Saturday, April 18, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 224

Rupiah Menguat Seiring Pasar Optimis Potensi Kesepakatan Dagang AS

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, penguatan nilai tukar (kurs) seiring pasar optimistis Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dagang terkait tarif dengan negara lain.

Menyusul kesepakatan AS-Jepang, investor berekspektasi adanya kesepakatan lanjutan dengan mitra dagang AS lainnya.

“Sentimen yang membaik di tengah kesepakatan dagang, terutama setelah kesepakatan dagang AS-Jepang. Pasar optimistis AS akan mencapai kesepakatan dagang lagi sebelum batas waktu 1 Agustus 2025,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis pagi di Jakarta menguat sebesar 42 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.261 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.303 per dolar AS.

Saat ini, pasar sedang mengantisipasi kesepakatan antara AS dengan Eropa, terutama pasca salah satu pejabat Eropa melaporkan bahwa kedua pihak sedang mempersiapkan tarif 15 persen untuk berbagai barang sebagaimana kemufakatan dengan Jepang.

Hal tersebut dinilai meningkatkan sentimen risiko, sehingga menurunkan permintaan dolar AS.

Pelemahan dolar AS juga didorong data Penjualan Rumah Second di AS yang menurun jadi 3,93 juta unit pada Juni 2025 dari 4,04 juta unit, paling lemah sejak September 2024.

Untuk yield obligasi rupiah per Rabu 23 Juli 2025, meningkat sebesar 1 basis points (bps) untuk tenor 5 tahun sebesar 6,06 persen, 10 tahun 6,5 persen, 15 tahun, dan 20 tahun 6,9 persen.

Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat Rp26,04 triliun, lebih rendah dibandingkan sesi Selasa 22 Juli 2025 sebesar Rp45,22 triliun.

Pada Selasa 22 Juli 2025, kepemilikan investor asing meningkat sebesar Rp0,65 triliun menjadi Rp932 triliun atau 14,62 persen dari total outstanding. (ant)

Harga Beli Emas Antam Hari Ini Merosot ke Angka Rp1,945 Juta/Gram ‎

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis 24 Juli 2025 mengalami penurunan Rp25.000 dari semula Rp1.970.000 per gram menjadi Rp1.945.000.

‎Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut anjlok ke angka Rp1.791.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017​​​​​​​.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

‎‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.022.500.

‎- Harga emas 1 gram: Rp1.945.000.

‎‎- Harga emas 2 gram: Rp3.830.000.

‎‎- Harga emas 3 gram: Rp5.720.000.

– Harga emas 5 gram: Rp9.500.000.

‎‎- Harga emas 10 gram: Rp18.945.000.

‎‎- Harga emas 25 gram: Rp47.237.000.

‎‎- Harga emas 50 gram: Rp94.395.000

‎- Harga emas 100 gram: Rp188.712.000.

‎‎- Harga emas 250 gram: Rp471.515.000.

‎‎- Harga emas 500 gram: Rp942.820.000.

‎‎- Harga emas 1.000 gram: Rp1.885.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Anggaran Rp400 Juta untuk Perbaikan Jalan di Karang Kemong yang Amblas Pascabanjir

0
Suasana jalan rusak di Lingkungan Karang Kemong, Cakranegara, Kota Mataram, Rabu, 23 Juli 2025(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram beberapa pekan lalu menyebabkan banjir bandang setinggi dua meter yang merusak sejumlah infrastruktur lingkungan, termasuk jalan di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kota Mataram. Kondisi terparah terlihat di Jalan Beo yang kini dipenuhi lubang, retakan, serta tambalan batu dan tanah. Beberapa titik bahkan amblas karena struktur gorong-gorong yang berada di bagian tengah jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan kerusakan yang terjadi cukup parah dan memerlukan penanganan segera. Ia menyebutkan, sepanjang 400 hingga 500 meter jalan lingkungan di kawasan tersebut terdampak kerusakan.

