Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 213

Smart Tax Mulai Diterapkan di Sejumlah Sample Hotel, Restoran dan Hiburan  di Senggigi

0
Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini didampingi Kepala Bapenda HM Adnan mengecek penerapan sistem smart Tax di wajib pajak hiburan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Smart Tax mulai dipasang di sejumlah sample Wajib Pajak (WP) seperti Hotel, Restoran dan Hiburan di wilayah Senggigi. Langkah awal penerapan sistem teknologi, kerjasama antara Pemkab Lobar dan Pemkot Malang ini pihak Bapenda Malang seeta Lobar memberi pelatihan pada petugas.

Kepala Bapenda Lobar HM Adnan menerangkan bahwa, tindaklanjut kerjasama sistem pengelolaan pajak berbasis teknologi tersebut yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM dengan Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan tata kelola pajak daerah yang modern dan akuntabel.

Kerja sama ini meliputi pemanfaatan dua inovasi unggulan Bapenda Kota Malang, yakni aplikasi Persada dan Vesop. Keduanya terbukti sukses mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan di Kota Malang. “Kita diberikan pelatihan,”jelas Adnan, belum lama ini. Tim dari Bapenda Pemkot Malang yang turun langsung memberikan pelatihan dan cara pemasangan sistem ini di beberapa sample wajib pajak.

Setelah pelatihan itu, dilakukan praktek dengan memasang sistem ini di beberapa sample. Sebagai sample penerapan sistem teknologi ini, dipasang Smart Tax dibeberapa titik, “ada empat titik sample, sebutnya. Empat titik ini ada hiburan malam happy cafe, kemudian ada restoran dan hotel. Selain itu, Pihaknya perlu melakukan pendataan dulu terkait peralatan yang tersedia di masing-masing WP.

Sesuai penekanan dari Bupati, bahwa semua WP diminta segera menerapkan Smart Tax ini. (her)

Dompu Setorkan Rp6,1 M Pajak ke Kas Negara

0
Muhammad Syahroni(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Dompu menyetorkan dana sebesar Rp6,107 M sebagai potongan pajak ke kas Negara untuk semester 1 tahun 2025. Besaran pajak yang harus disetorkan berdasarkan belanja daerah ini telah dilakukan rekonsiliasi antara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bima, BPKAD Dompu, dan KPP Pratama Bima.

Hal itu disampaikan Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM kepada Ekbis NTB, Minggu 3 Agustus 2025. Dikatakan Syahroni, rekonsiliasi diikuti dengan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) pajak semester 1 tahun 2025 antara Kepala KPPN Bima, Ahmad Yusuf, M.Si., Kepala BPKAD Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM., dan Kepala KPP Pratama Bima, Wahyudi, M.Si di ruang rapat BPKAD Dompu, Kamis 31 Juli 2025 lalu.

“Koordinasi dan rekonsiliasi pajak pusat yang dituangkan dalam bentuk kegiatan penandatanganan BAR ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memastikan kewajiban pajak pusat atas penggunaan dana APBD telah diperhitingkan dengan benar sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku serta telah disetor ke rekening kas umum Negara,” kata Syahroni.

Laporan BAR, lanjut Syahroni, akan dikirim ke DJPK Kementrian Keuangan yang merupakan syarat utama atas penyaluran Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH PBB) dan DBH PPh triwulan III untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu.

Adapun jumlah pajak yang dipungut dan disetorkan ke kas umum Negara sebesar Rp6,107 M. Pajak yang dipotong berupa PPh pasal 21, PPh pasal 22, PPh Pasal 23, PPh final Pasal 19, dan PPN dalam negeri yang digunakan. Pajak ini untuk periode Januari – Juni 2025.

“Kegiatan (penandatangan BAR) ini diharapkan dapat meningkatkan semangat sinergi antara KPPN Bima,  Pemda Dompu, serta KPP Pratama Dompu dalam penyelesaian konfirmasi setoran pajak penerimaan negara hingga 100% secara tepat waktu,” kata Syahroni.

