Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 173

Peduli Sampah RinjaniTrash Hero Bayan Dorong Pemprov NTB Perkuat Regulasi

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Objek wisata Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjadi primadona bagi pengunjung dari berbagai negara. Di tengah minat berkunjung tersebut, menyisakan potensi persoalan baru yaitu sisa polusi berupa sampah.

Terkait hal itu, Founder Yayasan Trash Hero Bayan, Sutikno, menyarankan kepada pemerintah daerah terkait untuk memperkuat regulasi pengendalian sampah di internal pengunjung.

Selain itu, Pemda NTB juga diharapkan membentuk atau merekrut relawan, kader yang khusus mengais sampah di sepanjang jalur pendakian.

“Harapan kami, Pemprov NTB atau instansi terkait yang memiliki kewenangan pengelolaan TNGR, memiliki instruksi, juga sumber daya untuk mengendalikan sampah. Kebersihan TNGR senantiasa harus dijaga,” ungkap Sutrisno, Minggu 14 September 2025.

Ia menceritakan, satu pekan lalu, dirinya bersama anak, menantu dan cucu, melewatkan hari dengan berolahraga ke Bukit Nanggi, Sembalun. Dalam perjalanan, ia menjumpai sejumlah anak yang sedang aktif mengumpulkan sampah plastik di sepanjang jalan menuju Bukit Nanggi.

Dalam perjalanan itu, ia juga menjumpai seorang Pemuda yang dipunggungnya penuh dengan sampah plastik. Sampah tersebut ada yang dimasukkan ke dalam tas ransel, adapula yang dikemas dengan plastik kresek besar.

“Mereka itu adalah pahlawan di tengah kepedulian sampah yang makin berkurang. Mereka bertindak lokal tapi berdampak global. Inilah yang kita harapkan, setiap kita bisa memulai (peduli sampah plastik) dari diri sendiri,” imbuhnya.

Sutikno memastikan, relawan sampah yang memikul sampah dipunggungnya adalah pengunjung bukit Nanggu. Protret semacam ini sangat jarang terlihat, mengingat sampah yang dipikul tersebut adalah polusi yang dibuang begitu saja oleh pengunjung lain.

Melihat perjuangan pemuda tersebut, Sutikno pun berharap, instansi teknis seperti Balai TNGR atau Pemprov NTB membentuk relawan atau kader peduli sampah yang khusus membersihkan sampah di area pintu masuk pendakian. Peran mereka berdampak langsung pada kebersihan lingkungan dari sampah yang sulit terurai. (ari)

Kubangan Jalan Provinsi di Kediri Ditanami Pohon Pisang

0


Lombok (ekbisntb.com) –
Warga Kediri, Lombok Barat (Lobar) menanam pohon pisang di kubangan lumpur jalan raya yang menjadi kewenangan Pemprov NTB di wilayah setempat. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekesalan warga lantaran jalan rusak tersebut tak kunjung ditangani.

Padahal jalan itu sangat vital bagi warga dan alternatif utama dari Mataram ke Bandara Lombok Tengah. Pasca aksi itu, Wakil Bupati (Wabup) Lobar Hj. Nurul Adha pun ditelepon Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal.

Akses jalan provinsi ini menghubungkan antara sejumlah desa di Kecamatan Kediri dengan Kecamatan Kuripan. Jalan ini ramai dilalui warga baik yang mau ke Mataram dan sebaliknya. Warga yang mau ke bandara pun kebanyakan dari jalan ini ke bandara.

Kendaraan angkutan rute Mataram menuju bandara melewati jalan ini. Namun sejak beberapa tahun terakhir, jalan ini kondisi rusak. Sehingga kerap kali dikeluhkan warga namun belum ditangani Pemprov NTB selaku yang berwenang.

Kepala Desa Kediri Selatan Edi Erwinsyah mengatakan, aksi warga melakukan aksi penanaman pohon pisang karena kesal terhadap jalan ini yang bertahun -tahun tidak diperbaiki.

“ini bentuk kekesalan warga karena jalan ini bertahun-tahun rusak perah tak kunjung diperbaiki,” tegas Edi, akhir pekan kemarin.

Jalan ini, kata dia, mendesak dikerjakan, harus ditangani satu paket dengan saluran drainasenya, karena jika limbah drainase ini meluap maka setiap warga yang ke masjid akan terkena cipratan terkena air lumpur sisa limbah.

Jalan ini, kata dia, tidak memiliki drainase, sehingga cepat mengalami kerusakan. Terlebih tidak pernah dipelihara dan diperbaiki. Ia sendiri sangat berharap setelah terpilihnya pasangan Lalu Ahmad Zaini dan Hj Nurul Adha, sebagai Bupati dan Wakil Bupati jalan ini segera ditangani namun sampai saat ini belum juga ditangani.

Terlebih lagi kata dia,di wilayah Kediri ada anggota legislatif hampir semua tingkatan, mulai DPRD Kabupaten Lobar, DPRD Provinsi dan DPR RI.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi mengatakan pihak Pemkab Lobar telah mengusulkan penanganan jalan itu.

“Kami usulkan ke provinsi, insyaallah mudahan segera ditangani tahun ini, karena ibu Wabup juga langsung ditelepon Pak Gubernur untuk tangani jalan itu,” terangnya, Minggu 14 September 2025.

