Beranda blog Halaman 214

Pemprov NTB-ASITA Bangun Sinergi Wujudkan Pariwisata Mendunia

0
Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri pose bersama dengan pengurus DPD ASITA NTB yang baru dilantik di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (10/6/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB periode 2026-2031 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu (10/6/2026).


Pemerintah Provinsi NTB berharap kepengurusan baru tersebut mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.


Dalam sambutannya, Wagub Indah Dhamayanti Putri menyampaikan salam dan harapan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, agar ASITA dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata daerah melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah provinsi maupun 10 kabupaten/kota di Bumi Gora.


“Saya menyampaikan salam hangat dari Bapak Gubernur. Beliau menaruh harapan besar agar kepengurusan ASITA yang baru dapat memberikan kontribusi nyata dan bersinergi bersama pemerintah provinsi maupun 10 kabupaten/kota dalam memajukan pariwisata NTB,” ujarnya.


Menurut Dinda sapaan akrab Wagub NTB itu, pergantian kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas organisasi sebagai wadah bagi pelaku industri perjalanan wisata.


Ia menegaskan, pariwisata mendunia merupakan salah satu dari tiga agenda prioritas yang diusung kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan dirinya, selain pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan.


“Nusa Tenggara Barat memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa. Kami berharap seluruh pelaku pariwisata, khususnya ASITA, dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan destinasi NTB yang semakin dikenal dunia dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun,” katanya.


Dinda juga menilai posisi NTB yang berdekatan dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dan keterlibatan masyarakat.


“Kita menyadari bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya soal destinasi. Kesiapan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta keramahan yang menjadi ciri khas NTB juga harus terus diperkuat,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua DPD ASITA NTB periode 2026-2031, Sellywati, mengatakan kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya sembari menjawab tantangan baru yang dihadapi industri pariwisata.

Menurutnya, sektor perjalanan wisata saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya tingginya harga tiket transportasi yang berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung ke NTB.


“Kami akan melanjutkan apa yang belum dikerjakan oleh pengurus sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi cukup kompleks, mulai dari harga tiket hingga perubahan pola perjalanan wisata. Karena itu saya mengajak seluruh anggota untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah agar pariwisata NTB semakin maju,” kata Sellywati.


Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, ASITA NTB juga menyiapkan agenda promosi berskala nasional dan internasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan Travel Mart yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, setelah gelaran MotoGP Mandalika.


Dalam momentum tersebut, ASITA akan mengundang agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk melihat langsung potensi wisata NTB dan menjajaki kerja sama paket perjalanan.


Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat DPP Asita, N. Rusmiati menekankan kepada anggotanya untuk membangun sinergi dengan Pemprov NTB, terlebih dapat memberikan dukungan terhadap agenda-agenda terkait pariwisata.


“Pemerintah dan pebisnis harus bersinergi dan dapat dapat mengambil bagian dalam menpromosikan NTB didunia dengan destinasi wisatanya,” ujarnya saat melantik pengurus DPD ASITA NTB.


Ia pun berharap dengan sinergi yang dibangun itu, dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan yang berkunjung ke NTB. “Mari kita kawal program NTB khususnya bidang pariwisata. Mari kita ajak wisatawan sebanyak banyaknya datang ke NTB,” tegasnya.


Saat ini, ASITA NTB memiliki lebih dari 100 anggota yang seluruhnya bergerak di bidang usaha perjalanan wisata dan jasa travel. Pemerintah daerah berharap keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas pasar wisata NTB sekaligus mendukung target menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata berkelas dunia. (r/ham)

Gubernur Sambut Baik Frekuensi Penerbangan Singapura-Lombok Jadi 10 Kali Seminggu

0
H. Lalu Muhamad Iqbal (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik penambahan konektivitas internasional menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepastian penambahan frekuensi penerbangan rute Singapura–Lombok secara signifikan, dari yang semula 4 kali kini melonjak menjadi 10 kali seminggu merupakan angin segar bagi dunia pariwisata di Bumi Gora.


