Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 215

Pendistribusian Bantuan Pangan Beras di Mataram Sudah Rampung

0
Pendistribusian  bantuan pangan beras di salah satu kelurahan di Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, menyebutkan, realisasi pendistribusian beras sebanyak 623,34 ton melalui program bantuan pangan beras kepada 31.167 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di kota itu sudah rampung 100 persen. “Alhamdulillah, pendistribusian bantuan pangan beras (BPB) di Mataram selesai sesuai target yang ditetapkan pada 31 Juli 2025,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Lalu Johari di Mataram, Jumat 1 Agustus 2025.

Dikatakan, pendistribusian BPB tersebut dimulai pada 21 Juli 2025 melalui 50 kelurahan se-Kota Mataram untuk memudahkan dan mendekatkan jangkauan keluarga PBP.

Untuk percepatan pengambilan BPB, pihak kelurahan sebelumnya sudah menyampaikan informasi kepada penerima bantuan dan membuatkan jadwal sesuai dengan lingkungan masing-masing.

“Hal tersebut dimaksudkan agar proses pengambilan bantuan beras bisa berjalan lancar, cepat, dan tepat,” katanya.

Dikatakan, sebanyak 623.340 kilogram atau 623,34 ton BPB yang disalurkan itu merupakan alokasi bulan Juni dan Juli 2025, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan per PBP.

“Tapi beras yang disalurkan bulan Juli itu untuk jatah dua bulan, maka setiap PBP menerima masing-masing 20 kilogram,” katanya.

Tahun ini, jumlah penerima manfaat di Kota Mataram tercatat 31.167 PBP sesuai data Badan Pangan Nasional, dengan total volume beras yang disalurkan mencapai 623.340 kilogram atau 623,34 ton.

Angka penerima itu mengalami penurunan sebanyak 7.036 PBP dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 38.203 PBP, karena adanya penyesuaian data menjadi DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dari Kementerian Sosial.

“Yang sudah dinilai mampu, meninggal, atau pindah sudah dicoret dari data,” katanya. (ant)

BPS KSB Sarankan Masyarakat Manfaatkan Aplikasi Cek Bansos

0
Kepala BPS KSB, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani berfoto bersama Asisten I Setda KSB, Khusnarti(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani menyarankan masyarakat agar memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengetahui data dirinya apakah masuk sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) atau tidak.

“Banyak warga yang datang ke kantor, nanya, bu kok saya keluar sebagai penerima Bansos? Kami bilang cek langsung saja di aplikasi (Cek Bansos), bapak, ibu,” katanya di acara Forum Yasinan, Kamis malam 31 Juli 2025.

Pada aplikasi Cek Bansos, Ni Ketut Alit Rahayu menjelaskan, masyarakat tidak sekedar dapat mengecek data dirinya. Namun juga dapat mengusulkan calon penerima atau penghapusan warga penerima. Pada menu ‘usul-sanggah’ masyarakat bisa menyampaikan hal itu, termasuk juga mencari berbagai informasi seputar Bansos yang disediakan pemerintah. “Jadi bukan di kami. Tapi mekanismenya di Kemensos dan di daerah lewat Dinas Sosial tentunya,” katanya.

Selanjutnya Ni Ketut Alit Rahayu menjelaskan terkait adanya masyarakat yang kini keluar sebagai penerima Bansos. Ia menyebut, hal tersebut karena saat ini Kemensos telah mengunakan data tunggal yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN). Data yang menjadi acuan penyaluran Bansos itu merupakan perpaduan tiga data terdahulu, yaitu Regsosek atau Registrasi Sosial Ekonomi, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Padu padan ketiga data tersebut menjadi DTSEN, diakui Ni Ketut Alit Rahayu terdapat kemudian data masyarakat yang sebelumnya sebagai penerima Bansos akhirnya dikeluarkan karena dianggap sudah tidak memenuhi syarat. “Mungkin begitu pemutahiran DTSEN, bapak ibu masuk dalam Desil 6 ke atas sehingga otomatis keluar dari sistem,” urainya.

