Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 158

Para Pembalap MotoGP Keliling Kota Mataram

0
para pembalap MotoGP disambut antusias penggemar di Mataram

Mataram (ekbisntb.com)- Suasana Kota Mataram pada Rabu (1/10/2025) berubah menjadi lautan manusia ketika para pembalap MotoGP mengikuti Riders Parade jelang perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Agenda ini menjadi salah satu rangkaian resmi MotoGP yang selalu dinantikan oleh masyarakat, karena memberikan kesempatan langka untuk melihat langsung para bintang balap dunia berinteraksi dengan penggemarnya di luar lintasan.

Jalanan Dipadati Penonton

Sejak siang ribuan warga sudah memadati rute parade yang melintasi jalan-jalan utama Kota Mataram. Arak-arakan dimulai dari Taman Sangkareang, kemudian melintasi Jalan Pejanggik, Jalan Udayana, hingga berakhir di Teras Udayana sebagai titik pusat perayaan. Warga berjejer di sepanjang jalur, sambil membawa atribut tim kesayangan mereka seperti bendera, poster, dan replika helm pembalap.

Para rider menaiki mobil khusus Riders Parade yang memang digunakan dalam setiap sesi parade MotoGP jelang balapan di Sirkuit Mandalika. Dari atas mobil terbuka tersebut, para rider bisa lebih leluasa melambaikan tangan, melempar senyum, hingga berinteraksi langsung dengan penonton di sepanjang jalur.

Nama-nama besar yang ikut serta dalam parade ini antara lain Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Luca Marini, Brad Binder, Miguel Oliveira, Raul Fernandez, dan Somkiat Chantra, serta pembalap kebanggaan Indonesia di kelas Moto2, Mario Aji. Kehadiran Mario Aji menjadi sorotan istimewa, karena mendapat sambutan meriah dari para penggemar tanah air yang bangga melihat putra bangsa tampil bersama bintang MotoGP dunia.

Ajang Kedekatan Pembalap dan Fans

Riders Parade memang dirancang sebagai agenda yang menghadirkan suasana lebih santai dan hangat, berbeda dengan tensi tinggi di lintasan. Dengan menaiki mobil parade, para pembalap bisa tampil lebih dekat dengan publik, menyapa fans, dan menunjukkan sisi humanis mereka sebagai idola yang ramah dan terbuka.

Di Teras Udayana, acara dilanjutkan dengan sesi jumpa fans. Beberapa pembalap naik ke panggung untuk menyapa penonton, sementara penampilan dancer Azizah menghentak diiringi musik lagu Tabola Bale.

Dukungan Luar Biasa dari Masyarakat NTB

Antusiasme masyarakat NTB yang begitu besar menjadi sorotan. Kehadiran mereka tidak hanya mencerminkan kecintaan terhadap MotoGP, tetapi juga menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut hajatan olahraga dunia ini. Pemerintah daerah bersama pihak keamanan tampak sigap menjaga jalannya parade agar berlangsung tertib dan aman.

Sejumlah pedagang UMKM lokal juga turut meramaikan acara dengan menjajakan produk makanan khas Lombok, minuman segar, hingga cendera mata bertema MotoGP. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama Mandala Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa Riders Parade merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada masyarakat NTB yang telah mendukung penuh penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

“Parade ini adalah momen kebersamaan antara para pembalap dunia dengan masyarakat kita. MGPA ingin memastikan bahwa MotoGP bukan hanya sekadar balapan, tetapi juga pesta rakyat yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi semua. Antusiasme warga yang begitu luar biasa hari ini menjadi bukti nyata bahwa MotoGP telah menyatu dengan Lombok dan Indonesia,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi juga menambahkan bahwa pihaknya bersama Dorna Sports dan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Riders Parade sebagai agenda tahunan yang semakin mempererat ikatan emosional antara pembalap dan penggemar.

