Friday, April 17, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 235

Hapus Kemiskinan Ekstrem Lingkar Tambang dengan Pengelolaan Pertambangan Rakyat Berbasis Koperasi 

0
Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim, Kadis Koperasi dan UMKM NTB, Ahmad Masyhuri dan Plt Kadis ESDM NTB, Wirawan Ahmad saat menjadi pembicara dalam FDG tentang “Mendorong Tata Kelola Tambang Rakyat yang Berkeadilan untuk Koperasi”(ekbisntb.com/ndi)

Lombok (ekbisntb.com) – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tambang Rakyat menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk “Mendorong Tata Kelola Tambang Rakyat yang Berkeadilan untuk Koperasi” pada Senin 14 Juli 2025 di Mataram. FGD tersebut diikuti oleh unsur pemerintah daerah, aktivis, LSM, akademisi, hingga praktis media.

Pembina Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tambang Rakyat Fihiruddin dalam sambutan pembukaan FGD menyampaikan bahwa pihaknya menggelar FGD tersebut sebagai bagian dari upaya serius untuk mendorong terbentuknya koperasi tambang rakyat sebagai alternatif pengelolaan tambang yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat.

“Selama ini, tambang-tambang ilegal hanya menguntungkan sebagian kelompok saja. Kita ingin hadirkan solusi yang lebih adil, inklusif, dan legal dengan skema koperasi tambang rakyat,” tegas Fihiruddin.

Ia menambahkan, koperasi menjadi sarana kolektif yang tidak hanya memperkuat posisi tawar masyarakat, tetapi juga menjamin aspek lingkungan, kesehatan, dan keberlanjutan ekonomi lokal. “Niat kami adalah menghadirkan sistem yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Tambang rakyat harus menjadi milik rakyat, bukan dinikmati segelintir kelompok,” katanya.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ahmad Masyhuri yang menjadi salah satu pemateri dalam FGD tersebut menyampaikan, konsep pertambangan rakyat yang dikelola oleh koperasi sangat dimungkinkan. Koperasi, kata Masyhuri adalah betukan lain dari perushaan. Karena di dalam penggolongan usaha, koperasi sama dengan perusahaan sebagai badan usaha.

“Khusus tambang rakyat, dari banyak regulasi yang mengatur koperasi dibidang tambang, bahwa anggota koperasi adalah dari orang sekitar tambang, lingkar tambang. Meski pada prinsipnya kenaggotaan koperasi bersifat terbuka,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memberikan pengelolaan tambang rakyat melalui koperasi. “(Koperasi) boleh untuk (mengelola) tambang. Inisiasi Pak Kapolda itu yang kemarin tidak masalah. Asal dia memenuhi persyarakatan yang diperintahkan oleh undang-undang,” ujarnya.

Kemudian itu Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim yang juga menjadi pembicara dalam FGD tersebut menegaskan bahwa tambang Rakyat, salah satu bentuk keadilan nyata yang bisa dirasakan rakyat. “Sehingga kami mendorong Pemprov agar mempercepat Izin Pertambangan Rakyat (IPR) berbasis Koperasi sepanjang memenuhi syarat,” tegas Hamdan.

Politisi Golkar itu mengatakan sudah tidak terhitung jumlah, asosiasi, masyarakat, NGO melakukan hearing ke Komisi IV DPRD NTB mempertanyakan persoalkan tambang rakyat selama ini. Mereka menyampaikan keluh kesah atas kondisi eksploitasi tambang yang kerap menjadi masalah. Terlebih tidak adanya asas manfaat bagi masyarakat lingkar tambang.

Kini, angin segar bagi masyarakat lingkar tambang dengan hadirnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 194.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Dokumen Pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat Provinsi NTB. “Kita patut bersyukur Kepmen ESDM Nomor 194 ini. Hemat saya, kalau sudah seperti ini kita berikan saja dulu masyarakat mengurus IPR Koperasi ini. Sambil secara paralel kita bisa revisi Perda 2 tahun 2024 itu,” katanya.

Hamdan menyampaikan anggota koperasi tidak terbatas. Bahkan satu koperasi bisa berisi 3.000 an anggota. Sehingga jika sudah dikelola banyak koperasi Hamdan meyakini bisa menyelesaikan kemiskinan ekstrim di NTB.

