Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 160

Tambah PAD, Laboratorium Uji Mutu Beton Lombok Utara Diproyeksikan Tahun 2026

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana untuk membangun Laboratorium Uji Mutu Beton milik daerah. Kehadiran lembaga ini ke depannya tidak hanya menambah Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga memfasilitasi efisiensi dan efektifitas pengujian serta kualitas konstruksi baik bangunan maupun jalan di Kabupaten Lombok Utara.

Keberadaan Laboratorium Uji Mutu Beton/Aspal ini dibenarkan oleh Anggota DPRD Lombok Utara, Ardianto, SH.

Ia menyebut, proyeksi anggaran pemerintah tahun 2026 mendatang akan fokus pada sejumlah kegiatan baik yang bersifat aspiratif maupun kewajiban rekonstruksi pemerintah.

“Tahun 2026 mendatang, setidaknya ada 8 kegiatan yang menjadi prioritas pemerintah,” katanya, Senin (29/9/2025).

Diantara kedelapan kegiatan prioritas tersebut meliputi, pembangunan Gapura Batas Wilayah KLU – Kabupaten lain di 3 titik, yakni Malaka, Pusuk (Menggala) dan Sambik Elen. Kemudian, laboratorium Uji Mutu Beton, kantor OPD pemerintah daerah, pembangunan RSUD Tipe D KLU di Bayan, gedung Youth Center, serta fasilitas yang mendukung pelayanan publik lainnya.

Sementara berkenaan dengan Pendopo Kantor Bupati, politisi Partai Demokrat Lombok Utara ini menegaskan, belum masuk dalam rencana. Kendati fasilitas bagi Kepala dan Wakil Kepala Daerah tersebut dibutuhkan, namun Pemda masih harus selektif merancang penganggaran yang menyentuh kebutuhan publik.

“Pada APBD Perubahan ini atau pun di tahun 2026, Pendopo Bupati dan Wabup belum akan kita bahas. Kemampuan keuangan daerah kita belum memungkinkan untuk itu,” tegasnya.

Dalam menunjang pelaksanaan dan pengawasan kualitas konstruksi, Pemda merancang untuk membangun Laboratorium Uji Mutu Beton.

Hal ini juga dibenarkan oleh Anggota Badan Anggaran Fraksi PKN, Zakaria Abdillah, menguatkan bahwa dalam rapat pembahasan KUA PPAS RAPBD 2026, dirinya bersikeras Lab Uji Mutu Beton agar dimasukkan ke dalam prioritas program daerah.

Ia memandang, bangunan ini tidak hanya pelengkap bagi dinas terkait, namun memfasilitasi berbagai pengujian terhadap beton dan bahan pembuatnya untuk memastikan kekuatan, kualitas, dan kesesuaian dengan standar yang berlaku.

“Bangunan Lab Uji ini sangat kita butuhkan. Daripada melakukan uji di luar daerah, mengapa tidak dialokasikan oleh APBD saja,” katanya.

Secara politis, dirinya mendukung rencana program ini. Begitu pun dengan beberapa skala prioritas program lain yang sudah dibahas oleh DPRD dan eksekutif.

Sementara, Wakil Ketua Komisi III, M. Indra Darmaji Hasmar, ST., menyatakan dirinya sudah menyarankan pemerintah untuk membuat usulan anggaran Laboratorium Uji Mutu Beton.

Kehadiran lembaga ini akan ikut menjaga marwah kualitas pembangunan di Lombok Utara.”Kita minta instansi teknis untuk menyiapkan SDM pendukungnya tersedia, seperti tenaga ahli bersertifikat. Ini penting untuk memastikan Laboratorium bisa efektif melayani masyarakat setelah dibangun,” ujarnya.

Mantan Konsultan ini mengakui, setiap kegiatan infrastruktur baik gedung, jalan maupun jembatan, harus melewati Uji Lab. Begitupun dengan kualitas material Galian C yang digunakan oleh pihak ketiga.

