Beranda blog Halaman 154

Terapkan Kebiasaan ‘5 Detik Sebelum Berkendara’, Astra Motor NTB Ingatkan Pentingnya #Cari_Aman

0

Mataram (Ekbis NTB) – Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemahiran mengemudikan sepeda motor, tetapi juga dari kebiasaan kecil sebelum memulai perjalanan. Salah satu langkah krusial yang sering terabaikan adalah meluangkan waktu sekitar lima detik untuk memeriksa kesiapan diri, kendaraan, dan kondisi sekitar.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar pengendara cenderung langsung menarik gas begitu mesin menyala tanpa melakukan pemeriksaan dasar. Padahal, kebiasaan terburu-buru ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Sebelum berkendara, biasakan melakukan safety check sederhana: pastikan helm terkunci dengan benar, posisi spion pas, rem berfungsi, standar samping terangkat, dan kondisi lalu lintas aman sebelum membuka gas,” ujar Satria.

Perhatikan Malam Hari dan Posisi Roda

Satria juga menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara di malam hari, terutama di area dengan penerangan terbatas. Pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menghindari menatap langsung sorotan lampu dari arah berlawanan agar pandangan tetap fokus.

Hal mendasar lain yang kerap diabaikan adalah kebiasaan langsung tancap gas saat posisi roda depan masih berbelok usai parkir.

“Keseimbangan kendaraan sangat krusial. Sebaiknya luruskan roda depan terlebih dahulu sebelum mulai bergerak. Keselamatan dimulai sejak detik pertama motor melaju,” tambahnya.

Budaya #Cari_Aman untuk Semua

Secara terpisah, Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian konsisten dari kampanye #Cari_Aman.

“Kami mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya. Disiplin dalam kebiasaan kecil tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pembonceng dan pengguna jalan lainnya. Mari wujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutur Yehezkiel.

Melalui edukasi berkendara ini, Astra Motor NTB berharap masyarakat kian menyadari bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan aturan, melainkan pembentukan karakter berkendara yang benar. Sebab, tujuan utama perjalanan bukan sekadar sampai di tempat tujuan, melainkan kembali ke rumah dengan selamat. (r/fan)

Bale KITA Sudah Tampung Hampir 300 UMKM dan 1.000 Produk Lokal NTB

0
Bale KITA Sudah Tampung Hampir 300 UMKM dan 1.000 Produk Lokal NTB
Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal

Mataram ( EKBIS NTB) –
Baru diresmikan sebagai pusat promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, Bale KITA kini telah menampung hampir 300 pelaku UMKM dengan sekitar 1.000 jenis produk.


Jumlah ini akan terus bertambah seiring meningkatnya minat pelaku usaha untuk memasarkan produknya melalui fasilitas yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan Bale KITA hadir sebagai rumah bersama bagi UMKM. Pelaku usaha cukup fokus menghasilkan produk berkualitas, sementara pemasaran menjadi bagian yang difasilitasi pemerintah.


“Ini memang kita jadikan showroom atau mal UMKM. Alhamdulillah sekarang sudah mulai berjalan. Produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, baik untuk keperluan pribadi maupun oleh-oleh, sudah mulai banyak dibeli di sana,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.


Menurut Wiranata, saat ini terdapat hampir 300 UMKM yang telah bergabung dengan jumlah produk yang dipasarkan mendekati 1.000 jenis. Seluruh produk yang masuk telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitasnya sebelum dipasarkan kepada masyarakat.


“Kita memang melakukan kurasi. Ada standar yang harus dipenuhi supaya konsumen mendapatkan produk yang berkualitas,” katanya.


Selain menjadi pusat pemasaran, Bale KITA juga menyediakan berbagai layanan pendampingan bagi pelaku UMKM. Mulai dari konsultasi pengembangan usaha hingga bantuan desain dan kemasan produk yang diberikan secara gratis.


“Kalau pelaku UMKM bingung soal kemasan atau desain, kita bantu. Ada fasilitas desain kemasan yang kita siapkan tanpa biaya agar produk mereka semakin menarik dan siap bersaing,” jelasnya.


Ke depan, Disperindag NTB juga berencana memperluas jaringan pemasaran produk UMKM dengan menghadirkan gerai di sejumlah lokasi strategis, termasuk terminal transportasi.