“Setiap kali parade ini digelar, kita bisa melihat senyum bahagia masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. Itu adalah energi positif yang ingin terus kami hadirkan. Kami yakin bahwa kehadiran MotoGP akan membawa dampak besar, bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” tambahnya.

Dengan suksesnya Riders Parade hari ini, atmosfer menuju balapan akhir pekan di Mandalika semakin menguat. Para pembalap kini akan bersiap menghadapi sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan utama yang akan berlangsung pada Minggu (5/10/2025).

Bagi warga Lombok dan Indonesia, parade ini menjadi awal dari serangkaian momen bersejarah. Ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung parade di Kota Mataram membawa pesan bahwa MotoGP di Mandalika bukan hanya milik penggemar balap, tetapi telah menjadi kebanggaan nasional yang memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah event olahraga kelas dunia. (bul)

Ekspor NTB Turun 79 Persen Akibat Mandeknya Komoditas Tambang

0
Wahyudin

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat nilai ekspor daerah ini hingga Agustus 2025 anjlok tajam sebesar 79,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini disebabkan mandeknya ekspor komoditas tambang sepanjang tahun 2025.

Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM, dalam keterangan resmi di kantornya, Rabu, 1 Oktober 2025, menyebutkan nilai ekspor NTB pada Januari–Agustus 2025 hanya mencapai US$426,70 juta. Angka itu merosot jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tidak adanya ekspor tambang menjadi penyebab utama turunnya ekspor kumulatif NTB,” jelasnya.

Meski begitu, ekspor non tambang justru mencatat lonjakan signifikan. Secara kumulatif, nilai ekspor non tambang meningkat hingga 1.388 persen pada periode Januari–Agustus 2025. Kenaikan ini ditopang oleh ekspor tembaga, emas, mutiara, serta udang yang terus menunjukkan tren positif.

Pada Agustus 2025 saja, nilai ekspor NTB tercatat sebesar US$102,68 juta, turun 77,14 persen dibanding bulan yang sama tahun 2024. Komoditas ekspor terbesar bulan itu adalah tembaga senilai US$60,21 juta (58,64 persen), disusul perhiasan atau permata sebesar US$39,70 juta (38,67 persen), ikan dan udang sebesar US$2,38 juta (2,32 persen), garam, belerang, kapur senilai US$255.985 (0,25 persen), serta biji-bijian berminyak senilai US$75.707 (0,07 persen).

Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada Agustus 2025 paling banyak dikirim ke Swiss (36,44 persen), Thailand (14,15 persen), Tiongkok (13,46 persen), Korea Selatan (13,44 persen), dan Vietnam (10,42 persen). Sisanya sebesar 12,10 persen diekspor ke berbagai negara lainnya.

Sementara itu, nilai impor NTB pada Januari–Agustus 2025 juga menurun 75,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Total nilai impor tercatat sebesar US$188,15 juta. Penurunan terutama terjadi pada kelompok barang modal serta bahan baku dan penolong. “Kondisi ini menunjukkan aktivitas produksi yang relatif menurun dibanding tahun sebelumnya,” terang Wahyudin.

Pada Agustus 2025, nilai impor NTB hanya mencapai US$17 juta atau turun 78,33 persen dibanding Agustus 2024. Komoditas impor terbesar adalah karet dan barang dari karet senilai US$9,14 juta (53,78 persen), mesin/pesawat mekanik sebesar US$5,97 juta (35,13 persen), bahan peledak US$1,13 juta (6,67 persen), produk kimia US$339.151 (1,99 persen), serta benda dari besi dan baja sebesar US$205.751 (1,21 persen).

Negara asal impor terbesar pada bulan itu adalah Jepang dengan porsi 54,85 persen, diikuti Filipina (10,60 persen), Tiongkok (9,32 persen), Amerika Serikat (6,42 persen), dan Turki (4,72 persen). Sementara 14,09 persen sisanya berasal dari berbagai negara lain.