Laboratorium uji mutu beton memfasilitasi proses pengujian mutu fisik, meliputi analisis agregat, karakterisasi semen, desain campuran beton (mix design), pengujian beton segar (slump test), hingga pengujian sifat mekanik beton yang sudah mengeras seperti uji kuat tekan.

“Dalam RAB kegiatan, anggaran uji mutu ini sudah disiapkan. Artinya, daerah juga mendapat PAD yang sah dari item anggaran tersebut,” tandasnya. (ari)

Ekonomi Lombok Timur 2025 Lebih Baik pada Triwulan III

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Perekonomian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menunjukkan tren positif dengan tumbuh sebesar 3,87 persen pada triwulan II tahun 2025 secara year on year (y-on-y).

Pencapaian ini menjadi sorotan mengingat terjadi kontras dengan kondisi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang justru mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -0,82 persen pada periode yang sama.

Memasuki triwulan ke III tahun 2025 ini diyakini ekonomi Lotim akan jauh lebih baik.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Lalu Mustiarep menyatakan optimisme bahwa realisasi belanja pemerintah akan membaik pada triwulan III.

Untuk terus mendongkrak pertumbuhan, pemerintah daerah mencanangkan sejumlah langkah strategis.

“Yang perlu digenjot untuk peningkatan ekonomi yakni upaya Pemerintah Daerah saat ini pertama percepatan realisasi APBD, yang kedua pertumbuhan lapangan usaha sektor tersier capaian triwulan II sebesar 15,65 persen, ketiga percepatan realisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah, dan keempat pengendalian harga bahan pokok,” urainya, Senin, 29 September 2025.

Potensi pengungkit ekonomi lainnya datang dari event internasional Mandalika Grand Prix (MotoGP).

Mustiarep menyoroti bahwa kehadiran event ini akan mendorong peningkatan belanja pemerintah dan swasta.

“Pengadaan barang dan jasa di masyarakat dapat berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa untuk sementara ini dampak operasional logistik untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) belum terlalu terasa maksimal. Namun, ia memproyeksikan dampak positif yang signifikan ke depannya, khususnya bagi sektor pertanian lokal.

“Ke depan tentunya kebutuhan MBG akan berdampak secara langsung pada sektor pertanian, yakni pengadaan bahan makanan hasil pertanian untuk kebutuhan MBG akan semakin meningkat,” pungkas Mustiarep.

Pertumbuhan positif di triwulan II ini, yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menjadi modal berharga bagi Lombok Timur untuk terus mengakselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonominya di tengah tantangan regionalBerdasarkan data BPS di triwulan II ini saja ekonomi Lotim tumbuh positif.

Komposisi pendorong pertumbuhan dari sisi pengeluaran mengungkapkan ketimpangan. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (investasi) yang mencapai 5,01 persen, diikuti Konsumsi Akhir Rumah Tangga sebesar 3,33 persen.

Sementara itu, Konsumsi Akhir Pemerintah atau realisasi belanja pemerintah tumbuh sangat rendah, yaitu hanya 0,29 persen.

Dia menjelaskan bahwa rendahnya realisasi belanja pemerintah pada triwulan II diduga kuat disebabkan oleh kebijakan pengetatan belanja dari Pemerintah Pusat.

“Pada saat triwulan II Pemerintah pusat melakukan pengetatan belanja pemerintah, sedang penataan strategi belanja, regulasi masih penyempurnaan, dan lain-lain. Sehingga realisasi belanja pemerintah masih tergolong rendah,” jelas Mustiarep. (rus)

Duta PPAP NTB Tujuan Bali dan Kalimantan Tengah Dilepas

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Gelaran apel Selasa, 30 September 2025 di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora ) Provinsi NTB terasa berbeda, karena dirangkai dengan pelepasan secara resmi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) 2025 oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispora NTB Hj. Dra. Asnirawati, M.M.

Hadir juga Kepala Bidang Pemuda, Sarpras dan Olahraga beserta semua karyawan-karyawati pada Dispora NTB.

