukup untuk menghemat biaya listrik hingga Rp14 juta per tahun dan mengurangi emisi sebesar 8,59 ton CO2eq.

Tak kurang dari 130 anggota kelompok aktif terlibat dalam program ini. Sekitar 60 warga telah mengikuti pelatihan dan memiliki keahlian baru.

Wisatawan domestik maupun mancanegara mulai berdatangan. Bahkan, pendapatan kelompok tani meningkat hingga Rp60 juta per tahun.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi berbasis masyarakat.

“Kami ingin mewujudkan transisi energi yang inklusif, salah satunya melalui pelestarian hutan berbasis kearifan lokal. Program ini membuktikan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari desa, oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

Kini, selain menjadi penyangga lingkungan sekitar KEK Mandalika, kawasan hutan sosial ini juga menjadi ruang belajar lintas generasi. Anak-anak bisa melihat langsung pentingnya menjaga alam, sementara orang dewasa menemukan cara baru untuk menghidupi keluarga tanpa merusak lingkungan.

Di Lombok Tengah, pohon-pohon itu mungkin tumbuh pelan. Tapi dari akarnya, tumbuh pula keyakinan bahwa hutan yang dijaga bersama bisa menjadi sumber kehidupan yang lestari.(bul)