Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 172

Satgas PASTI Hentikan 13.229 Entitas Ilegal, Kerugian Masyarakat Mencapai Rp142 Triliun

0
Foto: Dahnial Apriyadi
Foto: Dahnial Apriyadi

Jakarta (ekbisntb.com) – Satuan Tugas (Satgas) PASTI Anti Scam Center Indonesia terus menunjukkan komitmennya memberantas praktik penipuan berbasis investasi dan jasa keuangan ilegal. Sejak 2017 hingga 31 Agustus 2025, sebanyak 13.229 entitas ilegal berhasil dihentikan operasinya. Total kerugian masyarakat yang tercatat mencapai Rp142,13 triliun, termasuk sekitar Rp106 triliun dari kasus besar Koperasi Indosurya.


Rincian entitas yang ditindak meliputi investasi ilegal sebanyak 1.812 entitas, pinjaman online (pinjol) ilegal 11.166 entitas, dan gadai ilegal 251 entitas.
“Bayangkan, kalau OJK tidak bekerja memblokir dan menangani ini, berapa banyak masyarakat yang akan rugi,” ujar Dahnial Apriyadi, Analis Setingkat Deputi Direktur pada Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, di Kantor Pusat OJK, Senin (15/9).


Data Satgas menunjukkan peningkatan signifikan jumlah entitas yang dihentikan tiap tahun. Pada 2017 hanya 79 entitas yang ditindak, namun melonjak menjadi 2.003 pada 2019, terutama karena maraknya pinjol ilegal. Tahun 2023 mencatat 3.240 entitas ditutup, sedangkan hingga 31 Agustus 2025 sudah ada 1.840 entitas yang diberhentikan.


Kerugian masyarakat akibat investasi ilegal juga berfluktuasi. Dari Rp4,4 triliun pada 2017, sempat turun ke Rp1,4 triliun pada 2018, namun melonjak tajam menjadi Rp120,79 triliun pada 2022. Pada 2023 kerugian turun menjadi Rp603,9 miliar, dan hingga triwulan III 2025 tercatat Rp105 miliar.


Selain menghentikan operasi entitas ilegal, Satgas PASTI gencar memblokir sarana yang digunakan pelaku scam sejak 1 Januari 2024 hingga 31 Agustus 2025. Dalam periode itu, dilakukan pemblokiran terhadap. 4.486 aplikasi, situs, dan konten illegal. 117 rekening bank yang diduga dipakai untuk penipuan. 2.422 nomor telepon atau WhatsApp yang dilaporkan masyarakat. 22.933 nomor telepon/WA yang masuk melalui kanal Indonesia Anti Scam Center (IASC)
“Melalui IASC, negara hadir untuk melindungi warga. Bukan hanya rekening yang diblokir, tapi kami juga mencoba menangkap pelakunya,” jelas Dahnial.
Ia menyebut, sudah ada pelaku yang ditangkap di bandara, bahkan ada yang menipu pejabat negara dan kini sedang dalam proses hukum.


Meski berbagai langkah telah dilakukan, angka dana masyarakat yang berhasil diselamatkan baru sekitar 7 persen dari total kerugian yang ditangani Satgas. Rendahnya angka itu disebabkan 85 persen korban baru melapor lebih dari 12 jam setelah ditipu.
“Harusnya segera lapor. Ketika sadar tertipu, lapor secepatnya, karena hitungan menit pelaku sudah bergerak,” tegas Dahnial.


Ia juga memastikan kini proses penanganan dilakukan bersama Bareskrim Polri dan seluruh lembaga dan Kementerian yang menjadi tim SATGAS PASTI, disertai dengan dasar hukum yang lebih kuat.
“Jadi penanganannya dilakukan sangat serius. Melibatkan seluruh stakeholder yang terkait,” tambahnya.


