Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 209

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Galeri24-Antam Melonjak, UBS Turun

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu, menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan UBS,Galeri24, dan Antam.

‎Emas Galeri24 naik Rp10.000 dari angka Rp1.930.000 menjadi Rp1.940.000 per gram, begitu pula emas Antam yang turut naik Rp13.000 menjadi Rp2.028.000 dari awalnya Rp2.015.000 per gram.

‎Sementara, UBS turun menjadi Rp1.947.000 dari semula Rp1.952.000 per gram atau turun Rp5.000.

‎Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.‎

‎Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

Harga emas UBS:

‎- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.052.000.

‎- Harga emas UBS 1 gram: Rp1.947.000.

‎- Harga emas UBS 2 gram: Rp3.863.000.

‎- Harga emas UBS 5 gram: Rp9.544.000.

‎- Harga emas UBS 10 gram: Rp18.988.000.

‎- Harga emas UBS 25 gram: Rp47.375.000.

‎- Harga emas UBS 50 gram: Rp94.556.000.

‎- Harga emas UBS 100 gram: Rp189.035.000.

‎- Harga emas UBS 250 gram: Rp472.449.000.

‎- Harga emas UBS 500 gram: Rp943.784.000.

‎Harga emas Galeri24:

‎- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.017.000.

‎- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.940.000.

‎- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.821.000.

‎- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.480.000.

‎- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.909.000.

‎- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp47.154.000.

‎- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp94.231.000.

‎- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp188.369.000.

‎- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp470.688.000.

‎- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp940.912.000.

‎- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.881.822.000. (ant)

Teknologi Masaro akan Tangani 20 Ton Sampah Lobar Setiap Hari

0
DLH Lobar turun ke PDU Lingsar untuk persiapan pengolahan sampah sistem teknologi Masaro(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 20 ton sampah di Lombok Barat bakal dikelola melalui sistem teknologi Masaro atau pengolahan sampah sistem Manajemen Sampah Zero Waste. Untuk tahap awal sistem teknologi Masaro ini akan diterapkan di Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar dengan luas lahan 40 are. Pihak Pemkab menganggarkan Rp10 miliar untuk penanganan sampah melalui teknologi ini.

Sekretaris DLH Lobar, Masri Junihardy mengatakan, sistem Masaro ini dapat mengolah 20 ton. ‘’Sistem Masaro ini akan mulai beroprasi akhir November 2025,’’ terangnya kemarin. Dikatakan, dengan sistem Masaro ini bisa mengcover dua kecamatan Lingsar dan Narmada.

Berdasarkan data terdapat 15 desa di Kecamatan Lingsar dan 21 Desa kecamatan Narmada yang sampahnya dikelola di PDU Lingsar. Dari dua kecamatan itu memproduksi sampah mencapai sekitar 32 ton per hari untuk Kecamatan Lingsar dan sekitar 45 ton lebih untuk Kecamatan Narmada.

“Sampah itu akan di kelola di Masaro sekitar 20 ton perhari. Sisanya yang tidak bisa tertangani akan di bawa ke TPA Kebon Kongok.Tapi akan ditampung dulu di PDU Lingsar jika lembur pengejaannya. Karena kita sudah tepatkan alat bulldozer dan dum truk,” jelasnya.

Pola pengangkutan sampah akan ditangani langsung DLH dari desa. Sampah dari desa – desa yang sudah  kerja sama dengan DLH diangkut ke PDU. Truk pengangkut sampah mengambil sampah di desa menuju ke PDU untuk dipilah dan diolah dengan sistem Masaro. “Nanti di PDU Lingsar itu ada 20 orang menyortir sampah yang baru turun (datang), mana plastik, besi dan lainnya. Yang sudah dipilah akan diolah menjadi dua hasil yaitu kompos dan pestisida cair,” jelasnya. (her)

Bupati Dompu Tetapkan 10 Proyek Strategis Daerah

0
Suparman(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) -Proyek lanjutan Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) masuk diantara 10 proyek strategis pemerintah Kabupaten Dompu tahun 2025. Proyek ini dianggarkan sebesar Rp2,3 Miliar (M) dalam APBD tahun 2025, namun baru diajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Dompu untuk ditenderkan.