Menurut BPS, data ini menjadi gambaran bahwa kinerja ekspor NTB pada 2025 sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan aktivitas pertambangan. Di sisi lain, potensi ekspor non tambang terus menunjukkan peluang yang menjanjikan untuk menopang kinerja perdagangan daerah ke depan.(bul)

2.073 Volunteer MotoGP Mandalika 2025 Terlindungi Asuransi Kecelakaan dan Kematian

0
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah Umar dan petinggi ITDC dan MGPA, serta unsur dari Pemprov NTB

Lombok Tengah (ekbisntb.com)- Mandalika kembali menegaskan dirinya bukan hanya panggung balapan kelas dunia, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan bagi sumber daya manusia lokal.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Nusa Tenggara Barat , dan Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi NTB menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Kepesertaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Volunteer Event di Sirkuit Mandalika Tahun 2025 ini.
Penandatanganan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika untuk memastikan 2.073 volunteer yang akan bertugas dalam penyelenggaraan MotoGP memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Para volunteer ini terdiri dari cleaning service, waste management, crowd control, marshall, hingga hospitality. Dengan adanya kerja sama ini, mereka resmi terdaftar sebagai peserta program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan.
Perlindungan yang diberikan meliputi biaya perawatan medis serta santunan apabila terjadi kecelakaan kerja, juga santunan bagi ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Iuran sebesar Rp14.000 per orang per bulan, volunteer mendapat jaminan perlindungan yang berlaku sejak pendaftaran dilakukan.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan pentingnya peran volunteer bagi suksesnya event.
“Volunteer adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap event internasional di Mandalika. Dengan adanya perlindungan melalui program JKK dan JKM, kami ingin memastikan mereka dapat bertugas dengan tenang, aman, dan terlindungi,” ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB, Nasrullah Umar, menambahkan bahwa perlindungan ini adalah bukti negara hadir bagi semua pekerja, termasuk volunteer. “Jaminan sosial ketenagakerjaan adalah hak semua tenaga kerja, termasuk volunteer. Kami bangga dapat menghadirkan perlindungan ini, karena mereka adalah bagian penting dari keberhasilan event internasional sekaligus kebanggaan Indonesia,” jelasnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pelaksanaan PKS ini agar berjalan sesuai aturan.
“Kami mengapresiasi langkah MGPA dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para volunteer. Dinas Tenaga Kerja akan memastikan agar mereka benar-benar memperoleh hak perlindungan yang layak sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menekankan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari strategi jangka panjang ITDC dalam membangun kualitas SDM NTB.
“Bagi kami, keberhasilan event internasional di The Mandalika tidak hanya diukur dari sorotan dunia, tetapi juga dari bagaimana anak-anak muda NTB yang terlibat bisa tumbuh menjadi tenaga profesional berstandar global. Melalui perlindungan ini, kami ingin memastikan mereka mendapat pengalaman yang aman, terlindungi, sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk tampil di panggung event-event internasional lainnya di masa depan. Inilah warisan terbesar The Mandalika: mencetak SDM lokal yang mampu bersaing di dunia,” ungkapnya.
Perjanjian Kerja Sama ini berlaku selama 1 (satu) tahun, terhitung sejak 10 September 2025 sampai dengan 09 September 2026, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Kesepakatan ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat NTB.
Dengan adanya perlindungan bagi ribuan volunteer ini, The Mandalika semakin kokoh sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia sekaligus menjadi contoh bagaimana investasi pariwisata juga dapat berfungsi sebagai sarana pemberdayaan SDM lokal untuk bersaing di tingkat internasional.(bul)

Stok Beras di NTB Cukup Hingga 15 Bulan Kedepan

0
Mara Kamin Siregar

Stok Beras di NTB Cukup Hingga 15 Bulan Kedepan

Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan beras di daerah ini dalam kondisi sangat aman. Dengan perkiraan stok hingga akhir tahun 2025 sebanyak 156.377 ton, kebutuhan beras masyarakat NTB diyakini mampu tercukupi hingga 15 bulan ke depan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyampaikan bahwa jumlah stok beras saat ini cukup besar sehingga ada potensi dilakukan pemindahan ke daerah lain.