Dua duta PPAP NTB yang dilepas adalah Al Fatih Sakti yang berasal dari Dompu dengan tujuan Bali dan Nina Zalfa dengan tujuan Kalimantan Tengah. Keduanya akan berangkat tanggal 2 Oktober 2025 ini langsung ke daerah tujuan dan langsung menjalankan tugas selama 16 hari.

Bunda Asni sapaan akrab Plh. Dispora NTB mengharapkan perwakilan NTB harus benar-benar dapat berkontribusi bagi kemaslahatan bersama, sesuai dengan keahlian masing-masing. “Al Fatih bisa berperan untuk kemajuan peternakan di Bali dan Nina dapat berkontribusi untuk kesehatan ibu-ibu hamil dan kesehatan balita di Kalimantan Tengah,” ujarnya. (ham)

PLN Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan D3 sampai S2 di Seluruh Indonesia

0

Jakarta (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) kembali membuka kesempatan berkarir bagi putra-putri terbaik bangsa melalui Rekrutmen Umum PLN Group 2025 yang dimulai pada 1 Oktober 2025. Rekrutmen ini sebagai wujud nyata kontribusi PLN terhadap pembangunan sumber daya manusia di sektor energi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

“Melalui rekrutmen ini, PLN mengajak generasi muda Indonesia untuk bergabung, berkontribusi, dan menjadi bagian dari transformasi energi bersih, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, serta digitalisasi sistem kelistrikan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan rekrutmen ini diharapkan dapat membawa optimisme generasi muda Indonesia di tengah berbagai tantangan dan dinamika global melalui bakti karya bersama PLN.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, merinci rekrutmen ini terbuka bagi lulusan Diploma 3 (D3), Sarjana/Diploma 4 (S1/D4), dan Magister (S2) dari berbagai jurusan yang relevan. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi rekrutmen.pln.co.id.

“PLN berkomitmen menghadirkan proses rekrutmen yang profesional, transparan, dan berbasis kinerja. Kami mengundang talenta terbaik bangsa untuk bergabung dalam memastikan akses energi yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Didi.

Didi melanjutkan, pada rekrutmen tahun ini PLN juga membuka kesempatan bagi difabel untuk turut berkontribusi dalam membangun sektor energi nasional.

“Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap prinsip inklusi sosial dalam ketenagakerjaan, sekaligus memperluas akses bagi difabel untuk berkarya di sektor energi nasional,” ujarnya.

PLN mengimbau kepada para pelamar kerja untuk berhati-hati terhadap maraknya penipuan terkait rekrutmen karyawan yang mengatasnamakan PLN. PLN juga tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN.

Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.

“Untuk rekrutmen, kami tegaskan, PLN tidak memungut biaya apapun kepada peserta rekrutmen ataupun calon pegawai. Pendaftaran hanya dilakukan melalui website resmi rekrutmen.pln.co.id,” pungkas Didi.(bul)

42 PPPK Lingkup Pemprov Nusa Tenggara Barat Terima SK

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, kembali menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan PPPK kepada 42 orang yang dinyatakan Lulus dan Memenuhi Syarat pada Proses Rekrutmen PPPK Tahap 2 Formasi Tahun Anggaran 2024, Senin, 29 September 2025.

Dalam acara Penyerahan Surat Keputusan PPPK tahap 2 ini juga dirangkaikan dengan Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan CPNS kepada lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII Penempatan Provinsi NTB oleh Penjabat Sekretaris Daerah NTB H. Lalu Moh. Faozal. Hadir juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB Drs. Tri Budiprayitno, M.Si.

Kepala BKD Provinsi Drs. Tri Budiprayitno, M.Si., menyampaikan proses rekrutmen PPPK Tahap 2 formasi Tahun 2024 ini telah berlangsung hampir 1 tahun lamanya, diawali dengan pengumuman seleksi pada bulan November 2024, seleksi Administrasi pada bulan Desember 2024 sampai dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi yang dilakukan pada Mei 2025.