Kepala Bagian PBJ Setda Dompu, Suparman, ST kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (5/8) siang mengungkapkan ada 10 proyek strategis Kabupaten Dompu tahun 2025 yang ditetapkan. Proyek strategis ini menghabiskan anggaran sekitar Rp35,3 M dalam APBD Kabupaten Dompu. “Sepuluh proyek strategis ini, ada yang sudah selesai dikerjakan, ada yang sedang dikerjakan, ada yang baru ditandatangani kontraknya,” ungkap Suparman.

Proyek lanjutan RTH Karijawa Dompu, kata Suparman, masuk dalam proyek strategis daerah dengan alokasi anggaran senilai Rp2,3 M. Kendati masuk dalam proyek strategis, pengajuan ke PBJ untuk diproses tender oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu sebagai pemilik proyek baru diajukan. Sehingga masih dipelajari dokumennya sebelum diproses tender. “Proyek lanjutan RTH Karijawa baru diajukan (dokumen tender). Kita masih pelajari,” kata Suparman.

Selain RTH Karijawa, 9 paket proyek yang masuk dalam proyek strategis daerah tahun 2025 ini diantaranya Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Soro Kempo senilai Rp1,2 M, penimbunan lahan Lokasi Pembangunan rumah layak huni Desa Soro senilai Rp1,1 M., Pembangunan jalan dan drainase lingkungan di Lokasi rumah layak huni Desa Soro senilai Rp6 M, Pembangunan jembatan jalan arteri Jala – Nangasia Kecamatan Hu’u senilai Rp11,2 M.

Rehabilitasi tebing Sungai Laju senilai Rp2,2 M juga masuk dalam proyek strategis daerah. Termasuk lanjutan pembukaan ruas jalan Soro – Napa senilai Rp500 juta, Pembangunan kantor Camat Woja senilai Rp4,5 M., Pembangunan kantor Camat Manggelewa senilai Rp4,5 M., dan rehabilitasi ruang radiologi RSUD Dompu senilai Rp1,8 M.

“Kalau proyek penimbunan lahan untuk Lokasi Pembangunan rumah layak huni Desa Soro malah sudah selesai dikerjakan. Sekarang sedang dimulai pekerjaan Pembangunan jalan drainase lingkungan di Lokasi rumah layak huni Desa Soro oleh CV Putri Hanum dengan nilai kontrak Rp6,057 M,” kata Suparman.

Rampung Tender Agustus —

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Dompu menargetkan semua proses tender pengadaan barang dan jasa tahun 2025 akan rampung dilaksanakan Agustus ini. Sehingga waktu 4 bulan hingga akhir tahun anggaran 2025, semua paket pekerjaan selesai dikerjakan. “Waktu 120 hari pelaksanaan proyek. Sehingga masih ada waktu pekerjaan. Semoga saja tidak terlalu ekstrem cuacanya (awal musim hujan) nanti. Makanya, kita rampungkan proses tendernya pada Agustus ini,” ungkap Suparman.

Ada beberapa paket pekerjaan dalam proyek strategis ini baru diajukan proses tendernya. Termasuk rehabilitasi tebing Sungai Laju senilai Rp2,2 M. Paket rehabilitasi tanggul banjir Sungai Silo senilai Rp676 juta, dan rehabilitasi tanggul Sungai Nae Kempo senilai Rp572 juta. Ketiga paket yang didanai dari hibah BNPB untuk pekerjaan rebilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Kabupaten Dompu ini baru diajukan dan sedang dipelajari dokumennya untuk ditenderkan. (ula)

PASI Dompu Raih 9 Emas di Kejurda Atletik NTB

0
Asrullah(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) -Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Dompu berhasil mencatatkan Sejarah dengan perolehan 9 emas, 4 perak, dan 3 perunggu pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Provinsi NTB di GOR 17 Desember, Turide, Kota Mataram pada 3 – 5 Agustus 2025.