Satgas PASTI berharap masyarakat lebih waspada terhadap tawaran investasi maupun pinjaman yang mencurigakan. Edukasi dan literasi keuangan dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam modus penipuan yang merugikan.(bul)

Anggaran Pembangunan Jalan Bypass Lembar–Kayangan Diperkirakan Rp10 Triliun

0
Foto: Mori Hanafi
Foto: Mori Hanafi

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mengungkapkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah mematangkan rencana pembangunan jalan tembus atau bypass yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Proyek strategis tersebut ditaksir menelan biaya lebih dari Rp10 triliun.


Menurut Mori dijumpai di Mataram, Senin, 15 September 2025 menyampaikan, gagasan membuka jalur alternatif menuju Pelabuhan Kayangan sebenarnya telah muncul sejak sekitar 10 tahun lalu. Namun, baru pada masa kepemimpinan Gubernur NTB saat ini, ide itu mulai diwujudkan dengan penyusunan dokumen perencanaan (DED).
“Pak Gubernur ingin mewujudkan jalan tembus dari Lembar sampai Kayangan. Saat ini provinsi sudah menyusun DED sebagai bentuk keseriusan,” kata Mori Hanafi.


Ia menjelaskan, tingkat kemantapan jalan nasional di NTB telah mencapai lebih dari 95 persen. Namun, kepadatan lalu lintas, khususnya jalur menuju pelabuhan, membutuhkan solusi jangka panjang. Jalan provinsi dan kabupaten/kota masih memiliki keterbatasan, sehingga pembangunan bypass dinilai mendesak.
“Perkiraan anggaran di atas Rp10 triliun. Polanya bisa sharing, misalnya pembebasan lahan oleh provinsi bersama kabupaten/kota, sedangkan pembangunan fisik oleh pemerintah pusat. Kita lihat saja nanti,” ujarnya.


Rencana proyek jalan bypass ini akan melewati tiga daerah: Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Mori memastikan, Komisi V DPR RI akan mengawal usulan tersebut agar dapat masuk dalam program strategis nasional dan mendapat dukungan APBN.


Meski demikian, ia mengakui pembahasan teknis dengan pemerintah pusat belum dilakukan secara rinci.
“Prinsipnya Menteri PUPR dan Menko sudah oke, tapi tidak cukup sampai di situ. Perlu tindak lanjut dan keseriusan bersama. Dan harus konsisten dikawal,” tegas Ketua KONI NTB ini.


Mori menambahkan, jalur alternatif ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan terutama pada musim puncak pengiriman barang dan arus penyeberangan. Selain mempercepat distribusi logistik, keberadaan bypass juga diyakini akan menunjang sektor pariwisata Lombok karena memperlancar akses ke destinasi di kawasan timur.


“Kami optimistis bisa diwujudkan kalau semua pihak bekerja sama. DPR akan kawal agar proyek ini tidak berhenti di dokumen. Begitu juga Pemprov NTB harus tetap mengawalnya supya bisa masuk dalam program pembangunan perioritas,” pungkas Mori.
“Kalau sekarang kan belum masuk (perioritas),” tandasnya.(bul)

Seleksi Calon Direksi BPR NTB Libatkan LPPI, Gubernur Tak Ingin “Beli Kucing Dalam Karung”

0
Foto : Muslim, ST.,M.Si
Foto: Muslim, ST.,M.Si

Lombok (ekbisntb.com) – Proses seleksi calon direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB kini memasuki tahap akhir. Tim Panitia Seleksi (Pansel) melibatkan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menargetkan seluruh tahapan rampung pada akhir September 2025.


Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB sekaligus anggota Pansel, H. Muslim, ST., M.Si., menjelaskan, pelibatan lembaga independen dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung profesional dan transparan.
“Sekarang tinggal proses seleksi saja, melibatkan lembaga independen. Pak Gubernur tidak ingin beli kucing dalam karung. Beliau ingin, di tengah tantangan yang dihadapi BPR saat ini, direksi yang terpilih nanti adalah orang-orang yang punya kapasitas, integritas, dan inovasi,” kata Muslim, Senin (15/9).


Menurutnya, LPPI berperan dalam penyusunan instrumen penilaian, wawancara, serta tahapan lain yang memastikan kualitas para calon.
“Paling tidak akhir bulan ini seleksi selesai. Mudah-mudahan awal Oktober sudah bisa kami serahkan hasilnya ke OJK,” ujarnya.