Dan bagi Pemda Dompu yang fiscalnya masih tergantung pada pemerintah pusat, kata Syahroni, dapat memperlancar pelaksanaan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke Kabupaten Dompu yang pada akhirnya bertujuan mendukung proses pembangunan di Kabupaten Dompu. (ula)

Dari 31-32 Ribu Pekerja Terdaftar di BPJS, 3.300 Non ASN di Lobar Terdata Terima BSU

0
Lalu Martajaya(ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah pekerja di Lombok Barat (Lobar) yang masuk daftar di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 31-32 ribu lebih. Mereka pun berhak mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang disalurkan Pemerintah Pusat mulai Juni, bahkan diperpanjang hingga 6 Agustus. Dari 30 ribu pekerja itu, terdapat 3.300 non ASN di Lobar.

“Non ASN di Lobar yang terdata menerima BSU sekitar 3.300 orang lebih,”sebut Kadis Tenaga Tenaga Kerja (Disnaker) Lobar Lalu Martajaya, akhir pekan kemarin.

Non ASN penerima BSU ini terdata juga di BKD dan PSDM, dan masing-masing OPD. Mereka ini menerima BSU, karena telah terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

Disebutkan, jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di Lobar mencapai 31-32 ribu. “Yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan ini, ya otomatis mereka dapat (BSU),”terangnya.

Namun Kadisnaker mengaku tidak mengetahui persis realisasi jumlah pekerja atau non ASN yang telah menerima BSU. Karena pihaknya tidak tahu rekening pekerja maupun non ASN yang telah masuk dana bantuan tersebut. “Karena rekening penerima yang tahu,” imbuhnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, namun pihak terkait juga tidak mengetahui realisasi dari BSU. Yang mengetahui adalah Kementerian Ketenagakerjaan, sementara pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak punya akses, karena hanya diberikan data penerima saja.

Namun dari informasi BPJS ketenagakerjaan, semua penerima yang berhak telah dicairkan BSU nya. Proses pencairan saat ini dilakukan di Kantor Pos, bukan lagi dari bank.

Pencairan BSU ini dilakukan bertahap dari pemerintah. Tahap awal Juni dan Juli, rencananya diperpanjang hingga 6 Agustus ini. Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 hingga 6 Agustus 2025.

Perpanjangan ini bertujuan memberi kesempatan tambahan bagi pekerja yang belum mencairkan dana bantuan melalui PT Pos Indonesia. Proses pengecekan BSU ini sendiri, tentu dipastikan dulu apakah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau tidak. Barulah dicek melalui link resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. (her)

Apresiasi Lobar Pasok Beras Nasional, Menko Pangan Tinjau Kopdes Merah Putih Percontohan di Desa Kekeri

0
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini melakukan kunjungan kerja di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Jumat 1 Agustus 2025. Zulhas meninjau kegiatan Koperasi Desa (Kopdes) di desa itu yang merupakan salah satu Kopdes Percontohan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini melakukan kunjungan kerja di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Jumat 1 Agustus 2025. Zulhas meninjau kegiatan Koperasi Desa (Kopdes) di desa itu yang menjadi salah satu percontohan.

Dalam kunjungan tersebut Menko Bidang Pangan melakukan sosialisasi tentang Kopdes Merah Putih serta meninjau secara langsung Kopdes Merah Putih Desa Kekeri di Lobar sebagai upaya pengembangan perekonomian desa berbasis koperasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Menko Pangan juga meninjau progres pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) di wilayah Lombok.

NTB menargetkan pembentukan 1.166 Kopdes Merah Putih di 1.021 desa dan 145 kelurahan, termasuk di lima wilayah administratif Pulau Lombok, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram. Beberapa Kopdes Percontohan yang telah aktif antara lain Kopdes Kekeri, Kopdes Bilelando, dan Kopdes Kembang Kuning.

Menko mengatakan bahwa seluruh desa di Pulau Lombok telah memiliki Kopdes, dan kini memasuki tahap pembangunan fisik serta penguatan operasional. Pemerintah menargetkan seluruhnya aktif beroperasi pada Oktober 2025. Menko menegaskan ketersediaan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan melimpah. “Satu yang perlu saya sampaikan di sini, beras banyak. Beras banjir, ada di mana-mana. Jadi tidak usah khawatir,” ujar Zulhas.