Sebelumnya, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal telah meresmikan Bale KITA yang berlokasi di eks NTB Mall, Jalan Langko, Kawasan Islamic Center, Kota Mataram, pada 8 Juli 2026. Bale KITA merupakan penyempurnaan konsep NTB Mall sebelumnya dengan tata kelola yang lebih baik sebagai pusat promosi dan pemasaran produk UMKM NTB.


Gubernur Iqbal menegaskan Bale KITA mengusung semangat KITA yang merupakan akronim dari Kreatif, Inovatif, Terbuka, dan Autentik. Konsep tersebut diharapkan menjadikan Bale KITA sebagai rumah bersama bagi produk-produk lokal unggulan sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM NTB. (bul)

( EKBIS NTB/bul)
KETAK – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal dan Istri, Sinta Iqbal, didampingi Kepala Dinas Perindag Provinsi NTB, Lalu. Wiranata, melihat produk ketak UMKM lokal yang ada di Bale KITA

Dari Bandara ke Laut, BIZAM Perkuat Wisata Bahari Lombok Utara

0
Dari Bandara ke Laut, BIZAM Perkuat Wisata Bahari Lombok Utara
pariwisata bahari

Dari Bandara ke Laut

Mataram ( EKBIS NTB) –
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memperluas kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak hanya berperan sebagai pintu gerbang wisatawan, BIZAM kini juga aktif mendukung pelestarian ekosistem laut sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Turtle Conservation Community (TCC) Nipah di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara. BIZAM menyerahkan bantuan boat beserta perlengkapan operasional konservasi dan melepas tukik ke habitat alaminya.


Hadir langsung dalam kegiatan ini, Kamis, 23 Juli 2026 ini, Regional CEO II PT Angkasa Pura Indonesia Wahyudi, General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian, pengelola TCC Nipah, serta sejumlah pemangku kepentingan.


General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian mengatakan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) yang diarahkan untuk mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan.


Menurutnya, kegiatan konservasi bahari di Pantai Nipah merupakan implementasi program InJourney Airports Conservation yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 tentang pelestarian ekosistem laut, sekaligus sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, alam, dan budaya.


“Kami memiliki program konservasi bahari yang berfokus pada keberlanjutan ekosistem laut. Tahun ini kami memperkuat konservasi melalui dua kegiatan utama, yakni transplantasi terumbu karang dan memastikan keberlanjutan penangkaran penyu,” ujarnya.


Ia menilai Lombok tidak hanya memiliki daya tarik Gunung Rinjani, tetapi juga kekayaan wisata bahari dan keanekaragaman hayati pesisir yang harus dijaga bersama.


“Kami ingin memastikan kehadiran bandara tidak hanya melayani transportasi udara, tetapi juga ikut menjaga destinasi wisata agar tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.


Pada tahun ini, BIZAM menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp100 juta untuk mendukung sarana dan prasarana konservasi, perlengkapan operasional boat, serta kegiatan transplantasi terumbu karang.

Sebelumnya, pada 2025, perusahaan juga telah menyerahkan kapal patroli senilai sekitar Rp1 miliar untuk mendukung pengawasan kawasan konservasi laut.


Aidhil menjelaskan, konservasi penyu dan terumbu karang merupakan dua upaya yang saling berkaitan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.


“Keberadaan penyu dan terumbu karang akan menciptakan ekosistem yang sehat. Ini bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan sarana promosi Pulau Lombok,” jelasnya.


Ia menambahkan, InJourney Airports mengusung peran sebagai value creator dan agent of development, sehingga keberadaan bandara diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui pengembangan destinasi wisata.


“Bandara dan destinasi wisata adalah satu ekosistem. Bandara tidak bisa berdiri sendiri, begitu juga destinasi wisata. Keduanya harus tumbuh bersama agar mampu mendorong perekonomian masyarakat,” ujarnya.


Selain konservasi bahari, BIZAM juga menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan lainnya. Tahun lalu, perusahaan menanam 6.600 pohon di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah, yang dikenal sebagai desa wisata dan desa berdaya.


Di sisi lain, Aidhil menyebut sektor pariwisata NTB terus menunjukkan tren pemulihan. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok mencapai sekitar 313 ribu orang, sedangkan wisatawan domestik sekitar 2,2 juta orang. Sementara itu, tingkat utilisasi kapasitas Bandara Lombok kini telah mencapai sekitar 59 persen, meningkat dibandingkan masa pandemi yang berada di bawah 50 persen.


