Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 156

Penagihan Piutang PBB P2 di Sumbawa Terkendala Data Wajib Pajak

0

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) –

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, mengaku masih memiliki kendala dalam penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2) sebesar Rp47,6 miliar lantaran data Wajib Pajak (WP) yang sulit ditemukan.

“Kendala utama kita di data WP karena piutang tersebut muncul sejak tahun 2014 hingga 2024 sehingga kami kesulitan untuk melakukan penelusuran terhadap WP untuk dilakukan penagihan,” Kata kepala Bapenda Sumbawa, Hardianto kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).

Ia melanjutkan, masalah piutang pajak ini muncul saat dilimpahkan oleh pemerintah pusat ke daerah dan bukan piutang baru. Terlebih data yang diserahkan oleh Pemerintah pusat ke daerah tidak clear by name by address hanya data WP yang menunggak saja.

“Kita di daerah hanya diberikan angka piutangnya dan beberapa data yang menunggak, tetapi data-data tersebut harus kita verifikasi lebih lanjut di lapangan untuk dilakukan penagihan,” ucapnya.

Meskipun banyak kendala tetapi pemerintah tetap berusaha untuk melakukan penagihan terutama yang datanya bisa ditemukan. Berdasarkan data saat ini tercatat ada sekitar 260.000 masyarakat wajib pajak yang terdata di tahun 2025 saja belum lagi data dibawa tahun 2025.

“Persoalan data menjadi hal yang terpenting, makanya saat ini kami sedang melakukan verifikasi dan pemilihan data di lapangan agar piutang tersebut bisa kita tagih,” tambahnya.

Pemerintah pun saat ini juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan penghapusan terhadap piutang PBB P2 dibawa lima tahun terakhir. Hanya saja untuk melakukan penghapusan datanya harus valid terlebih dahulu dan saat ini tim sedang bekerja di lapangan.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua bendahara khusus penerima di kecamatan dengan harapan piutang tersebut bisa tertagih termasuk mendata potensi baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah awal untuk menyelesaikan piutang tersebut dengan melakukan verifikasi data dengan melibatkan 157 desa dan 8 kelurahan. Setelah proses tersebut final, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan inspektorat untuk melakukan proses lebih lanjut.

“Kita verifikasi data dulu sampai dengan data final, setelah kita akan kordinasi dengan Inspektorat apakah bisa kita lakukan penghapusan atas data piutang yang tidak kita temukan atau seperti apa nanti. Tetapi yang jelas kami sedang berproses,” pungkasnya. (ils)

Belum Sesuai Target, Pemkab Bima Genjot PAD

0

Bima (ekbisntb.com) –

Hingga akhir Agustus 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima baru menyentuh angka 55,69 persen dari target Rp214,28 miliar. Angka tersebut setara Rp119,18 miliar, sehingga masih ada sekitar Rp95,1 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bima, Ruslan, S.Sos., menjelaskan capaian per sektor. Pajak daerah ditargetkan Rp42,08 miliar, terealisasi Rp23,72 miliar atau 56,37 persen.

Retribusi daerah ditargetkan Rp148,89 miliar, realisasinya Rp83,11 miliar atau 55,82 persen. “Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru melampaui target Rp7,56 miliar dengan capaian Rp7,67 miliar atau 101,56 persen,” paparnya, Kamis (2/10/2025).

Namun, pada komponen lain-lain PAD yang sah, realisasi masih rendah. Dari target Rp15,49 miliar, baru Rp4,66 miliar atau 30,07 persen yang masuk. “Artinya, masih ada Rp10,82 miliar yang harus dipacu,” sebutnya.

Ruslan menegaskan pihaknya menyiapkan sejumlah strategi. “Kami menempatkan staf pemungut pajak dari PPPK sesuai domisili desa dan kecamatan, agar proses pemungutan lebih efektif. Selain itu, kami juga intensifkan pemeriksaan terhadap wajib pajak yang menunggak,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bappenda juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap OPD pengelola retribusi. Langkah ini untuk mempercepat realisasi dan mencegah kebocoran pungutan. Ruslan optimis target PAD masih bisa tercapai dengan kerja ekstra di sisa waktu.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima, Aries Munandar, mengingatkan bahwa capaian PAD memang kerap menjadi pekerjaan berat.