“Ketersediaan beras di NTB terjamin. Karena stok cukup besar, ada kemungkinan sebagian akan digeser ke Bali, NTT, atau Jawa Tengah jika kapasitas gudang di NTB penuh,” jelas Regar di Mataram, Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurutnya, langkah pemindahan atau moving penting dilakukan untuk mengurangi beban tampung gudang. Hal itu sekaligus memberikan ruang bagi gabah dan beras hasil panen baru agar dapat masuk ke gudang Bulog.

“Salah satu persoalan yang masih kami hadapi di NTB adalah keterbatasan gudang penyimpanan. Sehingga stok kita yang menumpuk ini berpotensi digeser separuhnya untuk memenuhi kebutuhan daerah lain,” tambahnya.

Bulog NTB, lanjut Regar, berkomitmen terus melakukan penyerapan gabah, beras, dan jagung bersama mitra petani, mitra penggilingan, hingga Desember 2025. Proses ini turut melibatkan TNI dan Polri  atau Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di lapangan, terutama untuk pemantauan stok dan potensi panen.

“Babinsa, dan Bhabinkamtibmas memberikan informasi mengenai ketersediaan dan potensi hasil pertanian. Data itu membantu Bulog dalam mempercepat serapan hasil pertanian,” katanya.

Selain memastikan stok, Bulog NTB juga melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar beras medium dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. “SPHP ini menjadi upaya kami menjaga harga beras tetap stabil di pasaran, sehingga masyarakat tetap mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Di samping itu, Bulog NTB juga telah menyalurkan bantuan pangan untuk periode Juni–Juli 2025 sebanyak 10.227.620 kilogram beras kepada 511.381 penerima bantuan pangan (PBP) di seluruh NTB. Dengan langkah tersebut, Mara memastikan ketersediaan pangan pokok, khususnya beras, sangat mencukupi untuk masyarakat NTB.

“Insya Allah stok kita lebih dari cukup. Dengan dukungan pemerintah, mitra usaha, serta masyarakat, ketersediaan beras untuk NTB tetap terjamin hingga lebih dari satu tahun ke depan,” pungkasnya.(bul)

ASN di NTB Akan Diwajibkan Pakai Gas Non Subsidi

0
Jamaludin Malady

Mataram (ekbisntb.com)- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan diwajibkan beralih menggunakan LPG non-subsidi. Kebijakan ini dipersiapkan untuk mengantisipasi kelangkaan gas melon 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaludin Malady, mengungkapkan hal tersebut usai mendampingi jajaran Pertamina beraudiensi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal. Dalam pertemuan itu, kata Jamaludin, disampaikan bahwa ASN, terutama pejabat golongan III dan IV, wajib beralih menggunakan tabung LPG non-subsidi.

“ASN, terutama pejabat itu wajib, fardhu ain memakai LPG non subsidi. Ini kita tangkap arahan pak gubernur beberapa waktu lalu yang disampaikan lewat media. Saya pun langsung berkoordinasi dengan Pertamina agar proses transisi bisa berjalan baik,” jelas Jamaludin, Rabu, 1 Oktober 2025.

Sebagai tindak lanjut, pada Sabtu mendatang saat pembukaan Lombok Sumbawa Nusantara Fair di Mandalika, bersamaan dengan momentum MotoGP 2025, Pertamina akan menyiapkan tabung LPG non-subsidi berwarna pink berkapasitas 5,5 kilogram dan 12,5 kilogram. Pameran UMKM tersebut dikoordinasi oleh Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perdagangan.