“Kalau saja misalnya di kelola 10 koperasi, saya membayangkan kemiskinan ekstrem lingkar tambang bisa selesai. Saya sangat mengapresiasi pak gubernur dan pak Kapolda yang sudah melaunching satu blok tambang rakyat sebagai pilot projek. Inilah niat baik pemimpin kita untuk menjawab kepentingan ril masyarakat kita,” pungkasnya.

Lebih jauh, ujung dari pengelolaan tambang rakyat melalui koperasi ini, kata Hamdan adalah hilirisasi UMKM. “Konsep saya, ini nanti akan ada hilirisasi UMKM untuk memberdayakan anggota koperasi. Ini juga sesuai Asta Cita Prabowo, juga selaras dengan visi Gubernur Iqbal,” jelasnya. (ndi)

Data Penerima Bansos Terafiliasi Judol Dinonaktifkan Pemerintah

0
Syarifah(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Sosial (Disos) Sumbawa, mencatat sedikitnya sekitar 14.000 data penerima bantuan sosial (Bansos) yang dinonaktifkan pemerintah karena diduga terafiliasi judi online (Judol) dan pinjaman online (pinjol).

“Penyebab penonaktifan penerima Bansos dan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan hasil pendataan BPS karena mereka terafiliasi dengan judi online termasuk juga pinjaman online,” Kata Kabid perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) Kabupaten Sumbawa, Syarifah kepada Ekbis NTB, Senin 14 Juli 2025.

Selain persoalan tersebut lanjutnya, ditemukan juga penerima Bansos yang pekerjanya tidak sesuai kriteria kemiskinan, penghasilan di atas Upah Minimum Rata-rata (UMR). Penerima Bansos juga memiliki rekening di atas 900 kWh meter dan rekening Bansos tersebut pernah digunakan untuk pinjol.

“Jadi, data-data yang sempat digunakan untuk pinjol dan judol tersebut langsung dinonaktifkan sebagai penerima Bansos termasuk keluarga lainnya yang berada di dalam kartu keluarga (KK) tersebut,” ujarnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan data khusus di Kabupaten Sumbawa tercatat ada sekitar 14.000 lebih yang dinonaktifkan pemerintah. Hanya saja dari jumlah tersebut, pihaknya tidak bisa merinci secara detail berapa penerima Bansos yang rekeningnya digunakan untuk judol dan pinjol.

“Kalau data terakhir kita ada sekitar 14.000 yang dinonaktifkan pemerintah sebagai penerima Bansos, bisa jadi dari angka itu ada juga yang terafiliasi Judol dan pinjol,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, meskipun data tersebut dinonaktifkan tetapi masyarakat tetap diberikan ruang untuk melakukan sanggahan dengan bukti-bukti yang jelas. Misalnya ketika terjadi emergency, bukti rujukan dan penanganan medis bisa menjadi alat bukti untuk mengaktifkan kembali kartu mereka sebagai penerima Bansos.

“Jadi, kita hanya sebatas mengusulkan saja penerima tersebut untuk bisa diaktifkan kembali. Sementara yang berwenang menyatakan mereka layak atau tidak adalah kementerian sosial (Kemensos),” jelasnya.

Terhadap data tersebut, pihaknya sebenarnya sudah meminta ke Desa untuk melakukan verifikasi lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan orang-orang yang yang dinonaktifkan tersebut apakah layak sebagai penerima Bansos atau tidak.

“Kita sudah minta untuk melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi real di lapangan terhadap data tersebut apakah sudah sejahtera atau belum,” tambahnya.

Verifikasi lapangan perlu dilakukan untuk menekan adanya bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Namun untuk melakukan verifikasi tersebut tidak bisa dilakukan hanya Dinas Sosial saja karena jumlah tenaga yang dimiliki sangat terbatas.