Diakuinya, kondisi jalan ini rusak, sehingga butuh penanganan segera. Jalan yang menghubungkan Kecamatan Kediri dan Kuripan, Labuapi ini ramai dilalui warga, baik menuju Mataram, bandara dan akses vital bagi warga sekitar. (her)

Sebelum Balapan, Pembalap MotoGP akan Keliling Mataram Hingga Masuk Sekolah

0
Foto: Bintang MotoGP, Mark Marquez dalam sebuah kesempatan menyapa penggemarnya di Lombok
Foto: Bintang MotoGP, Mark Marquez dalam sebuah kesempatan menyapa penggemarnya di Lombok

Menjelang perhelatan akbar di Sirkuit Mandalika, rangkaian kegiatan pendukung siap digelar untuk menyambut ajang kejuaraan dunia ini. Berbagai kegiatan pra-event telah dipersiapkan dengan matang. Tiga program besar tersebut yakni Riders Parade MotoGP di Kota Mataram (1 Oktober 2025), Riders MotoGP Goes to School (2 Oktober 2025), serta Paddock Tour and Watch Free Practice (3 Oktober 2025).

Ketiga program ini dirancang untuk menghadirkan MotoGP lebih dekat dengan masyarakat, memperkuat interaksi antara olahraga dunia dengan budaya lokal, serta memberikan pengalaman edukatif bagi generasi muda Lombok.

Riders Parade MotoGP di Kota Mataram
Rangkaian pra-event dimulai dengan Riders Parade yang akan berlangsung di Kota Mataram. Parade ini diikuti oleh 12 pembalap MotoGP dunia yang hadir langsung menyapa masyarakat Lombok. Mereka adalah Marco Bezzecchi, Luca Marini, Somkiat Chantra, Francesco “Pecco” Bagnaia, Maverick Viñales, Brad Binder, Fabio Quartararo, Miguel Oliveira, Raul Fernandez, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, dan Mario Aji. Kehadiran Mario Aji sekaligus menjadi perwakilan pembalap Indonesia dalam parade bergengsi ini.

Acara parade dimulai dari Lapangan Sangkareang menuju Jalan Udayana sebagai titik akhir. Setibanya di Udayana, para pembalap akan disambut dengan tarian tradisional khas Indonesia sebelum menyapa ribuan penonton yang memadati lokasi. Setelah itu, para pembalap akan diajak berbincang singkat di panggung sekaligus membagikan hadiah merchandise kepada penonton.

Sebuah tantangan unik berupa tarian Pacu Jalur juga akan melibatkan seluruh rider, menciptakan suasana akrab dan penuh keceriaan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, meet and greet, serta kesempatan doorstop interview untuk media.

Selain interaksi dengan pebalap, parade ini juga diperkaya dengan karnaval budaya dan hiburan musik. Masyarakat dapat menyaksikan tarian tradisional yang mengisahkan legenda Putri Mandalika, lengkap dengan nuansa karnaval yang meriah.

Ada pula sesi permainan interaktif ala tren media sosial yang dirancang agar para rider bisa berbaur lebih dekat dengan penonton. Semua ini menjadikan Riders Parade bukan hanya ajang penyambutan, tetapi juga pesta budaya yang mempertemukan olahraga dunia dengan kearifan lokal Lombok.

Riders MotoGP Goes to School
Sehari setelah parade, MotoGP hadir lebih dekat dengan generasi muda Lombok melalui program Riders Goes to School. Tahun ini, ada dua sekolah yang menjadi lokasi utama kegiatan, yakni SD Negeri 2 Ngolang di Lombok Tengah dan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad Al-Ma’arif NU Lenser.

SD Negeri 2 Ngolang merupakan sekolah dasar dengan sekitar 160 siswa yang terdiri dari 87 siswa laki-laki dan 73 siswi perempuan. Sekolah ini dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mendidik anak-anak melalui pembelajaran berkualitas yang berpadu dengan nilai-nilai lokal.

Di sekolah ini, acara berlangsung di halaman sekolah dengan suasana penuh semangat. Siswa diajak mengenal MotoGP melalui kegiatan edukatif, mulai dari workshop keselamatan berkendara, kuis interaktif, hingga sesi tanya jawab dan foto bersama rider.

Sementara itu, Pondok Pesantren Nurul Ijtihad Al-Ma’arif NU Lenser menjadi lokasi kedua. Pesantren yang menampung sekitar 200 santri ini memiliki kombinasi pendidikan agama dan umum. Kegiatan digelar di aula pesantren dengan atmosfer yang lebih formal.

Para santri, baik laki-laki maupun perempuan, mendapatkan pengalaman berharga mengikuti workshop keselamatan berkendara, kuis seputar MotoGP, serta sesi foto dan berbincang langsung dengan pembalap.

Program Goes to School ini menghadirkan beberapa agenda utama. Workshop keselamatan berkendara atau Mini Safety Riding Workshop menekankan pentingnya penggunaan helm, jaket, serta aturan lalu lintas dasar.

Anak-anak juga diajak mensimulasikan cara menyeberang jalan dengan aman dan mengenali berbagai rambu lalu lintas. MotoGP Quiz for Kids menghadirkan permainan edukatif yang menyenangkan, seperti menebak arti bendera balap, menemukan gambar identik, hingga menjawab pertanyaan ringan tentang dunia balap. Momen yang paling ditunggu-tunggu tentu adalah sesi meet and greet, di mana anak-anak dapat menyapa pembalap idola, berfoto bersama, sekaligus mendengar kisah inspiratif tentang perjuangan di lintasan MotoGP.

Jadwal kegiatan di kedua sekolah tersusun dengan rapi. Di SD Negeri 2 Ngolang, acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan workshop keselamatan berkendara, kuis interaktif, dan sesi foto.

Sebelum ditutup dengan santap siang bersama. Di Pondok Pesantren Lenser, agenda berjalan serupa dengan durasi waktu yang sama, yakni pembukaan, workshop, kuis, sesi penutupan, dan foto bersama sebelum makan siang.

