Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 154

Didoakan Gubernur dan “Disembeq”, Mark Marquez Tetap Tumbang di Sirkuit Mandalika

0
Tangan kanan Marc Marquez disangga setelah mengalami kecelakaan saat balapan di Sirkuit Mandalika, Minggu, 5 Oktober 2025

Lombok (ekbisntb.com)- Penyandang gelar dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez belum menaklukkan Sirkuit Mandalika. Ia harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah terjatuh di lap awal MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5/10/2025).
Insiden terjadi sesaat setelah balapan dimulai. Marquez yang berusaha menyalip di tikungan pertama kehilangan kendali motornya dan terjatuh bersama Marco Bezzecchi yang start di posisi pertama. Kedua pembalap itu tak mampu melanjutkan balapan dan harus menepi ke paddock dengan wajah kecewa.
Tragedi ini menambah panjang daftar kesialan Marquez di Sirkuit Mandalika. Sejak pertama kali digelar pada 2022, lintasan di kawasan Lombok Tengah itu seolah menjadi momok bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan, namun keberuntungan belum juga berpihak.
Sehari sebelum balapan, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mendoakan khusus Marquez agar aman melenggang saat balapan. Iqbal memanjatkan surat Al-Fatihah agar sang juara dunia itu bisa menaklukkan “kutukan” Mandalika dan tampil sebagai pemenang.
“Kita kirimkan Al-Fatihah untuk Marc Marquez, semoga bisa menaklukkan Mandalika dan tampil sebagai juara,” ujar Gubernur.
Namun, kenyataan berkata lain. Marquez justru kembali harus tumbang di lintasan yang dikenal memiliki karakter menantang dengan tikungan cepat dan permukaan aspal yang ekstrem saat panas.
Meski begitu, sorak-sorai penonton tetap menggema di tribun. Mereka menyambut para pembalap yang masih bertarung sengit di lintasan, sementara nama Marquez kembali menjadi buah bibir antara simpati dan tak percaya.
Sebelumnya, para pembalap MotoGP Mandalika 2025 saat tiba di Bandara Internasional Lombok langsung di Sembeq oleh tokoh adat masyarakat Lombok.
Sembeq adalah goresan merah di dahi yang terbuat dari campuran sirih, pinang, dan kapur, dengan makna utama keselamatan, keberkahan, dan doa untuk menolak bala. Ritual ini juga menjadi simbol penghormatan, kearifan lokal, dan upaya pelestarian budaya yang berpotensi menjadi magnet pariwisata bagi Lombok.
Insiden balapan di Mandalika tahun 2025 ini harus membuat Marq Marquez harus pulang dengan tangan cidera.(bul)