Ia berharap program konservasi yang dijalankan BIZAM dapat memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata bahari yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir. (bul)

( EKBIS NTB/ist)
LEPAS TUKIK – In Journey Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid melepas tukik di Pantai Nipah untuk mendukung pariwisata bahari

Rekayasa Satu Arah Jalan Dakota Dihentikan, Dishub Mataram dan Pemprov Kaji Skema Baru

0
Rekayasa Satu Arah Jalan Dakota Dihentikan, Dishub Mataram dan Pemprov Kaji Skema Baru
KAJI SKEMA BARU - Sejumlah pengendara melitas di Simpang Tiga Jalan Dr. Wahidin-Jalan Dakota, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang pada Jumat (24/7/2026). Rekayasa satu arah Jalan Dakota Dihentikan, Dishub Mataram dan Pemprov kaji skema baru. ( EKBIS NTB/pan)

Mataram ( EKBIS NTB) –
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mengonfirmasi hasil evaluasi bersama Pemerintah Provinsi NTB terkait uji coba rekayasa lalu lintas sistem satu arah di Jalan Dakota yang menuai protes masyarakat karena memicu kemacetan di Jalan Dr. Wahidin. Berdasarkan hasil evaluasi yang digelar pada Kamis (23/7), penerapan sistem satu arah tersebut resmi dihentikan.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi NTB bersama Dishub Kota Mataram akan mengkaji kembali skema rekayasa lalu lintas baru sebelum diterapkan agar tidak menimbulkan persoalan serupa.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan evaluasi dilakukan setelah banyak laporan dan keluhan masyarakat terkait dampak uji coba sistem satu arah di Jalan Dakota.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB sebagai penggagas rekayasa lalu lintas tersebut memutuskan menghentikan penerapannya berdasarkan masukan masyarakat dan kondisi di lapangan.

“Kami melakukan evaluasi. Berdasarkan masukan masyarakat dan kondisi di lapangan, akhirnya sistem satu arah itu dihentikan,” ujarnya, Jumat (24/7).

Zulkarwin menjelaskan, dalam rapat evaluasi muncul sejumlah usulan rekayasa lalu lintas baru. Namun, seluruh usulan tersebut masih akan dikaji bersama agar tidak kembali memicu kemacetan seperti yang terjadi pada uji coba sebelumnya.

Salah satu alternatif yang diusulkan adalah penerapan sistem satu arah dari simpang tiga Jalan Dakota–Jalan Dr. Wahidin menuju selatan hingga simpang empat Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Rembiga. Dengan skema tersebut, arus kendaraan dari arah selatan menuju utara ke Jalan Dr. Wahidin akan ditutup.

“Usulan itu masih akan kami kaji terlebih dahulu sebelum dilakukan uji coba maupun diterapkan. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah di Jalan Dakota mendapat banyak keluhan dari pengendara. Skema yang mulai diuji coba pada Senin (20/7) itu dinilai justru memperparah kemacetan, terutama di simpang tiga Jalan Dr. Wahidin dan Jalan Dakota.

Rekayasa lalu lintas tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi NTB untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan itu. Namun, selama masa uji coba yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026, antrean kendaraan justru mengular, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore, sehingga pemerintah memutuskan menghentikan penerapannya sambil menyiapkan skema rekayasa yang lebih efektif. (pan)

Kumpulkan 10 Bupati/Wali Kota, Gubernur Ingatkan OTT Bupati Lobar Jadi Pembelajaran

0
Kumpulkan 10 Bupati/Wali Kota, Gubernur Ingatkan OTT Bupati Lobar Jadi Pembelajaran
H. Lalu Muhamad Iqbal

Mataram ( EKBIS NTB) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, mengumpulkan 10 bupati/wali kota se NTB pada Jumat (24/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Iqbal mengaku membahas berbagai hal. Salah satunya berkaitan dengan isu yang sedang viral sekarang mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Lombok Barat (Lobar) nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Dalam keterangannya pada wartawan, Gubernur, menjelaskan, kasus hukum yang menimpa Bupati Lobar nonaktif, LAZ bersama dengan dua rekannya sebagai pembelajaran agar kasus serupa tidak lagi terjadi di NTB.

“Oo pasti dong (bahas OTT, red), itu pelajaran buat kita semua, bukan hanya kepala daerah, termasuk buat media juga,” ujarnya usai pertemuan

Menurutnya, pihaknya bersama dengan 10 kepala daerah termasuk Kepala OPD dan ASN di NTB rutin melakukan koordinasi guna kejadian serupa tidak terulang lagi. Penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga dengan malam hari kemarin bisa menjadi pembelajaran semua pihak.