Namun demikian, meski telah dikeluarkan pada data terkini. Masyarakat kata dia, tetap dapat mengusulkan diri kembali karena proses pemutakhiran data DTSEN

yang dijadikan acuan Kemensos dalam menyalurkan Bansos diperbarui secara berkala.

“Ya caranya tadi bisa usul lewat aplikasi atau ke dinas sosial. Nanti ada mekanisme persetujuannya, berjenjang dari desa lewat musyawarah desa kemudian disetujui oleh dinas sosial,” paparnya.(bug)

DTSEN Tak Tepat Sasaran, Warga Miliki Rumah Dua Lantai dan Mobil Diduga Terima Bansos

0
Bantuan beras di Lobar ini diduga banyak salah sasaran, karena warga kaya masih mendapatkan bantuan ini(ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Warga yang tergolong kaya di Lombok Barat (lobar) diduga masih menerima bantuan sosial (bansos). Kendati diketahui memiliki rumah dua lantai dan mobil, ironisnya ia tetap masuk data penerima mengacu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di lapangan DTSEN ini masih rancu, karena banyak warga yang tak layak masuk penerima bantuan sebaliknya warga yang berhak justru tidak menerima bantuan.

Temuan warga kaya menerima bantuan itu terjadi di Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada. Kades Dasan Tereng Purwanto mengakui dari hasil pengecekan, DTSEN ditemukan masih rancu. Warga dikelompokkan menjadi Desil 1, 2, 3 sampai 10. Pihak desa belum bisa mengusulkan untuk perubahan data warga yang masuk Desil tersebut. Sementara penentuan warga masuk Desil tersebut dilakukan oleh pusat.

 “Kami temukan masih banyak yang Desil 1 sampai 5, dikategorikan tidak mampu. Tapi tidak menerima bantuan. Sebaliknya, Desil 6 sampai 10 itu kan tergolong sudah mampu. Tapi nyatanya temuan kami, hasil pengecekan banyak sekali warga di Desil ini justru mendapatkan bantuan,” kata dia, kemarin.

Temuan itupun mengindikasikan bahwa DTSN ini masih rancu dan bermasalah sehingga perlu dibenahi.  Untuk meminimalisir persoalan ini, tentu harus dilakukan pendataan ulang. Dulu untuk mengeluarkan penerima bantuan yang salah sasaran, seperti PKH dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes). “Tapi ada surat edaran, sekarang tidak boleh lagi Musdes untuk mengeluarkan Anggota PKH yang dianggap mampu,” jelasnya.

Saat ini kewenangannya di pendamping PKH. Akan tetapi, pendamping PKH sendiri tidak berani mengeluarkan warga.

“Padahal warga yang mampu ini ada yang punya mobil tiga, rumahnya bertingkat, dia yang dapat. Dan ndak keluar-keluar (dari penerima bantuan),” ujarnya heran.

Diakuinya warga mampu ini ada di desanya, menerima bantuan beras dan bansos PKH. Pihaknya melalui kepala dusun pun sudah melakukan upaya pendekatan dan mengingatkan ke warga agar tidak menerima bantuan, karena tidak layak. Akan tetapi warga menjawab, bahwa bantuan itu diberikan ke negara. Sehingga kesannya di tengah masyarakat, selalu merasa senang dan ingin menerima bantuan itu walaupun sebenarnya tidak layak.

Ditanya berapa jumlah warga yang tak layak tetap menerima bantuan ini, pihaknya belum bisa memilah, sebab DTSN ini belum diberikan datanya secara menyeluruh, sehingga perlu dilakukan pengecekan satu per satu. Persoalan lain, ketika pihaknya ingin mengusulkan warga yang seharusnya di Desil 6-10 atau tergolong mampu belum bisa dilakukan desa. Di desanya sendiri, terdapat pengurangan bantuan beras yang lumayan signifikan. Tahun ini jumlah penerima mencapai 426 KK,  berkurang sekitar 309 KK, dari tahun lalu sebanyak 735 KK.