Muslim menambahkan, saat ini Tim Pansel tengah memfinalisasi berbagai instrumen penilaian dan mempersiapkan koordinasi teknis, termasuk jadwal wawancara. Posisi yang dibutuhkan mencakup Direktur Utama dan Direktur Operasional, sementara pengisian jabatan komisaris akan diusulkan Pemerintah Daerah pada tahap berikutnya.


Antusiasme pendaftar cukup tinggi. Lebih dari 10 orang telah mengajukan lamaran, termasuk kandidat dari luar daerah.
“Peminatnya lumayan banyak, ada juga peserta dari luar NTB,” ujarnya.


Pemerintah Provinsi NTB berharap keberadaan direksi baru nantinya mampu memperkuat BPR dalam menghadapi persaingan industri jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut.
“Harapan kami, yang terpilih benar-benar orang yang memahami dinamika perbankan, mampu berinovasi, dan menjaga integritas dalam mengelola BPR NTB,” tutup Muslim.(bul)

Muprov VIII Sepakati H. Faurani Pimpin Kembali Kadin NTB

0
dari kiri ke kanan, H. Farid Amir, Taufan Eko Nugroho, Gubernur NTB, H. Faurani

Lombok (ekbisntb.com)- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Barat sukses menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VIII pada Senin, 15 September 2025, di Hotel Lombok Astoria, Mataram.

Forum lima tahunan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Kadin Menuju NTB Makmur Mendunia” dan menghasilkan keputusan penting, yakni menetapkan H. Faurani kembali sebagai Ketua Kadin NTB periode 2025–2030.

Faurani yang berstatus petahana terpilih secara aklamasi lantaran menjadi calon tunggal. Pelantikan pengurus baru dijadwalkan menyusul, bersamaan dengan dimulainya pembangunan Sekretariat Kadin NTB di Jalan Tambora, Mataram.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko yang menghadiri kegiatan ini, menegaskan Muprov merupakan agenda penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sesuai AD/ART Kadin.

“Kalau Muprov itu agenda lima tahunan sekali. Agenda terpenting adalah memilih kepemimpinan lima tahun ke depan, sekaligus merumuskan program strategis untuk periode tersebut,” ujarnya.

Ia menilai NTB memiliki potensi ekonomi besar yang perlu disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Kadin, kata dia, siap menjadi mitra strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi.

“Di NTB, gubernur sudah memberikan prioritas pada sektor pertanian dan pariwisata. Dua sektor ini sangat penting dan bisa disinergikan dengan baik sehingga Kadin mampu memberikan dorongan baru bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, peran Kadin tidak sebatas mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga memberikan masukan kritis bila implementasi di lapangan belum sesuai. Ia pun optimistis, dengan kolaborasi yang solid, NTB dapat ikut mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen sebagaimana dicita-citakan Presiden Prabowo.

“Kepentingan kita sama, yakni bagaimana ekonomi daerah maju, masyarakat sejahtera, dan kemiskinan menurun,” jelasnya.

Ketua Kadin NTB terpilih, H. Faurani, menekankan pentingnya penyelarasan program Kadin dengan kebutuhan masyarakat serta arah kebijakan pemerintah daerah.

“Meskipun ekonomi kita sedang menantang, pengusaha tidak boleh putus asa. Kita harus mencari kiat-kiat baru. Kadin sebagai induk organisasi pengusaha akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membahas langkah-langkah strategis ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sektor pangan dan pariwisata menjadi pekerjaan rumah utama dalam periode kepemimpinannya. Sebab, kendati program itu sudah dijalankan, tetap harus diselaraskan dengan perkembangan teknologi, IT, dan kecerdasan buatan agar UMKM bisa naik kelas.

Di sisi lain, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang turut hadir dalam Muprov, berharap Kadin mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha di daerah.