“Per Juli realisasi kita 52 persen, lalu per Agustus 55,69 persen. Sampai saat ini PAD memang belum sesuai target. Tahun lalu (2024) realisasinya hanya sekitar 62 persen, tidak sampai 100 persen,” ungkapnya, Kamis (2/10/2025).

Meski begitu, Aries menegaskan tahun ini pemerintah daerah menargetkan capaian lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Minimal di atas realisasi tahun lalu. Kalau 100 persen memang agak sulit, karena kondisi ekonomi global tidak sedang baik-baik saja. Itu ikut memengaruhi kondisi nasional, regional, dan tentu daerah,” jelasnya.

Aries juga menyebutkan, adanya kendala teknis di lapangan. Eksekusi pemungutan belum maksimal, selain keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). “Itu yang terus kita genjot, sekaligus menekan potensi kebocoran,” tutupnya. (hir)

Mau Nyaman Nonton MotoGP Mandalika, Ini Yang Harus Disiapkan

0
Fans Marc Marquez saat menyambut kedatangan pembalap andalannya di BIZAM. Saat menonton MotoGP para penonton diimbau tetap menjaga kesehatan, sehingga tetap nyaman menonton idolanya bertanding

Lombok (ekbisntb.com) –

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MARS., mengingatkan seluruh pengunjung atau penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, sejak tanggal 3 hingga 5 Oktober 2025 memperhatikan masalah kesehatan.

Menurutnya, penonton diharapkan untuk tetap memerhatikan aturan yang berlaku selama kegiatan MotoGP. Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan dengan menghindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin, manis, pedas dan berminyak, agar menghindari timbulnya berbagai gejala kesehatan.

‘’Sebaiknya selalu sediakan air putih di dalam botol atau tumblr. Gunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan polusi, gunakan sunscreen atau sunblock dan ingat untuk mengaplikasikan ulang setiap 2 atau 3 jam sekali untuk mengurangi risiko kulit terbakar,’’ ujarnya dalam keterangan yang diterima ekbisntb.com, Jumat, 3 Oktober 2025.

Selain itu, ujarnya, perlindungan ekstra seperti kacamata hitam, topi, dan jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca apabila terjadi hujan harus disiapkan. ‘’Serta membawa obat-obatan pribadi bagi yang memiliki penyakit tertentu sebagai langkah pertolongan pertama saat dibutuhkan,’’ pesannya.

Dalam menghadapi gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, lanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Kesehatan Kota Mataram, BLKPK, RSUP, RS Mandalika, RSJ Mutiara Sukma, Rumah Sakit Mata, KKP, Balai POM, beberapa rumah sakit lain serta puskesmas dan OPD terkait, memastikan kesiapan Tim Medis untuk mendukung kegiatan tersebut.

Sebanyak 332 tenaga medis dikerahkan untuk mengawal MotoGP Mandalika 2025 di Ring 1 dan Ring 2, sementara 52 tenaga medis lain ditugaskan untuk di Ring 3 dan 4. Selain tenaga medis, 42 ambulance, 35 pos medis dan 2 helikopter juga dipastikan siap beroperasi selama kegiatan.

‘’Semua fasilitas pelayanan kesehatan secara umum maupun yang berada di jalur penonton juga akan stand by selama 24 jam, khususnya IGD. Pemantauan penyakit potensial juga telah dilakukan sejak pra kegiatan dan akan terus dilakukan hingga gelaran selesai,’’ jelas mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini. (ham)

Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja di NTB

0
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTB Drs. Wahyudin


Lombok (ekbisntb.com) –
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Drs. Wahyudin menegaskan bahwa pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus berkontribusi pada penurunan angka pengangguran, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Program MBG ini tidak hanya memastikan gizi masyarakat terpenuhi, tetapi juga membuka banyak lapangan pekerjaan. Di NTB saja, lebih dari 10 ribu tenaga kerja telah terserap dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ungkap Wahyudin pada acara Bincang Kamisan di Command Center Kantor Gubernur NTB, Kamis (2/10/2025).

Hadir juga akademisi dari Universitas Mataram Dr. Iwan Harsono dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB H. Yusron Hadi, ST. MUM.

BPS bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program MBG pada 15–30 Juni 2025. Survei dilakukan dengan menyasar 33 SPPG yang sudah beroperasi, terutama di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Survei melibatkan murid penerima manfaat, orang tua, hingga pemasok bahan makanan.