 “Untuk sementara, jalan di Karang Kemong ini yang paling rusak karena banjir. Jalan di sini memang sering amblas, soalnya gorong-gorongnya ada di bagian tengah. Kalau diperkirakan, panjang jalan yang rusak sekitar 400-500 meter, dari depan sampai arah jembatan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu, 23 Juli 2025.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemkot Mataram terpaksa menggunakan akses tersebut sebagai jalur alternatif untuk alat berat, meskipun menyadari potensi kerusakan lebih lanjut akibat beban kendaraan.

 “Itu jalan alternatif yang paling memungkinkan. Risiko memasukkan alat berat lewat jalan itu, seperti dump truk dan lain-lain, pasti jalan itu akan tambah rusak. Dan itu sudah kita antisipasi dari awal. Kita tahu konsekuensinya, apalagi banyak jalan amblas di sana. Ya sudah, sekalian saja kita perbaiki,” terangnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas PUPR akan melakukan perbaikan dengan membangun jalan hotmix serta menambahkan saluran drainase dengan sistem yudit.

 “Jalannya akan kita buat hotmix dan pakaikan yudit. Kita akan hotmix dari arah depan sampai menuju jembatan. Itu mutlak harus kita anggarkan, karena urgent, apalagi pasca banjir jalannya rusak berat,” ucap Lale.

Dinas PUPR memperkirakan anggaran awal perbaikan jalan dan pemasangan yudit tersebut mencapai Rp 400 juta. Namun, Lale menekankan bahwa anggaran tersebut masih dalam tahap estimasi dan kemungkinan bisa mengalami penyesuaian tergantung pada kebutuhan lapangan.

 “Kita prediksi anggaran awalnya sekitar Rp 400 juta untuk yudit dan jalan. Ini masih estimasi, karena ini masih mungkin bergerak naik. Perbaikan jalan ini kita anggarkan tahun ini, tinggal kita tunggu ABT dulu,” tutupnya.(hir)

307 Badan Usaha Belum Daftarkan Karyawan di BPJS

0
H. Varian Bintoro(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, mencatat sebanyak 307 badan usaha belum taat mendaftarkan karyawannya baik itu di kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

“Di data kami badan usaha yang melakukan aktivitas usaha di Sumbawa mencapai 729 namun yang sudah mendaftarkan karyawannya di kepesertaan BPJS hanya 422 badan usaha saja,” kata Kadis Nakertrans, H. Varian Bintoro, kepada wartawan, Rabu 23 Juli 2025.

Dia pun meyakinkan, terhadap temuan tersebut pihaknya sudah meminta kepada ratusan badan usaha tersebut agar segera menindak lanjuti temuan itu. Jika tidak perusahaan tersebut akan diberikan sanksi sesuai aturan berlaku.

“Sanksi dalam undang-undang itu jelas ada, cuman kita belum menempuh upaya itu melainkan hanya sebatas pembinaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan badan usaha untuk mengingatkan badan usaha agar segera mendaftarkan karyawannya. Karena prinsipnya, karyawan ini memiliki hak mendapatkan perlindungan selama bekerja.

“Jadi, kami tetap mengingatkan badan usaha agar mendaftarkan karyawan yang dimiliki supaya tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dia pun memastikan, berdasarkan informasi dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menemukan ada juga badan usaha yang belum sama sekali mendaftarkan karyawannya. Selain itu ada juga badan usaha yang tidak mendaftarkan karyawannya secara utuh.

“Jadi, ada juga perusahaan yang memiliki karyawan misalnya 100 orang, tetapi hanya 80 orang saja yang sudah didaftarkan,” tambahnya.