Iqbal memastikan lonjakan jadwal ini akan dilayani oleh Scoot, maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier) yang merupakan anak perusahaan dari maskapai prestisius Singapore Airlines.


“Dengan penambahan ini, Lombok resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi dengan frekuensi penerbangan tertinggi dari Singapura di luar Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (10/6/2026).


Dia pun menyambut baik penambahan rute penerbangan ini. Menurutnya, hasil manis ini merupakan buah dari diplomasi dan kerja keras yang panjang demi mendongkrak pariwisata dan ekonomi daerah.


“Alhamdulillah, setelah upaya panjang, frekuensi penerbangan internasional kita bertambah 6 penerbangan seminggu. Jadi yang semula hanya 14 penerbangan internasional per minggu, mulai Juni ini menjadi 20 penerbangan seminggu,” ujar Iqbal.


Eks Dubes Indonesia untuk Turki ini menambahkan bahwa Pemprov NTB tidak akan cepat puas. Pihaknya tengah mengawal interkoneksi ke kawasan pasifik. “Kita masih menunggu proses perizinan untuk jalur Lombok–Darwin dan Lombok–Perth,” imbuhnya.


Menurut Iqbal, akselerasi penambahan rute internasional ini sengaja digenjot untuk menyambut rentetan event olahraga berskala besar yang akan digelar di NTB dalam waktu dekat. Dua di antaranya adalah ajang Pocari Sweat Run pada Juli mendatang dan gelaran balap motor paling bergengsi di dunia MotoGP, pada Oktober 2026.


Menariknya, ujarnya, keberhasilan NTB dalam menambah jatah penerbangan asing ini terjadi di tengah tren penurunan rute internasional di beberapa wilayah lain di Indonesia. “Saat penerbangan asing mengurangi jadwal ke destinasi-destinasi di Indonesia, Lombok justru berhasil menambah jadwal secara signifikan,” tegas Iqbal.


Agresivitas Pemprov NTB dalam membuka akses udara ini berbuah manis. Dalam catatan setahun terakhir, pemerintah daerah telah sukses mendorong pembukaan 5 destinasi penerbangan baru.


Jika perizinan untuk rute Darwin dan Perth (Australia) rampung, ujarnya, maka NTB akan segera mengantongi 7 destinasi internasional baru. Tidak hanya membuka rute baru, lanjut dia, pemerintah juga sukses menambah 12 jadwal penerbangan pada jalur-jalur eksisting yang sudah ada saat ini.


“Dengan akses penerbangan yang makin terbuka lebar, NTB kini siap memanjakan para wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisinya sebagai magnet utama pariwisata Indonesia masa depan,” tandasnya. (r/ham)

Rayakan Satu Dekade, Aruna Senggigi Resort Gelar Donor Darah “Tentastic”

0
Menyambut hari jadinya yang ke-10, Aruna Senggigi Resort & Convention menggelar aksi sosial donor darah di Mandura Multifunction Hall pada Rabu (10/6/2026).

Lombok Barat (Ekbis NTB) – Menyambut hari jadinya yang ke-10, Aruna Senggigi Resort & Convention menggelar aksi sosial donor darah di Mandura Multifunction Hall pada Rabu (10/6/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan bertajuk “Tentastic: 10 Years of Amazing Journey” sekaligus menyambut Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) yang jatuh pada 14 Juni mendatang.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ini mendapat respons positif. Sebanyak 76 kantong darah berhasil dikumpulkan dari total 140 peserta yang mendaftar, mulai dari karyawan hotel, mitra kerja, komunitas, hingga masyarakat umum.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, menyatakan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat NTB.

“Perjalanan 10 tahun Aruna Senggigi Resort tidak akan berarti tanpa dukungan masyarakat dan mitra kami. Lewat donor darah ini, kami ingin berbagi kehidupan dan harapan kepada sesama,” ujar Yeyen.