“Itu kan salah satu isu yang bisa kita ambil, tetapi kami berkoordinasi baik, tiap tiga bulan sekali kumpul, tukar pikiran,” lanjutnya.

Di samping itu, pengumpulan 10 bupati/wali kota juga untuk membahas mengenai rapat koordinasi (rakor) antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) dan Menteri ATR/BPN mengenai RTRW di NTB. Seperti isu yang berkaitan dengan kekeringan dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang kini telah mencapai 87,04 persen di NTB.

“Tadi kita menyiapkan ini, menyiapkan kesepakatan ini supaya satubpandangan dalam hal kebencanaan dan dalam tata ruang. Tata ruang kan saling subsidi, makanya tadi Bupati Dompu dan KLU menambahkan, sehingga tercapai 87,04 persen,” jelasnya. (era)

H. Lalu Muhamad Iqbal ( EKBIS NTB/era)

NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

0
NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal

Mataram ( EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan kepastian bagi investasi.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana, para bupati dan wali kota se-NTB, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Astoria Hotel Mataram, Jumat (24/7).

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan daerah, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“NTB memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama juga menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ratusan rencana investasi di NTB yang belum dapat diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) akibat belum selesainya penyesuaian dokumen tata ruang.

Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya berbagai investasi di sektor perumahan, infrastruktur, pariwisata, hingga pengembangan kawasan ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membangun kesepahaman baru dalam penyelesaian revisi RTRW melalui pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi komitmen menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, apabila sebelumnya target perlindungan lahan sawah dipenuhi oleh masing-masing kabupaten dan kota, kini pengukurannya dilakukan pada tingkat provinsi, sehingga memungkinkan adanya mekanisme subsidi silang antarwilayah.

“Alhamdulillah, melalui komitmen seluruh kepala daerah, NTB berhasil mencapai angka perlindungan lahan sawah sebesar 87,04 persen. Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang sehingga investasi yang selama ini tertunda dapat segera berjalan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTB menandatangani komitmen percepatan revisi RTRW dengan mengintegrasikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam dokumen tata ruang. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pangan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia, sehingga mitigasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

Memasuki musim kemarau, kata Suharyanto, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Berdasarkan analisis BNPB dan BMKG, sebagian wilayah NTB memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

“Mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan setelah bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, BNPB akan terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui penyediaan kendaraan operasional, pompa air, sumur bor, tangki air, logistik kebencanaan, hingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai kebutuhan daerah.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan bahwa tata ruang bukan sekadar instrumen perizinan, tetapi menjadi fondasi utama dalam mengatur arah pembangunan, melindungi kawasan pertanian, mengendalikan pemanfaatan ruang, dan mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN pada tahun 2026 mengalokasikan penyusunan enam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi NTB sebagai bagian dari percepatan pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pelayanan perizinan yang lebih cepat dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam penyusunan RTRW tersebut, data kebencanaan dari BNPB akan diintegrasikan dengan data geospasial untuk menentukan kawasan rawan bencana, jalur evakuasi, lokasi evakuasi sementara, serta kawasan yang harus dilindungi dari pemanfaatan berisiko tinggi.

Percepatan revisi RTRW yang mengintegrasikan kajian risiko bencana menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelaraskan kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pangan.

Dengan kepastian tata ruang yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi bencana, NTB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang semakin kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta membangun daerah yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (r/ham)

POSE BERSAMA – Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Bersama kepala daerah se NTB pose bersama usai Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi KRB ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah di Hotel Astoria, Jumat (24/7). ( EKBIS NTB/ist)

Potensi Kekeringan Tertinggi

0
Potensi Kekeringan Tertinggi
Suharyanto

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat mengusulkan 106 titik bor ke pemerintah pusat tepatnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jumlah itu sesuai dengan banyaknya desa miskin ekstrem di NTB.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan NTB termasuk daerah dengan potensi kekeringan tertinggi di Indonesia. Provinsi ini berada di posisi empat nasional daerah rawan kekeringan. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun sumur-sumur bor di titik-titik rawan kekeringan.