“Launching akan dilakukan bersamaan dengan gelaran MotoGP, meskipun surat edaran Gubernur masih berproses di Biro Hukum,” ujarnya.

Pada kesempatan itu nanti, kata Mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini, perwakilan pejabat eselon II, eselon III, pejabat fungsional, serta ASN golongan III dan IV akan menerima tabung LPG non-subsidi secara simbolis. Penyerahan dijadwalkan dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, akan didampingi perwakilan dari Pertamina.

Jamaludin menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan praktik di beberapa provinsi lain. Selain memastikan LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran, ASN juga diberikan kemudahan untuk melakukan penukaran tabung.

“Dua atau tiga tabung LPG 3 kilogram bisa ditukar dengan satu tabung pink non-subsidi. Jika ada selisih harga, ASN tinggal menambahkan. Misalnya tabung 5,5 kilogram harganya Rp350 ribu, kalau menukar dengan dua tabung 3 kilogram senilai Rp300 ribu, maka cukup menambahkan Rp50 ribu,” urainya.

Selain lebih tepat sasaran, tabung non-subsidi juga dinilai lebih efisien. Jika tabung 3 kilogram biasanya habis dalam 1–2 bulan, maka tabung 5,5 kilogram atau 12,5 kilogram bisa bertahan hingga 4–5 bulan.

“Pertamina juga menyiapkan layanan antar langsung ke rumah ASN yang melakukan penukaran,” tambahnya.

Ia menegaskan, mekanisme pengawasan untuk ASN nantinya menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan sebagai leading sector dalam urusan tertib niaga dan perlindungan konsumen. “Kami juga bekerja sama dengan Pertamina dan NTB Mall agar distribusi LPG non-subsidi berjalan lancar,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan penambahan kuota LPG 3 kilogram lebih dari 150 ribu tabung yang disalurkan ke kabupaten/kota di NTB untuk menangani kebutuhan LPG masyarakat. Dengan adanya kebijakan baru ini, diharapkan LPG subsidi benar-benar dapat digunakan sesuai peruntukannya bagi masyarakat kecil dan tidak terjadi kesulitan Masyarakat mendapatkan LPG subsidi, terutama pada hari – hari besar keagamaan kedepannya.(bul)

BPJS Mataram Tanggung Biaya Gangguan Jiwa hingga Rp2 Miliar Per Bulan

0

Lombok (ekbisntb.com) –

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram menanggung biaya sedikitnya Rp2 miliar per bulan untuk membiayai pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Mataram. Jumlah tersebut untuk membiayai sekitar 6 ribu pasien di RS tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram, Agung Utama Muchlis menyatakan, setiap harinya, sedikitnya ada satu hingga tiga orang yang berkonsultasi kesehatan jiwa di RSJ.

“Itu yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pokoknya setiap bulan rata-rata segitu. 6000 kasus ini kan bisa saja 1 orang 3 kali datang,” ujarnya, Selasa malam, 30 September 2025.

Dia membeberkan, biaya tersebut mencakup berbagai jenis layanan seperti konsultasi, pemberian obat, rawat jalan, dan rawat inap. Semua layanan kejiwaan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama memenuhi syarat medis yang berlaku.

“Kalau ada masalah ya bisa ditanggung selama ada indikasi medis. Bisa aja kelihatan normal tapi ternyata ada sakit kejiwaan. Kita cek dululah ke rumah sakit atau puskesmas,” lanjutnya.

Peserta BPJS, sambung Agung tidak bisa langsung mendapatkan layanan spesialis kejiwaan tanpa melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1). “Harus ke puskesmas dulu. Gak bisa langsung. Prosedurnya begitu,” sambungnya.

Walau BPJS Kesehatan menanggung berbagai jenis konsultasi dan penyakit gangguan jiwa. Dia menekankan BPJS Kesehatan tidak menanggung kasus gangguan akibat penyalahgunaan narkoba.“Kalau narkoba tidak ditanggung. Itu kan penyakit buatan,” ucapnya.

