Beranda blog Halaman 209

Program Desa Berdaya, Desa di Lobar Kembangkan Ketahanan Pangan

0
H. Mahdi, Masnun, Islahudin. (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Sejumlah desa di Lombok Barat (Lobar) mengembangkan ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur dari anggaran program Desa Berdaya. Program dari Pemprov NTB ini untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan kemandirian ekonomi desa dengan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Program ini juga diharapkan bisa mendukung Makan Gizi Gratis (MBG) berkolaborasi dengan Kopdeskel. Kepala Desa Cendimanik H. Mahdi mengatakan, pihaknya mendapatkan anggaran Rp300 juta dari program Desa Berdaya Pemprov NTB. Di wilayah Sekotong, saat ini hanya empat desa memperoleh program ini, yakni Desa Cendimanik, Buwun Mas, Pelangan, dan Batu Putih.


“Kami pakai untuk pengembangan peternakan ayam petelur, dikelola oleh desa,” kata KDM panggilan Kades Cendimanik ini, kepada Suara NTB beberapa waktu lalu.


Kandang ayam petelur pun telah selesai dibangun, berkapasitas 15.000 ekor. Ayam petelur ini nantinya dihajatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama warga miskin. Dari hasil peternakan ayam petelur ini, ia memperkirakan bisa memperoleh Rp20 juta per bulan.


Program desa berdaya ini dikolaborasikan dengan ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa, sehingga bisa dibangun dua kandang dan beli bibit ayam petelur, masing-masing kapasitas 1.000 ekor dan 500 ekor. “Kalau dari ketahanan angan itu 500 ekor, dan desa berdaya itu 1.000 ekor,” sebutnya.


Rencananya kandang itu diisi bibit pada akhir Juni mendatang. Pihaknya menargetkan peternakan ayam petelur ini mencapai 5.000 ekor.
Kepala Desa Batulayar, Masnun mengatakan, pihaknya mendapatkan program Tematik Desa Berdaya. Program ini dinilai bermanfaat bagi desa untuk menambah PADes. Program ini diintegrasikan dengan ketahanan pangan dari dana desa untuk budi daya ayam petelur.


“Nanti dari hasil budi daya ayam petelur ini kita kumpulkan akan kami berikan kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu, sesuai arahan pak Gubernur akan diberikan pada warga Desil 1 sampai Desil 2,” ujarnya.


Ia tak memungkiri, anggaran ini diperoleh desanya karena termasuk dalam desa miskin ekstrem. Jumlah miskin ekstrem di desanya lumayan tinggi mencapai 200 KK. “Sehingga atas dasar itu, kami di Desa Batulayar diberikan program desa berdaya ini,” imbuhnya.


Besaran anggaran program Desa Berdaya ini senilai Rp300 juta itu, diarahkan untuk tiga item, di antaranya jalan usaha tani, peternakan dan pariwisata. Pihaknya sendiri menggunakan anggaran itu untuk peternakan ayam petelur, diintegrasikan dengan ayam pejantan yang dianggarkan dari DD.


Sementara itu, Kades Beleka Islahudin, mengatakan bahwa desanya menjadi salah satu desa yang terpilih mendapatkan program desa berdaya. “Ketentuannya sudah jelas, bahwa ini (program desa berdaya) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi terutama di lokal desa,” jelasnya.


Di tengah kondisi pemangkasan anggaran dari pusat, ia berpikir keras bagaimana desa bisa mendapatkan PADes. Pihaknya pun mengarahkan program desa berdaya ini untuk ketahanan pangan. “Pengembangan ayam petelur,” imbuhnya.


Peternakan ayam petelur ini nanti dikelola oleh BUMDES, dan desa akan memperoleh PADes dari situ. Program desa berdaya ini ada dua jenis, yakni tematik dan transpormatif. Penanganan miskin ekstrem lebih pada desa berdaya transpormatif sedangkan tematik mengarah pada program ketahanan pangan untuk kemandirian ekonomi desa.