“Sebelum terjadi bencana, untuk kekeringan ini ada operasi modifikasi cuaca apabila masih terdapat awan hujan, kemudian juga membangun sumur-sumur bor bagi daerah-daerah yang sudah dilanda kekeringan, termasuk juga dukungan mobil-mobil tangki,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia melanjutkan, untuk kebutuhan peralatan sumur bor, Suharyanto mengaku akan langsung merealisasikan kepada daerah-daerah yang mengajukan untuk pembangunan sumur bos tersebut. Ia mengaku, pembangunan sumur bor menjadi yang paling prioritas untuk mengatasi kekeringan dibandingkan dengan pengadaan tangki.

Namun, untuk beberapa wilayah yang tidak memiliki air bawah tanah, mau tidak mau antisipasinya dengan pengadaan air tangki.

“Tadi yang dilaporkan Pak Gubernur kan ada 9 kabupaten/kota, 50 kecamatan.

Tentu saja untuk titik-titiknya kita akan berkoordinasi dengan masyarakat yang paling tahu itu masyarakat terdampak. Setelah ini kota akan tindak lanjuti dengan koordinasi,” ungkapnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, akan terjadi el nino cukup panjang di tahun ini, kurang lebih selama 10 bulan. Untuk itu perlu adanya mitigasi antisipasi kekeringan di tiap-tiap daerah.

Selain memitigasi, perlu juga adanya kesiapan logistik di masing-masing kabupaten/kota.

“Antara lain seperti itu, mudah-mudahan dengan rapat-rapat koordinasi seperti ini, ini meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat di daerah-daerah yang memang rawan bencana,” harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya sudah mengajukan pembangunan sebanyak 106 sumur bor di masing-masing desa miskin ekstrem di NTB.

Untuk satu sumur bor, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp300-Rp350 juta, sehingga estimasi untuk 106 desa sekitar Rp31,8 miliar.

Namun, anggaran itu bisa lebih tinggi apabila daerah itu memiliki cadangan air melimpah sehingga membutuhkan jaringan yang besar agar bisa dikembangkan.

Meski mengajukan sebanyak 106 sumur bor, Mantan Kadis PUPR NTB itu menegaskan belum tentu seluruh desa miskin ekstrem membutuhkan pengadaan sumur bor.

Ada beberapa desa yang memiliki cadangan air melimpah, beberapa juga berada di daerah sangat kering sehingga tidak memiliki cadangan air bawah tanah.

“Belum tentu miskin ekstrem terus tidak ada air kan. Walaupun tidak miskin ekstrem kan kadang-kadang tidak ada air juga,” katanya. (era)

( EKBIS NTB/ist)

Tiga Program Unggulan Lotim Diikutkan TPAKD Award 2026

0
Tiga Program Unggulan Lotim Diikutkan TPAKD Award 2026
ASESMEN - Kegiatan asesmen TPKAD Award 2026 yang berlangsung secara virtual, Jumat (24/7/2026). (Suara NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) mengikuti tahapan virtual assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional melalui konferensi video Zoom Meeting dari Ruang Rapat Bupati Lotim, pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan daerah dan pemangku kepentingan akses keuangan daerah, menandai komitmen serius kabupaten ini dalam memperkuat inklusi keuangan di tengah masyarakat.


Acara yang berlangsung Jumat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta jajaran pimpinan OPD dan stakeholder akses keuangan daerah.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin turut bergabung secara virtual untuk memberikan arahan sekaligus dukungan penuh terhadap program-program inklusi keuangan yang telah berjalan.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara konsisten menjalankan tiga program unggulan TPAKD yang telah terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program pertama adalah Lotim berkembang. Program yang telah diinisiasi sejak tahun 2020 ini berfokus pada dua sektor utama, yaitu peternakan dan UMKM.


Pada sektor peternakan, program ini sukses menjangkau 14.564 nasabah hingga tahun 2025. Meskipun sempat menghadapi tantangan akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tingkat Non-Performing Loan (NPL) di kalangan peternak tetap terkendali dengan baik di angka 1,03 persen.


Sementara itu, pada sektor UMKM, TPAKD melalui skema bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyisir 611 pelaku usaha. Sebagai dorongan, Pemkab juga memfasilitasi kegiatan car free night (CFN) setiap malam Kamis, yang dalam 50 minggu pelaksanaan sukses mencatatkan omzet hingga Rp464 juta bagi 60 UMKM, lengkap dengan edukasi pembayaran digital.


