Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 161

Pemprov NTB Siapkan Perda Tata Niaga Tembakau untuk Lindungi Petani

0
tembakau virginia Lombok dalam persiapan panen

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah menyiapkan regulasi khusus berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang tata niaga tembakau. Aturan ini dirancang untuk memberikan perlindungan lebih besar kepada petani, termasuk jaminan kompensasi ketika mengalami gagal panen.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Muhamad Riadi, SP, M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa perhatian terhadap persoalan tembakau menjadi salah satu fokus utama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Bahkan, hal tersebut sudah ditekankan pada momentum peringatan Hari Tani beberapa waktu lalu.

“Yang menjadi perhatian Pak Gubernur adalah tata niaga dan perlindungan kepada petani. Kalau petani gagal panen, ada kompensasi yang diberikan pemerintah daerah, misalnya berupa asuransi agar petani tidak rugi. Itu yang akan kita atur dalam Perda,” jelas Riadi, Senin, 29 September 2025.

Menurutnya, jika tata niaga tembakau dapat diatur dengan baik, harga di tingkat petani juga akan lebih berpihak kepada mereka. Dengan begitu, petani dapat merasakan langsung manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) yang selama ini disalurkan pemerintah.

Meski demikian, Riadi menegaskan proses penyusunan Perda tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk musim panen tahun ini, pemerintah daerah tengah menangani persoalan jangka pendek, terutama terkait rendahnya harga beli tembakau dan kerugian petani akibat cuaca yang tidak menentu.

“Beberapa waktu lalu sudah ada rapat dengan Sekda, petani, dan pengusaha tembakau. Dari sisi pengusaha, mereka masih fokus membeli tembakau yang kualitasnya bagus karena jumlahnya terbatas. Tahun ini kualitas tembakau virginia memang lebih buruk dibanding tahun sebelumnya, sehingga banyak hasil panen petani yang berwarna cokelat,” paparnya.

Kondisi tersebut membuat gudang-gudang tembakau enggan menerima hasil panen berkualitas rendah, sehingga harga tembakau cokelat anjlok di pasaran.

“Kesepakatannya, kami lakukan pendataan dulu untuk mengetahui posisi petani yang masih menyimpan stok tembakau cokelat yang belum laku. Pendataan ini sedang berjalan bersama asosiasi dan himpunan petani tembakau,” tambah Riadi.

Setelah pendataan selesai, pemerintah akan berkomunikasi dengan pengusaha untuk membuka gudang penampungan. Meski harga tidak bisa dipaksa karena mengikuti hukum pasar, pembukaan gudang diharapkan bisa membantu penyerapan tembakau petani.

“Kalau gudang sudah buka, pasti ada penyerapan, dan harga bisa lebih baik. Tahun ini harga jatuh karena gudang belum mau membeli tembakau cokelat,” tegasnya.

Lebih jauh, Riadi menekankan bahwa arahan gubernur untuk menata tata niaga tembakau kini sedang dilaksanakan. Harapannya, kondisi buruk yang dialami petani tahun ini tidak akan terulang pada musim-musim berikutnya.

“Kalau sudah ada Perda, semuanya tertib. Walaupun nanti petani gagal panen karena faktor cuaca atau lainnya, akan ada asuransi atau kompensasi yang bisa diterima petani sesuai kriteria. Opsi itu sudah masuk dalam draf Perda,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, draf Perda Tata Niaga Tembakau dapat rampung pada awal 2026, sehingga bisa segera diterapkan saat musim tanam berikutnya.

“Insya Allah musim tanam tahun 2026 Perda ini sudah bisa dilaksanakan. Saat ini drafnya sedang mulai kami susun,” pungkas mantan Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB ini.(bul)

Diskusi dengan PWI NTB, Bupati Lobar Menyorot Maraknya Oknum Wartawan Tanpa Kompetensi

0
Silaturrahmi PWI NTB dengan Bupati Lombok Barat

Lombok Barat (ekbisntb.com)- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini di ruang kerjanya, Senin (29/09/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal strategis PWI untuk membuka jalur pembentukan PWI di Kabupaten Lombok Barat.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliludin menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kemitraan antara organisasi pers dengan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, pengurus PWI NTB saat ini banyak mengakomodir anak-anak muda yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam dunia pers.

“Pertemuan ini menjadi pertemuan awal, sekaligus membuka ruang sinergi antara pemerintah daerah dengan insan pers,” ujar Ahmad Ikliludin usai acara.