“Kami ingin supaya persoalan-persoalan niaga yang ada di NTB diselesaikan dalam satu kerangka besar, bukan sektoral. Dengan begitu, semua masalah bisa diurai dan diselesaikan bersama-sama,” katanya.

Sejauh ini, persoalan dagang di NTB bukan karena tidak adanya pengusaha dari daerah lain yang tertarik dengan komoditas NTB, melainkan karena faktor tata niaga daerah. (era)

MGPA Berikan Harga Khusus Tiket MotoGP Mandalika 2025 untuk Pemilik KTP NTB

0

Lombok (ekbisntb.com)-
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menghadirkan program harga tiket khusus bagi pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili di wilayah Provinsi NTB pada perhelatan balap motor bergengsi dunia MotoGP Mandalika yang akan berlangsung 3-5 Oktober 2025.
Program ini sebagai apresiasi kepada masyarakat lokal untuk ikut merasakan euforia balap MotoGP.
Harga khusus untuk pemilik KTP NTB tersedia pada periode 2 September – 5 Oktober 2025. Tiket ini bisa didapatkan langsung di Lombok Epicentrum Mall, Atrium – Ground Floor, serta melalui jaringan resmi seperti ASITA dan ASTINDO.
Dengan mekanisme tersebut, warga NTB dapat membeli tiket lebih mudah, baik secara langsung maupun melalui agen perjalanan resmi yang telah ditunjuk.
Bagi penonton yang menginginkan pengalaman eksklusif, tersedia kategori VIP Deluxe Class dengan harga Rp15.000.000, selain itu, ada juga pilihan VIP Luxury Tent (T1, D, F, G) yang ditawarkan dengan harga Rp7.750.000. Tiket kategori ini menghadirkan fasilitas premium seperti akses area khusus, kenyamanan lebih, serta jamuan kelas atas.
Untuk kategori tribun penonton, harga yang ditawarkan bagi warga NTB jauh lebih terjangkau dibanding harga normal.
Premium Grandstand A: dari harga awal Rp1.750.000 kini khusus menjadi Rp875.000. Premium Grandstand B, C, J, K: dari harga awal Rp900.000 kini hanya Rp450.000.
egular Grandstand E, G, H, I*: dari harga awal Rp400.000 dipangkas menjadi Rp200.000.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan bahwa program harga khusus bagi pemilik KTP NTB bukan sekadar strategi promosi, melainkan bentuk penghargaan kepada masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan ajang MotoGP Mandalika.
Menurut Priandhi Satria, masyarakat NTB memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan ajang ini sejak pertama kali digelar. Dengan memberikan harga tiket yang lebih terjangkau, diharapkan semakin banyak warga lokal yang dapat hadir langsung di sirkuit dan ikut menikmati atmosfer balap MotoGP.
“Kehadiran masyarakat NTB adalah energi utama yang membuat MotoGP Mandalika 2025 semakin meriah. Kami ingin memastikan warga bisa hadir, bersorak langsung, dan menjadi bagian dari sejarah,” ujar Priandhi Satria.
Priandhi Satria juga menambahkan bahwa harga khusus ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dan nasional untuk mendorong pariwisata serta ekonomi lokal.
Program harga tiket khusus KTP NTB diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal sekaligus memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Kehadiran penonton dalam jumlah besar tidak hanya memberikan dukungan moral kepada para pembalap, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat sekitar.

Dengan target ratusan ribu penonton yang datang dari dalam maupun luar negeri, kehadiran warga NTB akan melengkapi suasana kebersamaan. Ajang ini bukan hanya milik penggemar MotoGP internasional, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat lokal yang menjadi tuan rumah.(bul)

Investasi Kian Menggeliat, ITDC Perkuat Pengamanan Kawasan The Mandalika

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pengamanan kawasan The Mandalika makin diperkuat oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola. Menyusul kian menggeliatnya laju investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

Salah satu langkah yang diambil yakni dengan menggandeng PT. Angkasa Pura Support (APS) untuk penyiapan petugas keamanan di Kawasan The Mandalika. Dengan fokus penempatan pengamanan di Sirkuit Mandalika dan objek-objek vital yang ada di dalam kawasan The Mandalika.