Program subsidi bunga pinjaman juga terus berjalan bagi pelaku usaha pertanian dan perkebunan, serta gerakan “Satu Santri Satu Rekening” sebagai bentuk perluasan akses keuangan bagi kalangan santri.


Kedua program EPIKS (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah). Program ini berfokus pada penguatan akses keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren. Meskipun baru dimulai di satu pondok pesantren, tingkat perputaran akses keuangannya terbukti sangat tinggi. Pada tahun ini, pemerintah daerah menambah satu pondok pesantren berskala besar untuk bergabung.


Hasilnya pun menggembirakan, nilai akses keuangan tumbuh pesat dari sebelumnya Rp12 juta kini mencapai Rp4 miliar. Keberhasilan tersebut didukung oleh pengawasan langsung dari DPRD serta pendampingan dari Dinas Pendidikan yang turut meningkatkan literasi keuangan syariah bagi para wali murid dan lingkungan pondok pesantren.


Ketiga, Program Rekening Pelajar. Program ini berhasil menjangkau sekitar 308.000 pelajar di Kabupaten Lombok Timur dengan akumulasi saldo mencapai Rp76 miliar. Program ini menjadi fondasi penting dalam menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses keuangan bagi generasi muda.


Penguatan akses keuangan daerah juga disinergikan dengan Baznas melalui program Petani Mustahik. Program bantuan penanaman jagung di atas lahan seluas 50 hektare tersebut dilaporkan telah berhasil melakukan panen raya pada Juni lalu.


Capaian pengumpulan ZIS Lombok Timur tercatat melonjak signifikan dari Rp10–12 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp24 miliar pada tahun 2026. Bupati menyampaikan peran strategis Baznas Lombok Timur yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda.


Mendukung Program Desa Berdaya yang merupakan program Pemprov NTB untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, Pemda menyiapkan bantuan sosial sebesar kurang lebih Rp1,8 juta per KK bagi masyarakat miskin ekstrem, yang disertai dengan program kewirausahaan.

Melalui program ini, warga miskin ekstrem diprioritaskan untuk menjadi penyuplai dalam rantai pasok program MBG dan masuk ke dalam KDMP. Dengan adanya integrasi ini, Sekda optimis efektivitas keuangan daerah akan semakin nyata dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.


Sekretaris Daerah Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik yang turut hadir pada kesempatan tersebut menambahkan terkait penanganan sektor peternakan. Kendati menghadapi tantangan tersendiri, pendekatan yang digunakan pemerintah daerah kini lebih persuasif dengan keterlibatan berbagai OPD teknis hingga Satpol PP.


Sementara itu, melalui program EPIKS, pemerintah daerah juga melibatkan Dinas Pendidikan dengan fokus utama pada peningkatan literasi keuangan syariah bagi para wali murid serta lingkungan pondok pesantren.


Pada sesi terakhir, Asisten Deputi Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Erdiriyo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Virtual Assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional tersebut.


Erdiriyo berharap seluruh capaian dan program kerja TPAKD Kabupaten Lombok Timur ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, menekan angka kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran.


“Semoga penguatan program inklusi keuangan di daerah ini semakin membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur,” pungkasnya. (rus)

Produktivitas UMKM Menurun, Gempuran Produk Luar dan Kenaikan Harga Bahan Baku Jadi Sorotan

0
Produktivitas UMKM Menurun, Gempuran Produk Luar dan Kenaikan Harga Bahan Baku Jadi Sorotan
(Suara NTB/ist) Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi

Mataram (EKBIS NTB) – Produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB dinilai mengalami penurunan. Ironisnya, kondisi ini terjadi bukan karena minimnya permintaan pasar, melainkan karena persaingan dengan produk luar dan semakin naiknya harga bahan baku produksi karena gejolak global dan instabilitas nasional.


Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H., mengatakan potret ini terlihat dari sejumlah UMKM binaan yang memasok produk ke berbagai gerai atau outlet. Banyak produk justru kosong karena pelaku usaha tidak lagi mampu berproduksi.


“Permintaannya sebenarnya masih ada, pesanan juga ada. Tetapi mereka tidak bisa memproduksi karena modal sudah habis dan harga bahan baku naik karena situasi global dan nasional. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.


Menurut Baiq Diyah, kondisi ini berpotensi melemahkan perekonomian pelaku UMKM apabila tidak segera mendapat intervensi. Ia menilai pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu kembali aktif melakukan pendampingan, bukan hanya menggelar kegiatan seremonial.