Ia mengingatkan, “semua karyawan harus didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan atas hak yang dimiliki jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama bekerja. Jika tidak ada sanksi yang kita kenakan sesuai dengan aturan berlaku,” tegasnya. (ils)

Miskin dan Sebatangkara, Warga Berpenghasilan Rp20 Ribu di Lobar Dicoret dari Penerima Bantuan

0
Warga miskin di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi mengeluh tidak mendapatkan bantuan beras(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Warga miskin di Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi Lombok Barat mengeluhkan lantaran dicoret dari penerima bantuan. Diantara mereka ada yang hidup sebatangkara, tidak punya pekerjaan dan penghasilan untuk makan sehari-hari. Seperti apa keluh kesah warga ini? Berikut penuturannya.

Rabu 23 Juli 2025, sejumlah warga yang hampir semuanya Lanisa tergopoh-gopoh datang ke kantor desa. Mereka membawa dokumen kependudukan, KTP dan KK serta kartu PKH BPNT. Warga menemui Kades setempat untuk menanyakan perihal bantuan beras yang mulai tahapan penyaluran. Usut punya usut, warga ini tidak masuk namanya dalam data penerima bantuan beras yang sedang proses pendistribusian di wilayah Lobar.

Papuq Mutmainah, Lanisa terlihat begitu sedih karena tidak mendapatkan bantuan beras. Bagiamana tidak dia sedih? Papuq itu mengaku tak ada yang membiayai hidup sehari-hari. Suaminya telah meninggal Puluhan tahun silam, persisnya tahun 2015 yang lalu. Sekarang, ia pun tinggal sendiri di rumah peninggalan suami ditemani cucunya. “Saya sendiri, tinggal dirumah bersama cucu, karena suami saya meninggal tahun 2015,” tuturnya, Rabu 23 Juli 2025.

Untuk makan sehari-hari pun sulit, karena ia sendiri tak mampu bekerja lantaran usia yang sudah renta. Ia pun diberikan makan oleh anaknya yang berprofesi sebagai butuh. Ia sendiri memiliki kartu PKH namun tidak pernah mendapatkan bantuan uang dari kartu itu. “Ada saya dapat kartu, tapi tidak pernah dapat uang,” aku dia. Hal senada diakui Salmah di KK nya ia tercatat sendiri sebagai kepala keluarga. Ia juga tidak mendapatkan bantuan beras, sehingga cukup memberatkan. Lebih-lebih ia memiliki empat anak. Inaq  Salmah juga memiliki kartu PKH.

Sementara itu, Inaq Mustiyah, mengaku pernah mendapatkan bantuan beras. “Tapi tahun ini tidak ada nama saya yang keluar,”tuturnya sambil menunjukkan kartu PKH dan KTP. Ia sangat berharap agar diberikan bantuan beras. Karena ia dan suaminya bekerja serabutan. “Saya punya anak dua,”imbuhnya. Untuk biaya makan sehari-hari saja dirasakan sulit, karena dari pekerjaan membelah batu hanya Rp20 ribu sampai 30 ribu. “Itu tidak cukup untuk makan, Kalau Ndak dapat bantuan beras ini,” aku dia terlihat sedih.

Ditanya kenapa dia tidak diberikan bantuan beras? Ibu paruh baya itu mangaku tidak tahu. Ia hanya diberitahu pihak desa, setelah dicek namanya tidak ada dalam data penerima. Dalam kondisi ekonomi sulit ini, ia justru diberhentikan mendapatkan PKH dengan alasan anaknya telah lulus sekolah. Sementara itu Kepala Desa Bagek Polak Amir Amraen Putra, berupaya memperjuangkan warga yang tidak mendapatkan bantuan tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemkab.

Namun sebagai bentuk keberatan dari desa, pihaknya menolak distribusi bantuan beras ini sementara waktu.

Ia pun meminta pada Pemkab untuk segera menutupi kekurangan bantuan sembako bagi warganya. Menurutnya, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih sambil menunggu proses distribusi bantuan dari pemerintah pusat yang hingga kini tidak merata. Amir menilai bahwa kondisi tersebut tidak sejalan dengan jargon Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), yang kerap digaungkan: Sejahtera dari Desa.