Menpora : Dampak MotoGP Mandalika 2025 Gerakkan Perputaran Uang Rp4,8 Triliun

0
Menpora, Erick Thohir dan gubernur NTB, serta petinggi ITDC, MGPA, Pertamina dan Kemenpar

Lombok (netlombok.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi suksesnya gelaran MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Ajang balap motor bergengsi dunia ini mencatat rekor baru dengan jumlah penonton mencapai 140.324 orang, serta menciptakan perputaran uang sekitar Rp4,8 triliun.
“Ini luar biasa, pecah telur. Sebanyak 140 ribu penonton hadir. Ini sebuah prestasi karena kita bisa lihat bagaimana pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta bekerja solid memastikan event MotoGP menjadi bagian penting dari promosi Indonesia,” ujar Erick Thohir di Mandalika, Ahad (5/10), usai menonton balapan
Erick menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika bukan hanya tentang balapan, tetapi juga tentang dampak ekonomi yang meluas.
“Dari hotel-hotel penuh sampai ring dua di Mataram dan ring tiga di Senggigi, semua merasakan dampaknya. Harga kamar meningkat, hunian meningkat, dan UMKM pun ikut terdorong,” ungkapnya.
Menurut laporan pihak penyelenggara, lebih dari 120 pelaku UMKM lokal ikut terlibat langsung dalam event MotoGP tahun ini—naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 60 UMKM. Produk-produk lokal seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga pakaian menjadi primadona bagi penonton dan wisatawan.
Dampak positif juga dirasakan dari sisi pariwisata. Perwakilan Kementerian Pariwisata menyebutkan, MotoGP Mandalika menjadi ajang promosi besar-besaran bagi destinasi wisata NTB.
“Dari 140 ribu penonton itu, tidak hanya wisatawan Nusantara, tapi juga wisatawan mancanegara. Mereka tidak hanya menonton balapan, tetapi juga berkunjung ke desa-desa wisata. Ini jadi showcase keindahan NTB,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata dan UMKM, kolaborasi antarinstansi juga menjadi kunci sukses penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025. Erick Thohir menyebut, keterlibatan berbagai pihak seperti Pertamina, Kementerian Pariwisata, Kemenpora, BUMN, dan Pemerintah Daerah NTB menjadi faktor utama.
“Semua hadir dan bekerja sama dengan baik. Ini kolaborasi nyata antara pusat dan daerah,” ujarnya.
Menpora juga memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan di tahun mendatang.
“Tahun depan pasti lebih baik lagi. Ini baru tahap pertama, dan kita akan siapkan kejutan untuk MotoGP berikutnya,” katanya optimistis.
Dengan catatan jumlah penonton hampir 150 ribu dan dampak ekonomi yang menembus Rp4,8 triliun, MotoGP Mandalika 2025 menjadi bukti nyata bahwa event internasional mampu memberi manfaat besar bagi daerah dan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.(bul)

D. Moreira Juara Moto2 Mandalika 2025

0
D. Moreira Juara Moto2 Mandalika 2025

Lombok (ekbisntb.com)- D. Moreira (Italtrans Racing Team) berhasil menjadi juara pada MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Moreira menjadi yang tercepat disusul Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dinavolt Intact GP) di posisi ke 2 dan Izan Guevara (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2) di posisi ke 3 pada race puncak pada Minggu 5 Oktober 2025.

Hasil balapan di Sirkuit Mandalika ini menjadi pembuktian kuatnya persaingan di kelas Moto2. Mengingat 2 kelas lainnya yakni Moto3 dan MotoGP sudah menentukan juara dunianya. Masing-masing Marc Marquez di kelas MotoGP dan Jose Antonio Rueda di kelas Moto3.

Artinya untuk kelas Moto2 bisa saja bersaing hingga seri terakhir dari 4 seri tersisa. Mengingat ada 4 pembalap yang berpotensi menjadi juara di kelas ini, masing-masing Gonzalez (Liqui Moly Dinavolt Intact GP) yang saat ini menjadi pemuncak kelasemen dengan 258 point, disusul D.Moreira (Italtrans Racing Team) dengan 229 point. Posisi ke 3 Aron Canet (Fantic Racing) dengan 202 point dan rekan Aron di Fantic Racing, B Baltus Fantic dengan 193 point.

Keempat pembalap yang bersaing menjadi juara dunia ini memperlihatkan aksi pantastis di sirkuit mandalika pada balapan akhir pekan ini. Moreira yang start pertama mempertahankan posisinya hingga akhir balapan. Dia tampil meyakinkan dengan jarak yang cukup jauh dengan pesaing terdekatnya.

Penampilan yang menarik perhatian penonton di Mandalika adalah Aron Canet. Pembalap Spanyol ini start dari posisi 21 yang langsung merangsek ke posisi 4 selama jalannya balapan. Posisi ini sudah cukup meyakinkan bagi Aron untuk terus bersaing hingga seri berikutnya.

Sementara pembalap andalan Indonesia Mario Suryo Aji (Idemitsu Honda Team Asia) harus finish di posisi 20 setelah start dari posisi 25. Hasil ini sudah diprediksi sejak awal oleh Mario Aji karena sulit beradaptasi dengan sirkuit mandalika.

