Beranda blog Halaman 227

Rayakan Idul Adha 1447 H, PLN UIP Nusra Salurkan 18 Ekor Sapi dan 9 Ekor Kambing untuk Masyarakat

0

Mataram (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui kegiatan berbagi hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan dengan mengusung tema “Energi Kurban Pancarkan Taqwa, Bagikan Terang untuk Sesama”.

Pada perayaan Idul Adha tahun ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra dan seluruh Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra menghimpun dan menyalurkan total 18 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang didistribusikan secara serentak di wilayah kerja PT PLN (Persero) UIP Nusra, mulai dari Lombok, Flores, hingga Timor.

Di Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra, dilakukan penyembelihan sebanyak 7 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang berasal dari pegawai PLN UIP Nusra dan YBM PLN. Selain itu, penyaluran hewan kurban juga dilakukan di sejumlah wilayah operasional lainnya.

PT PLN (Persero) UPP Nusra 1 turut menyalurkan 2 ekor sapi melalui program YBM PLN, PT PLN (Persero) UPP Nusra 2 menyalurkan 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang didistribusikan di sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur. Sementara PT PLN (Persero) UPP Nusra 3 menyalurkan total 5 ekor sapi.

Daging kurban yang terkumpul kemudian dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, fakir miskin, yayasan, pondok pesantren, masjid, hingga warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra diawali dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto.

Dalam sambutannya, Rizki mengatakan ibadah kurban menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan berbagi kepada sesama, sejalan dengan semangat PLN dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Ia menambahkan, pelaksanaan kurban tahun ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial insan PLN yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah kerja PT PLN (Persero) UIP Nusra.

“Hari ini kita memulai rangkaian ibadah penyembelihan hewan kurban di PLN UIP Nusra. Total di UIP Nusra dan seluruh UPP terdapat 18 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang tersebar di seluruh wilayah kerja, mulai dari Mataram, Labuan Bajo, hingga Kupang. Harapannya, semangat ibadah dan manfaat kurban ini dapat menyebar ke seluruh wilayah UIP Nusra,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan proses penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat penerima manfaat di sekitar wilayah operasional PT PLN (Persero) UIP Nusra.(bul)

Mau Gabung Komunitas Motor Honda di NTB? Sekarang Cukup Lewat Aplikasi Motorku X

0

Mataram (Ekbis NTB) – Pengguna sepeda motor Honda di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini semakin mudah untuk menyalurkan hobi dan memperluas relasi. Astra Motor NTB resmi menghadirkan solusi digital melalui aplikasi Motorku X, yang memungkinkan para pencinta roda dua menemukan dan bergabung dengan komunitas motor resmi secara praktis.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Astra Motor NTB dalam memperkuat ekosistem dan memfasilitasi penguatan komunitas motor berbasis digital di wilayah bumi gora.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menegaskan bahwa komunitas motor saat ini bukan lagi sekadar tempat berkumpul biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang edukasi keselamatan berkendara (safety riding), berbagi pengalaman, hingga wadah kegiatan sosial.

“Sekarang gabung komunitas Honda jauh lebih gampang, tinggal pakai aplikasi Motorku X. Pengguna bisa langsung mencari komunitas yang sesuai dengan minat dan karakter riding masing-masing,” ujar Felix.

Felix menambahkan, pergeseran tren membuat konsumen saat ini jauh lebih menyukai layanan yang praktis dan dapat diakses cepat via ponsel. Melalui Motorku X yang dapat diunduh di App Store maupun Play Store, pengguna baru tidak perlu lagi mencari informasi manual lewat media sosial atau relasi personal.

Perkuat Kampanye Safety Riding dan Aksi Sosial

Sementara itu, Promotion Supervisor Astra Motor NTB, I Gede Sutrisna, menjelaskan bahwa komunitas Honda di NTB memiliki peran krusial dalam membangun budaya berkendara yang positif dan tertib di jalan raya.

“Komunitas bukan sekadar riding bersama. Selama ini mereka aktif mendukung kampanye safety riding di NTB, terlibat dalam aksi sosial, dan berbagai aktivitas positif lainnya,” kata Sutrisna.

Kehadiran fitur komunitas di Motorku X diharapkan menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara pabrikan, diler, dan konsumen. Melalui satu aplikasi tersebut, anggota maupun calon anggota bisa memantau agenda kegiatan harian, informasi klub, hingga jadwal gathering resmi.