Seluruh kantong darah yang terkumpul langsung disalurkan melalui PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Lombok dan sekitarnya. Sebelum melakukan donor, para peserta juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sesuai dengan prosedur standar PMI.

Sebagai salah satu resort bintang 4 terkemuka di kawasan Senggigi , Aruna berkomitmen untuk terus menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak panjang. Pihak manajemen menambahkan bahwa rangkaian kegiatan “Tentastic” ini masih akan terus bergulir hingga beberapa bulan ke depan, dengan acara puncak yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2026 mendatang. (r)

PNB Andalkan 18 Guru Besar Dalam Proses Bimbingan dan Ujian Mahasiswa S3 Pariwisata

0

Mataram (ekbisntb.com)- Politeknik Negeri Bali saat ini sedang berada di salah satu titik puncaknya. Di konstelasi perguruan tinggi antarpoliteknik se-Indonesia tahun 2025, PNB menempati perangkat ke-9. Tercatat sudah bertahun-tahun lamanya, PNB selalu bertengger di 10 besar politeknik di negeri ini. Dalam peraihan skema penelitian BIMA 2026, dosen-dosen kampus penghasil SDM profesional ini bahkan menempati peringkat satu di antara begitu banyak dosen-dosen politeknik Indonesia yang terlibat.

Salah satu program studi unggulan PNB adalah Prodi Doktor Bisnis Pariwisata (S3 D’Bispar) di Jurusan Pariwisata. Program studi ini berdiri sejak 2024 atau pertama di antara seluruh politeknik di Indonesia. Meskipun masih seumur jagung, kenyataannya program studi ini tergolong sangat diminati. Jumlah mahasiswa meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun pertama (2024), S3 D’Bispar menerima 11 mahasiswa sedangkan tahun kedua (2025) mencapai 15. Pada tahun ini (2026), dari tiga gelombang yang direncanakan, yang sudah diterima di gelombang pertama 11 orang, suatu jumlah yang menunjukkan betapa S3 D’Bispar menjadi favorit para peminat studi lanjut doktoral bidang pariwisata.

Apalagi pendaftar di gelombang kedua tercatat sudah mencapai 11 orang yang ujian masuknya berlangsung 22 Mei yang lalu. Ini belum termasuk perhitungan pendaftar di gelombang ketiga yang akan diadakan bulan Agustus. Kemungkinan jumlah pendaftar akan relatif banyak karena saat ini tersedia Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi dari Kemendiktisaintek.

Keberhasilan S3 D’Bispar di antaranya berkat ekosistem pendidikan tinggi terapan kepoliteknikan yang berkualitas dan terukur, dengan dukungan kelembagaan internal yang berdaya saing internasional sesuai visi, misi, tujuan dan sasaran kelembagaan yang ingin dicapainya. Tidak mengherankan, terhitung hingga Mei 2026, lembaga ini sudah memiliki 18 guru besar tetap. Jumlah ini menduduki peringkat ketiga di antara seluruh politeknik negeri se-Nusantara yang jumlah keseluruhan profesornya hingga tahun ini mencapai 173.

Strategi penting yang digunakan S3 D’Bispar dalam pengembangannya sebagai program studi unggulan adalah memanfaatkan keterlibatan guru besar internal dalam kegiatan akademiknya. Keterlibatan ini dimungkinkan karena bidang ilmu bisnis pariwisata bersifat inter- dan transdisiplin sebagai bagian dari KKNI (kerangka kualifikasi nasional Indonesia) jenjang 9 sehingga harus melibatkan sejumlah kepakaran terkait.

Para profesor ini tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing dan menguji. Semua yang terlibat dalam proses pembelajaran di S3 D’Bispar, termasuk membimbing dan menguji, adalah guru besar. Itulah sebabnya, wibawa dan vibes intelektual guru besar tampak nyata misalnya dalam penyelenggaraan acara ujian-ujian di mana dua ujian terdekat untuk semester genap ini adalah Ujian Pra-proposal Penelitian Disertasi untuk angkatan 2025 (mahasiswa generasi 2) dan Ujian Seminar Hasil Penelitian Disertasi untuk angkatan 2024 (mahasiswa generasi 1) pada bulan Juli mendatang.