“Sirkuit Mandalika menjadi salah satu objek yang mendapat pengamanan serius. Termasuk objek dan destinasi wisata lainnya yang ada di dalam kawasan The Mandalika,” sebut Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka, kepada awak media usai penandatangan perjanjian kerjasama dengan PT. APS, di bukit 360 area Sirkuit Mandalika, Minggu, 14 September 2025.

Troy menegaskan saat ini kawasan The Mandalika terus bergerak dan bertumbuh sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan masuknya sejumlah investor yang turut membangun di dalam kawasan The Mandalika.

Angka kunjungan wisatawan di kawasan The Mandalika juga terus bertumbuh. Untuk itu pengamanan kawasan menjadi perhatian serius untuk ditangani ITDC.

Guna memberikan rasa aman dan memastikan keamanan bagi semua pihak yang berada di kawasan The Mandalika.

“Keamanan adalah hal utama yang harus terus dijaga. Kolaborasi dengan Angkasa Pura Support adalah salah satu bentuk upaya yang ITDC lakukan. Untuk memastikan keamanan di kawasan The Mandalika bisa benar-benar terjaga,” ujarnya.

Pelibatan APS kian menambah keberagaman unsur pengamanan yang ada di kawasan The Mandalika. Karena selain didukung pengamanan oleh TNI dan Polri, pelibatan unsur pengamanan yang professlional yang disiapkan oleh APS diharapkan bisa mendukung optimalisasi pengamanan di kawasan The Mandalika.

“Semua unsur pengamanan yang terlibat di dalam kawasan The Mandalika sudah diatur oleh prosedur tetap tersendiri. Jadi setiap unsur pengamanan yang ada bekerja sesuai dengan aturan dan kewenangannya masing-masing,” tegas Troy.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Operasi PT. APS Shintauli Widya Christianty Tinambunan, keterlibatan pihak diharapkan bisa mendukung optimalisasi pengamanan destinasi wisata unggulan nasional tersebut.

Pihaknya pun berkomitmen memberikan kinerja dan pelayanan terbaik. Demi mendukung kemajuan kawasan The Mandalika. Shinta mengatakan durasi kerjasama tersebut berlaku selama dua tahun. Di mana PT. APS nantinya akan menyiapkan sebanyak 130 personel pengamanan yang akan bertugas mengamankan kawasan The Mandalika.

Dengan hampir sebagian besar personel pengamanan yang dilibatkan merupakan masyarakat lokal. “Pelibatan masyarakat lokal ini adalah sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kawasan The Mandalika,” imbuhnya. (kir)

Pembukaan Penerbangan Lombok-Perth Ditarget Akhir Tahun 2025

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Provinsi NTB tengah mengupayakan pembukaan rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dari Lombok ke Perth, Australia. Pembicaraan pun tengah dibangun dengan dua maskapai yang nantinya akan melayani rute penerbangan internasional tersebut, BatikAir serta Air Asia.

Pembukaan rute penerbangan Lombok-Perth, Australia tersebut diharapkan bisa menjadi pemantik bagi pembukaan rute-rute penerbangan internasional lainya menuju Lombok. Khususnya penerbangan ke kota-kota lainnya di Australia.

“Target kita akhir tahun ini penerbangan Lombok-Perth, Australia sudah bisa dibuka,” ungkap Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Sabtu, 13 September 2025.

Ditemui di sela-sela event Pocari Sweat Run di Pertamina Mandalika International Circuit, Gubernur NTB mengatakan peluang dibukanya rute penerbangan internasional tersebut terbuka lebar.

Terlebih, rute penerbangan Lombok-Perth sendiri bukan rute baru. Sebelum pandemic Covid-19 melanda, rute tersebut pernah dilayani oleh maskapai JetStar.

Kehadiran rute penerbangan internasional tersebut sangat penting artinya. Khususnya dalam upaya mendorong angka kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini. Terutama wisatawan dari Australia yang jumlah cukup banyak berkunjung ke NTB.