Fitur Lengkap dalam Satu Genggaman

Selain menu komunitas, aplikasi Motorku X tetap mengusung fungsi utamanya sebagai platform asisten digital motor Honda. Pengguna dapat menikmati beragam fitur praktis, mulai dari informasi servis berkala, booking bengkel AHASS, hingga berburu promo menarik dari Astra Motor.

Dengan pendekatan yang modern ini, Astra Motor NTB optimistis keterlibatan generasi muda dan pertumbuhan komunitas motor di NTB akan terus meningkat pesat.

“Kami ingin pengguna Honda merasakan pengalaman yang lebih praktis. Komunitas juga bisa semakin berkembang karena aksesnya yang kini jauh lebih terbuka dan mudah,” pungkas Felix. (r/fan)

PLN UIP Nusra Perkuat Budaya Kerja Sehat melalui PLN Wellness League 2026

0

Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut ambil bagian dalam program nasional PLN Wellness League: Energi Bergerak 2026 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya hidup sehat, aktif, dan produktif di lingkungan kerja.

Mengusung semangat “Energi Sehat, Energi Bergerak, Energi untuk Indonesia”, kegiatan ini diikuti seluruh insan PT PLN (Persero) UIP Nusra melalui beragam aktivitas kebugaran bersama yang bertujuan memperkuat kesehatan fisik, mental, sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai.

PLN Wellness League merupakan program pemeliharaan kesehatan preventif berskala nasional yang diinisiasi PLN Group dan melibatkan sekitar 42 ribu pegawai di seluruh Indonesia. Program ini berfokus pada peningkatan aktivitas fisik, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), serta penerapan pola hidup sehat dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui partisipasi dalam program tersebut, PT PLN (Persero) UIP Nusra mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan adaptif, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarpegawai dalam mendukung kinerja perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan menghadirkan semangat positif di lingkungan kerja. Harapannya, seluruh insan PLN dapat terus menjaga kesehatan dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujar Agradi Aryatama, peserta kegiatan PLN Wellness PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Pelaksanaan PLN Wellness di lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra berlangsung dengan penuh antusiasme dan kebersamaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas serta membangun energi positif di antara pegawai.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan kesehatan pegawai merupakan fondasi penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan mandat ketenagalistrikan nasional.

“PLN percaya energi terbaik lahir dari insan yang sehat, aktif, dan solid. Karena itu, melalui PLN Wellness League, kami ingin membangun budaya hidup sehat yang tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi juga kebiasaan positif dalam keseharian lingkungan kerja,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, PT PLN (Persero) UIP Nusra akan terus mendukung berbagai program kesehatan preventif dan penguatan kebersamaan pegawai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

“Dengan tubuh yang sehat dan semangat kebersamaan yang kuat, kami optimistis insan PLN UIP Nusra dapat terus menghadirkan energi terbaik untuk mendukung pembangunan ketenagalistrikan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Rizki.(bul)

NTB Bidik Rp25 Miliar Transaksi Paket Pariwisata pada BBTF 2026 di Bali

0

Mataram (ekbisntb.com)– Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB memperkuat kolaborasi promosi pariwisata jelang ajang Bali and Beyond Travel Fair 2026 atau BBTF yang berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Nusa Dua, Bali.

BBTF dinilai strategis karena dihadiri pelaku industri pariwisata dan buyer dari sekitar 40 negara di dunia, sehingga menjadi peluang besar bagi NTB untuk memperluas pasar wisata internasional.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, Selasa, 26 Mei 2026, guna memastikan kesiapan mengikuti BBTF 2026.

Rombongan NTB terdiri dari BPPD NTB, Dinas Pariwisata NTB, Industri Pariwisata, dan UMKM dengan desain Paviliun Lombok dengan tema Tera Kota,  akan membawa produk wisata unggulan di NTB yaitu pariwisata Pulau Lombok dan Sumbawa yang memiliki kekayaan destinasi lengkap, mulai dari wisata pantai, pegunungan, budaya hingga kuliner khas daerah. NTB menargetkan transaksi paket pariwisata sebesar Rp25 miliar di BBTF 2026.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar promosi pariwisata NTB agar semakin dikenal dunia internasional. Kami membawa berbagai produk wisata unggulan Lombok dan Sumbawa dengan target transaksi mencapai Rp25 miliar,” ujar Sahlan.