Selain itu, Ketua Forum Kades Kecamatan Gerung ini berterimakasih atas program Rp1 miliar per desa dari Pemkab Lobar. Program ini dirasakan sangat membantu desa dalam program pembangunan yang tak ter-cover akibat pemangkasan dana desa.


Ia mengaku, sebagai pengurus organisasi desa di level nasional, program ini cukup menjadi perhatian dan diperbicangkan desa-desa di Indonesia. Apalagi di tengah pemerintah pusat belum ada sinyal mengembalikan porsi DD seperti sedia kala atau normal kembali. (her)


Warga Lobar Bisa Pinjam Mobil Dinas Bupati untuk Nyongkolan

0
Poster yang menunjukkan mobil dinas Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bisa dipinjam masyarakat untuk kegiatan nyongkolan. (Suara NTB/ist/Kominfo Lobar)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) kembali membuat terobosan sebagai langkah nyata untuk mendukung pelestarian tradisi budaya lokal atau Sasak. Setelah secara rutin mengadakan ajang atau event budaya peresean, kali ini LAZ sapaan karib Bupati Lobar ini melakukan terobosan unik.


LAZ menggratiskan warga memakai mobil dinasnya untuk melaksanakan tradisi nyongkolan, salah satu prosesi adat pernikahan sasak. Tidak saja menggratiskan kendaraan dinas (randis), warga juga ditanggung sopir dan BBM. LAZ dikonfirmasi media mengatakan, beberapa hal yang mendasarinya membelakukan kebijakan ini.


Pertama, hal ini untuk memberikan penghargaan para pengantin baru yang merupakan warga masyarakat Lobar. “Yang kedua, ini bentuk dari kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya,” kata LAZ.


Bupati juga menegaskan, pada hakikatnya, seluruh fasilitas pemerintah adalah milik rakyat, sehingga sudah sepantasnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat.


Ia mengatakan, fasilitas mobil dinas Bupati sendiri ada dua unit. Sedangkan satu mobil dinas jarang terpakai. Sehingga daripada tidak berfungsi, LAZ pun memberikan izin kepada masyarakat untuk memanfaatkannya secara gratis agar bisa merasakan kebahagiaan saat nyongkolan. “Kalau diberikan (dipinjamkan) ke masyarakat kan bagus untuk nyongkolan,”imbuhnya.


Terlebih bagi warga kurang mampu, tentu bisa sedikit membantu memfasilitasi kendaraan tanpa harus mengeluarkan biaya. Dikatakan, warga yang mau meminjam kendaraan dinasnya bisa mengajukan permohonann ke Pemkab dengan syarat mempelai laki-laki ber-KTP Lobar.


Umpama, kata dia, warga mengajukan pada hari yang sama, nanti akan dilihat siapa yang lebih dulu mengajukan permohonan ke Pemkab. Dan kalau bersamaan waktu dan tanggal, tentu dilihat mana yang lebih kurang mampu dari sisi kodisi ekonominya.


LAZ memandang bahwa nyongkolan merupakan prosesi adat yang sakral. Dengan mengendarai mobil dinas bupati, diharapkan masyarakat yang sedang berbahagia dapat merasa lebih berwibawa saat melaksanakan prosesi tersebut. (her)

“All Out” Jaga Ekonomi

0
Hario K. Pamungkas (Suara NTB/bul)


KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengajak masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak dengan menyesuaikan pengeluaran terhadap kebutuhan dan kemampuan pendapatan masing-masing.


Menurutnya, di tengah berbagai dinamika ekonomi, masyarakat perlu mengutamakan kebutuhan pokok, mengendalikan pola konsumsi, serta tetap menerapkan prinsip penghematan dalam kehidupan sehari-hari.