“Hasil selama beberapa kali latihan kemarin nampaknya sudah menjadi gambaran. Tapi kalau saya lihat data memang tidak terlalu jauh juga dengan pembalap lainnya,” Kata anak muda asal jawa Timur ini.(bul)

MotoGP Mandalika 2025, Dianggap Sebagai Penyelenggaraan Terbaik

0
MotoGP Mandalika 2025

Lombok (ekbisntb.com)- MotoGP Mandalika 2025 tahun 2025 ini dicatat sebagai penyelenggaraan terbaik sejak pertama kali digelar tahun 2022 lalu. Ajang balap dunia ini menghadirkan standar penyelenggaraan yang semakin meningkat, baik dari sisi teknis, pelayanan penonton, maupun dukungan infrastruktur.

Antusiasme publik terhadap balapan kali ini terlihat dari tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika yang mencapai 100% penuh, bahkan melebihi kapasitas tersedia. Menurut data Dinas Pariwisata NTB, rata-rata tingkat hunian hotel di Pulau Lombok selama periode penyelenggaraan balapan mencapai 93%, dengan Kota Mataram berada di angka 90%, sementara kawasan The Mandalika tercatat penuh 100%.

Kondisi ini tidak hanya menegaskan tingginya minat penonton, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, tetapi juga memperlihatkan dampak positif ajang ini terhadap sektor pariwisata NTB secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kinerja industri perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal yang ikut terdorong oleh lonjakan wisatawan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tingginya arus kunjungan, sejumlah maskapai turut menambah penerbangan ekstra (extra flight) menuju Lombok. Total terdapat 44 extra flight, terdiri dari Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10 penerbangan), AirAsia (8 penerbangan), Pelita Air (2 penerbangan), dan Wings Air (6 penerbangan). Penambahan frekuensi penerbangan ini menegaskan peran MotoGP™ sebagai penggerak mobilitas wisatawan sekaligus akselerator pertumbuhan pariwisata NTB.

Lebih dari sekadar kompetisi motorsport, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkenalkan kearifan lokal, kesenian, dan adat Sasak kepada dunia.

Mulai dari penyambutan kedatangan para pembalap dan penonton dengan atraksi budaya, kuliner khas, hingga kerajinan lokal yang ditampilkan, seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan nuansa otentik Lombok Tengah.

Kehadiran MotoGP di Mandalika memberi nilai tambah sosial dan budaya, dengan memberdayakan komunitas lokal serta menjaga identitas daerah sebagai bagian dari pengalaman sportainment kelas dunia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyebut MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya ajang balap motor kelas dunia, melainkan momentum penting dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia ke mata internasional.

“Tahun ini menjadi penyelenggaraan terbaik, ditandai dengan okupansi hotel di kawasan Mandalika yang mencapai 100%, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menambah flights karena tingginya peminat,” ujarnya.

Maya juga menambahkan bahwa ajang ini menjadi momentum untuk melihat bagaimana kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat ditampilkan melalui ajang ini. Hal ini memperkuat positioning Mandalika sebagai sportstainment tourism yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan masyarakat lokal.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka juga menegaskan  penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbaik. Keberhasilan Sirkuit Mandalika kembali meraih Homologasi Grade A dari FIM menegaskan bahwa sirkuit ini telah memenuhi standar tertinggi dunia dan sejajar dengan sirkuit ikonik global.(bul)