Koordinator S3 D’Bispar Prof Dr I Putu Astawa SE, MM menyatakan, kekuatan para profesor PNB justru menjadi daya tarik kuat para pimpinan industri pariwisata, profesional, dan dosen lulusan magister dari bidang ilmu apa pun untuk melanjutkan studinya di S3 D’Bispar. Buktinya sampai saat ini para mahasiswanya datang dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera dan Jawa hingga Kalimantan, Sulawesi, serta Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Beberapa di antaranya magister lulusan perguruan tinggi di luar negeri seperti Inggris, Perancis, dan China. Menurut Prof Astawa, berdasarkan hasil survei dan pengalaman yang ada, para mahasiswa lebih memilih dan enjoy berdiskusi hal-ihwal ilmu terapan bisnis pariwisata dan persoalan-persoalan disertasinya dengan para profesor.

Sementara untuk program studi sejenis di perguruan-perguruan tinggi lain (di luar PNB), yang mengajar umumnya menggunakan komposisi guru besar dan kebanyakan non-guru besar.

“Dengan menerapkan standar tinggi pembelajaran melalui peran para profesor, tentu ini berarti S3 D’Bispar PNB memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dalam konteks memperebutkan pasar lulusan S2 atau magister berupa pimpinan industri, entrepreneneur, dan akademisi”, tandasnya.(r)

Harapan Baru Pariwisata Bumi Gora, Pengurus ASITA NTB Periode 2026-2030 Dilantik

0

Mataram (ekbisntb.com) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sellywati, SH.,beserta pengurus periode 2026-2031 resmi dilantik, Rabu 10 Juni 2026.

Pelantikan dilakukan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, oleh Ketua DPP ASITA, Dr. N. Rusmiati, M.Si. Dihadiri langsung Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K Pamungkas. Dan seluruh stakeholders sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat.

Pelantikan pengurus baru  ASITA NTB ini sekaligus menjadi penguatan komitmen antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata untuk mendorong pertumbuhan sektor wisata Bumi Gora.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, kontribusi ASITA sebagai organisasi yang menaungi pelaku usaha perjalanan wisata dinilai sangat penting dalam memperkuat promosi dan pemasaran destinasi unggulan daerah.

Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk ASITA.

“ASITA memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata NTB, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengembangan paket-paket wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Wagub juga meminta kepengurusan baru ASITA NTB untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota se-NTB. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi wisata yang perlu dipromosikan secara terintegrasi agar memberikan dampak ekonomi yang merata bagi masyarakat.

“Kami berharap ASITA dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi dengan seluruh kabupaten dan kota harus diperkuat agar promosi pariwisata NTB berjalan lebih efektif dan seluruh potensi wisata daerah dapat dikenal lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP ASITA, Dr. N. Rusmiati, M.Si, menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru DPD ASITA NTB di bawah kepemimpinan Sellywati, SH. Ia meyakini pengurus baru mampu melanjutkan capaian yang telah dirintis sebelumnya sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB.

“Saya yakin Bu Selly dapat melanjutkan berbagai capaian ASITA NTB yang sudah dibangun sebelumnya. Dengan dedikasi dan pengalaman yang dimiliki, saya berharap potensi pariwisata NTB bisa lebih maksimal, terutama dalam mendatangkan wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Rusmiati mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pariwisata memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari sektor penerbangan, perhotelan, restoran, UMKM hingga pelaku usaha di desa-desa wisata. Ketika pariwisata tumbuh, masyarakat akan ikut merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Ia juga mengakui industri pariwisata saat ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya harga tiket pesawat yang berdampak pada mobilitas wisatawan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan asosiasi untuk mencari solusi bersama.