Ia menambahkan bahwa silaturahmi dengan Bupati sudah lama terjalin sejak H. Lalu Ahmad Zaini masih mrnjabat Direktur Utama PDAM Giri Menang.

Sementara Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini menyambut baik kunjungan pengurus PWI NTB dan mengakui peran krusial pers sebagai salah satu pilar negara. Namun, ia juga menyoroti fenomena maraknya masyarakat umum yang kini mudah membuat portal berita tanpa didasari kompetensi jurnalistik yang memadai.

“Pers adalah salah satu pilar negara. Namun saya juga menyoroti banyaknya masyarakat umum bisa membuat portal berita tanpa mereka melakukan kompetensi,” sesal Bupati Zaini.

Bupati juga secara khusus menyoroti dampak dari keberadaan oknum-oknum yang merusak integritas profesi wartawan. Menurutnya, banyak oknum justru merusak nama PWI, sebuah kondisi di mana kemuliaan pers yang sudah dibangun justru dirusak oleh segelintir oknum wartawan.

“Mulianya pers dibangun tapi dijual dengan sangat murah. Marwah profesi wartawan, jangan sampai dirusak wartawan bodrek ini,” sesalnya.

Pihaknya berharap PWI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers dapat terus menjaga standar profesionalisme wartawan di Lombok Barat. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi ini diakhiri dengan foto bersama dan komitmen untuk menjaga sinergi antara pers yang profesional dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam upaya membangun daerah. (r)

BKSDA NTB Siapkan Pengamanan Satwa Liar Jelang MotoGP Mandalika 2025

0
Budhy Kurniawan

Mataram (ekbisntb.com) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB memastikan kesiapan pengamanan satwa liar di sekitar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika jelang perhelatan MotoGP 2025 yang akan berlangsung pada 3–5 Oktober mendatang.

Kepala BKSDA NTB, Budhy Kurniawan, mengatakan sejak gelaran MotoGP pertama di Mandalika tahun 2022, pihaknya rutin berkolaborasi dengan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) / MGPA untuk menjaga keamanan ajang balap internasional tersebut. Tahun ini, koordinasi sudah dilakukan sejak September, termasuk melalui rapat-rapat teknis persiapan serta pengecekan lokasi sirkuit.

“Tugas kami adalah mengantisipasi potensi gangguan dari satwa liar, seperti anjing liar maupun monyet ekor panjang. Hasil survei awal sekitar dua minggu lalu memang mendeteksi adanya beberapa satwa di sekitar kawasan sirkuit,” jelas Budhy, Senin, 29 September 2025.

Model pengamanan dilakukan dengan memetakan titik-titik rawan kemunculan hewan liar, kemudian menempatkan petugas di lapangan. BKSDA NTB juga bekerja sama dengan Lombok Animal Rescue yang memiliki tenaga dokter hewan dan peralatan pengendalian satwa.

“Hewan liar yang masuk ke kawasan sirkuit akan diamankan menggunakan tembakan bius, kemudian ditempatkan di shelter khusus yang sudah disediakan. Selain itu ada juga metode penghalauan dan penjagaan. Prinsipnya, satwa tidak boleh dibunuh,” tegasnya.

Budhy menambahkan, kegiatan pengamanan satwa liar akan berlangsung mulai 1–6 Oktober 2025, mencakup area dalam sirkuit hingga batas luar pagar pembatas.

Menurutnya, efektivitas pengamanan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana, jumlah gangguan satwa liar juga menurun signifikan.

“Kalau tahun lalu hanya satu-dua monyet yang diamankan. Setiap tahun jumlahnya terus berkurang karena pagar pengaman yang semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap selama perhelatan MotoGP 2025, seluruh potensi gangguan satwa liar dapat dikendalikan dengan aman sehingga balapan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.(bul)

Disnakeswan NTB Pastikan Kasus Gigitan Anjing Liar di Lombok Timur Bukan Rabies

0

Mataram (ekbisntb.com) – Kasus gigitan anjing liar kembali marak terjadi di Lombok, khususnya di wilayah Kecamatan Terara, Lombok Timur, dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah anak-anak dilaporkan menjadi korban, bahkan sebagian harus dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong untuk mendapatkan penanganan intensif.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, drh. Musleh, menegaskan bahwa kasus gigitan anjing liar tersebut bukan rabies. Hal ini dipastikan setelah dilakukan pemantauan terhadap hewan yang diduga menggigit.