Selain itu, masih banyak ditemukan data penerima yang tidak tepat sasaran.  Pemdes pun meminta agar pemerintah melakukan pembenahan data secara menyeluruh agar meminimalisir penerima yang bermasalah. “Tahun ini penerima bantuan beras sebanyak 426 KK,  berkurang sekitar 309 KK, dari tahun lalu sebanyak 735 KK “sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lobar H. Lalu Winengan menerangkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan semua kades membahas masalah data ini. Pihaknya mengumpulkan semua kepala desa untuk mengajak bersama-sama validasi data.

Dari komitmen bersama dengan para kades, sama-sama untuk memperbaiki data tersebut. “Datanya ada di kami, silakan kalau ada data (warga) miskin belum menerima bantuan, tinggal laporkan nanti kami laporkan (usulkan diaktifkan),”kata dia, kemarin.

Semua data bansos diverifikasi dan validasi, baik itu bansos beras, PKH, BPNT maupun PBI JKN yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Ia diperintahkan oleh Bupati Lobar untuk melakukan verifikasi menyeluruh agar datanya valid.

Dalam verifikasi data ini, lanjut dia, desa dilibatkan. Pendataan ini, kata dia, Pemkab melalui SDM PKH selalu melibatkan desa, sehingga data inipun tidak ujuk-ujuk muncul dari pusat. “Tapi kadangkala pihak desa juga ada yang mengimput data (warga) yang mampu, keluarganya, itu saja yang jadi masalah di desa,” ungkapnya. Yang banyak terjadi di desa, lanjut dia, warga keberatan karena itu-itu saja warga yang mendapatkan bantuan. (her)

Dukung UMKM dan Seni Lokal, Lotim Siap Gelar ‘’Car Free Night’’ 

0
Pertemuan Wakil Bupati Lotim H Muh Edwin Hadiwijaya bersama Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM)(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong usaha kreatif masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun seni budaya. Dukungan ini salah satunya diwujudkan melalui persiapan penyelenggaraan Car Free Night (CFN) yang diusulkan Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM).

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat menerima kunjungan pengurus APIKM dan perwakilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik Universitas Hamzanwadi (Unham) di ruang kerjanya, Kamis 31 Juli 2025. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala dinas terkait dan pejabat kecamatan serta kelurahan di Selong.

Pemerintah daerah, katanya, sangat mengapresiasi ide kegiatan kreatif yang disampaikan baik oleh APIKM maupun mahasiswa Unham. “Ini adalah wujud nyata partisipasi masyarakat dalam memajukan ekonomi dan budaya Lotim,” ujar Wabup.

Wabup Edwin menekankan pentingnya memenuhi seluruh persyaratan penyelenggaraan untuk menjamin kesuksesan dan keamanan acara. Hal ini mencakup perizinan keramaian, pengelolaan parkir yang baik, penjagaan keamanan, serta kebersihan lokasi. Ia juga mengingatkan agar kegiatan melibatkan dan merangkul masyarakat sekitar lokasi.

Menurut Wabup, kuncinya adalah kolaborasi antar organisasi, komunitas, dan koordinasi yang erat dengan semua pihak.

APIKM berencana menggelar Car Free Night (CFN) dengan konsep yang berbeda dari bazar biasa. Kegiatan yang direncanakan berlangsung dua kali sebulan ini akan diluncurkan perdana pada Rabu malam, pekan ketiga Agustus 2025. Lokasi yang dipilih adalah Simpang Empat depan Kantor DPRD Lotim.

Pada tahap awal, CFN Lotim akan menampung sekitar 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. CFN diharapkan menjadi wadah promosi dan pemasaran yang efektif bagi produk-produk lokal UMKM Lotim.