Di sisi lain, Ketua DPD ASITA NTB, Sellywati, SH, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis pengurus sebelumnya serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Tantangan yang kami hadapi saat ini cukup kompleks, terutama terkait harga tiket pesawat. Namun saya mengajak seluruh anggota ASITA untuk terus beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi agar pariwisata NTB semakin maju,” ujarnya.

Selly menjelaskan, saat ini ASITA NTB memiliki lebih dari 100 anggota yang terdiri dari perusahaan perjalanan wisata dan biro perjalanan. Untuk mendukung target peningkatan kunjungan wisatawan, pihaknya akan menggelar Rinjani Travel Mart pada Oktober 2026 mendatang.

“Kami akan mengundang travel agent dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk datang ke Lombok. Kami menyiapkan fasilitas hotel dan transportasi selama kegiatan berlangsung, sementara peserta hanya menanggung biaya tiket perjalanan menuju Lombok,” katanya.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung setelah MotoGP Mandalika tersebut diharapkan menjadi wadah promosi yang efektif untuk memperkenalkan destinasi unggulan NTB kepada pasar nasional dan internasional.

Selain itu, ASITA NTB juga telah menyiapkan berbagai paket wisata yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Namun demikian, tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan utama yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah.

“Tapi kami tetap yakin, itu ikut tetap mendukung pembangunan daerah, dan negeri dari sektor pariwisata,” tandasnya.(bul)

BPPD NTB Optimis Wisatawan Mancanegara akan Melonjak Pasca Scoot Tambah Penerbangan

0
BPPD NTB Optimis Wisatawan Mancanegara akan Melonjak Pasca Scoot Tambah Penerbangan
Sahlan M Saleh (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menyambut antusias peningkatan frekuensi penerbangan maskapai Scoot rute Singapura–Lombok menjadi 10 kali dalam sepekan. Penambahan jadwal penerbangan ini dinilai sebagai indikator positif meningkatnya minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Lombok dan Sumbawa.


Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, mengatakan peningkatan jumlah penerbangan internasional tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya promosi yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor wisata.


Menurutnya, wisatawan yang datang melalui Singapura tidak hanya berasal dari negara tersebut. Bandara Changi selama ini menjadi salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia yang menghubungkan berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika.


“Naiknya frekuensi penerbangan Scoot menjadi 10 kali seminggu menunjukkan bahwa Lombok semakin dikenal dan diminati wisatawan internasional. Wisatawan yang datang melalui Singapura bukan hanya warga Singapura. Tetapi juga wisatawan dari berbagai negara yang menjadikan Singapura sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok maupun Sumbawa,” ujarnya.


Sahlan menjelaskan, sebagian besar penumpang Scoot tujuan Lombok merupakan wisatawan yang datang untuk berlibur. Berdasarkan data yang diterima BPPD NTB, sekitar 90 persen penumpang merupakan wisatawan, sementara 10 persen lainnya melakukan perjalanan untuk kepentingan bisnis maupun kunjungan keluarga.


Tingginya minat wisatawan ini menunjukkan bahwa promosi destinasi yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil yang menggembirakan. Lombok dan Sumbawa kini semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di pasar internasional.


Selain faktor promosi, peningkatan kunjungan wisatawan juga didorong oleh momentum musim liburan atau high season yang berlangsung pada periode Juni hingga Agustus.


Meski demikian, BPPD NTB berharap pertumbuhan jumlah penumpang tidak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi dapat berlanjut sepanjang tahun.


“Kami akan terus mengoptimalkan promosi bersama pemerintah dan pelaku industri pariwisata agar tren positif ini dapat dipertahankan. Harapan kami, penerbangan Singapura-Lombok ke depan tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat hingga bisa melayani dua kali penerbangan setiap hari,” katanya.

Menurut Sahlan, daya tarik Lombok dan Sumbawa saat ini semakin kuat di mata wisatawan mancanegara. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah munculnya persepsi bahwa sejumlah destinasi wisata populer, termasuk Bali, sudah semakin padat sehingga wisatawan mulai mencari alternatif destinasi yang menawarkan pengalaman lebih nyaman, alami, dan autentik.


