Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 236

PKT Salurkan Bantuan Kebutuhan Strategis Bagi Korban Banjir di Mataram

0
Penyaluran bantuan korban banjir Kota Mataram dari PKT, didampingi perwakilan Pupuk Indonesia(ekbisntb.com/bul

Lombok (ekbisntb.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Paket bantuan yang disalurkan sebanyak 60 paket, terdiri dari kebutuhan dasar bagi balita dan lansia seperti susu, popok, makanan ringan, selimut, dan sembako. Selain itu, Pupuk Kaltim juga memberikan bantuan berupa seragam sekolah.

Penyaluran bantuan dilakukan Kamis, 10 Juli 2025 melalui posko induk di Pendopo Walikota Mataram. Diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosia Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mewakili Pemkot Mataram.

Agronomis Pupuk Kaltim NTB, Lalu Husni Mauliandri, mengatakan bahwa perusahaan secara proaktif menjalankan perannya dalam penanganan bencana berskala nasional.

“Kami diarahkan oleh perusahaan untuk menyalurkan bantuan sebagai bagian dari program CSR, mengingat banjir di Mataram ini termasuk dalam kategori bencana nasional,” ujar Husni.

“Dari hasil koordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak pendopo, ditemukan bahwa banyak anak-anak kehilangan seragam sekolah karena terbawa arus banjir. Oleh karena itu, kami menyalurkan sekitar 30 seragam baru sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yang terdampak,” jelas Husni.

Dari informasi yang diterima sementara, tercatat puluhan anak telah melaporkan kehilangan seragam. Pupuk Kaltim menjadi salah satu pihak pertama yang merespons kebutuhan tersebut dengan bantuan yang sesuai.

Menurut Husni, seluruh bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi krisis.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para korban, terutama yang rentan seperti balita dan lansia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosia Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengatakan, PKT menjadi korporasi pertama yang menyalurkan bantuan dalam bentuk seragam sekolah. Pihaknya telah menerima laporan dari beberapa warga yang anak-anaknya kehilangan seluruh perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, hingga tas akibat banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Kota Mataram pada awal Juni lalu.

“Beberapa warga menyampaikan bahwa anak-anak mereka kehilangan semua seragam sekolah, sepatu, hingga tas. Ini tentu sangat berdampak bagi kelangsungan pendidikan mereka,” ujar Samsul.

Ia menambahkan, Dinsos bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram telah menyampaikan informasi ini kepada sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder), guna mendorong partisipasi bantuan yang bersifat selektif dan tepat sasaran.

“Kami berkomunikasi dengan beberapa stakeholder, kalau memang mau menyumbang, ayo dong. Tapi tentu harus selektif, supaya bantuan benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

Samsul juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah lebih dulu melakukan pendataan siswa terdampak. Menurutnya, pendataan tersebut sangat penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.

“Terima kasih Pemkot Mataram sampaikan. Bantuan ini sangat berguna untuk kedepannya,” pungkasnya.(bul)

Gubernur NTB Tegaskan Tak Minta Bantuan Anggaran, Penanganan Banjir Mataram Lewat Dana OPD

0
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menjelaskan soal tidak adanya permintaan anggaran ke pemerintah pusat, Rabu, 9 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan hingga saat ini belum ada dana tambahan yang dikeluarkan untuk penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram dan Lombok Barat. Seluruh langkah tanggap darurat masih mengandalkan kapasitas operasional dan sumber daya yang dimiliki masing-masing daerah.

“Sampai saat ini, kita tidak mengeluarkan dana apapun. Kita gunakan kapasitas yang kita miliki tetapi kita perlu menetapkan status darurat untuk memudahkan semua pihak kalau ternyata dibutuhkan tambahan kapasitas, semua pihak sudah punya dasar,” ujarnya, Rabu, 9 Juli 2025.

Begitupun dengan penggunaan Bantuan Tidak Terduga (BTT), Iqbal mengaku Pemprov NTB belum menganggarkan dana tersebut. Adapun penetapan status darurat disebut sebagai dasar hukum yang penting agar berbagai pihak bisa bergerak cepat jika situasi memburuk.

“Dengan adanya penetapan status darurat otomatis kita bisa mengakses BTT. Tapi sampai detik ini tidak ada anggaran BTT yang digunakan,” katanya.

Seluruh penanganan awal, lanjut Iqbal dilakukan menggunakan dana operasional masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Misalnya, Dinas Kesehatan menggunakan anggaran sendiri, begitupun dengan Dinas Sosial.