Hari Ketiga MotoGP Mandalika 2025 Diserbu Penonton

0
suasana antrean di salah satu pintu masuk ke tribun penonton

Lombok (ekbisntb.com)- Gelaran MotoGP Mandalika 2025 diserbu penonton pada hari puncak balapan, Minggu, 5 Oktober 2025. Antusiasme publik terlihat sejak pagi dengan antrean panjang di pintu-pintu masuk area sirkuit.
Ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, memadati tribun untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap dunia di lintasan Mandalika. Dari pantauan media ini lapangan, siang jelang berlangsungnya race, arus kedatangan penonton berlangsung tertib dan teratur, berkat pengaturan lalu lintas yang berjalan lancar.
Penonton MotoGP Mandalika 2025 hari ini cukup padat, terutama di pintu-pintu masuk sirkuit. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Untungnya, pengaturan lalu lintas ke area sirkuit cukup rapi sehingga tidak banyak terlihat kemacetan atau titik antrean panjang.
Tingginya minat penonton menjadi indikator meningkatnya daya tarik MotoGP Mandalika di tahun ketiganya. Sebelumnya, sejumlah pihak memprediksi animo penonton akan menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun kenyataannya, penjualan tiket tahun ini disebut mencapai target yang ditetapkan penyelenggara.
Fakta ini menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika 2025 semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Animonya luar biasa, bahkan tiket yang tersedia sudah habis terjual sebelum hari balapan.
Selain dari sisi jumlah penonton, penyelenggaraan tahun ini juga dinilai lebih matang dari segi pengelolaan transportasi dan akses menuju sirkuit. Jalur dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga kawasan Mandalika terpantau lancar tanpa kemacetan berarti.
Ribuan kendaraan pribadi, bus, hingga sepeda motor tertata di area parkir yang telah diperluas, sementara petugas kepolisian, Dinas Perhubungan, dan panitia MotoGP bekerja sama mengatur arus keluar masuk penonton.
Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun awal pelaksanaan MotoGP Mandalika, terutama pada MotoGP pertama tahun 2022, yang sempat diwarnai kemacetan panjang di jalur utama menuju sirkuit. Tahun ini, penonton dapat tiba tepat waktu dan menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman.
Tingginya animo masyarakat, kelancaran lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur menjadi bukti bahwa Mandalika kian mantap sebagai tuan rumah ajang balap kelas dunia.
Mandalika bukan hanya menjadi ikon kebanggaan NTB, tetapi juga simbol kemajuan pariwisata dan sport tourism NTB, Indonesia di mata dunia.(bul)

Pertamax Turbo dari SPBU Modular Jadi Penopang Balapan Dunia 2025 di Sirkuit Mandalika

0
SPBU Modular di Sirkuit Mandalika untuk mendukung keberadaan Sirkuit kebanggan Indonesia

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga menghadirkan Pertamax Turbo di SPBU Modular di area sirkuit untuk mendukung perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.

Sama halnya dengan SPBU dan Pertashop, Pertamina Patra Niaga melakukan uji kuantitas dan kualitas berkala (QQ) pada Modular Pertamax Turbo untuk memastikan dan menjaga energi tetap berkualitas demi sirkuit kebanggaan negeri, Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC).

Peran Modular ini juga tak main-main. Modular Pertamax Turbo yang ada di PMIC menjadi pendukung untuk kegiatan operasional _race_ termasuk _safety car_. Semua melalui proses pengujian yang ketat, sehingga dipastikan energi yang didistribusikan tetap terjaga keamanan kuantitas dan kualitasnya.

Dalam proses pengecekan QQ Modular Pertamax Turbo tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh sarana prasarana yang terdapat di Modular, mulai dari dispenser, tera metrologi, APAR, hingga digitalisasi.

Kandungan air pun dilakukan pengecekan pada tangki modular dengan menggunakan _stick dipping_ dan pasta air untuk memastikan tidak ada kandungan air pada BBM. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap visual, density, dan nozzle. Terakhir yang tak kalah penting, Pertamax Turbo yang digunakan telah dilakukan pengambilan rutin sample untuk pengujian lab.

“Dalam menjalankan proses distribusi, serangkaian prosedur dilaksanakan Pertamina Patra Niaga demi menjamin energi yang berkualitas, tentunya termasuk untuk perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia tahun ini. Sarana prasarana serta kuantitas dan kualitas  telah dilakukan pengecekan dan dipastikan siap untuk mendukung kegiatan,” terang Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ahad menambahkan bahwa pengecekan ini tidak hanya mendukung operasional penyelenggaraan tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang balap kelas dunia sekaligus menunjukkan kualitas BBM yang dimiliki sudah diakui dan sesuai standar Internasional.