Menurut Zulhas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema untuk memastikan keterjangkauan dan kelancaran distribusi pangan, khususnya beras. Salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan alokasi sebesar 1,3 juta ton.

Zulhas juga menyampaikan saat ini stok beras di Perum Bulog mencapai 4 juta ton. Selain itu, sebanyak 360 ribu ton beras juga telah dialokasikan untuk bantuan pangan bagi masyarakat. ‘’Kalau ada berita-berita yang tidak baik, tidak usah percaya. Beras kita banyak. 1,3 juta ton digelontorkan ke pasar, dan 360 ribu ton dibagikan untuk bantuan,” tambahnya.

Di samping itu, ia mengapresiasi meningkatnya kesejahteraan petani yang tercermin dari kenaikan harga gabah hingga Rp6.500 per kilogram, serta distribusi pupuk yang lebih tepat waktu. Petani bahagia, dan itu berdasarkan data BPS. Nilai tukar petani meningkat, kemiskinan desa menurun. “Ini menunjukkan kebijakan Presiden sangat tepat,” ungkapnya

Menurut Menko Pangan, program Koperasi Desa Merah Putih yang sudah berjalan saat ini bertujuan untuk mencegah tengkulak dan memajukan petani di Indonesia.Menko Pangan mengatakan Kopdes Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan badan usaha produktif yang disiapkan untuk menjadi solusi dari rantai distribusi pangan, pupuk hingga kebutuhan pokok. (her)

CFN Lobar Diisi Pemberian Paket Bantuan bagi Anak Yatim, Disabilitas dan Warga Miskin

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Hj. Nurul Adha didampingi Kepala Disos Lobar H. L. Winengan menyerahkan paket bansos kepada anak yatim dan warga tak mampu, Sabtu 2 Agustus 2025(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Car Free Night atau CFN Kota Gerung, Lombok Barat (Lobar) digelar Sabtu 2 Agustus 2025 malam. CFN dimeriahkan aneka seni budaya lokal dari masyarakat se-Lobar. Kreasi siswa-siswi juga ditampilkan pada event mingguan Pemkab Lobar ini. CFN juga dimeriahkan band Amtenar sebagai bintang tamu.

Dari sejumlah penampilan seni, menampilkan drama penyandang disabilitas dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) kolaborasi dengan PPDI Lobar. Selain hiburan rakyat, CFN juga diisi kegiatan sosial kemanusiaan dengan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada ratusan anak yatim dan warga tak mampu serta penyandang disabilitas.

Penyerahan paket bantuan ini dilakukan oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Hj. Nurul Adha, pada Sabtu sore di sela-sela sebelum membuka event Pesona Keris Lombok di Senggigi.

Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Lobar H. L. Winengan, menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan warga kurang mampu yang hadir pada CFN ini. Tampak warga dan anak yatim begitu senang menerima bantuan itu. Mereka pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Dinsos yang telah memberikan bantuan yang Mereka butuhkan tersebut.

Dari data yang disampaikan Kepala Disos Lobar H. L. Winengan, pada CFN ini, pihaknya menyerahkan bantuan atensi anak sebanyak 30 paket. Terdiri dari kasur, nutrisi, bantal, dan seprai. Alat bantu kursi roda sebanyak 10, tongkat 10, alat bantu dengar 10.

Penyerahan bantuan ini berkolaborasi dengan Kepala Sentra Paramita Arif Rohman, sejumlah kepala OPD, dan unsur lainnya. Bantuan yang diserahkan dari Sentra Paramita masing-masing bantuan alat bantu senilai Rp23.845.000. Bantuan atensi anak senilai Rp32.777.000 dengan total bantuan Rp56.622.000.

Selain itu, pihaknya memberikan paket bantuan berupa dengan total 100 paket dari Bank NTB Syariah. Bantuan ini dibagikan hari ini dan besok (Minggu). “Jadi kegiatan Car Free Night dan CFD ini kami rangkai dengan pemberian bansos,” imbuhnya.