Dia juga mengingatkan bahwa pemulihan akan menjadi fase yang panjang. Sehingga permintaan bantuan anggaran tidak dilakukan di tahap awal. Iqbal mengaku, dirinya masih mengidentifikasi hingga beberapa hari ke depan.

“Tidak perlu jor-joran di awal, kita identifikasi dulu di awal. Ini panjang, tidak akan selesai 14 hari, orang-orang kehilangan rumah, kasur, segala macam,” katanya.

Untuk menangani pasca bencana banjir yang melanda enam kecamatan di Mataram, Pemprov NTB telah mengerahkan semua unsur, dan berkoordinasi dengan BNPB sehari setelah bencana. Karena dampak banjir yang cukup luas, Pemprov melakukan koordinasi dengan BNPB sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kejadian serupa.

“Tadi koordinasi dengan BNPB fokusnya dua hal, bagaimana menangani dampak yang ada saat ini, dan mengantisipasi kemungkinan akan adanya curah hujan yang sama, situasi yang sama di beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikatakan tidak membawa bantuan dalam bentuk anggaran, melainkan melakukan pencocokan data dan kebutuhan lapangan.

Mantan Dubes RI untuk Turki ini mengatakan, pihaknya meminta bantuan beberapa alat berat seperti ekskavator kecil dan perahu karet untuk rehabilitasi lingkungan.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi mengungkapkan, Pemprov telah mengajukan bantuan anggaran senilai Rp300 juta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ajuan tersebut diminta seiring SK tanggap darurat dikirimkan ke lembaga tersebut. “Kita ajukan Rp300 juta dulu nominalnya, karena kan ini sinergis. Pusat, ada provinsi juga, ada juga kota. Karena kita mau tinggi-tinggi mengusulkan belum tentu juga diterima sama BNPB,” jelasnya.

Menurut Ahmadi, BNPB tidak hanya menangani bencana yang terjadi di Kota Mataram. Tetapi hampir seluruh daerah di Indonesia bagian Selatan mengalami kondisi yang sama, yaitu bencana banjir. Oleh karena itu, Pemprov meminta anggaran seminim mungkin asal diterima oleh pemerintah pusat.

“Hampir pada waktu yang bersamaan mulai dari Sabtu, Minggu Juli ini kawasan Selatan daripada Indonesia mengalami banjir. Mulai dari Jakarta, Jatim, Bali, dari kita juga. Hampir bersamaan kondisi hidra klimatologinya,” jelasnya.

Bantuan senilai tersebut akan digunakan untuk kebutuhan warga yang terdampak. Seperti kebutuhan makanan siap saji, sandang atau pakaian, alat kebersihan, dan pembiayaan operasional sarana prasarana yang digunakan untuk membersihkan sisa banjir.

“Pembersihan lapangan, pengangkatan sampah, sedimen. Kita usulkan ke Jakarta itu,” pungkasnya. (era)

Waspada Banjir Susulan, BMKG Sebut Ada Potensi Curah Hujan Pasa 11-14 Juli

0
Kepala BMKG stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo saat menjelaskan tentang potensi curah hujan tinggi, Rabu, 9 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya banjir susulan di wilayah Kota Mataram.

Imbauan tersebut menyusul adanya potensi curah hujan sedang-lebat di tanggal 11-14 Juli 2025.

“Kalau kita lihat dinamika armosfer kita masih ada peluang hujan walaupun intensitasnya tidak selebat kemarin, ini yang perlu kita waspadai karena kami melihat potensi hujan di seluruh NTB,” ujarnya, Kepala BMKG stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo, Rabu, 11 Juli 2025.

Nuga mengatakan, terdapat potensi banjir susulan sebab adanya hujan di pertengahan bulan Juli. Namun, tidak akan sebesar dan setinggi yang terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025 kemarin.

Dia melanjutkan, untuk menghindari adanya bencana serupa, masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan Sungai.

“Supaya tidak terjadi seperti kemarin, mohon tidak membuang sampah di sungai dan bersihkan sampah di sekitar,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan BMKG, musim kemarau di NTB terjadi mulai akhir Mei hingga awal Juni. Namun, di tengah perjalanan adanya kejadian di atmosfer yang menyebabkan terjadi curah hujan tinggi.

“Pulau-pulau di Bumi Selatan Indonesia kondisi lautnya hangat. Sementara di atmosfer kelembapannya tinggi,” ucapnya.

Kelembapan yang tinggi inilah menjadi pemicu tingginya curah hujan di tengah musim kemarau. Bahkan, potensi kelembapan awan dikatakan semakin tinggi.

Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir, khususnya wilayah-wilayah yang pernah mengalami banjir rob.

“Waspada karena kita puncaknya nanti sekitar tanggal 12-13 Juli. Pas bulan Purnama,” terangnya.