Kejuaraan yang mempertandingkan untuk U-18, U-20, dan senior ini menjadi ajang persiapan kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026, dan PON pada 2028.

9 atlet peraih medali emas diantaranya Rohani (senior) nomor lomba lari 100 meter, Iswatun (senior) nomor lomba 400 meter gawang, Suryadin (U-18) nomor lomba 400 meter, Aidin Aditia (U-18) nomor lomba lari 100 meter, Fadlin (senior) untuk lempar lembing, Hasbi Al Gifari (U-20) nomor lomba lari 500 meter.

Lari estafet yang diikuti oleh 4 orang dikali 400 meter yang menurunkan Suryadin, Aidin Aditia, M Rizki Febrian, dan Pasya juga berhasil menyumbang emas. Begitu juga Hasbi Al Gifari (U-20) nomor lomba lari 1.000 meter juga meraih medali emas. Suryadin (U-18) juga menyumbangkan medali emas untuk nomor lomba lari 200 meter.

Untuk medali perak disumbangkan oleh Rizki (U-20) nomor lomba 1.500 meter, Fadlin (senior) nomor lomba lempar cakram, Indah Rizka (U-18) nomor lomba lari 5.000 meter, dan Fahril Wardanang (senior) nomor lomba lari 200 meter.

Medali perunggu diperoleh Ainil Ika pada nomor lomba lari 3.000 meter, Aidin Aditia (U-18) pada lompat jauh, dan Rizki (U-20) pada nomor lomba lari 800 meter.

Ketua Umum KONI Dompu, Asrullah, ST., bersama sekretaris, Abdullah, SH., MH ikut menyaksikan dan memberi support langsung para atlit yang bertanding di lapangan GOR 17 Desember. Keduanya juga berkesempatan mengalungkan medali bagi juara.

Asrullah menyampaikan kebanggaan atas pencapaian atlit Atletik asal Kabupaten Dompu ini. Kendati beberapa sudah masuk dalam pemusatan Latihan daerah (Pelatda) NTB, namun kehadiran para atlit junior dan mampu mengukir prestasi cukup membanggakan.

“Ini menjadi aset bagi Kabupaten Dompu dalam menghadapi multi event di Porprov tahun 2026 maupun PON 2028 mendatang. Sehingga pembinaan dan pelatihan akan terus dikawal kedepan agar kemampuannya bisa terus diasah dan ditingkatkan,” kata Asrullah melalui telpon, Senin (4/8) malam.

KONI Kabupaten Dompu bersama pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dengan didukung pemerintah daerah, swasta dan pecinta olahraga akan terus menjaring atlit – atlit potensial, sehingga mendapat pembinaan yang serius dan berkelanjutan. “Dengan demikian, Dompu maju bisa kita capai bersama,” harapnya. (ula)

Pemkab Didesak Tangani Jalan Rusak Parah di Banyumulek

0
Wisatawan asing naik cidomo melalui jalan rusak di Desa Wisata Banyumulek. Kondisi jalan ini dikeluhkan warga dan wisatawan yang berkunjung melihat proses pembuatan gerabah di desa wisata setempat. (ekbisntb.com/her)

Lombok(ekbisntb.com) -Akses jalan di kawasan Desa Wisata Banyumulek yang merupakan sentra kerajinan gerabah di Lombok Barat (Lobar) dan NTB, kondisinya rusak parah selama bertahun-tahun. Padahal infrastruktur dasar itu vital bagi warga dan sebagai jalur pariwisata. Jalan itu satu-satunya akses yang menghubungkan ke fasilitas publik seperti pasar, sekolah, tempat pemakaman umum (TPU).

Selain jalan, desa itu juga butuh jembatan penghubung ke desa tetangga untuk menunjang akses ekonomi dan pendidikan. Pantauan Suara NTB, kondisi jalan di desa itu memang tak layak. Terutama di Dusun Muhajirin yang menjadi lokasi pasar, sekolah, TPU hingga objek atraksi wisata pembuatan gerabah yang kerap dikunjungi wisatawan asing.