Program ini membuktikan bahwa MotoGP tidak hanya hadir sebagai tontonan olahraga semata, tetapi juga sebagai media edukasi dan inspirasi. Dengan mendatangi sekolah, para rider membantu menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memotivasi anak-anak untuk berani bermimpi besar.

Paddock Tour and Watch Free Practice MotoGP – Jumat, 3 Oktober 2025
Puncak rangkaian pra-event MotoGP Mandalika hadir melalui program Paddock Tour and Watch Free Practice di Sirkuit Mandalika. Kegiatan ini melibatkan 1.000 siswa dari lima sekolah menengah di kawasan Pujut, yaitu SMAN 1 Pujut, SMAN 2 Pujut, SMKN 1 Pujut, SMKN 2 Pujut, dan SMKN 3 Pujut.

Para siswa dipilih karena berada di wilayah terdekat dengan Mandalika, sekaligus untuk menegaskan komitmen penyelenggara dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan paddock tour berlangsung dengan sistem kelompok. Setiap harinya, 200 siswa dibagi ke dalam grup-grup kecil berisi 25 orang. Mereka kemudian diajak berkeliling ke delapan station pengalaman yang sudah disiapkan secara khusus.

Di sesi pertama, siswa berkesempatan naik ke podium juara dan berfoto, merasakan langsung atmosfer yang biasa dialami para pembalap saat mengangkat trofi kemenangan.

Selanjutnya, mereka mengunjungi tenda Asia Talent Cup, tempat pembibitan pebalap muda Asia yang menjadi pintu menuju MotoGP. Setelah itu, mereka diperkenalkan dengan ruang konferensi pers, di mana para jurnalis dunia biasa mewawancarai pebalap top.

Perjalanan berlanjut ke studio siaran, di mana para siswa dapat melihat bagaimana tayangan MotoGP diproduksi untuk jutaan penonton di seluruh dunia. Mereka juga diajak memahami fungsi International Press Facility (IPF) sebagai pusat aktivitas media global.

Di ruang teknis, siswa belajar tentang ban balap MotoGP, salah satu elemen penting yang sangat menentukan performa motor. Tidak ketinggalan, mereka juga mengunjungi Medical Centre yang dilengkapi fasilitas modern untuk menjamin keselamatan pebalap.

Paddock tour diakhiri dengan kunjungan ke area paddock utama, tempat tim-tim MotoGP menyiapkan motor dan strategi. Seluruh proses tur didampingi oleh pemandu resmi dari Dorna Sports serta perwakilan panitia lokal. Sistem rotasi yang diterapkan memastikan semua siswa mendapat kesempatan untuk mengikuti seluruh pengalaman secara merata.

Selain berkeliling paddock, siswa juga memperoleh kesempatan istimewa menonton langsung sesi latihan bebas MotoGP dari tribun sirkuit. Bagi mereka, ini akan menjadi pengalaman pertama mendengar deru mesin MotoGP yang melaju kencang di lintasan Mandalika.

Program paddock tour ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dengan industri pariwisata-olahraga. Anak-anak Lombok tidak hanya menyaksikan, tetapi juga belajar langsung tentang peluang karier di berbagai sektor, mulai dari otomotif, teknik, manajemen event, hingga media olahraga internasional. Bagi sebagian besar siswa, ini bukan sekadar tur, melainkan pengalaman hidup yang akan melekat selamanya.

MotoGP Lebih Dekat dengan Masyarakat
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria menyatakan, melalui tiga rangkaian besar ini, yakni Riders Parade, Riders Goes to School, dan Paddock Tour untuk Siswa-siswi SMA/SMK pada event MotoGP Mandalika, menunjukkan bahwa ajang kejuaraan dunia ini lebih dari sekadar event balapan kejuaraan dunia, tetapi upaya mendekatkan MotoGP kepada masyarakat.(bul)

NTB Fokus Selenggarakan Job Fair di Kampus, Dekatkan Informasi Kerja Tepat Sasaran

0
Foto: Baiq. Nelly Yuniarti
Foto: Baiq. Nelly Yuniarti

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menekan angka pengangguran, terutama dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang hingga kini masih mendominasi tingkat pengangguran terbuka di daerah ini. Salah satu strategi yang akan diintensifkan adalah menggelar job fair atau bursa kerja langsung di lingkungan kampus dan lembaga pendidikan.
Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan job fair akan diarahkan agar lebih dekat dengan calon tenaga kerja muda yang sedang bersiap menyelesaikan pendidikannya. “Kita akan buat bursa kerja di kampus-kampus, seperti di Universitas Malikussaleh, Politeknik Pariwisata, atau Poltektor Lombok Tengah. Jadi tidak lagi di hotel. Dengan begitu, kita bisa langsung menyentuh anak-anak yang sedang persiapan wisuda,” ujarnya.
Menurut Nelly, tantangan utama penyerapan tenaga kerja di NTB adalah minimnya sektor industri besar yang mampu menyerap lulusan SMK secara masif.
“Data BPS menunjukkan, pengangguran terbesar kita berasal dari lulusan SMK. Sementara kita belum menjadi daerah industri yang punya pabrik besar. Mau tidak mau harus ada lowongan yang bisa diisi, termasuk peluang kerja ke luar negeri,” jelasnya.
Ia menegaskan, bekerja ke luar negeri tidak menjadi masalah selama prosesnya dilakukan secara aman dan legal. Pemerintah provinsi, kata Nelly, terus memastikan penempatan tenaga kerja migran sesuai dengan regulasi dan memberikan perlindungan yang optimal.
“Yang penting berangkatnya aman, legal, dan hak-haknya terlindungi,” tambahnya.
Di sisi lain, Disnakertrans juga tengah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan, agar kurikulum dan pelatihan vokasi lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kita ingin membangun jembatan antara lulusan dan dunia kerja. Bursa kerja ini salah satunya, sekaligus menjadi media sosialisasi pentingnya kesiapan kompetensi dan etika kerja,” ungkapnya.
Nelly menekankan, meskipun sektor industri di NTB masih berkembang, peluang kerja tetap terbuka di sektor lain seperti pariwisata, pertanian modern, konstruksi, hingga penempatan tenaga kerja ke luar negeri yang prosedural.
“Anak-anak kita harus didorong agar siap bersaing. Jangan sampai lulusan kita bingung setelah wisuda karena tidak tahu ke mana melangkah,” katanya.
Melalui langkah-langkah ini, Disnakertrans berharap dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas tenaga kerja muda, serta memastikan mereka mendapat akses pekerjaan yang layak dan aman, baik di dalam maupun di luar negeri.(bul)