“Dalam ekonomi, tentunya kita tetap harus mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Pendapatan yang dimiliki perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Dengan begitu, masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhan sekaligus melakukan penghematan,” ujarnya di Mataram, Kamis 11 Juni 2026.


Ia menegaskan Bank Indonesia terus berupaya maksimal dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah melalui berbagai langkah dan kebijakan yang terintegrasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan terkait.


“Bank Indonesia NTB all out untuk membantu menjaga stabilitas perekonomian. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta berbagai pihak lainnya agar kondisi ekonomi tetap stabil,” imbuhnya.


Hario menjelaskan bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi dan daya beli masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor-sektor produktif.


“Kami ingin bagaimana ekonomi tetap stabil, tetapi pada saat yang sama perkembangan daerah juga terus bergerak maju. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi sangat penting,” tambahnya.


Bank Indonesia selama ini aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, hingga penguatan ekonomi daerah sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (bul)

Naik, Pengguna Kendaraan Listrik di NTB

0
Naik, Pengguna Kendaraan Listrik di NTB
Kendaraan listrik yang menjadi kendaraan dinas bagi pejabat lingkup Pemprov NTB dan PLN sedang parkir di Kantor Gubernur NTB. (Suara NTB/ham)

Mataram (ekbisntb.com) – Penggunaan kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) naik drastis dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Hal itu diketahui menyusul lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mencapai 665 persen.
General Manager PT PLN Persero Perwakilan NTB, Sri Heny Purwanti mengatakan peningkatan penggunaan kendaraan listrik di NTB terlihat jelas dari data transaksi pengisian daya di SPKLU.


“665 persen peningkatannya. Dari 4000 kWH ke 32 ribu kWH,” ujarnya di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat, 12 Juni 2026.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, PLN juga terus memperkuat infrastruktur pengisian daya di NTB. Jumlah SPKLU yang tersedia kini bertambah dari 38 unit menjadi 51 unit yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.


PLN juga mendorong masyarakat menjadi mitra untuk pengadaan SPKLU mengingat potensi ekonomi dari kendaraan listrik tersebut cukup menjanjikan. Hal ini karena semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik.


Saat ini, satu unit SPKLU ultra-fast charging mampu melayani sekitar 10 hingga 15 kendaraan per hari dengan waktu pengisian sekitar 30 menit per kendaraan. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bisnis yang besar seiring tren peningkatan penggunaan kendaraan listrik di NTB.


Di samping mengalami peningkatan, terdapat tantangan khususnya bagi NTB sebagai provinsi dengan dua pulau yang terpisah. Peningkatan penggunaan kendaraan listrik tidak dibarengi dengan penyesuaian regulasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).


Dalam beberapa kasus yang terjadi di NTB, kendaraan listrik sering kali tertahan di penyeberangan Kayangan-Pototano maupun sebaliknya karena regulasi dari Kemenhub yang belum ada penyesuaian.


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin mengatakan dalam waktu dekat Pemprov NTB akan melakukan koordinasi dengan Kemenhub untuk meminta kelonggaran saat penyeberangan. Dia menyampaikan, pengetatan regulasi oleh Kemenhub ini dilatarbelakangi oleh adanya insiden kebakaran kapal yang pernah terjadi di salah satu pelabuhan.


Meski demikian, perkembangan teknologi saat ini telah membuat kendaraan listrik memiliki sistem keamanan yang semakin baik, termasuk kemampuan menahan suhu panas hingga 300 derajat.


Dalam surat edaran itu juga terdapat ketentuan yang kerap menjadi kendala dalam proses penyeberangan. Salah satunya adalah aturan mengenai jarak minimal satu meter antar kendaraan listrik.


Selain itu, terdapat ketentuan mengenai batas kapasitas baterai maksimal 50 watt, kewajiban kapal memiliki ventilasi yang memadai baik secara alami maupun mekanis, serta penempatan kendaraan listrik di area yang dekat dengan pintu rampa kapal.