Karena dengan pembukaan rute itu nantinya akan semakin mempermudah akses wisatawan asal Australia untuk datang berkunjung ke daerah ini. Selain rute penerbangan internasional, Pemprov NTB juga terus memperkuat dan membanyak rute penerbangan domestik.

Terutama ke destinasi-destinasi wisata nasional yang ada. Seperti ke Labuan Bajo, NTT, Semarang, Yogyakarta hingga Malang. Harapannya, dengan semakin beragamnya rute domestik di BIZAM akan semakin mempermudah wisatawan domestik untuk datang ke NTB, khususnya Pulau Lombok, begitu pula sebaliknya.

“Salah satu problem (masalah) kita selama ini yang membuka angka kunjungan wisatawan belum maksimal, karena masih terbatasnya rute penerbangan yang menuju Lombok.

Sekarang dengan semakin banyaknya rute penerbangan domestik yang dibuka, tentu itu bisa menjadi factor pendorong peningkatan angka kunjungan wisatawan ke daerah ini,” sebutnya.

Ia mencontohkan, rute penerbangan Lombok-Labuan Bajo, NTT misalnya, di awal-awal pembukaan rute penerbanganya, jumlah penerbangan hanya tiga kali seminggu.

Saat ini jumlah penerbangannya sudah bertambah. Bahkan hingga dua kali sehari. “Hal ini yang kita harapkan ke depan. Dengan semakin banyak penerbangan, maka semakin banyak pula wisatawan yang datang berkunjung ke daerah ini,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini. (kir)

Desa Banyu Urip akan Dibangunkan 2,3 Kilometer Jalan Senilai Rp8,9 Miliar

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Setelah dikunjungi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Desa Banyu Urip langsung mendapatkan bantuan pembangunan jalan pada tahun ini. Pembangunan jalan senilai Rp8,9 miliar lebih ini merupakan direktif langsung dari Menko AHY yang dikerjakan melalui Balai Jalan Nasional.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar, Lalu Ratnawi mengatakan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menko AHY yang meninjau penanganan saluran Irigasi di wilayah Banyu Urip Kecamatan Gerung beberapa waktu yang lalu.

Kementerian melalui Balai Jalan Nasional akan menangani akses jalan di wilayah tersebut.Ruas jalan yang akan ditangani yakni Dusun Pesanggrahan – Kumbak (perbatasan dengan Lombok Tengah) sepanjang 2, 3 kilometer dan Banyu Urip – Tempos 0,23 kilometer.

“Ruas jalan yang ditangani Balai Jalan tahun ini ruas Pesanggrahan – Kumbak dengan panjang 2,3 kilometer dan Banyu Urip – Tempos sepanjang 0,23 kilometer total anggaran Rp8,9 miliar, direktif Pak Menko AHY,” terangnya, Minggu, 14 September 2025.

Pengerjaannya akan dilakukan pada APBN Perubahan ini. Jalan ini termasuk akses perbatasan antara Lobar dengan Loteng. Kondisinya memang rusak, sehingga dari dulu diusulkan lewat Musrenbang.

Dikatakan, selain itu tahun 2025 ini pihaknya telah mengusulkan penanganan jalan melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Ruas jalan yang diusulkan di antaranya ruas perkotaan Gerung dan ruas Bengkang – Meang – Pengantap, namun belum bisa tahun 2025 ini, karena keterbatasan waktu pada APBD perubahan ini.

“Ini yang sudah kita usulkan lewat IJD tapi karena keterbatasan waktu di Perubahan ini jagi ditunda dulu oleh Balai Jalan,”imbuhnya. (her)

Wabup Lotim Akui Dana Transfer Terus Berkurang

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daerah yang mengandalkan dana perimbangan pusat. Sebagian besar fiskal daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB ini bersumber dari transfer pusat.

Sementara itu, beberapa tahun terakhir ini dana transfer pusat itu terus berkurang. Melihat fakta itu, Wakil Bupati Lotim H. Muhammad Edwin Hadiwijaya menyatakan hanya bisa mengencangkan ikat pinggang. “Kita harus kencangkan ikat pinggang,” jawabnya, Jumat, 12 September 2025.