Kadin NTB : Gebrakan Menkeu Purbaya jadi Angin Segar Pengusaha Daerah

0
Kadin NTB : Gebrakan Menkeu Purbaya jadi Angin Segar Pengusaha Daerah Mataram (Suara NTB) – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Barat menyambut positif kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mengalihkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank BUMN untuk dikucurkan kembali sebagai kredit kepada masyarakat bawah. Kebijakan ini diyakini mampu menggerakkan sektor riil sekaligus menjadi peluang emas bagi dunia usaha di daerah. Pengurus Kadin NTB, H. Lalu Rizvi, menilai dana jumbo tersebut akan membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis. “Kita harus siapkan diri, siapa yang punya proyek yang benar-benar feasible untuk ekspansi. Ada dana Rp200 triliun, kesiapan pengusaha kita bagaimana? Inilah yang kita dorong,” ujarnya, Jumat (13/9). Rizvi menjelaskan, kebijakan pemerintah pusat ini perlu direspons serius oleh pelaku usaha di NTB. Menurutnya, peluang sebesar ini tidak datang dua kali. “Pengusaha itu harus bisa menangkap peluang. Modal saja tidak cukup, yang penting ada rencana proyek yang jelas, layak dibiayai, dan mampu memberi dampak bagi perekonomian,” katanya. Kadin NTB, kata Rizvi, siap mengambil peran penting dalam memastikan para pelaku usaha di daerah benar-benar siap menyongsong momentum tersebut. Program pembinaan dan pendampingan akan diarahkan agar UMKM dan pelaku usaha menengah menjadi lebih profesional, sehat secara keuangan, dan memenuhi syarat untuk memperoleh kredit. “Kita tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Kita harus mengubah mindset, memperbaiki tata kelola, dan memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar berkualitas,” tegas Rizvi. Menurutnya, langkah Menteri Keuangan membuka keran likuiditas bagi sektor riil merupakan angin segar di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. “Sekarang tinggal bagaimana kita di daerah, khususnya di NTB, mampu mengoptimalkan peluang ini untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya. Hal senada disampaikan pengurus Kadin NTB lainnya, H. Hasmudin. Ia menekankan pentingnya keberanian sekaligus kehati-hatian dalam memanfaatkan kesempatan tersebut. “Pengusaha itu menangkap peluang, karena peluang tidak hadir dua kali. Tapi kita juga alergi dengan bisnis yang berhadapan dengan hukum. Artinya, kita harus memitigasi risiko agar langkah kita tetap aman secara regulasi,” jelasnya. Hasmudin mengakui, selama beberapa tahun terakhir, dunia usaha di NTB menghadapi berbagai hambatan, mulai dari krisis akibat gempa bumi 2018 hingga pandemi Covid-19 yang memukul pertumbuhan ekonomi lokal. Dampak terbesarnya, banyak pengusaha kehilangan kelayakan kredit atau tidak lagi “bankable” di mata perbankan. “Inilah yang sekarang harus disiapkan Kadin, bagaimana pelaku usaha bisa kembali sehat dan dipercaya bank,” tambahnya. Ia menyebut, dengan kucuran dana Rp200 triliun ke bank-bank umum, kapasitas kredit perbankan akan meningkat signifikan. “Ketika dana bank besar untuk dikucurkan, hukum pasar akan berlaku. Bank berlomba-lomba menawarkan kredit dengan bunga yang lebih lunak. Masyarakat dan pengusaha bisa mendapat akses pendanaan yang lebih mudah dan murah. Ini akan menggerakkan ekonomi di bawah,” urainya. Hasmudin menambahkan, kehadiran Kadin sebagai wadah tunggal pengusaha Indonesia sangat penting untuk memastikan seluruh anggota mendapat informasi dan bimbingan yang tepat. “Kadin harus menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi pelaku usaha agar siap memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai dana sebesar itu mengalir ke luar daerah karena kita tidak siap,” ujarnya. Dengan momentum kebijakan baru ini, pengusaha NTB diharapkan lebih percaya diri untuk mengajukan pembiayaan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal, baik di tingkat nasional maupun global.(bul) Foto : H. Hasmudin (kiri) dan H. H. Lalu Rizvi (kanan)
Kadin NTB : Gebrakan Menkeu Purbaya jadi Angin Segar Pengusaha Daerah Mataram (Suara NTB) – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Barat menyambut positif kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mengalihkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank BUMN untuk dikucurkan kembali sebagai kredit kepada masyarakat bawah. Kebijakan ini diyakini mampu menggerakkan sektor riil sekaligus menjadi peluang emas bagi dunia usaha di daerah. Pengurus Kadin NTB, H. Lalu Rizvi, menilai dana jumbo tersebut akan membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis. “Kita harus siapkan diri, siapa yang punya proyek yang benar-benar feasible untuk ekspansi. Ada dana Rp200 triliun, kesiapan pengusaha kita bagaimana? Inilah yang kita dorong,” ujarnya, Jumat (13/9). Rizvi menjelaskan, kebijakan pemerintah pusat ini perlu direspons serius oleh pelaku usaha di NTB. Menurutnya, peluang sebesar ini tidak datang dua kali. “Pengusaha itu harus bisa menangkap peluang. Modal saja tidak cukup, yang penting ada rencana proyek yang jelas, layak dibiayai, dan mampu memberi dampak bagi perekonomian,” katanya. Kadin NTB, kata Rizvi, siap mengambil peran penting dalam memastikan para pelaku usaha di daerah benar-benar siap menyongsong momentum tersebut. Program pembinaan dan pendampingan akan diarahkan agar UMKM dan pelaku usaha menengah menjadi lebih profesional, sehat secara keuangan, dan memenuhi syarat untuk memperoleh kredit. “Kita tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Kita harus mengubah mindset, memperbaiki tata kelola, dan memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar berkualitas,” tegas Rizvi. Menurutnya, langkah Menteri Keuangan membuka keran likuiditas bagi sektor riil merupakan angin segar di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. “Sekarang tinggal bagaimana kita di daerah, khususnya di NTB, mampu mengoptimalkan peluang ini untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya. Hal senada disampaikan pengurus Kadin NTB lainnya, H. Hasmudin. Ia menekankan pentingnya keberanian sekaligus kehati-hatian dalam memanfaatkan kesempatan tersebut. “Pengusaha itu menangkap peluang, karena peluang tidak hadir dua kali. Tapi kita juga alergi dengan bisnis yang berhadapan dengan hukum. Artinya, kita harus memitigasi risiko agar langkah kita tetap aman secara regulasi,” jelasnya. Hasmudin mengakui, selama beberapa tahun terakhir, dunia usaha di NTB menghadapi berbagai hambatan, mulai dari krisis akibat gempa bumi 2018 hingga pandemi Covid-19 yang memukul pertumbuhan ekonomi lokal. Dampak terbesarnya, banyak pengusaha kehilangan kelayakan kredit atau tidak lagi “bankable” di mata perbankan. “Inilah yang sekarang harus disiapkan Kadin, bagaimana pelaku usaha bisa kembali sehat dan dipercaya bank,” tambahnya. Ia menyebut, dengan kucuran dana Rp200 triliun ke bank-bank umum, kapasitas kredit perbankan akan meningkat signifikan. “Ketika dana bank besar untuk dikucurkan, hukum pasar akan berlaku. Bank berlomba-lomba menawarkan kredit dengan bunga yang lebih lunak. Masyarakat dan pengusaha bisa mendapat akses pendanaan yang lebih mudah dan murah. Ini akan menggerakkan ekonomi di bawah,” urainya. Hasmudin menambahkan, kehadiran Kadin sebagai wadah tunggal pengusaha Indonesia sangat penting untuk memastikan seluruh anggota mendapat informasi dan bimbingan yang tepat. “Kadin harus menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi pelaku usaha agar siap memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai dana sebesar itu mengalir ke luar daerah karena kita tidak siap,” ujarnya. Dengan momentum kebijakan baru ini, pengusaha NTB diharapkan lebih percaya diri untuk mengajukan pembiayaan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal, baik di tingkat nasional maupun global.(bul) Foto : H. Hasmudin (kiri) dan H. H. Lalu Rizvi (kanan)