“Nanti kami akan ketemu terutama dengan teman-teman perhubungan laut untuk membahas ini,” katanya. (era)

Tak Adanya SPBUN Sebabkan Nelayan NTB Kesulitan Dapat BBM

0
Tak Adanya SPBUN Sebabkan Nelayan NTB Kesulitan Dapat BBM
Samsudin (Suara NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seringkali mengalami kesulitan untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini dikarenakan NTB belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Padahal, kebutuhan akan BBM oleh para nelayan cukup tinggi.


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk memastikan stok BBM khusus untuk nelayan. Karena tidak adanya SPBUN, stok BBM nelayan ini akan dititipkan di SPBU terdekat.


Sementara untuk memastikan BBM tersebut tepat sasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB diminta untuk mendata setiap nelayan di NTB. “Kalau bikin SPBUN kan mahal, butuh biaya miliaran. Makanya nanti stoknya akan dititipkan ke SPBU terdekat di wilayah itu. Cuma harus ada database, nanti basisnya versi aplikasi namanya XStar. Itu harus masuk barcodenya ke teman-teman nelayan,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Jumat, 12 Juni 2026.


Samsudin mengungkapkan, penitipan stok BBM untuk nelayan ini dititipkan di SPBU terdekat di dua wilayah NTB, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Di samping itu, pihaknya juga meminta agar stok BBM untuk nelayan NTB bisa ditambah mengingat kebutuhan BBM nelayan cukup tinggi.


Terpisah, Kepala Dislutkan NTB, Muslim menyatakan pengajuan kebutuhan kuota kebutuhan BBM bagi masyarakat nelayan cukup tinggi, namun kuota yang saat ini tersedia masih belum mencukupi untuk kebutuhan tersebut.


Ia mengungkapkan, Dinas ESDM telah menyampaikan mekanisme pengajuan kebutuhan BBM kepada Kabupaten/Kota setiap tahunnya. Atas itu, pengajuan kebutuhan BBM berikutnya agar melibatkan dinas terkait, sehingga mampu menghitung secara tepat setiap kebutuhan BBM untuk kabupaten/ kota yang kemudian akan disampaikan kepada BPH Migas sebagai penentu kuota BBM.


“Dalam hal ini PT Pertamina Patra sangat mendukung karena PT Pertamina Patra Niaga hanya sebagai operator yang melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh BPH Migas,” katanya.


Selanjutnya, menyinggung soal penerbitan rekomendasi BBM pada aplikasi XSTAR. Muslim mengaku kebanyakan nelayan kecil di kabupaten/kota belum memiliki. Untuk mengatasi itu, Dinas ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta BPH Migas selaku regulator terkait problematika yang dihadapi oleh nelayan.


“Agar kita segera mendapatkan solusi sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi nelavan kecil dalam memperoleh rekomendasi BBM, serta tetap mendorong nelayan kecil untuk segera mengurus dan melenqkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh rekom BBM berikutnya,” pungkasnya. (era)

Pemprov NTB Sebut Kenaikan Harga Pertamax Picu Inflasi Daerah

0
Pemprov NTB Sebut Kenaikan Harga Pertamax Picu Inflasi Daerah
Ilustrasi naiknya BBM jenis Pertamax bisa memicu inflasi daerah. (Suara NTB/Artificial Intelligence)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemprov NTB mengakui kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang semula Rp12.250 menjadi Rp16.250 bisa menekan ekonomi daerah. Kenaikan hingga Rp4 ribu itu bisa menyebabkan kenaikan inflasi, yang berdampak pada kenaikan harga bahan-bahan pokok kebutuhan sehari-hari.


Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Pertamax sebagai salah satu BBM dengan pengguna yang cukup tinggi. Naiknya harga BBM tentu berpengaruh dengan mobilitas barang, sehingga kenaikan ini tidak hanya akan dirasakan oleh pengendara, tetapi juga pelaku usaha dengan mobilitas barang tinggi.