Ketika terjadi hujan di tanggal tersebut, otomatis hulu hingga hilir sungai akan penuh yang menyebabkan terjadinya banjir di tepi pantai.

Begitupun dengan gelombang tinggi, masyarakat perlu mewaspadai adanya fenomena ini, khususnya untuk nelayan-nelayan kecil. Sebab, biasanya di kawasan Indonesia bagian Selatan seringkali terjadi gelombang tinggi. “Ini yang perlu diwaspadai oleh nelayan-nelayan kecil. Kalau perahu besar tidak masalah,” pungkasnya. (era)

Misi Dagang Terbesar, Transaksi Ekonomi Jawa Timur dan NTB Lebih Dari Rp1 Triliun

0
Misi dagang dan investasi antara Pemprov NTB dan Jatim, Rabu, 9 Juli 2025 di Mataram(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Misi dagang antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemprov Jawa Timur menghasilkan nilai fantastis. Selama sehari melakukan misi dagang, tercatat lebih dari Rp1 triliun hasil transaksi antar kedua daerah tersebut.

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang antara Jawa Timur dan Provinsi NTB ini ditargetkan bisa menembus angkat Rp1 triliun. Target tersebut tercapai dengan hasil akhir Rp1 triliun lebih. Dengan rincian NTB membeli produk Jatim senilai Rp764,9 miliar, dan menjual senilai Rp153,8 miliar.

Jawa Timur juga berinvestasi peternakan unggas di NTB senilai Rp150 miliar.

“Perdagangan antar wilayah dan antar daerah Provinsi Jawa Timur ini merupakan kekuatan terbesar. Oleh karena itu kita memulai misi dagang. Mudah-mudahan ini tembus Rp1 triliun karena kita akan menutup transaksi pukul 17.00 WITA,” ujarnya, Rabu, 9 Juli 2025.

Ia mengatakan, setelah kegiatan ini berakhir, transaksi akan tetap berjalan dan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan masing-masing daerah. “Setelah itu proses berikutnya akan dikoordinasikan oleh Kadisperindag. Karena transaksi berikutnya biasanya terus berjalan,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini menegaskan, kerja sama dagang antara Pemprov NTB dan Jawa Timur telah terlaksana sejak beberapa tahun lalu. Sejak Februari 2023 hingga saat ini, transaksi dagang antara NTB dan Jawa Timur sudah mencapai Rp6,5 triliun.

Berbagai investasi masuk ke dua daerah tersebut, seperti peternakan ayam di Lombok Tengah senilai Rp150 miliar.

“Terus kita bangun penguatan-penguatan ini. Selain penyeberangan jarak jauh, ada KUB Bank Jatim dan Bank NTB Syariah. Insyaallah akan memberikan penguatan dalam lebih baik,” katanya.

Khofifah menjelaskan, di misi dagang kali ini, dirinya membawa sekitar 80 pengusaha dan investor asal Jawa Timur.

“Pertemuan misi dagang dan investasi yang tercatat dari Jatim ada 80 pengusaha dan calon investor. Di NTB 120 pengusaha, traders, dan buyers,” ucapnya.

Kerja sama ekonomi ini dinilai akan lebih mudah sebaab Jawa Timur dan NTB kini telah memiliki dua rute konektivitas laut melalui Long Distance Ferry (LDF) atau kapal jarak jauh yaitu jalur Ketapang – Lembar, Jangkar – Lembar.

Di lain sisi, Kelapa Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur, Dr Iwan S.Hut., M.M., mengatakan hasil kerja sama dagang dengan NTB kali ini merupakan yang terbesar, jauh melampaui target.

“Ini diluar dugaan. Pertama misi dagang kita di tahun 2023 itu Rp251,36 miliyar. Kami mendapatkan arahan dari gubernur untuk melakukan misi dagang lagi ke NTB,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan potensi kerja sama, koordinasi intens dilakukan dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di Jatim maupun NTB.

“Kita gali potensi kedua provinsi, formulasikan ke dalam misi dagang. Apalagi Jatim-INK ini sudah punya embrio bisnis sebelumnya, jadi tinggal komunikasi dan penguatan,” jelasnya.

Produk yang ditawarkan mencakup sektor perikanan, peternakan, pertanian, rokok hingga industri kreatif seperti batik dan bumbu dapur organik. Sementara Jatim banyak membeli komoditas dari NTB seperti ikan tuna, tembakau, jagung, kulit kambing, bibit bawang, dan sapi.

Tercatat sepuluh transaksi tertinggi berasal dari sektor kelautan dan peternakan. Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen melakukan evaluasi terhadap tindak lanjut dari komitmen dagang yang telah dijalin dengan Pemprov NTB.