Selain membahas CFN, pertemuan tersebut juga membahas rencana mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik Unham. Mereka akan menggelar pertunjukan seni berupa drama, tari, dan musik pada Oktober 2025 mendatang. Pentas seni ini bertujuan menjadi ruang ekspresi kreativitas bagi mahasiswa dan masyarakat seni Lotim secara luas.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kegiatan CFN dan pentas seni mahasiswa UNHAM diharapkan tidak hanya menyemarakkan kehidupan masyarakat Lotim, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian seni budaya lokal. Masyarakat pun antusias menunggu peluncuran perdana CFN pekan ketiga Agustus ini. (rus)

Fornas Dongkrak Industri Perhotelan Mataram, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar

0
I Made Adiyasa (ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di NTB memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi di Kota Mataram, terutama di sektor perhotelan. Selama sepekan pelaksanaan Fornas, perputaran uang di hotel-hotel berbintang maupun non-berbintang di Mataram diperkirakan mencapai Rp20 miliar.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa, menyampaikan bahwa rata-rata peserta Fornas menginap selama lima malam. “Kata teman-teman AHM, selama kegiatan Fornas peserta menginap di hotel paling banyak lima malam,” ujarnya, Jumat, 1 Agustus 2025.

Ia menjelaskan bahwa peserta Fornas datang ke Mataram dalam waktu berbeda-beda. Ada yang tiba lebih awal pada 25 Juli, dan ada juga yang baru datang pada 27 atau 28 Juli. “Kebetulan yang datang ke hotel saya datangnya pas tanggal 27, jadi tanggal 30 kemarin mereka sudah check out,” katanya.

Adiyasa memberikan gambaran potensi perputaran ekonomi dari sektor akomodasi di Mataram selama Fornas berlangsung. “Kalau kita lihat perputaran uangnya di hotel, gambaran dari saya. Di Mataram itu keseluruhan hotel berbintang dan non-berbintang ada sekitar 7.000 kamar. Kalau dirata-ratakan 7.000 kamar dengan harga terendah Rp500 ribu per malam, maka sudah ada kurang lebih Rp3,5 miliar hingga Rp4 miliar per hari. Itu hotel doang. Kalau transportasi saya nggak tahu ya,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika seluruh peserta menginap selama lima malam, maka total perputaran uang dari akomodasi hotel saja bisa mencapai Rp20 miliar selama periode Fornas, dari tanggal 25 Juli hingga 1 Agustus.

Perhitungan ini belum termasuk sektor lainnya seperti transportasi, kuliner, dan oleh-oleh yang juga ikut menggeliat. Adiyasa mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul angka Rp800 miliar yang sempat disebut sebagai total perputaran ekonomi selama Fornas. Namun, ia menilai angka Rp20 miliar dari sektor perhotelan merupakan estimasi yang masuk akal dan realistis.

Selain sektor perhotelan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga merasakan dampak langsung dari gelaran Fornas. Salah seorang pemilik gerai oleh-oleh dan jasa transportasi di Kota Mataram, Habibi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan angin segar bagi usahanya.

“Iya, anginnya segar (untuk kami pelaku UMKM). Di toko jadi ramai,” ungkapnya saat diwawancarai Ekbis NTB, Senin, 28 Juli 2025.

Habibi mengaku omzet usahanya mengalami kenaikan yang signifikan selama Fornas berlangsung. “Kalau omzet per hari, alhamdulillah cukup, Bu. Kira-kira naik 50 persen dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Ia menyebut, peningkatan omzet tersebut terjadi karena banyaknya tamu luar daerah yang datang dan memilih belanja oleh-oleh sebelum kembali ke daerah masing-masing. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada layanan transportasi yang ia kelola, meski ia tidak merinci besarannya.(hir)

Wapres Tekankan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah ke Daerah 3T

0
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat memberikan sambutan pada penyaluran Bantuan Subsidi Upah di Kantor Pos Mataram, Jumat, 1 Agustus 2025 di Mataram(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan agar penyaluran dana bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja berpenghasilan rendah difokuskan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penyalurannya atau realisasi program itu harus bisa 100 persen.