Dari hasil rekrutmen tersebut terjaring 42 orang yang dinyatakan lulus dan memenui syarat dengan rincian 10 orang tenaga Teknis, 16 orang Guru dan 18 orang Tenaga Kesehatan. Jalan panjang proses rekrutmen ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menyelesaikan Penataan Pegawai Non-ASN sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

Pesan yang sama juga disampaikan kepada CPNS lulusan IPDN Angkatan XXXII, dimana setalah menjalani Pendidikan Sekolah Ikatan Dinas hendaknya seluruh ilmu dan pembelajaran yang diperoleh di Kampus IPDN dapat diaplikasikan secara nyata pada dunia kerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. (ham)

Dekati Jatuh Tempo, Masyarakat Ramai-ramai Bayar PBB

0

Lombok (ekbisntb.com)

Masyarakat mulai beramai-ramai membayar pajak dan bangunan (PBB). Pasalnya, jatuh tempo pembayaran pada, Selasa (30/9/2025). Realisasi mencapai 80 persen.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi pada, Senin (29/9/2025) membenarkan, masyarakat mulai ramai membayar PBB karena jatuh tempo pembayaran pada, Selasa (30/9).

Hal ini tidak terlepas dari strategi dilakukan dengan mengingatkan wajib pajak baik secara langsung melalui kepala lingkungan serta penyebaran luasan informasi melalui media massa.

Di samping itu, khusus wajib pajak besar juga langsung dikomunikasikan sekaligus mengingatkan, agar tidak telat membayar pajak. “Kita sudah langsung datang mengingatkan terutama WP besar, supaya tidak telat membayar pajak,” kata Amrin.

Kecendrungan wajib pajak menumpuk di akhir tahun. Pihaknya telah membagi jadwal untuk melayani wajib pajak besar.

Selain itu, pelayanan di loket juga ditambah agar menghindari penumpukan. Amrin menyebutkan, realisasi PBB mencapai Rp23,1 miliar dari target Rp29 miliar atau 80 persen.

“Alhamdulillah, sampai pekan kemarin realisasi mencapai 80 persen,” sebutnya.

Amrin tidak memungkiri pembayaran PBB agak melambat. Hal ini disebabkan oleh situasi dan kondisi ekonomi.

Oleh karena itu, ia mewacanakan kembali untuk menambah tempo waktu penghapusan denda pajak sampai bulan 31 Oktober. “Iya, nanti kita usulkan dan semoga disetujui,” katanya.

Progres capaian PBB tidak terlepas dari banyaknya wajib pajak besar membayar kewajiban mereka. Menurutnya, kesadaran membayar pajak harus ditumbuhkan. Pajak yang dibayar masyarakat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program pembangunan maupun pemberdayaan oleh pemerintah daerah.

“Kita harapkan kepatuhan membayar pajak saja. Pajak yang dibayar akan kembali ke masyarakat,” demikian kata dia. (cem)

Pembalap MotoGP dan Dorna Disambut Meriah Setiba di Lombok

0
para pembalap motoGP mulai berdatangan ke Lombok jelang laga di Sirkuit Mandalika

Lombok (ekbisntb.com)- Tiga penerbangan charter Garuda Indonesia langsung dari Narita, Jepang (NRT) mendarat secara berurutan, membawa para pembalap MotoGP, kru tim balap, serta rombongan resmi dari Dorna Sports untuk menghadiri rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 yang akan digelar akhir pekan ini, 3-5 Oktober 2025, di Sirkuit Mandalika.

Rombongan pertama tiba menggunakan Garuda Indonesia GA 7300 yang berangkat pukul 11.00 WITA dari Narita dan mendarat di Lombok pada pukul 17.45 WITA. Selanjutnya, pesawat charter GA 7340 mendarat pukul 18.15 WITA, disusul kedatangan terakhir melalui GA 7320 pada pukul 20.15 WITA.

Total 843 orang personel yang diboyong, mulai dari pembalap, manajer tim, mekanik, staf teknis, hingga ofisial Dorna Sports yang menjadi operator resmi kejuaraan dunia MotoGP.