Pada kegiatan ini juga menampilkan qari dan qariah tunanetra membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. (her)

Gandeng Perbankan, Upaya Pemkab Tingkatkan Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan UMKM

0
Bupati Lotim H Haerul Warisin menunjukkan dokumen kerja sama bersama pimpinan Bank Mandiri usai penandatanganan akhir pekan kemarin (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menjalin kemitraan strategis dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Mataram guna memperkuat pengelolaan keuangan daerah dan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kesepakatan bersama ditandatangani langsung oleh Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dan Head Area Mataram Bank Mandiri, Ferdinand Agung Fandoyo, pada Jumat 1 Agustus 2025 di Ruang Rupatama 1 Kantor Bupati. Penandatanganan berlangsung disaksikan sejumlah pejabat eselon II dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati H. Haerul Warisin dalam sambutannya menekankan kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pemerintah daerah tetapi juga bagi seluruh masyarakat Lotim. Ia menyoroti pentingnya peningkatan tata kelola dan keberlanjutan UMKM sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami menyadari bahwa BUMD yang ada, seperti PT. Selaparang Finansial, dengan modal terbatas belum mampu memberikan pelayanan dan pembinaan kepada pelaku UMKM di daerah ini secara optimal,” ujarnya.

Ia menaruh harapan besar pada sinergi dengan Bank Mandiri untuk meningkatkan pembinaan terhadap lebih dari 79 ribu UMKM yang tersebar di Lotim. Bupati meyakini teknologi dan akses perbankan yang dimiliki Bank Mandiri, sebagai bagian bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), akan menjadi katalisator pengembangan UMKM lokal.

Selain UMKM, Bupati juga berharap kerja sama ini mampu meningkatkan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sementara itu, Ferdinand Agung Fandoyo dari Bank Mandiri menyampaikan optimisme kolaborasi ini akan membawa manfaat signifikan bagi kedua belah pihak dan masyarakat Lotim. Ia menegaskan ruang lingkup kerja sama tidak hanya mencakup digitalisasi transaksi keuangan pemerintah, tetapi juga optimalisasi potensi unggulan daerah.

“Kami melihat potensi besar, misalnya dalam pengembangan dan promosi sektor pariwisata Lombok Timur, yang dapat dilakukan melalui kanal-kanal digital Bank Mandiri,” jelas Fandoyo.

Ia meyakini bahwa kerja sama yang erat ini pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lotim.

Kesepakatan yang berlaku untuk jangka waktu lima tahun ini mencakup beberapa bidang utama. Pertama, pemanfaatan teknologi dan jasa perbankan. Hal ini sebagai upaya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan modern di lingkungan Pemkab Lotim.

Penyediaan Fasilitas Digital dan E-Channel. Solusi perbankan digital Bank Mandiri akan dimanfaatkan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan dengan Pemkab Lotim.

Program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para pihak yang terlibat dalam implementasi kerja sama. Sinergi untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi ribuan UMKM di Lombok Timur.

Kerja sama Pemkab Lotim dan Bank Mandiri ini menjadi langkah konkret dalam mengakselerasi transformasi digital pemerintahan dan perekonomian daerah, dengan UMKM sebagai salah satu fokus utama pengembangannya. (rus)

NTB Bentuk BUMD NTB Human Capital, Dorong Investasi Lewat Skema Saham dan Pelayanan Cepat

0
H. Muslim(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru bernama NTB Human Capital. BUMD ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan peran serta pemerintah daerah dalam investasi yang masuk ke wilayah NTB.

Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Muslim, ST., M.Si, menjelaskan bahwa NTB Human Capital akan menjadi wajah baru strategi investasi daerah dengan mengusung model kemitraan berbasis kepemilikan saham.

“Arahan Pak Gubernur sangat jelas. Setiap investasi yang masuk ke NTB harus melibatkan daerah melalui kepemilikan saham. Ini sebagai bentuk kontrol dan kemitraan sehat. Kita tidak ingin hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujar Muslim.