‘’Mungkin tantangannya saat penyerahan bantuan di kawasan terpencil. Saya minta tolong Gubernur dan para direktur utama untuk bisa membantu agar warga yang berhak menerima benar-benar bisa menerima manfaatnya,’’ pesan Gibran saat meninjau penyaluran bantuan subsidi upah di Kantor Pos Mataram, Jumat 1 Agustus 2025.

Bantuan subsidi upah merupakan program pemerintah yang diberikan kepada pekerja atau buruh untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang kini melanda, seperti inflasi maupun perlambatan ekonomi.

Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp10,72 triliun terhadap bantuan subsidi upah pada Juni dan Juli 2025 yang diberikan kepada 565 ribu guru honorer dan 17,3 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta.

Program bantuan itu diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan. Adapun uang tunai yang dibayarkan sekaligus dengan total dana bantuan sebesar Rp600 ribu.

Bantuan subsidi upah disalurkan melalui himpunan perbankan milik negara atau Himbara. Sedangkan, penyaluran melalui Pos Indonesia diberikan untuk pekerja yang tidak memiliki rekening bank.

Gibran juga menegaskan agar BSU dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Jangan sampai bantuan ini digunakan untuk judi online (Judol). Wapres menekankan penerima BSU agar menggunakan bantuan secara bijak dan produktif, terutama untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

“Tolong uangnya dipakai untuk kegiatan-kegiatan yang produktif. Jangan ada yang digunakan untuk judi online (Judol). Tapi saya yakin di sini tidak ada yang seperti itu. Kalau ketahuan judol, mohon maaf, bantuannya dicabut. Pasti ketahuan,” tegasnya.

Secara khusus, Gibran juga mengingatkan para pria penerima bantuan agar tidak langsung membelanjakan uang ke warung untuk membeli rokok. Melainkan dana bantuan digunakan untuk kepentingan anak-anak, seperti membeli buku dan perlengkapan sekolah, terlebih di awal tahun ajaran baru ini.

“Lebih baik uangnya dipakai untuk anak-anaknya. Ini kan tahun ajaran baru, untuk beli buku, beli tas. Jadi untuk kegiatan yang produktif,” ujar Gibran.

Penyaluran BSU di NTB Mencapai 93,8 Persen

Penyaluran BSU di NTB telah mencapai 93,8 persen. Dari total 134.639 penerima, bantuan telah disalurkan kepada 126.298 orang. Di Kota Mataram sendiri, dari 46.713 penerima, sebanyak 44.064 orang atau 94,3 persen telah menerima bantuan.

Penyaluran sepenuhnya, Kantor Pos diberikan tambahan waktu lima hari untuk penyaluran seluruhnya. Untuk mengejar target, telah dilakukan berbagai upaya, mulai dari pengumuman melalui media sosial hingga menghubungi penerima satu per satu melalui nomor telepon yang terdaftar.

Plt Dirut PT Pos Indonesia, Endi Abdurrahman mengatakan petugas aktif melakukan jemput bola ke lokasi-lokasi terpencil dan pelosok, termasuk wilayah kerja nelayan dan perkebunan.

Dia mengakui, adanya sejumlah kendala yang dihadapi selama proses penyaluran. Di antaranya yaitu penerima yang bekerja di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), minimnya data identitas seperti NIK atau alamat lengkap, serta mobilitas penerima yang tinggi karena pekerjaan.