Saat kedatangan, rombongan pembalap dan kru Dorna Sport disambut hangat siswa-siswi SD Negeri Ngolang Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Para siswa menyapa selamat datang di Lombok kepada rombongan pembalap dan Dorna Sport.

Beberapa nama besar yang tercatat tiba di BIZAM antara lain Francesco “Pecco” Bagnaia, andalan tim Ducati Lenovo Team, kemudia ada Marco Bezzecchi yang kini memperkuat Aprilia Racing. Kehadiran dua pembalap ini menyedot perhatian tersendiri bagi para penggemar yang sudah menantikan mereka tampil di lintasan Sirkuit Mandalika.

Dari daratan Asia, perhatian tertuju pada Somkiat Chantra, pembalap Thailand dari tim Idemitsu Honda LCR, yang tiba bersama kru dan membawa semangat besar untuk tampil maksimal di hadapan publik Asia Tenggara. Selain itu, sejumlah pembalap muda yang akan turun di Asia Talent Cup (ATC) 2025 juga ikut serta dalam penerbangan charter ini, memperkuat atmosfir internasional di Lombok yang kini benar-benar berdenyut dalam nuansa motorsport.

Tidak hanya pembalap, sejumlah figur penting dalam dunia MotoGP juga turut mendarat di Lombok. Salah satunya adalah Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, sosok yang dikenal sebagai otak di balik sukses besar Ducati dalam beberapa musim terakhir. Kedatangannya tentu menambah keseriusan tim dalam menatap seri Mandalika yang menjadi salah satu putaran penting dan berkesan bagi Ducati Lenovo Team.

Perhatian juga tertuju pada Julia Marquez, ayah dari kakak beradik Marc dan Alex Marquez. Kehadiran ayah Marquez menambah nuansa emosional menjelang balapan, terutama setelah Marc Marquez berhasil meraih gelar juara dunia ketujuh MotoGP sehari sebelumnya di Motegi, Jepang (28/9/2025). Banyak penggemar berharap perayaan gelar tersebut juga akan terasa hangat di Mandalika.

Pihak BIZAM bersama seluruh stakeholder terkait telah menyiapkan jalur khusus kedatangan internasional untuk menyambut rombongan pembalap dan kru. Proses kedatangan, mulai dari imigrasi, bea cukai, hingga pengambilan bagasi, berjalan lancar agar para tamu MotoGP dapat segera menuju akomodasi dan menyiapkan diri menghadapi pekan balap.

Sejumlah penggemar yang sudah mengetahui jadwal penerbangan bahkan rela menunggu di sekitar bandara untuk sekadar melihat idola mereka dari dekat. Meski penjagaan cukup ketat, suasana antusias dan meriah tetap terasa, memperlihatkan betapa besarnya daya tarik MotoGP di Indonesia, khususnya di Lombok.

Dengan kedatangan rombongan besar ini, pertanda bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tinggal menghitung hari. Ajang ini tidak hanya menjadi perhelatan olahraga, tetapi juga pesta internasional yang membawa dampak besar bagi pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran para bintang MotoGP dan tim Dorna Sports semakin menegaskan posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi penting dalam kalender balap dunia.(bul)

Kyai Zul Suarakan Dukungan Relaksasi Ekspor bagi PT AMNT

0

Taliwang (ekbisntb.com) –

Rektor Universitas Cordova (Undova) Indonesia, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., SH., M.M., menegaskan dukungannya terhadap pemberian relaksasi izin ekspor konsentrat bagi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Ia menekankan, bahwa relaksasi ekspor jangka pendek sangat dibutuhkan PT AMNT tidak sekadar dalam rangka memastikan kebelanjutan perusahaan.

Di luar itu ada pula kebutuhan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Tanpa relaksasi, kata dia, perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat dan NTB bisa terpukul. Tenaga kerja terancam dirumahkan, dan pendapatan daerah berpotensi merosot tajam.