Melalui BUMD ini, pemerintah daerah akan menanamkan saham secara proporsional kepada setiap investor yang menanamkan modalnya di NTB. Tujuannya bukan untuk menjadi pemegang saham mayoritas, melainkan sebagai sarana kontrol atas kredibilitas investasi dan untuk memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Konsep ini sekaligus diharapkan dapat menghindari risiko kerugian akibat proyek-proyek tidak teruji yang sebelumnya pernah merugikan daerah. Di samping itu, NTB Human Capital akan difungsikan sebagai penggerak reformasi layanan investasi melalui percepatan proses perizinan.

“BUMD ini akan menjadi mitra aktif dalam pengurusan izin, sekaligus penghubung antara pemerintah dan investor. Kita ingin proses investasi di NTB jauh lebih efisien dan transparan,” tambah Muslim. BUMD ini juga akan bekerja sama dengan perangkat daerah dan instansi vertikal untuk memastikan kemudahan berinvestasi di NTB.

Sejumlah investor Penanaman Modal Asing (PMA) disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap sektor budidaya mutiara di NTB. Saat ini, setidaknya 3–4 perusahaan asing tengah dalam tahap penjajakan untuk menjalin kemitraan dengan NTB Human Capital.

“Sesuai regulasi, terutama terkait pengelolaan pulau kecil dan sumber daya strategis, Pemda bisa memiliki porsi saham yang terus tumbuh,” jelas Muslim.

Untuk modal awal pendirian BUMD, Muslim menyebutkan akan berasal dari APBD Provinsi NTB serta opsi lain seperti hibah, kerja sama, atau skema investasi lainnya. Pemerintah daerah menargetkan adanya dividen tahunan sebagai imbal hasil yang akan masuk ke kas daerah. “Yang penting, ini tidak hanya menjadi beban, tapi juga menghasilkan,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov NTB tengah menyusun kerangka acuan kerja sebagai dasar penyusunan naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Targetnya, seluruh dokumen tersebut selesai dan disahkan pada akhir tahun 2025.

“Setelah Ranperda rampung, kita lanjutkan dengan kontrak kerja konsultan dan legalisasi,” pungkas Muslim. (bul)

Lembaga Vokasi Mampu Kurangi Pengangguran

0
H. Rudi Suryawan. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram mengapresiasi eksistensi dari lembaga pendidikan vokasi. Institusi pendidikan yang berbasis pada pengembangan keterampilan praktis mampu mengurangi angka pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H. Rudi Suryawan dikonfirmasi pekan kemarin menerangkan, lembaga pendidikan vokasi memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan angka pengangguran. Pasalnya, lulusannya 80-90 persen langsung diserap di dunia kerja. Lembaga pendidikan vokasi juga memiliki koneksi atau jaringan yang bagus di dunia usaha. “Setiap mereka menggelar wisuda selalu diundang dan hampir seluruhnya telah diterima bekerja,” terangnya.

Pendidikan vokasi memprioritaskan pada pengembangan keterampilan praktis. Mereka memiliki etos kerja yang bagus, sehingga perusahaan langsung merekrutnya bekerja. Perusahaan tidak hanya di dalam daerah melainkan bekerja ke luar negeri.

Rudi menyebutkan, lembaga pendidikan vokasi di Kota Mataram, banyak mengirim lulusan ke Dubai, Australia serta negara lainnya. Konektifitasnya yang tinggi dan perusahaan memiliki kepercayaan pada lembaga pendidikan vokasi tersebut. “Banyak yang dikirim bekerja ke Dubai dan negara lainnya,” ujarnya.

Keberadaan lembaga ini diakui Rudi, membantu pemerintah mengentaskan angka pengangguran di Kota Mataram. Angka pengangguran terbuka di ibukota Provinsi NTB pada tahun 2024 mencapai 4,85 persen. Angka pengangguran ini mengalami sedikit kenaikan dari tahun 2023 mencapai 4,78 persen.

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram mengaku, data terbaru jumlah pengangguran belum dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik Kota Mataram.