‘’Mereka sering berpindah-pindah, ada yang hanya tercantum nama desanya, tanpa alamat jelas. Tapi ini tetap jadi komitmen kami. Insyaallah, lima hari cukup untuk menyelesaikan,’’ tegasnya. (era)

Gelar Kejurnas Angkat Besi, Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Atlet Nasional

0
Gelar Kejurnas Angkat Besi, Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Atlet Nasional(ekbisntb.com/bul)

Bandung (ekbisntb.com) – Pupuk Indonesia kembali mendukung penyelenggaraan “Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Youth & Junior Tahun 2025”, kegiatan ini sebagai upaya Perusahaan untuk mendukung regenerasi atlet angkat besi tingkat nasional. Kejurnas yang diikuti oleh 150 lifter dari seluruh Indonesia ini diselenggarakan di Bandung, mulai tanggal 31 Juli hingga 5 Agustus 2025.

Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T. Kemala Intan pada acara pembukaan Kejurnas, Jumat 1 Agustus 2025 menyampaikan bahwa, Pupuk Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam memajukan olahraga angkat besi nasional. Setelah menggelar Kejurnas Angkat Besi Senior di Yogyakarta beberapa waktu lalu, kali ini Pupuk Indonesia kembali memberikan panggung bagi generasi penerus, atau para lifter muda.

“Melalui kejuaraan ini Pupuk Indonesia, bersama anggota holding, yaitu Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, dan Pupuk Sriwidjaja Palembang konsisten mendukung proses panjang regenerasi atlet nasional. Kami percaya, prestasi olahraga tidak bisa dibangun instan. Diperlukan ekosistem yang sehat, pembinaan sejak dini, dan ruang yang luas bagi para atlet muda untuk tumbuh dan belajar,” ujar Tina.

Ia juga mengapresiasi langkah Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) yang juga konsisten dalam mencetak atlet-atlet muda berprestasi, salah satunya melalui penyelenggaraan Kejurnas Youth & Junior ini. Tina mengungkapkan, Gedung Olahraga (GOR) Saparua yang telah beberapa kali menjadi tuan rumah, kini kembali menjadi saksi lahirnya calon-calon bintang masa depan angkat besi Indonesia.

Tercatat sebanyak 150 atlet dan 65 ofisial dari 25 Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI mengikuti kejuaraan ini. Mereka bertanding di 10 kelas putra dan 10 kelas putri. Rinciannya, kelas remaja putri 44kg, 48kg, 53kg, 58kg, serta +58kg. Di sektor putra, kelas yang dipertandingkan 56kg, 60kg, 65kg, 71kg, dan +71kg. Berikutnya untuk kategori yunior putri, kelas yang dipertandingkan antara lain 48kg, 53kg, 58kg, 63kg, dan +63kg. Di bagian putra, 60kg, 65kg, 71kg, 79kg,dan +79kg.

Dikatakan Tina, dari kelas ini sudah terlihat bibit-bibit unggul bermunculan. Salah satu lifter muda berbakat yang akan bertanding di Kejurnas ini, yaitu Alya & Kevin baru saja meraih prestasi yang membanggakan. Alya membawa pulang 3 medali emas di Kejuaraan Asia Youth & Junior di Kazakhstan. Sementara Kevin berhasil mendapatkan 1 medali perak di ajang yang sama pada awal Juli 2025.

“Prestasi mereka adalah bukti nyata bahwa investasi pada pembinaan usia muda adalah investasi strategis untuk masa depan olahraga nasional. Untuk saya berharap seluruh atlet yang bertanding harus mampu menunjukkan dedikasi, dan semangat pantang menyerah untuk masa depan angkat besi Indonesia semakin hebat lagi,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kejurnas ini sekaligus menjadi ajang pemantauan untuk persiapan Asian Youth Games (AYG) di Manama, Bahrain, 20-30 Oktober mendatang, dan diikuti dengan Pemusatan Latihan Nasional(Pelatnas) Remaja untuk ajang tersebut.

Selain itu, Kejurnas ini juga menyiapkan nominasi lifter untuk program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN), serta Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC), untuk penerus tongkat prestasi lifter saat ini.

Ketua Umum KONI Pusat Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengungkapkan keberhasilan PB PABSI dalam melakukan pembinaan dan raihan prestasi di tingkat internasional ada dukungan Pupuk Indonesia. Ia berharap support ini berkelanjutan sehingga atlet angkat besi Indonesia bisa menyumbangkan lebih satu emas pada Olimpiade 2028 di Los Angeles mendatang.