“Kami akan fasilitasi dan evaluasi apa yang sudah terealisasi, kendalanya di mana, dan bagaimana keberlanjutannya,” pungkasnya. (era)

Ditjen Bea Cukai Bentuk Satgas Barang Kena Cukai Ilegal

0
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan resmi membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (Satgas BKC Ilegal).

Pembentukan satgas ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional untuk melindungi penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil.

“Satgas ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal secara berkelanjutan. Dengan pembentukan satgas ini, kita berharap tercipta ekosistem peredaran barang kena cukai yang legal dan berintegritas,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam keterangan tertulis, dikutip di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, Satgas BKC Ilegal akan beroperasi secara nasional dengan mengedepankan operasi masif, strategis dan berdampak langsung terhadap potensi penerimaan negara.

Di sisi lain, penguatan koordinasi lintas sektor juga menjadi fokus utama, melibatkan TNI, POLRI, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah, untuk mewujudkan pengawasan yang lebih terpadu dan efektif.

Langkah pembentukan satgas ini diperkuat oleh hasil Operasi Gurita, yaitu operasi nasional Bea Cukai dalam memberantas rokok ilegal.

Hingga 6 Juli 2025, Bea Cukai mencatat 4.214 kali penindakan di berbagai wilayah Indonesia, 195,4 juta batang rokok ilegal yang berhasil diamankan, 22 kasus naik ke tahap penyidikan, 11 STCK (Surat Tagihan Cukai) diterbitkan senilai Rp1,2 miliar, serta 363 tindakan ultimum remedium dengan potensi penerimaan negara Rp24,4 miliar.

“Data dari Operasi Gurita menunjukkan bahwa penindakan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja kolaboratif lintas instansi untuk memutus rantai distribusi rokok ilegal, dari hulu ke hilir,” ujar Djaka.

Bea Cukai menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan rokok ilegal tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, namun juga pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menolak peredaran barang kena cukai ilegal. Kepatuhan adalah kunci untuk menjaga kestabilan penerimaan negara dan mendukung pembangunan nasional,” tutur Djaka.

Diberitakan sebelumnya, dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025 di Jakarta, Selasa (17/6), Djaka juga menyampaikan rencana pembentukan satgas rokok ilegal yang ditargetkan terbentuk pada tahun ini.

Pembentukan satgas itu bertujuan untuk memperkuat upaya penegakan hukum sekaligus mencegah peredaran barang ilegal tersebut. (ant)

OPPO Reno14 Series Ramaikan Indonesia, Bawa Desain Iridescent Mermaid

0
OPPO Reno14 Series(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – OPPO kembali memperkenalkan ponsel pintar terbarunya kali ini dari segmen mid-range yaitu OPPO Reno14 series yang membawa desain bernama Iridescent Mermaid terinspirasi dari tren Mermaidcore.

Dengan debut resminya di Indonesia direncanakan pada 17 Juli 2025, seri ini mengenalkan OPPO Reno14, N OPPO Reno14 Pro, serta OPPO Reno14F.

Dalam keterangan resmi OPPO, Selasa (8/7), desain Iridescent Mermaid menjadi inovasi pertama OPPO yang menampilkan efek kilau warna-warni yang berubah tergantung sudut cahaya, hal ini bisa terjadi berkat proses Iridescent Glow Process.

Proses ini melibatkan 12 lapisan material yang disusun secara presisi dan dipoles secara mikroskopis hingga lima kali, menciptakan tekstur setipis 20 mikron. Hasilnya adalah gradasi warna yang memancarkan aura elegan dan dinamis.

Menambah sentuhan harmonis, Gradient Aura Design juga diperkenalkan di modul kamera, memberikan tampilan yang lembut dan estetis. Desain ini tersedia pada warna Opal White untuk Reno14 5G dan Reno14 Pro 5G, serta Opal Blue untuk Reno14 F 5G.

Berikut spesifikasi masing-masing dari setiap ponsel yang akan dipasarkan mulai pekan depan itu.

OPPO Reno14 5G

OPPO Reno14 5G hadir dengan ukuran 16,5 cm memiliki refresh rate 120 Hz dengan panel layar AMOLED dan perlindungan dari Corning Gorilla Glass 7i.

Ponsel ini hadir dengan dapur pacu MediaTek Dimensity 8350 serta dua pilihan paduan memori yakni RAM 12GB dan ROM 256 GB, serta RAM 12GB serta ROM 512GB.