“Kita hanya memiliki 80 orang petugas PKH saja, sehingga tidak bisa mengcover untuk pelaksanaan verifikasi ke 24 Kecamatan. Makanya kita minta desa untuk membantu proses verifikasi penerima bantuan sosial tersebut,” tukasnya. (ils)

BPJS Kesehatan Cabang Selong Bayar Klaim Faskes di Lotim Rp 403 Miliar

0
Elly Widiani (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Selong mencatat realisasi pembayaran klaim layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebesar Rp 403 miliar pada tahun 2024. Angka ini merupakan bagian dari total Rp 643 miliar yang dibayarkan untuk dua kabupaten wilayah kerjanya, yaitu Lotim dan Lombok Tengah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani, mengonfirmasi besaran pembayaran di Lotim tersebut. “Untuk di Lotim saja Rp 403 miliar,” jelas Elly saat ditemui di kantornya, Senin (14/7), usai mengikuti Public Expose daring dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Elly menjelaskan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan dilakukan secara bulanan kepada seluruh faskes mitra, baik tingkat pertama (FKTP) maupun rujukan (FKRTL). Pembayaran ini mencakup klaim kuratif dan juga kapitasi untuk FKTP. “Kapitasi saja ke FKTP di Lotim mencapai Rp 5 miliar per bulan,” ungkapnya.

Dana sebesar Rp 403 miliar tersebut disalurkan ke seluruh faskes mitra di Lotim, yang terdiri dari 62 FKTP (termasuk 35 puskesmas) dan 9 Faskes Tingkat Lanjutan (FKRTL). Rumah Sakit Umum Dr. R. Soedjono Selong disebutkan sebagai faskes penerima klaim terbesar di kabupaten tersebut.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menekankan pentingnya penguatan program promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit). “Kehadiran BPJS Kesehatan tidak saja untuk orang sakit, tapi juga bagi orang sehat,” tegas Ghufron.

BPJS Kesehatan mendorong peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin guna menjaga kesehatan dan mendeteksi dini penyakit. Beberapa program yang digalakkan antara lain dengan cara Skrining Kesehatan via Mobile JKN. Peserta dapat memeriksa riwayat kesehatan awal melalui aplikasi Mobile JKN, yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 45 juta orang di Indonesia.

Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Yakni, khusus untuk peserta dengan penyakit kronis seperti diabetes dan jantung, dengan kegiatan seperti senam bersama dan edukasi.

Ghufron menyatakan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya memperbaiki akses dan kualitas layanan, meski mengakui masih ada kasus diskriminasi yang perlahan-lahan berkurang. Ia juga menyoroti reputasi positif program JKN-KIS di tingkat internasional. “BPJS sudah jadi sorotan dunia. Program JKN harumkan nama dunia,” pungkasnya.

Dengan klaim signifikan yang dibayarkan ke Faskes di Lotim dan upaya berkelanjutan untuk mendorong paradigma sehat, BPJS Kesehatan Cabang Selong berkomitmen meningkatkan perlindungan kesehatan bagi seluruh peserta di wilayah kerjanya.

Ditambahkan Elly Widiani, khusus untuk kegiatan promotif dan preventif ini masih ada tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. “Sampai sekarang promotif preventif kurang tertarik masyarakat. Seperti menggelar kegiatan papsmear, ada yang hadir minim,” ujarnya.

Padahal, pencegahan dan deteksi dini dinilai lebih efektif dibandingkan menanggung biaya tinggi untuk penyakit katastropik (penyakit berbiaya mahal seperti gagal ginjal atau kanker) yang menyerap Rp 37 triliun dari total klaim nasional BPJS pada 2024. (rus)

Maskapai Ajukan Penerbangan Tambahan Hadapi Fornas VIII di NTB

0
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal (kiri), Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (tengah) dan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Lalu Moh Faozal (kanan) serta pimpinan OPD dan panitia Fornas VIII saat memberikan keterangan pers kesiapan Fornas VIII di Mataram, Senin (14/7)(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah maskapai penerbangan mengajukan penambahan penerbangan atau ekstra flight dalam rangka menghadapi perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat pada 26 Juli sampai dengan 1 Agustus 2025.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Moh Faozal mengatakan, penambahan penerbangan ini seiring kedatangan peserta yang akan mengikuti perhelatan Fornas di NTB.