Dalam forum BBTF, BPPD NTB juga akan melakukan presentasi langsung mengenai destinasi wisata Lombok dan Sumbawa kepada para buyer internasional yang menjadi pasar potensial wisata NTB.

Menurutnya, NTB memiliki banyak keunggulan yang mampu bersaing di pasar global, baik dari sisi keindahan alam, wisata bahari, gunung, budaya maupun kekayaan kuliner lokal.

“Kami ingin buyer internasional lebih mengenal destinasi Lombok dan Sumbawa secara lebih dekat. Potensi kita sangat lengkap, mulai dari pantai, wisata darat, gunung, budaya hingga kuliner,” katanya.

Selain mengikuti BBTF, kolaborasi promosi pariwisata NTB juga akan dilanjutkan melalui kegiatan Famtrip Lombok-Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026.

Sebanyak 37 buyer potensial dari kawasan Asia, Eropa, dan Afrika akan diajak mengunjungi langsung sejumlah destinasi wisata unggulan di NTB. Puncak kegiatan famtrip dijadwalkan berlangsung di Selong Selo Resort and Residences pada 1 Juni 2026.

Kegiatan famtrip melibatkan berbagai pelaku industri pariwisata yang terhubung melalui asosiasi-asosiasi pariwisata di NTB, sebagai upaya memperkuat jejaring promosi dan paket wisata daerah.

BPPD NTB berharap seluruh pihak dapat mendukung kegiatan promosi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di pasar internasional.(bul)

Tuntas Dibangun Pemkab, Jalan Lendang Re-Menjot Sekotong Spot Ikonik Terindah di Lobar

0
Tuntas Dibangun Pemkab, Jalan Lendang Re-Menjot Sekotong Spot Ikonik Terindah di Lobar
Pemandangan jalan Lendang Re-Menjot Sekotong yang telah tuntas dibangun Pemkab ini menjadi magnet masyarakat karena sangat ikonik. (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Akses jalan Lendang Re-Menjot Sekotong Lombok Barat tuntas dibangun Pemkab Lombok Barat. Jalan sepanjang 1,7 kilometer itu pun menjadi magnet baru bagi warga, karena langsung menghadap ke laut yang membentang.

Dengan posisi strategis ini, ruas jalan tersebut memiliki spot pemandangan yang indah. Dari atas ketinggian jalan itu bisa disaksikan perbukitan dan bentangan laut dengan jejeran kapal yang parkir di pelabuhan Gili Mas. Ditambah hijaunya mangrove yang membentang menambah indahnya pemandangan.

Aspal jalan itu masih hitam, karena baru. Dibangun di sepanjang pinggir perbukitan, jalan menanjak tersebut menyajikan sensasi. Di pinggir jalan, bukit hijau membentang. Dari kejauhan, pemandangan birunya laut dan hijaunya mangrove memanjakan mata. Tampak dari atas jalan itu, pelabuhan Gili Mas dan kapal yang parkir berjejer di sekitar pelabuhan.

Kadis PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan bahwa setelah melalui proses akhirnya pengaspalan jalan Lendang Re-Menjot tuntas. Jalan ini tidak saja menunjang akses untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi titik yang Ikonik di Lombok Barat.

“Jalan ini menjadi titik ikonik di Lombok Barat, bisa dinikmati masyarakat. Warga bisa berolahraga dan berswafoto juga di sini,”kata Ratnawi ketika meninjau pengerjaan pengaspalan jalan tersebut, Senin (25/5/2026).

Jalan ini memiliki pemandangan yang bagus, langsung menghadap pantai dan pelabuhan Gili Mas. Warga pun bisa menikmati kapal laut dan kapal pesiar yang lalu lalang.

Ia berharap jalan ini bisa dinikmati dari sisi asas manfaat untuk menunjang aksesibilitas ekomoni, pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Dan bisa nikmati pemandangan jalan ini,” imbuhnya.

Warga yang melewati jalan itu, juga mengakui pemandangan jalan itu memang indah. Sehingga tiap sore, para kaula muda berfoto di lokasi. Warga mengaku senang jalan itu dibangun, karena akses transportasi lancar, ditambah lagi bisa menikmati pemandangan dari atas ketinggian Jalur tersebut. (her)

DPRD Lobar Usulkan Aset LCC Jadi Fasilitas Olahraga hingga Hiburan untuk Genjot PAD

0
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lobar Romi Rahman (kiri) bersama Ketua Fraksi Perindo Dr. Syamsuariansyah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – DPRD Lombok Barat mengusulkan sejumlah opsi untuk pengelolaan pemanfaatan aset lahan LCC di Desa Gerimaks Indah, Kecamatan Narmada, Lobar yang telah berhasil diambil alih Pemkab, setelah bermasalah selama bertahun-tahun tersebut. Atas keberhasilan ini, pihak Pemkab Lobar mendapatkan apresiasi dari kalangan Dewan.