Capaian Kepesertaan BPJS Mataram capai 99 PersenHingga kini, capaian kepesertaan BPJS Kesehatan cabang Mataram yang mencakup tiga daerah, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara sudah mencapai 99 persen.

Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya merupakan peserta aktif.“Program Universal Health Coverage (UHC) atau skema (UHC) masih terus berlanjut. Bahkan akan mendapat penghargaan UHC utama, Mataram naik tingkat dari pratama ke Madya,” jelasnya.

Tingginya capaian UHC BPJS Mataram ini, tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hingga kini, baik Pemda maupun Pemprov sangat berkontribusi meningkatkan iuran BPJS Kesehatan.

Tak sampai di situ saja, tingkat kepesertaan dan peserta aktif di BPJS Kesehatan Mataram juga telah melampaui rata-rata nasional. Walau demikian, klaim pending atau pengajuan klaim biaya perawatan pasien yang dikembalikan dari BPJS Kesehatan ke fasilitas kesehatan juga masih cukup tinggi.

Hal ini dikarenakan adanya dokumen yang tidak lengkap, hingga salah pengkodean.“Klaim pending memang masih sering terjadi. Bukan berarti tidak dibayar (klaim pending, red) tapi ditunda,” pungkasnya. (era)

Antisipasi Kecelakaan Saat MotoGP Mandalika 2025, Tim Medis Lakukan Pelatihan Intensif

0
pelatihan penanganan kecelakaan MotoGP
pelatihan penanganan kecelakaan MotoGP

Mataram (ekbisntb.com)- Menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 3–5 Oktober 2025 mendatang, persiapan terus dimatangkan. Tidak hanya menyangkut lintasan, paddock, dan fasilitas penunjang, aspek kesehatan dan keselamatan pembalap juga menjadi prioritas utama.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menggelar pelatihan intensif bagi tim medis yang akan bertugas selama ajang balap dunia ini berlangsung.

Pelatihan di Medical Center dan Tikungan 16

Pelatihan digelar selama dua hari dengan lokasi utama di Medical Center dalam area sirkuit serta di Tikungan 16, yang dikenal sebagai salah satu area paling krusial dan rawan insiden. Di titik ini, para tenaga medis dilatih untuk merespons berbagai skenario darurat yang mungkin terjadi, mulai dari evakuasi cepat pembalap yang mengalami kecelakaan hingga koordinasi dengan pusat medis untuk penanganan lanjutan.

*Fokus pada Kekompakan dan Kecepatan*

Menurut Chief Medical Officer RSUD Provinsi NTB, Dokter Eko, pelatihan intensif ini bertujuan meningkatkan kekompakan, ketelitian, dan kecepatan tim medis dalam menghadapi situasi darurat.

“Dalam dunia balap, setiap detik sangat menentukan. Keterlambatan sekecil apa pun bisa berakibat fatal, baik bagi pembalap maupun tim medis sendiri yang harus bekerja di tengah kondisi race. Karena itu, pelatihan ini memastikan seluruh prosedur dilakukan cepat, tepat, dan aman,” jelas Dokter Eko.

Simulasi Penanganan di Lintasan

Selain praktik langsung di lintasan, para tenaga medis juga mendapatkan pelatihan tentang prosedur komunikasi dengan _race control_ serta koordinasi antarpos medis. Hal ini penting agar alur penanganan darurat berjalan efektif, mulai dari titik insiden hingga pembalap dibawa ke Medical Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan sistem komunikasi yang terintegrasi, setiap anggota tim dapat bergerak dalam satu komando.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa kesiapan tim medis merupakan bagian vital dari standar internasional penyelenggaraan MotoGP.