“Pada September lalu, kami juga melakukan survei baseline untuk melihat persepsi masyarakat terkait kebutuhan makanan bergizi, baik yang sudah maupun belum mendapat program MBG. Survei lanjutan akan kembali dilakukan pada November mendatang,” jelasnya.

Menurut Wahyudin, saat ini jumlah SPPG di NTB telah berkembang pesat hingga mencapai lebih dari 300 unit. Masing-masing SPPG mempekerjakan rata-rata 47 orang, mulai dari tenaga dapur, pengantar makanan, hingga ahli gizi dan akuntan.

Dengan anggaran Rp15.000 per penerima manfaat, alokasi dibagi Rp10.000 untuk makanan, Rp3.000 untuk pekerja, dan Rp2.000 untuk pengelola dapur. Skema ini, kata Wahyudin, telah menambah penghasilan masyarakat secara langsung.

“Kalau satu SPPG melayani 3.500 penerima manfaat, maka Rp3.000 untuk tenaga kerja bisa mencapai Rp10,5 juta per hari. Dibagi untuk 47 pekerja, masing-masing bisa mendapat sekitar Rp200 ribu per hari. Jika dikalikan lima hari dalam seminggu, ini jelas memberi tambahan signifikan pada pendapatan keluarga,” paparnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga memprioritaskan pekerja lokal untuk terlibat di SPPG. Hal ini tidak hanya mendukung distribusi ekonomi yang lebih merata, tetapi juga membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah.
“Dengan tersedianya lapangan kerja dari program MBG, otomatis penghasilan keluarga meningkat, konsumsi bertambah, dan pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdongkrak,” tegas Wahyudin. (ham)

XLSMART Menerapkan Teknologi Massive MIMO di Area Sirkuit Mandalika Selama Balap MotoGP

0
optimalisasi jaringan untuk menjaga kenyamanan jaringan telekomunikasi saat MotoGP Mandalika 2025

Mataram (Suara NTB)- PT. XLSMART Telecom Sejahtera (XLSMART) memastikan jaringan 4G di Lombok siap menyukseskan ajang balap motor dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), 3 sampai 5 Oktober 2025.
XLSMART telah menyiapkan sedikitnya 116 BTS 4G untuk menjangkau seluruh area strategis, mulai dari Bandara Internasional Lombok di Praya hingga kawasan Kuta Mandalika, serta sepanjang bypass BIL–Mandalika.

Khusus untuk BTS yang menjangkau area sirkuit, XLSMART menerapkan teknologi Massive MIMO yang mampu meningkatkan kapasitas data, sehingga layanan internet tetap stabil meskipun terjadi lonjakan trafik. Selain itu, dua unit mobile BTS juga telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan lalu lintas data yang tinggi selama acara berlangsung.

Regional Group Head XLSMART East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, XLSMART kembali mengerahkan tim penuh untuk memastikan jaringan  dalam kondisi prima selama MotoGP berlangsung. “Kami ingin memastikan bahwa pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, dapat menikmati layanan telekomunikasi dan data berkualitas tinggi selama berada di Lombok, terutama di area Sirkuit Mandalika dan sekitarnya. Jaringan kami kini bisa dinikmati oleh pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN.” ujarnya.

Dodik menambahkan, potensi lonjakan trafik selama MotoGP sangat besar, mengingat popularitas ajang balap ini di Indonesia dan kehadiran penonton internasional.

Dengan semakin banyaknya orang di Mandalika, kebutuhan atas jaringan telekomunikasi berkualitas juga meningkat. XLSMART telah menyiapkan berbagai langkah untuk mempermudah wisatawan, termasuk tamu internasional, dalam mengakses layanan telekomunikasi dan registrasi kartu.

Penambahan BTS yang menjangkau sekitar area sirkuit Mandalika juga terus dilakukan sejak 2022. Saat ini area sirkuit Mandalika sudah dilayani sekitar 46 BTS 4G, meningkat hampir 64% selama 2 tahun terakhir.