“Saya mengungkapkan terima kasih. Prestasi kita harus ditingkatkan. Semoga kejuaraan ini bisa memecahkan rekor baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono mengatakan, seiring dengan banyaknya prestasi yang diraih para lifter, khususnya di ajang internasional menjadikan angkat besi sebagai cabang olahraga yang difavoritkan. Sehingga banyak sekali atlet-atlet muda angkat besi yang bermunculan.

“Tanun 2025 ini menjadi tahun keempat dalam penyelenggaraan Kejurnas Youth dan Junior bersama Pupuk Indonesia. Kami ucapkan terima kasih yang senantiasa mendukung Kejurnas dari berbagai level, Youth, Junior dan Senior, semoga melahirkan bibit atlet berprestasi di ajang internasional di masa-masa mendatang,” ujar Djoko.(r)

Nilai Ekspor Impor NTB Anjlok

0
Ilustrasi Ekspor(ekbisntb.com/homecare24.id)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang Januari hingga Juni 2025 tercatat mengalami penurunan drastis. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengungkapkan bahwa nilai ekspor pada semester pertama tahun ini hanya mencapai US$204,45 juta atau anjlok 85,56 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

“Penurunan ini sangat signifikan dan menjadi perhatian karena mencerminkan tekanan pada sektor perdagangan luar negeri kita, khususnya ekspor komoditas unggulan,” ujar Wahyudin, Jumat, 1 Agustus 2025 di kantornya.

Namun demikian, jika dilihat secara bulanan, terdapat lonjakan tajam pada ekspor bulan Juni 2025 yang mencapai US$93,72 juta. Angka ini naik 5.029,50 persen dibandingkan bulan Juni tahun lalu. Kenaikan ini, menurut BPS, dipengaruhi oleh pengiriman komoditas unggulan yang kembali stabil pasca gangguan operasional di awal tahun.

Komoditas ekspor terbesar NTB pada Juni 2025 masih didominasi oleh tembaga, yang menyumbang US$88,46 juta atau 94,39 persen dari total ekspor. Disusul oleh ikan dan udang (US$2,10 juta), gandum-ganduman (US$1,67 juta), daging dan ikan olahan (US$655.899), serta perhiasan atau permata (US$587.202).

“Ketergantungan ekspor NTB pada tembaga masih sangat tinggi, dan ini menjadi perhatian kita bersama agar diversifikasi komoditas ekspor bisa terus ditingkatkan,” tambah Wahyudin.

Negara tujuan utama ekspor NTB pada Juni 2025 adalah Thailand dengan porsi 35,93 persen, disusul Tiongkok (31,18 persen), Malaysia (9,55 persen), Korea Selatan (8,85 persen), Taiwan (8,25 persen), dan negara lainnya (6,24 persen). Negara-negara Asia masih menjadi pasar utama bagi komoditas ekspor NTB.

Selain ekspor, nilai impor NTB juga mengalami penurunan tajam. Total impor sepanjang Januari–Juni 2025 tercatat US$150,18 juta atau turun 77,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pada bulan Juni 2025, nilai impor mencapai US$21,30 juta atau turun 47,25 persen dibanding Juni 2024.

Kelompok komoditas impor terbesar pada Juni 2025 antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$9,87 juta (46,35 persen), karet dan barang dari karet sebesar US$9,51 juta (44,66 persen), serta mesin/peralatan listrik, perangkat optik, dan kapal laut.

Negara asal impor terbesar NTB pada bulan tersebut yaitu Jepang (37,18 persen), Tiongkok (29,66 persen), Australia (12,92 persen), Amerika Serikat (10,51 persen), India (4,12 persen), dan negara lainnya (5,61 persen).

BPS menekankan pentingnya memperluas basis komoditas ekspor agar NTB tidak terlalu bergantung pada satu sektor.