Menurutnya, tahun 2025 ini saja lebih dari Rp 70 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik terpangkas pusat karena kebijakan efisiensi anggaran. Kabarnya, tahun 2026 mendatang pun kembali akan berkurang Rp 60 miliar lebih.

Menyadari hal itu, Pemkab Lotim berusaha untuk terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab Lotim secara aktif melakukan berbagai pembenahan dan penyesuaian kebijakan untuk mengantisipasi perubahan dan efisiensi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Desa disebut menjadi garda terdepan yang merasakan dampak langsung dari penyesuaian ini.Desa menjadi yang pertama terkena imbas penyesuaian dan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat. “Kita harus membenahi diri,” ujar Wabup Edwin.

Salah satu strategi utama yang dipaparkan Wabup adalah dengan mempercepat implementasi digitalisasi di berbagai sektor pemerintahan. Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Beberapa terobosan sistem digital yang telah dijalankan antara lain integrasi Aplikasi Sipdah-Siskeudes untuk pengelolaan keuangan desa.Pengelolaan aset daerah melalui Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dan Barang Milik Daerah (BMD) secara daring.

Uji coba absensi digital yang saat ini diterapkan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Puskesmas Dasan Lekong, serta Desa Setanggor.Selain digitalisasi, Pemda Lotim juga fokus melakukan pembenahan di sektor perpajakan daerah.

Wabup Edwin mengakui bahwa kualitas data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih perlu ditingkatkan. Ia berjanji hal itu akan segera dibenahi dengan mengubah pola entri data setoran pajak.Wabup mengingatkan bahwa proses ini tidak mudah.

Tantangan utamanya adalah jumlah wajib pajak di Lotim yang sangat besar. “kita tidak seperti membalik telapak tangan, karena data wajib pajak kita cukup banyak, hampir 447 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, digitalisasi ini pada intinya untuk membenahi alat-alat kita agar lebih akuntabel dan efisien. (rus)

Polres Lombok Utara Hadirkan Kenyamanan Jelang MotoGP Mandalika 2025

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2025, Polres Lombok Utara melalui Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) menggelar pengamanan dan pengawasan di area pelabuhan dan kawasan pantai.

Hal tersebut untuk memastikan hadirnya rasa aman dan nyaman kepada wisatawan selama berada di Pulau Lombok.Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Polairud, AKP I Gusti Made Suarjaya, menegaskan pengetatan penjagaan area pelabuhan, pintu masuk objek wisata dan kawasan pantai ini dimaksudkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pengunjung, baik domestik dan mancanegara.

Lombok Utara sebagai objek wisata penyangga Moto GP Mandalika, perlu memberikan kenyamanan yang mendukung kelancaran Moto GP.

“Kita melalukan Patroli Cipta Kondisi, tidak hanya sebatas menjaga kelancaran aktivitas pariwisata, tetapi juga mencegah potensi tindak kriminal, termasuk kejahatan konvensional, kasus 3C (curat, curas, curanmor), hingga aksi premanisme di kawasan pelabuhan maupun objek wisata,” ungkap Suarjaya, Minggu 14 September 2025.

Disebutkan, sejumlah titik menjadi fokus pengamanan meliputi, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Teluk Nare, Pelabuhan 3 Gili hingga spot-spot pantai dan objek wisata populer Lombok Utara yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Kami ingin memastikan wisatawan bisa beraktivitas dengan tenang tanpa khawatir adanya gangguan keamanan,” imbuhnya.

Menurut Suarjaya, langkah ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Lombok Utara untuk menjaga stabilitas keamanan daerah wisata, terlebih Lombok Utara menjadi salah satu daerah penyangga wisatawan yang akan menyaksikan MotoGP Mandalika 2025.

“Dengan adanya pengamanan intensif ini, diharapkan wisatawan semakin percaya diri berkunjung ke Lombok Utara, sehingga sektor pariwisata tetap kondusif dan terus berkembang,” tandasnya. (ari)