Head Network Operations XLSMART Region East, Mochamad Irwan Harahap, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas jaringan 4G tidak hanya sebatas di Mandalika. XLSMART juga memperluas jaringan 4G ke seluruh penjuru Lombok, baik di perkotaan maupun ke area yang sebelumnya belum terjangkau. Saat ini jaringan 4G XLSMART telah hadir di 598 desa/kelurahan, 53 kecamatan, dan 5 kabupaten/kota di Lombok.

Di kawasan wisata populer, XLSMART juga memastikan kualitas jaringan data, antara lain:

17 BTS 4G di Sembalun

3 BTS 4G di Pink Beach Lombok Timur

13 BTS 4G di Gili Trawangan

4 BTS 4G di Desa Sade

28 BTS 4G di Senggigi

64 BTS 4G di Narmada

Untuk menopang kebutuhan Mataram sebagai kota terbesar, XLSMART mengoperasikan lebih dari 700 BTS, sedangkan di Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid terdapat 9 BTS 4G, dan di Pelabuhan Lembar 9 BTS 4G.

Semua desa wisata populer di Lombok juga sudah terlayani jaringan 4G XLSMART, termasuk Selong Belanak, Kopang Rembiga, Bilibante, Aik Dareq, Kembang Kuning, Sembalun, hingga Pringgasela. Dengan kapasitas dan infrastruktur yang tersedia, XLSMART optimis mampu memberikan layanan telekomunikasi dan data secara maksimal di area wisata tersebut.

Secara keseluruhan, jaringan XLSMART di Lombok didukung lebih dari 4.400 BTS, termasuk lebih dari 2.700 BTS 4G. Untuk seluruh wilayah NTB, XLSMART menyiagakan lebih dari 5.700 BTS, mayoritas merupakan BTS 4G.

XLSMART juga terus memperluas layanan Voice over LTE (VoLTE). Sejak akhir 2022, layanan ini sudah bisa dinikmati di hampir seluruh Indonesia, termasuk Lombok. VoLTE memberikan kualitas suara lebih jernih melalui jaringan LTE, tanpa perlu registrasi tambahan atau kartu SIM khusus. Pelanggan cukup menggunakan USIM 4G dan smartphone yang sudah mendukung layanan ini.

Pengalaman Terbaik di Pulau Lombok

Dengan dukungan jaringan yang luas, para pengunjung MotoGP dan wisatawan dapat menikmati pengalaman terbaik di Pulau Lombok. Mulai dari mengabadikan momen indah di Pantai Kuta Mandalika, menjelajahi keindahan alam Sembalun, snorkeling di Gili Trawangan, hingga menikmati suasana budaya di Desa Sade, semua bisa dibagikan secara instan melalui jaringan cepat dan stabil XLSMART.  Hadirnya layanan andal ini diharapkan tidak hanya menunjang kenyamanan wisatawan selama ajang MotoGP, tetapi juga meningkatkan daya tarik Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia yang terhubung secara digital.

Tentang XLSMART

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART” atau “IDX: EXCL”) adalah perusahaan telekomunikasi terpadu terbaru di Indonesia yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Mengusung semangat “innovation with heart”, XLSMART hadir memimpin era digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menghadapi masa depan bagi lebih dari 82,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Dengan warisan keunggulan teknologi dan pelayanan pelanggan dari dua perusahaan besar, XLSMART menggabungkan keahlian XL Axiata dalam layanan seluler dan tetap sebagai bagian dari Axiata Group, serta inovasi Smartfren dalam layanan 4G, VoLTE, dan eSIM sebagai bagian dari Grup Sinar Mas.

Dengan tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, mempercepat kemajuan nasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.xlsmart.co.id.(r)

Dua Helikopter untuk MotoGP 2025 Tiba di Sirkuit Mandalika

0
helikopter milik Basarnas tiba di Sirkuit Mandalika jelang balapan MotoGP

Lombok (ekbisntb.com)- Dua helikopter dari Basarnas tiba di kawasan sirkuit Mandalika. Kehadiran helikopter ini menjadi bagian penting dari sistem pendukung keselamatan dan operasional ajang balap MotoGP 3-5 Oktober 2025.

Helikopter yang didatangkan ini bukanlah sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan standar dalam penyelenggaraan balapan MotoGP. Secara internasional, setiap seri balap MotoGP diwajibkan memiliki helikopter medis dan evakuasi yang siaga penuh selama rangkaian balapan berlangsung, mulai dari sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga race day.