Organisasi yang dipimpinnya ini, menurutnya, rutin berkomunikasi dengan para pelaku usaha untuk mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan.


“Ketika ada produk yang kosong di outlet, kami tanyakan penyebabnya. Jawabannya hampir sama, mereka sudah tidak punya modal untuk memproduksi lagi. Kalau persoalannya hanya modal, kenapa mereka tidak bisa mengakses KUR atau program pembiayaan lainnya?” katanya.


Diyah menilai pendampingan terhadap UMKM belakangan mulai berkurang. Akibatnya, banyak pelaku usaha merasa berjalan sendiri tanpa arahan maupun solusi terhadap persoalan produksi dan pemasaran.
“Jangan hanya hadir saat acara seremonial. Pemerintah harus rutin bertanya apa kebutuhan mereka, apa kendalanya, lalu membantu mencarikan solusi,” tegasnya.


Selain persoalan modal, Diyah juga menyoroti semakin kuatnya persaingan produk luar yang masuk ke pasar oleh-oleh maupun pusat perbelanjaan di NTB. Menurutnya, banyak produk yang dijual dengan identitas Lombok, namun sebenarnya diproduksi di luar daerah.


Ia menyebut produk dari luar memiliki keunggulan dari sisi harga, kemasan, hingga kapasitas produksi sehingga sulit disaingi UMKM lokal.
“Bisa jadi produk luar lebih murah, kemasannya lebih bagus, lebih higienis, sementara UMKM kita masih banyak yang diproduksi secara manual. Akhirnya mereka kalah bersaing,” katanya.


Ia mencontohkan produk makanan ringan seperti keripik maupun berbagai cendera mata yang dipasarkan di toko oleh-oleh. Banyak di antaranya berasal dari luar NTB, tetapi dipasarkan dengan label atau identitas Lombok.


Menurut Diyah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keberlangsungan UMKM lokal jika terus dibiarkan. Ia juga menilai berbagai agenda besar, termasuk MotoGP Mandalika, belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai momentum meningkatkan kapasitas UMKM.


Selama ini, kata dia, banyak pelaku usaha hanya diberi ruang berjualan tanpa dibekali strategi mengenai produk yang benar-benar dibutuhkan pengunjung.


“Pemerintah seharusnya sudah menyiapkan UMKM jauh sebelum event berlangsung. Produk apa yang paling laku, bagaimana kemasannya diperbaiki, bagaimana kualitasnya ditingkatkan. Jangan setiap tahun menjual produk yang sama tetapi ternyata tidak diminati,” katanya.


Diyah mengaku salah satu fokus kegiatan PIM saat ini adalah mendorong pelestarian dan pengembangan Wastra NTB. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga agar produk tekstil khas daerah tidak semakin tergerus oleh kain motif cetak dari luar yang dipasarkan dengan harga jauh lebih murah.


Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat kembali memperkuat pembinaan UMKM, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, hingga perlindungan terhadap produk lokal di pasar oleh-oleh.


“Kalau UMKM terus dibiarkan berjalan sendiri, lama-lama produktivitasnya akan semakin turun. Padahal permintaan pasar masih ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberpihakan dan pendampingan yang nyata agar produk lokal mampu bersaing dengan produk luar,” pungkas pegiat sekaligus tokoh UMKM NTB ini. (bul

Video Kebersamaan Viral, Warga Dukung UNA Lanjutkan Pembangunan Lobar

0
Video Kebersamaan Viral, Warga Dukung UNA Lanjutkan Pembangunan Lobar
(Suara NTB/ist) TANGKAPAN LAYAR - Tangkapan layar dari video unggahan UNA dan LAZ yang mengundang simpati pada LAZ dan dukungan pada UNA melanjutkan pembangunan di Lobar.

Giri Menang (EKBIS NTB) – Video kebersamaan antara Wakil Bupati Lombok Barat (Wabup Lobar), Hj. Nurul Adha dengan Bupati nonaktif Lobar, LAZ viral di media sosial. Kebanyakan komentar warga di video yang diunggah pada akun pribadi Umi Nurul Adha (UNA), sapaan Wabup Lobar menuai simpati, doa, dan harapan.


Warga mendoakan LAZ tabah menghadapi kasus yang membelitnya. Selain itu warga mendukung UNA melanjutkan pembangunan di Lombok Barat. Dua video berdurasi 1 menit hingga 2.07 menit yang diunggah UNA pada dua hari berturut-turut, Rabu (22/7/2026) dan Kamis (23/7/2026) tersebut mendapatkan ribuan like dan dibagi ratusan kali.