Kondisi jalannya banyak titik berlubang dan berlumpur. Warga yang lewat di jalan itu harus berhati-hati. Warga setempat Fatimah menuturkan, jalan di desa itu telah lama dikeluhkan warga, namun belum ada penanganan dari pemerintah. Kalau jalan dan jembatan itu dibangun maka warga bisa menuju desa sebelah, baik beraktivitas ekonomi maupun anak-anak sekolah. “Masih ada pedagang dari desa sebelah naik ban (bekas roda kendaraan roda empat) untuk ke pasar di sini,” imbuhnya.

Jalan itu juga askes utama ke pasar, sekolah SD dan TPU.  Anak-anak ke sekolah kesulitan, begitupun ke TPU ketika pemakaman. Selain jalan, warga juga kerap dilanda rasa takut ketika musim hujan karena khawatir air sungai naik ke pemukiman. Sebab jarak sungai dengan pemukiman sangat dekat, diperparah tidak ada beronjong yang menahan air.

Hal senada disampaikan Ketua BPD Banyumulek Sarbini Azhari, jika jalan di desa itu itu merupakan jalan utama, sehingga ramai dilalui tidak saja warga, namun banyak tamu wisatawan. Termasuk jalur truk pengangkut sampah dari Kota Mataram dan Lobar melalui jalan itu. “Sehingga sangat padat, di samping jalan ini sempit. Ditambah lagi bau sampah uang lewat,” keluh dia.

Sebagian besar jalan itu rusak, terutama di jalur simpang empat Masjid Kembar Menara Tunggal. “Sangat parah sekali,”Imbuhnya.

Padahal jalan ini satu-satunya akses ekonomi, menuju pasar dan sekolah. Sehingga la pun sangat berharap kepada Pemprov NTB maupun Pemkab Lobar agar memperbaiki jalan itu, sebab desa itu juga menyumbang pajak bagi daerah sangat besar.

Diakuinya, sebagai desa wisata kerap dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, tamu-tamu merasa terganggu karena jalan rusak, sempit ditambah lalu lalang truk sampah. Akibatnya, tamu-tamu mengeluh dan lari tidak jadi berkunjung ke desa itu. Karena tamu ini jauh-jauh datang ke desa itu untuk mencari nyaman dan aman, tapi akibat jalan rusak ini menjadi tidak nyaman.

Terkait jalan ini warga dan pemdes sering mengusulkan perbaikan, bahkan sering kali diperiksa, dibuatkan proposal namun usulan entah mungkin di atas meja atau masuk laci tidak ada tindaklanjut.

Ia juga berharap kendaraan sampah dialihkan ke jalan tanggul pinggir Sungai Babak yang telah lama direncanakan pemerintah.

Kepala Desa Banyumulek H Jamiludin, mendesak agar Pemkab Lobar memperbaiki jalan tersebut. Sebab fungsi jalan ini krusial, yakni sebagai akses pariwisata bagi para turis baik dari dalam maupun maupun ke mancanegara yang berkunjung ke daerah itu.

Wisatawan asing banyak berkunjung naik cidomo melihat proses dari pembuatan kerajinan gerabah hingga pembakaran. “Tapi karena terhambat jalan rusak, membuat kita malu sebagai desa wisata, karena tidak sesuai dengan kondisi desa wisata,” tegasnya.

 Jalan ini bertahun-tahun telah diusulkan ke Pemkab Lobar, namun belum direspons hingga saat ini. Padahal jalan yang rusak parah tidak terlalu panjang, hanya sekitar 700-750 meter, kurang dari 1 kilometer.  (her)

Segera, Dibagikan 10 Juta Bendera di NTB

0
Ruslan Abdul Gani (ekbisntb.com/dok)

Lombok(ekbisntb.com) –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menindaklanjuti program nasional pembagian 10 juta bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., mengatakan bahwa surat dari pemerintah pusat mengenai pembagian bendera telah diterima pada Senin, 4 Agustus 2025.