Ketua Fraksi Gerindra yang juga anggota komisi I DPRD Lobar Romi Rahman menyampaikan apresiasinya pada Pemkab atas keberhasilannya mengambil alih dua serifikat aset lahan yang sebelumnya menjadi penyertaan modal ke PT Tripat dikelola bersama PT Blis.

“Lantas pemanfaatannya ke depan seperti apa? Tentu ini butuh perencanaan yang baik dan strategis yang kita harapkan mampu mendukung dan menghasilkan PAD,” kata dia, Senin (25/5/2026).

Menurutnya dari sisi lokasi, aset ini sangat strategis. Jika ada rencana dikelola atau dimanfaatkan oleh Pemkab baik melalui skema kerja sama atau lainnya, perlu dievaluasi dari sekarang. Pemkab perlu menjadikan bahan evaluasi, kerja sama sebelumnya dalam pembangunan mal yang berujung bermasalah.

Kalaupun dimanfaatkan, pihaknya mengusulkan beberapa opsi pemanfaatan lahan dan gedung tersebut. “Mungkin pilihannya bisa saja membangun (menjadikan) fasilitas olahraga atau sport center, dan pariwisata. Alternatif lainya bisa dibangun rumah susun disewakan, dan pergudangan, saya pikir ini juga bisa menghasilkan PAD,” ujarnya.

Opsi-opsi ini bisa menjadi alternatif bagi Pemkab untuk pemanfaatan aset lahan dan bangunan itu ke depan. Namun, ia menekankan pengelolaan aset ini harus menuntaskan dulu permasalahan gedung yang bukan milik Pemda, berdasarkan putusan pengadilan. Apakah bangunan itu milik PT Blis atau bank, Pihaknya belum tahu pasti. Yang jelas hal ini menjadi bagian yang perlu dibicarakan oleh Pemkab dengan kedua belah pihak tersebut.

Sementara itu Ketua Fraksi Perindo DPRD Lobar, Dr. Syamsuariansyah berpandangan yang fokusnya pada aset lahan Pemda. Yang perlu disiapkan adalah komitmen Pemkab dalam menangkap peluang aset ini untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan PAD.

“Saya lebih menekankan tanah ini berikut dengan bangunannya, harus clear dulu nih seperti apa ke depannya,” ujarnya.

Kalau pilihannya berapa opsi untuk pemanfaatannya, misalnya akan dipihakketigakan dengan pihak lain, maka komitmen fee dan kesepakatannya harus jelas.

Contohnya, kesepakatan bisnis strategi apa yang akan dikembangkan di sana memiliki tenggat waktu atau masa berlaku.

“Apakah 30 atau 40 tahun ataukah lebih, itu harus jelas sehingga payung hukumnya juga jelas. Sehingga jangan sampai akibat ketidakpastian payung hukum ini, justru menjadi masalah di kemudian hari. Untuk itu ia mengimbau pada Bupati dan jajaran harus betul-betul mampu membuat kesempatan bisnis strategi yang bisa menambah PAD yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Lobar,” urai Syamsuriansyah.

Pihaknya tidak setuju jika lahan dan gedung itu dipergunakan untuk kantor DPRD, sebab gedung dewan harus berada di jantung kota. Ia lebih condong, aset itu dikembangkan sebagai pusat perbelanjaan, rekreasi, hiburan. “Pusat hiburan, tidak ada yang salah, sepanjang pusat hiburan legal, yang tidak boleh kan pusat hiburan yang ilegal,” ujarnya.

Dengan dengan pengembangan kawasan ini, daerah Narmada menjadi hidup. Hal ini tentu sejalan dengan niatan Pemkab menghidupkan semua kawasan.

Jika Pemkab ingin menghidupkan semua kawasan ini, tentu perlu dimulai dari Narmada juga melalui pemanfaatan aset ini. Ia pun sependapat dengan ketua DPRD aset itu dikembalikan ke Pemkab, sehingga perlu diubah Perda tentang aset ini. Terlebih BUMD PT Tripat telah menyampaikan bahwa tidak mampu mengelola aset dan bangunan itu.