Untuk kameranya, ponsel pintar ini hadir dengan dukungan konfigurasi tiga kamera di bagian belakang terdiri atas kamera utama 50 MP, kamera telefoto 50 MP, dan kamera ultrawide 8 MP. Sementara untuk kamera depannya ponsel ini mengemas satu kamera berukuran 50 MP.

Dari sisi daya, OPPO Reno14 5G memiliki baterai 6000 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 80W Supervooc. Varian ini tersedia dua pilihan warna yaitu Luminous Green dan Opal White.

OPPO Reno14 Pro 5G

Sebagai varian tertinggi dari OPPO Reno14 series, OPPO Reno14 Pro 5G hadir dengan ukuran layar yang paling besar 17,3 cm dengan refresh rate 120 Hz menggunakan panel AMOLED dan juga telah dilindungi Corning Gorilla Glass 7i.

Dalam hal chipset chip MediaTek Dimensity 8450 dengan delapan inti disematkan pada ponsel ini, menjanjikan performa multi-core hingga 41 persen dan efisiensi daya hingga 44 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Ponsel ini hanya menawarkan RAM 12GB dan ROM 512 GB.

Kesamaan lainnya juga terletak pada kamera, ponsel ini didukung konfigurasi tiga kamera di bagian belakang dengan ukurannya sedikit berubah.

Tiga kamera itu terdiri atas kamera utama 50 MP, kamera telefoto 50 MP, dan kamera ultrawide 50 MP. Sementara untuk kamera depannya ponsel ini mengemas satu kamera berukuran 50 MP.

Untuk daya, OPPO Reno14 Pro 5G memiliki baterai 6200 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 80W Supervooc. Varian ini tersedia dua pilihan warna yaitu Titanium Grey dan Opal White.

OPPO Reno14 F 5G

OPPO Reno 14 F 5G menjadi varian dengan harga yang paling terjangkau di seri ini dan menawarkan lebih banyak opsi pilihan memori dan warna.

Ponsel ini hadir dengan layar 17 cm dengan refresh rate 120 Hz, menggunakan panel layar AMOLED.

Sementara dari sisi kamera, tetap mengusung konfigurasi tiga kamera di bagian belakang dengan kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 8MP, dan kamera makro 2 MP. Lalu untuk kamera depannya berukuran 32 MP.

Perbedaan paling jelas dari ponsel ini dengan varian lainnya terletak pada dapur pacu yang digunakan, OPPO Reno14 F 5G diketahui hadir dengan chip dari Qualcomm yaitu Snapdragon 6 Gen 1.

Dalam hal pilihan memori, ponsel ini ditawarkan dalam empat paduan yaitu RAM 8GB ROM 128 GB, lalu RAM 8GB GB ROM 256 GB, RAM 12GB ROM 256 GB, serta yang terakhir RAM 12GB dan ROM 512 GB.

Dari sisi daya ponsel ini hadir dengan baterai yang tak kalah besar yaitu 6000 mAh namun dukungan pengisian dayanya hanya 45W dengan teknologi Supervooc.

Hadir dengan tiga pilihan warna yaitu Glossy Pink, Luminous Green, dan Opal Blue.

OPPO telah secara resmi membuka pemesanan untuk Reno14 series mulai 7-24 Juli 2025 dengan metode prapesan yang bisa dilakukan melalui OPPO Store, OPPO Online Store, OPPO Gallery, serta seluruh toko rekanan resmi OPPO di Indonesia.

Pelanggan perlu melakukan pemesanan dengan membayar down payment sebesar Rp200.000.

Selama masa penjualan prapesan, nantinya pengguna akan mendapatkan OPPO Enco Air4 dan akses 3 bulan Google AI Pro untuk pembelian Reno14 dan Reno 14 Pro. Sementara untuk pembeli Reno 14F akan mendapatkan magnetic case, card holder, OPPO Care selama 2 tahun, dan tiket Lalala Fest. (ant)

Panen Tebu Bersama Wapres Gibran, Bukti Pupuk Indonesia Dukung Swasembada Gula

0
Panen Tebu Bersama Wapres Gibran(ekbisntb.com/ist)

Yogyakarta (ekbisntb.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara Panen Tebu dan Rembuk Tani Bersama Wakil Presiden RI di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 8 Juli 2025. Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ini menjadi wujud nyata komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung tercapainya swasembada gula yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI menyampaikan komitmen penuh pemerintah dalam mencapai produktivitas petani tebu nasional guna mencapai swasembada gula. Pemerintah, kata dia, menargetkan swasembada gula untuk sektor konsumsi dapat tercapai pada 2026, serta tahun 2027 atau paling lambat tahun 2028 dapat mencapai swasembada gula nasional. Untuk mengejar target tersebut, Wakil Presiden RI mengatakan pemerintah siap membantu petani mencari solusi atas berbagai tantangan pertanian, mulai dari bibit, ketersediaan air hingga pupuk.