“Suratnya baru kita terima kemarin. Sama seperti tahun lalu, tetap ada pembagian 10 juta bendera. Pembagian ini diperintahkan kepada semua provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 5 Agustus 2025.

Menindaklanjuti surat tersebut, pihaknya telah menyurati seluruh pemerintah kabupaten/kota di NTB agar segera menyikapi instruksi tersebut. Selain itu, Bakesbangpoldagri NTB juga menggandeng dunia usaha dan kalangan perbankan untuk berkontribusi dalam pengadaan dan penyaluran bendera Merah Putih.

“Kita juga sudah bersurat ke dunia usaha agar bisa membantu menyalurkan 10 juta bendera. Nantinya bendera-bendera itu akan dikumpulkan di Bakesbangpoldagri Provinsi NTB dan kita yang akan menyalurkan ke masyarakat,” jelas Ruslan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro Hukum Setda NTB.

Ia menambahkan, penyerahan bendera dari dunia usaha dan perbankan akan dihimpun terlebih dahulu, sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Pengibaran bendera Merah Putih secara serentak juga direncanakan, meskipun waktu pastinya masih akan dibahas lebih lanjut. “Nanti kita rapatkan tanggalnya. Tapi yang pasti, semua langkah persiapan sudah berjalan,” tegasnya.

Program pembagian bendera ini diharapkan dapat menggugah semangat nasionalisme masyarakat dan memperkuat rasa cinta tanah air menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-80 pada 17 Agustus 2025.  (ham)

Diduga Korsleting Listrik, Enam Unit Rumah di Desa Boak Terbakar

0
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan upaya pemadaman api di desa Boak.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com)-Enam unit rumah kayu (panggung) yang berada di dusun Boak A, Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes terbakar, Selasa (5/8) sekitar pukul 09. 11 wita dengan kerugian ditaksir mencapai Rp750 juta.

“Dari enam unit rumah tersebut 4 rumah dinyatakan ludes terbakar, sementara dua unit lainnya hanya terdampak dan tidak ada korban jiwa,” Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) H. Sahabuddi, kepada wartawan, Selasa (5/8).

Musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah tersebut kini menyisahkan duka bagi korban. Berdasarkan data ada sekitar 10 jiwa dengan 6 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya karena rumah yang mereka tinggal selama ini rata dengan tanah.

“Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut melainkan hanya kerugian material yang mencapai Rp750 juta. Api baru bisa kita padamkan sekitar pukul 13.15 wita,” ujarnya.

Proses pemadaman juga berlangsung dramatis karena petugas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi. Selain itu tidak adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk proses pemadaman juga menjadi kendala di lapangan.

“Di proses pemadaman kita turunkan 3 unit mobil pemadam  dari Mako dan Pos Moyo Hilir, satu unit fire jeff, satu unit mobil tanki BPBD dan satu unit water canon milik Brimob, sehingga api tidak merembet ke rumah lainnya,” ucapnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan, material yang terbakar meliputi seluruh isi rumah  beserta isinya. Sementara penyebab terjadinya kebakaran masih dilakukan investigasi lebih lanjut pihak kepolisian meski indikasi awal akibat korsleting listrik.

“Penyebab kebakaran kita belum ketahui secara pasti, namun hasil keterangan sementara di lokasi kejadian kebakaran akibat korsleting listrik,” tambahnya.

Dia pun meyakinkan, bahwa hasil investigasi terhadap puluhan kasus kasus kebakaran yang terjadi di Sumbawa rata-rata karena faktor kelalaian pemilik rumah. Bahkan di salah satu rumah, pihaknya menemukan adanya sisa material listrik yang menjadi penyebab kebakaran.

“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini masuk dalam dasarian pertama musim kemarau,” sebutnya.

Selain itu, peremajaan instalasi kelistrikan juga harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang lebih fatal. Karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya.

Sementara itu, Kades Boak Aminollah meminta kepada Pemerintah agar segera menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warga yang terdampak. Termasuk juga untuk bisa diberikan tempat tinggal sementara bagi mereka sembari menunggu rumahnya terbangun.