Ia menegaskan, jika masih terdapat ratusan warga yang belum menerima bantuan sembako, maka slogan itu hanya menjadi harapan tanpa bukti nyata. “Saya kira Pak Bupati ingin melakukan gebrakan dari desa, tapi kalau bantuan sembako saja masih belum merata, saya pesimis dengan jargon tersebut. Jangan sampai nafsu besar tapi tenaga kurang dalam mewujudkannya,” ungkap Amir.

Ia berharap Pemkab Lobar tidak hanya menunggu proses dari pusat, namun juga bersikap proaktif dalam memastikan masyarakat desa benar-benar merasakan program-program kesejahteraan. (her)

Investor Marina Bay Cantumkan Nilai Investasi Rp10 Miliar

0
Hery Ramdhan(ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Pasca pertemuan ekspose antara Bupati Lombok Barat, H.Lalu Ahmad Zaini dengan pihak investor Marina Bay City beberapa hari lalu, pihak investor bersedia mengikuti apa yang diarahkan oleh Bupati Lombok Barat untuk menunjukkan keseriusannya. Investor diminta untuk menambah luas lahan untuk izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Pasalnya, izin pemanfaatan ruangnya di aplikasi OSS sekitar 1,7 hektar dengan modal atau nilai investasi Rp10 Miliar. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar Hery Ramdhan menerangkan bahwa, setelah ekspose dengan Bupati, pihak investor telah berkomunikasi dengan pihaknya terkait rencana menambah luasan lahan yang akan diurus untuk mendapatkan izin PKKPR dari pusat.

Sejuh ini, pihak investor baru mengurus izin di pusat berupa PKKPR. ‘’itu yang luasannya yang 1,7 hektar. Itu mungkin dia mau tambah lagi (luas lahan). Setelah (ekspose) dengan pak Bupati”kata Kepala DPMPTSP ini kemarin.

Bupati dalam ekspose itu kata dia, bermaksud meminta keseriusan dari investor. Sebab melalui website maupun berita,  pihak investor menjual atau promosikan dari rencana luasan 150 hektar bahkan nilai investasinya Rp90 triliun.

Namun dalam surat resmi ke DPMPTSP, nilai investasi yang dicantumkan Rp32 triliun. Nilai ini sangat fantastis. Akan tetapi itu belum sesuai dengan platform izin pemanfaatan ruangnya di aplikasi OSS sekitar 1,7 hektar. “Paling tidak 1/4 lah dari luas lahan, 30-40 Hektar lah,”imbuhnya. Kemudian dari nilai investasinya dicantumkan di OSS Rp10 miliar, artinya masih jauh dengan nilai investasi yang direncanakan.

Lebih lanjut dalam kodefiaksi atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), dipilih kawasan pariwisata. Menurutnya tidak main-main kalau kawasan pariwisata itu, sebab ada syarat ketentuan berlaku ketika memilih jenis usaha ini. Investor harus mengajukan izin dengan KBLI. Pendekatan pengembangan kawasan, minimal penguasaan lahannya 100 hektar dengan modal triliunan. Memiliki sarana hospitality, amenitas. Dan penunjang rumah sakit, sistem security dan lainnya.

“Seperti itu kalau kawasan, hampir mirip-mirip kawasan ekonomi khusus, dalam skala lebih kecil,”kata dia. Pihak investor pun telah berkomunikasi terkait rencana perubahan atau penambahan KBLI dan penambahan luasan lahan. “Mungkin tidak 1,7 hektar tapi mungkin di atas 10 hektar untuk sementara,”sambungnya. Menurutnya jika mau diberlakukan seperti investor yang umumnya, tentu disarankan tidak memilih jenis KBLI kawasan pariwisata. Di sana tergambar jenis usaha, skala, risiko dan lainnya.