“Jadi perintah dari Pak Presiden sudah jelas, kita kawal bersama-sama. Insya Allah tahun depan swasembada gula konsumsi. Tahun 2027, paling lambat 2028 kita benar-benar swasembada gula,” kata Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan arahan dalam acara tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden RI beserta jajaran pemerintah dalam acara Rembuk Tani yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia. Dia menyampaikan bahwa Rembuk Tani merupakan program Pupuk Indonesia untuk membangun ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan sektor pertanian sekaligus merumuskan solusi bersama. Rahmad menambahkan dalam enam bulan terakhir, Pupuk Indonesia telah melaksanakan 92 kali Rembuk Tani di berbagai daerah di Indonesia.

“Rembuk Tani ini sebetulnya terinspirasi dari teladan-teladan yang diberikan para petinggi Republik Indonesia yang sangat dekat dengan petaninya, sangat mendukung para petani,” ujar Rahmad.

Selain itu, Rahmad juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyederhanakan aturan mengenai pupuk subsidi, yakni melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Dia mengatakan dengan berbagai penyederhanaan tersebut realisasi penyaluran pupuk subsidi pada pertengahan tahun ini telah mencapai 3,9 juta ton, tertinggi selama 3 tahun terakhir.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Republik Indonesia yang telah menyederhanakan aturan pupuk,” kata dia.

Rahmad menegaskan Pupuk Indonesia mendukung penuh visi pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan memastikan ketersediaan dan kemudahan akses pupuk berkualitas untuk para petani tebu, terutama ketersediaan Pupuk ZA (Zwavelzuur Ammonium/Amonium Sulfat).

Pupuk ZA merupakan salah satu produk Pupuk Indonesia yang diformulasikan khusus untuk komoditas tebu dengan kandungan Nitrogen (N) 21%, Sulfur (S) 24% & Zinc (Zn) 1.000 ppm. Pupuk ini bermanfaat untuk memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman dan jumlah daun; memacu pembentukan klorofil sehingga daun lebih hijau; meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa dan besar buah/umbi; serta meningkatkan kesuburan tanaman, sehingga lebih tahan hama. Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi Pupuk ZA mencapai 750 ribu ton per tahun yang mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Rahmad menambahkan saat ini pemerintah telah memutuskan untuk memasukan Pupuk ZA ke dalam kategori pupuk subsidi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan Pupuk ZA guna mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional.

“Ke depan, Pupuk ZA atau pupuk untuk tanaman tebu akan masuk di dalam pupuk yang disubsidi oleh pemerintah,” kata dia.

Acara Rembuk Tani sendiri merupakan salah satu program dari Pupuk Indonesia dalam mendorong produktivitas pertanian nasional melalui pendampingan intensif, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas bagi petani. Selain Wakil Presiden RI, acara Panen Raya dan Rembuk Tani kali ini juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto; Wakil Menteri BUMN, Aminuddin Ma’ruf; Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X; dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto; serta diikuti sekitar 250 petani tebu.

Dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI bersama pemangku kepentingan yang hadir dan petani melakukan Panen Raya Tebu di lahan seluas 4 hektar. Total panen di lahan tersebut diperkirakan mencapai 280 ton tebu. Acara juga diisi dengan sesi dialog antara Wakil Presiden RI dan para petani untuk menyerap aspirasi langsung dari lapangan, sekaligus mendiskusikan tantangan dan kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas tebu dan ketahanan pangan nasional.

Wakil Presiden RI secara simbolis juga menyerahkan bantuan pupuk nonsubsidi kepada petani sebanyak 10 ton. Sementara itu, Pupuk Indonesia menggelar demo penggunaan teknologi pertanian, yakni drone agriculture yang dapat membantu petani melakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, serta pemantauan kondisi lahan secara lebih efisien dan presisi.(r)

Harga Emas Antam Turun Rp12.000 Jadi Rp1,894 Juta Per gram

0
Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam mengalami penurunan Rp12.000 dari semula Rp1.906.000 menjadi Rp1.894.000 per gram, seperti dikutip dari laman Logam Mulia, Rabu.

Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke Rp1.738.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp997.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.894.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.728.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.567.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.245.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.435.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp45.962.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.845.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.612.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp458.765.000

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp917.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.834.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

NTB Tak Khawatirkan Tarif Impor Tinggi dari Kebijakan Presiden AS Donald Trump

0
Mutiara jadi salah satu komoditas ekspor NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tidak khawatir dengan rencana kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen untuk produk-produk dari Indonesia mulai 1 Agustus 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Denny Evita Darmiyana.