Dalam konteks tersebut, Lombok dan Sumbawa dinilai memiliki keunggulan kompetitif melalui keindahan alam, pantai, budaya lokal, wisata bahari, hingga destinasi kelas dunia seperti Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Geopark Tambora.


“Lombok dan Sumbawa kini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman wisata berkualitas dengan suasana yang lebih nyaman. Ini merupakan peluang besar yang harus terus dijaga dan dimanfaatkan,” ungkapnya.


Peningkatan frekuensi penerbangan internasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas NTB dengan pasar wisata global sekaligus memperluas peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan. (bul)

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Laut Ikut Naik

0
Foto : Firman Dandy (Ekbis NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kenaikan harga tiket pesawat mulai terlihat adanya peralihan sebagian masyarakat ke moda transportasi laut, kendati peningkatan jumlah penumpang masih berada dalam kategori normal.


Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Firman Dandy, mengatakan hingga awal Juni 2026, kenaikan jumlah penumpang kapal laut hanya berkisar 5 hingga 10 persen. Peningkatan tersebut terutama terjadi pada lintasan Lombok–Surabaya yang selama ini menjadi salah satu jalur utama perjalanan masyarakat NTB menuju Pulau Jawa.


“Belum ada kenaikan yang signifikan. Kalau ada peningkatan, paling sekitar 5 sampai 10 persen saja. Itu pun masih dalam batas wajar,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin, 8 Juni 2026.


Menurut Firman, kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya masih berlangsungnya masa ujian sekolah sehingga mobilitas masyarakat belum meningkat. Lonjakan penumpang diperkirakan baru akan terlihat setelah memasuki musim liburan sekolah.


Ia mengakui adanya kecenderungan sebagian masyarakat beralih menggunakan kapal laut sebagai alternatif setelah harga tiket pesawat mengalami kenaikan. Namun perpindahan tersebut belum terjadi dalam skala besar.


“Memang ada gejala masyarakat mulai beralih ke transportasi laut karena tiket pesawat yang lebih mahal. Tetapi peningkatannya belum terlalu tinggi,” tambahnya.


Sementara itu, pada lintasan penyeberangan Lembar–Padangbai, Bali, kondisi penumpang jug masih relatif normal. Berdasarkan pemantauannya, baik kapal cepat maupun kapal ferry reguler belum menunjukkan lonjakan penumpang yang berarti.


Firman menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini turut memengaruhi tingkat perjalanan antardaerah. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan biaya hidup membuat masyarakat lebih selektif dalam melakukan perjalanan.


“Sepertinya faktor ekonomi cukup berpengaruh. Masyarakat mungkin masih menunggu momentum tertentu, terutama saat libur sekolah, baru melakukan perjalanan,” ujarnya.


Di sisi lain, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga belum berdampak langsung terhadap layanan penyeberangan. Tarif kapal masih tetap dan tidak mengalami perubahan.


Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan pelayaran, khususnya untuk pengadaan suku cadang kapal yang masih bergantung pada impor.


“Kalau untuk operasional penyeberangan saat ini belum ada dampak langsung. Tetapi beberapa spare part kapal masih diimpor dan transaksinya menggunakan dolar, sehingga tentu perlu diwaspadai jika kondisi ini berlangsung lama,” jelasnya.


Hingga saat ini, layanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar masih ditopang sekitar 20 hingga 21 kapal yang beroperasi aktif. Jumlah ini dianggap lebih dari cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat karena belum terjadi antrean kendaraan maupun penumpang saat ini.
“Kapasitas armada sangat mencukupi. Belum ada kebutuhan penambahan kapal karena kondisi operasional masih normal,” pungkas Firman. (bul)

Pemkab Hibahkan Lahan, Gudang Bulog Terintegrasi Segera Dibangun di Lobar

0
Pemkab Hibahkan Lahan, Gudang Bulog Terintegrasi Segera Dibangun di Lobar
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (kanan) menyerahkan hibah lahan ke Bulog Pusat untuk pembangunan gudang Bulog di Lobar.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam hal ini Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengambil satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di Lobar. Pemkab menghibahkan lahan untuk rencana pembangunan gudang Bulog terintegrasi.