“Dari pergerakan empat bandara, ada peningkatan jumlah penumpang pada tanggal 23 sampai 25 Juli ke NTB dari sejumlah rute yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar,” ujarnya pada kegiatan jumpa pers kesiapan Fornas VIII yang dihadiri Gubernur dan Wagub NTB, Lalu Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri dan pimpinan OPD dan panitia Fornas VIII di Mataram, Senin.

Ia menyebutkan, sejumlah maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan untuk kedatangan diantaranya Garuda Indonesia untuk rute Jakarta-Lombok, CitiLink Surabaya-Lombok, Wings Air Denpasar-Lombok dan Lion Air Makassar-Lombok.

“Penambahan penerbangan ini termasuk juga untuk kepulangan dari Lombok,” kata Faozal.

Selain dari sisi transportasi udara, dalam menghadapi perhelatan Fornas VIII ini, pemerintah daerah juga memaksimalkan transportasi laut khususnya menuju pintu masuk di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi di Jawa Timur dan Pelabuhan Senggigi di Lombok Barat dari dan menuju Padang Bai dan Benoa di Bali.

“Untuk Pelabuhan Senggigi ini bagi kapal cepat dari Bali dari sebelumnya dua kali menjadi empat kali sehari,” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB ini.

Kemudian untuk dukungan transportasi darat, lanjut Faozal, pemerintah daerah menyiapkan mobil listrik bagi peserta dan shuttle bus bagi penonton untuk menuju arena pertandingan.

“Khusus kendaraan listrik ini disediakan oleh Blue Bird yang ditarik dari Denpasar untuk digeser ke Mataram. Sedangkan shuttle bus kita siapkan 15 unit,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan, jumlah peserta sampai dengan saat ini yang telah mendaftar mengikuti Fornas VIII sebanyak 15.400 orang.

Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan pada 26 Juli 2025.

“Target kita jumlah peserta yang hadir di Fornas ini sebanyak 18 ribu orang dan mudah-mudahan bisa bertambah mencapai 20 ribu orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Miq Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB, mengatakan, mengingat jumlah peserta yang hadir, pemerintah daerah menyiapkan dukungan transportasi selama berada di NTB, termasuk dukungan kendaraan bagi penonton melalui penyediaan shuttle bus.

“Jadi kita siapkan shuttle bus dari 1 tempat ke tempat pertandingan secara gratis pada penonton sehingga masyarakat dapat meramaikan Fornas,” ucap Miq Iqbal.

Selain itu, dia berharap dengan banyaknya jumlah peserta ini, pihaknya berharap para pelaku usaha, mulai hotel dan transportasi udara untuk tidak menaikkan harga di luar batas kewajaran.

“Itu harapan kita agar tarif hotel dan transportasi ini tidak naik,” katanya. (ant)

Pemkot Mataram Terima Bantuan Sayuran dari Sembalun Lombok Timur

0
Bantuan sayur-sayuran yang dikirim oleh salah satu organisasi kebencanaan dari Sembalun, Kabupaten Lombok Timur(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima bantuan aneka jenis sayuran untuk membantu operasional dapur umum bagi korban banjir dari organisasi kebencanaan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Andi Darwis di Mataram, Senin, mengatakan, aneka jenis sayuran yang diberikan itu sangat membantu untuk melengkapi komposisi gizi bagi korban banjir.

“Bantuan sayuran yang kami terima sebanyak dua mobil pick up. Untuk beratnya, kami kurang tahu,” katanya.

Aneka sayuran yang dikirim itu merupakan hasil panen petani di Sembalun yang terkenal dengan daerah dataran tinggi dan beraneka jenis sayuran antara lain daun bawang, bunga kol, sawi putih, kentang, labu panjang, labu siam, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain.

Ia mengakui, jenis sayuran yang diterima itu tidak bisa tahan lama, apalagi produksi nasi dapur umum mulai hari ini sudah berkurang dari biasanya 6.000 bungkus menjadi 1.500 bungkus untuk makan siang dan makan malam.

Kondisi itu terjadi karena para korban banjir sebagian besar kini sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai beraktivitas normal.

Oleh karena itu, lanjut Andi, bantuan sayur-sayuran tersebut akan didistribusikan juga ke para korban banjir dan dapur-dapur mandiri di kecamatan.