Terkait kualitas produk, Pertamina Patra Niaga senantiasa memastikan kualitas BBM sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh pihak berwenang dalam hal ini tertuang dalam SK Dirjen Migas No. 110 Tahun 2022. Mulai dari kapal tangker tiba, proses di depot hingga penyaluran melalui SPBU, Pertashop maupun Modular.

“Serangkaian proses dan pemeriksaan telah dilakukan sebagai bentuk _quality control_ (QC) produk. Dengan semua proses ini, Pertamina Patra Niaga senantiasa jaga  energi berkualitas demi sirkuit kebanggan negeri,” tutup Ahad.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135.(bul)

NTB Resmi Berlakukan Kebijakan ASN Gunakan LPG Non-Subsidi

0
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, bersama Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dan para stakeholder meluncurkan program LPG untuk ASN NTB

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan elpiji (LPG) non-subsidi. Program ini dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, bersama Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dan para stakeholder di arena MotoGP Mandalika 2025, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov NTB untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengurangi penyalahgunaan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemprov NTB ini merupakan pilot project pertama di Indonesia. Dalam program tersebut, ASN di lingkungan Pemprov NTB akan beralih menggunakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

“Pertamina menyiapkan 1.000 tabung gratis sebagai stimulan awal. ASN bisa menukar tabung 3 kg miliknya dengan tabung pink 5,5 Kg,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga menggandeng koperasi di lingkungan instansi pemerintah untuk menjadi mitra penjualan LPG non-subsidi, serta menyediakan layanan Pertamina Delivery Service untuk mengantarkan tabung langsung ke rumah ASN selama masa promo.

“Tabungnya sudah dalam keadaan isi, jadi ASN tinggal pakai saja. Ini pertama kalinya di Indonesia, dan kami berharap bisa diperluas ke provinsi dan kabupaten lain,” tambah Eko Ricky.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik inisiatif Pertamina tersebut. Ia menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan semangat pemerintah memastikan bahwa subsidi hanya digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

“Program ini sangat bagus karena menjadi langkah konkret memastikan tidak ada ASN yang menggunakan LPG subsidi. Subsidi itu sudah ada peruntukannya, bukan untuk ASN,” tegasnya.

Meski tidak akan diterbitkan aturan sanksi, Iqbal memastikan pihaknya akan melakukan imbauan kepada seluruh ASN di lingkup Pemprov NTB agar segera beralih ke LPG non-subsidi.

“Kita tidak akan membuat instruksi khusus, cukup lewat imbauan. ASN sudah dewasa dan paham tanggung jawabnya. Dengan adanya program dan harga khusus dari Pertamina, transisi ini pasti berjalan mudah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaludin Malady, menambahkan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap, dimulai dari ASN di lingkungan Pemprov NTB, khususnya golongan III dan IV.

“ASN golongan III dan IV menjadi prioritas karena pendapatan mereka relatif lebih memadai untuk beralih ke LPG non-subsidi. Sementara ASN golongan I dan II masih diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemprov NTB akan segera mengeluarkan surat edaran gubernur terkait pelaksanaan program ini. Pengawasan akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan bersama Biro Ekonomi dan Satpol PP NTB, serta melibatkan pemerintah kabupaten/kota.

“ASN yang punya tabung 3 kg bisa menukarnya dengan tabung pink 5,5 kg atau 12 kg dengan menambah selisih harga. Semua distribusi akan diantar langsung oleh petugas Pertamina agar lebih mudah,” terangnya.

Dengan peluncuran ini, NTB menjadi daerah pertama di Indonesia yang secara resmi mewajibkan ASN menggunakan LPG non-subsidi.

“NTB kembali jadi pelopor. Kalau program ini sukses, bisa menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.(bul)

Sekretaris Kemenko Perekonomian Apresiasi Kehadiran Museum Civilization di Ajang MotoGP

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pengunjung Lombok-Sumbawa Museum of Civilization pada event MotoGP 2025 tidak hanya berasal dari kalangan wisatawan, tetapi juga pejabat penting, termasuk Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Dalam kunjungannya, Sabtu , 4 Oktober 2025, Susiwijono memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menghadirkan museum berisi koleksi sejarah, budaya, dan peradaban Lombok-Sumbawa di tengah penyelenggaraan event internasional MotoGP Mandalika 2025.