Menurut Baiq Denny, data ekspor komoditas non-tambang NTB ke AS selama ini memang terbilang sangat kecil. “Kita tidak khawatir soal tarif impor produk Indonesia yang dikenakan AS, khususnya produk dari NTB,” tegas Baiq Denny.
Lebih lanjut, Baiq Denny menyoroti komoditas vanili organik yang selama ini diekspor ke AS. Ia menjelaskan bahwa para pembeli di AS justru bersedia menanggung biaya tarif Trump tersebut. “Pembeli mereka sangat membutuhkan (vanili organik) sebab tidak banyak produksi vanili organik di dunia. Makanya kita tidak khawatir,” tambahnya.

Meskipun potensi dampak tarif AS kecil, NTB terus menunjukkan kinerja ekspor yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, Provinsi NTB mencatatkan total ekspor non-tambang dan tambang sebesar 2.814,71 ton dengan nilai mencapai US$187.029,46.

Batu apung menjadi primadona ekspor NTB, menyumbang sekitar 75,11 persen dari total nilai ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan data Dinas Perdagangan NTB dan laporan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara, ekspor batu apung ke Tiongkok mencapai volume 2.813,83 ton dengan nilai US$140.479,46. Komoditas lain seperti mete, kemiri, dan ikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna) juga tercatat dalam daftar ekspor, meski dengan kontribusi nilai yang tidak terlalu signifikan pada periode ini.

Ekspor melalui Bandara Internasional Lombok tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan, kecuali satu pengiriman kecil mutiara ke Hongkong senilai US12.102,87.Sementara itu, Bandara Ngurah Rai Denpasar mencatat ekspor mutiara NTB ke Tiongkok dan AS dengan total volume 0,05 ton dan nilai mencapai US 18.425, atau setara 9,85 persen dari total nilai ekspor.

Dari Bandara Soekarno-Hatta, ekspor anoda ke India memberikan nilai signifikan sebesar US$28.125,00 dari volume 0,83 ton. Komoditas mop shell (kerang) juga diekspor ke Australia, namun nilainya tidak tercatat. Terakhir, Pelabuhan Benete – Sumbawa mencatat ekspor komoditas katoda tembaga ke Tiongkok, meskipun volumenya belum terealisasi pada periode ini.

Secara keseluruhan, nilai ekspor non-tambang dan tambang NTB hingga Mei 2025 mencapai US$187.029,46, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor bahan bangunan dan perhiasan laut. Tingginya pangsa batu apung dan mutiara menunjukkan potensi besar sektor pertambangan rakyat dan perikanan bernilai tinggi di NTB.(bul)

Gapasdap Bantah Soal Operasi Kapal Tua

0
Ketua Bidang Tarif dan Usaha Gapasdap, Ir. Rahmatika, M.Sc.(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) membantah pernyataan Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang menyebut banyak kapal tua beroperasi di bawah standar keselamatan. Pernyataan tersebut mencuat setelah insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Ketua Bidang Tarif dan Usaha Gapasdap, Ir. Rahmatika, M.Sc. mengatakan pernyataan Wakil Ketua Komisi V Itu tidak memiliki dasar lantaran tidak ada istilah kapal tua dari sisi teknis, yang ada adalah kapal tua secara ekonomis.

“Kapal-kapal di Indonesia relatif masih cukup muda dibandingkan negara lain. Kapal yang paling tua rata-rata berusia antara 30 hingga 40 tahun dan semuanya memiliki standar kelayakan yang sama secara teknis” kata Rahmatika dalam keterangan resmi yang disampaikan melaui Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Firman Dandy, Rabu, 9 Juli 2025.

Menurut Rahmatika yang juga anggota MTI, Kapal-kapal di Indonesia mengacu pada standar internasional (SOLAS) karena Indonesia telah meratifikasi aturan International Maritime Organization (IMO). Regulasi kapal-kapal tua maupun muda, secara kelayakan adalah sama dan bahkan, kapal-kapal yang sudah berumur melaksanakan standar keselamatan yang lebih ketat.