“Kerugian materialnya bervariasi, Ahmad Salihuddin sebesar Rp100 juta, M. Tahir M. Z Rp250 juta, Mustafa Mansyur Rp150 juta, Zainuddin Rp150 juta. Dua rumah terdampak lainnya Kaharuddin Rp50 juta dan Eni Zuhra Rp50 juta,” tukasnya. (ils)

Saat Warga Kaya Masih Terima Bansos,   Warga Miskin di Lobar Dicoret dari Data Penerima Bantuan

0
Papuq Mutmainah, warga Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi mengeluh tidak mendapatkan bantuan beras. Sementara banyak warga mampu masuk dalam data penerima bantuan. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com)Saat warga kaya atau mampu memiliki mobil dan rumah berlantai dua masih menerima bantuan sosial (bansos)  di Lombok Barat (Lobar). Kondisi kontras menimpa Papuq Mutmainah, warga miskin asal Bagik Polak, Kecamatan Labuapi. Papuq Mutmainah satu dari sekian banyak potret warga miskin yang seharusnya berhak menerima bantuan, justru dicoret dari penerima bantuan.

KULIT Papuq Mutmainah mulai mengeriput dimakan usia. Giginya tak lagi utuh, pertanda usianya yang sudah renta. Berjalan pun ia tak bisa tegak lagi, karena usia tak muda lagi. Dulu waktu masih muda, ia adalah pekerja keras. Berbagai pekerjaan dilakukan bersama sang almarhum suaminya yang meninggal sejak 10 tahun lalu.

Ujian hidup lebih berat semenjak suaminya pergi untuk selamanya, sebab ia harus melakoni selain sebagai ibu sekaligus menjadi kepala keluarga membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya.  Namun di tengah nasib kurang beruntung itu, Papuq Mutmainah tetap melontarkan senyum saat ditanya awak media, ihwal dirinya tidak menerima bantuan sosial.

Di balik senyumnya, menyimpan rasa sedih. Ia pun tak kuasa menyimpan rasa sedih, karena tidak mendapatkan bantuan beras. Bagaimana tidak? Papuq Mutmainah mengaku tak ada yang membiayai hidup sehari-hari. Suaminya telah meninggal tahun 2015 yang lalu.

Sekarang, ia pun tinggal sendiri di rumah peninggalan suami ditemani cucunya.”Saya sendiri, tinggal di rumah bersama cucu, karena suami saya meninggal tahun 2015,” tuturnya, kemarin.

Untuk makan sehari-hari pun sulit, karena ia sendiri tak mampu bekerja lantaran usia yang sudah renta. Ia pun diberikan makan oleh anaknya yang berprofesi sebagai buruh. Ia sendiri memiliki kartu PKH namun tidak pernah mendapatkan bantuan uang dari kartu itu. “Ada saya dapat kartu, tapi tidak pernah dapat uang,” aku dia.

Sementara itu Kepala Desa Bagek Polak Amir Amraen Putra, berupaya memperjuangkan warga yang tidak mendapatkan bantuan tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemkab.  Namun sebagai bentuk keberatan dari desa, pihaknya menolak distribusi bantuan beras ini sementara waktu. Ia pun meminta pada Pemkab untuk segera menutupi kekurangan bantuan sembako bagi warganya.

Menurutnya, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih sambil menunggu proses distribusi bantuan dari pemerintah pusat yang hingga kini tidak merata. Ia berharap Pemkab Lobar tidak hanya menunggu proses dari pusat, namun juga bersikap proaktif dalam memastikan masyarakat desa benar-benar merasakan program-program kesejahteraan.

Sementara itu, Warga yang tergolong kaya di Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada justru masih menerima bantuan sosial (bansos). Kendati memiliki rumah dua lantai dan mobil, ironisnya ia tetap masuk sebagai penerima bantuan antara Desil 1-5 data penerima pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kades Dasan Tereng Purwanto mengakui warga mampu ini ada di desanya, menerima bantuan beras dan bansos PKH. “Padahal warga yang mampu ini ada yang punya mobil tiga, rumahnya bertingkat, dia yang dapat. Dan ndak keluar-keluar (dari penerima bantuan),” ujarnya heran.