“Jika ekspor benar-benar terhenti, dampaknya akan terasa langsung ke masyarakat. Karena itu, pemerintah pusat perlu memberi ruang bagi Amman Mineral, sembari tetap menuntaskan kewajiban pembangunan smelter,” tegas Kyai Zul sapaan akrab Bupati pertama KSB ini dalam rilis resminya, Senin (29/9/2025).

Terkait persyaratan penyelesaian pembangunan smelter yang menjadi hambatan pemberian relaksasi eksport bagi PT AMNT, Kyai Zul menyebut, pada dasarnya perusahaan selama ini telah menunjukkan itikad baiknya.

Pabrik pemurnian hasil tambang tembaga dan emas itu sejauh ini tetap terus diupayakan penyelesaiannya oleh perusahaan. Dan hal itu berbeda dengan perusahaan sebelumnya yakni PT Newmont Nusa Tenggara.

“Newmont beberapa tahun sejak diminta melakukan pemurnian tidak sanggup, bahkan hingga diambil alih pun tetap tak sanggup membangun smelter. Sementara AMMAN sudah berproses dan itu patut diapresiasi,” paparnya.

Lebih jauh Kyai Zul menuturkan, ke depan KSB akan menghadapi tantangan besar memasuki era pascatambang. Di mana produksi dari tambang Batu Hijau diperkirakan akan berakhir dalam 10 tahun ke depan.

“Karenanya dengan waktu yang tersisa ini kita maksimalkan keberadaannya untuk mempersiapkan diri memasuki masa pasca tambang,” katanya.

Sebagai informasi, hingga kini PT AMNT masih menghadapi kendala operasional terhadap fasilitas smelternya. Padahal pemerintah pusat sebelumnya menjadikan operasional smelter itu sebagai syarat pemberian relaksasi ekspor.

Izin ekspor terakhir yang dikantongi PT AMNT telah berakhir pada 31 Desember 2024. Dan untuk itu sejak Mei 2025 Amman Mineral kembali telah mengajukan perpanjangan. Namun hingga kini belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. (bug)

Pegiat Paralayang Sumbawa Barat Berharap Bisa Terbang di Mantar Lagi

0

Taliwang (ekbisntb.com) –
Para pegiat olahraga Paralayang yang tergabung dalam Club Mantar Paralayang (CMP) menyuarakan harapannya agar bisa kembali beraktivitas di bukit Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Spot paralayang paling populer di Kabupaten Sumbawa Barat itu dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat digunakan untuk aktivitas terbang sejak mulai dibangunnya Bandara Kiantar.

Mukhlis salah satu anggota CMP mengatakan, sejak pembangunan Bandara Kiantar dikerjakan praktis tidak ada lagi aktivitas terbang di Bukit Mantar. Padahal sebelumnya, spot ini menjadi primadona bagi para pencinta olahraga paralayang dari berbagai daerah.

“Dan selain di Mantar kami tidak punya spot lain untuk terbang,” katanya.

Tidak sekadar sebagai tempat latihan dan menguji ketangkasan terbang, Mukhlis mengatakan, spot bukit Mantar selama ini juga sudah menjadi sumber penghidupan.

Beberapa penerbang yang memiliki lisensi terbang tandem dapat menyewakan jasanya kepada pengunjung yang berminat menikmati keindahan Mantar dari angkasa. “Sekarang tidak bisa juga tetbang tandem di sana,” keluhnya.

Ia berharap, keluhannya dan banyak rekan-rekannya sesama pegiat paralayang itu dapat didengarkan oleh pemerintah setempat. Melalui DPRD setempat, Mukhlis mengaku telah mengadukan kondisinya tersebut ke Komisi II dengan harapan dapat ditindaklanjuti kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) selaku pemilik otoritas atas Bandara Kiantar.

“Kepada Komisi II DPRD KSB harapan kami bisa membantu menyuarakannya. Demikian pula kepada Pemda KSB agar bisa membantu mencari jalan keluar, karena bukit Mantar satu satunya lokasi di KSB paling strategis untuk kami terbang sekaligus mencari penghidupan,” harap Mukhlis.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD KSB, Mustafa HZ menyatakan siap menyuarakan harapan para pegiat paralayang tersebut. Politisi NasDem ini pun berjanji akan segera mengkomunikasikannya kepada pihak perusahaan dan pemerintah setempat.