“Kasus di Terara itu bukan rabies. Anjing yang terindikasi rabies biasanya dalam 10–12 hari sudah mati, dan perilakunya sangat agresif, menggigit apa saja yang bergerak. Sedangkan kasus kemarin berbeda, karena anjing hanya menggigit orang tertentu dan masih hidup lebih dari batas waktu tersebut,” jelas Musleh, Senin, 29 September 2025.

Menurutnya, hingga saat ini kondisi Lombok secara umum masih aman dari rabies. Namun, Disnakeswan tetap melakukan kewaspadaan. Salah satunya dengan koordinasi Bersama stakeholder untuk memastikan penularan rabies tidak masuk ke Pulau Lombok.

Selain itu, penanganan rabies di Pulau Sumbawa tetap intensif dilakukan. Salah satunya, dengan program vaksinasi massal hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.

“Penanganan yang paling efektif memang vaksinasi. Untuk hewan peliharaan, vaksinasi bisa langsung dilakukan. Tetapi untuk anjing liar, perlu ada upaya penangkapan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Musleh menambahkan, untuk penanganan rabies di Pulau Sumbawa, pada tahun 2025 ini pemerintah Provinsi NTB menyalurkan bantuan vaksin rabies sebanyak 1.750 dosis, yang disalurkan ke kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Sementara bantuan vaksin rabies dari pememrintah pusat tahun ini nihil.

Selain vaksinasi, Musleh menegaskan, pengawasan di pintu masuk NTB seperti pelabuhan tetap diperketat. Hewan penular rabies (HPR) dilarang masuk tanpa prosedur resmi, terutama anjing, kucing, dan kera.

“Secara regulasi, hewan pembawa rabies tidak bisa keluar-masuk begitu saja. Itu untuk melindungi NTB dari ancaman penyebaran rabies,” katanya.

Musleh juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap keberadaan anjing liar, terutama di sekitar permukiman. Apabila terjadi kasus gigitan, masyarakat diminta segera melapor dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan medis.

“Kalau ada kasus gigitan, jangan ditutup-tutupi. Segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan penanganan medis dan pemantauan terhadap hewan yang menggigit,” pungkasnya.(bul)

Semarak HARHUBNAS 2025, KSOP Lembar Gelar Rangkaian Kegiatan ‘Bakti Transportasi untuk Negeri’

0
Semarak HARHUBNAS 2025, KSOP Lembar Gelar Rangkaian Kegiatan 'Bakti Transportasi untuk Negeri'

Lombok Barat (ekbisntb.com)- Insan perhubungan di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 dengan penuh semangat melalui serangkaian kegiatan kolaboratif yang mengusung tema nasional, “BAKTI TRANSPORTASI UNTUK NEGERI”. Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Bapak Syamsurizal, kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan September 2025 dengan fokus ganda: mempererat silaturahmi antar insan perhubungan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat maritim dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan Harhubnas 2025 yang dipusatkan di Kantor KSOP Lembar ini mencerminkan semangat kolaborasi. Sejumlah lomba olahraga digelar untuk mempererat kebersamaan antar instansi dan perusahaan yang beroperasi di Pelabuhan Lembar, meliputi lomba tenis meja (tunggal dan ganda), lomba tarik tambang, dan lomba bulu tangkis (Badminton). Selain itu, untuk mendorong kreativitas dan promosi keselamatan, diselenggarakan pula Lomba Video Reel Instagram serta Lomba Perusahaan Terbaik dalam beberapa kategori di lingkungan Pelabuhan Lembar.

Bakti Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Sebagai wujud nyata ‘Bakti Transportasi untuk Negeri’, KSOP Lembar juga menggelar agenda bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat maritim sekitar. Program ini mencakup donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat maritim, menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan komunitas pelabuhan.

Aspek kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian utama dengan dilaksanakannya Aksi Bersih-bersih Pantai Cemara dan penanaman 500 bibit mangrove di area pesisir. Upaya ini merupakan komitmen insan perhubungan dalam menjaga ekosistem laut dan pesisir.

Peningkatan Keselamatan Pelayaran

Dalam rangka meningkatkan keselamatan berlayar, KSOP Lembar juga melaksanakan sejumlah kegiatan penting seperti pemberian life jacket (jaket pelampung) secara gratis kepada nelayan di sekitar pelabuhan, penyerahan Pas Kecil kepada kapal-kapal nelayan, serta sosialisasi keselamatan berlayar. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan para nelayan dapat melaut dengan aman dan memiliki kelengkapan dokumen yang sesuai.