“Bisa dikatakan, kapal-kapal tersebut harus mengganti komponen konstruksi yang mengalami keausan sebesar 17 persen dengan konstruksi yang baru, sehingga setiap tahun kapal-kapal setelah menjalani pengedokan menjadi seperti baru kembali. Ini adalah aturan internasional secara teknis dan juga diterapkan oleh negara-negara di seluruh dunia” tukasnya

Maka daripada itu, sambungnya, seharusnya DPR RI ikut mendukung perbaikan angkutan penyeberangan, karena sangat strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia, bukan berspekulasi. Apalagi pemerintah tidak terlalu berpihak kepada pengusaha untuk bisa memberikan pelayanan terbaik. Jadi, tidak ada istilah kapal itu tua, karena semua sesuai melanisme perundang-undangan” Paparnya

Sebagai contoh, lanjut Rahmatika, adalah kapal feri di Hong Kong–Kowloon yang beroperasi sejak 1888, kini berusia sekitar 137 tahun dan masih beroperasi. Di Kanada, kapal MV Chilcotin berusia hampir 100 tahun, beroperasi sejak 1927 hingga sekarang. Di Yunani, kapal SS Hellinis beroperasi sejak 1929 hingga saat ini. Di Italia, MV Astoria beroperasi sejak 1948 sampai sekarang. Demikian pula kapal-kapal feri di Filipina yang memiliki usia rata-rata di atas 40 tahun.

“Kapal-kapal di Indonesia yang masih relatif jauh lebih muda usianya dibandingkan negara lain, tetapi kapal-kapal tersebut tidak bisa melakukan peremajaan karena tarif yang berlaku tidak cukup untuk menutupi biaya operasional. Tarif yang berlaku saat ini masih di bawah standar yang dihitung oleh pemerintah. Tarif angkutan penyeberangan di Indonesia saat ini merupakan yang terendah di seluruh dunia, bahkan tarif kapal penumpang di Timor Leste lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Tarif penyeberangan di Indonesia saat ini rata-rata Rp1.033 per mil, sedangkan di Thailand Rp2.984 per mil, di Filipina Rp1.995 per mil, dan di Jepang untuk rute Kure–Hiroshima Rp14.135 per mil.” Ujarnya

Rahmatika kembali menegaskan, Kalau kita ingin melakukan standarisasi keselamatan dan kenyamanan sesuai dengan Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008, tentu tarifnya harus disesuaikan berdasarkan perhitungan dalam formulasi tarif yang ada. Besarannya saat ini masih di bawah 31,8 persen, sehingga tarif yang berlaku sekarang belum sesuai dengan perhitungan yang benar, masih kurang 31,8 persen. Akibatnya, pengusaha kesulitan menutupi biaya operasional dan banyak perusahaan yang bangkrut karena tarif di Indonesia tidak memadai.

Ditambahkan Alumni Magister Transport ITS Surabaya ini, Hak angkutan penyeberangan saat ini juga belum terpenuhi dari sisi fasilitas pelabuhan, seperti minimnya jumlah infrastruktur dermaga sehingga kapal-kapal hanya bisa beroperasi 30 persen per bulan, kondisi dermaga yang tidak layak, bahkan masih ada dermaga LCM yang sebenarnya tidak layak untuk operasional kapal penyeberangan. Keberadaan dermaga LCM juga sangat membahayakan keselamatan pelayaran karena rata-rata kapal ‘duduk’ di dasar laut, sehingga tidak bisa mendeteksi berat muatan sesungguhnya.

Selain itu, kondisi terminal pelabuhan tidak dilengkapi dengan timbangan, sehingga pihak kapal tidak mengetahui berat sebenarnya dari kendaraan yang akan dimuat. Tidak ada portal yang menyaring kendaraan over dimension over loading (ODOL), dan juga tidak tersedia alat untuk mendeteksi barang bawaan pelanggan seperti di bandara. Hal-hal inilah yang menyebabkan transportasi tidak aman.

“Stakeholder keselamatan yang berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran ada empat, yaitu regulator, operator, fasilitator, dan konsumen. Jadi tidak hanya dari sisi operator saja. Kebijakan dari pemerintah, fasilitator (kepelabuhanan), dan perilaku konsumen sangat menentukan keselamatan pelayaran. Dari keempat unsur tersebut, yang paling berperan adalah regulator. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang” Tegasnya

Oleh karena itu, keselamatan harus dilihat dari berbagai aspek, dan semuanya bermuara pada regulator sebagai pelaksana undang-undang, pengawas, dan pembuat regulasi.

Tidak bisa hanya operator saja yang disalahkan, apalagi dalam kasus tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya juga terdapat pengaruh dari cuaca.

“Kami siap berdiskusi dengan para wakil rakyat yang ada di Komisi V untuk lebih memperjelas situasi pengusahaan angkutan feri di Indonesia yang saat ini iklim usahanya kurang kondusif. Jangan asal berkomentar, karena transportasi sangat berkaitan dengan keselamatan publik, sehingga harus cermat dan berbasis data. Biarkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang bekerja. Kita menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang,” pungkasnya.(bul)