“Sayur-sayuran bantuan itu akan kami drop ke dapur mandiri di Kecamatan Cakranegara dan Sekarbela, sekaligus bantuan air mineral dan mi instan,” katanya.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan organisasi dari Sembalun bisa sampai ke para korban banjir baik dalam bentuk yang sudah diolah maupun yang masih mentah.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan sayuran tersebut,” katanya.

Akibat banjir pada Minggu (6/7) yang dipicu karena intensitas hujan deras dan merata, sebanyak 7.676 rumah terendam dengan ketinggian hingga satu meter dan 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan satu meninggal dunia karena tersengat listrik di Ampenan. (ant)

Pemkot  Anggarkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Bangun Huntara Korban Banjir

0
Rumah warga yang dibangun di bantaran sungai rusak diterjang banjir Minggu 6 Juli 2025 lalu. Pemkot akan membangun Huntara, difokuskan pada warga yang rumahnya berada di sepadan sungai dan mengalami kerusakan berat akibat banjir belum lama ini(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1 miliar untuk membangun hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di kota ini, pekan lalu. Fokus bantuan difokuskan pada warga yang rumahnya berada di sepadan sungai dan mengalami kerusakan berat akibat banjir belum lama ini.

Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan saat ini Pemkot sedang melakukan asesmen di lapangan untuk menghitung kebutuhan riil di setiap titik terdampak. Huntara akan dibangun secara bertahap di beberapa lokasi, dengan prioritas pada kawasan yang mengalami kerusakan paling parah.

“Kurang lebih anggarannya Rp 1 miliar. Tidak hanya untuk bangunan Huntara, tapi juga sarana pendukung lainnya. Untuk sementara, kami masih melakukan perhitungan di lapangan,” ujar Alwan saat dikonfirmasi, Senin, 14 Juli 2025.

Menurut data sementara, salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Lingkungan Pamotan, Cakranegara. Di lokasi ini, terdapat 13 kepala keluarga (KK) yang rumahnya hilang diterjang banjir. Pemkot akan membangun 13 unit kamar Huntara di atas lahan milik pemerintah kota yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Selain Pamotan, pembangunan huntara juga akan dilakukan di Lingkungan Karang Jero, dengan rencana pembangunan tujuh unit kamar huntara. Beberapa wilayah lain seperti Kekalik juga masuk dalam peta penanganan, dengan kemungkinan kolaborasi bersama Real Estate Indonesia (REI) untuk membantu pembangunan di titik tersebut.

“Kami ingin membangun Huntara yang layak ditinggali, kurang lebih seperti model Huntara yang pernah dibangun di Pondok Prasi. Selama masa pembangunan, warga yang kehilangan tempat tinggal diungsikan sementara di lahan bekas Kantor Lurah Mayura,” terangnya.

Proses pembangunan Huntara sendiri diperkirakan membutuhkan waktu antara 15 hingga 20 hari kerja untuk satu lokasi. Untuk unit di Karang Jero, proses bisa rampung dalam waktu dua hingga tiga minggu. Sementara pembangunan di Pamotan akan berlangsung secara paralel.

“Pengerjaan teknis fisik nanti akan ditangani Dinas PUPR, yang juga akan bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengatur titik-titik pembangunan yang sesuai,” tambahnya.

Alwan menyebut, Pemkot juga telah menawarkan alternatif lain bagi warga yang terdampak. Beberapa di antaranya memilih pindah ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), sementara sebagian lainnya memilih menunggu pembangunan Huntara selesai.

“Kita tidak memaksakan. Ada pilihan, bisa ke Rusunawa atau menunggu Huntara. Yang penting mereka bisa tinggal di tempat yang aman dan layak,” tutupnya.(hir)

Pemprov NTB Gandeng Investor China dan Turki Bangun Dua Gudang Pangan di NTB

0
Kepala DKP NTB, Aidy Furqan saat menjelaskan tentang pembangunan dua gudang pangan di NTB, Senin, 14 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Dua investor luar negeri, tepatnya China dan Turki akan membangun dua gudang pangan yaitu gudang gabah dan jagung di NTB. Pembangunan gudang ini menyusul gudang Bulog NTB yang tidak cukup menampung seluruh serapan hasil petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Aidy Furqan mengatakan rencananya, gudang gabah akan dibangun di Pulau Lombok, sementara gudang jagung akan dibangun di Pulau Sumbawa.