Pihaknya melalui kepala dusun pun sudah melakukan upaya pendekatan dan mengingatkan ke warga agar tidak menerima bantuan, karena tidak layak. Akan tetapi warga menjawab, bahwa bantuan itu diberikan oleh negara.

Dari hasil pengecekannya, DTSEN ditemukan masih rancu. Warga dikelompokkan menjadi Desil 1, 2, 3 sampai 10. Pihak desa belum bisa mengusulkan untuk perubahan data warga yang masuk Desil tersebut. Sementara penentuan warga masuk Desil tersebut dilakukan oleh pusat. “Kami temukan masih banyak yang Desil 1 sampai 5, dikategorikan tidak mampu. Tapi tidak menerima bantuan. Sebaliknya, Desil 6 sampai 10 itu kan tergolong sudah mampu. Tapi nyatanya temuan kami, hasil pengecekan banyak sekali warga di Desil ini justru mendapatkan bantuan,” kata dia, kemarin.

Untuk meminimalisir persoalan ini, tentu harus dilakukan pendataan ulang. Dulu untuk mengeluarkan penerima bantuan yang salah sasaran, seperti PKH dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes). “Tapi ada surat edaran, sekarang tidak boleh lagi Musdes untuk mengeluarkan Anggota PKH yang dianggap mampu,” jelasnya. (her)

Puluhan Miliar Dana Pokir Anggota DPRD Lotim Belum Menyentuh Sekolah Rusak

0
SDN 6 Satap Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya yang rusak di Lotim belum tersentuh perbaikan. Dinas Dikbud Lotim mengharapkan perbaikan lewat dana pokir DPRD. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) -Dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Lombok Timur (Lotim) bidang pendidikan senilai Rp 56 miliar selama ini belum ada yang menyentuh sekolah-sekolah rusak. Sebanyak 135 gedung sekolah yang rusak parah antara lain akibat gempa bumi dan termakan usia ini masih menanti perbaikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim menaruh harapan besar kepada para wakil rakyat Lotim hendaknya biasa gunakan pokirnya untuk memperbaiki sekolah rusak. “Sangat kita harapkan dasi Pokir anggota dewan ini,” terang Sekretaris Dikbud Lotim, Jumadil menjawab Suara NTB, Senin (4/8).

Pokir bidang pendidikan itu diketahui bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang diarahkan. Semestinya, puluhan miliar Pokir iya bisa direalisasikan untuk perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak.

Menurut Jumadil, kalau Rp56 miliar ini difokuskan untuk perbaikan sekolah rusak, maka dalam tiga tahun seluruh sekolah rusak tersebut  bisa diperbaiki. Para wakil rakyat ini tidak mengarahkan dananya tersebut untuk perbaikan sekolah yang membutuhkan.

Sekretaris Dikbud Lotim ini menilai, selama ini banyak sekolah yang sudah layak justru mendapat bantuan berulang dari dana pokir. Sekolah yang rusak berat justru tidak tersentuh. Diduga, arah penggunaan pokir ini cenderung untuk memenuhi kepentingan politik wakil rakyat.

Diakui, pilihan kemana dana pokir akan digunakan merupakan kewenangan anggota dewan. Akan tetapi, sangat disayangkan arah penggunaanya jauh dari harapan serta tidak masuk skala prioritas pembangunan. “Kita sangat sayangkan penggunaan pokir ini banyak pada hal-hal yang tidak mendesak, seperti sound system atau peralatan yang tidak masuk prioritas,” keluhnya.

Kondisi 135 unit sekolah sangat membutuhkan bantuan segera. Melihat fakta ini, pokir diharapkan bisa diarahkan kesana sebagai prioritas dan mendesak.

Dana pokir ini diharapkan tidak terbuang percuma. Sementara akibat kondisi gedung yang rusak banyak siswa yang terpaksa belajar di gedung-gedung yang nyaris ambruk. Dikbud melakukan langkah antisipasi dengan melarang siswa belajar di dalam gedung yang rusak. Khawatir gedung ambruk.