Ketidakmampuan ini tentunya perlu menjadi bahan evaluasi terhadap direksi PT Tripat. Karena ada peluang aset yang bisa dikelola, tetapi pihak BUMD justru tidak mampu mengelolanya. (her)

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur Berbobot 1 Ton, Kadisnak: Tidak Mudah Memelihara Sapi Besar

0
Kadisnak Lotim H. Masyhur saat melihat sapi yang sebelumnya bobot 952 ton kini sudah mencapai 1 ton. (Suara NTB/her)

Selong (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Peternakan Lombok Timur, H. Masyhur, mengungkapkan bahwa sapi yang akan dikurbankan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Lombok Timur mencapai bobot 1 ton. Sapi raksasa tersebut rencananya disembelih di Kecamatan Pringgabaya.

Sapi kurban presiden dibeli dengan harga Rp80 juta dari seorang peternak warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, bernama Amaq Idil alias Suhirman. Dengan bobot 1 ton, sapi tersebut diperkirakan dapat mencukupi konsumsi sekitar 400 orang.

“Memelihara sapi dengan bobot raksasa seperti ini cukup berat. Dari 1.000 ekor sapi, belum tentu ada satu ekor yang mencapai bobot 1 ton,” ujar H. Masyhur.

Menurutnya, untuk mendapatkan bobot sebesar itu dibutuhkan waktu pemeliharaan yang lama, setidaknya 2,5 tahun. Sangat jarang peternak yang mampu memelihara sapi hingga ukuran raksasa karena risikonya juga besar.

“Biasanya, saat bobot sapi sudah mencapai 800 kg saja, peternak sudah was-was dan lebih cenderung langsung menjual,” tambahnya.

Sapi milik Amaq Idil ini dipelihara sejak 2,5 tahun silam dan awalnya dibeli dengan harga Rp20 juta. Dengan kesabaran dan biaya yang tidak sedikit, ia berhasil mendapatkan sapi ras eksotik berbobot 1 ton yang kini menjadi hewan kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur. (rus)

Warga Lendang Re-Menjot Sekotong Akhirnya Bisa Nikmati Jalan Mulus

0
Pengerjaan aspal hotmix ruas jalan Lendang Re-Menjot Sekotong, Lombok Barat ini telah selesai. (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pengerjaan proyek jalan Lendang Re-Menjot Sekotong Lombok Barat (Lobar) akhirnya hampir tuntas. Kondisi jalan ini sebelumnya telah lama dikeluhkan warga, karena seringkali memicu kejadian kecelakaan di jalur tersebut.

Kini, warga terpencil di daerah itu sangat senang akhirnya bisa menikmati jalan mulus yang dibangun Pemkab Lobar di bawah era kepempimpinan Bupati H. Lalu Ahmad Zaini-Wabup Hj Nurul Adha. Hal ini juga berkat dukungan pengawalan intens dari Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi yang juga berasal dari Dapil setempat.

Pada Senin (25/5/2026), Kadis PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi dan Sekdis Ahmad Fathoni bersama tim turun meninjau pengerjaan proyek jalan tersebut.

Ali, warga Kedaro yang ditemui saat melewati jalan tersebut menyampaikan sangat senang dengan kondisi jalan yang sudah mulus dibangun, sehingga warga pun nyaman dan aman melalui jalan itu. “Alhamdulillah sudah bagus, kita nyaman lewat. Tidak parah (rusak) lagi kayak dulu,” kata Ali.

Dengan dibangunnya jalan itu, warga tidak lagi was-was dan takut melalui jalan itu, karena seringkali mengalami kecelakaan di jalur tersebut. Sebelum diperbaiki, jalan itu sering memicu kecelakaan karena kondisi rusak parah. Ali pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lobar yang telah membangun jalan itu.

Sementara itu, Kadis PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan, pengerjaan aspal hotmix ruas jalan Lendang Re-Menjot Sekotong telah selesai pada hari Minggu (24/5) lalu.

Saat ini tinggal dilakukan pemerataan atau patching aspal dan finishing rabat kiri kanan jalan. Sehingga jalan ini bisa dinikmati dengan nyaman dan aman oleh masyarakat. Pembangunan jalan ini, sesuai instruksi Bupati yang komitmen membangun infrastruktur selama dua tahun ini. Pihaknya pun membangun jembatan dan jalan yang menunjang ke fasilitas pendidikan, ekomoni, kesehatan, dan jalur-jalur pariwisata.