“Fluktuasi ekspor sangat dipengaruhi oleh satu-dua komoditas dominan. Ini membuat ekonomi daerah lebih rentan terhadap gejolak pasar global,” kata Wahyudin.(bul)

Biaya Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Inflasi di NTB

0
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat terjadinya inflasi sebesar 3,05 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Juli 2025. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran, dengan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M.,dalam keterangan di kantornya, Jumat, 1 Agustus 2025 mengungkapkan bahwa inflasi ini tercermin dalam kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 108,93 pada Juli 2025.

“Inflasi tahunan sebesar 3,05 persen ini utamanya disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik cukup signifikan, yakni sebesar 11,96 persen. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan kebutuhan atau kecenderungan masyarakat terhadap pengeluaran pribadi,” ujar Wahyudin.

Selain perawatan pribadi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatatkan andil besar dengan inflasi sebesar 5 persen. Diikuti kelompok pendidikan (3,55 persen), kesehatan (2,63 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,63 persen), serta pakaian dan alas kaki (1,45 persen).

Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan adalah rekreasi, olahraga, dan budaya (1,41 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,67 persen), perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,12 persen), serta transportasi (0,07 persen).

Namun demikian, ada satu kelompok yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang tercatat turun sebesar 0,61 persen.

Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan bahwa inflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) di NTB pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,17 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 1,77 persen.

“Data ini menjadi indikator penting dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.(bul)

Pupuk Indonesia dan PETRONAS Chemicals Perkuat Sinergi Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Industri

0
Pupuk Indonesia dan PETRONAS Chemicals Perkuat Sinergi Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Industri(ekbisntn.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PETRONAS Chemicals Group Berhad (PCG) memperkuat kemitraan strategisnya melalui penandatanganan kelanjutan nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan regional, serta mendorong hilirisasi industri pupuk dan petrokimia di Indonesia.

Kerja sama ini mencakup penjajakan potensi sinergi dari pasokan urea dan amonia, transfer pengetahuan teknis dan operasional, hingga penguatan tata kelola perusahaan di bidang Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan (HSE). Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis penguatan industri pupuk dan petrokimia nasional yang lebih berkelanjutan, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kawasan. Pada saat yang sama, memastikan kepatuhan kepada undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Kerja sama ini juga menjadi bukti komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan regional melalui penguatan rantai pasok pupuk di kawasan Asia Tenggara.

“Kolaborasi kali ini memperluas ruang sinergi, tidak hanya mencakup pasokan produk, tetapi juga pengembangan kapasitas, transfer teknologi, serta eksplorasi proyek hilirisasi. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi industri nasional serta peningkatan kehandalan operasional pabrik pupuk,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi saat acara penandatanganan kelanjutan kerja sama di Jakarta, Kamis, (31/7/2025).

Selain itu, kedua perusahaan juga menyepakati studi kelayakan bersama (Joint Feasibility Study Agreement) untuk pengembangan teknologi pabrik metanol guna memperkuat hilirisasi industri petrokimia di Indonesia. Metanol sendiri merupakan komoditas bernilai tinggi yang memiliki pasar luas dan menjadi bagian strategis dari ekspansi, serta diversifikasi usaha non-pupuk Pupuk Indonesia secara berkelanjutan. Nantinya, pengembangan metanol di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan mendorong kemandirian energi nasional.

Di sisi lain, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing Pupuk Indonesia sebagai pemain utama industri pupuk dan petrokimia di kawasan Asia Tenggara. Dengan menjalin kolaborasi ini, Pupuk Indonesia berpotensi memperluas jaringan kemitraan untuk menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

Kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi, pertukaran pengetahuan teknis, serta kolaborasi di bidang Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) yang akan memperkuat kehandalan operasional kedua perusahaan.
“Kemitraan strategis ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk terus membangun industri pupuk nasional yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi seperti ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan di skala regional yang lebih tangguh,” tutup Rahmad.(r)