Lombok (ekbisntb.com) – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Barat menyambut positif kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mengalihkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank BUMN untuk dikucurkan kembali sebagai kredit kepada masyarakat bawah.

Kebijakan ini diyakini mampu menggerakkan sektor riil sekaligus menjadi peluang emas bagi dunia usaha di daerah.
Pengurus Kadin NTB, H. Lalu Rizvi, menilai dana jumbo tersebut akan membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis.
“Kita harus siapkan diri, siapa yang punya proyek yang benar-benar feasible untuk ekspansi. Ada dana Rp200 triliun, kesiapan pengusaha kita bagaimana? Inilah yang kita dorong,” ujarnya, Jumat (13/9).


Rizvi menjelaskan, kebijakan pemerintah pusat ini perlu direspons serius oleh pelaku usaha di NTB. Menurutnya, peluang sebesar ini tidak datang dua kali.
“Pengusaha itu harus bisa menangkap peluang. Modal saja tidak cukup, yang penting ada rencana proyek yang jelas, layak dibiayai, dan mampu memberi dampak bagi perekonomian,” katanya.


Kadin NTB, kata Rizvi, siap mengambil peran penting dalam memastikan para pelaku usaha di daerah benar-benar siap menyongsong momentum tersebut. Program pembinaan dan pendampingan akan diarahkan agar UMKM dan pelaku usaha menengah menjadi lebih profesional, sehat secara keuangan, dan memenuhi syarat untuk memperoleh kredit.
“Kita tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Kita harus mengubah mindset, memperbaiki tata kelola, dan memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar berkualitas,” tegas Rizvi.


Menurutnya, langkah Menteri Keuangan membuka keran likuiditas bagi sektor riil merupakan angin segar di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Sekarang tinggal bagaimana kita di daerah, khususnya di NTB, mampu mengoptimalkan peluang ini untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.