“Kita sedang menyiapkan program bernama Silo. Itu gudang untuk gabah dan jagung yang dilengkapi dengan dryer atau pengering,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.

Dia mengatakan, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal telah meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk menyiapkan rancangan desain gudang pangan tersebut di tahun ini. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu tahapan kunjungan lapangan (visitasi) oleh para calon investor.

Pembangunan gudang pangan di NTB akan menggunakan lahan milik Pemprov NTB dengan luas 5 hektar untuk gudang gabah, dan 2,4 hektar untuk gudang jagung. Dengan kapasitas masing-masing gudang mencapai ribuan ton.

“Kami sudah menyiapkan ini sejak satu bulan yang lalu, tinggal menunggu proses visitasi dari pihak pengusaha,” katanya.

Aidy mengaku, Pemprov sangat mengharapkan realisasi investasi dua proyek fisik gudang penyimpanan di NTB. Sebab, saat ini NTB tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membangun dua gudang secara mandiri.

Apalagi, ditambah dengan fasilitas-fasilitas seperti tempat parkir, jemur gabah, dan beberapa sarana dan prasarana lainnya untuk memastikan kualitas pangan tidak cepat rusak yang dapat merusak harga.

“Mereka pengusaha berminat membangun gudang ini pasti sudah berhitung dari sisi keuntungan yang akan didapatkan, karena yang kita tampung ini kebutuhan pokok, jagung dan beras yang produksinya selalu surplus di NTB,” jelasnya.

Hingga pertengahan tahun ini, produksi jagung petani mencapai 1,7 juta ton jagung. Sehingga beberapa pengusaha sudah melakukan ekspor ke luar negeri seperti Malaysia dan Filipina.

Diketahui, di awal tahun lalu Perum Bulog Wilayah NTB mewanti-wanti adanya kekurangan ketersediaan gudang jagung. Sebab, gudang bulog hanya mampu menampung 10 ribu ton jagung. Sementara, target penyerapan mencapai 78 ribu ton.

Bahkan, Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Abdul Aziz mengatakan Menteri Pertanian meminta bulog berkoordinasi dengan kepala daerah untuk membantu mencari gudang yang bisa disewa oleh Bulog sebagai tempat penyimpanan jagung.

“Saya sudah mencarinya, saya telpon di Sumbawa, ternyata itu gudang bekas pupuk, tidak boleh. Ada gudang di KSB satu, itu boleh. Saya sudah fasilitasi pemilik gudang,” pungkasnya. (era)

Serius Lanjutkan Proyek, Investor Kereta Gantung Rinjani Sudah Setor Rp5 Miliar ke Bank NTB Syariah

0
Plt Kepala DPMPTSP NTB, Eva Dewiyani saat menjelaskan terkait progres Kereta Gantung Rinjani, Senin, 14 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan proyek pembangunan kereta gantung Rinjani masih terus berproses. Meski belum ada progres fisik, dipastikan bahwa investor asal Tiongkok yang akan menggarap proyek ini tidak menghilang. Bahkan, investor telah menyetor dana jaminan sebesar Rp5 miliar sebagai bentuk keseriusan.

Demikian disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Eva Dewiyani pada Senin, 14 Juli 2025.

“Investor asal China itu sudah datang bertemu kami di pertengahan Juni lalu. Mereka tidak kabur. Kantor mereka ada di Gunungsari, Lombok Barat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak dilakukan groundbreaking pada tahun 2022 lalu, investor telah menaruh jaminan sebesar Rp5 miliar di Bank NTB Syariah. Dana ini disebut sebagai bentuk komitmen bahwa proyek tersebut bukan sekadar wacana.

“Itu namanya jaminan kepastian. Dengan menaruh itu, artinya mereka memang punya niat dan serius untuk membangun serta melanjutkan proyek kereta gantung Rinjani tersebut,” sambungnya.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses pemenuhan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Karena proyek ini berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), kewenangan perizinannya berada di pemerintah pusat, bukan Pemprov NTB.

“Amdal ini urusannya dengan pemerintah pusat, bukan kita di daerah. Apalagi karena ini PMA, jadi kita tidak bisa intervensi atau minta percepat. Tidak bisa seperti itu,” jelasnga.