“Kami akan mengkomunikasikan aspirasi tersebut dengan pihak PT AMMAN, semoga ada solusi nantinya,” tukasnya saat dihubungi, Senin (29/9/2025).

Bukit Mantar bukan spot baru bagi pegiat paralayang. Pertama kali dibuka pada tahun 2016 lalu, venue olahraga ekstrem ini langsung menjadi salah satu pilihan dalam event Paragliding Trip of Indonesia (TRoI) 2016.

Saat itu bukit Mantar menjadi venue seri ketiga TRoI 2016 di mana ratusan penerbang datang menjajal angin bukit yang langsung menghadap lautan selat Alas tersebut. (bug)

(

Juara Dunia MotoGP 2025, InJourney Siapkan Selebrasi Marc Marquez di Jakarta dan Lombok

0

Jakarta (ekbisntb.com) –

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) menyiapkan selebrasi khusus bagi Marc Marquez selaku juara dunia MotoGP 2025 di Jakarta dan Lombok. Rencana ini disampaikan dalam konferensi pers Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Auditorium Wisma Kemenpora Jakarta, Senin (29/9/2025) sore.

Konferensi pers dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menpora Taufik Hidayat, pimpinan Dorna Sports, Pemerintah Provinsi NTB, Direktur Utama InJourney, Ketua IMI, Direktur Utama ITDC, Direktur Utama MGPA, serta media.

Direktur Utama InJourney Maya Watono memaparkan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun secara nasional dan lokal. Penyerapan tenaga kerja dinilai tinggi, dengan kontribusi UMKM meningkat 30–50 persen per tahun.

Kunjungan wisatawan nasional tercatat naik 51 persen, sementara 70 persen kegiatan melibatkan masyarakat lokal. “Marshall yang telah kami latih di Mandalika kini bahkan bisa diekspor ke Sepang dan negara Asia lainnya,” ujarnya.

InJourney, lanjutnya, tidak hanya fokus pada kesuksesan event, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pengenalan budaya lokal kepada dunia. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak pusat, daerah, sektor swasta, dan sponsor sehingga gelaran MotoGP Mandalika berlangsung lancar.

Direktur Olahraga Dorna Sports Carlos Ezpeleta menyatakan kebanggaannya menyelenggarakan MotoGP di Mandalika karena memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat serta meningkatkan pariwisata Lombok. Kolaborasi lintas pihak disebut sebagai kunci keberhasilan ajang ini.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Susanto menambahkan, Pertamina ingin membantu membangkitkan ekonomi masyarakat Lombok melalui MotoGP. Tahun lalu, Pertamina menggandeng UMKM di Sirkuit Mandalika dengan omzet Rp1 miliar dan berkomitmen mendukung ajang sport tourism ini agar tetap menjadi yang terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Diskominfotik NTB H. Yusron Hadi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kembali terselenggaranya Pertamina Grand Prix 2025 di Mandalika.

“Sebagai tuan rumah, kami memandang event ini bukan sekadar tontonan melainkan momentum memberi dampak sosial ekonomi besar, memperluas usaha, serta mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota juga menggelar pasar UMKM, pagelaran seni budaya daerah, serta dukungan fasilitas kesehatan, transportasi, dan penguatan destinasi wisata agar manfaat event ini dirasakan masyarakat luas.

Menurutnya, MotoGP menjadi etalase dunia yang menegaskan kesiapan NTB sebagai destinasi sport tourism unggulan.

Pada bagian lain, Menpora Erick Thohir menegaskan, Kemenpora tidak hanya mengurus kepemudaan, tetapi juga olahraga dan sport tourism yang berdampak pada ekonomi.

“Kita semua akan terus bergandeng tangan dengan InJourney, IMI, dan pihak terkait lainnya untuk memajukan sport tourism. Event ini adalah kebanggaan nasional dan telah menjadi national branding,” katanya. (ham)