Asisten II Setda NTB, H. Lalu Mohammad Faozal membenarkan kenaikan harga Pertamax dapat meningkatkan inflasi daerah. Meski begitu, hingga kini pihaknya belum menemukan solusi penyelesaian karena kenaikan harga ini serentak di seluruh Indonesia.


“Ya tentu berdampak ke peningkatan inflasi, namanya juga naik kan,” ujarnya saat dikonfirmasi usai mengikuti acara Sosialisasi dan edukasi SPKLU di NTB di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat, 12 Juni 2026.


Dengan kenaikan ini, satu-satunya langkah yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan beralih ke kendaraan listrik. Namun, hal itu juga belum bisa disebut solusi mengingat pengguna kendaraan listrik belum begitu banyak di NTB.


“Ya di semua pemerintah memang dari awal kan emang didorong ke situ (menggunakan kendaraan listrik, red). Makanya ada diskon kan,” kata mantan Penjabat Sekda NTB ini.


Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) inflasi di NTB per bulan Mei 2026 mencapai 3,78 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di kisaran 3,08 persen.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan dua komoditi penyumbang inflasi di seluruh kabupaten/kota di NTB yaitu bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng.


Sementara itu, di tingkat masyarakat, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga sejak rendahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.


Pedagang di Pasar Kebon Roek, Nurmansyah mengatakan salah satu komoditas yang mengalami lonjakan adalah bawang putih hingga Rp40 ribu per kilogram. Selain karena faktor Dolar yang berimbas pada pasokan kiriman dari luar, pasokan barang secara keseluruhan di tingkat pedagang memang sedang berkurang.


“Kalau bawang putih memang kiriman dari luar dan stoknya sekarang agak sedikit. Kami pedagang kecil di sini biasanya hanya mengambil eceran sekitar 5 sampai 10 kilogram saja per hari untuk dijual kembali,” jelasnya.

Nurmansyah juga menambahkan, selain bawang putih, lonjakan harga yang paling mengagetkan justru terjadi pada komoditas tomat dan bawang merah. Harga tomat meroket dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Sementara bawang merah menyentuh harga Rp 60 ribu per kilogram untuk kualitas tertentu di lapaknya.


“Kalau tomat sekarang naik jadi Rp 20 ribu. Padahal kalau lagi musim dan murah, harganya bisa jatuh sampai Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu saja per kilo,” pungkasnya. (era)

Berkendara Makin Stylish, Pembelian Motor Honda di NTB Berhadiah Jaket Eksklusif

0

Mataram (Ekbis NTB) – Astra Motor NTB menghadirkan program promosi khusus sepanjang bulan Juni 2026. Melalui program ini, konsumen yang melakukan pembelian sepeda motor Honda tidak hanya mendapatkan unit kendaraan impian, melainkan juga berbagai hadiah langsung yang dirancang untuk mendukung kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Setiap pembelian motor Honda selama periode promo berkesempatan memperoleh hadiah langsung berupa Jaket Cari Aman dan Safety Tools. Menariknya, khusus untuk pembelian unit Honda Vario 160, konsumen akan mendapatkan tambahan jaket eksklusif Honda (selama persediaan masih ada).

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi nyata perusahaan kepada masyarakat yang terus memercayakan sepeda motor Honda sebagai teman perjalanan sehari-hari.

“Beli motor Honda di bulan Juni, hadiahnya bikin makin happy. Setiap pembelian motor Honda berkesempatan mendapatkan hadiah menarik yang siap menemani aktivitas dan perjalanan konsumen,” ujar Yehezkiel Felix, dalam keterangan resminya.

Program promo ini berlaku di seluruh jaringan dealer resmi Honda yang berpartisipasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Astra Motor NTB berharap penawaran spesial di pertengahan tahun ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi calon konsumen.