Hal senada disampaikan pengurus Kadin NTB lainnya, H. Hasmudin. Ia menekankan pentingnya keberanian sekaligus kehati-hatian dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Pengusaha itu menangkap peluang, karena peluang tidak hadir dua kali. Tapi kita juga alergi dengan bisnis yang berhadapan dengan hukum. Artinya, kita harus memitigasi risiko agar langkah kita tetap aman secara regulasi,” jelasnya.


Hasmudin mengakui, selama beberapa tahun terakhir, dunia usaha di NTB menghadapi berbagai hambatan, mulai dari krisis akibat gempa bumi 2018 hingga pandemi Covid-19 yang memukul pertumbuhan ekonomi lokal. Dampak terbesarnya, banyak pengusaha kehilangan kelayakan kredit atau tidak lagi “bankable” di mata perbankan.
“Inilah yang sekarang harus disiapkan Kadin, bagaimana pelaku usaha bisa kembali sehat dan dipercaya bank,” tambahnya.
Ia menyebut, dengan kucuran dana Rp200 triliun ke bank-bank umum, kapasitas kredit perbankan akan meningkat signifikan.


“Ketika dana bank besar untuk dikucurkan, hukum pasar akan berlaku. Bank berlomba-lomba menawarkan kredit dengan bunga yang lebih lunak. Masyarakat dan pengusaha bisa mendapat akses pendanaan yang lebih mudah dan murah. Ini akan menggerakkan ekonomi di bawah,” urainya.


Hasmudin menambahkan, kehadiran Kadin sebagai wadah tunggal pengusaha Indonesia sangat penting untuk memastikan seluruh anggota mendapat informasi dan bimbingan yang tepat.
“Kadin harus menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi pelaku usaha agar siap memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai dana sebesar itu mengalir ke luar daerah karena kita tidak siap,” ujarnya.


Dengan momentum kebijakan baru ini, pengusaha NTB diharapkan lebih percaya diri untuk mengajukan pembiayaan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal, baik di tingkat nasional maupun global.(bul)

Kadin NTB Siap Gelar Muprov VIII: Dorong Pengusaha Naik Kelas dan Mendunia

0
Foto : dari kiri ke kanan ; Nasrin H. Muhtar, H. Agus Mulyadi, H. Hasmudin, Lalu Rizvi, Lalu. Karman Lutfi
Foto : dari kiri ke kanan ; Nasrin H. Muhtar, H. Agus Mulyadi, H. Hasmudin, Lalu Rizvi, Lalu. Karman Lutfi

Lombok (ekbisntb.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VIII pada Senin, 15 September 2025, di Hotel Lombok Astoria, Mataram. Muprov ini mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Kadin Menuju NTB Makmur Mendunia”, selaras dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
Seluruh panitia dan pengurus Kadin NTB, Sabtu, 13 September 2025 menggelar persiapan final Muprov Kadin di Sekretariat INKINDO NTB di Mataram.


H. Lalu Rizvi (Ketua SC), H. Hasmudin (Ketua OC), Ketua H. Agus Mulyadi (Sekretaris SC), Nasrin H Muhtar, dan H. Lalu. Karman usai menggelar rapat menyampaikan bahwa, sehari sebelum pelaksanaan sidang utama, pada Minggu malam (14/9), panitia menyiapkan gala dinner yang diisi dialog antara pengusaha Kadin daerah dengan pengurus Kadin pusat. Forum ini akan membahas strategi kolaborasi untuk meningkatkan skala usaha, mulai dari kategori kecil ke menengah, menengah ke besar, hingga menembus pasar internasional (mendorong pengusaha daerah naik kelas.


Panitia Muprov VIII Kadin NTB memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan telah berjalan sesuai ketentuan. Pemberitahuan kepada Kadin kabupaten/kota dan asosiasi yang terdaftar telah dilakukan sejak awal. Pendaftaran calon ketua ditutup pada 8 September 2025, dengan hanya satu kandidat yang mendaftar, yakni H. Faurani (ketua petahana/incumbent).


Meski hanya ada satu calon, mekanisme pemilihan tetap akan mengikuti amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin.
“Tidak bisa langsung dilantik begitu saja meskipun calonnya tunggal. Sidang Muprov tetap berjalan untuk mengesahkan keputusan organisasi,” tegas panitia.


Pengukuhan ketua terpilih bersama pengurus baru dijadwalkan pada momen tersendiri, berbarengan dengan rencana peletakan batu pertama pembangunan kantor baru Kadin NTB di Jalan Tambora, Mataram. Kantor representatif ini diharapkan menjadi simbol komitmen Kadin untuk memperkuat pelayanan dan memperluas jaringan usaha di daerah.


Ditambahkan, Muprov VIII juga akan dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang dijadwalkan membuka secara resmi sidang tersebut.
“Kami sudah melakukan audiensi, dan Bapak Gubernur siap hadir. Ini menjadi dukungan moral yang penting bagi seluruh anggota Kadin,” tambah panitia.
Selain memilih ketua, forum Muprov akan merumuskan program kerja strategis lima tahun ke depan. Salah satu fokusnya adalah mempertegas peran Kadin sebagai satu-satunya induk organisasi pengusaha di Indonesia, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang dan diperkuat Perpres Nomor 18 Tahun 2022.
“ini momentum Kadin hadir lebih kuat, baik di tingkat daerah maupun nasional untuk menyelaraskan mendukung pembangunan di daerah hingga tingkat pusat,” tegas panitia.