Kalaupun mau bertahap pengembangannya, kata dia, disarankan agar starting point atau memulai luas lahan tidak terlalu kecil. Kendati pihak investor mengaku luas lahan yang sudah dibeli mencapai belasan hektar, namun itu akan dilihat lagi oleh Pemkab. Sebab jangan sampai bersinggungan dengan LP2B,masuk lahan telantar, dan bersengketa. Pihak Pemkab tidak bisa memberikan izin pembangunan di atas lahan itu. “Tidak bisa kita berikan izin,”ujarnya.

Sehingga menurut Hery, itulah pentingnya ekspose itu, bisa membantu pihak investor dalam berbagai informasi menyangkut lahan dan perizinan. Sebab jangan sampai mereka membeli lahan yang bermasalah sehingga merugikan mereka sendiri.

Terkait pertemuan Bupati dengan investor yang beredar fotonya di grup WhatsApp, menurutnya itu terjadi sebelum ekspose. Kemungkinan kata dia, pihak investor menghubungi protokol untuk berencana bertemu bupati. Namun pada saat bersamaan, Bupati pergi di luar daerah, Jakarta. Sehingga kemungkinan investor bertemu dengan Bupati di Jakarta. Dalam pertemuan itu, hadir juga Wakil Menteri Pariwisata. (her)

Agar Tepat Sasaran, TNI Kawal Distribusi Bantuan Beras bagi Warga Miskin

0
Personel Kodim 1620/Loteng turun langsung mengawal distribusi bantuan beras bagi warga kurang mampu diwilayah Kecamatan Batukliang, Rabu kemarin(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Jajaran TNI turut mengawal distribusi bantuan pangan (beras) bagi warga kurang mampu di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Selain untuk memastikan proses penyaluran bantuan beras berjalan aman, kehadiran personel TNI juga untuk memastikan bantuan bisa tepat sasaran. Diterima oleh yang memang berhak menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, Rabu 23 Juli 2025 kemarin, mengungkapkan proses distribusian bantuan dilaksanakan secara bertahap langsung oleh Bulog. Disalurkan melalui kantor desa dan kelurahan yang ada di daerah. Pihaknya pun sudah mengintruksikan kepada personel TNI dibawah untuk turut berperan aktif mengawal penyaluran bantuan tersebut.

 “Kami pastikan personel kami akan mengawal bantuan ini sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sekaligus untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Ia mengatakan, penyaluran bantuan  beras tersebut dilakukan pemerintah pusat sebagai salah satu upaya dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Sekaligus membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam menghadapi gejolak harga kebutuhan pokok. Dan, TNI hadir untuk mendukung langkah pemerintah pusat tersebut.

Lebih lanjut Karimmuddin menjelaskan, bantuan beras yang disalurkan bulan ini yakni jatah untuk dua bulan sekaligus, Juni dan Juli. Jadi setiap KPM akan memperoleh jatah masing-masing langsung 20 kilogram. Berupa beras dengan standar medium yang sudah di tentukan oleh pemerintah.

Pada hari Rabu kemarin, Bulog sendiri menyalurkan sebanyak 13.432 karung beras dengan kapasitas isi karung 10 kg. Disalurkan ke delapan desa di Kecamatan Batuklianga. Yakni Desa Tratak 1.698 karung, Lantan 2.398 karung, Mas Mas 1.250 karung, Tanak Beak 1.630 karung dan Desa Aik Berik 1.874 karung. Ditambah Desa Steling 1.458 karung, Karang Sidemen 1.352 karung serta Desa Aik Buka sebanyak 1.772 karung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Loteng Loteng Lalu Ahmad Satriadi mengatakan, untuk Loteng total ada 117.102 KPM yang akan mendapat bantuan pangan atau beras dari pemerintah pusat. Jumlah penerima bantuan beras tersebut berkurang sebanyak 37.024 KPM jika dibandingkan penerima tahun 2024 lalu yang mencapai 154.126 KPM.