Kehadiran helikopter memastikan bahwa apabila terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan serius yang menimpa pembalap, evakuasi medis dapat dilakukan dengan cepat menuju rumah sakit rujukan yang telah ditentukan.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa kedatangan helikopter ini merupakan bagian dari komitmen penyelenggara dalam memenuhi standar tinggi keselamatan MotoGP.

“Helikopter yang tiba hari ini akan difungsikan terutama sebagai air ambulance untuk mendukung kebutuhan medis darurat di lintasan. MotoGP memiliki regulasi yang ketat terkait standar keselamatan, dan salah satu yang utama adalah ketersediaan helikopter untuk mendukung proses evakuasi pembalap ke rumah sakit rujukan apabila terjadi insiden,” jelas Priandhi.

Helikopter ini akan stand by di kawasan Sirkuit Mandalika selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

“Setiap kali ada sesi balap, baik itu latihan bebas, kualifikasi, maupun balapan utama, helikopter harus selalu siap mengudara. Tanpa helikopter, balapan tidak bisa dimulai karena faktor keselamatan adalah prioritas utama,” lanjutnya.

Selain fungsi medis, Priandhi Satria juga menjelaskan bahwa helikopter ini bisa difungsikan untuk mendukung mobilitas tertentu yang bersifat darurat atau operasional penyelenggara, termasuk kemungkinan digunakan untuk kepentingan inspeksi cepat lintasan dan akses jalur udara bagi pihak keamanan. Namun demikian, fungsi utamanya tetap diarahkan sebagai fasilitas medis.

Dalam setiap penyelenggaraan MotoGP, kehadiran helikopter medis menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar. Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Dorna Sports selaku promotor MotoGP selalu melakukan pengecekan sebelum balapan dimulai. Jika helikopter tidak berada di lokasi atau tidak siap mengudara, balapan dapat ditunda hingga fasilitas ini tersedia.

Kehadiran helikopter ini juga semakin memperkuat kesiapan Sirkuit Mandalika yang sejak awal dirancang dengan standar internasional. MGPA bersama berbagai pihak terkait seperti rumah sakit rujukan di Mataram dan Praya, tim medis, hingga otoritas penerbangan sipil, telah berkoordinasi untuk memastikan bahwa jalur udara bagi evakuasi medis benar-benar siap digunakan kapan saja.

“Dengan adanya helikopter ini, kami ingin memastikan kepada seluruh pembalap, tim, dan pihak internasional bahwa Mandalika benar-benar siap. Kami tidak hanya fokus pada infrastruktur lintasan dan fasilitas penonton, tetapi juga memastikan semua aspek keselamatan pembalap berjalan dengan baik sesuai standar internasional,” tegas Priandhi Satria.(bul)

Raih Grade A, FIM Nyatakan Sirkuit Mandalika Siap Gelar MotoGP 2025

0
FIM Nyatakan Sirkuit Mandalika Siap Gelar MotoGP 2025

Lombok (ekbisntb.com) – Sirkuit Mandalika resmi memperoleh Homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) , menjadikannya memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan untuk menyelenggarakan ajang balap motor paling bergengsi, termasuk MotoGP.

Dengan status terbaru ini, Mandalika dipastikan siap menggelar MotoGP 2025, yang akan menjadi salah satu seri puncak dalam kalender FIM Grand Prix World Championship.

Homologasi Grade A dikeluarkan setelah inspeksi menyeluruh dilakukan pada 2 Oktober 2025. Tim inspeksi FIM dipimpin oleh Tomé Alfonso selaku Safety Officer MotoGP, dengan dukungan penuh dari Paul King selaku Ketua FIM CCR Circuits Homologation Committee, serta para perwakilan resmi dari Dorna, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Inspeksi tersebut mencakup berbagai aspek penting, antara lain:

1. *Infrastruktur lintasan*: panjang sirkuit 4.301 meter dengan 17 tikungan, lintasan dinyatakan sesuai standar internasional dengan kapasitas maksimal 32 pembalap kelas MotoGP dan hingga 60 pembalap untuk ajang endurance.

2. *Fasilitas keselamatan*: penggunaan perangkat pengaman terbaru seperti barrier homologasi FIM (FRHPba-01), gravel bed yang diperbaiki, serta drainage system yang memenuhi standar internasional.