Hal tersebut disampaikan setelah dirinya meninjau pameran koleksi Museum of Civilization usai melakukan monitoring perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Terima kasih kepada teman-teman Pemprov. Di tengah event internasional seperti ini, yang sebenarnya fokus pada sport tourism, bisa hadirkan nuansa budaya NTB. Saya kira ini bagus sekali,” puji Susiwijono.

Ia mengaku terkesan dengan penjelasan lengkap yang disajikan di museum tersebut, mulai dari sejarah Suku Sasak, ragam budaya NTB, kain tenun tradisional, hingga catatan sejarah panjang masyarakat di NTB.

Menurutnya, kehadiran museum tersebut tidak hanya memperkaya nuansa sport tourism yang menjadi daya tarik utama Mandalika, tetapi juga mampu menampilkan kekayaan budaya NTB di hadapan dunia.

“Saya juga kaget, ada museum yang menjelaskan budaya dengan begitu lengkap. Saya kira ini sangat penting sekali. Tadi saya mendapat penjelasan mengenai suku Sasak, budaya Lombok, kain tenunnya, sampai sejarah lama di Lombok. Ini luar biasa,” tambahnya.

Susiwijono juga menilai langkah Pemprov NTB menghadirkan museum di tengah event internasional merupakan strategi tepat untuk mengenalkan budaya lokal kepada wisatawan dunia.

“Saya baru lihat ini. Katanya ini baru ada di tahun ini ya. Saya kira ini sangat bagus sekali. Teman-teman Pemprov memanfaatkan betul momentum event-event internasional di mana orang dari seluruh dunia datang. Mereka harus dikenalkan dengan budaya Sasak, budaya NTB,” ujarnya.

Ia berharap konsep serupa dapat terus dihadirkan dalam berbagai event mendatang, sehingga promosi budaya NTB dapat berjalan seiring dengan pengembangan sport tourism.

“Mungkin event-event yang lain juga harus ada yang seperti ini,” tutupnya.

Lombok-Sumbawa Museum of Civilization menampilkan tiga kategori koleksi yaitu historical, seni rupa, dan wastra yang menggambarkan peradaban masyarakat NTB.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa koleksi Museum Civilization Mandalika tidak hanya terbatas pada benda budaya sehari-hari, tetapi turut menampilkan sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi di NTB dan memberikan dampak dunia besar bagi dunia.

Menurutnya peristiwa letusan Gunung Samalas pada tahun 1257 M, diperkirakan mencapai skala 7 dalam Volcanicsivity Index, dan menjadi salah satu letusan gunung berapi terbesar pada masa Holosen.

“Letusan Samalas adalah peristiwa besar dalam sejarah peradaban manusia. Abu vulkaniknya menyebar hingga hampir menutupi separuh dunia,” kata Nuralam di Mataram.

Menampilkan miniatur tiga dimensi letusan dahsyat Gunung Samalas-Rinjani dan Tambora, kain khas Bima bernama Tembe Songke, Kre Alang khas Sumbawa, Arca Siwa Mahadewa, hingga naskah Babat Lombok yang merekam kisah letusan Gunung Samalas pada abad ke-13, museum ini menghadirkan potret perjalanan panjang peradaban di Nusa Tenggara Barat.

Naskah Babad Lombok menyuguhkan narasi sejarah yang bukan hanya merekam bencana, tetapi juga menggambarkan bagaimana tradisi tulis-menulis lokal berperan penting dalam melestarikan ingatan kolektif.

Arca Siwa Mahadewa menegaskan kuatnya pengaruh spiritual dan religius yang mewarnai kehidupan masyarakat di masa lampau.

Sementara Tembe Songke dan Kre Alang, tambahnya, menjadi saksi keterampilan tangan para perajin yang diwariskan lintas generasi, menjelma simbol keanggunan dan ketangguhan budaya Bima dan Sumbawa.