Di mana KPM akan menerima jatah 10 kg perbulan terhitung mulai bulan Juni. Sehingga pada penyaluran bulan Juli ini, setiap KPM akan langsung mendapat jatah 20 kg. Karena target pemerintah pusat, bulan Juli ini penyaluran bantuan beras sudah harus tuntas untuk dua bulan. Supaya bisa meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok terutama beras.

“Untuk proses penyalurannya sendiri nanti akan ditangani langsung oleh Bulog. Tidak lagi melalui perantara atau petugas lain. Sehingga KPM bisa menerima bantuan tersebut langsung secara gratis. Tanpa harus membayar biaya transporatasi atau biaya pengantaran,” tandasnya. (kir)

Harga Tomat dan Bawang Merah Mulai Melonjak

0
H. Irwan Harimansyah(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Para ibu rumah tangga harus pandai mengatur uang dapur. Pasalnya, harga tomat dan bawang merah mulai melonjak. Perubahan pola tanam diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Yani mengeluhkan harga bawang merah dan tomat mulai mahal. Bawang merah dijual Rp50 ribu perkilogram. Sementara, tomat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu perkilogram. Mahalnya bumbu dapur dikhawatirkan berdampak pada komoditi lainnya. “Saya beli bawang murah dapat sedikit. Pedagang di pasar jual Rp45 ribu-Rp50 ribu sekilo,” sebutnya ditemui pada, Rabu 23 Juli 2025.

Justru kata dia, cabai rawit yang relatif terjangkau dibandingkan dua komoditi tersebut. Ibu satu orang anak ini mengharapkan pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan harga barang pokok. Pada momen tertentu lanjut dia, komodit akan melonjak drastis. “Sebentar lagi maulid. Pasti harga barang pokok melonjak,” katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H. Irwan Harimansyah mengakui, harga tomat mengalami lonjakan signifikan pada bulan lalu. Kenaikan harga dipengaruhi cuaca tidak menentu dan penurunan luas lahan tanam. Harga tomat saat ini sambungnya, mulai normal dibandingkan sebelumnya. “Kalau bulan lalu memang harganya Rp60 ribu-Rp70 ribu perkilo. Sekarang sudah mulai normal,” klaimnya.

Kenaikan harga horti langsung ditindaklanjuti oleh penyuluh pertanian. Mereka bergerak aktif merespon cuaca yang tidak menentu dan turunnya luas area tanam mencapai 60 persen.

Salah satu solusi kata dia, mensiasati dengan menanam tomat di green house dan polyback. “Langkah antisipasinya mengubah sistem tanam sebelumnya menggunakan hamparan menjadi green house,” katanya.

Komoditi hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang banyak didatangkan dari Kabupaten Lombok Timur dan Pulau Sumbawa. Lahan pertanian di Kota Mataram terbatas dan petani lebih cendrung menanam padi.

Produksi cabai rawit, tomat, dan bawang merah melimpah, sehingga petani mendistribusikan hasil tanam mereka ke Mataram, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. (cem)

Bank Syariah Indonesia Hadirkan seminar Gratis The Power Of Hajj di Mataram

0
Bank Syariah Indonesia Hadirkan seminar Gratis The Power Of Hajj di Mataram(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Rencana gelaran seminar haji yang dilakukan oleh PT Bank Syariah Indonesia di Mataram. Seminar The Power Off Hajj dengan tema gapai haji mulai sekarang sangat dirasa antusias pendaftar yang ingin mengikuti acara tersebut dan jumlah pendaftar menjelang acara semakin bertambah.

Nur Intan Area Ritel Transaction Banking Manager BSI Area Denpasar selaku koordinator gelaran seminar tersebut menyampaikan, seminar bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, khususnya calon jamaah haji mengenai berbagai aspek terkait ibadah haji, termasuk perencanaan keuangan dan persiapan perjalanan. Khusus di Mataram, seminar akan di gelar pada hari Sabtu tanggal 26 Juli 2025 bertempat di Hotel Sapadia & Convention jl Majapahit Mataram dan di targetkan akan dihadirkan 1.000 orang peserta. Acara seminar sendiri gratis dan dapat diikuti oleh warga masyarakat yang mau mengikuti.