Puncak perayaan yang ditunggu-tunggu adalah acara Fun Walk bersama yang melibatkan seluruh insan perhubungan dan masyarakat. Acara ini ditutup dengan pengundian berbagai hadiah menarik, menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan di penghujung rangkaian peringatan Harhubnas.

Kepala KSOP Kelas III Lembar, Bapak Syamsurizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Harhubnas bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen sebagai pelayan publik di sektor transportasi.

“Tema ‘BAKTI TRANSPORTASI UNTUK NEGERI’ adalah panggilan bagi kita semua untuk terus bekerja keras, memberikan pelayanan terbaik, dan memastikan keselamatan serta konektivitas. Seluruh rangkaian kegiatan, dari kompetisi olahraga hingga bakti sosial dan lingkungan, adalah manifestasi nyata dari bakti insan perhubungan Pelabuhan Lembar kepada bangsa dan negara,” ujar Bapak Syamsurizal.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan ini, KSOP Lembar berharap semangat Harhubnas 2025 dapat terus menginspirasi peningkatan kualitas pelayanan transportasi serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran transportasi dalam pembangunan nasional.(bul)

ASN Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat Bawa Harum Nama NTB di Ajang WPC

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Lombok Barat (Lobar) kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Rodia Minarni, ASN berusia 56 tahun, sukses mengukir prestasi di kancah internasional pada ajang World Pickleball Championship (WPC) 2025 yang digelar di Liga Tenis Sport Club Sanur, Bali, pada 22-28 September.

Keberhasilan Rodia Minarni ini menambah daftar panjang prestasi ASN Lombok Barat yang mampu bersinar di tingkat dunia.

Dalam kompetisi bergengsi ini, Rodia Minarni berhasil meraih dua medali sekaligus. Ia menyabet juara dua pada kategori ganda putri 50+ dan juara tiga di kategori ganda campuran 50+.

“Bangga bisa menjadi juara di ajang internasional melalui olahraga pickleball yang sedang booming di Indonesia, khususnya NTB,” ungkap Rodia dengan gembira, dalam keterangan yang diterima, Minggu, 28 September 2025.

Rodia juga menegaskan bahwa olahraga pickleball sangat digemari warga NTB. Bahkan, olahraga ini sangat menyenangkan sesuai dengan mottonya yakni easy and fun.Olahraga raket ini bisa dimainkan segala usia, sekaligus membuka peluang meraih prestasi dari tingkat nasional hingga internasional.

Kehadiran Rodia Minarni di WPC Bali disebutnya sebagai langkah awal untuk menapaki sukses di skala dunia.“Ajang WPC Bali adalah langkah awal untuk bisa sukses ke skala dunia, minimal bisa menjadi pemain skala Asia,” kata Rodia Minarni, yang merasa sangat bangga bisa berdiri di atas podium mewakili Indonesia, khususnya NTB.

Prestasi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, tempatnya bertugas sebagai seorang ASN.Pengalaman bertanding di World Pickleball Championship 2025 sangat menyenangkan bagi Rodia Minarni.

Untuk menjadi juara, ia harus berhadapan dan melewati pemain-pemain terbaik dari berbagai negara, yang menjadikan persaingan di WPC sangat ketat dan berkelas.

Meski sudah meraih dua medali, komitmen Rodia Winarni untuk terus berprestasi tidak luntur. “Pengalaman yang sangat menyenangkan, saya berkomitmen akan terus berlatih sampai benar-benar bisa masuk menjadi pemain terbaik Asia di kelompok umur 50+. Baik itu di ganda putri maupun itu di ganda campuran. Inilah mimpi saya yang harus terwujud,” tegas Rodia Minarni dengan semangat membara.

Selanjutnya, Rodia Minarni berencana berangkat ke Palembang awal Oktober untuk mengikuti Pornas XVII Korpri mewakili NTB, berharap dapat mempersembahkan prestasi membanggakan lagi bagi NTB dan berlanjut banyak tawaran juga bisa tampil di event-event internasional. (ham)

KSOP Lembar : Siap Layani Lonjakan Penumpang Kapal Selama Moment MotoGP Mandalika 2025

0
Syamsurizal

Mataram (ekbisntb.com) – Persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya difokuskan pada sisi darat, tetapi juga transportasi laut. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Syamsurizal, menegaskan bahwa jalur penyeberangan Lembar–Padangbai, Bali, menjadi salah satu jalur vital dalam mendukung kelancaran mobilitas penonton dan logistik menjelang perhelatan balap motor kelas dunia tersebut.