Dari beberapa koleksi yang dipamerkan, terdapat dua koleksi yang pernah dipamerkan pada ajang Islamic Arts Binennale di Jeddah pada awal tahun 2025 yaitu kre alang dari Sumbawa dan tembe songke Bima.

“Jadi koleksi-koleksi ini disatukan, itu menghadirkan kisah utuh tentang sebuah peradaban yang dibangun di atas interaksi manusia, alam, dan kepercayaan,” tuturnya. (r/ham)

Menangi Sprint Race, Bezzecchi Dekati Poin Bagnaia

0
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi memacu motor balapnya pada sesi latihan MotoGP Mandalika, Jumat, 3 Oktober 2025

Lombok (ekbisntb.com) –

Pembalap asal Italia Marco Bezzecchi melanjutkan performa impresifnya di MotoGP Mandalika 2025 dengan menjuarai sesi Sprint Race yang berlangsung pada Sabtu (4/10/2025).

Dengan tambahan 12 poin dari kemenangan tersebut, Bezzecchi sukses memangkas jarak poin menjadi 20 poin dengan pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia yang menduduk posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2025.

Bagnaia sendiri gagal menambah poin pada sesi Sprint Race, setelah menjadi pembalap paling terakhir menyentuh garis finis. Pembalap Italia ini saat ini mengumpulkan total 274 poin. Diikuti Marco Bezzecchi dengan 254 poin.

Balapan yang disaksikan ribu penonton yang hadir langsung di Sirkuit Internasional Mandalika itu sendiri berlangsung seru.

Memulai balapan dari pole position, Bezzecchi melakukan start yang kurang sempurna. Sehingga posisi terdepan langsung direbut pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer yang memulai balapan dari posisi kedua. Diikuti Raul Fernandez dan Pedro Acosta yang merangsek ke posisi tiga.

Sepanjang balapan Fermin Aldeguer terus memimpin jalannya sprint race. Sementara Bezzecchi perlahan memperbaiki posisinya. Hingga memasuki laps-laps akhir Bezzecchi sudah berada di belakang Fermin setelah sempat bertarung sengit melawan Raul Fernandez.

Usaha keras Bezzecchi akhirnya membuahkan hasil. Memasuki setengah laps akhir, Bezzecchi berhasil menyalip Fermin untuk merebut posisi terdepan. Meski Fermin sempat memberikan perlawanan, namun tak kuasa mencegah Bezzecchi menjuara sprint race MotoGP Mandalika 2025 dengan catatan waktu tercepat 19 menit 37,047 detik. “Bezzecchi sangat cepat,” ujar Fermin Aldeguer mengomentari jalannya balapan dalam sesi konfrensi pers di Media Center Sirkuit Mandalika.

Ia mengaku sudah melakukan yang terbaik untuk memenangi sprint race. Tetapi tak kuasa menghadapi Bezzecchi yang menurutnya tampil luar biasa.

Sementara itu Bezzecchi mengaku sedikit lambat saat memulai start. Namun setelah itu ia terus berusaha fokus untuk kembali bertarung di lintasan. Dan, perlahan akhirnya bisa kembali bertarung memperebutkan posisi terdepan. Bezzecchi pun memuji penampilan Fermin Aldeguer yang menurutnya juga sangat cepat. Sehingga dirinya sempat kesulitan mengejarnya di awal-awal balapan.

Sementara itu juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez hingga saat ini belum juga mampu tampil impresif. Namun Marquez mengaku sudah cukup puas. Start dari posisi 9, pembalap Spanyol ini berhasil menyelesaikan sprint race di posisi 6. Padahal Marquez sendiri sempat mendapat penalti lantaran menyenggol Alex Rins saat memasuki tikungan 10 di awal-awal balapan.

Usai balapan Marquez secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Alex Rins atas kejadian tersebut.

Ia mengaku sempat kesulitan mengendalikan laju motornya saat memasuki zona pengereman. Karena sedang bertarung dengan Luca Marini dan beberapa pembalap lainnya. Sehingga kontak dengan Alex Rins pun tak bisa dihindari.Rekan setim Marquez di Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia penampilannya belum juga membaik dengan terus mencatatkan hasil minor. Juara GP Jepang finish paling akhir dalam sesi balapan sepanjang 13 laps tersebut.