Kendati demikian, ia menilai pendidikan vokasi mencapai 58 lembaga terdiri dari 10 lembaga vokasi dan 48 lembaga kursus Bahasa dan lain sebagainya. Lembaga pendidikan non formal diharapkan memberikan kontribusi membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di Kota Mataram. (cem)

Isu Bansos Lima Tahun, Dinsos Mataram Belum Terima Instruksi Resmi

0
Lalu Samsul Adnan(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Isu pembatasan bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) hanya selama lima tahun ramai beredar. Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menepis kabar tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari Kemensos terkait kebijakan itu.

Kepala Dinsos Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi apapun dari pemerintah pusat. ‘’Kami belum terima pemberitahuan resmi dari Kemensos terkait info tersebut,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Kamis, 31 Juli 2025.

Isu tersebut mencuat setelah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa Bansos idealnya bersifat sementara dan bersifat pemberdayaan, bukan diberikan terus-menerus.

Menko PM menyebut bahwa batas waktu pemberian Bansos seharusnya hanya lima tahun. Namun, pembatasan itu tidak berlaku bagi lansia dan penyandang disabilitas. Pemerintah ingin agar penerima Bansos bisa mandiri, memiliki keterampilan, dan siap memasuki dunia kerja setelah lima tahun menerima bantuan.

Samsul mendukung penuh jika rencana itu memang diterapkan. Ia menyebut, Dinsos Kota Mataram sudah lebih dulu menerapkan evaluasi berkala. “Memang setiap lima tahun sekali ada evaluasi. Setelah dievaluasi itu kita lihat apakah kondisinya sudah membaik atau belum. Kalau memang dia masih dalam kondisi yang memprihatinkan dan masih memerlukan bantuan, tentu tetap akan kami usulkan,” jelasnya.

Evaluasi ini menjadi dasar penentuan kelayakan bantuan. Keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinilai sudah mandiri akan dikeluarkan dari program bansos melalui proses yang disebut graduasi.

“Graduasi adalah berakhirnya status kepesertaan seseorang atau keluarga penerima manfaat, karena dianggap sudah mampu mandiri dan tidak lagi memerlukan bantuan sosial,” sambungnya.

Ia memastikan bahwa KPM yang lulus dari bansos tidak ditinggalkan begitu saja. Pemerintah tetap memberikan dukungan lanjutan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini memberikan bantuan modal usaha sebagai langkah pemberdayaan berkelanjutan. ‘’Karena setelah graduasi, mereka tetap diberikan bantuan dari kementerian sebagai modal awal. Tidak ditinggal begitu saja,’’ tegasnya.

Dinsos Mataram juga telah mengusulkan 141 KPM untuk mendapatkan bantuan usaha melalui PPSE. “Kami sudah usulkan graduasi (KPM yang tidak lagi menerima bantuan seperti BPNT dan PKH) ke Kemensos pada 17 Juni lalu. Yang kami usulkan ada 141 KPM. Saat ini kami masih menunggu keputusan dari kementerian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi oleh Kemensos. Penetapan akhir tetap menjadi kewenangan pusat. “Masih proses usulan untuk penetapan di Kemensos,” pungkasnya.(hir)

Pemerintah Buka Opsi Tempatkan PPPK ke Kopdes Merah Putih

0
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat menjelaskan soal Kopdes, Sabtu, 2 Agustus 2025 di Mataram(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah siap membantu operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan menempatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). ‘’Tidak ada gaji bulanan (pengurus koperasi). Makanya, Pemerintah membantu dari PPPK,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Mataram, Sabtu 2 Agustus 2025.

Zulhas mengimbau kepala daerah yang mengajukan pengangkatan PPPK, agar mau menempatkan dua sampai tiga orang di Kopdes Merah Putih. Menurutnya, ada 500 ribu orang yang bisa diangkat menjadi pegawai pemerintahan dengan status kontrak. “Para Bupati mengajukan orang nanti untuk Kopdes. Kalau ada 1.000 Kopdes berarti perlu 2.000 PPPK,” sebutnya.

Kopdes Merah Putih merupakan lembaga ekonomi beranggotakan masyarakat desa atau kelurahan yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama.