“Kami tidak hanya menyiapkan lintasan balap dan fasilitas pendukung, tetapi juga aspek keselamatan dan kesehatan para pembalap. Pelatihan ini menjadi bukti komitmen MGPA untuk menghadirkan event MotoGP yang memenuhi standar tertinggi Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Kami ingin memastikan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 berjalan aman, lancar, dan berkelas dunia,”pungkasnya.

Pelatihan medis ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian persiapan teknis yang dilakukan menjelang gelaran akbar MotoGP Mandalika.(bul)

Ini Rangkaian Hiburan Yang Bisa Diakses Selama Festival MotoGP Mandalika 2025

0

Lombok (ekbisntb.com)- Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menghadirkan Festival MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika selama gelaran MotoGP berlangsung.

Festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung, tidak hanya menampilkan balapan kelas dunia, tetapi juga rangkaian hiburan musik, kompetisi, dan aktivitas menarik bagi para penonton.

Pengunjung sudah bisa merasakan pengalaman spesial, yaitu akses langsung ke podium sprint race, momen langka yang memungkinkan penggemar menyaksikan selebrasi kemenangan pembalap secara dekat. Selain itu, Festival MotoGP 2025 juga menghadirkan berbagai hiburan dan atraksi yang menyenangkan bagi semua kalangan.

Pada hari pertama, 3 Oktober 2025, festival dibuka dengan kompetisi modern dance antar sekolah, disertai penampilan dari band lokal Crossover Band dan Amtenar, menghadirkan energi musik dan seni yang segar bagi pengunjung.

Hari kedua, 4 Oktober, pengunjung akan disuguhkan kompetisi tari tradisional, penampilan Marching Band IPDN, serta kehadiran bintang tamu Guyon Waton dan Dewa 19, menghadirkan kombinasi hiburan tradisional dan modern yang meriah.

Sementara pada hari ketiga, 5 Oktober, rangkaian acara ditutup dengan Opening Ceremony MotoGP, siaran langsung balapan utama, dan penampilan musik dari Moluccan Soul serta Nassar, menciptakan momen penutup yang spektakuler sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung.

Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan musik dan pertunjukan, tetapi juga dilengkapi dengan fan zone activity dan berbagai kompetisi sekolah, yang memberikan pengalaman interaktif dan edukatif bagi pengunjung.

Para penonton dapat merasakan atmosfer MotoGP secara lebih dekat, termasuk akses ke podium sprint race, sehingga pengalaman menonton menjadi lebih lengkap dan tak terlupakan.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh bagi penonton, mulai dari hiburan musik, kompetisi seni, hingga kesempatan menyaksikan podium sprint race secara langsung.

“Kami ingin Mandalika menjadi destinasi sport tourism kelas dunia, yang tidak hanya menampilkan balapan, tetapi juga memberikan nilai hiburan dan pengalaman budaya bagi pengunjung,” tandasnya.(bul)

Jelang MotoGP 2025, Ketahui Vitalnya Manfaat Rumput di Sirkuit Mandalika

0

Lombok (ekbisntb.com)- Menjelang perhelatan MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 3–5 Oktober 2025, berbagai persiapan di sirkuit terus dimatangkan. Tidak hanya fokus pada lintasan balap utama, perhatian serius juga diberikan pada area rumput di sekitar sirkuit yang merupakan bagian penting dari standar internasional penyelenggaraan MotoGP.

*Perawatan Intensif Area Rumput*

Setiap hari, tim _track maintenance_ bekerja memastikan kondisi rumput tetap hijau, rapi, dan aman. Rangkaian perawatan dilakukan secara detail, mulai dari penyiraman, pemangkasan, hingga penyisiran di bawah beton sepanjang pitlane. Semua ini dilakukan agar standar homologasi lintasan tetap terjaga.

Keberadaan rumput yang tertata rapi bukan hanya menghadirkan pemandangan yang indah bagi penonton di tribun maupun di layar televisi, tetapi juga berfungsi penting menjaga kualitas dan keamanan lintasan. Rumput yang sehat membantu mencegah masuknya debu, pasir, maupun material lain yang bisa mengganggu jalannya balapan.