Lebih lanjut, Yehezkiel menekankan bahwa hadiah yang diberikan bukan sekadar bonus kosmetik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Astra Motor NTB untuk terus mengampanyekan budaya berkendara aman (safety riding) di jalan raya melalui penggunaan perlengkapan yang sesuai standar.

Selain Jaket Cari Aman yang menunjang keselamatan, Safety Tools yang dibagikan juga dipersiapkan sebagai perlengkapan pendukung guna mengantisipasi kondisi darurat ringan selama di perjalanan.

Mengingat program ini hanya berlangsung selama Juni 2026 dan kuota hadiah yang disiapkan terbatas, Astra Motor NTB mengimbau masyarakat yang berminat untuk segera mengunjungi dealer Honda terdekat.

“Selain membawa pulang motor impian, konsumen juga bisa mendapatkan bonus yang bermanfaat untuk aktivitas berkendara sehari-hari. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan promo ini sebelum stok hadiahnya habis,” pungkas Yehezkiel. (r/fan)

GM PLN UIP Nusra Tinjau Progres Pembangunan PLTU Lombok FTP-2, Dorong Percepatan Menuju Operasi Komersial

0

Lombok Timur (ekbisntb.com)- General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, meninjau progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW) di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, RDW. Manurung, didampingi Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, turut mengunjungi Main Power House, Central Control Room (CCR), serta Jetty atau dermaga khusus dari PLTU Lombok FTP-2.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda lapangan RDW. Manurung setelah resmi mengemban amanah sebagai General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra. Melalui kunjungan ini, ia memastikan pembangunan proyek-proyek strategis ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara terus berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dalam agenda kunjungan ini, MUPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, memaparkan perkembangan proyek serta capaian milestone yang telah berhasil diraih selama proses konstruksi.

“Saat ini kami fokus pada penyelesaian konstruksi dan tahapan commissioning Unit 1 agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Yogi.

Ia menjelaskan, Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 baru saja berhasil melaksanakan Safety Valve Test atau Popping Test, yaitu salah satu tahapan penting dalam proses commissioning untuk memastikan sistem proteksi tekanan pada boiler dapat bekerja secara otomatis sesuai standar keselamatan dan desain operasi.

Keberhasilan pengujian tersebut menjadi indikator kesiapan pembangkit memasuki tahapan berikutnya menuju sinkronisasi sistem dan operasi komersial.

Menanggapi perkembangan tersebut, RDW. Manurung menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan penyelesaian proyek. Menurutnya, kehadiran PLTU Lombok FTP-2 sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok yang terus mengalami pertumbuhan kebutuhan energi.

“Kondisi sistem kelistrikan Lombok saat ini sangat membutuhkan tambahan pasokan dari PLTU ini. Saya senang mendengar bahwa proyek sudah mendekati tahap sinkronisasi. Kalau seluruh tim tetap solid dan kompak, saya yakin setiap tantangan di lapangan dapat kita selesaikan bersama,” ujar Manurung.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas fungsi dan pengawasan yang ketat agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.

“Apa pun kendala yang muncul di lapangan, mari kita cari solusi terbaik bersama. Harapan saya, pelaksanaan proyek ini terus dimonitor secara ketat dan dikoordinasikan dengan baik agar progresnya semakin cepat dan target operasi dapat tercapai,” tambahnya.

RDW Manurung berharap Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 dapat segera menghasilkan daya dan berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok. Setelah berhasil tersinkronisasi, pembangkit ini diharapkan mampu beroperasi secara andal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sektor bisnis, maupun industri di NTB.

PLTU Lombok FTP-2 Sambelia dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan Lombok. Dengan kapasitas total 2×50 MW, pembangkit ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga stabilitas sistem, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) UIP Nusra telah melaksanakan serah terima jabatan General Manager dari Rizki Aftarianto kepada RDW. Manurung. Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara, RDW Manurung juga telah melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram-Mantang usai pelaksanaan pisah sambut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proyek-proyek strategis PLN berjalan tepat waktu guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(bul)

Bank NTB Syariah Dukung Penuh E-Ticketing dan Gate In Online Di Pelabuhan Senggigi

0
peresmian E-Ticketing dan Gate In Online Di Pelabuhan Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) – Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital layanan publik dan penguatan ekosistem transaksi non-tunai terpusat melalui implementasi sistem E-Ticketing dan Gate In Online di Terminal Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.