Menurut Syamsurizal, seluruh kapal yang beroperasi di lintasan penyeberangan Lembar–Padangbai telah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hasilnya, kapal-kapal tersebut dipastikan laik laut sehingga aman digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang.

“Dari sisi keselamatan, kapal-kapal yang beroperasi sudah kami cek dan dipastikan dalam kondisi laik laut. Setiap penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya di Mataram, akhir pekan ini.

Syamsurizal menjelaskan, penjadwalan kapal di lintasan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Namun, pihak KSOP Lembar memastikan bahwa setiap kapal yang diberi izin berlayar harus memenuhi standar keamanan dan keselamatan.

Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat. KSOP Lembar telah beberapa kali mengikuti rapat koordinasi di Polda NTB bersama para pemangku kepentingan sektor transportasi laut, sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan aktivitas selama gelaran MotoGP Mandalika 2025.

“Tentu kami tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan stakeholder lain, termasuk Polda NTB, terus dilakukan agar penyelenggaraan MotoGP bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Terkait lonjakan penumpang, Syamsurizal memperkirakan akan terjadi peningkatan selama periode MotoGP. Meski demikian, kapasitas kapal penyeberangan yang tersedia diyakini masih mencukupi untuk melayani kebutuhan penonton maupun wisatawan yang datang ke Lombok melalui jalur laut.

“Pengalaman saat periode Natal dan Tahun Baru maupun Idul Fitri menunjukkan kapasitas kapal masih bisa mencukupi. Jadi, untuk MotoGP tahun ini juga tidak ada rekayasa khusus, semuanya berjalan normal seperti biasa,” tegasnya.

Penyeberangan Lembar–Padangbai diperkirakan menjadi jalur favorit penonton MotoGP yang datang dari Pulau Jawa maupun Bali. Dengan jarak tempuh sekitar 4–5 jam perjalanan laut, jalur ini menjadi akses strategis bagi ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung ajang balap internasional di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 3–5 Oktober 2025 mendatang.(bul)

BPSDM NTB Siapkan Pejabat Penilai Aset Daerah, Pertama Kali Digelar Diklat Appraisal

0
Baiq. Nelly Yuniarti

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB mulai menyiapkan pejabat penilai aset daerah melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat) appraisal. Program ini merupakan kerja sama BPSDM NTB dengan Badan Diklat Kementerian Keuangan RI.

Kepala BPSDM NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa selama ini NTB belum memiliki pejabat penilai aset (appraisal officer). Kondisi ini membuat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kesulitan dalam melakukan penghapusan maupun penilaian aset yang sudah rusak.

“Selama ini kalau ada kebutuhan appraisal, kita harus mendatangkan tenaga dari luar, seperti dari Bali atau Denpasar. Biayanya cukup besar. Karena itu, BPSDM perlu menyiapkan SDM sendiri agar bisa memenuhi kebutuhan OPD di NTB,” ujar Nelly di Mataram.

Diklat appraisal ini pertama kali digelar di NTB dan menjadi salah satu program strategis yang digagas setelah Baiq. Nelly dilantik menjadi Kepala BPSDM NTB oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamaq Iqbal. Diklat dijadwalkan selesai pada Desember 2025. Prosesnya mencakup satu bulan materi kelas, dua bulan magang, serta satu bulan uji kompetensi. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk resmi bertugas sebagai pejabat penilai aset.

“Prosesnya cukup panjang. Setelah magang, mereka masih harus ikut uji kompetensi yang dilaksanakan Kementerian Keuangan. Jika lulus, baru mendapatkan SK dari Kemendagri,” jelas Nelly.

Menurutnya, peserta diklat berasal dari OPD yang memiliki aset besar, seperti BPKAD, Dinas PUPR, dan RSUD NTB. Ke depan, OPD lain juga akan diberi kesempatan mengikuti program ini sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan kuota kelas.

“Untuk tahap awal, kami prioritaskan OPD dengan aset terbesar. Pelatihannya nanti di Desember,” paparnya.

Dengan adanya tenaga appraisal sendiri, NTB diharapkan tidak lagi bergantung pada tenaga penilai dari luar daerah. Hal ini juga akan mempercepat proses penilaian dan penghapusan aset yang sudah tidak layak, sekaligus menghemat anggaran pemerintah daerah.