Video pertama UNA menuliskan keterangan “Mohon doa untuk kita” tersebut menayangkan momen kebersamaan LAZ dengan PPPK Paruh Waktu yang dilantik dan membagikan bantuan kepada warga tak mampu di Kantor Bupati Lobar.


Dalam video itu juga menayangkan UNA dan LAZ saat turun ke lapangan menyapa warga. Momen mengharukan dalam video itu, ketika LAZ menangis saat pidato pada upacara HUT Lobar April 2026 lalu.


Pada video selanjutnya, UNA mengenang momen 1,5 tahun kebersamaan dengan LAZ. Dalam keterangannya, UNA menyampaikan pesan menyentuh. UNA mengatakan, “Menjadi bagian dari perjalanan membangun Lobar adalah sebuah amanah yang saya pegang teguh dengan niat Lillahi Ta’ala setiap hari.”


“Dalam perjalanan ini, tentu ada banyak hal yang telah berhasil kita capai bersama. Semua itu lahir dari kerja keras, doa,dan dukungan seluruh masyarakat. Namun saya juga menyadari, masih ada harapan dan pekerjaan rumah yang harus terus kita tuntaskan,” tulis UNA.
Bagi UNA, kepemimpinan adalah tentang menjaga setiap kebaikan yang telah dibangun, sekaligus dengan rendah hati mengakui keterbatasan dan memperbaiki setiap kekurangan yang masih ada.


“Saya percaya, Lombok Barat tidak bisa dibangun oleh satu atau dua orang saja. Daerah ini akan menjadi daerah yang maju danhebat jika pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, para ibu-ibu, dan seluruh elemen terus berjalan beriringan dalam semangat yang sama,”ajaknya.


Ia mengajak semua pihak harus bergandengan tangan, saling menguatkan, saling mengingatkan, saling melengkapi, terus menjaga harapan, dan memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk Lombok Barat rumah besar yang sama-sama dicintai. “Ingat-ingat selalu. Patut Patuh
Patju. Insyaallah dengan kebersamaan kita akan terus melangkah, menuju cita-cita Lombok Barat yang Maju, mandiri dan berkeadilan,” pungkasnya pada kalimat terakhir unggahannya.


Unggahan UNA ini pun mengundang ratusan komentar. Banyak di antaranya berkomentar simpati dan mendoakan UNA dan LAZ.
Salah satu akun bernama Sa’ron Humaidi, berkomentar baginya LAZ seperti sungai yang mengalir panjang. Di sepanjang perjalanannya ia menghidupi banyak sawah dan menyuburkan banyak tanah, meski sesekali airnya keruh dan meninggalkan lumpur di tepian.


Tetapi, kata dia, orang bijak tidak hanya melihat keruhnya air, melainkan juga menghitung berapa banyak kehidupan yang pernah tumbuh karena alirannya.


Akun lain bernama Madi Madi, menyampaikan simpati bahwa kejadian ini merupakan cobaan untuk Lombok Barat. “Banyak hikmah yang kita ambil pada kejadian-kejadian ini, kami sebagai warga Lobar terus mendukung keberlanjutan pembangunan di Lombok Barat yang sudah mulai mengeliat,” harapnya. Ia juga berdoa agar pimpinan yang baru selalu diberikan kesehatan serta perlindungan dari Allah SWT.


Akun lain bernama Ari Suhaimi berharap Kepada UNA agar segala peninggalan Bupati yang baik dan berhasil dilanjutkan. “Tapi segala yang buruk dan merugikan masyarakat, mohon ditinggalkan. Yang terpenting, jangan kasih kesempatan kepada pejabat yang suka Carmuk apalagi bilang selalu SIAP ujung-ujungnya menjuruskan Umi,” harap dia.


Komentar dukungan pada UNA untuk melanjutkan pembangunan disampaikan Sri Harmuniati, ia mendoakan agar Umi selalu dijaga pemerintahannya ke depan. “Semoga Allah menjaga pemerintahan ibunda sebagai bupati Lobar,” harapnya.


Warga lain dalam komentarnya juga menyampaikan akan selalu mendoakan UNA. “Semoga Allah terus jaga dan terus bantu dengan sebaik baik penjagaan dan pertolongan Allah,” kata warga. (her)