Peluncuran sistem digital tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan menjadi langkah strategis dalam modernisasi layanan transportasi dan pariwisata yang terintegrasi.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Hasbullah Muis, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, sejumlah kepala OPD terkait, Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia, Direktur Utama PT AMGM, Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, Direktur Teknologi dan Informasi PT Bank NTB Syariah, Rully Feranata, para ketua asosiasi pariwisata se-NTB, Camat Batulayar, Kapolsek Batulayar, Kepala Desa Senggigi, serta Kepala Desa Sedau.


Melalui sistem E-Ticketing dan Gate In Online, proses pembelian tiket, registrasi penumpang, pembayaran, hingga validasi keberangkatan kini dilakukan secara digital dan terintegrasi. Implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan, mempercepat proses layanan, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.


Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang terus mendorong digitalisasi transaksi keuangan, Bank NTB Syariah berperan dalam penyediaan sistem pembayaran digital yang mendukung operasional layanan tersebut. Kehadiran sistem non-tunai di Pelabuhan Senggigi diharapkan dapat memperkuat tata kelola, meminimalisir potensi kebocoran transaksi, serta menghasilkan data transaksi yang lebih akurat dan real time.


Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung transformasi digital pemerintah daerah serta mendorong percepatan implementasi transaksi non-tunai di berbagai sektor strategis.


“Bank NTB Syariah menyambut baik implementasi E-Ticketing dan Gate In Online di Pelabuhan Senggigi sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital daerah. Kami percaya digitalisasi transaksi akan meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat transparansi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan dalam mengakses layanan transportasi. Ke depan, kami siap mendukung perluasan digitalisasi pembayaran di berbagai sektor pelayanan publik lainnya di Kabupaten Lombok Barat,” ujar Adhi Susantio.

Implementasi sistem ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan transaksi keuangan daerah. Dengan semakin meningkatnya aktivitas pelabuhan sebagai salah satu pintu masuk wisatawan menuju Pulau Lombok, keberadaan sistem digital yang terintegrasi diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat pengelolaan data kunjungan wisatawan secara lebih akurat.


Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, Bank NTB Syariah optimistis transformasi digital yang dilakukan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sesuai semangat untuk menebar Berkah Bermakna.(bul)

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

0
Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook


Giri Menang (ekbisntb.com)- PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait penggunaan rekening Bank NTB Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Easybook.


Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi sistem e-ticketing dan digitalisasi layanan transportasi di Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.


Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah akan menyediakan dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, meliputi penggunaan rekening Bank NTB Syariah, layanan QRIS, Virtual Account, serta integrasi sistem pembayaran yang mendukung transaksi tiket secara non-tunai pada platform Easybook.


Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan transportasi laut dari dan menuju kawasan wisata Senggigi.


Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ekosistem digital daerah sekaligus memperluas penggunaan layanan transaksi keuangan syariah di sektor pariwisata dan transportasi.


“Bank NTB Syariah menyambut baik kolaborasi dengan Easybook sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi e-ticketing di Pelabuhan Senggigi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan layanan digital pada sektor transportasi dan pariwisata di berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Adhi.


Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan layanan digital perbankan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital pemerintah daerah, pelaku usaha, serta sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


PT Easybook Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan penyedia platform pemesanan tiket online dan sistem integrasi transportasi yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan sistem pembayaran digital yang mendukung pengelolaan layanan transportasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat implementasi digitalisasi layanan transportasi dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju tata kelola layanan publik yang semakin modern dan berbasis teknologi.(bul)