Dalam dialog gala dinner, para pelaku usaha akan berbagi gagasan untuk memperluas pasar produk lokal dan menciptakan peluang ekspor. Dengan menyelaraskan visi misi pemerintah NTB yaitu “NTB Makmur Mendunia”, Muprov VIII diharapkan menjadi momentum penting mempercepat peningkatan kualitas wirausaha di daerah.


“Kami ingin agar Kadin lebih mampu mengayomi anggota, mempermudah regulasi, serta membuka akses pasar nasional dan internasional,” kata panitia.
Berbagai harapan pun disematkan pada Muprov kali ini. Selain memperkokoh sinergi antaranggota, Kadin NTB diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor unggulan, inovasi, dan kemitraan yang lebih luas. Ke depan, organisasi ini ditantang untuk memperlihatkan kiprah nyata dalam membantu pengusaha lokal bersaing di pasar global.(bul)

PKN LAN Harus Bawa Solusi bagi Sektor Pangan dan Industri NTB

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Jumat 12 September 2025. Didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti., Gubernur menerima PKN LAN RI di bawah kepemimpinan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed.

Dalam pemaparannya, Gubernur NTB menegaskan NTB memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah di berbagai sektor, bahkan ada yang tidak dimiliki daerah lain.

Hal ini merupakan potensi besar bagi NTB untuk mengembangkan, terutama bagi kepentingan masyarakat yang ada di daerah ini.

“NTB daerah sangat kaya dan subur, kita memiliki dua gunung berapi, sehingga tanah kita adalah vulkanik,—jadi apapun yang kita tanam pasti tumbuh subur, akan tetapi kami masih miskin di hilirisasi,” ungkapnya.

Gubernur mencontohkan pada bidang pertanian NTB dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi padi, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Begitu juga di sektor kehutanan, NTB memiliki hasil komoditas unggulan seperti kemiri, cokelat, dan kopi.

Sementara di sektor kelautan, NTB merupakan salah satu penghasil udang vaname terbesar di Indonesia serta memiliki potensi rumput laut, tuna, seafood, dan cakalang.

Namun, ungkapnya, berbagai macam potensi ini masih dihadapkan dengan keterbatasan pengolahan menjadi bahan jadi.

Untuk itu, ujarnya, agenda besar Pemprov NTB ke depan adalah mendorong hilirisasi melalui investasi, terutama di sektor pangan.

Hal itu dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi para pelaku usaha.

Sementara Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Basseng, menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sekaligus mengidentifikasi keunggulan potensi NTB, khususnya di sektor pangan dan inovasi industri, yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurutnya, peserta yang berjumlah 43 orang ini mengikuti PKN Tingkat I LAN merupakan pelatihan kepemimpinan nasional kelas I yang diperuntukan bagi calon eselon I maupun yang sudah duduk di eselon I.

‘’Jumlah peserta ini ada 43 orang. Yang datang ke sini untuk mempelajari bagaimana Pemprov NTB di dalam membangun ekosistem sistem ekonomi industri, khususnya pada pangan,’’ ujarnya.

Basseng mengakui, NTB sejak zaman dahulu dikenal sebagai penghasil pangan. NTB merupakan tempat persinggahan kapal-kapal dari berbagai wilayah, terutama Australia menuju kawasan Asia atau Eropa.

Selama singgah di NTB, kapal-kapal ini mengisi pangan untuk menjadi bekal atau dijual di kawasan negara yang dituju.

‘’Tentu, ini merupakan sebuah potensi untuk dikembangkan, terutama pada inovasi industri pangan itu. Hilirasinya, supaya value added-nya menjadi bertambah,’’ terangnya.

Jika masalah hilirasi ini dikembangkan akan membantu pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk pada skala nasional. Apalagi dalam RPJMN sudah ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto menuju 8 persen.

‘’Kawan-kawan dari PKN 1 ini melihat Provinsi NTB memiliki keunggulan, di sini banyak industri-industri pangan. Kami besok akan berkunjung untuk melihat bagaimana sinergi antara pemerintah provinsi di dalam rangka membantu para industri sektor pangan itu bisa melakukan inovasi yang canggih,’’ terangnya. (ham)

Disdag NTB Bahas Kenaikan Harga Beras di Atas HET

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat, 12 September 2025.

Fokus utama FGD kali ini adalah membahas melonjaknya harga beras di tingkat pengecer yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perdagangan NTB ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan Direktorat Reskrimsus Polda NTB, wakil Pimwil Bulog NTB, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan Kota Mataram, Polresta Mataram, Satgas Pangan, distributor beras, asosiasi pedagang ritel modern, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Disdag Provinsi NTB, Jamaluddin, S.Sos., MT., menyebut, meski pemerintah telah menetapkan HET untuk beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram untuk wilayah NTB.

Harga di pasar tradisional dan pengecer masih berada di posisi lebih tinggi dari hasil survei lapangan Tim Satgas Pangan. Atau rata-rata kenaikan beras ini sebesar Rp1.000-Rp2.000 per kilogramnya.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan penyumbang inflasi tertinggi ,Kami perlu memastikan harga kembali stabil dan tidak membebani masyarakat yang berada di NTB,” ujarnya.

Untuk itu, ujarnya, FGD ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Tim Satgas Pangan serta pelaku usaha dalam menjaga kestabilan harga pangan di NTB.

Selain itu, adanya forum diskusi ini, diharapkan langkah-langkah strategis yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan sistem pengendalian harga yang lebih responsif di lapangan dan berkelanjutan.