Dengan penanganan jalan sepanjang 1,3 kilometer senilai Rp6,8 miliar ini pun menjawab penantian panjang warga setempat. Ia juga menyampaikan pembangunan jalan itu tak lepas juga dari dukungan dari Ketua DPRD Lobar yang mengawal sejak awal.

Menurutnya, titik jalan ini memiliki kelebihan karena panoramanya menjadi spot ikonik jalan terindah di Lombok Barat. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara jalan yang telah dibangun Pemkab tersebut.

Tidak saja ruas jalan itu, ruas-ruas lain yang butuh penanganan juga segera diperbaiki. Hal ini menindaklanjuti instruksi dari Bupati. Tahun ini, pihaknya membangun 33 titik ruas jalan yang tersebar di wilayah Sekotong, wilayah tengah dan utara. Selain itu, ada 15 titik ruas jalan yang ditangani peningkatan.

Sesuai instruksi dan harapan Bupati, melalui pembangunan jalan ini bisa mengikatkan taraf perekonomian masyarakat. “Sehingga ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi baru, di Lobar,” imbuhnya. (her)

Kenaikan Tiket Pesawat dan Kurs Picu Lonjakan Biaya Umrah

0
Kenaikan Tiket Pesawat dan Kurs Picu Lonjakan Biaya Umrah
Jemaah umrah, saat melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kenaikan harga tiket pesawat serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan real Arab Saudi mulai memberikan tekanan besar terhadap biaya perjalanan umrah dari NTB.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, H. Zamroni, mengatakan kondisi ini membuat penyelenggara perjalanan umrah menghadapi situasi yang cukup berat, terutama dalam menjaga harga paket agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, kenaikan paling signifikan terjadi pada tiket pesawat dan biaya visa yang seluruh transaksinya menggunakan mata uang asing.

Ia menjelaskan, harga tiket penerbangan menuju Arab Saudi mengalami lonjakan cukup tajam, termasuk untuk maskapai yang selama ini dikenal menawarkan tarif lebih rendah. Bahkan, kata dia, harga tiket maskapai Batik Air saat ini sudah mendekati tarif maskapai premium.

“Garuda sekarang justru bisa lebih murah dibanding Batik dari Lombok. Ini yang membuat teman-teman travel cukup kaget,” katanya, Senin, 25 Mei 2026.

Kondisi ini, lanjutnya, memicu keresahan di kalangan agen perjalanan umrah. Bahkan pihak wholesaler disebut sempat mengancam membatalkan ribuan kursi penerbangan charter tujuan Lombok akibat tingginya biaya operasional.
“Ada sekitar 5.500 booking penerbangan Batik Air untuk Lombok dari Juni sampai Desember 2026 yang sudah dipetakan. Itu jumlah besar,” ujarnya.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat untuk berangkat umrah membuat agen perjalanan tetap berusaha menjalankan paket yang sudah direncanakan. Zamroni menuturkan salah satu anggota travel AMPHURI bahkan harus memberangkatkan jamaah hingga tiga kali dalam sebulan karena tingginya permintaan.

“Hanya satu travel saja untuk Juni harus memberangkatkan sekitar 290 jamaah. Kalau ada penerbangan langsung tambahan, satu pesawat bisa penuh,” katanya.

Selain tiket pesawat, kenaikan kurs dolar AS juga berdampak langsung terhadap biaya visa umrah. Zamroni menjelaskan biaya visa saat ini mencapai sekitar 145 dolar AS per jamaah.

Ketika nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17 ribu per dolar AS, otomatis biaya yang harus ditanggung jamaah ikut meningkat signifikan.

“Kalau dulu hitungannya masih di angka Rp16 ribu per dolar saja sudah berat, sekarang sudah mendekati Rp17 ribu lebih. Kenaikannya bisa sekitar Rp250 ribu per jamaah hanya dari komponen visa,” jelasnya.

Tidak hanya dolar AS, penguatan mata uang real Arab Saudi juga turut memengaruhi biaya hotel dan layanan di Tanah Suci karena seluruh transaksi menggunakan real. Menurut Zamroni, nilai tukar real kini mencapai sekitar Rp4.600, naik dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp4.200 hingga Rp4.400.

“Hotel memang tidak naik signifikan, tetapi kurs real yang naik membuat biaya tetap bertambah,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai paket umrah di bawah Rp30 juta saat ini sudah sangat sulit direalisasikan.