Gudang ini bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan dan pengolahan pascapanen hasil produksi gabah petani. Bahkan, Gudang Bulog terintegrasi ini digadang-gadang menjadi yang pertama dibangun Bulog di NTB.

Bupati Lobar menghadiri langsung agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama di Kantor Bulog Pusat di Jakarta pada Senin (8/6/2026). MoU dilakukan antara Bupati Lobar dengan Wakil Direktur Utama PT Bulog, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H.

Kerja sama ini berfokus pada hibah tanah yang diperuntukkan bagi penyediaan infrastruktur pascapanen di wilayah Lobar. Melalui sinergi ini, diharapkan pengelolaan hasil tani dapat berjalan lebih optimal, menekan angka kehilangan hasil panen, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para petani lokal secara berkelanjutan.

LAZ mengatakan, pihaknya melakukan upaya jemput bola mengajukan proposal untuk pembangunan gudang Bulog terintegrasi tersebut. Usulan itu pun disetujui dan ditindaklanjuti dengan MoU penyerahan hibah tanah dari Pemkab ke Bulog Pusat. Pihaknya menghibahkan tanah seluas 3 hektare untuk membangun gudang tersebut. Tahapan saat ini, sudah masuk tahap perencanaan dan setelah itu diurus oleh Bulog.

“Nanti Bulog akan bangun (gudang) di situ. Tentu kita berharap ini jadi sesuatu (program) baru, nanti kami prioritaskan tenaga kerjanya dari setempat. Lokasinya rencananya di sekitaran Narmada atau Lingsar,” sebut LAZ di kantornya Selasa (9/6/2026).

Dari sisi keuntungan yang diperoleh daerah, lanjut LAZ, dengan adanya pembangunan itu nanti butuh tenaga kerja dampaknya bisa menyerap tenaga kerja sehingga menjadi perputaran ekonomi baru. Lalu lintas pengangkutan di jalur gudang itupun akan ramai sehingga ekomoni sekitar tumbuh dan pemerataan pembangunan.

Selain itu paling penting diharapkan menguntungkan petani, sebab hasil panennya bisa diolah. Karena di gudang itu terintegrasi bisa penyimpanan, pengolahan, pengeringan hasil panen. Dengan begitu, harga gabah pun meningkat dibandingkan dijual basah atau sebelum diolah. Terlebih, dari sisi harga, petani diproteksi pemerintah. Pihaknya pun tinggal memonitor untuk memastikan semua hasil panen petani terserap.

“Ini juga untuk meningkatkan ketahanan pangan kita, tidak dikirim juga keluar, sehingga itu menjadi stok daerah, dan stok pangan negara juga disitu,” sambungnya.

Selain itu, dengan adanya gudang ini, mata rantai penyerapan gabah petani oleh Bulog pun menjadi pendek. (her)

PAD Pariwisata Kota Bima Baru 28 Persen

0
PAD Pariwisata Kota Bima Baru 28 Persen
Sukarno (Suara NTB/hir)

Kota Bima (suarantb.com) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Bima hingga pertengahan 2026 baru mencapai 28 persen dari target Rp1,269 miliar. Capaian ini berasal dari lima jenis retribusi yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, dengan kontribusi yang belum merata antarpos penerimaan.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Sukarno, S.H., menyebut kondisi tersebut masih tergolong wajar karena tahun anggaran baru berjalan setengah periode. Namun ia menegaskan, performa tiap komponen retribusi menunjukkan capaian yang berbeda-beda.


“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,269 miliar. Realisasi saat ini masih sekitar 28 persen. Tetapi dari 28 persen ini ada elemen komponen lima ini yang kita capai sudah ada yang 45 persen dan 40 persen,” paparnya pada Senin (8/6).