Jamal menambahkan, jika dari pihaki Direktorat Reskrimsus Polda NTB mengingatkan kepada distributor beras yang ada di NTB, pabrik beras, pedagang ritel modern serta semua pengusaha beras tidak menjual beras di atas HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

‘’Dan jangan sampai masyarakat dirugikan oleh oknum pengusaha beras yg mengambil untung sepihak. Polri akan mengambil tindakan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,’’ tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini. (ham)

Dispora NTB Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pramuwisata di Tetebatu

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB melalui Bidang Pemberdayaan Daya Saing Kepemudaan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan Pramuwisata di Tetebatu Cottages pada Jumat 12 hingga Sabtu 13 September 2025. Pelatihan dibuka resmi Kepala Dispora NTB, H. Wirawan M.T.

Kepala Dispora NTB H. Wirawan, menjelaskan, pelatihan ini bertujuan melatih pemuda di NTB agar dapat mengembangkan potensi daerah wisata Tetebatu.

Selain itu, pelatihan diharapkan bisa menciptakan peluang lapangan kerja baru, penguatan ekonomi dan menjadi pelaku pariwisata itu sendiri.

Mantan Asisten III Setda NTB ini berharap pelatihan ini bisa langsung diterapkan dan membuka peluang dan lapangan usaha yang lebih besar ke depannya.

“Dan berkontribusi untuk menciptakan pemuda-pemuda yang produktif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pemberdayaan Daya Saing Kepemudaan H. Tarmidzi menambahkan sekitar 50 pemuda Desa Tetebatu yang berumur 16-30 tahun ikut serta dalam pelatihan Pramuwisata yang kesemuanya berasal dari 4 wilayah kawasan Desa Wisata Tetebatu.

Menurutnya materi pelatihan yang diberikan terkait Treking-Pengenalan Geopark Rinjani Tetebatu oleh L.Ramli, Public Speaking Dra Hj. Asnirawati M.Si, Digital Marketing oleh Gagas Bangun Tanata dan Promosi Media online dari Saptoto.

“Pengembangan Usaha oleh Rudy Lombok. Awig-awig Tetebatu oleh Kades Tetebatu L.Sadli yang kesemuanya kegiatan ini merupakan dana aspirasi DPRD NTB R. Rahardian,” tambahnya. (ham)

Bupati Lobar Hati -hati Usulkan PPPK Paruh Waktu

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini berhati-hati dalam mengusulkan PPPK Paruh Waktu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Kebijakan yang diambil ini merupakan langkah besar menyangkut kepentingan daerah dan para tenaga non ASN.

Lebih-lebih di tengah belum validnya data non ASN yang sedang dituntaskan oleh OPD terkait. “Karena ini kan (pengajuan PPPK Paruh Waktu) langkah besar yang harus kami lakukan, jadi harus penuh dengan hati-hati,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 12 September 2025.

Pihaknya pun telah mengajukan perpanjangan lagi ke Kemenpan RB terkait waktu pengusulan PPPK Paruh Waktu. Dimana sebelumnya, pihak Pemkab telah mengajukan perpanjangan hingga tanggal 10 September dan telah habis masa waktunya.

Dikatakan, perpanjangan waktu ini dilakukan demi kepentingan daerah dan non ASN sendiri. Sebab masih banyak ditemukan data belum valid, dimana non ASN masih terdata, padahal orangnya tidak ada. Ada lagi yang sudah diakomodir oleh instansi lain (vertikal), namun masuk ke data Pemkab.

“Contoh di PU itu, ada yang masuk menjadi kewenangan tenaga BWS, tapi masih masuk data nya di Kita. Kan ini harus clear dulu,”ujarnya.

“Ada juga tenaga Tagana yang masuk provinsi namun masuk di data Pemkab,” tambahnya.

Belum lagi ada guru non ASN atau kontrak yang selama ini dipertanyakannya. Sebab data guru non ASN ini setelah diangkat menjadi PPPK atau CPNS, namun jumlahnya masih saja tetap sama.

“Berarti ini ada data yang perlu kita perbaiki,” imbuhnya.

Sebab, kata dia, apapun upaya Pemda menertibkan kalau prosesnya tidak baik, maka tidak pernah akan bisa naik.

“Itu yang saya heran, jadi keheranan orang itu, Saya lebih heran lagi. Apalagi orang luar, saya yang kepala daerah saja heran, mau angkat PPPK banyak, tapi masih tetap datanya nambah, kok ndak berkurang – kurang. Harusnya kan, anggap 3.000 orang umpama, diangkat PPPK 1.000 masih tinggal 2.000, tapi kok jadi 3.000 lagi,” katanya heran.

Menurutnya jika sistem seperti ini, maka tidak akan bisa ditertibkan. Sehingga langkah besar ini harus dilakukan dengan hati-hati. Pihaknya pun terus meminta jajaran OPD terkait untuk secepatnya menyelesaikan persolan data ini.

OPD telah diberikan batas waktu menyelesaikan persoalan data. “Secepatnya lah,” imbuhnya.

Bupati juga meminta Inspektorat turun audit data ASN OPD besar ini, khusus terhadap non ASN yang masuk database BKN. Sedangkan bagi non ASN yang tidak masuk database menurutnya, tidak bisa diutak-atik, karena Desember 2025 harus selesai.

Sebab yang non ASN masuk database saja, lanjut dia, masih dilakukan pemutihan. Apalagi, kata dia, yang di luar database.

Menurutnya, jika dulu semua prosedur berjalan dengan baik, tidak ada kepentingan di dalamnya, persoalan ini sebenarnya bisa cepat selesai. Dan pihaknya pun berupaya bagaimana menertibkan. Di satu sisi, pihaknya mengaku kasihan terhadap non ASN ini. (her)