“Kalau sudah ada pejabat penilai aset daerah, kabupaten/kota pun bisa meminta bantuan tim provinsi. Yang penting sekarang NTB sudah punya dulu,” tambah Nelly.

BPSDM NTB menargetkan pada 2026 mendatang, semakin banyak ASN yang tersertifikasi sebagai pejabat penilai aset sehingga setiap OPD dapat lebih mandiri dalam mengelola aset daerahnya.(bul)

Wagub Indah Dhamayanti Putri Dorong Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan Perkuat SDM

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di ruang kerjanya, Jumat (26/9/2025).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk membahas peran LKP dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) NTB, baik untuk kebutuhan tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam arahannya, Wagub menegaskan pentingnya penguasaan bahasa dan keterampilan sebagai modal utama tenaga kerja NTB yang banyak terserap di luar negeri.

“Harapan saya, NTB tidak hanya mengirim tenaga kerja dengan standar pendidikan, tetapi juga dengan kemampuan bahasa yang menjadi penentu diterimanya mereka di negara tujuan dengan pekerjaan yang lebih baik. LKP harus hadir untuk menjawab kebutuhan ini,” ungkapnya.

Wagub juga menekankan bahwa LKP tidak hanya berfokus pada tenaga kerja migran, tetapi juga harus mampu mencetak tenaga terlatih untuk kebutuhan domestik, baik di sektor birokrasi maupun non-birokrasi.

Ia mendorong agar pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud dan lembaga terkait dapat memberikan dukungan nyata.

“Wujud komitmen kita adalah perhatian dan koordinasi yang baik. Saya percaya kolaborasi ini akan menghasilkan banyak hal positif, terutama dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Lalu Hamdi, M.Si., dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa SMK di NTB kini diarahkan tidak hanya untuk menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga mencetak wirausahawan muda.

“Pertumbuhan angkatan kerja selalu lebih tinggi dari ketersediaan lapangan kerja. Karena itu, wirausaha harus menjadi pilihan. Forum LKP bisa berkolaborasi dengan SMK untuk menanamkan keterampilan praktis dan membentuk jiwa kewirausahaan sejak dini,” ujarnya.

Senada, Kepala BPSDM NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pelatihan, dan pihak penyalur tenaga kerja (P3MI).

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat peluang kerja besar dari berbagai negara tujuan, termasuk Dubai, Malaysia, dan Jepang.

“Beberapa negara seperti Dubai membuka lowongan hingga 3.000 tenaga kerja dengan skema zero cost. Anak-anak NTB yang dididik LKP harus kita siapkan betul agar bisa mengisi sektor formal dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Melalui pertemuan ini, Wagub NTB berharap terjalin sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga kursus, sekolah, dan dunia usaha untuk memperkokoh SDM NTB yang siap bersaing di pasar kerja global. (ham)

Di Hadapan Menteri KKP, Gubernur Iqbal Sampaikan Isu Strategis Kelautan

0

Jakarta (ekbisntb.com) –

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono beserta Wakil Menteri serta jajaran eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari 1, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB memaparkan sejumlah isu strategis di sektor kelautan dan perikanan, antara lain percepatan program ekonomi biru di bidang perikanan tangkap, budidaya, diversifikasi olahan ikan, serta pengelolaan kawasan konservasi perairan kewenangan provinsi.

Gubernur juga meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim untuk mempresentasikan progres pelaksanaan program prioritas sektor kelautan dan perikanan di daerahnya.

Penyampaian itu diharapkan menjadi dasar penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Isu lain yang disorot meliputi krisis air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno, penguatan program Kampung Nelayan Merah Putih yang tahun ini dialokasikan di Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa, kemudahan perizinan kapal nelayan. Selain itu, ketersediaan BBM bersubsidi yang semakin terbatas, hingga keberlanjutan budidaya lobster di tengah tantangan harga pakan, kelangkaan benih, dan penurunan harga jual di tingkat pembudidaya.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal juga meminta dukungan penuh KKP terhadap pengembangan hilirisasi industri kelautan di NTB, termasuk pembangunan cold storage pengolahan udang di Bima, Sumbawa, Lombok Timur, dan Lombok Barat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi NTB dan berjanji mendorong jajaran eselon I mempercepat realisasi program jangka pendek dan menengah yang selaras dengan prioritas nasional, khususnya di wilayah NTB. (ham)