Dari rincian yang ada, retribusi tempat penginapan, villa, dan pesanggrahan dengan target Rp502,45 juta baru terealisasi Rp62,05 juta atau 12,35 persen. Retribusi tempat kegiatan usaha dari target Rp69 juta sudah mencapai Rp21,45 juta atau 31,09 persen. Retribusi penyediaan tempat parkir di luar badan jalan tercatat Rp58,032 juta dari target Rp141,6 juta atau 40,98 persen.


Retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga menjadi salah satu yang tertinggi dengan capaian Rp220,548 juta dari target Rp489,1 juta atau 45,09 persen. Sementara retribusi pemanfaatan aset daerah masih sangat rendah, baru Rp500 ribu dari target Rp67,82 juta atau 0,74 persen.


Sukarno menegaskan masih ada waktu untuk mengejar target hingga akhir tahun anggaran. “Ini rendah karena sekarang baru masuk periode hampir semester pertama, masih ada sisa waktu, dan akan kita genjot disisa waktu sampai akhir tahun,” katanya.


Meski belum optimal, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terdapat tren peningkatan PAD sektor pariwisata. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal perbaikan kinerja, meski beberapa pos retribusi masih perlu penguatan.


Di sisi lain, Pantai Lawata sebagai destinasi utama mencatat kenaikan kunjungan signifikan. Data Januari hingga Mei 2026 menunjukkan seluruh kategori pengunjung mengalami peningkatan. Wisatawan dewasa naik dari 38.317 menjadi 52.320 orang, anak-anak dari 7.244 menjadi 11.885 orang. Kendaraan roda dua meningkat dari 14.574 menjadi 20.269 unit, sedangkan roda empat dari 2.673 menjadi 3.302 unit.


Kenaikan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan retribusi kunjungan. Namun dampaknya terhadap PAD secara keseluruhan masih belum maksimal. (hir)

Peredaran 200.031 Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Poto Tano

0
Kendaraan yang membawa beberapa dus rokok ilegal saat diamankan di Kantor Bea dan Cukai Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe madya Pabean C Sumbawa, menggagalkan upaya peredaran 200.031 batang rokok ilegal yang dikemas dalam beberapa dus karton. Bea Cuka menggagalkan peredaran rokok ilegal itu saat melalui jalur darat di Pelabuhan Poto Tano, Minggu (7/6/2026).


“Jadi, total nilai barang yang kami sita sebanyak 200.031 batang dengan potensi kerugian negara mencapai Rp187.511.435,00,” kata Kasi penindakan P2 Cukai Trias Samyo Nugroho, kepada Suara NTB, Selasa (9/6).


Berdasarkan hasil analisis, barang hasil penindakan itu melanggar ketentuan bidang Cukai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Aturan tersebut kembali diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.


“Rata-rata rokok yang kita sita dan menjadi barang bukti tersebut tidak memiliki pita cukai (polos) yang mengakibatkan negara mengalami kerugian atas tindakan tersebut,” ucapnya.


Ia meyakinkan, penindakan terhadap peredaran rokok ilegal ini merupakan bagian dari pengawasan barang kena cukai yang diperketat. Apalagi rokok ilegal ini rata-rata masuk ke Sumbawa melalui jalur darat baik kendaraan penumpang maupun kendaraan pribadi.


“Jalur darat dan laut kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari celah menyelundupkan rokok ilegal tersebut. Sehingga kami akan terus menggiatkan patroli rutin,” ujarnya.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual rokok atau tembakau kemasan yang menyalahi ketentuan cukai. Jika ditemukan saat operasi gabungan maupun temuan langsung Bea Cukai dilakukan akan berdampak pada konsekuensi hukum.
“Kami berkomitmen untuk menekan peredaran rokok dan tembakau kemasan ilegal sehingga penerimaan negara dari cukai rokok dan tembakau bisa terus meningkat,” tukasnya. (ils)