Lebih lanjut dikatakan seminar ini selain memberikan informasi terkait cara berhaji yang aman dan terencana juga akan ditawarkan juga paket perjalanan haji khusus yang di tawarkan oleh bank bsi dan mitra travelnya.

Imam Supriyadi, Branch Manager bank BSI Mataram menyampaikan gelaran event seminar ini sebagai bentuk ikhtiar bank BSI secara umum untuk menargetkan BSI memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem syariah Nasional salah satunya adalah penguatan pangsa pasar jamaah haji dan umroh. Ajang seminar ini semakin memperkuat positioning BSI khusus nya di wilayah NTB sebagai leader dalam mengurus jamaah haji dan umroh pungkasnya.(r)

Fornas VIII 2025,Lotim Hanya Kebagian Sembalun Jadi Lokasi “Trail Run”   

0
Pemkab Lotim membahas persiapan pelaksanaan event Fornas, Trail Run yang akan digelar di Sembalun(ekbisntb.com. /rus)

Lombok (ekbisntb.com) -Pada ajang Festival Olahraga Nasional (Fornas) tahun 2025, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hanya mendapat satu venue. Yakni ditunjuk Sembalun sebagai lokasi lomba induk organisasi olahraga (inorga) Trail Run. Kegiatan akan digelar pada tanggal 27 Juli 2025 mendatang. Sebanyak 200 orang akan ikut ambil bagian untuk menjajal medan sepanjang 10-20 km.

Menjawab media, Wakil Bupati Lotim, H. Muh. Edwin Hadiwijaya usai rapat koordinasi dengan pihak penyelenggara di kantor Bupati Lotim, Rabu (23/7) menjelaskan, ratusan peserta ini berasal dari empat provinsi se Indonesia, termasuk ada dari Lotim yang akan membela NTB dikabarkan juga akan ikut.

Adanya kegiatan Fornas yang digelar oleh KORMI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  Lotim hanya kedapatan tempat. Semua kegiatan diurus oleh panitia. Kegiatan ini dianggap tidaklah terlalu besar risiko, karena olahraga rekreasi. Dampak ekonomi dari kegiatan ini dinilai tidaklah terlalu besar bagi daerah karena kegiatannya juga dianggap tidak terlalu besar.

Pilihannya Sembalun karena lintasan yang dilalui merupakan kawasan perbukitan. Lotim hanya dapat bagian tamu bisa menginap dan belanja di Sembalun. “Lari ini kan sedang tren, yang tidak tren itu lari dari kenyataan saja,” kelakarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Lotim, drg. Asrul Sani mengatakan Dipilihnya Sembalun salah satunya event sebelumnya, banyak yang sukses digelar di Sembakun. Seperti kegiatan Rinjani 100. Menurut panitia pelaksana pusat, Sembalun Ini adalah lokasi yang layak menjadi lokasi Trail Run.

Kegiatan Fornas menjadi tanggung jawab pusat. Kabupaten hanya sifatnya koordinasi, sehingga segala hal yang berhubungan dengan lari trail panitianya pusat. Sebanyak 215 peserta ini lebih banyak yang akan mengikuti 10 km.

Panitia sudah koordinasi langsung dengan pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Kesatuan Pengelolaan Hujan (KPH) Rinjani Timur.

Menurut Asrul Sani, jalur yang akan dilalui peserta tidaklah terlalu ekstrem. Paling panjang 20 km dengan jangkauan terberat mendaki Bukit Pergasingan Sembalun .

Kegiatan Trail Run akan digelar tanggal 27 Juli 2024 mendatang. “Ini adalah olahraga rekreasi. Olahraga rekreasi masyarakat,” terang putra sulung Bupati Lotim dua periode H. Ali Bin Dachlan ini menambahkan Melalui kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat. (rus)