Ketua DPRD Lotim, Muhammad Yusri yang dikonfirmasi Suara NTB terpisah via telepon, Selasa (5/8) mengklarifikasi jumlah pokir seluruh wakil rakyat Lotim bidang pendidikan ini sebesar Rp51 miliar, bukan Rp 56 miliar seperti disebutkan Dinas Dikbud.

Pokir untuk 50 anggota DPRD Lotim ini bersumber dari DAU yang diarahkan. Arah penggunaannya semuanya sudah melalui proses usulan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tahun 2025 ini. Sebagian besar katanya selama ini diarahkan untuk membatu sekolah-sekolah swasta yang justru tidak bisa tersentuh oleh Dinas Dikbud.

Sekolah swasta seperti madrasah dan pondok pesantren (ponpes) ini diakui cukup banyak jumlahnya se Kabupaten Lotim. Selama ini Ponpes dan Madrasah ini belum pernah ada yang tersentuh oleh Dikbud. Alasan itulah kemudian pokir mengambil inisiatif untuk memberikan sekolah-sekolah swasta tersebut.

Meski begitu, bagi Muhammad Yusri, pokir anggota DPRD juga sudah menyentuh sekolah negeri dan  ke depan akan coba dikomunikasikan soal bangunan sekolah rusak tersebut agar bisa dibangun lewat dana pokir. (rus)

Harga BBM Nonsubsidi di NTB Turun Mulai 1 Agustus

0
Reza Nurdin(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –Kabar baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Series dan Dex Series resmi turun dan telah diberlakukan secara menyeluruh di seluruh SPBU dan Pertashop per 1 Agustus 2025.

Ketua Hiswana Migas NTB, Reza Nurdin, menegaskan bahwa penurunan harga BBM ini hanya berlaku untuk jenis nonsubsidi, sementara harga Pertalite dan Solar tetap stabil karena statusnya sebagai BBM subsidi dan penugasan pemerintah. “Yang turun hanya Pertamax Series dan Dex Series. Pertalite dan Solar tetap pada harga sebelumnya,” ujar Reza pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Reza memastikan bahwa semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop di wilayah NTB telah menerima informasi resmi dan mulai menerapkan harga baru sejak awal bulan. “Kami sudah sosialisasikan penyesuaian harga ke seluruh jaringan distribusi. Per 1 Agustus, harga baru berlaku di seluruh SPBU dan Pertashop,” tambahnya.

Hiswana Migas NTB memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi BBM di NTB, khususnya menjelang musim panen yang akan berlangsung dalam waktu dekat di wilayah seperti Sumbawa dan Dompu. “Aktivitas pertanian meningkat saat panen, sehingga kebutuhan BBM juga akan ikut naik,” kata Reza.

Meski permintaan diprediksi meningkat, Hiswana Migas memastikan bahwa stok BBM di NTB dalam kondisi aman. Wilayah NTB juga tidak sepenuhnya bergantung pada jalur laut karena sudah memiliki depo utama yang mampu menyuplai seluruh daerah. “Kami memiliki cadangan BBM yang cukup untuk tujuh hari ke depan. Distribusi juga tetap lancar, termasuk ke wilayah terpencil,” jelas Reza.

Terkait pengaturan pembelian BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite, masyarakat NTB kini wajib menggunakan aplikasi XStar, yang dikelola oleh BPH Migas secara nasional. Aplikasi ini menjadi syarat utama untuk mendapatkan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi. “Tidak bisa lagi urus rekomendasi di kantor desa. Semua harus lewat aplikasi XStar,” ungkap Reza.

Penerbitan rekomendasi kini juga diperpanjang menjadi tiga bulan, untuk mengurangi beban administratif dan memudahkan masyarakat. “Kami harap sistem ini lebih tepat sasaran. Masyarakat cukup urus satu kali untuk kebutuhan tiga bulan,” tutupnya. (bul)