Begitupun dengan Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJWLA) yang masih dalam proses migrasi atau proses menjadi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kementerian yang sama. (era)

Hingga saat ini, Eva mengaku belum menyampaikan perkembangan apapun terkait dengan proyek Kereta Gantung Rinjani yang menelan anggaran hingga Rp6,7 triliun tersebut kepada pimpinan NTB. Kendati demikian, dipastikan komitmen investor untuk pembangunan proyek ini cukup tinggi, terbukti dari datangnya mereka ke DPMPTSP di Bulan Juni lalu.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengaku proyek Kereta Gantung Rinjani dibatalkan. Sebab, hingga saat ini proyek tersebut macet, tidak ada progres. Bahkan, investor asal China sebagai sumber dana pembangunan proyek senilai Rp6,5 triliun tersebut menghilang.

“Kereta gantung udah mati, tidak pernah dengar udah berapa tahun lalu,” ujarnya.

Menyinggung soal kedatangan investor asal China, PT Indonesia Lombok Resort (ILR) yang berkunjung ke kantor DPMPTSP pada pertengahan Juni lalu, Iqbal mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Tidak tahu saya,” ucapnya. (era)

Tekan Angka Kemiskinan, Mendikdasmen Dukung Program Sekolah Vokasi Gubernur NTB

0
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menjelaskan soal program sekolah vokasi NTB, Senin, 14 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengan (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendukung program vokasi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal. Dirinya mengatakan, program vokasi Pemprov NTB sejalan dengan program pemerintah pusat.

“Rencana pengembangan SMK yang dirancang oleh pak Gubernur sejalan dengan apa yang menjadi kebijakan kami di tingkat nasional,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.

Abdul mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan berbagai program untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), khususnya SMK seperti, SMK 4 tahun. Tiga tahun akan digunakan untuk menempuh pendidikan, satu tahun disiapkan untuk persiapan masuk dunia kerja.

“Juga ada SMK yang memang langsung bermitra dengan unit bisnis, nanti diharapkan mereka ini bahkan saat masih SMK sudah ada ikatan kerja dengan kami,” sambungnya.

Pemerintah pusat juga berencana untuk menekan kerja sama antara SMK dengan Balai Latihan Kerja (BLK) guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dengan adanya sertifikasi kemampuan dan skill di samping ijazah SMK.

“Sehingga dengan cara seperti ini kita berharap SMK dapat menghasilkan tenaga kerja yang trampil dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Abdul menambahkan, Kemendikdasmen juga menawarkan adanya bantuan sekolah lanjutan bagis siswa SMK yang berhenti sekolah sebelum lulus. Di tahap pertama, dirinya menyiapkan sekitar 1000 siswa yang akan mendapatkan bantuan program ini.

“Sementara jumlahnya seribu tapi nanti kuta tambahi lagi untuk tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.

Tidak hanya itu, kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke NTB sekaligus memantau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama. Dirinya juga berjanji untuk memperbaiki beberapa fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana banjir yang menerjang Kota Mataram beberapa waktu lalu.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dirinya sudah berdiskusi panjang dengan Abdul Mu’ti, salah satu yang terpenting adalah penyampaian Gubernur terkait rencana program vokasi untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah.

“Salah satu yang penting adalah tentang vokasi supaya SMK ini bisa berkontribusi mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang ada di NTB, dan beliau memberikan dukungan penuh pada kita untuk mengembangkan sekolah vokasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, Menteri sangat mendukung program yang dicanangkan oleh mantan Dubes RI untuk Turki ini.

Pengembangan sekolah vokasi tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga swasta. Skemanya, Pemprov NTB akan mengatur pelatihan skill sesuai dengan kebutuhan pasar. Nantinya, gubernur juga akan membentuk skill center untuk siswa. (era)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik ke Rp1,924 Juta/Gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, mengalami kenaikan Rp5.000 dari semula Rp1.919.000 menjadi Rp1.924.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke Rp1.768.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.012.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.924.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.788.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.657.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.395.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.735.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.712.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.345.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp186.612.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp466.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp932.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.864.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)