Ia mengaku kurang begitu nyetel dengan tunggakannya. “Saya sudah mencoba lebih cepat. Tapi motor tidak bisa dikendalikan,” ujarnya. (kir)

Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika 2025

1. M. Bezzecchi Aprilia Racing 2. F. Aldeguer BK8 Gresini Racing MotoGP 3. R. Fernandez Trackhouse MotoGP Team 4. A. Marquez BK8 Gresini Racing MotoGP. 5. J. Mir Honda HRC Castrol. 6. M. Marquez Ducati Lenovo Team. 7. F. Morbidelli Pertamina Enduro VR46 Racing Team. 8. F. Di Giannantonio Pertamina Enduro VR46 Racing Team. 9. M. Oliveira Prima Pramac Yamaha MotoGP

Tahun Depan, Gubernur NTB Usulkan MotoGP Lebih Sakral dan Kental Nuansa Lokal

0


Lombok (ekbisntb.com)
Gubernur Nusa Tenggara Barat , Dr. H. Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Lombok Sumbawa Festival 2025 yang digelar di Sirkuit Mandalika, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian akbar MotoGP Mandalika, namun dengan sentuhan kuat budaya lokal dan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur menggarisbawahi bahwa MotoGP kini tak lagi terasa asing bagi warga NTB. Ia menyebutkan bahwa nuansa lokal yang kental membuat gelaran MotoGP Mandalika berbeda dibanding negara lain.

“Sekarang MotoGP terasa lokal. Terasa menjadi milik warga NTB. Mulai dari penyambutan pembalap dengan adat sembeq, hingga kegiatan ‘betabek’ sederhana yang justru menyentuh hati,” jelasnya.

Bahkan, menurutnya, perwakilan dari Dorna (penyelenggara MotoGP) memuji penyelenggaraan Mandalika yang dinilai paling berbeda dan berkesan dari semua seri MotoGP.

Lombok Sumbawa Festival 2025 turut menjadi panggung besar bagi 180 pelaku UMKM dari seluruh NTB. Mereka diberikan ruang untuk menampilkan produk unggulan mereka langsung di arena internasional Sirkuit Mandalika.

Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran para pelaku UMKM ini bukan hanya simbol dukungan, tapi juga momen emosional.

“Mereka bilang: ‘Sekarang kami naik kelas. Kami bisa jualan di sirkuit internasional.’ Itu saja sudah jadi obat hati bagi mereka. Hari ini adalah harinya orang kecil tersenyum,” ungkapnya penuh haru.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah mendukung, dan dapat menjadi penggerak semangat UMKM NTB ke depan.

Tak hanya festival, Gubernur Iqbal mengusulkan agar ke depan pelaksanaan MotoGP dan rangkaiannya dibuat lebih bermakna secara spiritual dan kultural.

“Tahun depan kita buat lebih sakral. Kita minta izin pada yang tampak dan yang tidak tampak. Kita juga hadirkan museum, agar para tamu bisa belajar tentang sejarah luhur Lombok dan Sumbawa,” katanya.

Gubernur Iqbal mengungkapkan kebanggaannya saat pembalap dunia menyebut Mandalika sebagai sirkuit terbaik yang pernah mereka datangi, meskipun tidak semua pembalap berhasil finis.

“Mereka bilang: ‘Number one Mandalika’. Bahkan Marques yang belum pernah finis di sini pun tetap bilang ini yang terbaik. Mari kita doakan, mudah-mudahan tahun ini dia bisa finis,” tambahnya sambil bercanda.

Gubernur memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan komitmen untuk menjadikan NTB sebagai destinasi wisata dan budaya bertaraf internasional, tanpa kehilangan identitas lokal.

“Selamat kepada kita semua. Ini adalah persembahan kecil untuk rakyat, dan mudah-mudahan jadi berkah,” tutupnya.(bul)