“Kalau tiket pesawat saja sudah sekitar Rp20 juta, ditambah visa dan komponen lain, maka angka Rp30 juta itu sebenarnya sudah sangat minimal,” katanya.

Karena itu, AMPHURI meminta pemerintah pusat melakukan penyesuaian terhadap standar harga referensi umrah yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp24 jutaan.

Menurut Zamroni, standar lama sudah tidak relevan dengan kondisi biaya operasional saat ini dan justru menimbulkan tekanan psikologis bagi agen perjalanan.

“Travel jadi terbebani karena masyarakat menganggap harga harus tetap murah, padahal komponen biaya sudah naik semua,” ujarnya.

Ia mengaku asosiasi sebenarnya telah lama menyuarakan perlunya revisi standar biaya umrah tersebut. Namun saat ini pemerintah pusat masih fokus pada penyelenggaraan ibadah haji agar berjalan lancar.

Di tengah kenaikan biaya, minat masyarakat NTB untuk menunaikan ibadah umrah disebut tetap tinggi. Berdasarkan data vaksinasi dari instansi terkait, jumlah jamaah umrah asal NTB selama sembilan bulan terakhir mencapai sekitar 25 ribu orang.

Jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah karena tidak seluruh jamaah tercatat dalam data vaksinasi terbaru.

“Kalau melihat antusias masyarakat, sebenarnya lebih dari 25 ribu jamaah,” katanya.

Meski situasi dinilai berat, para pelaku usaha perjalanan umrah tetap berusaha bertahan dan menyesuaikan strategi bisnis agar tetap dapat melayani jamaah. Namun Zamroni mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati jika menemukan paket umrah dengan harga murah di tengah kondisi kenaikan biaya saat ini.

“Kalau masih ada yang menawarkan harga terlalu murah, Secara umum sekarang memang sudah sulit,” pungkasnya. (bul)

Pemkot Mataram Targetkan 66 Hewan Kurban untuk Iduladha

0
Pemkot Mataram Targetkan 66 Hewan Kurban untuk Iduladha
Amir Wisuda

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menargetkan 66 hewan kurban baik sapi maupun kambing dalam menyebutkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dengan demikian salah satu fokus utama saat ini ialah pendataan dan pengumpulan hewan kurban guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram, Amir Wisuda, mengatakan target sementara pengumpulan hewan kurban dari organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai 50 ekor kambing dan 16 ekor sapi.

“Insyaallah, kemungkinan jumlah itu bisa bertahan,” ujarnya, Senin (25/5).

Meski demikian, Amir menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pengumpulan partisipasi hewan kurban dari seluruh OPD masih berlangsung hingga mendekati Iduladha.

Ia optimistis jumlah sumbangan akan meningkat mengingat pengadaan hewan kurban melibatkan seluruh OPD di lingkungan Pemkot Mataram.

Selain berasal dari OPD, Pemkot Mataram juga menyiapkan penyaluran hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hewan kurban tersebut rencananya diserahkan kepada takmir Masjid Nurul Falah di Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan.

“Insyaallah besok akan diserahkan dari peternak kepada pengelola Masjid Nurul Falah,” kata Amir.

Ia menjelaskan, sapi bantuan presiden tersebut memiliki bobot sekitar 979 kilogram atau hampir mencapai satu ton.

Terkait mekanisme distribusi, Amir mengatakan Pemkot Mataram masih mengutamakan penyaluran hewan kurban dalam kondisi hidup. Namun, apabila diperlukan proses pemotongan, pelaksanaannya akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Biasanya disalurkan dalam bentuk hewan hidup. Kalaupun nanti ada yang dipotong, prosesnya akan dilakukan di RPH,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Mataram juga tengah melakukan verifikasi terhadap berbagai permohonan penerima hewan kurban yang diajukan masyarakat. Permohonan tersebut berasal dari yayasan, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga lembaga sosial lainnya.

“Sementara ini permohonan sudah banyak masuk,” ungkapnya.

Sementara terkait penggunaan kupon distribusi daging kurban, Amir mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan final. Menurut dia, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh hewan kurban memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan Sekretariat Negara dan Sekretariat Presiden.

“Kita belum bisa memastikan apakah nanti menggunakan kupon atau tidak. Yang terpenting, hewan kurban memenuhi standar ideal sesuai ketentuan,” pungkasnya. (pan)