3. *Perlengkapan marshall dan sinyal*: pemasangan LED panel homologasi FIM Grade 1 dan Grade 2, bendera, hingga jalur komunikasi darurat.

4. *Zona long lap penalty*: penyesuaian layout sesuai ketentuan FIM terbaru.

5. *Ruang pendukung*: paddock, race control, medical centre, dan fasilitas logistik juga ditinjau untuk memastikan kesiapan operasional selama ajang balap dunia.

Pada akhir inspeksi, *FIM menyatakan bahwa Sirkuit Mandalika layak mendapatkan lisensi Grade A* untuk tahun 2025, sebuah kategori tertinggi yang memungkinkan penyelenggaraan MotoGP, WorldSBK, dan ajang balap kelas dunia lainnya.

*Signifikansi Homologasi Grade A bagi Indonesia*

Pencapaian ini bukan sekadar persyaratan administratif. *Homologasi Grade A* menegaskan bahwa Mandalika sudah setara dengan sirkuit-sirkuit ikonik dunia seperti Mugello, Silverstone, Assen, hingga Sepang. Hal ini akan berdampak langsung pada:

* Keamanan pembalap: penerapan standar keselamatan tertinggi, mulai dari gravel bed, barrier udara, hingga pencahayaan dan sistem informasi digital.

* Kepercayaan global: pengakuan FIM semakin menguatkan posisi Mandalika sebagai pusat motorsport dunia di Asia Tenggara.

* Dampak ekonomi: diproyeksikan menarik ratusan ribu penonton domestik dan internasional serta meningkatkan kontribusi pariwisata NTB dan Indonesia secara umum.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan  Homologasi Grade A dari FIM bukan hanya sertifikasi teknis, tetapi juga pengakuan internasional bahwa Mandalika telah mencapai standar tertinggi dalam dunia balap motor.(bul)

MotoGP Mandalika 2025, Gubernur NTB Bersama CEO Dorna Resmikan Museum of Civilization

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal bersama CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta meresmikan Lombok-Sumbawa Museum of Civilization di Sirkuit Mandalika Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 2 Oktober 2025.

Hal ini sebuah pusat peradaban dan budaya yang digagas untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung promosi pariwisata berkelanjutan di tengah euforia MotoGP Mandalika 2025.

Peresmian museum ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, dan Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, Kepala Dinas Pariwisata, Ahmad Nur Aulia, serta pejabat daerah, hingga perwakilan komunitas budaya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa kehadiran Lombok-Sumbawa Museum of Civilization bukan hanya sebagai etalase benda bersejarah, melainkan juga sebagai ruang edukasi, dialog budaya, dan wahana promosi pariwisata dunia.

“Di tengah gemuruh MotoGP, kami ingin memperkenalkan sisi lain NTB: kekayaan sejarah, seni, dan budaya yang menjadi fondasi peradaban kita. Melalui museum ini, dunia dapat mengenal NTB lebih dalam, tidak hanya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional, tetapi juga sebagai rumah dari warisan peradaban yang luhur,” ungkap Miq Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB ini.

Miq Iqbal juga mengungkapkan bahwa keberadaan Lombok-Sumbawa Museum of Civilization di Mandalika merupakan yang pertama dan satu-satunya di dunia dalam rangkaian MotoGP.

Menurutnya, efek konkret dari menghadirkan museum dalam ajang MotoGP 2025 adalah mendekatkan kebudayaan dengan masyarakat sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Mandalika. Karena sejak Mandalika dibangun, dampak positifnya memang harus dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

“Tadi saya sudah konfirmasi ke Dorna, dan mereka memastikan bahwa museum seperti ini hanya ada di Mandalika. Tidak ada di tempat lain”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Miq Iqbal mengatakan, kehadiran museum ini masih bersifat uji coba dengan menampilkan sebagian koleksi dari Museum Negeri NTB.

Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi dan kemungkinan untuk menjadikannya museum permanen di kawasan Mandalika. “Sekarang kan tiap minggu ada kegiatan di sirkuit ini, jadi orang yang datang di kegiatan-kegiatan tersebut bisa ikut menikmati museum ini nanti”, ucapnya.

Lombok-Sumbawa Museum of Civilization menampilkan tiga kategori koleksi yaitu historical, seni rupa, dan wastra yang menggambarkan peradaban masyarakat NTB.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa partisipasi museum ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, dan peradaban masyarakat Lombok–Sumbawa kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang hadir di arena balap.

“Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism”, ujarnya.

Museum NTB menampilkan miniatur tiga dimensi letusan Gunung Samalas-Rinjani dan Tambora, Kain khas Bima bernama Tembe Nggoli, Kre Alang khas Sumbawa, Arca Siwa Mahadewa, hingga naskah Babat Lombok yang menceritakan letusan Gunung Samalas pada abad ke-13.

Melalui pameran yang berlangsung pada 2-5 Oktober 2025 tersebut, Museum NTB ingin menunjukan bahwa Lombok dan Sumbawa tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang mendalam.

“Jadi sport tourism tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita”, jelasnya.

Nuralam berharap agar Museum Lombok Sumbawa of Civilization dapat menjadi jembatan edukasi budaya, ruang dialog identitas, serta medium promosi di tengah pagelaran event motoGP.

“Jadi kita berharap museum ini akan menjadi lebih permanen sesuai keinginan bapak Gubernur NTB”, tutupnya. (r/ham)

Sembilan Tim Terbaik Lanjutkan Petualangan “QRIS Jelajah Balinusra” di Lombok, Fokus Dorong Desa Wisata dan UMKM

0
QRIS JELAJAH BALINUSRA: DIGITAL ISLAND UNITED BY QRIS
QRIS JELAJAH BALINUSRA: DIGITAL ISLAND UNITED BY QRIS

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) melanjutkan inisiatif transformasi digital melalui kegiatan “QRIS Jelajah Balinusra” dengan kehadiran sembilan tim terbaik dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lombok. Setelah menyelesaikan petualangan di Bali, kegiatan ini kini berfokus pada misi untuk memperkuat transformasi digital, memperluas inklusi keuangan, dan memberdayakan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan desa wisata dan UMKM lokal.

QRIS Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Salah satu fokus utama dalam rangkaian kegiatan di Pulau Seribu Masjid ini adalah menegaskan peran QRIS sebagai pendorong utama pertumbuhan desa wisata dan penguatan UMKM. Dengan adopsi QRIS, masyarakat di desa wisata dapat melayani wisatawan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Bagi UMKM, teknologi ini memungkinkan mereka memperluas akses pasar tanpa hambatan transaksi tunai.

BI menegaskan komitmen untuk memperluas pemanfaatan QRIS di berbagai sektor ekonomi, mulai dari pasar tradisional hingga sentra UMKM. Menurut BI, penggunaan QRIS akan membawa dampak ganda, yaitu efisiensi transaksi dan transparansi pengelolaan keuangan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Melalui implementasi QRIS, UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing di era digital dan memperkokoh keberlanjutan usaha, yang dinilai BI akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan Digital

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menekankan pentingnya peran generasi muda Balinusra sebagai motor penggerak transformasi digital dan agen perubahan sosial-ekonomi.

“Bank Indonesia meyakini bahwa melalui semangat dan komitmen yang kuat, generasi muda mampu menjadi pionir dalam memperluas literasi keuangan digital dan mendorong adopsi QRIS di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hario.

Para peserta kompetisi ini tidak hanya ditantang untuk berinovasi, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai-nilai kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan dalam setiap ide yang mereka lahirkan.

Adopsi QRIS di NTB Terus Meluas

Tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nontunai ini tercermin dari data di Provinsi NTB. Saat ini, tercatat sebanyak 499.365 pengguna QRIS dengan volume transaksi mencapai Rp30,87 juta. Jumlah merchant yang telah mengadopsi QRIS di NTB juga mencapai 386.132.

Data ini menunjukkan bahwa QRIS memegang peran penting dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di NTB dan membuktikan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. (fan)

Harga Emas Antam Turun

0
Harga Emas Antam Turun
Harga Emas Antam Turun

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis, mengalami sedikit penurunan Rp2.000 dari semula Rp2.237.000 menjadi Rp2.235.000 per gram.

‎Untuk harga jual kembali (buyback) menjadi Rp2.082.000 per gram.
‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:
‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.168.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.237.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.414.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp6.596.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp10.960.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp21.865.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp54.537.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp108.995.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp217.912.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp544.515.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.088.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.177.600.000.
‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti Potong PPh 22.