*Standar Internasional dan Pentingnya Area Rumput*

Dalam standar homologasi lintasan internasional, kondisi area rumput menjadi salah satu indikator utama. Permukaan yang hijau, rata, dan terawat dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memberikan perlindungan tambahan ketika motor keluar dari jalur. Karena itu, kerja tim perawatan rumput menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan persiapan teknis lintasan balap.

Kondisi rumput yang kini hijau dan siap menyambut ribuan penonton, kru balap, serta pembalap kelas dunia menegaskan kesiapan Mandalika untuk menjadi tuan rumah ajang MotoGP dengan kualitas terbaik.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria mengatakan, MotoGP bukan hanya soal balapan di lintasan, tetapi juga soal bagaimana kita menyiapkan seluruh aspek pendukung sesuai standar internasional.

“Perawatan rumput di Mandalika adalah salah satu bentuk detail yang menunjukkan keseriusan kita. Rumput yang hijau, rapi, dan aman akan memberi kenyamanan bagi pembalap, kru, dan penonton. Ini juga menjadi wajah Indonesia yang dilihat oleh dunia,” jelas Priandhi Satria.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Mandalika tidak hanya siap dari sisi teknis balap, tetapi juga menghadirkan keindahan dan kenyamanan yang membuat pengalaman menonton MotoGP di sini semakin berkesan,”tambahnya.

Dengan kesiapan area lintasan dan rumput yang terawat, Sirkuit Mandalika semakin mantap menyambut ajang balap motor paling bergengsi dunia. (bul)

MotoGP Mandalika, Momentum Emas NTB Tampil di Kancah Dunia

0

Jakarta (ekbisntb.com) –

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Nazmul Watan, yang juga putra asli Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan bahwa perhelatan MotoGP Mandalika adalah momentum emas bagi NTB untuk tampil di panggung internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“MotoGP Mandalika adalah peluang besar bagi NTB untuk tampil di kancah internasional. Ajang ini bukan hanya sekadar hiburan olahraga, tetapi juga sarana promosi pariwisata NTB kepada dunia. Dengan eksposur global, keindahan alam dan budaya NTB bisa semakin dikenal, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM, pariwisata, dan sektor kreatif,” ujar Nazmul dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu 1 Oktober 2025.

Tak hanya soal ekonomi, Nazmul juga menyoroti antusiasme anak muda NTB terhadap MotoGP sebagai energi positif.

“Antusiasme anak muda terhadap MotoGP adalah energi positif yang patut diarahkan. Generasi muda NTB perlu melihat momentum ini sebagai ruang untuk berkontribusi, baik dalam bentuk inovasi, keterlibatan dalam event, maupun pengembangan potensi diri. Semangat ini bisa menjadi penggerak kemajuan daerah,” jelasnya.

Nazmul berharap agar pemerintah daerah memberikan ruang lebih besar kepada pemuda untuk terlibat dalam event internasional.“Kami berharap pemerintah daerah lebih serius melibatkan pemuda dalam setiap rangkaian event internasional seperti MotoGP.

Pemuda NTB memiliki kapasitas dan semangat besar, dan dengan diberikan ruang partisipasi yang nyata, mereka akan menjadi agen penting dalam menyukseskan event sekaligus membawa NTB lebih maju,” katanya.

Nazmul mengajak seluruh masyarakat NTB, khususnya kader KAMMI, untuk mendukung penuh suksesnya MotoGP Mandalika.

“Kepada kader KAMMI dan seluruh masyarakat NTB, mari kita dukung penuh MotoGP Mandalika. Jadikan ajang ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan, meningkatkan citra positif daerah, dan membuka jalan bagi NTB menjadi pusat pariwisata unggulan dunia,” tutupnya. (ham)