Inisiatif pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.

Lebih lanjut Zulhas menyampaikan bahwa penempatan PPPK di Kopdes Merah Putih membuat koperasi desa tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar pegawai yang bekerja di sana. Hal itu menunjukkan keberpihakan negara terhadap keberadaan koperasi yang dikelola dan digerakkan langsung oleh masyarakat.

“Ajukan nanti ditempatkan di Kopdes, negara yang bayar. Sehingga koperasi tidak keluar uang,” ujarnya lagi.

Koperasi merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang Undang Dasar 1945, sehingga payung hukumnya jauh lebih kuat dan lebih tinggi ketimbang peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Keberadaan Kopdes Merah Putih sebagai sebuah badan usaha bertujuan mengejar ketertinggalan dari badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta dari sisi aset dan volume usaha kegiatan maupun partisipasi anggota.

Persaingan Tingkatkan Ekonomi Desa

Pemerintah pusat telah meluncurkan 80 ribu Kopdes Merah Putih di bulan Juli lalu. Sebagai pemacu meningkatkan ekonomi desa, perlu adanya persaingan antar Kopdes dan pengusaha.

Zulhas menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi desa sangat bergantung pada terciptanya kompetisi sehat di tingkat akar rumput. Berdasarkan penuturannya, Koperasi Desa tidak hanya menjadi alat distribusi bantuan. Tetapi juga wadah untuk melatih masyarakat agar siap bersaing secara produktif dan transparan.

‘’Jadi ini kita latih, biar rakyat kita juga ada persaingan, ada kompetisi. Karena tanpa itu enggak maju-maju,” ujar mantan Menteri Perdagangan RI itu.

Menurutnya, persaingan dan kompetisi tidak bisa hadir dengan sendirinya. Tetapi harus dibentuk dan dibiasakan melalui sistem dan struktur yang jelas. Salah satunya adalah dengan memperkuat peran Kopdes sebagai instrumen ekonomi desa yang kompetitif, transparan, dan berbasis kinerja.

‘’Persaingan dan kompetisi itu saling melengkapi. Proses negosiasi, manajemen risiko, hingga cara bertahan itu harus dilatih. Tidak bisa tiba-tiba datang sendiri. Makanya perlu Satgas, pelatihan, dan pembinaan terus menerus,” lanjut Zulhas.

Untuk menentukan nasib Kopdes ke depan, dia mendorong agar para bupati di NTB aktif menggelar forum diskusi mingguan bersama para kepala desa, untuk meningkatkan literasi administrasi dan kemampuan tata kelola.

Zulhas menilai banyak kepala desa yang belum paham bagaimana mengelola anggaran dan pelaporan rutin Kopdes secara bertanggung jawab. ‘’Bukan karena Kopdes bermasalah. Tapi bisa jadi Dana Desa sudah habis dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini masalah administrasi yang harus dibenahi. Maka dialog rutin itu penting untuk meningkatkan pemahaman,’’ jelasnya.

Ketua Umum PAN itu menjelaskan, Kopdes kini berperan dalam distribusi bahan pangan melalui program seperti SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Begitupun sebagai pengelola bantuan pemerintah seperti traktor, alat pertanian, hingga operasional pasar.

Menyinggung soal honorarium anggota Kopdes, dia dengan tegas memastikan tidak ada gaji dalam bentuk apapun. Hanya ada pembagian sesuai dengan penghasilan koperasi.

“Kopdes ini nanti sewakan alat pertanian, dari situ dapat penghasilan. Tapi tidak ada yang namanya gaji bulanan. Gajiannya berbasis hasil kerja. Jadi kalau untung, ya dihitung berapa untuk desa, berapa untuk operasional,” tegasnya.

Pemerintah pusat juga menyiapkan skema bantuan tenaga kerja melalui PT Garka yang akan ditempatkan di Kopdes, dengan sistem kinerja berbasis digital. Semua aktivitas Kopdes mulai dari stok barang, penjualan, keuntungan, hingga saldo kas kangsung terhubung ke bank dilaporkan lewat sistem IT. (era/ant)